Your browser does not support JavaScript!
 13 Mar 2020    18:00 WIB
4 Cara Menghentikan Kebiasaan Mengemil di Kantor
Baik stress maupun rasa bosan dapat memicu timbulnya keinginan untuk mengemil di kantor. Di bawah ini terdapat beberapa cara yang dapat membantu Anda mengatasi keinginan mengemil tersebut dan sukses menurunkan berat badan.   1.      Beli Cemilan Sehat Jika Anda terus merasa tergoda melihat cemilan tidak sehat di meja rekan kerja Anda, maka belilah cemilan sehat untuk diri Anda sendiri. Jadi, bila Anda merasa ingin mengemil nantinya, Anda pun telah memiliki cemilan sehat untuk dikonsumsi. Beberapa contoh cemilan sehat yang dapat mencegah terjadinya peningkatan berat badan adalah kacang almond, kacang pistachios, dan ceri kering.   2.      Bawa Makan Siang Anda Dari Rumah Memilih makanan yang tepat saat makan siang juga dapat membantu Anda melawan keinginan untuk mengemil di sore hari. Pastikan makan siang Anda terdiri dari buah, sayuran, protein tanpa lemak, dan gandum yang dapat membuat Anda kenyang lebih lama dan memiliki lebih banyak energi. Buatlah makan siang Anda di malam sebelumnya jika Anda tidak punya waktu memasak di pagi hari.   3.      Jauhkan Makanan Penggoda Anda tidak dapat tergoda pada apa yang tidak dapat Anda lihat. Ungkapan ini juga berlaku bagi makanan, bila Anda tidak melihat makanan kesukaan Anda atau cemilan kesukaan Anda, maka Anda tidak akan merasa tergoda untuk mengkonsumsi cemilan tersebut. Selain itu, berusaha untuk melawan godaan untuk mengemil dan berhasil dapat membantu Anda membentuk suatu kebiasaan baru yang baik.   4.      Berjalan Kaki Selain mampu mengalihkan perhatian Anda dari keinginan untuk mengemil, berjalan kaki juga dapat membantu mengatasi stress akibat pekerjaan. Berapa lama Anda berjalan kaki tidak masalah dan tidak harus di luar ruangan, berjalan mondar-mandir di dalam ruang kantor atau lorong kantor Anda juga baik. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa kemampuan seseorang untuk berpikir kreatif akan meningkat hingga sebanyak 60% saat orang tersebut berjalan kaki.   Sumber: fitbie
 09 Mar 2020    11:00 WIB
4 Cara Hormon Mempengaruhi Berat Badan Anda
Tahukah Anda bahwa hormon estrogen dapat merupakan penyebab dari melemahnya energi Anda di siang hari? Atau menyebabkan nafsu makan Anda meningkat? Hormon memiliki peranan yang sangat penting dalam berbagai fungsi tubuh Anda, termasuk mood, motivasi, dan nafsu makan. Hal ini berarti bahwa hormon Anda juga dapat mempengaruhi usaha Anda untuk menurunkan berat badan. Saat kadar hormon Anda seimbang di dalam tubuh, maka fungsi dan keadaan tubuh Anda pun dapat berjalan dengan sangat baik. Akan tetapi, bila terjadi gangguan keseimbangan hormonal, maka fungsi dan keadaan tubuh Anda juga akan mengalami kekacauan, yang dapat mengganggu usaha Anda untuk menurunkan berat badan.   1.      