Your browser does not support JavaScript!
 12 Apr 2021    18:00 WIB
7 Hal Tentang Penis
1.      Olahragakan Penis Anda Untuk menjaga bentuk dan fungsi penis anda, maka anda perlu membuat penis anda berereksi secara teratur. Untuk menjaga tonus otot penis, maka otot ini harus mendapat oksigen dalam jumlah yang cukup dari aliran darah yang masuk ke dalam penis saat ereksi terjadi. Bagaimana bila anda tidak pernah berereksi karena tidak adanya stimulasi seksual atau tidak adanya gairah ? Jangan khawatir, otak dapat menghantarkan impuls yang menyebabkan terjadinya ereksi saat seorang pria tertidur, yaitu saat fase REM (rapid eye movement). Ereksi yang terjadi saat anda tidur ini tidak berhubungan dengan mimpi apa yang sedang anda alami. Apapun mimpi anda, penis anda tetap akan berereksi saat anda berada pada fase REM. Akan tetapi, pada beberapa pria yang mengalami cedera pada saraf yang mengatur ereksi atau yang mengalami kerusakan saraf atau penyumbatan pembuluh darah akibat diabetes, maka ereksi mungkin tidak terjadi. Bila anda tidak melakukan sesuatu agar penis anda tetap dapat berereksi sesekali, maka penis anda mungkin akan memendek. Bila anda tidak mengalami ereksi secara teratur, maka elastisitas jaringan penis akan berkurang dan membuat penis memendek, bahkan hingga 1-2 cm.   2.      Perubahan Ukuran Penis Berdasarkan suatu penelitian, tidak ada hubungan antara ukuran penis anda saat sedang tidak ereksi dengan seberapa besar ukuran penis anda saat berereksi. Penis yang berereksi dapat berukuran sedikit lebih besar atau bahkan jauh lebih besar dibandingkan saat penis sedang tidak berereksi.   3.      Di Manakah Letak Kenikmatan Berasal ? Banyak pria menganggap bahwa bagian bawah kepala penis (glans penis) dan bagian bawah badan penis merupakan area yang paling sensitif terhadap stimulasi seksual. Akan tetapi, daerah ini bukanlah satu-satunya tempat di mana stimulasi seksual terasa menyenangkan. Terdapat beberapa tempat lainnya, seperti: Bagian atas kepala penis Bagian kiri dan kanan kepala penis Bagian samping badan penis Bagian atas dari badan penis Pada pria yang tidak disunat, kulit penutup kepala penis juga dapat memberikan rasa nikmat   4.      Penurunan Sensitivitas dan Penuaan Berbagai penelitian menemukan bahwa penis mengalami penurunan sensitivitas secara perlahan seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Penurunan sensitivitas penis ini biasanya mulai terjadi saat anda berusia 25 tahun dan mencapai puncaknya pada usia 65-75 tahun.   5.      Fungsi Vibrator Bagi Penis Anda Tahukah anda apa itu vibrator ? Vibrator merupakan suatu alat yang dapat bergetar dan digunakan oleh para wanita untuk mencapai orgasme sebagai pengganti penis pria. Akan tetapi, ternyata vibrator tidak hanya berguna bagi para wanita, pria pun dapat menggunakannya untuk menstimulasi penis dan menyebabkan terjadinya ejakulasi, terutama pada pria yang mengalami cedera medulla spinalis. Vibrator biasanya ditempelkan pada bagian bawah kepala penis.   6.      Penis dan Kuman Normalnya Kulit pada penis anda sama seperti halnya dengan kulit pada vagina wanita merupakan tempat tinggal berbagai jenis bakteri. Berdasarkan penelitian, terdapat perbedaan jumlah kuman pada penis pria yang belum dan telah disunat. Penis yang telah disunat memiliki lebih sedikit bakteri daripada penis yang tidak disunat. Hal ini diduga juga berhubungan dengan lebih rendahnya resiko terkena HIV pada pria yang telah disunat. Sebuah teori mengemukakan bahwa bakteri anaerob (tidak membutuhkan oksigen untuk hidup) yang biasa terdapat pada bagian dalam kulit penutup kepala penis membuat sistem kekebalan tubuh bereaksi sedemikian rupa sehingga lebih rentan terhadap infeksi HIV.   7.      Sudahkah Anda Disunat ? Disunat atau tidak itu merupakan pilihan setiap pria. Akan tetapi, terdapat beberapa manfaat dari sunat yang perlu anda ketahui, seperti: Menurunkan resiko penularan penyakit menular seksual pada pasangan anda Menurunkan resiko terjadinya kanker penis Menurunkan resiko terinfeksi HIV  Baca juga: Fakta Menarik Mengenai Ukuran Penis  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd
 23 Mar 2021    20:00 WIB
8 Jenis Penis yang Dapat Anda Temukan Pada Pria
Sudah bukan merupakan suatu rahasia lagi bahwa setiap pria memiliki penis yang berbeda-beda, baik bentuk maupun ukurannya. Di bawah ini Anda dapat melihat 8 jenis penis yang mungkin dimiliki oleh para pria.   1.      Penis yang Sudah Disunat Pada penis yang telah disunat, maka kulit pembungkus kepala penis telah diangkat. Berbagai penelitian sebelumnya menemukan bahwa penis yang telah disunat mungkin tidak sesensitif penis yang belum disunat karena mereka tidak lagi memiliki kulit pembungkus yang sangat sensitif tersebut.   2.      Penis yang Belum Disunat Penis yang belum disunat masih memiliki kulit pembungkus pada kepala penis. Akan tetapi, karena kulit pembungkus ini merupakan tempat yang mudah bagi bakteri untuk berkembang biak, maka pastikan Anda selalu membersihkannya dengan baik setiap harinya.   3.      Grower Grower merupakan istilah untuk penis yang akan tampak lebih besar saat berereksi daripada saat tidak berereksi.   4.      Shower Shower merupakan istilah untuk penis yang memiliki ukuran yang kurang lebih sama baik pada saat berereksi maupun saat tidak berereksi.   5.      Penis Melengkung Penis jenis ini tampak sedikit membengkok ke kanan atau ke kiri saat berereksi, tetapi tampak normal saat tidak berereksi.   6.      Penis yang Berukuran Kecil Secara medis, sebuah penis dianggap kecil bila hanya mencapai 7.5 cm saat berereksi. Hal ini dikarenakan sebagian besar penis pria berukuran sekitar 12.5 cm saat berereksi.   7.      Penis yang Berukuran Besar Secara medis, sebuah penis dianggap besar bila memiliki panjang sekitar 17.5 cm atau lebih saat berereksi. Jika penis pasangan Anda termasuk dalam kategori ini, maka pastikan Anda telah menghasilkan pelumas yang cukup atau gunakan pelumas dan lakukanlah pemanasan yang cukup sebelum penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina).   8.      Penis yang Tidak Terduga Yang dimaksud dengan penis yang tidak terduga adalah penis yang tidak selalu berereksi di saat ia seharusnya berereksi. Sekitar 40% pria di dunia memiliki penis yang tidak selalu berfungsi sebagaimana mestinya. Keadaan ini dapat merupakan petunjuk adanya suatu gangguan kesehatan yang lebih serius.  Baca juga: Penis Pasangan Terlalu Besar Untuk Vagina Anda, Mungkinkah?  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 23 Feb 2021    15:00 WIB
Apakah Penis Anda Normal?
Pikirkan tentang es krim: Muncul dalam banyak jenis yang berbeda seperti kerucut, cangkir, sundae, milkshake. Semua tampak berbeda, tetapi semua jenis es krim itu normal dan bagus. Hal yang sama berlaku untuk penis. Penis bisa kecil, besar, berlekuk atau bergelombang. Tampak berbeda, pasti, tapi semua jenis penis normal dan bagus. "Sebagai penyedia kesehatan pria, saya menjawab banyak pertanyaan terkait penis," kata ahli urologi Bradley Gill, MD. "Senang sekali bagi pria mengetahui bahwa ukuran atau penampilan jarang mengubah fungsi penis. Tapi jika ada masalah fungsional, sering kali ada solusinya." Berikut ini beberapa fakta tentang berbagai jenis penis: Apakah ada yang namanya ukuran penis yang khas? Tidak ada yang namanya normal. Ukuran penis bervariasi dari orang ke orang. Beberapa pria mungkin memiliki penis yang lebih besar saat lembek, tetapi ukurannya tidak bertambah banyak saat