Your browser does not support JavaScript!
 27 Nov 2019    11:00 WIB
Mengapa Tiba-tiba Timbul Memar Pada Tubuh Kita Tanpa Sebab?
Apakah Anda merasa bingung mengapa tiba-tiba timbul memar di beberapa bagian tubuh Anda tanpa penyebab yang jelas? Anda mungkin tidak perlu merasa terlalu khawatir, karena timbulnya memar ini jarang sekali merupakan suatu gejala penyakit serius. Terjadinya memar tanpa penyebab yang jelas biasanya dikarenakan Anda mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen. Ketiga obat ini dapat mengencerkan darah Anda, sehingga Anda pun lebih mudah mengalami memar. Biasanya memar hanya terjadi bila Anda telah mengkonsumsi obat ini selama seminggu atau lebih. Akan tetapi, pada beberapa kasus, memar dapat timbul setelah Anda hanya mengkonsumsi 1 atau 2 dosis. Selain obat, suplemen seperti minyak ikan juga dapat menyebabkan timbulnya memar. Hal ini dikarenakan minyak ikan juga mengandung zat antikoagulan.   Baca juga: Tips Untuk Mempercepat Hilangnya Memar…   Lalu apa yang harus Anda lakukan? Jika memar pada tubuh Anda mulai memudar dalam waktu seminggu, maka Anda tidak perlu melakukan apapun. Mungkin Anda hanya perlu mengurangi konsumsi ketiga obat di atas. Akan tetapi, bila memar Anda tidak juga tampak memudar atau membaik setelah lebih dari 1 bulan, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter, terutama bila Anda juga mengalami gejala perdarahan lain seperti mimisan. Kedua gejala ini dapat merupakan gejala dari suatu kelainan darah, seperti anemia, penyakit Von Willebrand (suatu kelainan pembekuan darah), idiopatik trombositopenik purpura (suatu gangguan di mana penderita hanya memiliki sedikit sel-sel darah), dan leukemia (kanker darah, walaupun sangat jarang).   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 07 Nov 2019    18:00 WIB
Apa Gejala Tinggi Atau Rendahnya Kadar Gula Darah Anda?
Selain memiliki beberapa dampak negatif bagi tubuh, seperti menyebabkan terjadinya obesitas dan diabetes, gula juga diperlukan tubuh sebagai salah satu sumber tenaga penting bagi tubuh.  Akan tetapi, untuk itu diperlukan pengaturan kadar gula darah di dalam tubuh untuk mencegah terjadinya berbagai gangguan kesehatan seperti terlalu tingginya kadar gula darah di dalam tubuh, hiperglikemia, atau terlalu rendahnya kadar gula darah di dalam tubuh, hipoglikemia.   Hiperglikemia  Hiperglikemia merupakan suatu keadaan di mana kadar gula darah seseorang terlalu tinggi di dalam tubuhnya. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti: Mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung banyak gula Tidak memiliki cukup insulin di dalam tubuh Menderita cedera atau infeksi tertentu Stress  Jika tidak ditangani segera, hiperglikemia dapat menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan di dalam tubuh, termasuk pada mata, ginjal, pembuluh darah, saraf, dan jantung.   Hipoglikemia Hipoglikemia merupakan suatu keadaan di mana kadar gula darah di dalam tubuh terlalu rendah. Hipoglikemia dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti: Terlalu banyak berolahraga Mengkonsumsi terlalu banyak hormon insulin Kekurangan asupan nutrisi Jika tidak segera ditangani, hipoglikemia dapat menyebabkan terjadinya syok hipoglikemia, dan bahkan kematian.   Kapan Hiper atau Hipoglikemia Terjadi? Terjadinya hiper atau hipoglikemia dapat bervariasi tergantung pada penyebabnya. Jika hiperglikemia disebabkan oleh terlalu banyak makan, maka diperlukan waktu 3-5 jam hingga gejala muncul. Jika hipoglikemia terjadi karena kurangnya asupan makanan, maka diperlukan waktu beberapa jam hingga beberapa hari hingga gejala muncul, tergantung pada berapa lama kekurangan gizi tersebut berlangsung. Jika disebabkan oleh insulin, maka gejala hiper atau hipoglikemia dapat terjadi dalam waktu singkat, tergantung pada seberapa banyak insulin yang dikonsumsi. Segera hubungi dokter Anda jika Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini.   