Your browser does not support JavaScript!
 02 Dec 2019    18:00 WIB
Benarkah Mengkonsumsi Kentang Membuat Berat Badan Sulit Turun?
Memang benar kentang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Indeks glikemik merupakan suatu ukuran yang menyatakan kemampuan suatu makanan untuk meningkatkan kadar gula darah dalam waktu singkat. Akan tetapi, sebuah penelitian baru di Amerika menunjukkan bahwa seseorang masih tetap dapat mengkonsumsi makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi, termasuk kentang, dan tetap mengalami penurunan berat badan. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 90 orang pria dan wanita dengan berat badan berlebih dan meminta mereka untuk melakukan salah satu dari 3 jenis diet berikut ini, yaitu: Mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi tetapi tetap mengkonsumsi berbagai jenis makanan dengan indeks glikemik yang tinggi Mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi dan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung indeks glikemik yang tinggi Tidak membatasi jumlah kalori yang dikonsumsi dan tidak membatasi konsumsi makanan dengan indeks glikemik yang tinggi Para peneliti kemudian meminta ketiga kelompok peserta penelitian tersebut kentang coklat dan kentang merah, resep sehat, dan meminta mereka untuk mengkonsumsi keduanya sebanyak 5-7 porsi setiap minggunya. Setelah melakukan salah satu diet di atas selama 12 minggu, para peserta penelitian pada ketiga kelompok di atas pun telah mengalami penurunan berat badan, bahkan pada kelompok ketiga yang tidak diminta untuk melakukan diet apapun, telah secara otomatis mengurangi jumlah kalori yang mereka konsumsi dan mengalami penurunan berat badan dengan mengkonsumsi lebih banyak kentang. Walaupun pada penelitian ini para peneliti tidak menyelidiki penyebab terjadinya penurunan berat badan pada orang yang tetap mengkonsumsi kentang, akan tetapi berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kentang mengandung banyak serat yang tentunya juga turut berperan dalam proses penurunan berat badan para peserta penelitian. Sebutir kentang berukuran sedang mengandung kira-kira 4.7 gram serat. Selain itu, kentang sebenarnya hanya mengandung 110 kalori. Jadi bila Anda mampu mengolahnya dengan cara yang sehat, maka kentang dapat menjadi salah satu makanan rendah kalori dan justru mengandung banyak nutrisi. Sebutir kentang mengandung 620 gram kalium, vitamin C, dan sama sekali tidak mengandung lemak, natrium, dan kolesterol Sumber: womenshealthmag
 05 Nov 2019    18:00 WIB
Merasa Terlalu Kurus? Coba Tips Untuk Menaikkan Berat Badan Berikut
Semua orang selalu menginginkan berat badan yang ideal. Ada beberapa orang yang memiliki berat badan berlebih namun ada juga orang yang memiliki berat badan yang kurang. Berat badan yang tidak kunjung naik dapat disebabkan karena proses metabolisme seseorang yang selalu berbeda. Berikut adalah tips yang dapat diikuti untuk meningkatkan berat badan: 1. Makan tiga kali makanan utama, dua kali snack Makan dengan teratur akan membuat Anda dapat memenuhi kalori yang Anda butuhkan. Pola makan yang baik seperti makan pagi, makan siang dan makan malam. Yang diselingi dengan snack atau makanan ringan. Makan-makanan yang bergizi seperti: Minuman, cobalah shake protein, jus atau susu. Hindari diet soda Roti, seperti roti gandum lebih bergizi daripada roti putih. Potong irisan dengan tebal dapat oleskan  selai kacang, madu atau krim keju. Sayuran, seperti kentang, kacang polong, jagung, wortel, labu, bit Hindari sayuran yang sebagian besar terdiri dari air (brokoli, kembang kol, kacang hijau, mentimun). Buah, pilih buah padat (pisang, pir, apel, nanas, buah kering) dibanding buah berair (jeruk, persik, plum, buah, semangka). Tambahkan minyak, ketika Anda memasak tambahkan sejumlah minyak dalam makanan Anda, seperti zaitun, kelapa, canola, kelapa sawit, dan tentu saja mentega   2. Suplemen Konsumsi beberapa suplemen gizi yang dirancang khusus untuk menaikkan berat badan 3. Hindari lemak trans Lemak trans akan meningkatkan lemak di perut dan meningkatkan risiko penyakit kencing manis karena mengganggu kerja dari insulin. Lemak trans ada di makanan olahan. 4. Mengkonsumsi lebih banyak protein. Protein akan membantu proses pembentukan otot dalam tubuh, seperti: Kedelai rebus Bubuk whey protein Kacang atau selai kacang Steak atau hamburger Ayam Ikan tongkol Sumber: wikikow
 27 Oct 2019    08:00 WIB
Benarkah Menonton Film Laga Membuat Gemuk?
Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang menonton film laga (film action) mengkonsumsi cemilan lebih banyak daripada saat ia menonton film lainnya yang tidak terlalu cepat atau menarik seperti film laga. Penelitian yang dilakukan di Amerika ini menemukan bahwa semakin menarik film yang Anda tonton, maka semakin banyak cemilan yang akan Anda konsumsi. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 94 orang mahasiswa tingkat akhir. Para peneliti menyediakan beberapa jenis cemilan seperti coklat, biskuit, wortel, dan anggur bagi para peserta penelitian saat mereka diminta untuk menonton sebuah acara televisi berdurasi 20 menit. Sekitar sepertiga peserta penelitian menonton sebuah segmen film berjudul "The Island", sepertiga lainnya menonton acara televisi berjudul "Charlie Rose Show", dan sepertiga sisanya diminta untuk menonton sebuah segmen film berjudul "The Island" yang sama dengan kelompok pertama hanya saja tanpa suara. Para peneliti menemukan bahwa peserta penelitian yang menonton film "The Island" mengkonsumsi cemilan hampir dua kali lebih banyak (98% lebih banyak) daripada peserta penelitian lain yang mengkonsumsi acara "Charlie Rose Show" (sebuah acara talk show) di televisi.  Bahkan para peserta penelitian yang menonton film "The Island" tanpa suara pun tetap mengkonsumsi cemilan lebih banyak (36% lebih banyak) daripada peserta penelitian lain yang menonton acara talk show tersebut. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa peserta penelitian yang menonton film laga juga mengkonsumsi lebih banyak kalori yaitu 354 kalori (menonton film laga dengan suara) dan 314 kalori (menonton film laga tanpa suara) dibandingkan dengan peserta penelitian lain yang menonton acara talk show, yaitu 215 kalori. Para peneliti menduga hal ini dikarenakan perhatian para peserta penelitian yang menonton film laga yang seru teralihkan sehingga mereka tidak lagi memperhatikan berapa banyak cemilan yang telah mereka konsumsi saat mereka menonton film tersebut. Untuk mengatasi hal ini, dianjurkan agar Anda menyiapkan cemilan dalam jumlah terbatas. Jika memungkinkan sediakan berbagai jenis cemilan sehat seperti wortel rebus. Sumber: webmd
 30 Sep 2019    18:00 WIB
7 Kebiasaan Makan Malam Membuat Berat Badan Bertambah
Saat Anda sedang berusaha untuk menurunkan atau meningkatkan berat badan, setiap makanan yang Anda konsumsi sangatlah penting, terutama apa yang Anda makan di malam hari (saat makan malam). Di bawah ini terdapat beberapa kebiasaan yang sering dilakukan saat makan malam, yang dapat menghambat usaha Anda untuk menurunkan berat badan.   Mengkonsumsi Makanan Paling Banyak Saat Makan Malam Saat Anda mengkonsumsi terlalu banyak makanan di malam hari, maka tubuh Anda pun akan lebih sulit untuk mencerna semua makanan tersebut. Sisa makanan yang tidak tercerna tersebut akan diubah menjadi lemak dan menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan.   Makan Tepat Sebelum Tidur Makan kenyang tepat sebelum tidur dapat membuat seseorang menjadi sulit tidur dan tetap tertidur. Tidur merupakan hal yang penting bagi metabolisme tubuh Anda, pengaturan kadar gula darah, menjaga keseimbangan hormonal, dan suplai energi bagi tubuh Anda. Oleh karena itu, perhatikanlah kapan Anda makan malam bila tidak ingin berat badan Anda terus bertambah.   Mengkonsumsi Kafein Mengkonsumsi minuman bersoda atau kopi baik dengan atau tanpa kafein dapat mengganggu tidur Anda.   