Hormon Dapat Membuat Anda Makan Saat Marah (Hangry) Apakah Anda pernah merasa sangat lapar hingga membuat mood Anda memburuk? Kombinasi mematikan ini disebabkan oleh hipoglikemia yaitu kadar gula darah yang rendah, yang juga menyebabkan penurunan kadar serotonin, suatu hormon yang berfungsi untuk memperbaiki mood, yang biasanya dihasilkan saat seseorang mengkonsumsi karbohidrat. Untuk membantu menjaga mood Anda tetap stabil, konsumsilah makanan sehat dan seimbang, yang mengandung lemak sehat, banyak serat, dan karbohidrat. Setiap orang membutuhkan kombinasi lemak dan karbohidrat untuk membantu meningkatkan kadar gula darah, tetapi tidak terlalu tinggi. Hal ini akan membuat kadar gula darah Anda menjadi stabil dan membantu meningkatkan kadar serotonin, yang dapat membuat mood Anda membaik.   2.      Hormon Dapat Mengganggu Proses Pembakaran Lemak Apakah Anda sudah berolahraga secara teratur dan mengikuti diet ketat tetapi berat badan Anda tidak juga turun? Hal ini mungkin disebabkan oleh hormon kortisol. Hormon kortisol merupakan hormon yang bertanggung jawab untuk memberitahu sel-sel lemak untuk melepaskan cadangan gula menjadi glukosa ke dalam aliran darah. Jadi, saat berat badan Anda berhenti berkurang, maka hal ini mungkin disebabkan hormon kortisol berhenti mengirimkan sinyal ke sel-sel lemak tubuh Anda, sehingga tubuh Anda pun membakar lebih sedikit lemak untuk menghasilkan energi yang diperlukannya. Untuk memperlancar proses pengiriman sinyal ini, maka konsumsilah banyak sayuran berdaun hijau. Berbagai sayuran mentah dapat membantu hati Anda untuk memproduksi glutation (sebuah mikronutrien) yang akan memicu proses metabolisme estrogen dan membuat kortisol tetap menjalankan fungsinya dengan baik.   3.      Hormon Membuat Nafsu Makan Meningkat Gherlin merupakan hormon yang diproduksi di dalam lambung, yang berfungsi untuk mengatur rasa lapar seseorang. Saat seseorang merasa lapar, maka hormon ini akan menyampaikan suatu sinyal ke dalam otak yang akan memicu timbulnya nafsu makan. Makan merupakan satu-satunya jalan bagi Anda untuk menghentikan proses pengiriman sinyal ini. Terdapat beberapa jenis makanan yang dapat membantu mengatasi rasa lapar ini dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan makanan lainnya. Kombinasi antara protein tanpa lemak dan karbohidrat kompleks merupakan yang terbaik untuk menurunkan kadar hormon ini, bahkan lebih baik daripada makanan berlemak. Hindarilah konsumsi makanan berlemak dan mengandung banyak gula seperti es krim, keripik kentang, atau donut.   4.      Hormon Membuat Tubuh Dapat Menjalankan Fungsinya Hormon leptin merupakan suatu hormon yang berfungsi untuk memberitahu tubuh bahwa seseorang telah merasa puas dan kenyang. Bila kadar hormon leptin tinggi, maka seseorang pun dapat menjadi lebih berkonsentrasi dalam melakukan segala sesuatu. Berolahraga selama 30 menit setiap harinya dapat membantu meningkatkan kadar hormon leptin. Selain itu, mengkonsumsi 1 porsi sayuran sebelum pukul 10 pagi juga dapat membantu meningkatkan kadar hormon ini. Hal ini dikarenakan sayuran mengandung banyak serat, vitamin, dan antioksidan yang dapat membantu mengurangi proses peradangan di dalam tubuh, yang dapat mengganggu produksi hormon leptin ini.   Sumber: womenshealthmag
 06 Mar 2020    18:00 WIB
Konsumsi Protein Dengan Baik Dapat Menaikkan Berat Badan?