Gejala Hiperglikemia Beberapa gejala hiperglikemia adalah: Peningkatan nafsu makan Rasa lelah berlebihan Sering buang air kecil Penurunan berat badan Sering haus Mulut terasa kering Berbagai gejala ini biasanya hanya berupa gejala ringan yang tidak membutuhkan pertolongan medis segera, akan tetapi bila gejala berlangsung selama lebih dari 24 jam atau bila gejala terus memburuk, segera hubungi dokter Anda.   Gejala Hipoglikemia Beberapa gejala hipoglikemia adalah: Berkeringat terus-menerus Badan terasa lemas Merasa cemas Peningkatan denyut jantung Mudah marah Nyeri kepala Perut terasa nyeri karena lapar Berbagai gejala ini biasanya hanya berupa gejala ringan yang tidak membutuhkan pertolongan medis segera, akan tetapi bila gejala berlangsung selama lebih dari 24 jam atau terus memburuk, maka segera hubungi dokter Anda.   Gejala Darurat yang Membutuhkan Pertolongan Medis Segera Beberapa gejala di bawah ini dapat terjadi pada keadaan hiper maupun hipoglikemia dan membutuhkan pertolongan medis segera. Beberapa gejala tersebut adalah: Penurunan berat badan dalam waktu singkat Pusing saat mencoba untuk berdiri Pingsan Kesulitan bernapas Mengalami penurunan kesadaran Merasa bingung akan lingkungan sekitar Berbagai gejala di atas dapat merupakan gejala syok akibat hiper atau hipoglikemia yang Anda alami. Segera hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan segera.  Baca juga: Efek Pisang Terhadap Kadar Gula Darah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: ehow
 19 Sep 2019    16:00 WIB
4 Penyebab Adanya Darah Dalam Tinja
Bagi sebagian besar wanita, berbicara mengenai masalah buang air besar adalah suatu hal yang cukup memalukan, termasuk adanya darah di dalam tinja. Akan tetapi, karena tinja merupakan salah satu cara untuk mengetahui keadaan kesehatan saluran pencernaan Anda, maka sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke seorang dokter bila Anda menemukan adanya darah di dalam tinja Anda. Ulkus Peptikum Adanya darah pada tisu atau di dalam kloset dapat disebabkan oleh berbagai hal. Warna darah yang Anda temukan juga dapat menjadi petunjuk penyebab adanya darah di dalam tinja. Darah yang berwarna lebih gelap atau hampir hitam biasanya berasal dari saluran cerna bagian atas (lambung atau kerongkongan), yang dapat merupakan gejala dari ulkus.   Baca juga: Sehat Atau Enggak Bisa Dilihat Dari Tinja Lho!   Ulkus peptikum merupakan penyakit yang cukup sering ditemui dan pada sebagian besar kasus dapat segera diatasi dengan pengobatan yang tepat. Mengkonsumsi obat yang tepat, mengatasi stress, mengurangi konsumsi minuman beralkohol, dan berhenti merokok dapat membantu proses penyembuhan ulkus. Wasir Sementara itu, bila Anda menemukan darah yang berwarna merah terang atau merah tua, maka kemungkinan besar darah tersebut berasal dari saluran pencernaan bagian bawah, yaitu usus halus atau usus besar. Hemoroid atau wasir merupakan salah satu penyebab tersering dari adanya darah berwarna merah terang pada tisu toilet atau di dalam kloset. Wasir dapat tampak sangat menakutkan akibat banyaknya darah yang keluar. Untuk mencegah terjadinya wasir, dianjurkan agar Anda mengkonsumsi makanan tinggi serat. Fisura Ani Penyebab lain dari adanya darah berwarna merah terang adalah adanya luka pada anus (fisura ani), yaitu suatu robekan pada anus yang disebabkan oleh sembelit atau melahirkan. Kanker Kolorektal Selain ketiga hal di atas, adanya darah di