Banyak Mengkonsumsi Karbohidrat Mengkonsumsi banyak karbohidrat saat makan malam dapat meningkatkan dan menurunkan kadar gula darah Anda dalam waktu singkat, yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Selain itu, bila kadar gula darah Anda turun sebelum Anda tertidur, maka Anda pun akan merasa lapar kembali, yang dapat membuat Anda kembali ingin mengemil atau bahkan makan lagi.   Makan Sambil Menonton Televisi Makan dengan perhatian yang teralihkan seperti sambil menonton televisi dapat membuat Anda mengkonsumsi lebih banyak makanan daripada yang seharusnya tanpa Anda sadari.   Menggunakan Alat Makan Berukuran Besar Saat Anda makan dengan menggunakan piring dan sendok yang besar, maka Anda pun cenderung akan makan dengan porsi yang lebih besar.   Terlalu Banyak Mengkonsumsi Minuman beralkohol Mengkonsumsi segelas anggur atau minuman beralkohol mungkin tidak menimbulkan efek apapun, akan tetapi berbeda halnya bila Anda mengkonsumsi sebotol minuman beralkohol. Selain mampu menurunkan kemampuan Anda untuk menilai sesuatu, minuman beralkohol juga dapat menekan kadar hormon kenyang, yang dapat membuat Anda makan lebih banyak.     Sumber: womenshealthmag
 29 Sep 2019    11:00 WIB
Tingkatkan BMR, Dapatkan Tubuh Ideal
Angka Metabolisme Basal (AMB) atau Basal Metabolic Rate (BMR) adalah kebutuhan energi minimal yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan proses tubuh yang vital. BMR berguna untuk melacak energi minimum yang dibutuhkan tubuh Anda untuk membakar kalori secara maksimum. Suatu keadaan dimana tubuh Anda tidak berolahraga, namun tubuh tetap membakar kalori. Kapan pun itu selama 24 jam dalam hidup Anda. Tubuh akan membakar kalori yang digunakan sebagai energi agar tubuh tetap dapat berfungsi. Untuk seseorang yang sedang dalam usaha menguruskan badan, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah meningkatkan BMR Anda. Berikut adalah cara untuk meningkatkan BMR Anda: Minum Teh Hijau Teh hijau mampu meningkatkan metabolisme dan membakar lemak di daerah sekitar perut. Anda bisa menikmati teh hijau di pagi hari dan mendapatkan manfaatnya selama satu hari. Vitamin D Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kadar vitamin D yang rendah cenderung memiliki berat badan berlebih dan menetap. Makan makanan yang tepat Makan protein dan makanan yang kaya akan besi. Makan cabai yang mengandung kapkaisin untuk membantu mengurangi lemak di perut dan meningkatkan metabolisme Makan secara teratur Alasan Anda harus makan makanan secara teratur dengan porsi yang lebih kecil sepanjang hari berguna untuk mempertahankan metabolisme yang tinggi dan gula darah Anda tetap stabil. Olahraga Olahraga merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan metabolisme selain makan makanan yang baik. Olahraga yang bisa Anda lakukan seperti berjalan, berenang, latihan aerobik, angkat beban, joging   Sumber: newhealthguide
 21 Sep 2019    08:00 WIB
5 Manfaat Jus Sayur Segar Untuk Kesehatan
