Your browser does not support JavaScript!
 02 Mar 2021    13:00 WIB
Siapa Saja Yang Berisiko Terinfeksi Hepatitis C?
Hepatitis C kronis adalah infeksi hati disebabkan oleh virus hepatitis C dalam waktu yang cukup lama. Seseorang yang mengalami infeksi sejak 6 bulan pertama disebut dengan hepatitis akut. Pada kebanyakan orang yang mengidap hepatitis C akut hingga 80% akan berlangsung menjadi penyakit hepatitis C kronis. Faktor risiko Hepatitis C Kebanyakan orang terinfeksi dengan virus hepatitis C ketika darah dari orang yang terinfeksi Hepatitis C masuk ke dalam tubuh mereka. Hal ini sering terjadi ketika orang berbagi jarum saat menggunakan obat-obatan atau lahir dari seorang ibu yang memiliki hepatitis C. Selain itu Anda juga dapat terinfeksi Hepatitis C akibat melakukan hubungan seks dengan seseorang yang memiliki virus. CDC merekomendasikan agar seseorang melakukan pemeriksaan Hepatitis C bila: Anda menerima darah dari donor yang kemudian ditemukan mereka mengidap hepatitis C. Anda pernah menggunakan narkoba melalui suntikan Anda menerima transfusi darah atau transplantasi organ sebelum Juli 1992. Anda menerima produk darah yang digunakan untuk mengobati masalah pembekuan sebelum tahun 1987. Anda lahir antara tahun 1945 dan 1965. Anda melakukan cuci darah dalam jangka waktu yang lama Seseorang yang mengidap HIV. Seseorang yang lahir dari seorang ibu dengan hepatitis C. Sejak Juli 1992, semua darah dan organ yang didonorkan di negara Amerika dilakukan pengujian adanya virus hepatitis C. Menurut CDC, sejak saat itu terjadi penurunan jumlah infeksi hepatitis C hingga 90%.   Sumber: webmd
 15 Dec 2020    19:00 WIB
Mengapa Darah Haid Encer, Kental Atau Berlendir?
Setiap wanita akan mengalami periode menstruasi dan hal ini adalah hal yang normal. Namun ada beberapa wanita yang bisa mengalami perubahan saat haid. Ada yang mengalami keterlambatan, terlalu cepat, darah yang keluar sedikit atau terlalu banyak. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai konsistensi dari darah haid. Faktanya adalah darah haid berbeda dengan darah di bagian tubuh yang lain, yaitu tidak mudah menggumpal. Bila mudah menggumpal maka tentu akan sulit keluar. Kemudian bagaimana konsistensi darah haid yang normal, konsistensi yang normal yaitu tidak seencer obat merah dan sekental saus tomat. Kental Seperti Bergumpal Sesekali dalam periode menstruasi yang berat, setiap wanita akan melihat segumpal darah di toilet mereka, dan itu tidak masalah. Menurut CDC, bekuan darah yang kurang dari ukuran seperempat darah yang keluar bukanlah masalah besar. Tapi bila semakin banyak gumpalannya, maka bisa jadi ini tidak normal. Gumpalan darah yang keluar terlalu besar maka pertanda gangguan hormonal atau pertumbuhan benjolan kecil di dalam rahim yang disebut fibroid rahim. Kondisi ini bisa dialami oleh wanita sebelum usia 50 tahun dan bisa saja menyebabkan gangguan kehamilan dan menimbulkan rasa nyeri. Encer Seperti Berair Terkadang Anda juga bisa mengalami hal ini, darah yang keluar seperti encer dan berair. Apabila Anda sering mengalami hal ini, atau dirasakan terlalu encer sampai warna sepertinya memudar bisa jadi ini dikarenakan adanya tumor ovarium atau tumor tuba falopi. Licin dan Berlendir Jika Anda memperhatikan bahwa menstruasi Anda sedikit lebih licin daripada biasanya, itu mungkin hanya karena darah menstruasi Anda telah bercampur dengan lendir serviks. Di kanal yang mengarah ke rahim, ada sel penghasil lender. Lendir ini justru membantu melindungi dan mengarahkan sperma ke sel telur atau bisa juga menebal bila dipengaruhi oleh kontrasepsi hormonal untuk mencegah kehamilan. Apapun, ini bukan masalah besar jika sebagian bercampur dengan darah haid. Kondisi diatas merupakan penyebab konsistensi darah haid Anda berubah, apabila Anda merasa ada yang salah dengan tubuh Anda maka ada baiknya Anda melakukan kontrol ke dokter spesialis kandungan. Baca juga: Penyebab Terlambatnya Haid Selain Kehamilan
 09 Sep 2020    13:00 WIB
Keluar Flek, Darah Menstruasi Atau Darah Implantasi???
