Your browser does not support JavaScript!
 15 Jan 2019    08:00 WIB
10 Tanda PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)
Pengenalan dini akan tanda-tanda kekambuhan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) akan membantu anda dan orang yang anda cintai mencegah penyakit ini bertambah buruk. Hal ini juga dapat menurunkan resiko yang mengancam nyawa saat kekambuhan terjadi. Kekambuhan PPOK paling sering diawali oleh infeksi paru yang disebabkan oleh virus atau bakteri, seperti flu atau penyakit paru lainnya. Pajanan terhadap polutan yang berbahaya juga dapat menyebabkan perburukan gejala PPOK yang tiba-tiba. Jika anda mempunyai satu atau lebih tanda-tanda kekambuhan PPOK yang disebutkan di bawah ini, segera pergi ke dokter. Jika anda mempunyai obat-obatan (antibiotik atau steroid oral) di rumah untuk mengatasi kekambuhan PPOK ini, dokter anda dapat memberitahu anda bagaimana cara mengobati gejala tersebut, apakah perlu pergi ke rumah sakit atau cukup dengan obat-obatan yang tersedia di rumah anda.   Sesak Napas Seseorang yang mengalami kekambuhan PPOK sering merasa sesak napas atau merasa tidak pernah mendapat udara yang cukup. Jika sesak napas ini memburuk atau jika sesak terjadi saat anda beristirahat atau saat anda sedang beraktivitas ringan, segera cari pertolongan medis. Napas Berbunyi Sejalan dengan kambuhnya PPOK, mengi (suara napas berbunyi ngik-ngik) dan ronki (suara napas kasar) terdengar saat bernapas. Mengi mengindikasikan penyumbatan sebagian jalan napas oleh lendir, nanah, atau bahan-bahan inflamasi lainnya. Ronki saat bernapas mengindikasikan adanya akumulasi cairan di dalam paru-paru atau lendir pada jalan napas. Gelisah Setiap orang membutuhkan oksigen untuk hidup, jika anda kekurangan oksigen, anda akan merasa cemas dan panik. Hal ini dapat memperburuk kemampuan anda untuk bernapas karena otot-otot anda menjadi tegang. Penapasan Dada Bernapas melalui dada daripada perut anda, dapat merupakan tanda peringatan kambuhnya PPOK. Saat kekambuhan terjadi, dada dapat bergerak ke atas dan bawah lebih cepat, atau jauh lebih lambat. Pernapasan menjadi tidak teratur. Batuk Batuk yang lebih sering atau memburuk daripada biasanya dapat mengindikasikan kambuhnya PPOK. Batuk dapat tanpa dahak atau dapat juga dengan dahak, di mana dahak dapat berwarna kuning, hijau, atau terdapat darah. Anda dapat merasa lebih nyaman bernapas saat duduk daripada saat berbaring. Perubahan Warna Kulit atau Kuku Saat kekambuhan terjadi, bibir dapat menjadi berwarna kebiruan. Selain itu, juga dapat terjadi perubahan warna kuku menjadi biru atau ungu, atau kulit pun dapat memudar atau menjadi keabuan. Sulit Tidur dan Hilangnya Nafsu Makan Semakin parah kekambuhan yang terjadi maka dapat menyebabkan gangguan tidur atau makan. Kesulitan Berbicara Seseorang yang mengalami sesak napas hebat kemungkinan tidak dapat berbicara dan memberitahu orang lain. Penggunaan gerakan tangan mungkin merupakan satu-satunya cara untuk memberitahu orang lain saat kekambuhan terjadi. Nyeri Kepala di Pagi Hari Pada penderita PPOK, kadar oksigen yang rendah dapat menyebabkan nyeri kepala di pagi hari. Nyeri kepala disebabkan oleh tingginya kadar karbondioksida di dalam darah. Jika nyeri kepala ini merupakan gejala yang baru pertama kali anda alami, hal ini dapat menjadi tanda kekambuhan PPOK. Pembengkakan Pada Pergelangan Kaki atau Nyeri Perut Pembengkakan dan nyeri perut adalah gejala umum PPOK. Hal ini berhubungan dengan komplikasi atau irregularitas pada jantung yang disebabkan oleh kerusakan pada paru-paru. Jika hal ini merupakan gejala yang baru pertama kali anda alami atau gejala yang sudah ada tiba-tiba memburuk dapat merupakan tanda kekambuhan pada PPOK.
