Your browser does not support JavaScript!
 30 Sep 2019    18:00 WIB
7 Kebiasaan Makan Malam Membuat Berat Badan Bertambah
Saat Anda sedang berusaha untuk menurunkan atau meningkatkan berat badan, setiap makanan yang Anda konsumsi sangatlah penting, terutama apa yang Anda makan di malam hari (saat makan malam). Di bawah ini terdapat beberapa kebiasaan yang sering dilakukan saat makan malam, yang dapat menghambat usaha Anda untuk menurunkan berat badan.   Mengkonsumsi Makanan Paling Banyak Saat Makan Malam Saat Anda mengkonsumsi terlalu banyak makanan di malam hari, maka tubuh Anda pun akan lebih sulit untuk mencerna semua makanan tersebut. Sisa makanan yang tidak tercerna tersebut akan diubah menjadi lemak dan menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan.   Makan Tepat Sebelum Tidur Makan kenyang tepat sebelum tidur dapat membuat seseorang menjadi sulit tidur dan tetap tertidur. Tidur merupakan hal yang penting bagi metabolisme tubuh Anda, pengaturan kadar gula darah, menjaga keseimbangan hormonal, dan suplai energi bagi tubuh Anda. Oleh karena itu, perhatikanlah kapan Anda makan malam bila tidak ingin berat badan Anda terus bertambah.   Mengkonsumsi Kafein Mengkonsumsi minuman bersoda atau kopi baik dengan atau tanpa kafein dapat mengganggu tidur Anda.   Banyak Mengkonsumsi Karbohidrat Mengkonsumsi banyak karbohidrat saat makan malam dapat meningkatkan dan menurunkan kadar gula darah Anda dalam waktu singkat, yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Selain itu, bila kadar gula darah Anda turun sebelum Anda tertidur, maka Anda pun akan merasa lapar kembali, yang dapat membuat Anda kembali ingin mengemil atau bahkan makan lagi.   Makan Sambil Menonton Televisi Makan dengan perhatian yang teralihkan seperti sambil menonton televisi dapat membuat Anda mengkonsumsi lebih banyak makanan daripada yang seharusnya tanpa Anda sadari.   Menggunakan Alat Makan Berukuran Besar Saat Anda makan dengan menggunakan piring dan sendok yang besar, maka Anda pun cenderung akan makan dengan porsi yang lebih besar.   Terlalu Banyak Mengkonsumsi Minuman beralkohol Mengkonsumsi segelas anggur atau minuman beralkohol mungkin tidak menimbulkan efek apapun, akan tetapi berbeda halnya bila Anda mengkonsumsi sebotol minuman beralkohol. Selain mampu menurunkan kemampuan Anda untuk menilai sesuatu, minuman beralkohol juga dapat menekan kadar hormon kenyang, yang dapat membuat Anda makan lebih banyak.     Sumber: womenshealthmag
 29 Sep 2019    11:00 WIB
Tingkatkan BMR, Dapatkan Tubuh Ideal
Angka Metabolisme Basal (AMB) atau Basal Metabolic Rate (BMR) adalah kebutuhan energi minimal yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan proses tubuh yang vital. BMR berguna untuk melacak energi minimum yang dibutuhkan tubuh Anda untuk membakar kalori secara maksimum. Suatu keadaan dimana tubuh Anda tidak berolahraga, namun tubuh tetap membakar kalori. Kapan pun itu selama 24 jam dalam hidup Anda. Tubuh akan membakar kalori yang digunakan sebagai energi agar tubuh tetap dapat berfungsi. Untuk seseorang yang sedang dalam usaha menguruskan badan, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah meningkatkan BMR Anda. Berikut adalah cara untuk meningkatkan BMR Anda: Minum Teh Hijau Teh hijau mampu meningkatkan metabolisme dan membakar lemak di daerah sekitar perut. Anda bisa menikmati teh hijau di pagi hari dan mendapatkan manfaatnya selama satu hari. Vitamin D Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kadar vitamin D yang rendah cenderung memiliki berat badan berlebih dan menetap. Makan makanan yang tepat Makan protein dan makanan yang kaya akan besi. Makan cabai yang mengandung kapkaisin untuk membantu mengurangi lemak di perut dan meningkatkan metabolisme Makan secara teratur Alasan Anda harus makan makanan secara teratur dengan porsi yang lebih kecil sepanjang hari berguna untuk mempertahankan metabolisme yang tinggi dan gula darah Anda tetap stabil. Olahraga Olahraga merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan metabolisme selain makan makanan yang baik. Olahraga yang bisa Anda lakukan seperti berjalan, berenang, latihan aerobik, angkat beban, joging   Sumber: newhealthguide