ereksi. Orang lain melihat peningkatan ukuran yang signifikan dari lembek menjadi ereksi. Haruskah pria khawatir jika penisnya melengkung? Penis yang melengkung atau bengkok, juga dikenal sebagai penyakit Peyronie, cukup umum terjadi. Penis bisa bergerak ke segala arah: Atas, bawah, kiri, kanan dan bahkan berbentuk S. Jika penis melengkung sejak lahir, itu biasanya karena cara jaringan ereksi berkembang di satu sisi, membuat sisi itu lebih pendek atau lebih panjang dari sisi lainnya. Kondisi ini berkembang seiring bertambahnya usia, biasanya karena jaringan parut terbentuk dan mengikat salah satu sisi penis, membuatnya lebih pendek dari sisi lainnya. Apakah pembuluh darah yang membengkak perlu dikhawatirkan? Pembuluh darah adalah variasi anatomi normal di antara pria dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Mengenai ukuran penis, seberapa mencoloknya mereka akan bervariasi dari pria ke pria. Penis memiliki banyak pembuluh darah, dan selama ereksi, penis penuh dengan darah bertekanan tinggi. Pembuluh darah membengkak dan menjadi lebih jelas selama ereksi, meskipun kadang-kadang terlihat pada penis yang lembek juga. Bagaimana dengan penis yang bergelombang atau bercak? Apakah itu normal? Warna penis dapat bervariasi dari warna kulit di tempat lain di tubuh seperti mungkin lebih pucat dan terkadang bahkan tampak merah muda, biru atau ungu. Ereksi juga bisa mengubah penampilan. Secara umum, kami tidak mengkhawatirkan variasi warna kulit kecuali berkembang sesuatu yang baru dan konsisten, seperti bintik merah, ruam, atau nyeri. Beberapa pria khawatir karena penis mereka memiliki benjolan. Hal itu biasanya normal dan mungkin disebabkan oleh jaringan parut, meskipun sebaiknya Anda memeriksakannya. Jika seorang pria mengalami luka merah yang membengkak atau bengkak pada penisnya, ia harus menemui dokter, terutama jika mengeluarkan cairan. Apakah lokasi lubang penis yang tidak teratur (hipospadia) bermasalah? Hipospadia cukup umum dan hanya berarti lubangnya tidak berada di ujung penis. Dokter biasanya mengidentifikasinya di masa kanak-kanak, meski terkadang kasus ringan mungkin tidak diketahui. Tergantung di mana lokasinya, itu bisa mengubah aliran urin atau ejakulasi. Jika Anda menderita hipospadia dan kesulitan hamil, bicarakan dengan ahli urologi Anda. Air mani Anda mungkin tidak masuk ke dalam vagina. Seberapa umum nyeri ereksi atau ejakulasi? Penis Anda harus menimbulkan kenikmatan, bukan rasa sakit. Bicaralah dengan ahli urologi jika Anda mengalami nyeri. Terkadang nyeri saat ejakulasi disebabkan oleh penyempitan tabung atau lubang di ujung penis, yang meningkatkan tekanan yang berhubungan dengan ejakulasi dan menyebabkan ketidaknyamanan. Ereksi yang menyakitkan mungkin menunjukkan kondisi atau cedera yang mendasari penis. Seberapa umum masalah ereksi? Sebanyak 15 sampai 30 juta pria mengalami disfungsi ereksi (DE). Bicarakan dengan dokter Anda jika Anda mengalami masalah dalam memperoleh atau mempertahankan ereksi. Kita sekarang tahu bahwa DE adalah indikator kesehatan secara keseluruhan pada pria, terutama seiring bertambahnya usia. DE bisa menjadi tanda diabetes, penyakit jantung, atau tekanan darah tinggi. DE pada pria muda dan sehat biasanya terkait dengan stres atau kecemasan. Terlepas dari penyebabnya, kami memiliki perawatan DE yang efektif untuk membuat Anda berfungsi kembali. Jenis DE lainnya adalah priapisme, ereksi yang berlangsung lebih dari empat jam. Ereksi jangka panjang adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan perawatan segera. Priapisme dapat menyebabkan kerusakan jaringan atau deformasi penis jika dibiarkan. Sumber: clevelandclinic
 19 Feb 2021    13:00 WIB
Apakah Mungkin Penis Terlalu Besar untuk Vagina Anda?
