Your browser does not support JavaScript!
 07 Aug 2020    11:00 WIB
Turunkan Tekanan Darah dengan Diet DASH
DASH merupakan singkatan dari Dietary Approaches to Stop Hypertension. Sebenarnya tidak diciptakan untuk menurunkan berat badan, melainkan untuk menurunkan tekanan darah. Tapi diet ini juga mendapat penilaian baik dari ahli kesehatan, karena aman dan berguna untuk orang yang menderita penyakit kronis. DASH dikembangkan untuk membantu mencegah dan mengobati hipertensi. Tidak ada trik rahasia untuk mengatur pola makan pada diet DASH, yang perlu diatur adalah konsumsi garam harus rendah, tinggi serat, dan makan 10 porsi harian buah dan sayur untuk diet 2000 kalori perhari. Sistem diet ini dikembangkan oleh 22 ahli gizi di dunia. Berdasarkan ulasan para ahli diet, diet ini memiliki 7 langkah dalam penelitian yaitu: jangka pendek penurunan berat badan, kemudahan, nutrisi, keselamatan, kemampuan untuk mencegah dan mengatasi diabetes, dan mencegah atau mengendalikan penyakit jantung. 2 macam DASH diet Diet DASH standar, yaitu maksimal asupan sodium yang diperbolehkan adalah 2300 mg per hari. Diet DASH di bawah standard, yakni asupan sodium per hari tidak boleh melebihi 1500 mg per hari. Kedua versi diet DASH ini bertujuan untuk mengurangi jumlah asupan sodium yang biasanya pada makanan sehari-hari (tanpa diet) mencapai 3500 mg per hari bahkan lebih. Bagaimana menjalankan DASH diet Kedua macam cara diet DASH menganjurkan Anda untuk mengkonsumsi gandum utuh, buah-buahan, sayuran dan produk susu rendah lemak. Selain itu makanan sehat pada diet sehat ini mencakup beberapa jenis ikan, ayam dan legumes. Sedangkan daging merah, makanan manis(permen) dan lemak dperbolehkan dalam jumlah kecil. Sebagai gambaran umum, DASH diet berprinsip pada rendah lemak, kolesterol dan lemak total. Sajian Makanan Yang Dianjurkan Berikut adalah contoh sajian makanan per hari untuk kebutuhan kalori 2000. Gandum (6 sampai 8 sajian per hari) Jenis makanan : roti, sereal, beras dan pasta. Setiap sajian berisi 1 potong roti tawar gandum, 1 ons sereal kering, atau ½ cup sereal masak, beras atau pasta. Sayuran ( 4 sampai 5 sajian per hari) Sayuran yang termasuk dalam diet DASH adalah sayuran yang kaya akan serat dan mengandung vitamin, mineral penting yang berperan menurunkan tekanan darah seperti potassium dan magnesium. Contoh satu sajian sayuran adalah 1 cup sayur hijau mentah atau ½ cup sayur Buah-buahan ( 4 sampai 5 sajian per hari) Buah-buahan baik untuk penderita hipertensi karena tinggi serat, rendah lemak,  dan mengandung potassium dan magnesium (kecuali alpukat dan kelapa). Produk susu rendah lemak ( 2 hingga 3 sajian per hari) Termasuk di dalamnya adalah susu, yougurt, keju dan produk susu lainnya. Golongan makanan ini sangat bermanfaat karena kandungan kalsium, vitamin D dan protein. Dan pilihlah yang rendah lemak atau bahkan bebas lemak. Daging merah mulus, ayam dan ikan ( sebanyak 6  sajian atau kurang per harinya) Daging merupakan sumber penting protein, vitamin B, zat besi  dan zinc. Namun disebabkan kandungan lemak dan kolesterolnya, sajikan daging bukan sebagai menu utama, atau kurangi porsi daging hari itu dengan menyajikan lebih banyak sayuran. Satu sajian daging misalnya : 1 oz daging ayam kukus tanpa kulit, seafood