Hampir semua orang ingin memiliki bentuk tubuh dan berat badan yang ideal. Ada yang ingin menurunkan berat badan namun ada juga yang ingin menaikkan berat badan. Apakah saat ini Anda sedang ingin menaikkan berat badan? Salah satu cara untuk Anda menaikkan berat badan yaitu konsumsi protein Mengapa Anda membutuhkan protein? Protein dapat membantu membentuk massa otot. Anda tidak inginkan menaikkan berat badan namun hanya berisi lemak. Maka yang harus Anda lakukan: 1.      Konsumsi makanan tinggi protein Makanan tersebut seperti: telur, daging merah, makanan laut, ikan, produk kedelai, kacang-kacangan dll merupakan sumber makanan yang sangat kaya protein. Untuk tambahan ekstra, dianjurkan untuk mengkonsumsi roti gandum dengan makanan tinggi protein seperti selai kacang. 2.      Hindari makan satu jenis makanan terlalu banyak Meski protein membantu membentuk otot Anda. Namun Anda harus menyeimbangkan diet Anda dengan asupan pendukung lain yang sehat seperti buah-buahan dan sayuran. 3.      Olahraga yang teratur Apabila Anda konsumsi protein berlebih Anda tentu harus membantunya dengan melakukan olahraga yang teratur. Usahakan lakukan latihan yang dapat membentuk otot seperti angkat beban.  4.      Tidak terlalu banyak Konsumsi protein terlalu berlebihan juga dapat menyebabkan kembung, sakit perut atau kram. Anda dapat mencoba kiat diatas. Untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan Anda lakukan dengan baik dan konsisten. Sumber: stylecraze
 02 Mar 2020    13:00 WIB
Manfaat Yogurt Bagi Kesehatan
Kandungan Nutrisi di Dalam YogurtKarena merupakan produk olahan susu, maka yogurt mengandung banyak protein dan kalsium. Selain itu, yogurt juga mengandung vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, natrium, kalium, magnesium, dan fosfor. Kandungan nutrisi di dalam yogurt tergantung pada susu yang digunakan untuk membuatnya.1.  Baik Bagi Penderita Intoleransi LaktosaYogurt merupakan alternatif pengganti susu bagi penderita intoleransi laktosa. Mengkonsumsi yogurt tidak menimbulkan gejala intoleransi laktosa seperti perut kembung, nyeri perut, dan diare. Yogurt tidak menyebabkan timbulnya gejala intoleransi laktosa karena sebagian besar laktosa diubah menjadi asam laktat selama proses fermentasi. Yogurt mudah dicerna dan memiliki banyak nutrisi penting.2.  Menjaga Kesehatan Lambung dan Sistem PencernaanYogurt merupakan sumber probiotik, suatu mikroorganisme yang penting bagi kesehatan pencernaan anda. Yogurt mengandung bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan lambung dan sistem pencernaan anda. Probiotik dapat membantu mengatasi berbagai gangguan pencernaan seperti sembelit, diare, inflammatory bowel disease, dan infeksi Helicobacter pylori (dapat menyebabkan timbulnya ulkus lambung). Mengkonsumsi yogurt setiap hari dapat membantu mencegah terjadinya berbagai gangguan pencernaan di atas dan dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan anda. Bakteri di dalam yogurt juga baik bagi kesehatan usus besar anda sehingga dapat mencegah terjadinya kanker usus besar karena mengandung banyak kalsium. Yogurt juga telah dikenal sebagai salah satu cara untuk mengatasi terjadinya diare akibat antibiotika. Terapi antibiotika dapat menurunkan jumlah bakteri baik di dalam usus yang berguna untuk membantu proses pencernaan anda sehingga menyebabkan terjadinya diare.3.  Membantu Menurunkan Berat BadanKarena mengandung kalsium, yogurt dapat membantu menurunkan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi yogurt rendah lemak lebih mudah menurunkan berat badannya daripada yang tidak mengkonsumsinya. Hal ini dikarenakan kalsium di dalam tubuh berguna untuk membakar lemak sehingga dapat membantu menurunkan berat badan. Selain itu, mengkonsumsi yogurt juga membuat anda merasa kenyang sehingga menghilangkan berbagai keinginan untuk makan. Yogurt terutama dapat membantu menurunkan lemak di daerah perut.4.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari yogurt bagi kesehatan adalah:•  Meningkatkan kekuatan tulang dan mencegah terjadinya osteoporosis (kalsium)•  Mencegah terjadinya infeksi vagina•  Menurunkan kadar kolesterol (hanya mengandung sedikit lemak)•  Menguatkan sistem kekebalan tubuh•  Membantu mengatasi radang sendiSumber: foodtofitness
 21 Feb 2020    11:00 WIB
Menderita Hipotiroidisme, Bagaimana Cara Menurunkan Berat Badan?