Jika Anda sedang berusaha untuk memiliki momongan, maka datangnya menstruasi tentu akan membuat Anda kecewa. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa menempelnya janin pada rahim juga dapat menyebabkan perdarahan (darah implantasi) yang hampir mirip dengan menstruasi? Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui apakah Anda memang sedang mendapat menstruasi atau justru sedang hamil. Di bawah ini Anda dapat melihat apa beda daerah menstruasi dengan darah implantasi.   Apa Itu Perdarahan Implantasi? Memang agak sulit membedakan apakah perdarahan yang Anda alami merupakan darah implantasi atau darah menstruasi, terutama bila Anda sedang berusaha untuk memiliki momongan atau memiliki siklus haid yang memang tidak teratur. Pada keadaan normal, seorang wanita akan mengalami menstruasi sekitar 2 minggu setelah ovulasi. Dan karena sebagian besar wanita akan hamil selama mereka berada pada masa subur (setelah ovulasi), maka implantasi janin biasanya terjadi antara hari ke 10-14 setelah ovulasi. Hal ini berarti terjadinya darah implantasi ini akan bersamaan dengan jadwal menstruasi Anda.   Apakah Setiap Wanita Hamil Mengalami Perdarahan Implantasi? Memang benar bahwa darah implantasi merupakan salah satu tanda awal kehamilan. Akan tetapi, tidak semua wanita hamil mengalami hal ini. Hanya sekitar ¼ wanita hamil yang mengalami perdarahan saat implantasi. Darah implantasi biasanya menyebabkan perdarahan yang ringan atau spotting.   Berapa Lama Perdarahan Implantasi Berlangsung? Sebagian besar wanita hamil yang mengalami perdarahan implantasi mengalami perdarahan ringan atau spotting selama beberapa hari. Banyaknya darah biasanya hampir sama dengan banyaknya darah pada beberapa hari terakhir menstruasi. Akan tetapi, lamanya perdarahan implantasi berlangsung dapat berbeda-beda pada setiap wanita, mulai dari beberapa jam hingga beberapa hari. Beberapa orang wanita hamil ada juga yang mengalami perdarahan implantasi yang cukup banyak dan berlangsung selama 4 hari, atau hampir sama dengan lamanya menstruasi normal. Jika Anda ragu, apakah Anda hamil atau tidak, dianjurkan agar Anda melakukan pemeriksaan kehamilan dengan bantuan alat test pack.   Apakah Anda Sedang Hamil? Jika Anda mengalami menstruasi yang lebih sedikit atau lebih singkat daripada biasanya, telah aktif secara seksual, dan tidak menggunakan pelindung atau kontrasepsi apapun, maka berasumsilah bahwa Anda sedang hamil. Beberapa gejala perdarahan implantasi yang dapat Anda temukan adalah: Darah yang keluar sedikit atau spotting, tidak seperti menstruasi Anda yang biasanya Perdarahan tidak berlangsung terus-menerus seperti halnya menstruasi biasa Darah tidak menetes keluar, Anda baru menyadari adanya bercak darah saat Anda membersihkan vagina dengan tisu Darah tampak berwarna kecokelatan atau merah muda Pola keluarnya darah berbeda dengan menstruasi biasanya. Pada menstruasi biasa, volume darah yang keluar biasanya sedikit pada awalnya, kemudian menjadi lebih banyak, dan kembali berkurang pada akhir masa menstruasi Perdarahan terjadi beberapa hari atau seminggu sebelum waktu menstruasi Anda. Perdarahan implantasi kadangkala dapat terjadi sebelum waktu menstruasi Anda Jika menstruasi Anda selalu