Your browser does not support JavaScript!
 24 Feb 2020    08:00 WIB
Mengapa Kita Tidak Boleh Menahan Pipis ?
Saat Anda banyak minum atau baru saja mengkonsumsi beberapa gelas bir, maka Anda mungkin akan menjadi lebih sering buang air kecil. Hal ini mungkin akan terasa mengganggu, apalagi bila Anda sedang berusaha untuk tidur. Akan tetapi, apa jadinya bila Anda menahan keinginan untuk buang air kecil tersebut? Menahan pipis ternyata dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Menahan keinginan buang air kecil akan membuat kandung kemih Anda membesar dan bila Anda masih tetap tidak mengeluarkan air kemih Anda, maka kandung kemih Anda pun akan terus membesar hingga melebihi batas normal. Akibatnya, Anda mungkin tidak dapat buang air kecil dengan normal kembali. Anda bahkan mungkin membutuhkan bantuan kateter untuk buang air kecil seumur hidup Anda. Selain itu, sering menahan keinginan untuk buang air kecil juga dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi saluran kemih, yang dapat berujung pada infeksi ginjal. Sesekali menahan keinginan untuk buang air kecil selama 1 atau 2 jam mungkin tidak akan menyebabkan kerusakan saluran kemih secara permanen. Akan tetapi, menahan keinginan untuk buang air kecil dalam waktu yang terlalu lama dapat mengganggu kerja kandung kemih Anda. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak terlalu sering menahan keinginan untuk buang air kecil.   Baca juga: 7 Manfaat Air Putih Bagi Kesehatan   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 28 Feb 2019    09:00 WIB
Waspada Sering Buang Air Kecil Jadi Tanda Suatu Penyakit Serius!
Guys..!! kita tahu betul bahwa sering buang air kecil adalah kondisi yang tidak nyaman, karena hal ini dapat mempengaruhi diri kita ataupun aktifitas harian kita. Kalau kita memiliki kandung kemih yang terlalu aktif atau sering buang air kecil mendesak, itu pasti sangat menjengkelkan diri kita bukan!. Sering buang air kecil bisa menjadi masalah utama, atau gejala dari masalah lain. Ini dapat menyebabkan rasa malu dan ketidaknyamanan di siang hari, dan masalah tidur di malam hari. Jadi saya yakin informasi hari ini bisa membantu kita semua, khususnya bagi kita yang mengalaminya, mari kita bahas apa penyebabnya dan bagaimana kita mengatasinya. Sering buang air kecil bisa mempengaruhi siapa saja. Baik pria maupun wanita. Namun, ini paling umum dialami pada pria dan wanita di usia paruh baya atau lebih tua. Hal serupa juga terjadi pada wanita hamil. Ada sejumlah kondisi berbeda yang dapat menyebabkan sering buang air kecil. Penyebab paling umum dari buang air kecil yang sering, bervariasi, berdasarkan usia dan jenis kelamin. Mulai dari kasus ringan hingga serius. Penyebab-penyebab ini termasuk: Infeksi saluran kemih (ISK): Ini adalah penyebab paling umum dari sering buang air kecil. Peradangan yang disebabkan oleh infeksi mengurangi kemampuan kandung kemih untuk menahan urin. Diabetes: Sering buang air kecil bisa menjadi gejala diabetes tipe 1 atau tipe 2. Masalah prostat: Ini adalah penyebab utama seringnya buang air kecil pada pria. Prostat yang membesar dapat menghambat aliran urin, menyebabkan kandung kemih menjadi teriritasi dan berkontraksi. Kehamilan: Sering buang air kecil adalah gejala tidak berbahaya dari sebagian besar kehamilan. Ketika rahim dan bayi tumbuh, mereka memberikan tekanan pada kandung kemih, menyebabkan kebutuhan untuk buang air kecil. Sistitis interstitial: Suatu kondisi yang menyebabkan nyeri panggul dan kandung kemih serta perasaan harus buang air kecil terus-menerus. Diuretik: Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati kondisi lain seperti tekanan darah tinggi dapat menyebabkan sering buang air kecil karena kelebihan cairan dikeluarkan dari tubuh. Stroke: Stroke dapat merusak saraf di kandung kemih dan menyebabkan sering buang air kecil. Alkohol berlebihan atau penggunaan kafein. Kanker kandung kemih: Sering buang air kecil adalah gejala langka kanker kandung kemih. Gejala yang lebih umum adalah darah dalam urin. Tumor panggul: Penyebab lain yang jarang dari sering buang air kecil. Sindrom kandung kemih yang terlalu aktif: Penyebab umum seringnya harus buang air kecil. Terapi radiasi ke area panggul. Vaginitis: Peradangan pada