atau daging tanpa lemak, satu buah telur atau 1 oz tuna kalengan tanpa tambahan garam. Kacang-kacangan, biji-bijian dan legumes (4 sampai 5 sajian per minggu) Yang termasuk di dalamnya adalah kacang almond, biji bunga matahari, ercis, buncis, kacang polong,  dimana kacang-kacangan ini kaya akan magnesium, potassium dan protein. Selain itu juga memiliki kandungan serat tinggi serta zat fitokimia yang berguna untuk mencegah kanker dan penyakit kardiovaskuler. Sajikanlah dalam porsi kecil saja sebab kandungan kalorinya tinggi. Sebagai contoh sajikan 1/3 cup kacang, 2 sendok makan biji-bijian atau ½ cup kacang polong atau buncis kukus. Lemak dan minyak (2 hingga 3 sajian per hari) Lemak merupakan zat gizi yang berperan dalam penyerapan beberapa vitamin dan pembentukan system pertahanan tubuh. Namun konsumsi lemak berlebih akan meningkatkan resiko terkena penyakit jantung, diabetes dan obesitas (kegemukan). Asupan lemak yang dianjurkan adalah 30 % dari total kalori per hari, diutamakan bersumber dari lemak sehat(lemak tak jenuh). Contoh satu sajian makanan dengan kandungan lemak yaitu 1 sendok makan mayonnaise rendah lemak atau 2 sendok makan light salad dressing. Makanan manis (paling banyak 5 sajian per minggu) Tidak perlu mem-black list makanan manis, hanya kurangi asupannya. Tiap sajian berupa 1 sendok makan gula, jelly atau jam, ½ cup sornet atau 1 cup lemonade. Baca juga: Tips Untuk Mencegah Terjadinya Tekanan Darah Tinggi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 28 Jul 2019    11:00 WIB
Mengenal Jenis-Jenis Hipertensi
Mudah marah, suka teriak-teriak, gampang tersinggung, itu gejala hipertensi atau memang karakter. Biar lebih jelas, mari kita bahas bersama. Hipertensi adalah istilah medis untuk tekanan darah tinggi. Ini dapat menyebabkan komplikasi parah dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan kematian. Wah…sebelum marah, pikir-pikir dulu yah dan belajar tenang. Dari pada terkena penyakit mematikan. Pedoman medis yang dikeluarkan oleh American Heart Association (AHA) pada bulan November 2017. Menentukan hipertensi sebagai tekanan darah tinggi, jika mencapai angka sistolik sebesar 130 lebih dan dengan diastolik sebesar 80 milimeter merkuri (mmHg). Sistolik dan Diastolik adalah dua macam tekanan darah. Tekanan darah Sistolik, adalah tekanan darah, dimana tekanan darah ini tercipta karena adanya kontraksi jantung, sehingga mendorong darah melalui arteri ke seluruh tubuh kita, dengan mengacu pada jumlah tekanan darah yang ada dalam arteri. Sedangkan tekanan darah Diastolik adalah Tekanan darah bawah atau angka bawah yang memperlihatkan jumlah tekanan darah di dalam arteri ketika jantung kita sedang beristirahat (antara ketukan/ detak), seperti saat kita tidur. Singkatnya Sistolik Tekanan darah maksimum yang ada dalam arteri manusia dan Diastolik Tekanan darah minimum yang ada dalam arteri manusia. Lalu tanda-tanda apa yang dapat kita ketahui jika kita mengalami hipertensi atau tidak. Kita bisa mengetahui, apakah kita mempunyai tekanan darah tinggi atau tidak. Dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah yang bernama sphygmomanometer. Sphygmomanometer terbagi menjadi 3 jenis yaitu tensi meter air raksa, tensimeter aneroid dan tensimeter digital. Harga tensimeter setiap jenisnya berbeda-beda. Dan setiap jenisnya mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. 