dalam tinja juga dapat merupakan gejala dari kanker kolorektal. Perlu diingat bahwa adanya darah di dalam tinja tidak selalu dapat dilihat dengan mata telanjang. Oleh karena itu, jika Anda memiliki anggota keluarga yang menderita kanker, dianjurkan agar Anda melakukan pemeriksaan kolonoskopi lebih dini daripada usia yang dianjurkan, yaitu sebelum berusia 50 tahun. Intinya adalah adanya darah di dalam tinja bukanlah suatu hal yang normal. Jadi, bila Anda menemukan adanya darah pada tisu toilet yang Anda gunakan atau di dalam kloset, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 30 Aug 2019    08:00 WIB
Teratur Donor Darah, Ternyata Banyak Manfaatnya
Sering Anda merasa kelelahan dan lemah setelah melakukan donor darah, tetapi hal tersebut hanyalah berlangsung sementara. Tetapi untuk jangka panjang, sangat banyak manfaat mendonorkan darah secara teratur dilihat dari segi kesehatan. Selain itu dengan mendonorkan darah secara tidak langsung kita membantu orang lain juga. Orang yang mendonorkan darah secara teratur ternyata memiliki angka harapan hidup yang lebih lama dan juga memiliki resiko terkena penyakit mematikan seperti kanker lebih kecil. Berikut adalah berbagai manfaat kesehatan dari donor darah: Mengurangi resiko penyakit jantung Salah satu manfaat mendonorkan darah secara teratur adalah menjaga jantung tetap sehat. sudah terbukti bahwa dengan mendonorkan darah akan meningkatkan fungsi dari jantung dan pembuluh darah secara keseluruhan. Dengan donor darah akan meningkatkan kadar zat besi didalam darah dan juga menurunkan resiko penyakit jantung. Membakar kalori Dengan mendonorkan darah secara teratur akan membuat tubuh Anda lebih fit. Bagaimana bisa? Ternyata dengan mendonorkan darah sekitar 450ml membantu  menurunkan berat badan. Anda berhasil membakar sebanyak 650 kalori saat Anda mendonorkan darah sebanyak 450ml. Mencegah terjadinya kanker Donor darah akan menurunkan resiko terjadinya kanker, termasuk di hati, paru-paru, usus, perut dan tenggorokan. Meningkatkan produksi darah Keuntungan lain dari donor darah adalah membantu menstimulasi produksi dari sel darah baru. Proses pengambilan darah saat donor darah akan mendorong tubuh menjadi lebih sehat dan bekerja dengan lebih efisien Pikiran yang stabil Tahukan Anda dengan mendonorkan darah juga dapat membuat pikiran Anda lebih satabil? Donor darah bisa membuat pikiran Anda lebih senang, tenang hidup dengan tujuan dan juga harga diri. Terlalu banyak zat besi? Jika Anda adalah seseorang yang mengalami peningkatan zat besi didalam darah maka donor darah dapat membantu Anda melindungi jantung dari resiko penyakit yang mungkin terjadi. Ketika Anda mendonorkan darah dengan rutin maka akan semakin banyak zat besi yang keluar dalam bentuk darah. Pemeriksaan kesehatan Saat mendonorkan darah, darah yang Anda donorkan tersebut akan diperiksa dari kemungkinan adanya penyakit serius dan jika ada ditemukan penyakit serius maka pihak palang merah akan segera memberitahukan kepada Anda dengan tetap menjaga kerahasiaannya. Keuntungan untuk orang tua Banyak orang yang sudah lanjut usia dan dalam kondisi kesehatan yang baik dapat mendonorkan darahnya secara teratur. Setelah mendonorkan darah mereka akan merasa lebih bersemangat dan sehat. Menurunkan kadar kolesterol Manfaat lain dari donor darah adalah membantu Anda menurunkan kadar kolesterol didalam tubuh. Selain itu dengan donor darah juga dapat menurunkan tekanan darah jika Anda menderita hipertensi.  Baca juga: Kebijakan Larangan Donor Darah Bagi Kaum Gay Akan Dihapus, Benarkah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
 11 Aug 2019    16:00 WIB
Mengapa Darah Haid Encer, Kental Atau Berlendir ?