Secara umum, sebagian besar vagina biasanya memiliki ukuran yang sesuai untuk semua bentuk dan ukuran penis. Dengan pemanasan dan pelumas yang cukup, sebagian besar vagina dapat melebar hingga sesuai dengan ukuran penis sang pria, berapa pun itu. Selain itu, sangat jarang bagi seorang wanita muda yang masih berusia antara 20-40 tahun untuk mengalami masalah di atas. Beberapa orang wanita mungkin akan mengalami masalah ini saat mereka bertambah tua karena adanya gangguan pada keadaan kesehatan atau keseimbangan kadar hormonal. Akan tetapi, pada beberapa keadaan, ukuran penis seorang pria dapat terlalu besar bagi pasangannya. Jika demikian, hal terpenting yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu apa penyebabnya, dengan demikian permasalahan ini pun dapat diatasi. Terdapat 2 penyebab mengapa ukuran penis pasangan Anda tampak terlalu besar bagi vagina Anda. Yang pertama adalah Anda tidak merasa cukup bergairah, yang dapat membuat penis sulit masuk ke dalam vagina atau membuat vagina terasa nyeri atau bahkan mengalami robekan atau perdarahan saat penis berhasil masuk (penetrasi). Untuk mengatasi hal ini, pastikan Anda telah merasa bergairah dan menghasilkan pelumas yang cukup sebelum proses penetrasi. Mintalah pasangan Anda untuk melakukan pemanasan yang cukup sebelum penetrasi atau menggunakan pelumas. Penyebab kedua adalah Anda sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu yang membuat vagina Anda menjadi kering, tanpa Anda sadari. Banyak pil KB dosis rendah yang dapat menyebabkan vagina menjadi kering. Selain itu, obat anti histamin (anti alergi) dan bahkan pengobatan kanker seperti radiasi juga dapat menyebabkan vagina menjadi kering. Jadi, bila vagina Anda tetap kering walaupun Anda telah merasa bergairah dan pasangan telah melakukan pemanasan yang cukup, maka jangan ragu untuk segera memeriksakan diri Anda ke dokter atau dokter spesialis kandungan. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui apakah ada obat yang membuat vagina Anda menjadi kering di antara obat-obatan yang Anda konsumsi. Sumber: womenshealthmag
 19 Jan 2021    17:00 WIB
Obat Kuat, Apa Efek dan Bagaimana Cara Mengonsumsinya?
Bagaimana Cara Kerja Obat kuat? Pada awalnya, Obat kuat sebenarnya dibuat untuk membantu mengatasi tekanan darah tinggi dan gangguan jantung. Obat kuat bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah yang menuju ke penis selama 4-6 jam, dan pada masa ini, ereksi biasanya lebih mudah terbentuk dan bertahan lebih lama saat ada stimulasi seksual. Efek ini hanya akan timbul bila sang pria terstimulasi secara seksual, jadi ereksi tidak akan terbentuk hanya dengan mengkonsumsi pil Obat kuat ini. Bagaimana Cara Mengkonsumsi Obat kuat? Obat kuat dikonsumsi secara oral (melalui mulut) dalam bentuk pil. Obat kuat biasanya akan mulai bekerja dalam waktu 30 menit hingga 1 jam setelah dikonsumsi. Ingat, Anda hanya boleh mengkonsumsi 1 tablet Obat kuat dalam kurun waktu 24 jam. Efek Samping yang Biasa Ditemukan Efek samping Obat kuat yang paling sering ditemukan adalah nyeri kepala, wajah tampak merah, pusing, gangguan penglihatan (misalnya penglihatan kabur, penglihatan tampak kebiruan, dan sensitif terhadap cahaya), hidung tersumbat, dan gangguan perut, Siapa yang Tidak Boleh Mengkonsumsi Obat kuat? Jangan mengkonsumsi Obat kuat bila Anda juga menggunakan obat-obat golongan nitrat, yang biasanya digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan jantung. Hal ini dikarenakan kombinasi antara keduanya dapat menyebabkan tekanan darah Anda turun hingga menjadi sangat rendah, yang bahkan dapat membahayakan jiwa Anda. Beberapa keadaan lain yang membuat penggunaan Obat kuat tidak dianjurkan adalah: Menderita gangguan jantung Memiliki bentuk penis yang abnormal seperti penyakit Peyronie Menderita sickle cell anemia Menderita mieloma multipel Menderita leukemia Menderita gangguan hati, terutama bila menderita gangguan hati berat Menderita gangguan ginjal Sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya obat HIV Berusia lebih dari 65 tahun (kecuali bila dianjurkan oleh dokter) Penggunaan Obat kuat pada beberapa keadaan di atas dapat memicu terjadinya priapismus, yaitu suatu keadaan di mana ereksi berlangsung selama lebih dari 4 jam tanpa adanya stimulasi seksual apapun. Perlu diketahui bahwa telah terjadi beberapa kasus kematian akibat penggunaan obat Obat kuat ini. Oleh karena itu, berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum mulai menggunakan Obat kuat. Baca juga: Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Minum Obat Kuat! Sumber: about