 21 Sep 2019    08:00 WIB
5 Manfaat Jus Sayur Segar Untuk Kesehatan
Anak maupun orang dewasa sering melewatkan mengkonsumsi sayur dan lebih memilih daging ataupun makanan kering lainnya. Proses memasak sayur juga sering kali yang dilakukan oleh setiap orang dapat menghilangkan nutrisi yang terkandung didalam sayuran. Oleh karena itu untuk mendapatkan manfaat dari sayuran dan tetap dapat mengkonsumsi sayuran dengan cara yang enak Anda dapat menjadikannya jus. Berikut adalah keuntungan minum jus sayur yang segar: Jus sayur segar adalah cara yang baik untuk detoks Apabila Anda memiliki pola makan yang tidak sehat dan sering merokok. Minum jus sayur yang segar akan membantu tubuh Anda untuk membuang racun-racun dalam tubuh. Air yang terkandung didalamnya dan antioksidan akan membantu membuang racun tersebut dan akan membuat tubuh Anda tetap sehat dan fit. Jus sayur segar akan membantu memperbaiki sistem pencernaan Jus sayur segar mengandung banyak serat yang akan membantu kerja pencernaan. Selain itu membantu meringankan dan membersihkan saluran pencernaan. Serat juga membantu perut Anda kenyang lebih lama. Jadi ini sangat membantu program diet Anda Meningkatkan proses metabolisme Anda tidak perlu mengkonsumsi 10 wortel saat sarapan atau makan siang. Namun Anda cukup membuat jus wortel yang ditambahkan jahe dan seledri untuk menambah rasa. Jahe bagus untuk pencernaan. Selain itu juga membantu meningkatkan proses metabolisme dalam tubuh.  Merupakan sumber nutrisi yang baik Tak peduli sebaik apapun cara Anda memasak, risiko kehilangan nutrisi dari makanan tetap akan terjadi. Namun saat Anda membuat jus, nutrisi dari sayuran tetap ada. Beberapa sayuran adalah sumber nutrisi yang baik untuk menjaga Anda tetap sehat.  Membantu menurunkan berat badan Kelebihan jus sayur segar yang lain adalah membantu menurunkan berat badan dengan cepat.    Untuk Anda yang memiliki masalah pencernaan mungkin tidak perlu mengkonsumsi jus sayur segar terlalu kental, Anda dapat mencampurnya dengan air.  Segera buat jus sayur segar,nikmati rasanya dan dapatkan manfaatnya.   Sumber: magforwomen
 02 Sep 2019    16:00 WIB
6 Tips Untuk Menghilangkan Kebiasaan Mengemil di Tengah Malam
1.      Cukupi Kebutuhan Vitamin dan Mineral Anda Seringkali rasa ingin mengemil merupakan cara tubuh Anda untuk memberitahu bahwa ia kekurangan vitamin atau mineral. Akan tetapi, apa yang ingin Anda konsumsi sebenarnya cukup spesifik, misalnya Anda mungkin ingin mengkonsumsi karbohidrat saat Anda kekurangan vitamin C, yang telah terbukti mampu mengendalikan nafsu makan jika ada dalam jumlah yang tepat.   2.      Alihkan Perhatian Anda Jika Anda ingin mengemil sesuatu yang spesifik seperti keripik kentang rasa baberque atau es krim dengan rasa coklat mint, maka hal ini hampir selalu disebabkan oleh faktor psikologis, bukanlah kebutuhan fisik. Dan seperti halnya otot tubuh Anda yang merasa lelah di malam hari, tekad Anda pun akan melemah di malam hari. Oleh karena itu, bila Anda merasakan hal di atas, akan lebih baik bila Anda berusaha untuk mengalihkan perhatian Anda untuk membaut Anda melupakan keinginan Anda untuk mengkonsumsi suatu makanan.   3.      Konsumsi Lebih Banyak Protein Sebuah penelitian di Amerika pada tahun 2013 menemukan bahwa mengkonsumsi sarapan tinggi protein dapat mengurangi keinginan seseorang untuk mengemil di malam hari dan lebih mampu mengendalikan bagian otak yang berhubungan dengan pemberian "hadiah".   4.      Tingkatkan Aktivitas Fisik Anda Pada penelitian yang menganalisis sekitar 19 buah penelitian di tahun 2012, para peneliti menemukan bahwa berolahraga selama 10-40 menit setiap harinya dapat membantu meningkatkan fungsi otak yang berperanan untuk mengendalikan diri, termasuk keinginan untuk mengemil. Hal ini mungkin dikarenakan peningkatan denyut jantung selama berolahraga juga meningkatkan aliran darah dan oksigen ke bagian otak tertentu (prefrontal), yang berperanan untuk mengambil suatu keputusan dan mengendalikan impuls. Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan di Amerika menemukan para pria yang melakukan olahraga lari selama 60 menit mengalami penurunan aktivitas di bagian otak yang berhubungan dengan pemberian hadiah saat diperlihatkan berbagai gambar makanan berkalori tinggi, yang berarti mereka tidak terlalu ingin mengkonsumsi makanan berkalori tinggi dan justru lebih memilih makanan rendah kalori karena aktivitas otaknya lebih tinggi saat mereka ditunjukkan berbagai gambar makanan rendah kalori.   5.      Pilih Makanan yang Mengandung Indeks Glikemik Rendah Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa saat seorang pria yang memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas mengkonsumsi makanan yang mengandung indeks glikemik yang tinggi seperti karbohidrat olahan dan gula, maka aktivitas bagian otak yang berhubungan dengan pemberian "hadiah" dan keinginan untuk mengemil akan meningkat dibandingkan dengan saat mereka mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang memiliki indeks glikemik yang rendah di malam hari.   6.      Jangan Bergadang Kurang tidur akibat bergadang atau kesibukan lainnya dapat mengganggu irama sirkardian (jam) tubuh Anda, yang tentu saja juga akan mengganggu nafsu makan Anda. Kurang tidur dapat membuat Anda lebih ingin mengemil dan meningkatkan rasa lapar Anda. Oleh karena itu, pastikan Anda tidur selama setidaknya 7 jam setiap malamnya.     Sumber: menshealth
 19 Aug 2019    11:00 WIB
Berat Badan Meningkat Akibat Konsumsi Pil KB ?
Pil KB merupakan salah satu alat kontrasepsi paling popular yang telah banyak digunakan sejak 50 tahun lalu. Pil KB sendiri memiliki banyak merk dagang dengan komposisi yang berbeda-beda.  Akan tetapi, seperti halnya obat-obatan lainnya, pil KB pun memiliki beberapa efek samping. Beberapa efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan pil KB adalah perdarahan, payudara terasa keras, mual, dan nyeri kepala.  Beberapa wanita dapat mengalami peningkatan berat badan karena terjadinya retensi (tertahannya) cairan di dalam tubuh. Peningkatan berat badan ini biasanya tidak terlalu banyak dan tidak terjadi pada sebagian besar wanita. Peningkatan berat badan ini biasanya juga hanya bersifat sementara dan akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 2-3 bulan. Berbagai penelitian pun menemukan bahwa tidak ada bukti kuat bahwa penggunaan pil KB memang dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Terjadinya peningkatan berat badan atau tidak setelah menggunakan pil KB sebenarnya juga dipengaruhi oleh beberapa hal seperti faktor genetika, gaya hidup, dan jenis KB yang digunakan. Sekarang ini, terdapat 2 jenis pil KB yang biasa digunakan yaitu pil kombinasi, yang mengandung estrogen dan progestin serta pil KB yang hanya mengandung progestin.  Sebagian besar jenis pil KB yang dijual di pasaran menggunakan jenis estrogen yang sama, walaupun dengan dosis yang bervariasi. Akan tetapi, kadar dan jenis progestin di dalam setiap jenis pil KB dapat berbeda-beda. Hal ini membuat setiap jenis pil KB yang dijual di pasaran memiliki jenis dan dosis hormon yang sedikit berbeda, yang menyebabkan efek samping yang dapat terjadi pun menjadi berbeda-beda.  Oleh karena itu, apapun jenis pil KB yang Anda konsumsi saat ini, pastikan Anda mengkonsumsinya selama minimal 3 bulan, untuk melihat apakah efek samping yang Anda alami mereda atau tidak. Mengapa banyak orang menduga bahwa penggunaan pil KB dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan? Hal ini dikarenakan tingginya kadar estrogen di dalam pil KB (zaman dulu). Mengkonsumsi estrogen dalam jumlah besar memang dapat menyebabkan peningkatan berat badan akibat peningkatan nafsu makan dan retensi cairan di dalam tubuh. Akan tetapi, sekarang ini, berbagai jenis pil KB yang beredar di pasaran mengandung jauh lebih sedikit hormon dibandingkan dengan pil KB pertama yang dibuat 50 tahun yang lalu sehingga efek samping peningkatan berat badan pun lebih jarang terjadi. Segera hubungi dokter Anda bila Anda mengalami peningkatan berat badan yang berlebihan dan dalam waktu lama. Dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk mengganti jenis KB yang digunakan. Sumber: webmd