 11 Jan 2019    16:00 WIB
Waspada, Penyakit “Ringan” Ternyata Juga Bisa Berbahaya!
Saat Anda menderita flu atau batuk, Anda mungkin menganggapnya sebagai penyakit "ringan" yang akan sembuh dengan sendirinya bila Anda cukup beristirahat. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata penyakit yang oleh banyak orang dianggap sebagai penyakit "ringan" ini juga dapat berbahaya bagi kesehatan? Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai jenis penyakit yang dianggap "ringan" tetapi ternyata dapat menjadi berbahaya.   Flu dan Batuk Flu dan batuk merupakan penyakit "ringan" yang paling sering dialami oleh banyak orang. Flu disebabkan oleh infeksi virus yang biasanya berlangsung selama 2-3 minggu. Jika Anda mengalami batuk yang cukup berat, hidung meler, dan nyeri sendi; maka pengobatan biasanya tidak diperlukan, atau cukup mengkonsumsi obat batuk dan flu saja. Akan tetapi, bila Anda terus merasa lelah atau merasa akan pingsan saat flu, maka segera periksakan diri Anda ke seornag dokter. Bila Anda juga mengalami muntah, dada terasa seperti tertekan, bingung, nyeri dada, dan demam yang tidak kunjung sembuh; maka segera periksakan diri Anda ke seorang dokter karena gejala ini bukanlah gejala flu biasa. Selain itu, bila gejala flu semakin memburuk atau batuk berlangsng selama lebih dari 10 hari, segera periksakan diri Anda ke dokter.   Radang Tenggorokan Radang tenggorokan biasanya terjadi bersamaan dengan flu akibat banyaknya lendir di dalam saluran pernapasan atau akibat suatu alergi. Radang tenggorokan juga dapat disebabkan oleh kelembaban udara yang rendah, merokok, polusi udaran, berteriak, atau bernapas melalui mulut karena hidung tersumbat. Bila radang tenggorokan Anda juga disertai oleh pembesaran amandel, demam, atau membuat Anda sulit tidur di malam hari; segera periksakan diri ke seorang dokter. Pemberian antibiotik biasanya dapat mengatasi gejala.   Baca juga: 8 Penyakit Mematikan yang Berhasil Diatasi Dengan Vaksin!!!   Flu Perut Flu perut memang merupakan penyakit yang sering diderita oleh anak-anak, akan tetapi penyakit ini sebenarnya dapat mengenai siapa saja, pada usia berapa pun. Gejala biasanya hanya berlangsung selama 24-48 jam. Gejala yang sering ditemukan adalah mual, muntah, dan diare yang dapat membuat Anda mengalami dehidrasi berat. Seperti halnya flu biasa, flu perut juga tidak dapat diatasi dengan pemberian antibiotik. Segera periksakan diri ke seorang dokter bila Anda mengalami demam tinggi, ada darah di dalam tinja, dehidrasi hingga tidak ada air kemih yang diproduksi, atau perut nyeri dan membesar.   Infeksi Telinga Atau Nyeri Telinga Infeksi telinga merupakan infeksi yang sering terjadi karena perubaha ketinggian dan perubahan cuaca. Infeksi telinga juga seringkali merupakan akibat dari infeksi sinus atau flu, yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pemberian antibiotik. Akan tetapi, bila nyeri telinga berlangsung selama lebih dari 2 minggu atau disertai oleh keluarnya cairan abnormal dari dalam telinga atau gangguan pendengaran atau demam, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Bronkitis   Bronkitis memiliki gejala yang mirip seperti pilek tetapi lebih berat. Akan tetapi, berbeda dengan anggapan banyak orang, Anda tidak selalu membutuhkan antibiotik untuk mengatasi bronkitis karena bronkitis biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-3 minggu. Akan tetapi, bila gejala berlangsung selama 1 bulan atau lebih; maka antibiotik dan steroid biasanya diperlukan. Gejala bronkitis yang sering ditemukan adalah rasa tidak nyaman pada dada, batuk, merasa amat sangat lelah, dan demam ringan. Gejala berbahaya yang dapat ditemukan adalah mengi, sesak napas, perubahan warna lendir, dan kurang tidur akibat batuk atau mengi. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami gejala berbahaya ini.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 14 Dec 2018    16:00 WIB