Hipotiroidisme merupakan suatu gangguan kesehatan yang terjadi akibat kelenjar tiroid tidak memproduksi cukup banyak hormon tiroid. Gejala hipotiroidisme yang paling sering ditemukan adalah peningkatan berat badan tanpa penyebab yang jelas, merasa sangat lelah, dan tonus otot lemah. Berbagai gejala di atas akan membuat seorang penderita hipotiroidisme mengalami kesulitan untuk menjaga berat badannya tetap ideal atau tampak energetik. Akan tetapi, di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu Anda menjaga berat badan Anda atau bahkan menurunkan berat badan Anda.   1.      Minum Obat Dengan Teratur Langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk menjaga berat badan Anda agar tidak kembali meningkat adalah dengan mengkonsumsi obat Anda secara teratur, sesuai dengan dosis yang telah diberikan oleh dokter Anda. Jika Anda merasa obat Anda tidak bekerja sebagaimana mestinya, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter Anda.   2.      Teratur Berolahraga Berolahraga seperti berjalan cepat atau berenang dapat memperlancar aliran darah dan meningkatkan denyut jantung Anda. Usahakanlah untuk berolahraga selama setidaknya 30 menit 4 kali setiap minggunya.   3.      Konsumsilah Suplemen Iodium Suplemen iodium telah terbukti dapat membantu meningkatkan fungsi kelenjar tiroid. Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi suplemen apapun.   4.      Konsumsi Teh Hijau Teh hijau telah terbukti dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh dan mengurangi rasa lelah yang banyak dialami oleh penderita gangguan hipotiroidisme.   5.      Tambahkan Cabai Rawit Dalam Makanan Anda Cabai rawit merupakan suatu tanaman herbal yang mengandung vitamin A, B, C, kalium, dan kalsium. Hal ini dapat membantu proses pencernaan dan mengurangi nafsu makan penderita serta meningkatkan proses pencernaan lemak.     Sumber: ehow
 03 Feb 2020    11:00 WIB
6 Kebiasaan Minum yang Dapat Membuat Berat Badan Anda Bertambah
Memang benar bahwa makanan merupakan hal pertama yang harus diperhatikan saat Anda berusaha untuk menurunkan berat badan, akan tetapi, tahukah Anda bahwa minuman yang Anda konsumsi ternyata juga berpengaruh? Di bawah ini terdapat beberapa hal yang membuat pilihan minuman Anda turut berperan dalam proses peningkatan berat badan Anda.   1.      Mengkonsumsi Jus Sayuran Anda mungkin mengira bahwa mengkonsumsi jus sayuran dapat membantu menurunkan berat badan Anda, akan tetapi tahukah bahwa jus buah juga dapat mengandung gula yang berarti juga mengandung banyak kalori. Mengkonsumsi buah segar merupakan pilihan yang lebih baik karena buah segar masih mengandung banyak serat tidak seperti jus buah yang tidak lagi mengandung serat.   2.      Tidak Mengkonsumsi Cukup Banyak Air Putih Banyak orang tidak mengetahui bahwa air putih sebenarnya juga merupakan suatu antioksidan, terutama hidrogen yang terdapat di dalam air putih dapat membantu melindungi tubuh Anda dari berbagai radikal bebas. Dehidrasi dapat membuat fungsi tubuh Anda terganggu, bahkan dehidrasi ringan sekalipun. Rasa haus juga seringkali disalahartikan sebagai rasa lapar.   3.      Terlalu Banyak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol Minuman beralkohol merupakan salah satu jenis minuman yang dapat merusak rencana Anda untuk menurunkan berat badan. Bir misalnya dapat memicu timbulnya reaksi peradangan di dalam tubuh yang dapat sangat mempengaruhi berat badan.   4.      Terlalu Banyak Mengkonsumsi Smoothies Smoothies merupakan salah satu jenis minuman yang sangat baik dikonsumsi bila Anda sedang berusaha untuk menaikkan berat badan, bukan sebaliknya. Hal ini dikarenakan walaupun smoothies mengandung banyak nutrisi, akan tetapi smoothies juga mengandung banyak kalori.   5.      Sering Mengkonsumsi Diet Soda Walaupun memiliki nama diet soda, minuman ini tetap saja seburuk minuman bersoda lainnya. Hal ini dikarenakan diet soda juga dapat memicu produksi hormon insulin seperti halnya minuman bersoda lainnya yang mengandung banyak gula, yang tentu saja dapat mengubah reaksi tubuh Anda terhadap gula. Selain itu, pemanis buatan juga lebih kuat dibandingkan dengan gula asli sehingga mereka mungkin tidak terasa terlalu manis, akan tetapi memiliki efek sama seperti halnya gula.   6.      Terlalu Banyak Mengkonsumsi Kopi Mengkonsumsi kopi dalam jumlah sedikit memang dapat membantu Anda bekerja dan berolahraga dengan lebih baik, akan tetapi mengkonsumsi kopi secara berlebihan, misalnya lebih dari 3 gelas sehari dapat membuat Anda merasa sangat lelah dan sulit berolahraga. Selain itu, memang benar bahwa kopi hitam tidak akan menyebabkan berat badan Anda meningkat, akan tetapi sirup, susu, dan krim yang ditambahkan ke dalam kopi tersebutlah yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan.     Sumber: womenshealthmag
