Your browser does not support JavaScript!
 02 Jun 2020    08:00 WIB
8 Hal Unik Yang Tidak Ketahui Tentang Bersin
Musim demam dan flu mungkin sudah berlalu, tetapi bersih yang kebanyakan disebabkan oleh alergi mungkin tidak akan pernah berlalu. Kita semua pernah bersin dan beberapa orang mungkin bersin lebih keras dibanding yang lainnya. Bersin adalah suatu refleks yang tidak bisa kita cegah. Tetapi selain dari penyebab bersin, apalagi yang kita ketahui tentang bersin?  Berikut adalah fakta-fakta menarik tentang bersin: 1.  Kecepatan bersin Anda lebih dari 100 mile/jamSebenarnya mitos ini terlalu berlebihan. Kecepatan bersin normal tenyata 30-35 mile/jam 2.  Saat bersin, kita bisa menyemprotkan kuman dengan jarak yang sangat jauhBeberapa jauh radius kuman berada saat seseorang bersin? Ada yang memperkirakan sejauh 5 kaki, tetapi ada pula yang mengatakan sejauh 30 kaki. 3.  Sinar matahari sering membuat orang bersinBukan hanya bulu, merica dan sumber alergi lainnya ternyata yang dapat menyebabkan bersin. Penyebab bersin lainnya yang sudah terbukti secara ilmiah adalah sinar., atau biasa disebut photic sneeze reflex. 4.  Bersin 2-3 kali adalah normalPartikel-partikel jahat yang menyebabkan bersin sering terperangkap di saluran nafas terutama di hidung dan saat bersin partikel tersebut tidak keluar seluruhnya. Terkadang diperlukan lebih dari satu kali bersin untuk mengusir iritan tersebut pergi. Inilah yang menyebabkan bersin berulang. 5.  Mata tertutup secara otomatisBersin saat menyetir memang sangat mengkhawatirkan, karena saat bersin mata pasti tertutup. Tidak ada hal lain yang bisa kita pakai untuk mencegah mata menutup saat bersin. Mata tertutup saat bersin sudah merupakan sistem refleks yang tidak disadari yang terjadi di otak. 6.  Jantung Anda tidak berhenti saat Anda bersinWalaupun ada mitos mengatakan jantung akan berhenti sesaat Anda bersin, tetapi mitos ini salah. Yang benar adalah sebelum bersin, jantung kita berdetak lebih pelan dari normal karena adanya stimulasi dari nervus vagus yang terjadi saat bersin. 7.  Lebih baik bersin daripada menahannyaTerkadang saat akan bersin, ada rasa menggelitik yang menandakan Anda akan bersin. Dan ada tipe rasa menyesakkan saat bersin sudah setengah keluar. Saat Anda berada di rumah ibadah atau didalam bioskop, terkadang Anda mencoba untuk menghentikan bersin yang akan terjadi. Sebaiknya Anda jangan melakukannya karena dapat menyebabkan cedera, misalnya pembuluh darah pecah, gendang telinga pecah atau permasalahan di diafragma, walaupun hal ini jarang terjadi. 8.  Kita dapat menenangkan keinginan untuk bersinJika sebelum Anda bersin, muncul rasa hidung yang tergelitik, ada beberapa trik untuk menenangkanya. Cobalah untuk menggosok hidung, menekan bibir atas Anda di bawah hidung atau memaksa untuk menarik nafas dalam-dalam. Sumber: huffingtonpost
 03 Nov 2018    11:00 WIB
7 Fakta Unik Mengenai Bersin yang Tidak Di Sadari
Setiap orang pasti pernah mengalami kejadian "memuaskan" yang satu ini, bersin. Bersin sebenarnya merupakan suatu reaksi refleks dari hidung saat ia ingin mengeluarkan berbagai jenis iritan yang tidak diinginkan seperit debu, bulu, atau serbuk sari. Bersin juga merupakan suatu cara tubuh Anda untuk mengeluarkan berbagai hal yang tidak boleh terhisap masuk ke dalam paru-paru Anda. Selain memiliki manfaat yang menakjubkan, bersin ternyata juga memiliki beberapa fakta unik yang mungkin tidak pernah Anda sadari sebelumnya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa fakta unik tersebut.   1.      Matahari Dapat Menjadi Pemicunya  Tahukah Anda bahwa terjadinya bersin ternyata dapat dipicu oleh sinar matahari? ACHOO (autosomal dominant compulsive helio-opthalmic) merupakan kelainan langka yang membuat penderitanya bersin setiap kali ia menatap matahari. Selain sinar matahari, penderita ACHOO juga akan bersin setiap kali ia melihat cahaya terang. Karena tidak dianggap berbahaya, tidak banyak penelitian yang dilakukan terhadap ACHOO ini sehingga hingga saat ini para ahli tidak mengetahui apa sebenarnya penyebab pasti dari ACHOO ini. Beberapa ahli menduga ACHOO terjadi akibat adanya suatu kelainan pada sistem saraf parasimpatik.   2.      Seks Juga Merupakan Pemicu Tahukah Anda bahwa bersin juga seringkali terjadi setelah seseorang berhubungan intim? Para ahli masih tidak mengetahui apa penyebabnya, akan tetapi mereka menduga hal ini berhubungan dengan sistem saraf parasimpatik, yang berfungsi untuk mengatur denyut jantung, pencernaan, dan jaringan serta cairan yang berhubungan dengan terjadinya orgasme.   3.      