Your browser does not support JavaScript!
 26 Jun 2019    16:00 WIB
Benarkah Diabetes Sebabkan Degenerasi Otak?
Diabetes tipe 2 telah dikenal dapat mempengaruhi otak penderitanya, bahkan menyebabkan hilangnya bagian otak tertentu. Dengan menggunakan pemeriksaan MRI, para peneliti telah dapat mempelajari bagaimana struktur otak 614 penderita diabetes yang rata-rata berusia 62 tahun, yang telah menderita diabetes selama setidaknya 10 tahun. Para peneliti kemudian menemukan bahwa menderita diabetes dalam jangka panjang memiliki hubungan dengan hilangnya jaringan otak, yang menyebabkan terjadinya atrofi (pengecilan) otak. Para ahli menduga bahwa atrofi otak yang terjadi ini mungkin merupakan dampak langsung diabetes terhadap jaringan otak.Selain atrofi otak, para ahli menduga bahwa terdapat gangguan otak lain yang terjadi pada penderita diabetes yang disebabkan oleh adanya gangguan pada pembuluh darah yang seringkali terjadi pada penderita diabetes, yang dapat menyebabkan terjadinya stroke. Para peneliti juga menemukan bahwa jaringan otak yang paling banyak hilang merupakan jaringan otak di bagian gray matter, di mana sel-sel saraf yang berhubungan dengan berbagai organ tubuh terletak.Pengecilan ukuran gray matter ini seringkali merupakan tanda awal dimulainya proses neurodegeneratif, yang menyebabkan penderita diabetes memiliki resiko terkena penyakit Alzheimer yang lebi tinggi.Hal ini bukan berarti semua penderita diabetes akan mengalami penyakit Alzheimer, para peneliti hanya menduga bahwa keadaan ini dapat memperburuk gangguan fungsi kognitif dan kemampuan berpikir seiring dengan semakin bertambahnya usia penderita dan menyebabkan peningkatan resiko terjadinya Alzheimer. Penelitian ini juga menemukan bahwa setiap 10 tahun, otak penderita diabetes tampak 2 tahun lebih tua daripada orang yang tidak menderita diabetes, terutama pada bagian gray matter. Hal ini juga menunjukkan bahwa semakin lama anda menderita diabetes, maka kerusakan yang terjadi pada otak anda juga akan semakin berat. Oleh karena itu, pengendalian kadar gula darah sangat penting untuk mencegah atau mengurangi berbagai kerusakan yang terjadi pada otak dan kemampuan berpikir. Sumber: foxnews