Anak maupun orang dewasa sering melewatkan mengkonsumsi sayur dan lebih memilih daging ataupun makanan kering lainnya. Proses memasak sayur juga sering kali yang dilakukan oleh setiap orang dapat menghilangkan nutrisi yang terkandung didalam sayuran. Oleh karena itu untuk mendapatkan manfaat dari sayuran dan tetap dapat mengkonsumsi sayuran dengan cara yang enak Anda dapat menjadikannya jus. Berikut adalah keuntungan minum jus sayur yang segar: Jus sayur segar adalah cara yang baik untuk detoks Apabila Anda memiliki pola makan yang tidak sehat dan sering merokok. Minum jus sayur yang segar akan membantu tubuh Anda untuk membuang racun-racun dalam tubuh. Air yang terkandung didalamnya dan antioksidan akan membantu membuang racun tersebut dan akan membuat tubuh Anda tetap sehat dan fit. Jus sayur segar akan membantu memperbaiki sistem pencernaan Jus sayur segar mengandung banyak serat yang akan membantu kerja pencernaan. Selain itu membantu meringankan dan membersihkan saluran pencernaan. Serat juga membantu perut Anda kenyang lebih lama. Jadi ini sangat membantu program diet Anda Meningkatkan proses metabolisme Anda tidak perlu mengkonsumsi 10 wortel saat sarapan atau makan siang. Namun Anda cukup membuat jus wortel yang ditambahkan jahe dan seledri untuk menambah rasa. Jahe bagus untuk pencernaan. Selain itu juga membantu meningkatkan proses metabolisme dalam tubuh.  Merupakan sumber nutrisi yang baik Tak peduli sebaik apapun cara Anda memasak, risiko kehilangan nutrisi dari makanan tetap akan terjadi. Namun saat Anda membuat jus, nutrisi dari sayuran tetap ada. Beberapa sayuran adalah sumber nutrisi yang baik untuk menjaga Anda tetap sehat.  Membantu menurunkan berat badan Kelebihan jus sayur segar yang lain adalah membantu menurunkan berat badan dengan cepat.    Untuk Anda yang memiliki masalah pencernaan mungkin tidak perlu mengkonsumsi jus sayur segar terlalu kental, Anda dapat mencampurnya dengan air.  Segera buat jus sayur segar,nikmati rasanya dan dapatkan manfaatnya.   Sumber: magforwomen
 02 Sep 2019    16:00 WIB
6 Tips Untuk Menghilangkan Kebiasaan Mengemil di Tengah Malam
1.      Cukupi Kebutuhan Vitamin dan Mineral Anda Seringkali rasa ingin mengemil merupakan cara tubuh Anda untuk memberitahu bahwa ia kekurangan vitamin atau mineral. Akan tetapi, apa yang ingin Anda konsumsi sebenarnya cukup spesifik, misalnya Anda mungkin ingin mengkonsumsi karbohidrat saat Anda kekurangan vitamin C, yang telah terbukti mampu mengendalikan nafsu makan jika ada dalam jumlah yang tepat.   2.      Alihkan Perhatian Anda Jika Anda ingin mengemil sesuatu yang spesifik seperti keripik kentang rasa baberque atau es krim dengan rasa coklat mint, maka hal ini hampir selalu disebabkan oleh faktor psikologis, bukanlah kebutuhan fisik. Dan seperti halnya otot tubuh Anda yang merasa lelah di malam hari, tekad Anda pun akan melemah di malam hari. Oleh karena itu, bila Anda merasakan hal di atas, akan lebih baik bila Anda berusaha untuk mengalihkan perhatian Anda untuk membaut Anda melupakan keinginan Anda untuk mengkonsumsi suatu makanan.   3.      Konsumsi Lebih Banyak Protein Sebuah penelitian di Amerika pada tahun 2013 menemukan bahwa mengkonsumsi sarapan tinggi protein dapat mengurangi keinginan seseorang untuk mengemil di malam hari dan lebih mampu mengendalikan bagian otak yang berhubungan dengan pemberian "hadiah".   4.      Tingkatkan Aktivitas Fisik Anda Pada penelitian yang menganalisis sekitar 19 buah penelitian di tahun 2012, para peneliti menemukan bahwa berolahraga selama 10-40 menit setiap harinya dapat membantu meningkatkan fungsi otak yang berperanan untuk mengendalikan diri, termasuk keinginan untuk mengemil. Hal ini mungkin dikarenakan peningkatan denyut jantung selama berolahraga juga meningkatkan aliran darah dan oksigen ke bagian otak tertentu (prefrontal), yang berperanan untuk mengambil suatu keputusan dan mengendalikan impuls. Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan di Amerika menemukan para pria yang melakukan olahraga lari selama 60 menit mengalami penurunan aktivitas di bagian otak yang berhubungan dengan pemberian hadiah saat diperlihatkan berbagai gambar makanan berkalori tinggi, yang berarti mereka tidak terlalu ingin mengkonsumsi makanan berkalori tinggi dan justru lebih memilih makanan rendah kalori karena aktivitas otaknya lebih tinggi saat mereka ditunjukkan berbagai gambar makanan rendah kalori.   5.      Pilih Makanan yang Mengandung Indeks Glikemik Rendah Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa saat seorang pria yang memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas mengkonsumsi makanan yang mengandung indeks glikemik yang tinggi seperti karbohidrat olahan dan gula, maka aktivitas bagian otak yang berhubungan dengan pemberian "hadiah" dan keinginan untuk mengemil akan meningkat dibandingkan dengan saat mereka mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang memiliki indeks glikemik yang rendah di malam hari.   6.      Jangan Bergadang Kurang tidur akibat bergadang atau kesibukan lainnya dapat mengganggu irama sirkardian (jam) tubuh Anda, yang tentu saja juga akan mengganggu nafsu makan Anda. Kurang tidur dapat membuat Anda lebih ingin mengemil dan meningkatkan rasa lapar Anda. Oleh karena itu, pastikan Anda tidur selama setidaknya 7 jam setiap malamnya.     Sumber: menshealth
 19 Aug 2019    11:00 WIB
Berat Badan Meningkat Akibat Konsumsi Pil KB ?
Pil KB merupakan salah satu alat kontrasepsi paling popular yang telah banyak digunakan sejak 50 tahun lalu. Pil KB sendiri memiliki banyak merk dagang dengan komposisi yang berbeda-beda.  Akan tetapi, seperti halnya obat-obatan lainnya, pil KB pun memiliki beberapa efek samping. Beberapa efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan pil KB adalah perdarahan, payudara terasa keras, mual, dan nyeri kepala.  Beberapa wanita dapat mengalami peningkatan berat badan karena terjadinya retensi (tertahannya) cairan di dalam tubuh. Peningkatan berat badan ini biasanya tidak terlalu banyak dan tidak terjadi pada sebagian besar wanita. Peningkatan berat badan ini biasanya juga hanya bersifat sementara dan akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 2-3 bulan. Berbagai penelitian pun menemukan bahwa tidak ada bukti kuat bahwa penggunaan pil KB memang dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Terjadinya peningkatan berat badan atau tidak setelah menggunakan pil KB sebenarnya juga dipengaruhi oleh beberapa hal seperti faktor genetika, gaya hidup, dan jenis KB yang digunakan. Sekarang ini, terdapat 2 jenis pil KB yang biasa digunakan yaitu pil kombinasi, yang mengandung estrogen dan progestin serta pil KB yang hanya mengandung progestin.  Sebagian besar jenis pil KB yang dijual di pasaran menggunakan jenis estrogen yang sama, walaupun dengan dosis yang bervariasi. Akan tetapi, kadar dan jenis progestin di dalam setiap jenis pil KB dapat berbeda-beda. Hal ini membuat setiap jenis pil KB yang dijual di pasaran memiliki jenis dan dosis hormon yang sedikit berbeda, yang menyebabkan efek samping yang dapat terjadi pun menjadi berbeda-beda.  