Setiap wanita akan mengalami periode menstruasi dan hal ini adalah hal yang normal. Namun ada beberapa wanita yang bisa mengalami perubahan saat haid. Ada yang mengalami keterlambatan, terlalu cepat, darah yang keluar sedikit atau terlalu banyak. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai konsistensi dari darah haid. Faktanya adalah darah haid berbeda dengan darah di bagian tubuh yang lain, yaitu tidak mudah menggumpal. Bila mudah menggumpal maka tentu akan sulit keluar. Kemudian bagaimana konsistensi darah haid yang normal, konsistensi yang normal yaitu tidak seencer obat merah dan sekental saus tomat.   Kental Seperti Bergumpal Sesekali dalam periode menstruasi yang berat, setiap wanita akan melihat segumpal darah di toilet mereka, dan itu tidak masalah. Menurut CDC, bekuan darah yang kurang dari ukuran seperempat darah yang keluar bukanlah masalah besar. Tapi bila semakin banyak gumpalannya, maka bisa jadi ini tidak normal. Gumpalan darah yang keluar terlalu besar maka pertanda gangguan hormonal atau pertumbuhan benjolan kecil di dalam rahim yang disebut fibroid rahim. Kondisi ini bisa dialami oleh wanita sebelum usia 50 tahun dan bisa saja menyebabkan gangguan kehamilan dan menimbulkan rasa nyeri.   Encer Seperti Berair Terkadang Anda juga bisa mengalami hal ini, darah yang keluar seperti encer dan berair. Apabila Anda sering mengalami hal ini, atau dirasakan terlalu encer sampai warna sepertinya memudar bisa jadi ini dikarenakan adanya tumor ovarium atau tumor tuba falopi.   Licin dan Berlendir Jika Anda memperhatikan bahwa menstruasi Anda sedikit lebih licin daripada biasanya, itu mungkin hanya karena darah menstruasi Anda telah bercampur dengan lendir serviks. Di kanal yang mengarah ke rahim, ada sel penghasil lender. Lendir ini justru membantu melindungi dan mengarahkan sperma ke sel telur atau bisa juga menebal bila dipengaruhi oleh kontrasepsi hormonal untuk mencegah kehamilan. Apapun, ini bukan masalah besar jika sebagian bercampur dengan darah haid.   Kondisi diatas merupakan penyebab konsistensi darah haid Anda berubah, apabila Anda merasa ada yang salah dengan tubuh Anda maka ada baiknya Anda melakukan kontrol ke dokter spesialis kandungan.   Baca juga: Bercinta Saat Menstruasi Picu Terjadinya Berbagai Penyakit Berbahaya, Masa Sih?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: womenshealthmag
 07 Apr 2019    08:00 WIB
Kenali Gejala Penyakit Hemofilia
Penyakit hemofilia merupakan penyakit yang tidak mengenal ras dan dapat ditemukan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Data 2011, jumlah pasien hemofilia yang terdaftar di Indonesia mencapai 1.388 orang. Namun, Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) memperkiraan jumlah pasien hemofilia mencapai lebih dari 20.000 orang. Hal ini dikarenakan keterbatasan informasi dan rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ini. Menyambut Hari Hemofilia Sedunia yang diperingati setiap tanggal 17 April, HMHI menggandeng Novo Nordisk menggalang program ‘Upaya Menghilangkan Kesenjangan dalam Penanganan Hemofilia’ yang bertujuan memberikan dan menyebarkan edukasi mengenai penanganan hemofilia di Indonesia dan menunjang fasilitas medis bagi pasien hemofilia. Baca juga: Perbedaan Anemia Penyakit gangguan pembekuan darah ini merupakan penyakit yang diturunkan dari orang tua (herediter) kepada anaknya. Ada 2 jenis hemofilia yang ditemukan, yaitu hemofilia A (kekurangan faktor pembekuan VIII) dan hemofilia B (kekurangan faktor pembekuan IX). Kedua jenis hemofilia tersebut mempunyai gejala yang sama namun membutuhkan pengobatan yang berbeda. "Gejala klinik yang dapat terjadi adalah perdarahan abnormal, seperti perdarahan sendi, perdarahan otot atau jaringan lunak lain, dan dapat pula terjadi dalam kulit—biasa ditemukan pada bayi yang mulai merangkak. Selain itu dapat pula terjadi perdarahan hidung, saluran kemih, bahkan perdarahan otak. Pada hemofilia berat, perdarahan dapat terjadi spontan tanpa adanya trauma apapun, sedangkan pada hemofilia ringan umumnya terjadi tanpa gejala atau dapat terjadi perdarahan akibat trauma yang lebih berat," demikian dikatakan ketua HMHI, Prof. dr. Djajadiman Gatot, SpA(K). Meski begitu, penyakit genetik ini dapat disembuhkan melalui penanganan dan pengobatan secara intensif. Pada penyakit hemofilia, pemeriksaan labotarium memegang peranan penting dalam proses penyembuhan. Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan riwayat perdarahan gejala klinik yang ditemukan dan melalui pemeriksaan labotarium yang khusus. Jika ditangani dengan baik, pasien hemofilia pun dapat hidup normal seperti orang sehat lainnya.