 19 Jan 2021    15:00 WIB
Penurunan Fungsi Seksual Pria Seiring Bertambahnya Usia
Seiring bertambahnya usia, penurunan fungsi seksual pada pria adalah hal yang wajar. Penurunan kadar testosteron membuat Anda membutuhkan stimulasi seksual yang lebih untuk merasa bergairah. Setelah merasa bergairah pun Anda membutuhkan waktu untuk mencapai ereksi dan orgasme. Penuaan juga menyebabkan penurunan volume air mani dan kualitas sperma. Disfungsi ereksi atau impotensi memang berhubungan dengan semakin bertambahnya usia Anda. Selain itu, pria juga mengalami penurunan fungsi saluran kemih. Seorang pria akan mengalami penurunan aliran air kemih seiring dengan semakin bertambahnya usia akibat melemahnya otot-otot kandung kemih atau pembesaran prostat. Satu hal lagi yang perlu Anda ketahui, bahwa penis sendiri juga mengalami perubahan seiring dengan semakin bertambahnya usia. Bentuk Penis Terdapat dua perubahan bentuk utama pada penis, yaitu pada kepala penis dan rambut kemaluan. Warna kepala penis akan memudar secara perlahan akibat penurunan aliran darah yang menuju ke kepala penis. Selain itu, rambut kemaluan pun akan rontok secara perlahan. Hal ini disebabkan oleh penurunan kadar hormon testosteron yang membuat penis kembali seperti pada masa pre pubertas, di mana tidak terdapat rambut kemaluan. Ukuran Penis Pertambahan berat badan merupakan suatu hal yang sering terjadi pada pria seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda. Lemak yang berkumpul pada perut bagian bawah dapat menyebabkan ukuran penis terlihat berubah (penis terlihat lebih kecil daripada sebenarnya karena tertutup oleh lemak perut). Banyaknya lemak pada perut bagian bawah dapat membuat penis terlihat lebih pendek. Penurunan berat badan yang menyebabkan penurunan lemak perut dapat membuat penis terlihat sedikit lebih besar. Selain dari berkurangnya ukuran penis akibat penumpukan lemak perut, penis juga akan benar-benar mengalami pemendekkan. Pengurangan ukuran penis baik dari panjang dan ketebalannya ini biasanya tidak terlalu banyak akan tetapi dapat disadari. Pengurangan atau pemendekkan penis ini dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu akibat penumpukan lemak (plak) di dalam pembuluh darah kecil di dalam penis yang menyebabkan gangguan aliran darah di dalam penis (aterosklerosis). Penyebab lainnya dari pemendekkan penis ini adalah akibat pembentukan jaringan parut di sekitar badan penis. Ereksi terjadi akibat pengisian darah di dalam pembuluh darah penis. Penyumbatan pada pembuluh darah penis dan terbentuknya jaringan parut pada badan penis dapat membuat penis terlihat lebih kecil saat ereksi. Bukan hanya penis yang mengalami perubahan ukuran, ukuran buah zakar (testis) pun berubah. Pada awal usia 40 tahun, testis akan mulai mengecil. Lengkungan Penis Jika jaringan parut berkumpul secara tidak merata pada penis, maka hal ini dapat membuat penis membengkok, yang disebut dengan penyakit peyronie, yang biasa terjadi pada usia paruh baya. Penis yang melengkung dapat membuat ereksi terasa nyeri dan kesulitan melakukan penetrasi saat berhubungan seksual. Keadaan ini mungkin membutuhkan tindakan pembedahan untuk memperbaiki penis yang membengkok tersebut. Sensitivitas Penis Berbagai penelitian telah menemukan bahwa sensitivitas penis akan semakin berkurang seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Hal ini dapat membuat ereksi dan orgasme sulit tercapai. Baca juga: 10 Penyebab Disfungsi Ereksi Sumber: webmd
 25 Nov 2020    15:00 WIB
Penis Terasa Gatal? Ini Penyebabnya!
