Your browser does not support JavaScript!
 10 Oct 2015    18:00 WIB
Kelainan Retina yang Dapat Mengakibatkan Kebutaan
Apa Itu Retina?Retina merupakan suatu jaringan saraf di bagian belakang mata, yang berfungsi untuk mengubah impuls cahaya menjadi impuls saraf dan mengirimkannya ke dalam otak. Di dalam retina, terdapat 2 macam sel yang berfungsi sebagai penerima impuls cahaya (fotoreseptor), yaitu sel batang dan sel kerucut. Sel batang berjumlah lebih banyak dan lebih sensitif terhadap cahaya daripada sel kerucut. Sel batang tidak sensitif terhadap warna. Sel kerucut merupakan sel yang lebih sensitif pada warna. Sebagian besar sel kerucut terdapat pada bagian tengah retina, yaitu makula. Pada bagian tengah makula, terdapat suatu area yang disebut dengan fovea sentralis, yaitu suatu area pada mata yang hanya berisi sel kerucut dengan diameter sekitar 0.3 mm. Sel batang merupakan sel yang berfungsi untuk penglihatan di malam hari, pendeteksi gerakan yang paling sensitif, dan juga berfungsi sebagai penglihatan perifer (samping). Sel kerucut merupakan sel yang berfungsi untuk penglihatan di siang hari dan membedakan warna. Mata anda akan terus bergerak sehingga impuls cahaya dari benda yang anda lihat jatuh tepat pada fovea sentralis sehingga anda dapat melihat benda tersebut dengan jelas. Bila terjadi gangguan atau kerusakan pada retina, maka hal ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan kebutaan seperti pada retinitis pigmentosa.Retinitis PigmentosaRetinitis pigmentosa merupakan suatu gangguan pada mata, di mana terjadi kerusakan pada retina. Retinitis pigmentosa dapat diturunkan dalam keluarga (herediter) dan dapat disebabkan oleh berbagai kelainan genetika. Bagian retina yang paling sering mengalami gangguan ini adalah sel-sel yang berfungsi untuk mengatur penglihatan pada malam hari (sel batang). Akan tetapi, pada beberapa kasus, sel-sel kerucut retinalah yang mengalami kerusakan terparah. Tanda utama retinitis pigmentosa adalah adanya bintik hitam pada retina. GejalaGejala pertama seringkali muncul di masa kanak-kanak, akan tetapi gangguan penglihatan berat biasanya baru mulai muncul saat memasuki masa dewasa. Gejala yang dapat ditemukan adalah:•  Penurunan penglihatan di malam hari atau saat redup•  Hilangnya penglihatan perifer (samping)•  Hilangnya penglihatan pada bagian tengah (pada tahap lanjut)DiagnosaUntuk menentukan diagnosa retinitis pigmentosa, terdapat beberapa pemeriksaan mata yang dapat dilakukan yaitu:•  Pemeriksaan buta warna•  Pemeriksaan retina dengan oftalmoskop•  Pemeriksaan tekanan intraocular (tekanan di dalam mata)•  Pemeriksaan elektroretinogram•  Pemeriksaan angiografi fluoresen•  Pemeriksaan refleks pupil•  Pemeriksaan refraksi atau ketajaman penglihatan•  Pemeriksaan lapang pandang•  Pemeriksaan slit lampPengobatanTidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan keadaan ini. Menggunakan kacamata hitam untuk melindungi retina dari paparan sinar UV matahari dapat membantu melindungi penglihatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi antioksidan (vitamin A) dosis tinggi dapat memperlambat perjalanan penyakit. Akan tetapi, mengkonsumsi vitamin A dosis tinggi dapat menyebabkan gangguan hati berat. Kelainan ini akan terus berkembang, walaupun dengan perlahan. Kebutaan total jarang terjadi. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami kesulitan melihat di malam hari atau bila anda mengalami berbagai gejala penyakit ini. KomplikasiHilangnya penglihatan perifer dan sentral akan terjadi. Penderita retinitis pigmentosa seringkali mengalami katarak lebih cepat daripada biasanya atau pembengkakan retina (edema makular). Katarak dapat diatasi dengan tindakan pembedahan bila menyebabkan gangguan penglihatan.PencegahanTidak ada hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya retinitis pigmentosa. Akan tetapi, konseling dan pemeriksaan genetika dapat membantu memeriksa apakah anak anda memiliki resiko penyakit ini. Dengan demikian, dapat dilakukan penanganan dan pengobatan sedini mungkin. Baca juga: Cacing Yang Ada Dalam MataSumber: ncbi.nlm.nih, hyperphysics.phy-astr.gsu