 17 Aug 2019    18:00 WIB
Berat Badan Berlebih dan Hubungannya Dengan Perlemakkan Hati
Perlemakkan hati atau fatty liver atau steatosis hepatik merupakan suatu keadaan di mana terjadi akumulasi lemak di dalam hati. Bila terjadi bukan karena konsumsi alkohol yang berlebihan, maka gangguan ini disebut dengan perlemakkan hati non alkoholik. Obesitas dan beberapa gangguan medis lain seperti tekanan darah tinggi, hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi), dan diabetes dapat meningkatkan resiko terjadinya perlemakkan hati non alkoholik. Pada beberapa kasus, penumpukkan lemak di dalam hati ini akan menyebabkan hati menjadi meradang atau yang disebut dengan steatohepatitis atau steatohepatitis non alkoholik. Steatohepatitis non alkoholik pada akhirnya dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut (fibrosis) pada hati, yang akan menyebabkan terjadinya sirosis hati.   Bagaimana Mengetahui Apakah Anda Menderita Perlemakkan Hati? Fatty liver atau perlemakkan hati biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Akan tetapi, pada pemeriksaan fungsi hati dapat ditemukan peningkatan enzim hati, yaitu peningkatan SGOT dan SGPT, yang menandakan adanya peradangan pada hati.   Baca juga: Diet Bagi Penderita Perlemakkan Hati (Fatty Liver)   Obesitas dan Perlemakkan Hati Perlemakkan hati non alkoholik sangat berhubungan dengan obesitas. Lemak berlebih pada tubuh menyebabkan terjadinya resistensi insulin dan menyebabkan peradangan di dalam tubuh. Resistensi insulin berarti pankreas harus memproduksi lebih banyak insulin untuk menjaga kadar gula darah tetap normal dan keadaan ini merupakan langkah awal terjadinya diabetes. Orang yang menderita tekanan darah tinggi, memiliki kadar kolesterol yang tinggi, memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas, dan yang menderita diabetes atau resistensi insulin memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami perlemakkan hati. Menurunkan berat badan merupakan salah satu cara untuk mengurangi peradangan hati dan menurunkan kadar enzim hati yang meningkat.   Berapa Banyak Berat Badan yang Harus Diturunkan? Berbagai penelitian menunjukkan bahwa menurunkan 10% berat badan dapat membantu mengurangi peradangan hati, yang diketahui dengan menurunnya kadar enzim hati.   Apakah Menderita Perlemakkan Hati Akan Membuat Berat Badan Lebih Sulit Turun? Menderita perlemakkan hati tidak akan membuat Anda kesulitan menurunkan berat badan. Akan tetapi, Anda mungkin harus lebih disiplin dalam menjaga makan dan berolahraga.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: hopkinsmedicine
 08 Aug 2019    18:00 WIB
7 Makanan Sehat yang Berbahaya Bila Dikonsumsi Secara Berlebihan
Sebagian besar orang tentunya sudah mengetahui bahwa mengkonsumsi gorengan dan makanan manis secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Akan tetapi, mengkonsumsi makanan sehat secara berlebihan ternyata juga berbahaya bagi kesehatan lho. Namun, bukan berarti Anda harus berhenti mengkonsumsi beberapa jenis makanan sehat tersebut, Anda hanya perlu mengurangi jumlah konsumsinya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis makanan sehat yang sebaiknya tidak Anda konsumsi secara berlebihan.   Jeruk dan Tomat Anda harus berhati-hati untuk tidak mengkonsumsi makanan sehat ini secara berlebihan karena kandungan asam yang tinggi di dalamnya. Terlalu banyak mengkonsumsi jeruk atau tomat dapat memicu terjadinya refluks asam lambung, yang bila berlangsung dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan terjadinya Barrett’s Esophagus, yaitu suatu gangguan di mana tumbuh suatu lesi pre kanker pada dinding kerongkongan. Dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi lebih dari 2 porsi jeruk atau tomat setiap harinya dan hindarilah keduanya bila Anda telah mengalami gejala refluks asam lambung.   