Mengenal Apa Itu Bronkitis ? (Jenis, Penyebab dan Gejala)
Bronkitis merupakan suatu penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh peradangan dinding bronkus di dalam paru-paru. Iritasi pada dinding bronkus ini akan berkembang menjadi pembengkakan dan mengakibatkan penyempitan atau bahkan tertutupnya saluran pernapasan yang sangat kecil di dalam paru-paru. Hal ini menyebabkan timbulnya gejala batuk berdahak dan sesak napas. Penderita asma juga dapat mengalami bronkitis bersamaan dengan asma yang disebut dengan bronkitis asmatika. Terdapat dua macam bronkitis, yaitu bronkitis akut, di mana infeksi berlangsung selama 1-3 minggu dan bronkitis kronik, di mana infeksi berlangsung selama setidaknya 3 bulan dalam setahun selama 2 tahun berturut-turut.   Bronkitis Akut Bronkitis akut seringkali menimbulkan batuk berdahak yang kadang juga disertai oleh infeksi saluran pernapasan atas. Pada sebagian besar kasus, infeksi ini disebabkan oleh virus dan terkadang oleh bakteri. Bronkitis akut merupakan suatu gangguan yang sering terjadi. Keadaan ini dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan dini. Bila anda memiliki kesehatan yang baik, maka peradangan bronkus akan mereda dan bronkus kembali normal dalam waktu beberapa hari kemudian. Akan tetapi, bila anda merupakan seorang perokok, maka kesembuhan akan lebih lama tercapai. Rokok merusak suatu sel kecil yang berbentuk seperti rambut (silia) di dalam paru-paru yang berfungsi untuk membuang kotoran, iritan, dan produksi lendir yang berlebihan. Jika anda terus merokok, maka kerusakan silia ini dapat mengganggu fungsi silia yang dapat meningkatkan resiko terjadinya bronkitis kronik. Pada beberapa perokok berat, dinding bronkus tetap meradang dan silia pun berhenti berfungsi. Akibatnya terbentuk suatu endapan lendir yang membuat paru-paru lebih mudah terkena infeksi oleh virus maupun bakteri, yang bila terus berlangsung dalam waktu lama akan menyebabkan kerusakan permanen pada saluran pernapasan anda yang disebut dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Bila anda mengalami gejala yang berat atau menetap, demam tinggi, atau batuk darah maka segera hubungi dokter anda. Selain itu, segera cari pertolognan medis bila anda mengalami kesulitan bernapas atau nyeri dada.   Bronkitis Kronik Bronkitis kronik merupakan suatu gangguan berat yang berlangsung dalam jangka waktu lama dan memerlukan pengobatan teratur. Bronkitis kronik merupakan salah satu jenis PPOK. Jenis PPOK lainnya adalah emfisema. Kedua jenis PPOK ini menyebabkan kesulitan bernapas pada penderitanya. Bronkitis kronik meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung dan berbagai penyakit serta infeksi paru berat. Oleh karena itu, anda sebaiknya memeriksakan diri anda secara teratur pada dokter anda.   Penyebab Bronkitis Akut Secara umum, bronkitis akut disebabkan oleh infeksi paru. Sekitar 90% di antaranya merupakan akibat infeksi virus. Serangan berulang dari bronkitis akut dapat membuat bronkus melemah dan teriritasi dalam waktu lama yang dapat menyebabkan terjadinya bronkitis kronik. Bronkitis Kronik Bronkitis kronik paling sering ditemukan pada penambang batu bara, petani, tukang besi, dan orang lainnya yang pekerjaannya berhubungan dengan paparan debu dan asap. Polusi udara juga dapat menyebabkan terjadinya bronkitis kronik. Akan tetapi, penyebab utama dari bronkitis kronik adalah merokok yang mengiritasi bronkus dan mengakibatkan produksi lendir berlebihan. Gejala bronkitis kronik juga dapat diperburuk oleh tingginya kadar sulfur dioksida dan polutan lainnya di udara.   