vagina yang menyebabkan sering perlu buang air kecil untuk wanita. Untungnya bagi penderita sering buang air kecil, gejalanya mudah terlihat. Jika kita merasa perlu buang air kecil lebih dari 4 hingga 8 kali dalam sehari, ada kemungkinan besar kita memiliki masalah dengan sering buang air kecil. Penting untuk memeriksakan diri ke dokter, jika kita orang dewasa yang sehat (tidak hamil) dan buang air kecil lebih sering dari 4 hingga 8 kali sehari. Perawatan untuk sering buang air kecil tergantung pada penyebabnya. Jika konsultasi mengarah ke diagnosis diabetes mellitus, pengobatan akan bertujuan untuk menjaga kadar gula darah tinggi terkendali. Untuk infeksi ginjal bakteri, pengobatan khasnya adalah terapi antibiotik dan penghilang rasa sakit. Jika penyebabnya adalah kandung kemih yang terlalu aktif, obat yang dikenal sebagai antikolinergik dapat digunakan. Ini mencegah kontraksi otot detrusor involunter yang abnormal terjadi di dinding kandung kemih. Akupunktur juga merupakan penggunaan umum untuk kondisi kemih seperti OAB dan inkontinensia urin. Dan baiknya jika mau menjalani terapi atau mengkonsumsi obat, kunjungilah dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: www.medicalnewstoday.com, www.healthline.com, www.webmd.com, tonic.vice.com, www.buoyhealth.com, www.verywellhealth.com
 04 Jul 2018    13:00 WIB
Sering Buang Air Kecil? Hati-Hati Diabetes Insipidus
Apa diabetes insipidus itu?Diabetes Insipidus adalah suatu keadaan dimana terjadi kekurangan hormon antidiuretik yang menyebabkan rasa haus yang berlebihan (polidipsi) dan pengeluaran sejumlah besar air kemih (poliuri). Diabetes insipidus terjadi akibat penurunan pembentukan hormon antidiuretik (vasopresin), yaitu hormon yang secara alami mencegah pembentukan air kemih yang terlalu banyak. Hormon ini dibuat di hipotalamus, kemudian disimpan dan dilepaskan ke dalam aliran darah oleh hipofisa posterior.Diabetes insipidus juga bisa terjadi jika kadar hormon antidiuretik normal tetapi ginjal tidak memberikan respon yang normal terhadap hormon ini (keadaan ini disebut diabetes insipidus nefrogenik). Apa penyebab dari diabetes insipidus?Diabetes insipidus dapat disebabkan oleh beberapa hal:•  Hipotalamus mengalami kelainan fungsi dan menghasilkan terlalu sedikit hormon antidiuretik •  Kelenjar hipofisa gagal melepaskan hormon antidiuretik ke dalam aliran darah •  Kerusakan hipotalamus atau kelenjar hipofisa akibat pembedahan •  Cedera otak (terutama patah tulang di dasar tengkorak) •  Tumor •  Sarkoidosis atau tuberkulosis •  Aneurisma atau penyumbatan arteri yang menuju ke otak •  Beberapa bentuk ensefalitis atau meningitis•  Histiositosis X (penyakit Hand-Schuller-Christian) Apa saja gejala dari diabetes insipidus?Diabetes insipidus dapat timbul secara perlahan maupun secara tiba-tiba pada segala usia. Seringkali satu-satunya gejala adalah rasa haus dan pengeluaran air kemih yang berlebihan. Sebagai kompensasi hilangnya cairan melalui air kemih, penderita bisa minum sejumlah besar cairan. Jika kompensasi ini tidak terpenuhi, maka dengan segera akan terjadi dehidrasi yang menyebabkan penurunan tekanan darah dan syok. Penderita akan terus berkemih dalam jumlah yang sangat banyak, terutama di malam hari. Apakah pengobatan untuk diabetes insipidus?Diabetes insipidus diobati dengan mengatasi penyebabnya.Vasopresin atau desmopresin asetat (modifikasi dari hormon antidiuretik) bisa diberikan sebagai obat semprot hidung beberapa kali sehari untuk mempertahankan pengeluaran air kemih yang normal. Namun penggunaan obat ini harus hati-hati dan mengikuti petunjuk dokter, karena jika terlalu banyak mengkonsumsi obat ini bisa menyebabkan penimbunan cairan, pembengkakan dan gangguan lainnya.Suntikan hormon antidiuretik diberikan kepada penderita yang akan menjalani pembedahan atau penderita yang tidak sadarkan diri. Kadang diabetes insipidus bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang merangsang pembentukan hormon antidiuretik, seperti Chlorpropamide, Carbamazepine, Klofibrat dan berbagai diuretik (Tiazid). Tetapi obat-obat ini tidak dapat meringankan gejala secara total pada diabetes insipidus yang berat. SUmber: heltwell
 02 Nov 2015    16:00 WIB
Pipis Sama Nikmatnya Dengan Orgasme, Benarkah?