1. Tensimeter Air Raksa. Tensimeter jenis ini merupakan tensimeter konvensional, alat tensi ini sudah jarang digunakan karena alasan keamanan. Pada alat ini terdapat air raksa sebagai pengukur tekanan darah dan apabila pecah dan mengenai tubuh maka bisa berdampak buruk. Meskipun begitu, keakuratan tensimeter air raksa paling tinggi dibanding jenis tensimeter lainnya. Sistem kerjanya memakai dua alat, yaitu tensimeter dan stetoskop. Kedua alat tersebut dikombinasikan sehingga dapat menyimpulkan secara akurat normal atau tidaknya tekanan darah kita. 2. Tensimeter Aneroid. Tensimeter aneroid, lebih aman dibanding tensimeter air raksa. Tensimeter aneroid tidak menggunakan air raksa sebagai pengukur tekanan darah melainkan menggunakan jarum mekanik yang mana akan bekerja sewaktu kain sintetis melingkar di lengan. 3. Tensimeter Digital. Tensimeter digital akan menampilkan hasil ukur digital secara otomatis. Dibandingkan dengan jenis air raksa dan aneroid, alat tensi digital ini sangat mudah digunakan bahkan untuk orang non-medis sekalipun. Pengoperasiannya sangat sederhana, hanya menekan tombol start dan stop, maka alat ini akan bekerja secara otomatis melakukan pengukuran dan hasil pengukuran akan langsung ditampilkan pada layar. Harga alat tensi digital ini lebih mahal dibanding dengan 2 jenis tensimeter sebelumnya. Kelebihan lain dari alat tensi digital yaitu dilengkapi dengan fitur tambahan, seperti informasi denyut jantung serta dilengkapi memori guna menyimpan hasil pengukuran. Berikut adalah pedoman AHA  2017 tentang rentang (angka) tekanan darah:                Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)   Tekanan darah normal   Kurang dari 120   Kurang dari 80   Tinggi Antara 120 dan 129   Kurang dari 80   Stadium 1 hipertensi   Antara 130 dan 139   Antara 80 dan 89   Stadium 2 hipertensi   Paling sedikit 140   Paling sedikit 90   Krisis hipertensi   Lebih dari 180   Lebih dari 120                                                      Jika pembacaan menunjukkan krisis hipertensi saat kita mengukur tekanan darah kita, tunggu 2 atau 3 menit dan kemudian ulangi tes untuk memastikan. Dan jika ternyata positif kita mengalami krisis hipertensi, segera ke rumah sakit atau dokter terdekat untuk mengatasi hal ini.   Baca juga : Diet Hipertensi: Yang Harus dan Tidak Boleh Dimakan. Sumber : www.webmd.com
 18 Nov 2018    11:00 WIB
Tekanan Darah Tinggi dan Kehamilan
Tekanan darah normal orang dewasa adalah 120/80 mmHg, di mana tekanan sistolik dapat bervariasi dari 100-120 dan tekanan diastolik 60-80. Seseorang dikatakan menderita tekanan darah tinggi bila tekanan darahnya lebih tinggi daripada normal, baik sistolik ataupun diastolik, yang ditemukan pada lebih dari satu kali pengukuran pada waktu yang berbeda. Peningkatan tekanan darah juga dapat terjadi saat anda kurang tidur, kelelahan, dan setelah beraktivitas. Tekanan darah tinggi juga dapat terjadi pada saat kehamilan, yang disebut dengan hipertensi gestasional. Pada hipertensi gestasional, tekanan darah ibu mulai meningkat setaselah kehamilan berusia sekitar 20 minggu, yang akan kembali normal setelah ibu melahirkan. Tekanan darah sebelum kehamilan dan selama awal kehamilan biasanya normal.   