Your browser does not support JavaScript!
 25 Sep 2020    17:00 WIB
Amankah Membesarkan Penis?
Hampir sebagian besar pria berharap mereka memiliki penis yang lebih besar, akan tetapi, sampai saat ini belum ditemukan cara aman untuk melakukannya. Perlu diketahui, panjang penis pada saat ereksi umumnya adalah berkisar antara 13-15 cm. Ukuran penis saat relaksasi biasanya lebih bervariasi. Pada kasus yang jarang, gangguan genetik dan hormon menyebabkan penis berukuran kecil (mikropenis), di mana panjang penis saat ereksi kurang dari 8 cm. Penyakit Peyronie ataupun tindakan pembedahan kanker prostat juga dapat mengurangi ukuran penis anda. Suatu gangguan psikiatri yaitu gangguan dismorfik penis merupakan suatu keadaan di mana seorang pria merasa bahwa ukuran penisnya kecil walaupun sebenarnya tidak. Cara Aman Membesarkan Penis Cara aman dan efektif untuk membuat penis anda terlihat lebih besar adalah dengan menurunkan berat badan anda. Sebagian besar pria yang merasa bahwa penisnya berukuran kecil merupakan pria dengan berat badan berlebih. Akan tetapi, penurunan berat badan dapat membuat lemak di perut anda mengecil dan dengan demikian dapat membuat penis anda yang tertutup oleh lemak perut terlihat lebih besar walaupun sebenarnya penis anda tetap berukuran sama. Cara Lainnya Untuk Membesarkan Penis Terdapat beberapa hal lain yang diduga dapat membesarkan ukuran penis, walaupun memiliki resiko yang tinggi. Pompa Vakum Merupakan suatu alat yang berguna untuk membuat darah lebih banyak terkumpul pada penis saat ereksi dan dengan demikian membuat penis terlihat sedikit lebih besar. Untuk menjaga agar darah tetap berada di dalam penis, maka digunakanlah suatu cincin pada bagian pangkal penis untuk mencegah darah mengalir kembali ke dalam tubuh. Oleh karena itu, efek alat ini hanya bertahan selama cincin masih terpasang. Penggunaan cincin selama lebih dari 20 atau 30 menit dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Penggunaan Beban Menggunakan beban pada ujung penis yang tidak sedang ereksi dapat membuat penis sedikit lebih panjang, akan tetapi metode ini tidak membuat ukuran penis membesar, hanya sedikit lebih panjang (kira-kira 1 cm) akibat tarikan beban pada ujung penis. Untuk memperoleh efek pemanjangan penis ini, maka anda harus menggunakan beban pada ujung penis selama setidaknya 8 jam setiap harinya selama 6 bulan. Akan tetapi, keberhasilan metode ini sangat kecil dan memiliki resiko lainnya yang lebih besar seperti robeknya jaringan penis, robeknya pembuluh darah penis, dan berbagai gangguan lainnya.  Penggunaan Pil, Suplemen, Maupun Salep Para ahli berpendapat bahwa pil, suplemen, salep, atau krim apapun sebenarnya tidak memiliki efek apapun untuk membesarkan penis. Tindakan Pembedahan Terdapat dua macam tindakan pembedahan penis, yaitu memanjangkan penis atau melebarkan penis. Melebarkan Penis Penis dapat dilebarkan dengan cara mentranplantasikan lemak atau jaringan atau menggunakan silikon. Efek samping dari tindakan ini adalah bentuk penis yang tidak beraturan. Sumber: webmd
 21 Jul 2020    18:00 WIB
Mengapa Mr. P Terasa Nyeri Saat Berhubungan Intim?