teratur dan Anda sekarang mengalami spotting, segera lakukan pemeriksaan kehamilan dengan bantuan alat test pack. Anda mungkin mengalami menstruasi biasa dan bukannya perdarahan implantasi bila Anda mengalami beberapa gejala berikut ini: Perdarahan yang keluar sama seperti menstruasi Anda yang biasanya Volume darah yang keluar sedikit pada hari-hari pertama, kemudian bertambah banyak, dan kemudian sedikit kembali Darah yang keluar berwarna merah terang dan mungkin terdapat bekuan darah di dalamnya Anda mengalami kram perut, perut kembung, dan nyeri pinggang Jika Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, maka mungkin akan sulit bagi Anda untuk menentukan apakah perdarahan yang sekarang sedang Anda alami merupakan perdarahan implantasi atau menstruasi biasa. Pemeriksaan kehamilan dengan bantuan alat test pack dapat membantu Anda mengetahui apakah Anda sedang hamil atau tidak.   Baca juga: Tips Tidur Nyenyak Selama Kehamilan   Gejala Perdarahan Implantasi Selain perdarahan, Anda mungkin juga mengalami kram perut. Kram perut ini sedikit mirip dengan kram perut akibat menstruasi. Anda juga dapat mengalami kram perut saat implantasi berlangsung, walaupun Anda tidak mengalami perdarahan implantasi. Kram perut pada perdarahan implantasi terjadi karena sel telur yang telah dibuahi sedang berusaha untuk menempelkan dirinya pada dinding rahim. Hal ini mungkin akan memicu terjadinya kontraksi otot-otot rahim. Kram perut ini dapat berlangsung selama satu hingga beberapa hari. Hingga saat ini, para ahli masih belum mengetahui mengapa hanya sejumlah wanita saja yang mengalami kram perut dan perdarahan saat terjadinya implantasi. Perdarahan implantasi dapat juga disertai oleh terjadinya berbagai gejala kehamilan lainnya seperti sakit kepala, perubahan emosi, mood berubah-ubah, merasa sangat lelah, atau perut kembung.   Warna Darah Implantasi Warna darah implantasi dapat berbeda-beda pada tiap wanita. Pada sebagian besar kasus, warna darah implantasi yang terjadi adalah agak merah muda atau dapat pula berwarna merah terang. Hal ini dapat merupakan petunjuk bahwa darah yang keluar merupakan darah segar, yang berasal dari dinding rahim yang luruh. Jika darah yang keluar berwarna kecokelatan atau cokelat muda, maka hal ini berarti darah sudah lebih lama berada di dalam rahim dan mungkin baru dikeluarkan sekarang.   Bisakah Anda Mengalami Perdarahan yang Cukup Banyak Saat Implantasi? Perdarahan akibat implantasi janin pada rahim biasanya tidak banyak dan biasanya baru disadari saat Anda membersihkan vagina dengan tisu. Jika darah yang keluar cukup banyak, maka ada kemungkinan bahwa Anda telah mengalami keguguran. Selain akibat keguguran, perdarahan menstruasi yang cukup banyak dapat merupakan gejala dari kehamilan ektopik atau kehamilan mola. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk memastikan apakah Anda hamil atau tidak.   