 24 Mar 2015    11:00 WIB
16 Masalah yang Dikeluhkan Pria
1.      Rambut Pada Punggung Rambut punggung biasanya mulai tumbuh saat anda berusia pertengahan 20 tahun. Untuk mengatasinya anda dapat melakukan terapi sinar laser untuk menipiskan rambut atau menghilangkan seluruh rambut tersebut. Efek yang terjadi hampir permanen. Pilihan lainnya yang lebih murah adalah dengan waxing, krim untuk merontokkan rambut, atau mencukur rambut tersebut. Akan tetapi, efek hanya dapat bertahan selama beberapa minggu.   2.      Perut Membesar Banyak orang beranggapan bahwa perutnya membesar akibat terlalu banyak mengkonsumsi bir, hal ini memang benar. Para pria biasanya mengalami penumpukkan lemak pada bagian perut dan pinggang dan hal ini tidak hanya disebabkan oleh bir saja, setiap jenis makanan yang berlemak juga dapat menyebabkannya. Lemak pada perut ini dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, terutama bila lingkar perut anda berukuran lebih dari 101 cm. Kabar baiknya adalah saat anda mengalami penurunan berat badan, maka lemak di daerah perutlah yang pertama kali menghilang.   3.      Keringat Berlebih Pria memang menghasilkan lebih banyak keringat daripada wanita. Akan tetapi, bila tangan anda terus berkeringat banyak atau pakaian anda selalu basah oleh keringat, maka hal ini bukanlah sesuatu yang normal dan disebut dengan hyperhidrosis (produksi keringat berlebihan). Terdapat berbagai hal yang dapat memicu peningkatan produksi keringat ini, mulai dari emosi, udara panas, atau bahkan tanpa stimulasi apapun. Keringat berlebihan ini biasanya terdapat pada ketiak, telapak tangan, atau telapak kaki. Anda dapat menghubungi dokter anda untuk memperoleh pengobatan terhadap produksi keringat yang berlebihan ini.   4.      Alis Mata Tebal dan Menyatu Alis mata tebal dan bahkan sampai menyatu dapat mengenai semua pria pada usia berapapun. Hal ini disebabkan oleh pengaruh hormon. Untuk mengatasinya anda dapat melakukan elektrolisis (merusak sel rambut secara permanen dengan menggunakan aliran listrik) atau dengan waxing yang harus terus diulang setiap 4-6 minggu.   5.      Rosacea Rosacea merupakan suatu keadaan yang menyebabkan wajah memerah dan gejala biasanya memburuk pada pria. Hidung dapat menebal, merah, atau membulat. Pada pipi dapat timbul jerawat dan garis merah tipis. Alkohol dapat memicu terjadinya gejala, akan tetapi rosacea juga dapat terjadi pada orang yang sama sekali tidak pernah mengkonsumsi alkohol. Terdapat berbagai pengobatan yang dapat mencegah makin memburuknya gejala, konsultasikan dengan dokter anda mengenai obat apa yang tepat bagi anda.   6.      Kemunduran Garis Rambut Pada umumnya, pria mulai mengalami penipisan rambut saat berusia 35 tahun dan rambut mulai rontok saat berusia 50 tahun. Hal ini biasanya dimulai dengan kemunduran garis rambut dan menyebabkan timbulnya kebotakan.   7.      Buta Warna Buta warna tidak selalu menyebabkan penderitanya hanya dapat melihat warna hitam dan putih. Buta warna yang sering terjadi adalah tidak dapat atau kesulitan membedakan warna merah dan hijau. Keadaan ini dapat diturunkan dalam keluarga dan biasanya mengenai laki-laki. Tidak ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan keadaan ini.   8.      Mengorok Mengorok dapat terjadi baik pada pria maupun wanita, walaupun pria lebih sering mengalaminya. Mengorok biasanya tidak berbahaya, akan tetapi bila mengorok menyebabkan gangguan tidur pada anda dan pasangan anda, segera hubungi dokter anda.   9.      