Your browser does not support JavaScript!
 23 Jan 2020    08:00 WIB
Berbagai Komplikasi Cacar Ular yang Mungkin Terjadi
Cacar ular atau herpes disebabkan oleh virus yang sama dengan virus yang menyebabkan cacar air, yaitu virus herpes zoster. Setelah virus menginfeksi seseorang dan menyebabkan orang tersebut terkena cacar air, maka virus akan tetap ada di dalam jaringan saraf orang tersebut. Seiring dengan semakin bertambahnya usia orang tersebut atau bila orang tersebut mengalami suatu penyakit atau stress, maka sistem kekebalan tubuhnya pun akan melemah, sehingga virus akan kembali aktif dan menginfeksi orang tersebut kembali dalam bentuk cacar ular. Beberapa gejala cacar ular yang dapat terjadi adalah nyeri kepala, berbagai gejala seperti flu tetapi biasanya tanpa demam, dan peningkatan sensitivitas terhadap cahaya; yang kemudian akan diikuti oleh rasa gatal, kesemutan, atau nyeri di daerah di mana bercak kemerahan mulai timbul pada kulit. Rasa nyeri ini biasanya mulai terjadi beberapa hari atau beberapa minggu sebelum bercak kemerahan timbul pada kulit. Bercak kulit ini biasanya akan tampak berkelompok, atau memanjang, atau melingkar. Dalam waktu 3-5 hari, bercak kemerahan ini akan terisi oleh air dan membentuk suatu lepuhan yang kemudian akan mengering. Bercak kemerahan ini biasanya akan sembuh dalam waktu 2-4 minggu dan biasanya akan meninggalkan bekas. Beberapa orang mungkin tidak akan mengalami bercak kemerahan pada kulit atau hanya mengalami bercak merah ringan. Sebagian besar orang yang pernah mengalami cacar ular biasanya tidak akan mengalami penyakit ini lagi. Terlambatnya pengobatan atau malah tidak berobat sama sekali dapat meningkatkan resiko terjadinya komplikasi. Di bawah ini terdapat beberapa jenis komplikasi yang dapat terjadi.   1.      Neuralgia Paska Herpes Neuralgia paska herpes merupakan suatu keadaan di mana rasa nyeri tidak juga menghilang walaupun telah berlangsung selama lebih dari 1 bulan. Rasa nyeri ini mungkin dapat berlangsung hingga beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun setelah Anda sembuh dari cacar ular. Komplikasi ini leibh sering terjadi pada orang yang berusia 50 tahun atau lebih dan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah karena adanya penyakit lain seperti diabetes atau infeksi HIV.   2.      Infeksi Menyeluruh Yang dimaksud dengan infeksi menyeluruh adalah adanya lepuhan yang menyebar ke sebagian besar bagian tubuh dan juga dapat mengenai jantung, paru-paru, hati, pankreas, persendian, dan saluran pencernaan. Infeksi juga dapat mengenai saraf yang berfungsi untuk mengendalikan gerakan, yang dapat menyebabkan tubuh terasa lemah untuk sementara waktu.   3.      Komplikasi Saraf Kranial Jika infeksi mengenai saraf yang berasal dari otak (saraf kranial), maka terdapat beberapa hal yang mungkin terjadi, yaitu: Peradangan, nyeri, dan mati rasa pada salah satu atau kedua mata. Infeksi yang mengenai mata ini dapat membahayakan penglihatan Anda. Bercak kemerahan mungkin timbul pada bagian samping atau pada puncak hidung (tanda Hutchinson) Nyeri hebat pada telinga. Bercak kemerahan biasanya timbul di sekitar telinga, mulut, wajah, leher, dan kulit kepala. Infeksi pada saraf wajah ini biasanya juga membuat saraf wajah tidak dapat berfungsi sehingga bagian wajah yang terkena tidak dapat digerakkan (sindrom Ramsay Hunt). Berbagai gejala lainnya yang mungkin ditemukan adalah hilangnya pendengaran, pusing, telinga berdenging, hilangnya fungsi indra pengecap, mulut dan mata kering Peradangan dan mungkin sumbatan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan terjadinya stroke Adanya bekas luka atau perubahan warna kulit yang terkena (menjadi lebih gelap) Infeksi bakteri pada lepuhan Kelemahan otot pada daerah yang terkena sebelum, selama, atau setelah infeksi berlangsung   Sumber: webmd
 18 Feb 2015    09:00 WIB
6 Hal yang Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Cacar Ular
Cacar ular atau yang biasa dikenal juga dengan nama herpes merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh virus herpes zoster yang juga merupakan penyebab terjadinya cacar air. Setelah menginfeksi seseorang dan menyebabkan terjadinya cacar air, virus ini biasanya akan tetap tinggal di dalam saraf penderita dan hidup dorman (tidak menimbulkan gejala apapun). Gejala biasanya baru akan kembali timbul sebagai gejala cacar ular bila daya tahan tubuh penderita menurun. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko seseorang untuk menderita cacar ular, yaitu: Pernah menderita cacar air atau cacar ular sebelumnya Berusia lebih dari 50 tahun Memiliki daya tahan tubuh yang lemah karena menderita suatu penyakit lain seperti diabetes atau terinfeksi HIV Mengalami stress atau trauma Menderita kanker atau sedang melakukan pengobatan kanker Mengkonsumsi obat-obatan yang menyebabkan penurunan daya tahan tubuh seperti steroid atau obat yang biasa dikonsumsi setelah menerima transplantasi organ Jika seorang wanita hamil mengalami cacar air, maka bayinya pun akan memiliki resiko yang leibh tinggi untuk menderita cacar ular pada dua tahun pertama kehidupannya. Jika bayi tersebut menderita cacar air pada tahun pertama kehidupannya, maka ia pun akan memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita cacar ular pada masa kanak-kanak. Neuralgia paska herpes merupakan komplikasi cacar ular yang paling sering terjadi, di mana rasa nyeri berlangsung selama setidaknya 30 hari atau hingga beberapa bulan atau beberapa tahun. Menerima vaksin cacar dapat membantu menurunkan resiko terjadinya komplikasi ini.   Sumber: webmd