Gejala Awal Kehamilan Lainnya Selain kram perut dan perdarahan implantasi, ada beberapa gejala awal kehamilan lainnya yang perlu Anda perhatikan. Beberapa gejala awal kehamilan lainnya adalah perubahan pada payudara, yaitu payudara menjadi lebih besar (membengkak), sensitif, atau geli. Anda mungkin akan merasa sangat lelah. Sebenarnya gejala awal kehamilan hampir sama dengan gejala sindrom pre menstrual, hanya saja gejala yang dirasakan lebih berat. Anda juga dapat mengalami mual dan peningkatan frekuensi buang air kecil. Selain itu, Anda mungkin akan merasa ada suatu perubahan pada diri Anda. Percayailah insting Anda dan perhatikan apakah menstruasi Anda terlambat. Perlu diingat bahwa gejala kehamilan pada setiap wanita dapat berbeda-beda, bahkan setiap kehamilan pun dapat memiliki gejala yang berbeda. Oleh karena itu, jangan ragu untuk segera melakukan pemeriksaan kehamilan dengan bantuan alat test pack bila Anda tidak yakin apakah Anda sedang hamil atau tidak.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: medhealthdaily
 18 Mar 2020    18:00 WIB
Berbagai Penyebab Menurunnya Tekanan Darah Saat Berdiri (Hipotensi postural)
Hipotensi postural merupakan suatu keadaan di mana tekanan darah menurun saat anda berubah posisi dari tidur atau duduk ke posisi berdiri. Keadaan ini diduga diakibatkan oleh kegagalan fungsi sistem saraf autonom. Sistem saraf autonom merupakan bagian dari sistem saraf yang mengendalikan fungsi vital tanpa disadari, seperti denyut jantung yang dapat berubah sesuai dengan perubahan keadaan tertentu. Pada keadaan normal, saat anda berdiri, sejumlah darah akan mengumpul pada kaki anda. Jika keadaan ini tidak segera diperbaiki maka akan menyebabkan tekanan darah anda menurun. Untuk mengatasinya, tubuh anda akan mengkompensasinya dengan mengirimkan sebuah impuls ke jantung anda untuk berdenyut lebih cepat dan pembuluh darah anda pun akan menyempit sehingga tekanan darah anda tidak menurun. Jika proses ini tidak terjadi atau berlangsung lambat, maka dapat terjadi hipotensi postural. Siapa yang Dapat Mengalami Hipotensi Postural?Hipotensi postural dapat terjadi pada siapapun yang dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti dehidrasi, kurangnya konsumsi makanan, terkena paparan panas dalam waktu lama, atau terlalu lelah. Terjadinya hipotensi postural juga dipengaruhi oleh beberapa hal seperti:•    Perubahan genetika•    Penuaan•    Obat-obatan•    Makanan•    Keadaan psikologis•    Infeksi•    Reaksi alergi Hipotensi postural paling sering terjadi pada orang yang mengkonsumsi obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah tinggi (hipertensi). Hipotensi postural juga dapat terjadi saat anda hamil, mengalami emosi kuat, akibat penyempitan pembuluh darah arteri (aterosklerosis), atau diabetes. Hipotensi postural seringkali mengenai orang lanjut usia, terutama mereka yang menderita tekanan darah tinggi atau disfungsi sistem saraf autonomy. Sekitar 10-20% orang yang berusia lebih dari 65 tahun mengalami hipotensi postural.PenyebabHipotensi yang terjadi setelah makan seringkali menyebabkan seseorang merasa pusing dan pingsan setelah makan. Hal ini mungkin disebabkan oleh pengumpulan darah di dalam pembuluh darah lambung dan usus. Beberapa jenis obat juga dapat menyebabkan terjadinya hipotensi postural, yaitu obat anti hipertensi (diuretika, beta blocker, penghambat kanal kalsium, dan ACE inhibitor) dan obat yang memiliki hipotensi sebagai efek sampingnya seperti obat golongan nitrat, obat Parkinson, obat anti psikosis, obat neuroleptik, obat anti