Apakah Anda ingat bagaimana perasaan Anda saat Anda akhirnya dapat mengeluarkan isi kandung kemih Anda setelah menahannya cukup lama? Anda pasti merasakan suatu kelegaan dan kenikmatan tersendiri bukan? Akan tetapi, apa yang membuat proses pembuangan sisa metabolisme tubuh ini terasa begitu nikmat? Di bawah ini Anda dapat melihat alasannya dan beberapa hal aneh lainnya yang juga berhubungan dengan proses pembuangan air kemih tersebut.   Baca juga: Arti Air Kemih Bagi Kesehatan Anda   Buang Air Kemih Sama Nikmatnya Dengan Orgasme, Masa Sih? Hal ini mungkin dikarenakan saraf-saraf yang menghubungkan tulang belakang Anda dengan uretra (saluran yang menghubungkan antara kandung kemih dengan lubang kencing di kemaluan) juga menghubungkan klitoris Anda dengan vagina sehingga proses pembuangan air kemih pun terasa hampir sama nikmatnya dengan orgasme.   Air Kemih Tidak Steril Lho! Tahukah Anda bahwa air kemih Anda ternyata tidak steril? Berdasarkan pada hasil pemeriksaan DNA terbaru, para ahli menemukan bahwa air kemih seseorang yang sehat sekalipun pasti mengandung kuman.   Mengapa Banyak Orang Buang Angin Sebelum Pipis? Saat buang air kecil, maka tubuh Anda akan melemaskan otot-otot dasar panggul sehingga air kemih yang tersimpan di dalam kandung kemih pun dapat mengalir keluar, akan tetapi melemasnya otot-otot dasar panggul ini juga akan membuat otot anus dan usus besar (rektum) melemas, yang dapat membuat kelebihan gas di dalam saluran pencernaan Anda ikut keluar saat Anda buang air kecil, apalagi bila Anda baru saja mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang menghasilkan banyak gas sebagai produk sampingannya.   Pipis Saat Bercinta, Normalkah? Tentu saja normal. Sekitar 12% wanita pernah pipis saat bercinta, baik hanya beberapa tetes atau justru seluruhnya. Mengapa hal ini dapat terjadi? Hal ini dikarenakan saat penis mempenetrasi vagina cukup dalam, maka dinding vagina atau leher rahim akan terdorong ke kandung kemih sehingga memicu keinginan untuk buang air kecil. Untuk mencegahnya, pipislah sebelum berhubungan seks dan bercintalah dengan posisi girl on top sehingga Anda dapat mengendalikan seberapa dalam penisnya dapat masuk ke dalam vagina Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: womenshealthmag
 19 Sep 2015    12:00 WIB
Berbagai Fase Migrain
Migrain biasanya mulai timbul saat anda berusia remaja. Setelah itu, migrain biasanya lebih sering terjadi pada wanita. Para ahli masih tidak dapat menemukan apa penyebab pasti dari migrain. Akan tetapi, mereka menduga migrain disebabkan oleh adanya gelombang otak yang abnormal pada sel-sel saraf otak, yang disertai dengan perubahan aliran darah di dalam otak. Walaupun migrain dapat memicu terjadinya nyeri kepala berat, migrain bukanlah nyeri kepala biasa. Selain nyeri kepala, migrain biasanya juga disertai oleh berbagai gejala di bawah ini, yaitu: Mual Muntah Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya, suara, dan bau Serangan migrain merupakan suatu peristiwa yang rumit, dengan gejala yang dapat berubah-ubah selama beberapa jam atau hari. Terdapat beberapa fase migrain, yaitu: Fase prodromal, yaitu fase sebelum migrain terjadi Fase aura Fase serangan Fase postdromal, yang terjadi setelah serangan migrain berakhir Fase Prodromal Beberapa jam dan kadangkala beberapa hari sebelum serangan migrain terjadi, banyak penderita migrain mengalami beberapa hal yang tidak biasanya, seperti: Merasa lebih bersemangat dan senang atau depresi Mudah marah Merasa haus terus-menerus Mengidam makanan tertentu Mengantuk dan sering menguap Sering buang air kecil Pada beberapa kasus, gejala awal yang terjadi sebelum nyeri kepala ini dapat membantu dokter anda mendiagnosa keadaan anda sebagai migraine.   