Bersin Membuat Cairan Terpental Sangat Cepat Lho! Pada tahun 1950, seorang ahli biologi dari Harvard, William Firth Wells, pernah memperkirakan bahwa cairan yang keluar dari dalam hidung saat seseorang bersin dapat bergerak hingga 100 meter per detik atau sekitar 224 mph. Akan tetapi, berbagai penelitian baru yang melakukan penelitian mengenai hal yang sama menemukan hasil yang jauh berbeda, di mana kecepatan bersin hanya sekitar 10-35 mph, tergantung pada ukuran tubuh seseorang. Semakin besar tubuhnya, maka semakin cepat pula kecepatan bersinnya. Menarik bukan???   Baca juga: Flu Babi dan Kehamilan   4.      Bersin Tidak Dapat Terjadi Saat Tidur Pernah bertanya-tanya mengapa Anda tidak pernah terbangun karena bersin? Para ahli pun memiliki pertanyaan yang sama. Saat Anda berbaring, membran mukosa di dalam hidung Anda sebenarnya akan membengkak, yang seharusnya membuat Anda menjadi lebih sensitif terhadap debu yang masuk ke dalam hidung Anda. Akan tetapi, ternyata saat Anda berada pada fase REM, tidur nyenyak di mana Anda bermimpi, semua otot tubuh kecuali otot mata akan mengalami kelumpuhan, termasuk otot yang diperlukan untuk bersin. Selain itu, bahkan saat Anda tidak berada dalam fase REM, semua sel saraf yang berfungsi untuk memicu terjadinya bersin juga ditekan sehingga bersin pun tidak dapat terjadi.   5.      Anda Mungkin Tidak Dapat Membuat Mata Anda Tetap Terbuka Saat Bersin Hati-hati matamu akan copot bila bersin terlalu kuat! Ungkapan ini mungkin pernah Anda dengar sewaktu duduk di bangku sekolah dasar. Akan tetapi, pada kenyataannya hal ini tidak mungkin terjadi, tidak peduli seberapa kuat kekuatan bersin Anda. Yang terjadi justru mata Anda akan menutup saat Anda bersin. Hal ini merupakan refleks karena saraf di dalam hidung Anda ternyata berhubungan dengan saraf yang terdapat pada mata Anda, yang membuat Anda pasti akan berkedip saat Anda bersin.   6.      Bersin Bisa Perlambat Denyut Jantung Lho Bersin ternyata dapat memperlambat denyut jantung Anda lho. Hal ini dikarenakan Anda menarik napas dalam sebelum Anda bersin. Tarikan napas dalam yang Anda lakukan ini menyebabkan otot-otot dada Anda mengencang dan meningkatkan tekanan di dalam paru-paru Anda, yang akan membuat lebih banyak darah masuk ke dalam jantung Anda, dan menurunkan tekanan darah serta meningkatkan denyut jantung untuk sementara waktu. Kemudian saat seluruh udara tersebut dikeluarkan dalam satu kali bersin, maka tekanan darah Anda akan kembali naik dan denyut jantung Anda pun akan melambat, bukan berhenti seperti yang dikira oleh banyak orang.   7.      Anda Sebaiknya Menutup Mulut Saat Bersin Tidak hanya untuk alasan kesopanan, menutup mulut saat bersin juga bertujuan untuk mencegah penyebaran kuman penyakit ke udara sekitar Anda lho. Para ahli di MIT menemukan bahwa kuman penyakit yang ikut dikeluarkan saat Anda bersin ternyata dapat bertahan cukup lama di udara, lebih lama daripada yang diperkirakan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 05 Jun 2018    11:00 WIB
Stress Ternyata Memperburuk Gejala Alergi
Stress ternyata dapat memicu munculnya gejala alergi pada orang-orang. Hal ini merupakan hasil penelitian terbaru yang diterbitkan di Annals of Allergy, Asthma & Immunology. Penelitian diikuti oleh 179 orang dengan alergi serbuk selama 12 minggu dan menemukan sebanyak 39% dari mereka memiliki gejala yang lebih buruk dari yang lain. Pasien tersebut memiliki tingkat stress yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengalami gejala alergi selama periode waktu penelitian.64% dari partisipan dengan tingkat stress lebih tinggi mengalami gejala alergi selama 14 hari periode penelitian. Memang tidak ada hubungan signifikan antara stress dan beratnya gejala alergi di hari yang sama, tetapi jumlah orang yang mengalami alergi diikuti stress semakin banyak setiap harinya. Stress dapat menyebabkan beberapa pengaruh negatif terhadap tubuh, termasuk gejala alergi. Para peneliti juga menyebutkan jika beratnya gejala alergi yang terjadi dapat membawa mood yang negatif yang akan memperburuk gejala yang terjadi. Gejala seperti bersin, hidung berair dan mata berair dapat terjadi karena stress dan juga dapat menjadi akar penyebab stress. Sementara menurunkan kadar stress memang tidak mengobati alergi, tetapi dapat mempercepat proses pemulihan alergi. Cara mengurangi dan menurunkan stress termasuk meditasi dan mengambil nafas dalam-dalam, meluangkan waktu untuk bersenang-senang dan relaksasi. Makan dengan benar, tidur cukup dan menjaga kesehatan dengan baik akan membantu Anda mengurangi tingkat stress.Sumber: webmd