 24 Jan 2020    08:00 WIB
Berbagai Makanan Sumber Energi dan Penurun Berat Badan
  Kacang-kacangan Kacang-kacangan seperti kacang hitam dan polong mengandung banyak serat yang dapat berfungsi seperti prebiotik untuk membantu meningkatkan kesehatan usus dan meningkatkan energi Anda. Selain itu, kacang-kacangan juga akan melepaskan protein dan energi secara perlahan yang dapat membuat Anda kenyang lebih lama dan membantu proses penurunan berat badan.   Oat Karena oat merupakan gandum utuh, maka oat pun terbebas dari berbagai proses pengolahan yang dapat mengurangi manfaat gandum bagi kesehatan. Oat mengandung serat larut air, yang dapat menyerap air, kolesterol, dan membantu meningkatkan kekuatan sistem kekebalan tubuh Anda. Selain membuat Anda kenyang lebih lama, serat larut air ini juga dapat membantu mengatur kadar gula darah Anda, yang membuat aliran energi tubuh Anda lebih stabil di sepanjang hari.   Sayuran Beberapa jenis sayuran seperti brokoli dan kale dapat membantu menurunkan berat badan dan membantu tubuh mengeluarkan berbagai zat karsinogenik dari dalam tubuh. Selain itu, sayuran ini juga mengandung sangat sedikit kalori, tinggi serat dan air, yang dapat membuat Anda tetap kenyang sepanjang hari. Karena mengandung banyak selenium dan sulfur, sayuran ini juga dapat membantu proses detoksifikasi hati dan meningkatkan fungsi berbagai organ tubuh. Selain itu, sayuran ini juga dapat membantu meningkatkan produksi kolagen untuk menjaga kesehatan kulit dan rambut Anda.   Alpukat Alpukat mengandung banyak lemak tidak jenuh tunggal yang dapat membantu penyerapan vitamin dan lemak. Hal ini dapat membantu Anda tetap bertenaga sepanjang hari. Selain itu, tubuh juga memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna lemak dibandingkan nutrisi lainnya, yang dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Alpukat juga mengandung sangat banyak serat.   Makanan Fermentasi Berbagai jenis makanan fermentasi seperti yogurt dan kimchi dapat meningkatkan kesehatan metabolisme tubuh Anda dan membantu proses penurunan berat badan. Hal ini dikarenakan keduanya dapat membantu menjaga kesehatan usus Anda yang juga penting untuk membantu proses penurunan berat badan Anda. Gangguan kesehatan usus karena terlalu banyak mengkonsumsi makanan olahan dan gula dapat menyebabkan peningkatan berat badan, obesitas, dan sindrom metabolik. Selain itu, makanan fermentasi ini juga mengandung banyak protein, yang dapat membuat Anda tetap kenyang dan bertenaga. Pilihlah produk yang tidak mengandung gula tambahan.   Teh Teh putih, hijau, oolong, dan pu-erh merupakan jenis teh terbaik karena tidak terlalu banyak diolah. Selain itu, berbagai jenis teh ini juga sangat bermanfaat bagi metabolisme tubuh Anda. Teh juga mengandung kafein, yang walaupun lebih sedikit daripada kopi, juga dapat membuat Anda lebih bertenaga.   Air Putih Menjaga tubuh Anda mendapatkan cukup air yang dibutuhkannya akan mencegah Anda salah mengira rasa haus sebagai rasa lapar, yang juga penting untuk menjaga suplai tenaga Anda. Sekitar 70% tubuh manusia terdiri dari air, yang dapat membantu meningkatkan fungsi organ tubuh hingga optimal, yang dapat membantu fungsi hati dan ginjal.     Sumber: womenshealthmag
 21 Jan 2020    08:00 WIB
Kebiasaan yang Membuat Diet Tak Optimal