Ternyata tidak hanya wanita yang dapat merasakan nyeri saat berhubungan intim, para pria pun bisa. Mr. P yang terasa nyeri saat berhubungan intim dapat tidak hanya dapat mengganggu performa Anda tetapi juga kepuasan dan kenikmatan yang Anda rasakan. Rasa nyeri ini bahkan dapat mempengaruhi keadaan psikologis Anda, misalnya membuat Anda merasa takut untuk melakukan penetrasi, yang pada akhirnya dapat berujung pada terjadinya impotensi (disfungsi ereksi). Hal ini tentu saja akan berdampak buruk pada hubungan asmara Anda dengan pasangan. Untuk mengetahui pengobatan apa yang paling tepat bagi Anda, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu penyebabnya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat menyebabkan Mr. P terasa nyeri saat berhubungan intim.   Infeksi Mr. P dapat terasa nyeri karena adanya infeksi, misalnya seperti infeksi herpes atau gonorea yang tidak diobati.   Gangguan Pada Kulit Khatan Kulit khatan yang terlalu kencang (fimosis) atau robek atau mengalami luka lecet atau meradang juga dapat membuat Mr. P terasa nyeri saat berhubungan intim dengan pasangan.   Kelainan Bentuk Penis Suatu keadaan yang disebut dengan hipospadia (lubang kencing terletak di batang penis bagian bawah) atau adanya jaringan parut pada penis akibat trauma atau infeksi dapat menyebabkan Mr. P terasa nyeri saat berhubungan intim. Selain itu, adanya tumor jinak atau ganas atau batu pada saluran kemih juga dapat membuat Mr. P terasa nyeri saat berhubungan intim.   Priapismus Priapismus merupakan suatu keadaan di mana Mr. P terus bereksi selama lebih dari 4 jam walaupun tidak ada stimulasi seksual apapun. Hal ini akan membuat Mr. P terasa nyeri, yang harus segera ditangani.   Baca juga: Nyeri Saat Berhubungan Seksual, Apa Penyebabnya?   Alergi Beberapa orang pria dapat mengalami reaksi alergi terhadap cairan vagina atau bahan kimia yang terdapat pada berbagai jenis alat kontrasepsi.   Terlalu Sensitif Mr. P dapat menjadi sangat sensitif setelah seorang pria berhasil mencapai orgasme dan berejakulasi. Bila hubungan intim terus dilanjutkan, maka hal ini dapat membuat Mr. P terasa nyeri.   Bila Anda mengalami nyeri saat berhubungan intim, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter. Jangan kembali melakukan hubungan intim hingga Anda telah menerima pengobatan, terutama bila rasa nyeri disebabkan oleh infeksi.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: about
 15 Dec 2018    18:00 WIB
Apa Yang Dilihat Wanita Dari Mr. P?
Seringkali pria merasa bahwa Penis yang berukuran besar dan panjang lebih disukai oleh wanita. Sehingga pria merasa lebih percaya diri apabila memiliki penis yang besar. Tapi apa iya wanita hanya menyukai penis yang berukuran besar? Ternyata para wanita memiliki penilaian tersendiri terhadap kriteria penis yang disukai. Beberapa wanita memang menyukai ukuran penis yang lebih panjang dan lebih besar tetapi tidak semuanya seperti itu, hanya sebagian saja. Menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Zurich, Swiss yang melibatkan 105 wanita berusia 16-45 tahun didapatkan kriteria Mr. P yang menarik bagi perempuan. Ternyata wanita tidak terlalu memperhatikan ukuran dan panjang dari penis. Penelitian ini dilakukan karena tujuan ilmiah. Karena berdasarkan pengakuan para pria yang menjalani operasi hipospadia sering melaporkan penis mereka tidak terlihat normal. Hipospadia merupakan kelainan bawaan di mana meatus uretra eksterna (saluran kencing) berada di bagian permukaan ventral penis, bukan di ujung penis. Kelainan kongenital ini menunjukkan kelainan letak metaus uretra yang berada di bagian bawah dekat pangkal penis. Kemudian apa yang diperhatikan oleh wanita? Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa wanita memiliki kriteria tersendiri mengenai penis yang disukai dan tentu saja selera tersebut berbeda-beda. Selain itu wanita melihat tampilan penis secara keseluruhan, bukan hanya dari ukuran. Berikut yang diperhatikan oleh para wanita mengenai penis: Kebersihan penis dan rambut kemaluan di sekitar alat kelamin pria Penis yang bersih dan memiliki rambut kemaluan yang lebih rapi dan tidak berbau lebih membuat wanita merasa nyaman. Terlebih bila si wanita ingin memberikan servis oral. Bila penis tidak bersih, rambut kemaluan tidak rapi dan bau. Hmmm....hal ini bisa saja membuatnya jadi malas untuk melanjutkan melakukan servis oral.  Ketebalan penis Untuk penis yang terlalu panjang dan saat dilakuan penetrasi, apabila wanita dalam keadaan kurang terangsang maka ini akan membuat wanita merasa nyeri dan tidak nyaman. Berbeda dengan penis yang tebal. Penis yang memiliki ketebalan yang cukup dirasa lebih memenuhi ruang liang vagina dan lebih memberikan kepuasan. Ujung penis yang besar Agar wanita mencapai klimaks, maka perlu dilakukan stimulasi g-spot (letak g-spot wanita berbeda-beda namun sekitar 5 cm disebelah atas vagina). Ujung penis yang besar biasanya lebih mampu menstimulasi g-spot dan membantu wanita mencapai klimaks. Penis yang Sehat dan Keras Agar bercinta bisa bertahan lama maka yang diperlukan adalah penis yang sehat dan keras, akan terasa percuma bila memiliki penis yang panjang namun "loyo" dan tidak bisa bertahan lama. Dari hasil penelitian ini maka para peneliti dapat mengatakan agar para pria yang pernah menjalani operasi hipospadia dan memiliki penis yang tidak panjang tidak perlu takut Karena wanita tidak terlalu memperhatikan panjang penis. Baca juga: 5 Posisi Seks Terbaik Untuk Ukuran Penis Yang Kecil Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: lifescience
 07 Oct 2018    18:00 WIB
Membesarkan Penis, Apakah Aman ?
