Your browser does not support JavaScript!
 03 Apr 2020    16:00 WIB
Duduk di Kloset Terlalu Lama Ternyata Bahaya
Seperti halnya ranjang Anda yang sebaiknya hanya digunakan untuk tidur dan berhubungan intim, kloset sebaiknya juga hanya dijadikan sebagai tempat untuk buang air besar. Jadi, jangan bawa telepon genggam atau berbagai benda lain yang dapat membuat Anda duduk lebih lama di atas kloset. Menurut seorang ahli, sebaiknya seseorang tidak duduk di atas toilet lebih dari 15 menit setiap kalinya. Bahkan akan lebih baik bagi Anda bila Anda buang air besar hanya bila Anda memang menginginkannya. Bila tidak, hal ini justru akan membuat Anda tergoda untuk mengejan dan memaksa kotoran keluar dari dalam tubuh Anda, yang dapat berujung pada terjadinya wasir atau hemoroid. Wasir terjadi saat pembuluh darah di sekitar daerah anus atau dubur Anda menonjol keluar. Pembuluh darah yang menonjol ini dapat membengkak, terasa nyeri, dan bahkan berdarah. Bila Anda membawa telepon genggam atau majalah atau koran Anda ke kamar mandi, hal ini justru akan membuat keinginan Anda untuk buang air besar menghilang, yang dapat memicu terjadinya sembelit dan akhirnya wasir. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan keinginan Anda untuk buang air besar disebabkan oleh adanya tinja di dalam rektum Anda, saat Anda menahan atau kehilangan keinginan ini, maka akan terjadi gerakan usus balik, yang akan membuat tinja naik kembali ke daerah usus besar. Hal ini akan membuat tinja lebih sulit untuk dikeluarkan.   Baca juga: Tips Membuat Kamar Mandi Bebas Kuman   Saat tinja kembali masuk ke dalam usus besar Anda, maka usus besar Anda akan kembali menyerap sejumlah cairan yang masih ada di dalam tinja Anda, yang akan membuat tinja Anda semakin sulit dikeluarkan dan memicu terjadinya sembelit. Jika Anda membutuhkan waktu lebih dari 10-15 menit untuk buang air besar, maka hal ini dapat merupakan pertanda adanya suatu gangguan pada organ pencernaan Anda. Salah satu penyebabnya adalah karena Anda sedang merasa stress sehingga gerakan peristaltik usus Anda pun berkurang. Selain itu, bila Anda sedang berada pada keadaan "fight or flight", maka tubuh Anda akan lebih banyak berfokus pada berbagai hal yang diperlukan untuk bertahan hidup dan buang air besar bukanlah kebutuhan utama untuk bertahan hidup. Untuk mencegah terjadinya sembelit, konsumsilah banyak serat, setidaknya 38 gram setiap harinya. Bila Anda sedang terburu-buru, mengkonsumsi segelas kopi mungkin dapat membantu melancarkan proses pembuangan tinja Anda tersebut. Hal ini dikarenakan kopi dapat membantu menstimulasi kontraksi otot yang berperan dalam terjadinya gerakan peristaltik usus.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth  
 20 Jan 2019    16:00 WIB
Jangan Menahan BAB Karena Bisa Menyebabkan Fatal
Semua orang pasti pernah dan butuh yang namanya buang air besar. Akan tetapi, pada beberapa kondisi, misalnya toilet kurang bersih, mungkin Anda harus menahan keinginan untuk BAB. Namun, selain terasa sangat tidak nyaman, menahan keinginan untuk BAB ternyata juga sangat tidak sehat. Di bawah ini Anda dapat melihat apa sebenarnya yang akan terjadi di dalam tubuh Anda saat Anda menahan keinginan untuk BAB.   Saat Keinginan BAB Muncul Saat tinja masuk ke dalam rektum (bagian akhir dari usus besar), maka usus akan "mengirimkan" sinyal pada otak dan "memberitahu" otak bahwa Anda ingin BAB. Walaupun jadwal BAB setiap orang berbeda, namun keinginan ini biasanya akan muncul segera setelah makan atau setelah Anda minum kopi di pagi hari. Kafein yang terdapat di dalam kopi merupakan stimulan usus, yang akan membuat usus bergerak lebih cepat.   Dua Jam Kemudian Menahan keinginan untuk BAB bukanlah hal yang mudah. Anda harus mengencangkan otot di sekitar dubur. Pada beberapa jam pertama, Anda akan merasakan suatu tekanan di dalam perut, yang terasa seperti kram perut. Menahan keinginan BAB akan membuat perut Anda terasa kembung dan sangat tidak nyaman.   Baca juga: 5 Gangguan BAB yang Sering Terjadi Saat Menstruasi   Enam Jam Kemudian Tinja akan mulai mengeras. Hal ini tentu saja tidak baik. Saat ini Anda juga sudah kehilangan keinginan untuk BAB, bukan karena tinja Anda "menghilang" tetapi karena Anda mengalami sembelit.   Dua Belas Jam Kemudian Semakin lama tinja berada di dalam tubuh, maka tinja akan menjadi semakin keras. Saat ini perut Anda mungkin sudah mulai membesar. Anda mungkin juga akan mengalami BAB darah dan nyeri saat BAB.   Bila Tetap Ditahan Walaupun tidak akan menyebabkan kematian, akan tetapi tinja dapat menjadi amat sangat keras hingga sulit sekali untuk dikeluarkan. Anda mungkin membutuhkan obat pelancar BAB untuk membantu mengeluarkan tinja.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.     Sumber: womenshealthmag
 26 Jan 2015    12:00 WIB
Benarkah Buang Air Besar Dapat Mempengaruhi Berat Badan?
Benarkah buang air besar dapat mempengaruhi berat badan seseorang? Memang benar bahwa buang air besar dapat mempengaruhi berat badan seseorang, tetapi hanya sedikit. Tergantung pada ukuran dan seberapa sering Anda buang air besar setiap harinya, maka berat tinja dapat bervariasi dari 500 gram hingga 2 kg, dan akan semakin berat bila Anda tidak buang air besar selama beberapa hari. Selain itu, bila Anda baru saja buang air besar setelah beberapa hari mengalami sembelit, maka Anda mungkin merasa berat badan Anda telah berkurang sangat banyak. Hal ini dikarenakan buang air besar dapat mengurangi perut kembung dan membuat perut Anda menjadi lebih kecil. Akan tetapi, penurunan berat badan yang terjadi setelah Anda buang air besar bukan disebabkan oleh penurunan massa lemak di dalam tubuh. Dianjurkan agar Anda menimbang berat badan Anda pada waktu yang sama setiap harinya, yaitu di pagi hari. Mengkonsumsi makanan kaya serat merupakan salah satu hal yang dapat mempengaruhi keduanya, yaitu penurunan berat badan dan memperlancar buang air besar. Selain dapat membantu memperlancar buang air besar, mencegah terjadinya beberapa jenis kanker, dan membantu mengatur kadar gula darah serta menurunkan kadar kolesterol darah; serat juga dapat membuat seseorang merasa kenyang lebih lama, yang tentu saja dapat membantu menurunkan berat badan. Beberapa jenis makanan yang mengandung banyak serat adalah buah, sayuran, dan gandum. Konsumsilah setidaknya 25-30 gram serat setiap harinya.     Sumber: womenshealthmag