Efek Tekanan Darah Tinggi Pada Anda dan Bayi Anda Efek Pada Ibu Mengalami hipertensi gestasional bukan berarti anda tidak dapat memiliki bayi yang sehat serta kehamilan normal seperti wanita lainnya, anda hanya perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatan anda dan bayi anda. Tekanan darah tinggi meningkatkan resiko terjadinya kerusakan pada ginjal atau berbagai organ lainnya. Selain itu, hipertensi gestasional meningkatkan resiko anda menderita tekanan darah tinggi atau penyakit jantung atau stroke setelah anda melahirkan atau beberapa tahun kemudian. Efek Pada Bayi Tekanan darah tinggi menyebabkan penurunan aliran darah dari ibu ke plasenta, yang menyebabkan penurunan aliran oksigen dan nutrisi kepada bayi anda, yang mana kedua hal tersebut sangat dibutuhkan bagi perkembangan dan pertumbuhan bayi anda. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada bayi anda dan menyebabkan bayi anda memiliki berat badan lahir rendah. Walaupun demikian, bayi anda tetap dapat bertumbuh dengan normal.   Efek Hipertensi Gestasional Pada Persalinan Hipertensi gestasional dapat menyebabkan terjadinya preeklampsia, suatu komplikasi kehamilan yang membahayakan bagi ibu dan bayi. Bila anda mengalami hal ini, maka anda harus melakukan persalinan di rumah sakit untuk memperoleh penanganan dan pengawasan terbaik. Selain itu, bila dokter menilai keadaan kesehatan anda tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan normal melalui vagina atau bila terjadi eklampsia, maka dokter akan melakukan tindakan pembedahan Caesar.   Tanda Perburukan Hipertensi Gestasional Perburukan hipertensi gestasional terjadi bila anda mengalami berbagai gejala preeklampsia. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala preeklampsia di bawah ini, yaitu: Perut semakin membesar, dengan atau tanpa pembengkakan pada pergelangan kaki atau wajah atau pembengkakan pada tubuh bagian atas saat bangun tidur Nyeri kepala Penglihatan kabur Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya Mengalami serangan kejang Nyeri hebat di bagian bawah tulang rusuk   Komplikasi Hipertensi gestasional dapat menyebabkan preeklampsia. Preeklampsia merupakan suatu keadaan di mana selain tekanan darah tinggi, juga terjadi gangguan pada ginjal, hati, atau berbagai organ lainnya. Pembengkakan pada wajah dan pergelangan kaki serta adanya protein pada pemeriksaan air kemih merupakan dua gejala yang sering ditemukan pada preeklampsia. Wanita dengan preeklampsia memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk tindakan pembedahan Caesar serta kelahiran mati. Konsultasikan dengan dokter atau bidan anda mengenai berbagai gejala yang anda alami. Diperlukan pengawasan dan perhatian lebih pada hipertensi gestasional untuk mencegah terjadinya eklampsia atau berbagai komplikasi lainnya. Eklampsia merupakan suatu keadaan di mana wanita dengan preeklampsia mengalami serangan kejang sebelum atau setelah melahirkan. Eklampsia merupakan suatu komplikasi yang sangat membahayakan bagi keselamatan ibu dan bayi. Baca juga: Penyebab Perdarahan Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: webmd  
 25 Jul 2018    08:00 WIB
Apakah Benar Kurang Tidur Bisa Menyebabkan Darah Tinggi ?