Oleh karena itu, apapun jenis pil KB yang Anda konsumsi saat ini, pastikan Anda mengkonsumsinya selama minimal 3 bulan, untuk melihat apakah efek samping yang Anda alami mereda atau tidak. Mengapa banyak orang menduga bahwa penggunaan pil KB dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan? Hal ini dikarenakan tingginya kadar estrogen di dalam pil KB (zaman dulu). Mengkonsumsi estrogen dalam jumlah besar memang dapat menyebabkan peningkatan berat badan akibat peningkatan nafsu makan dan retensi cairan di dalam tubuh. Akan tetapi, sekarang ini, berbagai jenis pil KB yang beredar di pasaran mengandung jauh lebih sedikit hormon dibandingkan dengan pil KB pertama yang dibuat 50 tahun yang lalu sehingga efek samping peningkatan berat badan pun lebih jarang terjadi. Segera hubungi dokter Anda bila Anda mengalami peningkatan berat badan yang berlebihan dan dalam waktu lama. Dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk mengganti jenis KB yang digunakan. Sumber: webmd
 17 Aug 2019    18:00 WIB
Berat Badan Berlebih dan Hubungannya Dengan Perlemakkan Hati
Perlemakkan hati atau fatty liver atau steatosis hepatik merupakan suatu keadaan di mana terjadi akumulasi lemak di dalam hati. Bila terjadi bukan karena konsumsi alkohol yang berlebihan, maka gangguan ini disebut dengan perlemakkan hati non alkoholik. Obesitas dan beberapa gangguan medis lain seperti tekanan darah tinggi, hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi), dan diabetes dapat meningkatkan resiko terjadinya perlemakkan hati non alkoholik. Pada beberapa kasus, penumpukkan lemak di dalam hati ini akan menyebabkan hati menjadi meradang atau yang disebut dengan steatohepatitis atau steatohepatitis non alkoholik. Steatohepatitis non alkoholik pada akhirnya dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut (fibrosis) pada hati, yang akan menyebabkan terjadinya sirosis hati.   Bagaimana Mengetahui Apakah Anda Menderita Perlemakkan Hati? Fatty liver atau perlemakkan hati biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Akan tetapi, pada pemeriksaan fungsi hati dapat ditemukan peningkatan enzim hati, yaitu peningkatan SGOT dan SGPT, yang menandakan adanya peradangan pada hati.   Baca juga: Diet Bagi Penderita Perlemakkan Hati (Fatty Liver)   Obesitas dan Perlemakkan Hati Perlemakkan hati non alkoholik sangat berhubungan dengan obesitas. Lemak berlebih pada tubuh menyebabkan terjadinya resistensi insulin dan menyebabkan peradangan di dalam tubuh. Resistensi insulin berarti pankreas harus memproduksi lebih banyak insulin untuk menjaga kadar gula darah tetap normal dan keadaan ini merupakan langkah awal terjadinya diabetes. Orang yang menderita tekanan darah tinggi, memiliki kadar kolesterol yang tinggi, memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas, dan yang menderita diabetes atau resistensi insulin memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami perlemakkan hati. Menurunkan berat badan merupakan salah satu cara untuk mengurangi peradangan hati dan menurunkan kadar enzim hati yang meningkat.   Berapa Banyak Berat Badan yang Harus Diturunkan? Berbagai penelitian menunjukkan bahwa menurunkan 10% berat badan dapat membantu mengurangi peradangan hati, yang diketahui dengan menurunnya kadar enzim hati.   Apakah Menderita Perlemakkan Hati Akan Membuat Berat Badan Lebih Sulit Turun? Menderita perlemakkan hati tidak akan membuat Anda kesulitan menurunkan berat badan. Akan tetapi, Anda mungkin harus lebih disiplin dalam menjaga makan dan berolahraga.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: hopkinsmedicine