 14 Mar 2019    11:00 WIB
Berbagai Penyebab Menurunnya Tekanan Darah Saat Berdiri (Hipotensi postural)
Hipotensi postural merupakan suatu keadaan di mana tekanan darah menurun saat anda berubah posisi dari tidur atau duduk ke posisi berdiri. Keadaan ini diduga diakibatkan oleh kegagalan fungsi sistem saraf autonom. Sistem saraf autonom merupakan bagian dari sistem saraf yang mengendalikan fungsi vital tanpa disadari, seperti denyut jantung yang dapat berubah sesuai dengan perubahan keadaan tertentu. Pada keadaan normal, saat anda berdiri, sejumlah darah akan mengumpul pada kaki anda. Jika keadaan ini tidak segera diperbaiki maka akan menyebabkan tekanan darah anda menurun. Untuk mengatasinya, tubuh anda akan mengkompensasinya dengan mengirimkan sebuah impuls ke jantung anda untuk berdenyut lebih cepat dan pembuluh darah anda pun akan menyempit sehingga tekanan darah anda tidak menurun. Jika proses ini tidak terjadi atau berlangsung lambat, maka dapat terjadi hipotensi postural. Siapa yang Dapat Mengalami Hipotensi Postural?Hipotensi postural dapat terjadi pada siapapun yang dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti dehidrasi, kurangnya konsumsi makanan, terkena paparan panas dalam waktu lama, atau terlalu lelah. Terjadinya hipotensi postural juga dipengaruhi oleh beberapa hal seperti:•    Perubahan genetika•    Penuaan•    Obat-obatan•    Makanan•    Keadaan psikologis•    Infeksi•    Reaksi alergi Hipotensi postural paling sering terjadi pada orang yang mengkonsumsi obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah tinggi (hipertensi). Hipotensi postural juga dapat terjadi saat anda hamil, mengalami emosi kuat, akibat penyempitan pembuluh darah arteri (aterosklerosis), atau diabetes. Hipotensi postural seringkali mengenai orang lanjut usia, terutama mereka yang menderita tekanan darah tinggi atau disfungsi sistem saraf autonomy. Sekitar 10-20% orang yang berusia lebih dari 65 tahun mengalami hipotensi postural.PenyebabHipotensi yang terjadi setelah makan seringkali menyebabkan seseorang merasa pusing dan pingsan setelah makan. Hal ini mungkin disebabkan oleh pengumpulan darah di dalam pembuluh darah lambung dan usus. Beberapa jenis obat juga dapat menyebabkan terjadinya hipotensi postural, yaitu obat anti hipertensi (diuretika, beta blocker, penghambat kanal kalsium, dan ACE inhibitor) dan obat yang memiliki hipotensi sebagai efek sampingnya seperti obat golongan nitrat, obat Parkinson, obat anti psikosis, obat neuroleptik, obat anti cemas, obat sedative, dan obat anti depresan trisiklik. Berbagai penyebab alami terjadinya hipotensi postural adalah:•    Dehidrasi dan hilangnya elektrolit, yang dapat disebabkan oleh diare, muntah, kehilangan banyak darah selama menstruasi, dan sebagainya•    Penuaan yang menyebabkan penurunan kemampuan mengendalikan tekanan darah yang dapat diperburuk oleh gangguan kesehatan tertentu atau obat-obatan•    Penyakit tertentu yang menyebabkan hipotensi posturalHipotensi postural juga dapat terjadi akibat adanya penyakit lain seperti pada:•    Gangguan sistem saraf pusat, seperti pada sindrom Shy-Drager atau atrofi sistem multipel•    Gangguan saraf, seperti pada neuropati perifer atau neuropati autonomy•    Gangguan jantung dan pembuluh darah•    Alkoholisme•    Gangguan akibat kekurangan nutrisi tertentu Beberapa keadaan lain yang juga dapat menyebabkan terjadinya hipotensi postural walaupun jarang adalah:•    Amiloidosis, yaitu suatu keadaan yang disebabkan oleh penimbunan amiloid di dalam tubuh•    Kekurangan vitamin tertentu•    Cedera medulla spinalis•    Neuropati atau gangguan saraf yang diakibatkan oleh kanker, terutama kanker paru atau kanker pankreas Baca juga: Sari Buah Bit Turunkan Tekanan Darah, Benarkah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: webmd