Ladies, apa pernah mengalami tidak ada riwayat darah tinggi tapi kenapa tekanan darah bisa tinggi? Yang kita tahu mungkin disebabkan oleh makanan, namun studi terakhir ini ditemukan kalau ladies mengalami sedikit saja gangguan tidur bisa menyebabkan resiko darah tinggi pada wanita…wah..wah…mesti tidur dengan tenang tanpa gangguan nich. Baru-baru ini para peneliti dari dari Columbia University Irving Medical Center di New York melakukan penelitian untuk menilai apakah kurang tidur bisa menjadi hal yang serius atau tidak terhadap kesehatan kardiovaskular. Penelitian ini difokuskan kepada wanita karena diperkirakan sepertiga dari orang Amerikan tidak cukup tidurnya dan wanita yang kebanyakan mengalami gangguan tidur ini. Hal ini bisa disebabkan karena wanita cenderung mengurus anak atau orang tua di rumah, selain itu juga bisa karena faktor perubahan hormon yang dilami setiap bulan ataupun seumur hidup mereka. Penelitian dilakukan terhadap 323 wanita dengan rentang usia 20-79 tahun. Masalah gangguan tidur juga diteliti seperti sleep apnea yaitu saat tertidur seorang berhenti bernafas untuk jangka waktu yang singkat, serta masalah tidur lain seperti insomnia dan juga kualitas tidurnya. Hasil penelitian ini dipulikasikan dalam the Journal of the American Heart Association yang menemukan bahwa gangguan tidur yang buruk seperti perlunya waktu yang lama untuk tertidur dan insomnia berdampak atau berkaitan dengan peningkatan tekanan darah dan peradangan pada pembuluh darah wanita. So, ladies pastikan tidur yang cukup dan juga kualitas yang bagus dari tidur kita. Untuk mendapatkan tips bagaimana mendapatkan kualitas tidur yang baik nantikan di artikel selanjutnya. Jika ladies merasa sudah melakukan segala cara namun masih ada masalah atau memiliki gangguan dalam tidur, ada baiknya segera kunjungi dokter. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Baca juga : Tekanan Darah Tinggi dan Kehamilan Sumber : www.medicalnewstoday.com
 17 Apr 2018    12:30 WIB
Bahaya Tekanan Darah Tinggi Pada Otak
Selain menyebabkan berbagai gangguan dan kerusakan pada jantung dan pembuluh darah, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan gangguan dan kerusakan pada otak dan ginjal akibat gangguan aliran darah yang menyebabkan sel otak dan ginjal kekurangan nutrisi dan oksigen yang penting bagi fungsi kedua organ tersebut.   1.      Serangan Iskemik Sesaat (Transient Ischemic Attack) Serangan iskemik sesaat atau serangan stroke ringan merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh gangguan aliran darah sementara ke otak. Serangan iskemik sesaat dapat disebabkan oleh aterosklerosis maupun bekuan darah pada pembuluh darah arteri yang menyebabkan penyumbatan sementara pada pembuluh darah otak. Kedua hal ini dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi. 2.      Stroke Stroke terjadi akibat adanya gangguan aliran darah dan nutrisi ke sel otak yang menyebabkan kematian sel-sel otak. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah otak yang dapat menyebabkan dinding pembuluh darah menyempit, robek, atau bocor. Selain itu, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah yang kemudian dapat menyumbat pembuluh darah otak anda dan menyebabkan terjadinya serangan stroke. 3.      Demensia Demensia merupakan suatu kelainan pada otak yang menyebabkan gangguan dalam berpikir, berbicara, membuat keputusan, mengingat, penglihatan, dan pergerakan. Demensia dapat disebabkan oleh berbagai hal. Salah satu penyebab demensia adalah gangguan pada pembuluh darah (demensia vaskular). Demensia jenis ini disebabkan oleh penyempitan dinding pembuluh darah yang menyebabkan terganggunya aliran darah ke otak. Penyebab demensia lainnya adalah suatu serangan stroke, yang juga disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak. Baik penyempitan dinding pembuluh darah maupun stroke, keduanya dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Penderita tekanan darah tinggi memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita demensia di kemudian hari daripada orang lain yang tidak menderita tekanan darah tinggi. 4.      Gangguan Kognitif Ringan Gangguan koginitif ringan merupakan suatu gangguan yang menyebabkan penurunan kemampuan seseorang dalam mengerti dan mengingat sesuatu, yang sering terjadi seiring dengan makin bertambahnya usia. Keadaan berat gangguan kognitif dapat ditemukan pada penderita Alzheimer. Gangguan ini juga disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak yang disebabkan oleh gangguan atau kerusakan pada dinding pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.    Baca juga: Anak Muda Pun Bisa Mengalami Tekanan Darah Tinggi, Mengapa Demikian?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     sumber: mayoclinic