Ikan Tuna Kalengan Memang benar bahwa ikan tuna kalengan dapat menjadi isian roti yang nikmat dan juga sehat karena rendah kalori. Akan tetapi, mengkonsumsi terlalu banyak tuna kalengan dapat berbahaya karena tingginya kadar merkuri di dalam ikan tuna. Mengkonsumsi merkuri secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, gangguan berbicara, berkurangnya koordinasi, dan kelemahan otot. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak mengkonsumsi lebih dari 3-5 kaleng ikan tuna setiap minggunya.   Air Putih Walaupun air putih sangat penting bagi tubuh dan kesehatan, akan tetapi mengkonsumsi air putih secara berlebihan dapat menyebabkan terjadinya intoksikasi (keracunan) air lho. Intoksikasi air terjadi saat konsumsi air berlebihan melarutkan natrium di dalam tubuh, menyebabkan rendahnya kadar natrium di dalam darah, yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya gangguan fungsi otak dan bahkan kematian. Jadi, berapa banyak konsumsi air putih yang dianggap berbahaya? Tidak ada patokan pasti, akan tetapi intoksikasi air biasanya berbahaya bagi para pelari marathon dan orang yang memaksa dirinya untuk mengkonsumsi banyak air putih. Bila Anda tidak yakin apakah Anda telah mengkonsumsi terlalu banyak air putih atau tidak, periksalah air kemih Anda. Bila air kemih Anda selalu transparan, kurangi konsumsi air putih Anda.   Kedelai Walaupun benar bahwa kacang kedelai dapat membantu mengendalikan kadar kolesterol dan tekanan darah saat dikonsumsi dalam jumlah sedang, akan tetapi kedelai juga dapat menghambat proses penyerapan zat besi. Jadi, mengkonsumsi terlalu banyak kedelai dapat menyebabkan terjadinya anemia defisiensi besi. Selain itu, karena kedelai mengandung senyawa seperti estrogen (isoflavon), maka mengkonsumsi kedelai dalam jangka panjang dapat meningkatkan resiko terjadinya hiperplasia endometrium, yaitu dinding rahim membelah lebih cepat daripada biasanya, yang dapat memicu terjadinya kanker rahim. Hingga saat ini sebenarnya belum ada ketentuan khusus mengenai berapa banyak konsumsi kedelai yang masih dianggap dalam batas aman, akan tetapi dianjurkan agar Anda tidak mengkonsumsi lebih dari 2 porsi kedelai setiap harinya.   Baca juga: Ini Dia Berbagai Jenis Keracunan Makanan...   Bayam Bayam merupakan sayuran hijau yang mengandung banyak protein, serat, dan berbagai jenis vitamin serta mineral. Selain itu, bayam juga mengandung banyak lutein, sejenis karotenoid yang dapat membantu mencegah terjadinya degenerasi makula akibat penuaan. Akan tetapi, bayam juga mengandung banyak oksalat, suatu senyawa yang dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal. Oleh karena itu, para penderita batu ginjal sebaiknya tidak mengkonsumsi sayuran ini secara berlebihan.   Kacang Brazil Kacang brazil merupakan sumber protein, serat, asam lemak esensial, dan selenium. Selain itu, kacang enak yang satu ini juga telah diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah. Akan tetapi, bukan berarti Anda boleh mengkonsumsi kacang ini setiap hari karena mengandung sangat banyak selenium, yang dapat menjadi racun bila dikonsumsi dalam jumlah banyak. Mengkonsumsi terlalu banyak kacang brazil dapat menyebabkan kerontokan rambut, kuku rapuh, iritasi kulit, kelainan neurologis, dan pada kasus berat, kematian. Jadi, jangan pernah mengkonsumsi kacang brazil lebih dari 10 hari, terutama bila kacang tersebut masih berada dalam kulitnya.   Protein Hewani Tanpa Lemak Sedang berusaha menurunkan berat badan dengan mengkonsumsi makanan tinggi protein? Bila ya, maka Anda mungkin harus berhati-hati untuk tidak mengkonsumsinya secara berlebihan. Hal ini dikarenakan mengkonsumsi terlalu banyak protein hewani dapat memicu tubuh menghasilkan hormon seperti insulin yaitu IGF-1, yang akan mempercepat proses penuaan dan meningkatkan resiko terjadinya kanker, terutama kanker payudara.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 04 Aug 2019    08:00 WIB
Berapa Banyak Kalori yang Terbakar Saat Menyusui?
