Your browser does not support JavaScript!
 12 Sep 2019    16:00 WIB
Penyebab Biang Keringat Pada Bayi dan Cara Mengatasinya
Biang keringat (disebut juga keringat buntet) adalah ruam bintik merah atau pink yang muncul di atas kepala bayi, leher, bahu dan bagian tubuh yang tertutup pakaian, disertai gatal, kulit kemerahan dan gelembung air kecil-kecil. Bintik terlihat seperti jerawat kecil.  Karena penyebab terjadinya biang keringat adalah tersumbatnya kelenjar keringat. Dimana fungsi kelenjar keringat pada bayi belum sempurna seperti pada orang dewasa, makanya kita lebih sering menemukan biang keringat ini pada kulit bayi. Kulit memerah dan rasa gatal yang tak tertahan, membuat bayi rewel. Segera atasi biang keringat pada bayi dan cegah sebisa mungkin. Penyebab Biang Keringat: Ventilasi ruangan kurang baik sehingga udara di dalam ruangan panas atau lembab Pakaian bayi terlalu tebal dan ketat, pakaian yang tebal dan ketat menyebabkan suhu tubuh bayi meningkat. Bayi mengalami panas atau demam. Bayi terlalu banyak beraktivitas sehingga banyak mengeluarkan keringat Pencegahan: Bayi atau anak tetap dianjurkan mandi secara teratur paling sedikit 2 kali sehari menggunakan air dingin dan sabun. Bila berkeringat, sesering mungkin dibasuh dengan menggunakan handuk (lap) basah, kemudian dikeringkan dengan handuk atau kain yang lembut. Setelah itu dapat diberikan bedak tabur. Jangan sekali-kali memberikan bedak tanpa membasuh keringat terlebih dahulu, karena akan memperparah penyumbatan sehingga mempermudah terjadinya infeksi baik oleh jamur maupun bakteri. Hindari penggunaan pakaian tebal, bahan nilon, atau wol yang tidak menyerap keringat Tidak mengoleskan baby oil, baby lotion atau baby cream pada sekujur tubuhnya sepanjang waktu. Gunakanlah produk tersebut sesuai kebutuhan, misalnya jka kulit bayi tampak kering.  Kulit yang kering lebih akan menghambat keluarnya keringat dan memudahkan terjadinya infeksi bakteri Pengobatan: Sebenarnya pengobatan khusus tidak diperlukan, cukup pencegahan dan perawatan kulit yang benar. Bila biang keringat berupa gelembung kecil tidak disertai berupa gelembung kecil tidak disertai kemerahan, kering dan tanpa keluhan dapat diberi bedak setelah mandi. Bila kelainan kulit membasah tidak boleh ditaburkan bedak, karena akan terbentuk gumpalan yang memperparah sumbatan kelenjar sehingga menjadi tempat pertumbuhan kuman. Bila keluhan sangat gatal, luka dan lecet dapat diatasi dengan pemberian antibiotik. Sumber: webmd
 10 Sep 2015    16:00 WIB
Berbagai Fakta Mengejutkan Seputar Deodoran dan Pengaruhnya Terhadap Kesehatan
Deodoran, suatu cairan wangi yang wajib dipakai setiap hari untuk mencegah timbulnya bau badan. Akan tetapi, apakah Anda yakin bahwa Anda benar-benar membutuhkan deodoran untuk mengatasi bau tidak sedap dari badan Anda? Di bawah ini, Anda dapat melihat beberapa fakta mengenai deodoran dan hubungannya dengan kesehatan Anda.   TIDAK MEMBUNUH BAKTERI Deodoran ternyata tidak dapat membunuh bakteri, jadi sebenarnya tidak dapat membantu mengatasi penyebab bau badan Anda. Hal ini dikarenakan bau badan timbul akibat adanya percampuran antara keringat dan bakteri.   SEBABKAN KANKER Karena deodoran mengandung aluminium, maka deodoran sebenarnya dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker. Hal ini dikarenakan aluminium dapat mempengaruhi hormon estrogen, yang pada kondisi tertentu dapat meningkatkan pertumbuhan sel kanker.             KEBAL Tahukah Anda bahwa tubuh Anda tidak hanya dapat membentuk kekebalan terhadap suatu jenis bakteri atau virus tetapi juga terhadap deodoran? Hal ini akan membuat deodoran tampak tidak berefek, alias tidak berhasil menutupi bau badan Anda. Efek kebal ini biasanya akan timbul dalam waktu 6 bulan setelah Anda menggunakan deodoran dengan merk yang sama selama kurun waktu tersebut.   TIDAK MENCEGAH TERBENTUKNYA KERINGAT Walaupun deodoran dapat menyamarkan bau badan Anda karena aromanya yang kuat seperti parfum, akan tetapi deodoran sebenarnya tidak dapat mencegah timbulnya keringat pada daerah ketiak. Deodoran hanya mampu mencegah timbulnya keringat berlebih (jadi tetap berkeringat, tetapi tidak berlebihan) dengan cara menahan jumlah keringat yang keluar dari dalam tubuh.   TIDAK SEMUA ORANG PERLU DEODORAN Berbagai iklan mengenai deodoran mungkin telah membuat banyak orang percaya bahwa semua orang harus menggunakan deodoran untuk mencegah timbulnya bau badan.   Akan tetapi, tahukah Anda bahwa sebenarnya ada banyak orang yang tidak memiliki bau badan separah yang mereka kira? Beberapa orang yang cukup beruntung bahkan tidak memiliki bau badan sama sekali.   Anda dapat mengetahui seperti apa bau badan Anda dengan melihat bagaimana bentuk kotoran telinga Anda! Jika kotoran telinga Anda tampak seperti kulit yang mengelupas (kotoran telinga kering), maka Anda sebenarnya tidak memerlukan deodoran. Akan tetapi, bila kotoran telinga Anda tampak kecoklatan dan lengket, maka Anda mungkin memang membutuhkan deodoran untuk mencegah timbulnya bau badan yang tidak diinginkan.   Mengapa orang dengan kotoran telinga kering tidak memerlukan deodoran? Hal ini dikarenakan orang yang memiliki kotoran telinga kering biasanya tidak memiliki satu jenis zat kimia yang merupakan sumber makanan bakteri penyebab bau pada ketiaknya.   Baca Juga: Apakah Deodoran Dapat Menyebabkan Gangguan Ginjal?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: huffingtonpost