Your browser does not support JavaScript!
 25 Sep 2019    11:00 WIB
Hidup Lebih Lama Dengan Mencuci Tangan
Mencuci tangan sesering mungkin dapat membantu anda mencegah berbagai penyakit, seperti salah satu cara mencegah infeksi flu dan batuk. Mencuci tangan dengan benar adalah mencuci tangan dengan menggunakan air dan sabun atau dengan menggunakan pembersih tangan yang mengandung alkohol (tidak perlu air dan sabun, misalnya hand sanitizer atau tisu basah).   Bagaimana Cara Mencuci Tangan Dengan Benar ? Cucilah tangan dengan air dan sabun. Di bawah ini terdapat beberapa langkah mudah mencuci tangan yang dapat anda gunakan, yaitu: Basahilah tangan dengan air yang mengalir, kemudian ambillah sabun Sabuni seluruh bagian tangan anda sampai berbusa Gosoklah seluruh bagian tangan anda, termasuk jari, pergelangan tangan, punggung tangan, maupun sela antara jari. Gosoklah selama setidaknya 20 detik Bersihkan seluruh sabun dari tangan anda Keringkan tangan anda dengan tisu atau handuk kering yang bersih   Kapan Harus Cuci Tangan ? Kapan sajakah anda harus mencuci tangan dalam satu hari? Cucilah tangan anda pada saat: Sebelum dan setelah menyiapkan atau memasak makanan Sebelum makan Sebelum dan setelah mengobati luka Sebelum meminum obat Sebelum dan setelah memasang kontak lensa Setelah buang air kecil dan buang air besar Setelah mengganti pampers anak anda Setelah memegang hewan peliharaan anda, membersihkan kotorannya, atau berbagai benda yang digunakan hewan peliharaan anda Setelah batuk, bersin, atau membersihkan hidung anda Setelah membuang atau memegang kotoran atau sampah Setelah memegang pakaian kotor atau sepatu Kapan saja bila tangan anda kotor Baca juga : Cuci vagina dengan benar   Bila anda tidak dapat menemukan air atau sabun, anda dapat menggunakan pembersih tangan lainnya seperti hand sanitizer dan tisu basah. Gunakanlah pembersih tangan yang mengandung alkohol 60%. Cara menggunakan hand sanitizer adalah tuang sedikit hand sanitizer lalu basahi seluruh bagian tangan anda dan tunggu hingga tangan anda kering kembali. Bila anda menggunakan tisu basah, bersihkan seluruh bagian tangan anda yang kotor hingga bersih. Ajarilah anak anda mencuci tangan sedini mungkin untuk membantu menjaga kesehatannya dan memupuk kebiasaan baik sejak kecil. Mencuci tangan sesering mungkin merupakan suatu tindakan sederhana yang dapat sangat berguna bagi kesehatan anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 01 Apr 2015    14:00 WIB
Mencuci Piring Turunkan Resiko Terjadinya Asma dan Alergi, Benarkah?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa mencuci piring dengan tangan ternyata memiliki dampak positif terhadap kesehatan anak Anda dibandingkan dengan mencuci piring dengan menggunakan mesin. Mencuci piring dengan menggunakan tangan dapat menurunkan resiko terjadinya berbagai gangguan kesehatan akibat alergi seperti asma atau eksim pada anak. Hasil penelitian ini mendukung sebuah teori higienitas yang menyatakan bahwa semakin dini seorang anak terpapar oleh berbagai jenis kuman maka semakin baiklah fungsi sistem kekebalan tubuhnya. Jadi, bila seorang anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang berfungsi dengan baik, maka sistem kekebalan tubuh tersebut tidak akan salah “mengenali” suatu zat tidak berbahaya sebagai zat berbahaya, yang biasa terjadi pada reaksi alergi. Selain itu, para peneliti menduga karena mencuci piring dengan tangan tidaklah seefektif mencuci piring dengan mesin dalam hal menghilangkan kuman, maka lebih banyak kuman yang tertinggal yang membuat paparan terhadap kuman pun menjadi lebih banyak. Hal ini dapat menstimulasi sistem kekebalan tubuh untuk bekerja dengan lebih baik, yang juga menyebabkan lebih sedikit alergi. Akan tetapi, perlu diingat bahwa hasil penelitian ini hanya menunjukkan adanya hubungan antara cara mencuci piring dengan tangan dengan menurunnya resiko terjadinya berbagai reaksi alergi dan bukannya suatu hubungan sebab akibat. Pada penelitian ini, para peneliti bertanya pada orang tua dari sekitar 1.000 anak berusia 7 atau 8 tahun di Swedia mengenai riwayat kesehatan anak mereka, termasuk mengenai riwayat asma, eksim, dan alergi musiman. Para peneliti juga bertanya mengenai bagaimana cara keluarga tersebut membersihkan piringnya dan seberapa sering keluarga tersebut mengkonsumsi makanan fermentasi dan makanan yang diperoleh langsung dari sebuah pertanian. Selain berbagai faktor lain yang juga mempengaruhi reaksi alergi seorang anak seperti yang telah disebutkan di atas, para peneliti juga menyingkirkan berbagai faktor resiko lainnya yang telah dipercaya dapat menurunkan resiko terjadinya berbagai reaksi alergi seperti pemberian ASI dan ada tidaknya hewan peliharaan. Sekitar 12% keluarga yang ditanyai para peneliti ini mencuci piringnya dengan menggunakan tangan. Para peneliti kemudian menemukan bahwa anak-anak pada keluarga tersebut memiliki resiko alergi yang lebih rendah (sekitar 50%) dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga lain yang mencuci piring dengan menggunakan mesin pencuci piring. Para peneliti menemukan bahwa di antara anak-anak dari keluarga yang mencuci piringnya dengan tangan, sekitar 23% nya menderita eksim dan 1.7% nya menderita asma. Sementara itu, anak-anak dari keluarga yang mencuci piringnya dengan mesin cuci piring, sekitar 38% nya menderita eksim dan 7.3% nya menderita asma. Para peneliti juga menemukan bahwa anak-anak juga lebih jarang memiliki alergi bila mereka mengkonsumsi makanan atau sayuran yang telah difermentasi setidaknya 1 kali sebulan atau bila mereka sering mengkonsumsi makanan yang berasal dari pertanian setempat.   Sumber: newsmaxhealth