 15 Feb 2019    16:00 WIB
Jangan Terlambat! Ayo Segera Kenali Tanda Awal Kanker Darah
Kanker merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dan terbukti mematikan. Terdapat banyak tipe kanker, tergantung dari organ mana kanker tersebut muncul. Salah satu jenis kanker yang paling mematikan adalah kanker darah. Pada kanker darah, sel kanker akan merusak sistem sirkulasi tubuh. Kanker darah akan mempengaruhi produksi darah, sirkulasi darag dan proses pembersihan darah. Kanker darah juga dapat merusak sumsum tulang. Ada tiga jenis kanker darah. Jenis pertama adalah leukemia, dimana formasi dari darah dikurangi. Kedua adalah limfoma, yaitu kanker darah yang mempengaruhi sel darah putih. Dan yang ketiga adalah myeloma yaitu jenis kanker yang merusak plasma darah. Kanker darah juga mempunyai empat stadium dan setiap stadiumnya memiliki gejala yang berbeda. Setiap stadium dapat menjadi semakin serius dan berat dibanding stadium sebelumnya. Pada stadium pertama sel kanker muncul di kelemjar getah bening, pada stadium kedua sel kanker akan menyebar ke hati dan limpa, stadium ketiga ditandai dengan gejala dan tanda anemia dan stadium terakhir ditandai dengan penurunan paltelet darah secara drastis. Stadium akhir dari kanker darah ini sering menyebabkan kematian. Pada artikel ini kita akan membahas mengenai gejala awal dari kanker darah. Dengan mengenai gejala awal kanker darah dan mendapat pengobatan secepat mungkin akan memberikan hasil pengobatan yang maksimal. Kelemahan dan badan pegalBadan pegal dan kelemahan tubuh sering menjadi tanda awal dari kanker darah. Kelemahan dan badan pegal sering juga disebabkan oleh kondisi medis lainnya. tetapi jika  kelemahan berlangsung konstan maka Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter. Paling tidak Anda bisa melakukan tes darah jika Anda mengalami kelemahan yang terus menerus. Hal ini dapat menjadi deteksi awal dari kanekr. Jangan anggap remeh gejala awal dari kanker darah ini. Penurunan berat badanTanda awal kanker darah termasuk penurunan berat badan yang cepat dan penurunan nafsu makan. Penurunan berat badan yang tiba-tiba juga dapat terjadi karena penyakit tiroid atau penyakit lainnya. jika Anda mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba, maka secepatnya periksakan diri Anda ke dokter karena penurunan berat badan dapat menjadi indikasi awal kanker darah. Tes darah abnormalJika hasil tes darah Anda menunjukkan indikasi peningkatan sel darah putih atau sel darah merah, maka Anda harus segera berkonsultasi dengan onkologis. Hasil tes darah yang abnormal merupakan salah satu tanda awal kanker darah yang harus ditanggapi dengan serius. Variasi dari hasil tes darah dapat merusak tubuh Anda dan Anda akan sangat beruntung jika bisa mengidentifikasinya pada stadium awal. Pembengkakan kelenjar getah beningTanda awal kanker darah dapat mencakup pembengkakan kelenjar getah bening diikuti dengan demam, kelemahan, mual dan gangguan makan. Jika Anda dideteksi dengan gejala tadi masa segeralah periksakan diri Anda ke dokter. Pembesaran