Hampir sebagian besar pria berharap mereka memiliki penis yang lebih besar, walaupun hanya sedikit. Akan tetapi, sampai saat ini belum ditemukan cara aman untuk melakukannya. Walaupun beberapa mengatakan bahwa penggunaan pil, olahraga tertentu, dan tindakan pembedahan dapat memperbesar penis, akan tetapi terdapat banyak efek samping serius yang perlu anda pertimbangkan, seperti disfungsi ereksi. Ukuran penis yang terlalu besar dapat membuat anda dan pasangan merasa kesulitan saat berhubungan seksual.   Apakah Penis Saya Kecil ? Panjang penis pada saat ereksi umumnya adalah berkisar antara 13-15 cm. Ukuran penis saat relaksasi biasanya lebih bervariasi. Pada kasus yang jarang, gangguan genetik dan hormon menyebabkan penis berukuran kecil (mikropenis), di mana panjang penis saat ereksi kurang dari 8 cm. Penyakit Peyronie ataupun tindakan pembedahan kanker prostat juga dapat mengurangi ukuran penis anda. Suatu gangguan psikiatri yaitu gangguan dismorfik penis merupakan suatu keadaan di mana seorang pria merasa bahwa ukuran penisnya kecil walaupun sebenarnya tidak.   Cara Aman Membesarkan Penis Cara aman dan efektif untuk membuat penis anda terlihat lebih besar adalah dengan menurunkan berat badan anda. Sebagian besar pria yang merasa bahwa penisnya berukuran kecil merupakan pria dengan berat badan berlebih. Akan tetapi, penurunan berat badan dapat membuat lemak di perut anda mengecil dan dengan demikian dapat membuat penis anda yang tertutup oleh lemak perut terlihat lebih besar walaupun sebenarnya penis anda tetap berukuran sama.   Cara Lainnya Untuk Membesarkan Penis Terdapat beberapa hal lain yang diduga dapat membesarkan ukuran penis, walaupun memiliki resiko yang tinggi.   Pompa Vakum Merupakan suatu alat yang berguna untuk membuat darah lebih banyak terkumpul pada penis saat ereksi dan dengan demikian membuat penis terlihat sedikit lebih besar. Untuk menjaga agar darah tetap berada di dalam penis, maka digunakanlah suatu cincin pada bagian pangkal penis untuk mencegah darah mengalir kembali ke dalam tubuh. Oleh karena itu, efek alat ini hanya bertahan selama cincin masih terpasang. Penggunaan cincin selama lebih dari 20 atau 30 menit dapat menyebabkan kerusakan jaringan.   Penggunaan Beban Menggunakan beban pada ujung penis yang tidak sedang ereksi dapat membuat penis sedikit lebih panjang, akan tetapi metode ini tidak membuat ukuran penis membesar, hanya sedikit lebih panjang (kira-kira 1 cm) akibat tarikan beban pada ujung penis. Untuk memperoleh efek pemanjangan penis ini, maka anda harus menggunakan beban pada ujung penis selama setidaknya 8 jam setiap harinya selama 6 bulan. Akan tetapi, keberhasilan metode ini sangat kecil dan memiliki resiko lainnya yang lebih besar seperti robeknya jaringan penis, robeknya pembuluh darah penis, dan berbagai gangguan lainnya.   Penggunaan Pil, Suplemen, Maupun Salep Para ahli berpendapat bahwa pil, suplemen, salep, atau krim apapun sebenarnya tidak memiliki efek apapun untuk membesarkan penis.   Tindakan Pembedahan Terdapat dua macam tindakan pembedahan penis, yaitu memanjangkan penis atau melebarkan penis. Melebarkan Penis Penis dapat dilebarkan dengan cara mentranplantasikan lemak atau jaringan atau menggunakan silikon. Efek samping dari tindakan ini adalah bentuk penis yang tidak beraturan.   Sumber: webmd
 28 Sep 2015    18:00 WIB
Gangguan Penis yang Sering Diabaikan Para Pria!
Saat ada bagian tubuh Anda, misalnya saja kaki atau tangan Anda yang sakit, Anda pasti ingin segera mencari tahu penyebabnya dan mengobatinya bukan? Akan tetapi, tahukah Anda bahwa menurut sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh para peneliti dari Southern Illinois University School of Medicine, para pria yang telah didiagnosa menderita disfungsi ereksi justru seringkali tidak mengobati gangguan serius tersebut. Pada penelitian ini, para peneliti menganalisa klaim asuransi kesehatan dari 6.2 juta orang pria yang didiagnosis menderita disfungsi ereksi. Para peneliti kemudian menemukan bahwa hanya sekitar 25% pria yang melakukan pengobatan disfungsi ereksi selama penelitian berlangsung, yaitu sekitar 12 bulan. Walaupun para peneliti tidak menggali lebih dalam mengenai apa sebenarnya alasan para pria tersebut tidak melakukan pengobatan, akan tetapi para peneliti menduga salah satu penyebab mengapa banyak dari para pria tersebut tidak melakukan pengobatan adalah karena masalah biaya. Hal ini dikarenakan sebagian besar obat disfungsi ereksi tidak memiliki versi generik dan sejumlah perusahaan asuransi hanya membiayai pengobatan disfungsi ereksi dalam jumlah yang terbatas atau justru tidak sama sekali. Alasan lainnya yang mungkin membuat para pria penderita disfungsi ereksi enggan berobat adalah karena merasa malu saat mereka pergi ke apotek untuk membeli obat tersebut atau karena mereka menganggap bahwa disfungsi ereksi bukanlah suatu gangguan yang serius. Apapun alasan para pria tersebut menghindari pengobatan, konsekuensi yang harus mereka hadapi tidaklah kecil. Hal ini dikarenakan seks merupakan suatu bagian penting dalam kehidupan seorang pria. Selain itu, para pria yang aktif secara seksual ternyata juga dapat hidup lebih lama. Oleh karena itu, disfungsi ereksi merupakan suatu gangguan kesehatan yang harus segera diobati karena memiliki efek jangka panjang dalam kehidupan Anda. Berkonsultasilah segera dengan dokter Anda untuk mencari tahu apa pengobatan yang paling tepat bagi Anda.   Baca juga: 7 Hal yang Dapat Mengganggu Ereksi Seorang Pria   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: menshealth
 24 Sep 2015    16:00 WIB
Pengobatan Pembesaran Prostat dan Efek Sampingnya
Prostat merupakan suatu organ pria yang terletak di perut bagian bawah, tepat di bawah kandung kemih. Prostat berfungsi untuk menghasilkan cairan mani yang biasanya dikeluarkan bersamaan dengan pengeluaran sperma (ejakulasi). Seiring dengan semakin bertambahnya usia anda, prostat pun semakin membesar. Hal ini dapat menimbulkan gangguan buang air kecil bila pembesaran prostat telah menekan uretra. Uretra merupakan suatu saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan lubang penis yang berfungsi untuk mengalirkan air kemih dari kandung kemih ke lubang penis untuk dikeluarkan saat buang air kecil. Penekanan prostat pada uretra menyebabkan uretra menyempit sehingga menyulitkan pengeluaran air kemih yang seringkali menimbulkan gejala air kemih menetes atau aliran air kemih tidak lancar. Sebagian besar pria biasanya mulai mengalami pembesaran prostat ini saat berusia 50-70 tahun. Pembesaran prostat diduga merupakan salah satu bagian dari proses penuaan pada pria, walaupun tidak semua pria mengalaminya. Berdasarkan penelitian, pembesaran prostat terjadi akibat perubahan hormon testosteron menjadi dihidrotestosteron (DHT) dengan bantuan enzim 5-alfa reduktase yang dapat menyebabkan pembengkakan prostat. Perubahan hormon testosteron ini terjadi seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Obat bagi pembesaran prostat yang banyak digunakan saat ini bekerja dengan menghambat kerja enzim 5-alfa reduktase ini. Akan tetapi, dengan terhambatnya proses ini, tubuh pun menggunakan enzim aromatase untuk mengubah testosteron menjadi estrogen. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kadar estrogen pada pria yang dapat menimbulkan berbagai masalah, yaitu: Berperan dalam pembesaran prostat Menurunkan gairah seksual Menyebabkan pembesaran payudara pada pria (ginekomastia) Menyebabkan peningkatkan berat badan dan rambut rontok Selain berbagai masalah di atas, obat ini pun dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat bila digunakan dalam jangka waktu lama. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai pilihan pengobatan pembesaran prostat lain yang dapat anda lakukan.   Sumber: newsmax