Bersendawa dan Buang Gas Sendawa merupakan suatu cara tubuh untuk mengeluarkan udara yang ikut tertelan saat makan dan merupakan suatu hal yang normal terjadi setelah makan. Akan tetapi, bila sendawa diikuti dengan rasa mual dan nyeri perut, maka hal ini dapat merupakan suatu gejala gangguan pencernaan. Hubungi dokter anda bila gejala terus berlanjut atau memburuk. Satu lagi kebiasaan lainnya yang tidak berbahaya tetapi cukup memalukan adalah buang gas. Buang gas juga merupakan salah satu cara tubuh untuk mengeluarkan gas yang ada di dalam saluran pencernaan atau yang dihasilkan dari hasil pemecahan makanan oleh bakteri di dalam usus. Faktanya, sebagian besar orang membuang gas sekitar 6-20 kali setiap harinya. Berbagai jenis makanan seperti bir, minuman bersoda, kacang-kacangan, berbagai sayur dan buah-buahan juga dapat menyebabkan terbentuknya gas di dalam saluran pencernaan anda.   10.  Bau Badan Bau badan dapat terjadi akibat pertumbuhan bakteri pada kulit yang berkeringat. Untuk mengatasinya, anda dapat menggunakan deodoran dan mandi secara teratur. Jika bau badan anda tidak juga menghilang atau berkurang, hindarilah mengkonsumsi makanan yang berbau, seperti bawang putih, bawang merah, dan bawang bombay.   11.  Gatal Pada Kemaluan Gatal pada kemaluan dapat terjadi pada setiap pria. Gatal ini biasanya disebabkan oleh infeksi jamur. Gejala yang biasa ditemukan adalah adanya bercak kemerahan pada kemaluan atau paha bagian dalam yang disertai dengan rasa gatal. Pengobatannya berupa pemberian salep anti jamur, menjaga agar area kulit yang terinfeksi tetap kering dan menghindari penggunaan pakaian yang ketat.   12.  Jamur Pada Kaki Jamur pada kaki atau sering disebut athlete foot juga disebabkan oleh infeksi jamur. Berjalan tanpa alas kaki di ruang ganti atau di dekat kolam renang merupakan penyebab tersering infeksi. Gejalanya dapat berupa rasa gatal, rasa terbakar, terbentuknya lepuhan, atau kulit pecah-pecah pada kaki dan ibu jari kaki. Keadaan ini dapat diatasi dengan pemberian salep anti jamur. Jika anda menderita infeksi jamur pada kemaluan dan kaki, maka pengobatannya harus dilakukan secara bersamaan.   13.  Bau Mulut Walaupun terdapat berbagai jenis makanan yang dapat menyebabkan timbulnya bau mulut, penyebab utama bau mulut adalah bakteri yang terdapat di dalam mulut. Untuk mengatasinya gosoklah gigi anda secara teratur dan bersihkanlah juga lidah anda. Bila hal ini masih tidak dapat mengatasi bau mulut anda, maka hubungi dokter gigi anda atau dokter anda untuk mencari penyebab bau mulut lainnya. Beberapa keadaan lain yang dapat menyebabkan terjadinya bau mulut adalah gangguan gusi, mulut kering, atau adanya refluks asam lambung.   14.  Disfungsi Seksual Gangguan atau disfungsi seksual yang biasa dialami oleh pria adalah penurunan gairah seksual, ejakulasi dini, atau disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi merupakan suatu keadaan di mana pria tidak dapat membentuk atau mempertahankan ereksi cukup lama untuk penetrasi. Berbagai faktor resiko terjadinya disfungsi ereksi adalah diabetes, penyakit jantung, gangguan neurologis, merokok, gangguan sirkulasi, dan beberapa jenis obat-obatan. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gangguan seksual di atas untuk memperoleh penanganan secepatnya.   15.  Hilangnya Pendengaran Pria memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan atau hilangnya pendengaran daripada wanita. Pekerjaan yang menimbulkan suara bising atau suara yang berlangsung terus-menerus merupakan salah satu faktor resikonya. Penambang, tukang kayu, dan tentara merupakan pekerjaan yang beresiko bagi pendengaran anda. Selain itu, mendengarkan musik dengan suara keras (lebih dari 85dB) juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran.   16.  Pembesaran Prostat Seiring dengan semakin bertambahnya usia anda, maka pembesaran prostat, kerutan, dan memutihnya rambut merupakan suatu proses yang tidak dapat anda hindari. Pembesaran prostat dapat menyebabkan terjepitnya uretra (saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan lubang kemaluan) dan membuat anda lebih sering buang air kecil. Segera hubungi dokter anda untuk mendapatkan penanganan secepatnya.   Sumber: webmd