Memiliki badan ideal merupakan idaman semua orang, maka tak jarang orang akan berusaha untuk membentuk badan mereka menjadi ideal dengan cara menjaga pola makan dan olah raga. Semua usaha telah dilakukan dengan giat, namun apa daya jika berat badan tak kunjung turun?   Dibawah ini terdapat beberapa hal yang dapat Anda evaluasi apakah kebiasaan  ini masih Anda lakukan: 1.  Tidak Tahu Berapa Jumlah Kalori yang Telah Anda Konsumsi Walaupun terdapat banyak hal yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan, tetapi penyebab utama peningkatan berat badan adalah lebih banyaknya energi yang dikonsumsi daripada energi yang dikeluarkan. Banyak orang tidak mengetahui berapa banyak kalori yang telah dikonsumsinya setiap hari dan terus makan sepanjang hari.    2.  Menggunakan Piring Makan yang Besar Ukurang piring makan yang Anda gunakan turut berperan dalam diet Anda. Manusia seringkali menggunakan ukuran piring atau mangkok yang mereka gunakan untuk menentukan berapa banyak makanan yang telah mereka konsumsi. Gantilah piring makan Anda dengan piring yang lebih kecil. Saat Anda melihat betapa penuh piring makan Anda, maka Anda pun akan lebih jarang merasa kelaparan walaupun porsi makan Anda berkurang.    3.  Terlalu Sering Makan di Luar Berdasarkan data berbagai penelitian, para ahli menemukan bahwa saat seseorang makan di luar rumah, maka mereka makan lebih banyak atau mengkonsumsi makanan dengan kalori yang lebih tinggi atau keduanya. Oleh karena itu, akan lebih baik bila Anda memasak sendiri makanan Anda. Bila Anda tetap ingin sesekali makan di luar, maka pastikan Anda memilih makanan sehat dengan porsi yang tidak terlalu besar.    4.  Jarang Menimbang Berat Badan Bila Anda sedang berusaha untuk menurunkan berat badan, maka menimbang berat badan Anda secara teratur, baik setiap hari maupun sekali setiap minggu dapat membantu usaha Anda untuk menurunkan berat badan. Akan tetapi, ingatlah bahwa berat badan yang berubah-ubah setiap harinya merupakan hal yang normal. Timbanglah berat badan Anda setiap pagi dan selalu gunakan timbangan yang sama setiap kalinya.    5.  Sering Mengkonsumsi Minuman Berkalori Berdasarkan sebuah penelitian, mengkonsumsi terlalu banyak dan terlalu sering berbagai jenis minuman berkalori berhubungan dengan terjadinya obesitas dan diabetes tipe 2. Pilihlah minuman tanpa kalori seperti air putih, kopi hitam, atau teh.    6.  Mengemil di Malam Hari Kebiasaan mengemil di malam hari merupakan kebiasaan yang sangat buruk bila Anda ingin menurunkan berat badan. Berbagai penelitian menemukan bahwa orang yang sering mengkonsumsi banyak kalori di waktu malam lebih sering memiliki berat badan berlebih dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi lebih banyak kalori di siang hari.  Para peneliti menemukan bahwa makan di atas jam delapan malam merupakan salah satu penyebab terjadinya peningkatan berat badan seseorang, tidak peduli berapa total energi yang digunakan di sepanjang hari dan tidak peduli jam berapa orang tersebut tidur atau berapa lama mereka tidur.    7.  Mengkonsumsi Terlalu Banyak Gula Orang yang sangat menyukai makanan manis cenderung lebih mudah mengalami peningkatan berat badan dan sering menggunakan makanan atau minuman manis untuk menenangkan diri juga dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Hindarilah konsumsi minuman bersoda karena minuman ini justru dapat membuat Anda semakin ingin mengkonsumsi makanan atau minuman manis.    8.  Kurang Tidur Kurang tidur dapat mengganggu proses penurunan berat badan Anda dan justru dapat meningkatkan berat badan Anda. Hal ini dikarenakan kurang tidur dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hormon pengatur nafsu makan, yang membuat tubuh memproduksi lebih banyak hormon yang memicu rasa lapar (ghrelin) dan menekan produksi hormon yang memicu rasa kenyang (leptin). Jadi, kurang tidur dapat membuat Anda merasa lebih lapar dan membuat Anda lebih ingin mengkonsumsi makanan tinggi kalori seperti karbohidrat dan lemak.  Tidurlah setidaknya selama 7-8 jam setiap harinya. Tidur dan bangunlah pada waktu yang sama setiap harinya, bahkan pada saat liburan atau akhir pekan.    9.  Jarang Berolahraga Apakah kesibukan Anda dalam bekerja membuat Anda tidak dapat berolahraga? Para ahli menganjurkan agar Anda berolahraga dengan intensitas sedang selama setidaknya 150 menit setiap minggunya. Jika Anda tidak dapat berolahraga selama 20-30 menit setiap harinya, maka lakukanlah lebih banyak aktivitas fisik seperti naik tangga daripada naik lift.       Sumber: livestrong
 16 Jan 2020    16:00 WIB
Selalu Ingin Bertambah Kurus??? Hati-hati Anoreksia!!