cemas, obat sedative, dan obat anti depresan trisiklik. Berbagai penyebab alami terjadinya hipotensi postural adalah:•    Dehidrasi dan hilangnya elektrolit, yang dapat disebabkan oleh diare, muntah, kehilangan banyak darah selama menstruasi, dan sebagainya•    Penuaan yang menyebabkan penurunan kemampuan mengendalikan tekanan darah yang dapat diperburuk oleh gangguan kesehatan tertentu atau obat-obatan•    Penyakit tertentu yang menyebabkan hipotensi posturalHipotensi postural juga dapat terjadi akibat adanya penyakit lain seperti pada:•    Gangguan sistem saraf pusat, seperti pada sindrom Shy-Drager atau atrofi sistem multipel•    Gangguan saraf, seperti pada neuropati perifer atau neuropati autonomy•    Gangguan jantung dan pembuluh darah•    Alkoholisme•    Gangguan akibat kekurangan nutrisi tertentu Beberapa keadaan lain yang juga dapat menyebabkan terjadinya hipotensi postural walaupun jarang adalah:•    Amiloidosis, yaitu suatu keadaan yang disebabkan oleh penimbunan amiloid di dalam tubuh•    Kekurangan vitamin tertentu•    Cedera medulla spinalis•    Neuropati atau gangguan saraf yang diakibatkan oleh kanker, terutama kanker paru atau kanker pankreas Baca juga: Sari Buah Bit Turunkan Tekanan Darah, Benarkah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: webmd
 11 Mar 2020    16:00 WIB
Kenali Gejala Penyakit Hemofilia
Penyakit hemofilia merupakan penyakit yang tidak mengenal ras dan dapat ditemukan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Data 2011, jumlah pasien hemofilia yang terdaftar di Indonesia mencapai 1.388 orang. Namun, Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) memperkiraan jumlah pasien hemofilia mencapai lebih dari 20.000 orang. Hal ini dikarenakan keterbatasan informasi dan rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ini. Baca juga: Perbedaan Anemia Penyakit gangguan pembekuan darah ini merupakan penyakit yang diturunkan dari orang tua (herediter) kepada anaknya. Ada 2 jenis hemofilia yang ditemukan, yaitu hemofilia A (kekurangan faktor pembekuan VIII) dan hemofilia B (kekurangan faktor pembekuan IX). Kedua jenis hemofilia tersebut mempunyai gejala yang sama namun membutuhkan pengobatan yang berbeda. "Gejala klinik yang dapat terjadi adalah perdarahan abnormal, seperti perdarahan sendi, perdarahan otot atau jaringan lunak lain, dan dapat pula terjadi dalam kulit—biasa ditemukan pada bayi yang mulai merangkak. Selain itu dapat pula terjadi perdarahan hidung, saluran kemih, bahkan perdarahan otak. Pada hemofilia berat, perdarahan dapat terjadi spontan tanpa adanya trauma apapun, sedangkan pada hemofilia ringan umumnya terjadi tanpa gejala atau dapat terjadi perdarahan akibat trauma yang lebih berat," demikian dikatakan ketua HMHI, Prof. dr. Djajadiman Gatot, SpA(K). Meski begitu, penyakit genetik ini dapat disembuhkan melalui penanganan dan pengobatan secara intensif. Pada penyakit hemofilia, pemeriksaan labotarium memegang peranan penting dalam proses penyembuhan. Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan riwayat perdarahan gejala klinik yang ditemukan dan melalui pemeriksaan labotarium yang khusus. Jika ditangani dengan baik, pasien hemofilia pun dapat hidup normal seperti orang sehat lainnya.
