Your browser does not support JavaScript!
 24 Jun 2020    08:00 WIB
Melancarkan Pencernaan Dengan Daun Salam
Kandungan Nutrisi di Dalam Daun Salam Setiap 100 gram daun salam mengandung sekitar 320 kalori. Daun salam mengandung banyak karbohidrat dan serat. Selain itu, daun salam juga mengandung lemak tidak jenuh (pufa dan mufa), vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, kalsium, zat besi, kalium, dan magnesium.   Membantu Proses Pencernaan Daun salam dapat menghasilkan suatu bau-bauan kuat yang dapat memicu produksi air liur dan berbagai enzim pencernaan. Berbagai enzim pencernaan ini berfungsi untuk mencerna makanan, sehingga konsumsi daun salam dapat membantu proses pencernaan makanan.  Selain itu, daun salam juga dikenal dapat membantu mengatasi rasa terbakar di dada akibat asam lambung dan perut kembung. Teh daun salam juga dapat membantu mencegah terjadiya sembelit dan memperlancar pergerakan usus.   Mencegah Kanker Daun salam mengandung berbagai zat anti kanker seperti asam kafeik, quercetin, euganol, dan katekin. Berbagai zat ini dapat menghambat metabolisme sel-sel kanker. Konsumsi daun salam dapat mencegah terjadinya kanker darah (leukemia), kanker payudara, dan kanker leher rahim (kanker serviks).   Membantu Mengatasi Gangguan Pernapasan Teh daun salam dapat membantu mengatasi demam dan flu karena dapat membantu meredakan hidung tersumbat dan membersihkan jalan napas.    Melindungi Jantung Daun salam sama sekali tidak mengandung kolesterol, tetapi mengandung banyak zat yang baik bagi jantung seperti rutin, salisilat, asam kafeik, dan fitonutrien. Semua zat ini dapat mengurangi resiko terjadinya penyakit jantung dan meningkatkan kesehatan jantung, serta membuatnya lebih aktif. Daun salam juga mengandung banyak asam lemak tidak jenuh tunggal, yaitu mufa yang dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL dan menurunkan kadar kolesterol LDL. Selain itu, konsumsi daun salam juga dapat membantu mengurangi stress, rasa cemas, dan menurunkan tekanan darah.   Mencegah Diabetes Daun salam juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya diabetes tipe 2 karena dapat membantu meningkatkan produksi insulin sehingga dapat mengendalikan kadar gula darah di dalam tubuh.   Membantu Mengatasi Peradangan Partenolid yang merupakan suatu agen anti inflamasi (radang) juga ditemukan dalam daun salam. Minyak daun salam juga banyak digunakan untuk meredakan migrain, keseleo, radang sendi, nyeri otot, dan pembengkakan.   Menutrisi Kulit Daun salam mengandung berbagai zat antioksidan dan antiseptik seperti alfa pinene, beta pinene, mircene, limonene, linalool, metil kavikol, neral, alfa terpineol, gernil asetat p-cymene, euganol, dan kavikol. Semua zat ini telah terbukti bermanfaat bagi kulit. Selain itu, daun salam juga mengandung banyak vitamin C yang dapat mencegah terjadinya kerusakan akibat efek radikal bebas di dalam tubuh.   Manfaat Lainnya Berbagai manfaat lain dari daun salam bagi kesehatan Anda adalah: Membantu sintesis DNA dan mencegah terjadinya kelainan bawaan pada bayi sehingga baik dikonsumsi oleh wanita hamil (asam folat) Menjaga kelancaran dan keteraturan siklus menstruasi (daun salam mentah) Mengurangi pembentukan batu ginjal dan mencegah infeksi (air rebusan daun salam) Membantu mempercepat proses penyembuhan bekas luka gigit atau sengatan serangga (asam laurat) Membantu menjaga kesehatan mulut  Membantu mengendalikan tekanan darah (kalium)   Sumber: foodtofitness