kelenjar getah bening mungkin tidak dapat dideteksi dengan mudah, tetapi gejala-gejala yang disebut diatas dan diikuti pembesaran kelenjar getah bening harus segera ditanggapi dengan serius. Mudah terkena infeksi Tanda awal kanker darah juga termasuk mudah terkena infeksi. Penurunan imunitas tubuh yang disebabkan oleh turunnya sel drah putih dan lainnya menjadikan tubuh rentan terhadap berbagai jenis infeksi. Jika Anda merasa gejala ini, segera hubungi dokter Anda dan lakukan tes darah untuk mendeteksi kelainan sejak awal. Baca juga: Makanan dan Suplemen yang Ternyata Dapat Meningkatkan Tekanan Darah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
 09 Feb 2019    16:00 WIB
Saat Kondisi Apa Sel Darah Putih Meningkat Dan Menurun ?
Sel darah putih memiliki peran penting dalam menjaga kekebalan tubuh. Setiap kali bakteri penyebab penyakit, benda asing atau virus memasuki aliran darah Anda, leukosit atau sel darah putih mengenali dan menghancurkan mereka sebelum partikel asing tersebut memasuki tubuh masuk, berkembang biak di dalam tubuh dan menyebabkan penyakit. Tes darah yang digunakan untuk mengukur jumlah sel darah putih atau leukosit berada dalam darah yang dikenal sebagai hitung jenis sel darah putih Berapa nilai normal hitung jenis sel darah putih? Hitung jenis sel darah putih normal di antara 4.300 dan 10.800 sel per milimeter kubik. Kadar leukosit yang berlebih dari nilai normal disebut Leukositosis, bila kadar leukosit kurang dari nilai normal disebut Leukopenia. (Nilai normal setiap laboratorium terkadang berbeda). Kadar sel darah putih meningkat pada saat: Anemia Penyakit infeksi Tumor sumsum tulang Penyakit inflamasi seperti alergi dan reumatoid artritis (radang sendi karena gangguan sistem imun) Leukemia (kanker sel darah putih) Kerusakan jaringan, misalnya yang terjadi pada luka bakar Stres berat, baik emosional atau fisik Seseorang yang melakukan pengangkatan limpa Kadar sel darah putih menurun pada saat: Penyakit limpa atau hati Penyakit pembuluh darah kolagen seperti SLE (lupus eritematosus sistemik) Gangguan atau kegagalan sumsum tulang misalnya akibat dari infeksi Terapi radiasi atau terkena paparan radiasi Baca juga: Terapi Magnet Membantu Mengatasi Bekuan Darah Lebih Cepat, Benarkah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: newhealthguide
 05 Feb 2019    16:00 WIB
PRP, Cantik Dengan Darah Sendiri
Apakah PRP itu? Platelet Rich Plasma atau yang lebih dikenal dengan PRP merupakan terapi dengan mengambil darah dari pasien sendiri. PRP telah lama digunakan sejak tahun 1987 untuk mempercepat penyembuhan pada gigi, kasus ortopedi dan tindakan bedah plastik. Kemudian dalam beberapa tahun berlakangan, PRP juga memberikan manfaat untuk peremajaan wajah. Bertambahnya usia, paparan sinar matahari, serta polusi yang berlangsung terus-menerus dapat membuat wajah keriput dan muncul bercak kecokelatan serta vlek. Hal itu tentu mengurangi kecantikan Anda. Salah satu perawatan yang bisa Anda lakukan adalah dengan memanfaatkan plasma darah yang dapat merangsang serta menstimulasi sel baru pada kulit wajah. Perawatan ini biasa disebut Platelet Rich Plasma. Perawatan ini menggunakan plasma darah yang diambil dari darah pasien itu sendiri sebagai media utamanya. Prosesnya sederhana. Darah diambil dari pasien, lalu diproses menggunakan alat khusus. Darah yang sudah terurai mengandung zat yang disebut Platelet Rich Plasma (PRP). Zat ini mengandung sumber growth factor atau zat penentu pertumbuhan sekaligus yang merangsang sel untuk mengadakan berbagai macam perbaikan. Perbaikan yang dimaksud dapat meremajakan kulit, memperbaiki kondisi kulit, menghilangkan kerutan, mencerahkan kulit, menghilangkan jerawat, melembabkan dan menutrisi kulit, serta mengurangi jerawat, bekas cacar, dan luka bekas jerawat.  