Fase Aura Sekitar 1 dari 5 orang mengalami aura sebelum serangan migrain terjadi atau aura ini terjadi bersamaan dengan serangan migrain. Akan tetapi, aura mungkin juga tidak terjadi sebelum atau saat serangan migrain. Gangguan Penglihatan Gangguan penglihatan merupakan gejala pertama pada fase aura. Saat serangan migrain berlangsung, anda mungkin mengalami beberapa gangguan penglihatan seperti: Melihat adanya kilatan cahaya berbentuk seperti busru yang biasanya terjadi pada sebelah kiri atau kanan pandangan anda. Setelah beberapa menit, ukuran busur ini dapat semakin membesar dan melebar Hilangnya penglihatan pada daerah tertentu, yang dapat membuat anda kesulitan untuk menyetir atau melihat objek kecil Melihat gambaran atau kilasan masa lalu atau mengalami halusinasi Gangguan penglihatan ini biasanya akan terus memburuk selama beberapa menit selanjutnya. Sensasi Aneh Pada Kulit Aura jenis ini akan menyebabkan timbulnya rasa geli atau tertusuk-tusuk atau mati rasa pada tubuh anda. Sensasi kulit ini sering terjadi pada wajah dan tangan, akan tetapi juga dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh. Sensasi ini dapat terus menjalar ke berbagai bagain tubuh selama beberapa menit kemudian. Gangguan Berbahasa Selama fase aura, anda mungkin akan mengalami kesulitan berkomunikasi dengan orang lain. Gejala yang dapat ditemukan berupa: Kesulitan mengekspresikan pikiran saat berbicara atau menulis Kesulitan mengerti pembicaraan atau tulisan orang lain Bingung Kesulitan berkonsentrasi Fase Serangan Fase serangan merupakan saat serangan migrain terjadi. Anda dapat mengalami serangan nyeri kepala selama beberapa jam atau hari. Selama fase serangan, penderita biasanya ingin segera beristirahat dan kesulitan melakukan aktivitasnya. Salah satu penentu kualitas migrain adalah rasa nyeri yang anda alami. Rasa nyeri kepala akibat migrain biasanya: Biasanya dimulai pada bagian atas mata Biasanya mengenai satu sisi kepala, tetapi juga dapat mengenai seluruh kepala atau berpindah dari satu sisi kepala ke sisi lainnya. Selain itu, nyeri juga mengenai wajah bagian bawah dan leher Nyeri kepala yang terjadi biasanya berupa nyeri kepala berdenyut yang hebat Nyeri kepala berdenyut ini dapat memburuk saat melakukan aktivitas fisik atau saat anda duduk condong ke depan Nyeri kepala dapat memburuk bila anda melakukan kegiatan fisik aktif Berbagai gejala lainnya yang dapat ditemukan selama fase serangan adalah: Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya, suara, dan bau yang tidak biasa Perasaan melayang dan pingsan Mual dan muntah   Fase Postdromal Setelah mengalami serangan migrain berat, anda mungkin akan merasa tidak enak badan selama beberapa hari ke depan. Gejala yang sering ditemukan pada fase postdromal adalah: Merasa sangat lelah Lesu Bingung Nyeri kepala yang kembali terjadi saat anda memajukan tubuh anda ke bagian depan, bergerak terlalu cepat, atau saat banyak aliran darah masuk ke dalam kepala anda Gejala migrain yang anda alami dapat berubah seiring dengan berlalunya waktu. Dapat terjadi perubahan frekuensi, keparahan, dan serangan migrain. Selain itu, anda juga mungkin dapat mengalami aura tanpa mengalami nyeri kepala kemudian.   Sumber: webmd