 01 Mar 2020    08:00 WIB
Penyebab dan Gejala Tekanan Darah Rendah
Tekanan darah rendah merupakan suatu keadaan di mana tekanan darah menurun hingga kurang dari 90/60 mmHg. Pada beberapa kasus, penurunan tekanan darah ini tidak menimbulkan gejala apapun dan orang yang mengalaminya tampak sehat. Akan tetapi, pada kasus lainnya, orang yang mengalami tekanan darah rendah dapat mengalami berbagai gejala, seperti: Pusing Pingsan Sulit berkonsentrasi Pandangan kabur Mual Tangan terasa dingin dan basah Kulit mendadak tampak pucat Napas cepat dan dangkal Merasa lelah   Berbagai gejala di atas terjadi saat aliran darah ke organ-organ vital Anda kurang memadai. Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan tekanan darah menjadi sangat rendah. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gangguan medis yang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah.   Gangguan Jantung Tekanan darah dapat menurun jika jantung tidak dapat memompa darah dengan efektif. Beberapa gangguan jantung bahkan dapat membahayakan jiwa penderitanya, seperti irama jantung abnormal, serangan jantung, kelainan katup jantung, dan gagal jantung.   Penurunan Volume Darah Penurunan volume darah di dalam tubuh dapat disebabkan oleh kehilangan cairan atau darah dari dalam tubuh. Perdarahan hebat akibat trauma luar (kecelakaan) atau perdarahan internal (akibat ulkus peptikum atau volume darah menstruasi yang berlebihan) dapat menyebabkan tekanan darah menjadi rendah. Selain itu, kehilangan cairan tubuh akibat muntah dan diare berat juga dapat menyebabkan tekanan darah turun.   Infeksi Berat Saat bakteri masuk ke dalam darah, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya infeksi berat yang dikenal dengan nama sepsis. Di dalam darah, bakteri akan melepaskan suatu racun yang menyebabkan dilatasi (pelebaran) pembuluh darah, yang akan menyebabkan tekanan darah menurun dengan cepat.   Gangguan Hormonal Kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Kadar hormon kortisol atau hormon stress yang rendah juga dapat menyebakban tekanan darah menjadi rendah.   Reaksi Alergi Berat Sebenarnya ada banyak jenis reaksi alergi. Reaksi alergi yang dimaksud di sini adalah alergi yang disebabkan oleh obat-obatan, makanan (kacang), atau gigitan serangga (lebah atau tawon). Reaksi alergi yang paling berat dikenal dengan nama anafilaksis. Anafilaksis akan menyebabkan tekanan darah menurun drastis dan dapat berakibat fatal.   Kabar baiknya adalah sebagian besar kasus tekanan darah rendah tidak membutuhkan pengobatan bila tidak menimbulkan gejala apapun. Tekanan darah rendah yang membahayakan jiwa jarang terjadi. Akan tetapi, bila Anda mengalami gejala dan gejala bersifat persisten, segera periksakan diri ke seorang dokter.   Baca juga: Makanan Ini Bisa Bantu Naikkan Tekanan Darah Lho…   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 10 Jan 2020    16:00 WIB
Efek Pisang Terhadap Kadar Gula Darah
Pisang merupakan buah yang memiliki berbagai manfaat positif bagi kesehatan Anda, mulai dari membantu mengurangi stress, mengurangi gejala premenstrual, membantu menurunkan tekanan darah, dan bahkan mampu mengatasi kutil (kulit pisang). Selain mengandung berbagai mineral dan vitamin penting di dalamnya, pisang juga mengandung cukup banyak gula yang dapat membantu meningkatkan kadar gula darah Anda.  Indeks glikemik merupakan suatu ukuran untuk mengetahui apa dampak suatu makanan terhadap kadar gula darah seseorang. Indeks glikemik yang rendah adalah makanan dengan indeks glikemik kurang dari 55, sedangkan indeks glikemik yang sedang adalah makanan dengan indeks glikemik antara 56-69, makanan dengan indeks glikemik tinggi adalah makanan dengan indeks glikemik lebih dari 70.  Pisang merupakan salah satu jenis makanan yang memiliki indeks glikemik yang rendah yaitu sekitar 51. Oleh karena itu, mengkonsumsi pisang dapat membantu meningkatkan kadar gula darah secara bertahap.   