Tahukah Anda bahwa ternyata memberikan ASI tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan bayi Anda tetapi juga bagi berat badan Anda paska melahirkan? Para peneliti menemukan adanya hubungan yang kuat antara menyusui dengan penurunan berat badan paska melahirkan. Saat Anda hamil, sistem biologis di dalam tubuh Anda akan meningkatkan laju metabolismenya untuk membentuk cadangan makanan (berat badan) yang bermanfaat bagi kesehatan Anda dan bayi di dalam kandungan Anda. Setelah Anda melahirkan, maka sistem biologis yang sama akan membantu Anda menurunkan berat badan melalui menyusui. Menyusui dapat membakar sebanyak 300-500 kalori setiap harinya. Mengapa menyusui dapat membantu menurunkan berat badan? ASI merupakan suatu campuran berbagai jenis zat yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menyediakan berbagai jenis vitamin yang dibutuhkan oleh seorang bayi untuk bertumbuh dengan sempurna. Akan tetapi, karena tubuh Anda tidak biasa membentuk campuran (ASI) ini, maka tubuh Anda pun harus bekerja lebih keras untuk memproduksi ASI sebanyak mungkin. Selain itu, ASI juga mengandung cukup banyak kalori. Jadi bila Anda menyusui, maka Anda pun secara tidak langsung akan "menstransfer" kalori pada bayi Anda. Hal ini tentu saja akan membuat konsumsi kalori Anda menurun. Jadi bila Anda tidak mengkonsumsi lebih banyak makanan, maka berat badan Anda pun pasti akan mulai menurun. Akan tetapi, bila Anda memang memiliki kecenderungan terhadap obesitas atau mengalami peningkatan berat badan lebih daripada yang dianjurkan oleh dokter selama hamil, maka menyusui mungkin tidak dapat membantu berat badan Anda kembali seperti semula (sebelum hamil).   Sumber: womenshealthmag
 22 Jun 2019    18:00 WIB
Apa Keuntungan Makan di Sore Hari?
1.      Menjaga Berat Badan Tetap Ideal Bila seseorang makan di malam hari, maka ia pun cenderung mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan rendah nutrisi; yang tentu saja dapat membuat orang tersebut makan secara berlebihan. Selain itu, bila Anda melewatkan waktu makan pagi atau siang Anda atau menunda waktu makan malam Anda, maka Anda pun cenderung makan lebih banyak karena rasa sangat lapar yang Anda rasakan. Melewatkan waktu sarapan dapat meningkatkan respon hormon insulin di dalam tubuh, yang berarti juga dapat meningkatkan penumpukkan lemak di dalam tubuh, yang dapat menyebabkan terjadinya obesitas.  2.      Mencegah Terjadinya Refluks Asam Lambung Naiknya asam lambung ke dalam kerongkongan atau biasa disebut dengan refluks dapat menyebabkan timbulnya rasa seperti terbakar di daerah dada. Gejala ini biasanya akan semakin memburuk bila Anda berbaring. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya refluks asam lambung ini adalah dengan menghindari makan dalam jumlah besar dan mengkonsumsi makanan berlemak di malam hari. Makan lebih cepat membuat tubuh Anda memiliki lebih banyak waktu untuk mencerna makanan yang Anda konsumsi dengan baik dan menurunkan resiko terjadinya refluks asam lambung.  3.      Tidur Lebih Nyenyak Refluks asam lambung yang menimbulkan rasa seperti terbakar di dada tentunya dapat mengganggu tidur Anda di malam hari. Oleh karena itu, makan terlalu malam, apalagi makan banyak, dapat mengganggu tidur nyenyak Anda dengan menimbulkan rasa tidak nyaman di perut. Selain itu, mengkonsumsi terlalu banyak cairan sebelum tidur seperti susu, jus, sup, atau makanan berkuah lainnya juga dapat mengganggu tidur Anda karena Anda sering terbangun untuk buang air kecil.  4.      Lebih Bertenaga Makan tepat waktu di sepanjang hari dapat membuat Anda bertenaga di sepanjang hari, memperbaiki mood, dan meningkatkan fungsi otak Anda. Akan tetapi, terlambat makan justru dapat membuat Anda tampak kurang bertenaga, lelah, memiliki mood yang buruk, dan nafsu makan yang besar di malam hari. Untuk mencegah terjadinya berbagai dampak negatif di atas akan lebih baik bila Anda mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang serta mengkonsumsi cemilan di antara waktu makan. Selain itu, tidur nyenyak di malam hari juga dapat membantu membuat Anda lebih bertenaga di keesokkan hari.   Sumber: healthyeating