Gejala Bronkitis Akut Gejala bronkitis akut yang dapat ditemukan adalah: Batuk berdahak yang menetap selama 5 hari atau lebih Dahak berwarna jernih, kuning, putih, atau hijau Tanpa demam, akan tetapi demam yang tidak terlalu tinggi dapat kadang terjadi Rasa nyeri di dada Bila disertai demam (suhu mencapai 38°C) dan adanya gejala gangguan umum, seperti hilangnya nafsu makan, nyeri otot di seluruh tubuh, maka hal ini dapat disebabkan oleh pneumonia. Pada pneumonia diperlukan pemberian antibiotika. Bronkitis Kronik Gejala yang dapat ditemukan pada bronkitis kronik adalah: Batuk menetap yang disertai dengan dahak berwarna jernih, kuning, putih, atau hijau yang berlangsung selama setidaknya 3 bulan dalam satu tahun selama 2 tahun berturut-turut Mengi (suara napas berbunyi ngik-ngik) dan sesak napas (kadang) Merasa sangat lelah   Apakah Saya Mengalami Bronkitis ? Pada bronkitis akut, dokter dapat segera menentukan diagnosa setelah menanyakan keluhan anda dan pemeriksaan fisik paru-paru anda. Akan tetapi, pada bronkitis kronik dokter memerlukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosanya, seperti foto rontgen dada dan pemeriksaan fungsi paru.   Sumber: webmd
 25 Jul 2018    11:00 WIB
Apa Perbedaan Antara Kanker Paru dan Bronkitis
Dengan semakin banyaknya polusi udara dan perokok, maka kasus kanker paru pun semakin meningkat. Selain kanker paru, para perokok kronik juga beresiko untuk menderita bronkitis.   Kanker Paru Kanker paru merupakan suatu keadaan di mana terjadi pertumbuhan berlebihan dari jaringan paru yang tidak dapat dikendalikan dan tidak terkoordinasi. Kanker dapat terjadi pada bagian paru manapun.  Secara perlahan, sel-sel kanker ini akan mengambil berbagai nutrisi yang diperlukan oleh sel-sel sehat paru untuk menjalankan fungsinya dengan baik, yang menyebabkan timbulnya gejala kanker. Penyebab pasti dari kanker paru masih tidak diketahui, akan tetapi iritasi berulang pada sel-sel paru karena berbagai kebiasaan tidak sehat seperti merokok, menghisap narkotika, menghirup gas beracun saat bekerja, dan lain sebagainya merupakan berbagai faktor resiko terjadinya kanker paru.   Bronkitis Bronkitis merupakan suatu inflamasi (radang) saluran napas paru. Berbagai penyebab bronkitis adalah merokok, menghirup uap beracun, polusi udara, infeksi bakteri atau virus atau jamur, dan kekurangan enzim (sangat jarang).   Perbedaan Gejala Batuk merupakan gejala yang dapat terjadi baik pada kanker paru maupun pada bronkitis. Selain itu, beberapa gejala lain yang dapat ditemukan pada kanker paru adalah penurunan berat badan, tidak nafsu makan, badan terasa lemah. Beberapa gejala spesifik kanker paru adalah batuk yang terjadi dalam waktu lama (kronik atau lebih dari 2 minggu) yang terus memburuk baik dengan maupun tanpa dahak, adanya darah pada dahak, nyeri dada, sesak napas baik saat beristirahat maupun beraktivitas, dan adanya benjolan pada kerongkongan yang membuat penderita sulit menelan makanan. Gejala bronkitis dapat berupa batuk hebat yang seringkali disertai dengan dahak, demam, kesulitan bernapas saat berbicara atau tertawa, dan nyeri tenggorokan. Kadang penderita dapat merasa nyeri dada saat batuk.   Perbedaan Pengobatan Kanker paru diobati dengan pengangkatan sel-sel kanker melalui tindakan pembedahan, kemoterapi, dan radiasi. Sementara itu, bronkitis diatasi dengan pemberian obat anti inflamasi, antibiotika, ekspektroan, dan penekan batuk. Berhenti merokok merupakan salah satu hal yang dapat membantu proses penyembuhan.   Baca juga: Penyakit Paru Akibat Gangguan Jalan Napas   Sumber: differencebetween
 22 May 2018    16:00 WIB
Tips Mencegah Bau Mulut