Ada beberapa penyebab timbulnya rasa gatal pada daerah kemaluan pria. Rasa gatal ini biasanya disebabkan oleh adanya peradangan kulit, infeksi jamur, gigitan serangga, atau infeksi virus. Sebagian ada yang ditularkan melalui hubungan intim, tapi ada pula yang tidak berkaitan dengan seks. Rambut Kemaluan - Kutu kemaluan biasanya ditularkan melalui kontak seksual dengan penderita. Gejala utamanya adalah gatal pada daerah rambut kemaluan dan adanya bercak darah atau bintik-bintik hitam pada pakaian dalam yang merupakan kotoran kutu. - Folikulitis memiliki gejala biasanya lebih merasa nyeri daripada gatal - Infeksi virus seperti molluscum contagiosum yaitu salah satu penyakit menular yang menyebabkan gatal hingga ke area batang penis. Batang Penis - Herpes genitalis yaitu suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus herpes simpleks 1 (HSV1) atau 2 (HSV2). Gejala lain yang dapat ditemukan adalah adanya lepuhan pada batang penis. - Lichen nitidus, yang menyebabkan timbulnya benjolan-benjolan kecil pada batang penis, yang terasa gatal. Hal ini bukanlah suatu penyakit menular seksual Kepala Penis - Herpes genitalis. Gejala seringkali mengenai daerah kepala penis dan kulit khatan - Infeksi jamur (candidiasis) pada kepala penis. Infeksi ini dapat merupakan gejala diabetes pada pria. - Kutil kemaluan. Kutil kemaluan merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi virus. Kutil biasanya muncul pada kepala penis dan kulit katan, yang dapat disertai oleh keluarnya cairan abnormal dari penis, yang menyebabkan gatal. Kutil juga dapat muncul pada batang penis dan rambut kemaluan - Lichen planus, psoriasis, dan dermatitis seboroik berat merupakan gangguan kulit yang dapat mengenai kepala penis dan bukan merupakan suatu penyakit menular seksual Kantong Zakar - Eksim. Eksim merupakan gangguan kulit kronik yang ditandai dengan rasa gatal, radang, kemerahan, dan pembengkakan pada kulit - Penyakit Paget. Penyakit Paget pada kantong zakar merupakan salah satu jenis kanker kulit yang tampak seperti eksim. Penyakit paget dicurigai jika gejala eksim tidak merespon terhadap pengobatan. Bercak kemerahan dapat timbul pada daerah selangkangan dan anus  Selangkangan - Infeksi jamur. Infeksi jamur biasanya terjadi akibat keringat dan penggunaan pakaian ketat. Gejalanya adalah gatal hebat pada daerah selangkangan. Kadangkala ditemukan adanya bercak kemerahan bersisik, yang biasanya bermula dari daerah lipatan kulit dan menyebar. - Kandidiasis. Kandidiasis juga merupakan salah satu jenis infeksi jamur. Kandidiasis dapat merupakan gejala awal dari diabetes pada pria, ditularkan melalui hubungan seksual dengan penderita, atau penggunaan antibiotika yang menyebabkan gangguan keseimbangan bakteri. Infeksi ini biasanya menimbulkan rasa gatal, panas, dan nyeri pada daerah kemaluan. Kandidiasis juga sering dialami oleh wanita, terutama wanita hamil - Psoriasis. Penyakit kulit kronik ini ditandai dengan bercak kemerahan bersisik dan tebal pada daerah lutut, siku, pinggang, dan kulit kepala. Gambaran psoriasis pada daerah selangkangan dapat sedikit berbeda daripada psoriasis pada bagian tubuh lainnya karena tingginya kelembaban pada daerah selangkangan. Psoriasis selangkangan biasanya tampak seperti bercak kemerahan tetapi tidak menebal dan tidak bersisik Gangguan Kulit Lain yang Bisa Menimbulkan Gatal Pada Kemaluan Pria Selain berbagai hal di atas, ada beberapa gangguan kulit lain yang dapat menimbulkan rasa gatal pada kemaluan seorang pria. Di bawah ini ada 2 gangguan kulit yang dapat menimbulkan rasa gatal pada kemaluan pria. Skabies Skabies merupakan gangguan kulit yang disebabkan oleh infeksi serangga Sarcoptes scabiei. Penularannya biasanya melalui kontak kulit dengan kulit. Gejala yang biasa ditemukan adalah gatal hebat pada derah kulit yang terinfeksi, misalnya pada kantong zakar, bokong, dan penis. Bagian tubuh lain yang juga sering terkena adalah celah-celah jari, pusar, dan ketiak. Dermatitis Kontak Dermatitis kontak merupakan iritasi kulit yang terjadi akibat kulit berkontak dengan zat atau alergen tertentu, seperti sabun anti bakteri, air kemih, dan produk berbahan karet. Gejalanya adalah  adanya bercak kemerahan atau gatal pada daerah yang terkena. Penderita mungkin lebih merasa nyeri daripada gatal, terutama bila iritasi terjadi pada daerah kantong zakar. Dermatitis kontak akibat penggunaan kondom dapat menimbulkan bercak merah gatal pada kepala penis, yang dapat menyebar hingga ke batang penis, kantong zakar, dan selangkangan. Pencegahan Untuk mencegah dan mengatasi rasa gatal pada kemaluan, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, yaitu: - Bersihkan daerah kemaluan setiap hari dan keringkan daerah kemaluan dengan benar. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi jamur. - Ganti pakaian dalam Anda setiap hari. Bila Anda tidak mengganti pakaian dalam secara teratur, maka jamur yang terdapat di dalam sel-sel kulit mati dapat bereplikasi dan bertambah banyak, yang akhirnya menyebabkan terjadinya infeksi jamur. - Gunakan handuk bersih - Gunakan sabun mandi tanpa pewangi. Hal ini dikarenakan pewangi yang terdapat di dalam sabun dapat menyebabkan terjadinya iritasi kulit pada daerah kemaluan dan menyebabkan rasa gatal.
