Your browser does not support JavaScript!
 25 Dec 2017    18:00 WIB
5 Manfaat Bermain Bagi Kesehatan
Terlalu lama bermain video games tanpa aktivitas fisik atau seringnya bermain video games yang penuh dengan kekerasan sejak kecil dapat mempengaruhi kemampuan fisik dan perkembangan mental seseorang. Akan tetapi, berdasarkan berbagai penelitian, bermain video games ternyata tidak hanya membuang-buang waktu anda yang berharga. Bermain ternyata juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan anda. 1.  Meningkatkan Persepsi dan Kecepatan Reaksi AndaSeorang gamer yang hebat tidak hanya mengingat berbagai lokasi senjata atau musuhnya atau berbagai bantuan lainnya, mereka akan berusaha untuk memperbaiki ketepatan tembakannya pada musuhnya dan bagaimana kecepatan reaksi mereka saat menghadapi musuhnya. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa bermain video games merupakan salah satu latihan yang cukup efisien untuk meningkatkan kecepatan reaksi persepsi tanpa menyebabkan penurunan akurasi.  2.  Mengatasi DepresiSebuah penelitian pendahuluan menemukan bahwa bermain video games tertentu dapat membantu seseorang keluar dari masa depresinya. Beberapa permainan ini tampaknya dapat mengaktivasi sistem saraf parasimpatik, yang dapat menurunkan ketegangannya akibat berbagai stress yang dialaminya. 3.  Meningkatkan Stamina TubuhBermain berbagai jenis video game yang membutuhkan gerakan aktif tubuh seperti Nintendo wii, playstation move, dan Xbox dapat menjadi salah satu pilihan olahraga bagi anda. 4.  Membuat Anda Mampu Mengendalikan Mimpi AndaBerbagai penelitian menemukan bahwa orang yang bermain video game sebenarnya sedang berlatih untuk menghadapi mimpinya. Hal ini membuat mereka mampu mengendalikan lingkungan di sekitar mereka sehingga mereka pun mampu mengendalikan dan mengurangi terjadinya mimpi buruk yang berbahaya. Bermain video game juga dapat membuat kesehatan mental anda lebih baik dan stabil. 5.  Meningkatkan KonsentrasiSebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa bermain video game tidak hanya membuat anda lebih waspada akan lingkungan sekitar anda, tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan anda untuk memusatkan perhatian saat dibutuhkan. Penemuan ini menunjukkan bahwa bermain video game mungkin dapat membantu rehabilitasi pada orang-orang yang mengalami gangguan penglihatan atau bahkan membantu para tentara berlatih konsentrasi. Sumber: guycodeblog
 09 Feb 2015    13:00 WIB
Mengapa Kemajuan Teknologi Berbahaya Bagi Anak?
Dua puluh tahun lalu, Anda mungkin tidak pernah menduga bahwa Anda dapat membawa komputer Anda ke mana saja atau bahwa Anda dapat menonton televisi melalui telepon genggam Anda; akan tetapi kemajuan teknologi membuat semuanya dapat Anda lakukan saat ini. Adanya telepon genggam, tablet, dan laptop; membuat anak-anak di zaman sekarang ini dapat terus online di sepanjang hari. Selain perlu memperhatikan berapa lama waktu yang dihabiskan anak di depan berbagai alat tersebut, para orang tua juga perlu memperhatikan bagaimana anak menggunakan semua alat di atas. Berbagai penelitian baru menemukan bahwa menghabiskan terlalu banyak waktu bersantai dan bermain dengan berbagai alat di atas dapat berdampak negatif pada kesehatan mental, emosional, dan fisik anak. Akan tetapi, para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang bermain video games masih lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang hanya menonton televisi tanpa melakukan aktivitas fisik apapun. Terdapat 2 buah penelitian baru yang mengamati apa sebenarnya hubungan antara keadaan kesehatan anak secara keseluruhan, indeks massa tubuh anak, dan penggunaan media elektronik. Pada penelitian pertama, para peneliti mengamati sekitar 3.604 orang anak yang berusia antara 2-6 tahun di 8 negara Eropa. Walaupun hasilnya berbeda di antara anak laki-laki dan perempuan, para peneliti menemukan bahwa peningkatan penggunaan media elektronik dapat mempengaruhi keadaan anak secara keseluruhan seperti memiliki rasa percaya diri yang lebih rendah, lebih jarang berinteraksi dengan anggota keluarga lain, dan kemampuan bersosialisasi yang lebih rendah. Para peneliti menemukan bahwa anak yang menonton televisi setiap harinya memiliki hasil yang lebih buruk dibandingkan dengan anak yang bermain video games atau bermain komputer setiap harinya. Penelitian kedua meneliti mengenai hubungan antara berapa lama seorang anak menonton dengan berat badan anak. Para peneliti kemudian mengamati bagaimana pola menonton dari 112 orang ibu, 103 orang ayah, dan apa efeknya pada 213 orang anak yang berusia 5, 7, dan 9 tahun. Para peneliti kemudian menemukan bahwa semakin lama waktu yang dihabiskan anak menonton televisi, maka semakin tinggi indeks massa tubuh mereka. Indeks massa tubuh merupakan salah satu cara untuk mengukur berapa massa lemak tubuh. Hal menarik yang ditemukan oleh para peneliti adalah bila sang ibu membatasi berapa lama waktu yang dihabiskan anak untuk menonton televisi atau bermain komputer, maka anak pun memiliki indeks massa tubuh yang lebih baik saat berusia 7 tahun. Akan tetapi, para peneliti tidak menemukan adanya efek ini bila sang ayah yang melakukan intervensi. Pada berbagai penelitian sebelumnya, para peneliti menemukan bahwa adanya televisi di dalam kamar anak ternyata tidak hanya mempengaruhi anak, tetapi juga orang tua. Para peneliti menemukan bahwa dengan adanya televisi di dalam kamar anak, maka hal ini dapat mempengaruhi keadaan kesehatan anak secara keseluruhan, membuat anak memiliki aktivitas fisik yang rendah, lebih banyak mengemil, kurang tidur, dan membuat anak menjadi lebih gemuk. Akan tetapi, keadaan ini ternyata juga dapat membuat orang tua sang anak juga menjadi lebih gemuk. Sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa anak yang menderita autisme, yang memang memiliki sifat anti sosial, menghabiskan lebih banyak waktu yaitu hingga 62% untuk menonton televisi dan bermain video games dibandingkan dengan saudaranya yang tidak menderita autisme. Anak autis juga lebih jarang menghabiskan waktu untuk bermain suatu permainan bersama anak-anak lain.   Sumber: healthline