Bau mulut atau secara ilmu medis disebut halitosis, dapat berasal dari kesehatan mulut yang buruk dan merupakan tanda-tanda penyakit kesehatan yang lain. Bau mulut dapat diperburuk oleh makanan tertentu yang anda makan dan polahidup yang tidak sehat lain.   Makanan apa yang menyebabkan bau mulut ? Pada dasarnya, semua makanan yang dimakan mulai dipecah di mulut. Makanan akan dicerna dan diserap ke dalam aliran darah, dan akhirnya dibawa ke paru-paru dan dilepaskan dalam napas Anda. Jika makanan yang anda makan memiliki aroma yang kuat (seperti  bawang putih dan bawang Bombay), dengan menggosok, menggunakan dental floss, bahkan menggunakan mouthwash, mungkin dapat menutupi bau mulut sementara. Bau mulut tidak akan hilang seluruhnya sampai seluruh makanan keluar dari tubuh anda.   Apa kebiasaan buruk yang menyebabkan bau mulut ? Walaupun  anda menggosok gigi dan menggunakan dental floss setiap hari, partikel-partikel makanan akan tetap tinggal di mulut anda yang dapat membuat tumbuhnya bakteri diatara sela-sela gigi, sekitar gusi dan di lidah. Hal ini menyebabkan timbulnya bau mulut. Pencuci mulut antibakteri dapat membantu mengurangi bakteri. Merokok atau produk tembakau yang dikunyah juga dapat menyebabkan bau mulut, noda di gigi dan mengurangi kemampuan untuk merasakan makanan, juga dapat mengiritasi gusi.   Masalah kesehatan apa yang menyebabkan bau mulut ? Bau mulut yang terus menerus atau rasa di mulut yang tidak enak dapat merupakan peringatan dari penyakit gusi. Penyakit gusi dapat disebabkan oleh menumbunnya karang gigi. Bakteri mengeluarkan toksinyang dapat mengiritasi gusi. Jika infeksi gusi ini tidak diobati dengan baik maka dapat menyebabkan kerusakan di gusi dan tulang rahang. Penyakit mulut lain yang menyebabkan bau mulut adalah penggunaan alat pembersih gigi yang tidak baik, infeksi jamur di mulut dan karies gigi. Kondisi medis yang disebut "mulut kering" (juga disebut xerostomia) juga dapat menyebabkan bau mulut. Air liur diperlukan untuk untuk melembabkan dan membersihkan mulut dengan menetralkan asam yang dihasilkan oleh karang gigi dan membasuh keluar sel-sel mati yang menumpuk di lidah, gusi dan pipi.. Jika tidak disingkirkan, sel-sel mati yang menumpuk ini dapat menyebabkan bau mulut. Mulut kering dapat disebabkan karena efek samping seperti obat-obatan, masalah kelenjar lidah atau kebiasaan bernafas melalui mulut. Banyak penyakit lain yang dapat menyebabkan bau  mulut. Berikut adalah masalah kesehatan yang harus diawasi : masalah saluran pernafasan seperti pneumonia atau bronchitis, infeksi sinus kronik, postnasal drip, diabetes, refluks acid kronik, masalah hati dan masalah ginjal.     Sumber : webmd  
 07 Jan 2018    13:00 WIB
Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan
Letusan Gunung Merapi memberikan dampak luas bagi masyarakat sekitarnya. Hujan abu yang cukup pekat dikawatirkan memicu gangguan kesehatan, tak terkecuali pada kulit. Abu adalah partikel halus batuan vulkanik yang kelaur dari erupsi gunung. Diameternya kurang dari 2 mikrometer. Abu vulkanik yang baru saja jatuh memiliki kandungan lapisan asam yang dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru dan mata.   Dampak abu vulkanik terhadap kesehatan dapat dibagi menjadi beberapa kategori, antara lain dampak terhadap pernapasan, penyakit mata, iritasi kulit dan dampak tidak langsung akibat abu vulkanik. Partikel abu sangat halus sehingga dapat masuk ke paru-paru ketika kita bernapas. Apabila paparan terhadap abu cukup tinggi, maka orang yang sehat juga susah bernapas. Berikut tanda gangguan pernafasan: Iritasi hidung dan pilek Iritasi dan sakit tenggorokan, kadang disertai dengan batuk kering Untuk penderita penyakit pernapasan, abu vulkanik dapat menyebabkan penyakit menjadi serius seperti tanda-tanda bronkitis akut selama beberapa hari (seperti: batuk kering, produksi dahak berlebih, mengi dan sesak napas) Iritasi saluran pernapasan bagi penderita asma atau bronkitis; keluhan umum dari penderita asma antara lain sesak nafas dan batuk Ketidaknyamanan saat bernapas   Dalam beberapa kasus, paparan jangka panjang terhadap abu vulkanik halus dapat menyebabkan penyakit paru-paru serius. Dalam hal ini, abu vulkanik harus berukuran sangat halus serta mengandung silika kristal (untuk penyakit silikosis) dan orang-orang tersebut terkena abu dalam konsentrasi tinggi selama bertahun-tahun. Para penderita asma atau masalah paru-paru lainnya seperti bronkitis dan emfisema, dan gangguan jantung parah adalah mereka yang paling berisiko. Penderita penyakit paru-paru kronis merupakan mereka yang paling rentan terhadap abu vulkanik. Kenapa? Partikel abu yang sangat halus dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan kontraksi sehingga mempersulit pernapasan, khususnya bagi mereka yang sudah memiliki permasalahan paru-paru. Abu halus juga menyebabkan lapisan saluran pernapasan menghasilkan lebih banyak sekresi yang dapat membuat orang batuk dan bernapas lebih berat. Penderita asma, khususnya anak-anak, dapat menderita serangan batuk dan sesak dada. Beberapa orang yang tidak pernah menderita asma dapat mengalami gejala seperti asma setelah hujan abu, khususnya jika mereka yang terlalu lama melakukan kegiatan di luar ruangan.   Iritasi mata merupakan dampak kesehatan umum yang sering dijumpai. Hal ini terjadi karena butiran-butiran abu yang tajam dapat merusak kornea mata dan membuat mata menjadi merah. Pengguna lensa kontak diharapkan menyadari hal ini dan melepas lensa kontak mereka untuk mencegah terjadinya abrasi kornea. Tanda-tandanya antara lain: Merasakan seolah-olah ada partikel yang masuk ke mata Mata sakit, perih, gatal atau kemerahan Mengeluarkan air mata dan lengket Kornea lecet atau tergores Mata merah akut atau kantong mata bengkak karena, mata terbakar dan menjadi sensitif terhadap cahaya.   Kulit tubuh juga bisa terkena dampak abu. Meskipun jarang ditemukan, abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi kulit untuk sebagian orang, terutama ketika abu vulkanik tersebut bersifat asam. Hal ini ditandai dengan iritasi dan kulit yang memerah. Selain itu, infeksi bisa muncul karena garukan ke kulit. Hujan abu juga dapat mengakibatkan terkontaminasinya air bersih, penyumbatan saluran air, serta kerusakan peralatan penyedia air bersih. Pasokan air terbuka seperti tangki air di rumah-rumah sangat rentan terhadap hujan abu. Sedikit saja abu yang masuk ke dalam tandon air dapat mengakibatkan permasalahan kelayakan air minum. Meskipun risiko racun rendah, tingkat keasaman air dapat berkurang atau. Selama dan setelah hujan abu, ada kemungkinan kekurangan air yang diakibatkan oleh kebutuhan air ekstra untuk bersih-bersih.   Hal ini bisa berlanjut dengan tak beroperasinya sistem sanitasi dapat menyebabkan peningkatan penyakit di wilayah yang terkena hujan abu.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: merdeka
 12 Nov 2017    11:00 WIB
Penyakit Paru Akibat Gangguan Jalan Pernapasan
Penyakit paru adalah salah satu penyakit yang paling sering dialami oleh seluruh penduduk dunia. Merokok, infeksi, dan faktor genetika merupakan beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit paru. Paru-paru adalah bagian dari suatu sistem yang kompleks, yang mengembang dan mengempis beribu-ribu kali dalam sehari untuk memasukkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Perjalanan Udara Menuju Paru-paruUdara yang masuk melalui hidung kemudian akan masuk ke dalam trakea (tenggorokan), yang kemudian akan bercabang-cabang menjadi saluran-saluran panjang seperti tabung yang disebut bronki, yang akan bercabang-cabang kembali menjadi saluran-saluran yang lebih kecil di dalam seluruh paru-paru anda (alveolus). Gangguan pada saluran napas (hidung, trakea, bronki, alveolus), tempat-tempat yang dilalui oleh udara untuk masuk ke dalam paru-paru dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit paru.Asma Penyakit ini disebabkan oleh peradangan menetap pada jalan napas atau akibat spasme (kekakuan dan penyempitan) saluran napas, yang menyebabkan timbulnya mengi (suara napas berbunyi "ngik-ngik") dan sesak napas. Hal-hal lain yang dapat menyebabkan asma adalah alergi, infeksi, dan polusi.PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)Merupakan suatu keadaan di mana paru-paru tidak dapat mengembang dengan normal, yang menyebabkan seseorang kesulitan bernapas. Keadaan ini dapat disebabkan oleh kerusakan jaringan paru akibat suatu infeksi kronik pada paru-paru, yang sering terjadi pada penderita TBC.Bronkitis KronikMerupakan salah satu jenis PPOK yang ditandai dengan batuk berdahak dalam waktu lama (lebih dari 2 minggu).EmfisemaJuga merupakan salah satu jenis PPOK, di mana jaringan paru telah mengalami kerusakan dan menyebabkan udara terperangkap di dalam paru-paru. Salah satu gejala khas keadaan ini adalah penderita tampak kesulitan menghembuskan napas.Bronkitis AkutInfeksi jalan napas yang terjadi tiba-tiba, yang biasanya disebabkan oleh virus. Salah satu gejalanya adalah batuk berdahak. Bila batuk berlangsung lebih dari 2 minggu, maka disebut dengan bronkitis kronik.Fibrosis KistikMerupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh kelainan genetik, yang menyebabkan lendir sulit dikeluarkan dari dalam bronkus. Lendir yang menumpuk ini dapat menyebabkan terjadinya infeksi paru berulang.   Sumber: webmd
 14 Mar 2015    11:00 WIB
Mengenal Bronkitis Asmatika
Bernapas merupakan suatu proses yang dimulai dari menghirup udara melalui hidung dan mulut yang kemudian akan mengalir melalui saluran napas yaitu bronkus yang kemudian akan membuka dan membuat udara dapat masuk ke dalam paru-paru anda, di mana terjadi pertukaran antara oksigen dan karbondioksida di dalam darah sebelum kembali diedarkan ke seluruh tubuh melalui jantung. Bila terjadi peradangan pada saluran napas ini, maka akan membuat udara sulit mencapai ke dalam paru-paru anda. Hal ini mengakibatkan berkurangnya volume udara yang masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan timbulnya sesak napas. Selain itu, anda juga akan mengalami batuk dan mengi (suara napas berbunyi ngik-ngik) yang diakibatkan oleh usaha tubuh untuk memperoleh lebih banyak oksigen melalui saluran udara yang menyempit. Bronkitis dan asma diakibatkan oleh peradangan pada saluran napas. Bronkitis merupakan peradangan pada saluran napas yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Bronkitis kronik dapat dipicu oleh paparan jangka panjang oleh iritan lingkungan seperti asap rokok, debu, atau berbagai bahan kimia. Asma merupakan peradangan pada saluran napas yang menyebabkan penyempitan saluran napas akibat kontraksi otot di sekitar saluran napas dan pembengkakan saluran napas yang menyebabkan penyempitan saluran napas. Jika bronkitis dan asma terjadi secara bersamaan, maka disebut dengan bronkitis asmatika.   Penyebab Terdapat banyak pemicu yang dapat menyebabkan pelepasan zat-zat inflamasi. Beberapa hal yang dapat memicu terjadinya bronkitis asmatika adalah: Asap rokok Polusi udara Alergen seperti serbuk sari, lumut, debu, bulu binatang, atau makanan termasuk pengawet makanan seperti MSG Bahan-bahan kimia Obat-obatan tertentu seperti aspirin dan beta blocker Olahraga Perubahan cuaca, seperti cuaca dingin Infeksi virus atau bakteri Emosi seperti tertawa atau menangis   Gejala Gejala bronkitis asmatika merupakan kombinasi gejala bronkitis dan asma berupa: Sesak napas Mengi Batuk Dada terasa berat Produksi lendir berlebihan Bronkitis disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dan dapat menular, akan tetapi bronkitis asmatika biasanya tidak menular.   Apakah Saya Menderita Bronkitis Asmatika ? Bila anda mengalami beberapa gejala di atas, segera hubungi dokter anda untuk memperoleh pemeriksaan lebih lanjut. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan riwayat penyakit anda dan keluarga anda, serta melakukan beberapa pemeriksaan di bawah ini, yaitu: Spirometri, yang merupakan suatu pemeriksaan fungsi paru di mana anda akan diminta untuk menghirup dan menghembuskan napas melalui suatu saluran yang tersambung pada spirometer Pemeriksaan untuk memeriksa volume udara maksimal yang dapat anda hembuskan dalam satu kali tarikan napas Pemeriksaan foto rontgern dada untuk mengetahui adanya gangguan pada paru-paru yang menyebabkan batuk dan gangguan pernapasan lainnya   Pengobatan Pengobatan bronkitis asmatika sebagian besar sama dengan pengobatan untuk asma dan bronkitis yang berupa: Bronkodilator kerja cepat seperti albuterol yang berfungsi untuk membuka saluran napas dan meredakan gejala dalam waktu singkat Kombinasi kortikosteroid inhalasi dan bronkodilator kerja panjang Leukotrien Kromolin atau teofilin Antibiotika bila disebabkan oleh infeksi bakteri Selain itu, pengobatan juga dapat dilakukan dengan menghindari pemicu serangan asma, seperti: Cucilah seprai dan selimut anda dengan air hangat Bersihkan lantai, karpet, dan langit-langit rumah anda dari debu secara teratur Jangan biarkan binatang peliharaan anda masuk ke dalam kamar anda Jangan merokok dan jauhilah orang yang merokok   Sumber: webmd    
 28 Mar 2014    10:00 WIB
Apa itu Bronkitis?
DefinisiBronkitis adalah suatu peradangan pada bronkus (saluran udara ke paru-paru). Penyakit bronkitis biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis dapat menjadi berat. Apa penyebab dari bronkitis?Penyebab bronkitis infeksiosa adalah virus, bakteri dan (terutama) organisme yang menyerupai bakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia). Serangan bronkitis berulang dapat terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran pernapasan menahun. Infeksi berulang juga dapat merupakan akibat dari:•  Sinusitis kronis•  Bronkiektasis•  Alergi•  Pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak Apa saja gejala-gejala yang ditimbulkan oleh bronkitis?Gejala bronkitis dapat berupa:•  Batuk berdahak (dahaknya dapat berwarna kemerahan)•  Sesak napas ketika melakukan olahraga atau aktivitas ringan•  Sering menderita infeksi pernapasan (misalnya flu)•  Bengek•  Lelah•  Pembengkakan pergelangan kaki dan kaki, kiri dan kanan•  Wajah, telapak tangan, atau selaput lendir berwarna kemerahan•  Pipi tampak kemerahan•  Nyeri kepala•  Gangguan penglihatan Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya bronkitis. Pada awalnya batuk tidak berdahak, tetapi 1-2 hari kemudian akan terdapat dahak berwarna putih atau kuning. Selanjutnya dahak akan bertambah banyak, berwarna kuning atau hijau. Apakah pengobatan yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan bronkitis?Pengobatan bronkitis bertujuan untuk mengurangi demam dan rasa tidak enak badan. Pada penderita dewasa, dapat diberikan aspirin atau asetaminofen. Pada anak-anak, sebaiknya hanya diberikan asetaminofen. Dianjurkan untuk beristirahat dan minum banyak cairan.•  Anti Mikroba•  Antitusiv dan Ekspektoran•  Bronkodilator•  Kortikosteroid Sistemik•  Kortikosteroid Inhalasi•  Anti Virus•  Analgesik antipiretik Ingin mengetahui lebih lanjut tentang bronkitis? Lihat disiniSumber: Cek Gejala Penyakit