Pisang dan Kadar Gula Darah Pisang dapat meningkatkan dan menjaga kadar gula darah dalam waktu cukup lama karena mengandung cukup banyak karbohidrat. Selain itu, pisang juga dapat membantu mengurangi gejala morning sickness. Selain itu, pisang juga dapat membantu mengatasi nyeri kepala akibat mabuk. Haluskan pisang dan campurkan dengan madu dan buatlah menjadi milkshake. Mengkonsumsi 2 buah pisang sebelum berolahraga selama 90 menit akan membantu Anda memiliki cukup banyak energi untuk mensuplai kebutuhan tubuh Anda selama berolahraga.  Pisang mengandung 3 macam gula alami, yaitu sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Ketiga jenis gula ini dapat membantu menjaga kadar gula darah. Menjadikan pisang sebagai cemilan saat bekerja juga dapat membantu mengatur kadar gula darah, sehingga membuat Anda tetap dapat berkonsentrasi dan menjaga mood Anda.   Kandungan Nutrisi di Dalam Pisang Pisang mengandung cukup banyak vitamin B kompleks sehingga membuatnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan Anda. Vitamin B6 dapat membantu mengurangi gejala premenstrual dengan cara mengatur kadar gula darah yang dapat mempengaruhi mood.  Pisang juga dapat membantu Anda yang sedang berusaha berhenti merokok, karena mengandung banyak vitamin C, vitamin A1, vitamin B6, vitamin B12, kalium, dan magnesium yang dapat membantu tubuh Anda menyembuhkan diri dari ketergantungan nikotin. Selain itu, bila Anda sedang gugup, vitamin B kompleks yang terdapat di dalam pisang juga dapat membantu menenangkan Anda.   Pisang dan Mood Pisang mengandung triptofan, suatu jenis asam amino yang akan diubah di dalam tubuh menjadi serotonin, yang dapat membuat Anda merasa lebih tenang. Mengkonsumsi pisang secara teratur setiap harinya dapat membantu seorang penderita depresi.  Beberapa gejala kekurangan kalium adalah rasa lelah berlebihan, mudah marah, dan bingung. Mengkonsumsi pisang dapat membantu mengatasi hal ini karena pisang mengandung banyak kalium, yang dapat membuat Anda kembali berkonsentrasi dengan tugas Anda. Selain itu, kalium juga dapat menurunkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi dan stroke.  Karena mengandung cukup banyak zat besi, maka pisang juga dapat membantu mengatasi gejala anemia.  Baca juga: Pengobatan Tekanan Darah Rendah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: ehow
 27 Nov 2019    11:00 WIB
Mengapa Tiba-tiba Timbul Memar Pada Tubuh Kita Tanpa Sebab?
Apakah Anda merasa bingung mengapa tiba-tiba timbul memar di beberapa bagian tubuh Anda tanpa penyebab yang jelas? Anda mungkin tidak perlu merasa terlalu khawatir, karena timbulnya memar ini jarang sekali merupakan suatu gejala penyakit serius. Terjadinya memar tanpa penyebab yang jelas biasanya dikarenakan Anda mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen. Ketiga obat ini dapat mengencerkan darah Anda, sehingga Anda pun lebih mudah mengalami memar. Biasanya memar hanya terjadi bila Anda telah mengkonsumsi obat ini selama seminggu atau lebih. Akan tetapi, pada beberapa kasus, memar dapat timbul setelah Anda hanya mengkonsumsi 1 atau 2 dosis. Selain obat, suplemen seperti minyak ikan juga dapat menyebabkan timbulnya memar. Hal ini dikarenakan minyak ikan juga mengandung zat antikoagulan.   Baca juga: Tips Untuk Mempercepat Hilangnya Memar…   Lalu apa yang harus Anda lakukan? Jika memar pada tubuh Anda mulai memudar dalam waktu seminggu, maka Anda tidak perlu melakukan apapun. Mungkin Anda hanya perlu mengurangi konsumsi ketiga obat di atas. Akan tetapi, bila memar Anda tidak juga tampak memudar atau membaik setelah lebih dari 1 bulan, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter, terutama bila Anda juga mengalami gejala perdarahan lain seperti mimisan. Kedua gejala ini dapat merupakan gejala dari suatu kelainan darah, seperti anemia, penyakit Von Willebrand (suatu kelainan pembekuan darah), idiopatik trombositopenik purpura (suatu gangguan di mana penderita hanya memiliki sedikit sel-sel darah), dan leukemia (kanker darah, walaupun sangat jarang).   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 07 Nov 2019    18:00 WIB
Apa Gejala Tinggi Atau Rendahnya Kadar Gula Darah Anda?