 13 Nov 2020    21:00 WIB
Ejakulasi Dini? Sini teh sama Mak Erot aja!
Masalah disfungsi seksual seperti ejakulasi dini terus menghantui para pria. Hal ini terbukti dari banyaknya pasien yang mendatangi cucu Mak Erot di Sukabumi, yaitu Haji Syahrudin. Mari kita bahas terlebih dahulu mengenai ejakulasi dini. Ejakulasi dini terjadi saat seorang pria mengalami ejakulasi yang terlalu cepat saat berhubungan seksual. Diperkirakan 1 dari 3 pria mengalami ejakulasi dini dalam beberapa waktu.   Gejala utama dari ejakulasi dini adalah ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi selama lebih dari satu menit setelah penetrasi. Namun masalah ejakulasi dini tidak hanya terjadi selama saat berhubungan seksual namun juga bisa terjadi saat masturbasi. Apabila seseorang mengalami ejakulasi dini tidak terlalu sering, maka hal ini tidak perlu dikhawatirkan, tetapi bila hal itu terjadi secara terus menerus maka perlu diperhatikan. Ejakulasi dini sendiri dibagi menjadi dua klasifikasi yaitu: Ejakulasi dini primer dan ejakulasi dini sekunder. Ejakulasi dini yang primer adalah ejakulasi dini yang dialami seorang pria hampir setiap atau setiap akan melakukan hubungan seksual. Ejakulasi dini sekunder adalah keadaan dimana seorang belum pernah mengalami ejakulasi dini pada awalnya kemudian mengalami ejakulasi dini saat berhubungan seksual.   Nah, untuk menangani pasien dengan keluhan ejakulasi dini ini, Haji Syahrudin kerap melakukan terapi pijat saraf. Pemijatan dimulai dari pangkal paha, pangkal penis sampai ke bokong pasien. Tak berhenti sampai situ, Haji Syahrudin juga menyiapkan sebuah ramuan yang harus diminum oleh pasien. Hasilnya? Pasien yang telah menjalani terapi pijat saraf dan meminum ramuan Haji Syahrudin selang selama 2-3 hari sudah bisa merasakan manfaatnya, yang sebelumnya hanya sesaat dan kini ejakulasi bisa 5 hingga 10 menit. Namun, hal itu tergantung pada kondisi vitalitas pasien masing-masing. Selain menjalani terapi, Haji Syahrudin juga memberikan beberapa tips agar pria bisa menghindari ejakulasi dini, antara lain:   Jangan terburu-buru Tak perlu grasak-grusuk ya. Nikmatilah foreplay (pemanasan) Anda dan pasangan hingga benar-benar mencapai 'puncak' baru lakukan penetrasi. Lakukan latihan pernafasan Dengan cara ini akan membuat Anda terhindar dari berbagai macam ketegangan otot, karena ketegangan dapat menyebabkan terjadinya ejakulasi dini. Buatlah diri Anda merasa santai dan percaya diri sehingga dapat mengontrol emosi Anda. Bagi Anda yang ingin berkonsultasi Anda bisa mengunjungi laman Klinik Mak Erot. Pertanyaan Anda akan langsung dijawab oleh Haji Syahrudin.
 12 Nov 2020    17:00 WIB
Penting Gak Sih Ukuran Penis Itu?