Setelah mendapatkan PRP, perawatan pun dimulai. Prosesnya sangat cepat. Cairan PRP disuntikkan secara halus ke lapisan kulit agar memungkinkan meresap hingga ke bagian kulit terdalam. Selain disuntik bisa juga digunakan sebagai masker. Karena menggunakan darah si pasien sendiri maka perawatan ini sangat aman dan tidak akan menimbulkan efek samping ataupun alergi. Perlu diingat, perawatan ini harus dilakukan langsung oleh dokter ahli. Karena menggunakan darah Anda sendiri, tentu saja dapat meminimalisir efek samping terjadinya alergi dan reaksi hipersensitivitas. Dalam bidang dermatologi (kulit), PRP dapat memberikan efek peremajaan pada kulit seperti meningkatkan tekstur dan warna kulit, mengurangi kerutan, meningkatkan produksi kolagen dan elastin serta mengurangi acne scar. Kasus yang dapat ditangani dengan PRP Kerontokan rambut Peremajaan wajah Kerutan Photo damage Diabetic foot ulcer (gangren pada pasien diabetes) Luka bekas operasi, luka robekan Post traumatic scar Luka bakar Acne scar (bekas jerawat) Kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan terapi Platelet Rich Plasma: Critical thrombocytopenia (jumlah platelet yang rendah) Hipofibrinogenemia Gangguan hemodinamik Sepsis Infeksi akut dan kronis Penyakit hati kronis Pasien yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah (anti koagulan) Setelah Anda melakukan terapi PRP, Anda dapat langsung melakukan aktivitas seperti biasa. Berikut adalah hal-hal yang harus Anda hindari setelah melakukan terapi: Hindari terpapar sinar matahari langsung selama 2-3 hari Hindari berendam di air panas, sauna atau pergi berenang selama 2-3 hari Hindari paparan suhu yang terlalu ekstrim (misalnya terlalu panas atau terlalu dingin) selama 2-3 hari Hindari berolahraga atau beraktivitas fisik berat 24 jam pasca terapi Jangan melakukan terapi tambahan seperti peeling, laser dan lainnya selama paling tidak 2 minggu. Kontroversi Meski sebagian besar kalangan, meyakini, treatmen ini aman dilakukan, namun seorang dermatologis asal Brigham and Women’s Hospital justru merasa ragu. "Tidak ada ilmu pengetahuan yang mendukung terapi itu," ujar Dr Joseph Merola, dermatologis dari Brigham and Women’s Hospital, dilansir Boston. Menurutnya, semua faktor untuk peremajaan kulit sudah ada di dalam lapisan kulit manusia. Dr Joseph juga menambahkan bahwa faktor infeksi menjadi hal yang harus dipertimbangkan saat melakukan terapi ini.  Jangan sampai melakukannya tanpa pengawasan tim medis terpercaya. Walaupun terapi ini tampaknya mulai menjadi tren, belum ada bukti terpercaya apakah PRP atau dikenal juga dengan istilah facial darah atau vampire facial ini dapat memberi hasil maksimal untuk membangun kembali kolagen. Menurut Dr Jeff Spiegel, seorang ahli bedah plastik Chestnut Hill, "Setiap kali Anda menyuntikkan darah ke wajah, akan terlihat perbaikan pada kulit, tetapi ini biasanya hanya bertahan tiga hingga empat hari."  Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Bila Kadar Gula Darah Anda Terlalu Rendah??? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: merdeka