Selain memiliki beberapa dampak negatif bagi tubuh, seperti menyebabkan terjadinya obesitas dan diabetes, gula juga diperlukan tubuh sebagai salah satu sumber tenaga penting bagi tubuh.  Akan tetapi, untuk itu diperlukan pengaturan kadar gula darah di dalam tubuh untuk mencegah terjadinya berbagai gangguan kesehatan seperti terlalu tingginya kadar gula darah di dalam tubuh, hiperglikemia, atau terlalu rendahnya kadar gula darah di dalam tubuh, hipoglikemia.   Hiperglikemia  Hiperglikemia merupakan suatu keadaan di mana kadar gula darah seseorang terlalu tinggi di dalam tubuhnya. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti: Mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung banyak gula Tidak memiliki cukup insulin di dalam tubuh Menderita cedera atau infeksi tertentu Stress  Jika tidak ditangani segera, hiperglikemia dapat menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan di dalam tubuh, termasuk pada mata, ginjal, pembuluh darah, saraf, dan jantung.   Hipoglikemia Hipoglikemia merupakan suatu keadaan di mana kadar gula darah di dalam tubuh terlalu rendah. Hipoglikemia dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti: Terlalu banyak berolahraga Mengkonsumsi terlalu banyak hormon insulin Kekurangan asupan nutrisi Jika tidak segera ditangani, hipoglikemia dapat menyebabkan terjadinya syok hipoglikemia, dan bahkan kematian.   Kapan Hiper atau Hipoglikemia Terjadi? Terjadinya hiper atau hipoglikemia dapat bervariasi tergantung pada penyebabnya. Jika hiperglikemia disebabkan oleh terlalu banyak makan, maka diperlukan waktu 3-5 jam hingga gejala muncul. Jika hipoglikemia terjadi karena kurangnya asupan makanan, maka diperlukan waktu beberapa jam hingga beberapa hari hingga gejala muncul, tergantung pada berapa lama kekurangan gizi tersebut berlangsung. Jika disebabkan oleh insulin, maka gejala hiper atau hipoglikemia dapat terjadi dalam waktu singkat, tergantung pada seberapa banyak insulin yang dikonsumsi. Segera hubungi dokter Anda jika Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini.   Gejala Hiperglikemia Beberapa gejala hiperglikemia adalah: Peningkatan nafsu makan Rasa lelah berlebihan Sering buang air kecil Penurunan berat badan Sering haus Mulut terasa kering Berbagai gejala ini biasanya hanya berupa gejala ringan yang tidak membutuhkan pertolongan medis segera, akan tetapi bila gejala berlangsung selama lebih dari 24 jam atau bila gejala terus memburuk, segera hubungi dokter Anda.   Gejala Hipoglikemia Beberapa gejala hipoglikemia adalah: Berkeringat terus-menerus Badan terasa lemas Merasa cemas Peningkatan denyut jantung Mudah marah Nyeri kepala Perut terasa nyeri karena lapar Berbagai gejala ini biasanya hanya berupa gejala ringan yang tidak membutuhkan pertolongan medis segera, akan tetapi bila gejala berlangsung selama lebih dari 24 jam atau terus memburuk, maka segera hubungi dokter Anda.   Gejala Darurat yang Membutuhkan Pertolongan Medis Segera Beberapa gejala di bawah ini dapat terjadi pada keadaan hiper maupun hipoglikemia dan membutuhkan pertolongan medis segera. Beberapa gejala tersebut adalah: Penurunan berat badan dalam waktu singkat Pusing saat mencoba untuk berdiri Pingsan Kesulitan bernapas Mengalami penurunan kesadaran Merasa bingung akan lingkungan sekitar Berbagai gejala di atas dapat merupakan gejala syok akibat hiper atau hipoglikemia yang Anda alami. Segera hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan segera.  Baca juga: Efek Pisang Terhadap Kadar Gula Darah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: ehow