Anoreksia nervosa merupakan gangguan makan yang membuat penderitanya sangat terobsesi untuk menjadi kurus. Gangguan makan ini memang lebih sering ditemukan pada wanita, tetapi juga dapat terjadi pada pria, walaupun agak jarang. Bagaimana cara mengetahui apakah Anda atau seseorang menderita anoreksia? Di bawah ini Anda dapat melihat kriteria anoreksia nervosa berdasarkan the Diagnostic and Statistical Manual of Disorders (DSM-IV), seperti: Berat badannya kurang bila dibandingkan dengan berat badan seseorang pada usia dan tinggi badannya Sangat takut akan peningkatan berat badan atau pun menjadi gemuk, walaupun berat badan mereka sebenarnya sudah kurang Terus memikirkan ukuran dan bentuk tubuhnya Sangat terpengaruh (secara tidak wajar) pada bentuk atau berat badannya saat menilai dirinya sendiri Tidak mendapat menstruasi selama 3 bulan berturut-turut (wanita) Pada anoreksia nervosa, penderita tidak hanya mengalami gangguan fisik, tetapi juga gangguan psikologis, sehingga penanganannya pun sedikit berbeda. Diperlukan kerja sama dari beberapa tenaga kesehatan untuk mengatasi gangguan fisik dan emosional yang dialami oleh penderita. Walaupun tampaknya tidak terlalu berbahaya, akan tetapi anoreksia nervosa juga dapat menyebabkan kematian, bahkan yang paling tinggi di antara berbagai gangguan psikologis lainnya, yaitu antara 5-15%.   Baca juga: Pria Juga Bisa Mengalami Anoreksia Lho!!!   Penyebab dan Pemicu Anoreksia Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya anoreksia nervosa seperti: Riwayat keluarga Kepribadian seseorang, misalnya perfeksionis dan tidak percaya diri Faktor lingkungan Selain itu, berbagai tayangan televisi yang terus menyatakan bahwa wanita langsing adalah wanita yang cantik membuat banyak wanita, termasuk anak-anak mempercayai bahwa bila mereka tidak langsing maka mereka tidak cantik. Berdasarkan pada sebuah penelitian yang dilakukan di Singapura, terdapat beberapa hal lain yang juga dapat memicu terjadinya anoreksia seperti sering diejek karena berat badannya atau karena stress dengan masalah di tempat kerja atau pun sekolah. Para peneliti juga menemukan bahwa rata-rata penderita anoreksia mulai menunjukkan gejala-gejala anoreksia saat mereka berusia 15.5 tahun, di mana sekitar 25.4% di antaranya juga menderita depresi. Pengobatan sedini mungkin telah terbukti cukup efektif untuk mengatasi anoreksia, di mana penderita dapat sembuh dan menjaga berat badannya tetap dalam batas normal. Bila tidak diobati, maka anoreksia dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan seperti osteoporosis, gangguan jantung, gangguan hati, dan gangguan ginjal. Selain itu, anoreksia juga dapat menyebabkan perubahan pada otak, yang dapat mempengaruhi prestasi belajar di sekolah atau pun di tempat kerja. Penderita dianjurkan untuk dirawat di rumah sakit bila mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu: Mengalami malnutrisi berat Denyut jantung lambat Tekanan darah rendah Jika seluruh pengobatan rawat jalan gagal   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange