Your browser does not support JavaScript!
 11 Jan 2019    18:00 WIB
Minum Bir Justru Baik Bagi Kesehatan, Masa Sih???
Tahukah Anda bahwa bir ternyata juga bermanfaat bagi kesehatan? Sebuah penelitian baru dari New Orleans menemukan bahwa mengkonsumsi alkohol dalam jumlah sedang, terutama bir, dapat menghambat penurunan kadar kolesterol "baik" (HDL) di dalam darah, yang berarti juga dapat menurunkan resiko terjadinya berbagai gangguan jantung, pembuluh darah, dan stroke. Penelitian yang berlangsung selama 6 tahun ini menemukan bahwa kadar kolesterol HDL menurun lebih lambat pada orang yang mengkonsumsi alkohol dalam jumlah sedang, dibandingkan dengan mereka yang sama sekali tidak mengkonsumsi alkohol atau merupakan peminum alkohol berat. Di antara berbagai minuman beralkohol, para ahli menemukan bahwa bir dapat memperlambat penurunan kadar kolesterol HDL dengan lebih baik dibandingkan dengan minuman keras lainnya (wine tidak termasuk karena para ahli tidak menemukan peserta penelitian yang merupakan penggemar wine). Lalu, apakah yang dimaksud dengan minum alkohol dengan jumlah sedang? Bagi wanita, alkohol dalam jumlah sedang adalah setengah hingga satu gelas alkohol setiap harinya. Bagi pria, alkohol dalam jumlah sedang adalah 1-2 gelas alkohol setiap harinya. Dengan mengkonsumsi alkohol dalam jumlah sedang, para ahli menemukan bahwa penurunan kadar kolesterol HDL dapat dihambat hingga 0.17 mmol/tahun. Sedangkan pada orang yang mengkonsumsi terlalu banyak alkohol (lebih dari 1-2 gelas alkohol setiap harinya), penurunan kadar kolesterol HDL yang dapat dihambat hanya sekitar 0.0008 mmol/tahun. Walaupun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah efek ini memang benar terjadi pada setiap orang, akan tetapi sudah banyak penelitian lain yang mendukung bahwa bir memang cukup bermanfaat bagi kesehatan. Sebuah penelitian di Spanyol misalnya menemukan bahwa bir merupakan minuman pengganti yang cukup baik bila Anda tidak dapat mengkonsumsi air putih setelah berolahraga. Sedangkan penelitian lainnya menemukan bahwa bir juga dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi dan kreativitas seseorang. Akan tetapi, bagi Anda yang memang tidak pernah mengkonsumsi minuman beralkohol, bukan berarti Anda harus mulai mengkonsumsi alkohol.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: mensjournal
 15 May 2018    13:00 WIB
Merendam Daging Dalam Bir Ternyata Baik Untuk Kesehatan
Biasanya Anda mengkonsumsi daging dan bir secara terpisah. Tetapi Anda dapat mulai mengkombinasi kedua jenis makanan dan minuman ini secara bersamaan, paling tidak saat ingin memanggang. Studi terbaru yang muncul di the Journal of Agricultural and Food Chemistry mengatakan dengan merendam daging dalam bir akan membuatnya lebih sehat.   Hal tersebut berkaitan dengan zat karsinogenik yang dikenal dengan nama Hidrokarbon Aromatik Polisiklik (HAP) yang ditemukan meningkat konsentrasinya pada makanan yang dimasak dengan temperatur super tinggi, seperti memanggang daging dengan alat panggang. Studi terdahulu menghubungkan Hidrokarbon Aromatik Polisiklik (HAP) dengan meningkatnya angka kejadian kanker kolorektal dan studi yang sama juga menunjukkan bahwa rendaman bir atau anggur dapat menurunkan kadar Hidrokarbon Aromatik.   Polisiklik (HAP) yang berikatan dengan daging. Dengan latar belakang inilah para peneliti menguji ide perendaman daging dalam bir dapat mengurangi pembentukan Hidrokarbon Aromatik Polisiklik (HAP).Selama empat jam para peneliti merendam daging dengan menggunakan tiga jenis bir, yaitu pilsner, bir hitam dan bir nonalkohol. Hasilnya, membandingkan daging yang direndam dalam tiga jenis bir ini dengan daging yang tidak direndam bir adalah: daging yang direndam dalam bir hitam ternyata ikatan Hidrokarbon Aromatik Polisiklik (HAP) berkurang sebesar 68%, daging yang direndam dalam pilsner berkurang 36,5% sedangkan dalam bir nonalkohol hanya 25%.   Para peneliti memang belum memastikan bagaimana mekanisme kerja bir hitam sampai dapat menurunkan ikatan Hidrokarbon Aromatik Polisiklik (HAP) sehingga daging menjadi lebih sehat untuk dikonsumsi. Dugaan sementara karena kandungan antioksidan didalam bir hitam paling tinggi dibandingkan bir jenis lain. Saat ini penelitian masih terus berlangsung, tetapi Anda sudah dapat mulai merendam daging yang akan Anda panggang dalam bir dan buktikan apakah daging tersebut lebih sehat.   Sumber: womenhealthmag
 21 Mar 2015    11:00 WIB
Bir Rasa Permen Kacang Jeli
Menyesap bir kini tak lagi harus mencecap pahit di lidah. Sudah ada berbagai rasa yang dikolaborasikan dengan sensasi hangat minuman itu. Setelah Jepang menawarkan bir rasa bawang putih, kini Amerika Serikat meracik bir rasa permen jelly bean alias kacang jeli. Rasa manis yang unik langsung menggelitik lidah begitu bir disesap. Kenikmatannya bahkan masih tersisa saat bir sudah mengaliri kerongkongan dan perut. Tak heran ia begitu disukai. Adalah The Jelly Belly, sebuah perusahaan berbasis di California, Amerika, yang mencipta kreasi unik itu. Mengutip laman Independent, perusahaan itu pertama merilis Draft Beer, bir rasa kacang jeli di sebuah festival musim dingin di San Fransisco. Jelly Belly pernah menciptakan bir yang tidak mengandung alkohol sejak 1977 silam. Beberapa bir yang pernah dibuat Jelly Belly adalah Blackberry Brandy dan Strawberry Daiquiri yang terinspirasi dari nama koktail yang popular di dunia. Sejak itu, The Jelly Belly langsung kebanjiran permintaan akan rasa bir baru itu. Apalagi, kemasan bir sengaja dibuat dengan efek menarik. Bir tetap dikemas dalam bentuk permen warna cokelat keemasan dan sentuhan berkilau seperti kacang jeli. Yang perlu digarisbawahi, bir itu sama sekali tidak mengandung alkohol. Bir tidak beralkohol ini akan dijual akhir Januari 2014. Kacang jeli sendiri merupakan sejenis permen dalam aneka rasa buah. Untuk pembuatan bir ini, bahan dasar yang digunakan kacang hijau. Rasa renyah itu yang diolah menjadi minuman. Penikmatnya akan menemukan profil rasa gandum, serta beraroma manis seperti roti. Selain meluncurkan bir rasa kacang jeli, The Jelly Belly juga merilis varian koktail klasik lain seperti Pina Colada yang diracik dari rum, nanas, dan susu kelapa, serta Mai Tai yang dipadu dari rum, jeruk Curacao, nanas, dan kacang almond.