Seringkali seorang pria berpikir bahwa ukuran penis adalah hal yang begitu penting. Namun harus Anda ketahui bahwa ukuran bukan segalanya. Coba simak pernyataan dibawah ini Ukuran penis kecil mudah terjadi disfungsi ereksi? Banyak pria yang mengeluhkan karena ukuran penisnya yang kecil maka mudah terjadi disfungsi ereksi. Harus Anda ketahui bahwa ketidakmampuan untuk mempertahankan ereksi saat berhubungan seks bukan dikarenakan ukuran penis yang kecil. Ini semua tentang persepsi Saat Anda berpikir mengenai ukuran penis adalah segalanya maka ini akan membuat hal itu seolah penting. Padahal yang perlu Anda ketahui saat Anda merasa memiliki penis yang kecil hal ini dapat dipengaruhi dari cara Anda melihat ke arahnya. Lemak perut juga berpengaruh dan menutupi daerah penis Anda, sehingga penis terlihat begitu kecil.   Ukuran tidak penting bagi perempuan Bagi wanita, seks tidak hanya tentang penis. Sebaliknya, beberapa wanita justru mengaku takut dengan penis 'panjang'. Jika kita benar-benar peduli tentang ukuran, sebagian besar wanita mengaku lebih terkesan dengan ketebalan daripada panjang penis. Bahkan ketika terangsang, daerah liang vagina perempuan hanya sekitar 10 cm (4 inci).Jadi untuk seorang wanita berharap memiliki pasangan dengan penis yang kecil namun dapat mengisi liang vagina wanita sepenuhnya. Dan untuk seorang wanita ada hal yang lain yang dapat membuatnya merasakan orgasme selain penetrasi seperti foreplay, seks oral. Sumber: thehealthsite
 22 Oct 2020    21:00 WIB
Perubahan Penis Seiring Bertambahnya Usia
Penurunan fungsi seksual pada pria seiring dengan semakin bertambahnya usia anda merupakan hal yang wajar. Penurunan kadar testosteron membuat anda membutuhkan stimulasi seksual yang lebih untuk merasa bergairah. Setelah merasa bergairah pun anda membutuhkan waktu untuk mencapai ereksi dan orgasme. Penuaan juga menyebabkan penurunan volume air mani dan kualitas sperma. Disfungsi ereksi atau impotensi memang berhubungan dengan semakin bertambahnya usia anda. Selain itu, pria juga mengalami penurunan fungsi saluran kemih. Seorang pria akan mengalami penurunan aliran air kemih seiring dengan semakin bertambahnya usia anda akibat melemahnya otot-otot kandung kemih atau pembesaran prostat. Satu hal lagi yang perlu anda ketahui, bahwa penis sendiri juga mengalami perubahan seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Bentuk Penis Terdapat dua perubahan bentuk utama pada penis, yaitu pada kepala penis dan rambut kemaluan. Warna kepala penis akan memudar secara perlahan akibat penurunan aliran darah yang menuju ke kepala penis. Selain itu, rambut kemaluan pun akan rontok secara perlahan. Hal ini disebabkan oleh penurunan kadar hormon testosteron yang membuat penis kembali seperti pada masa pre pubertas, di mana tidak terdapat rambut kemaluan. Ukuran Penis Pertambahan berat badan merupakan suatu hal yang sering terjadi pada pria seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Lemak yang berkumpul pada perut bagian bawah dapat menyebabkan ukuran penis terlihat berubah (penis terlihat lebih kecil daripada sebenarnya karena tertutup oleh lemak perut). Banyaknya lemak pada perut bagian bawah dapat membuat penis terlihat lebih pendek. Penurunan berat badan yang menyebabkan penurunan lemak perut dapat membuat penis terlihat sedikit lebih besar. Selain dari berkurangnya ukuran penis akibat penumpukan lemak perut, penis juga akan benar-benar mengalami pemendekkan. Pengurangan ukuran penis baik dari panjang dan ketebalannya ini biasanya tidak terlalu banyak akan tetapi dapat disadari. Pengurangan atau pemendekkan penis ini dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu akibat penumpukan lemak (plak) di dalam pembuluh darah kecil di dalam penis yang menyebabkan gangguan aliran darah di dalam penis (aterosklerosis). Penyebab lainnya dari pemendekkan penis ini adalah akibat pembentukan jaringan parut di sekitar badan penis. Ereksi terjadi akibat pengisian darah di dalam pembuluh darah penis. Penyumbatan pada pembuluh darah penis dan terbentuknya jaringan parut pada badan penis dapat membuat penis terlihat lebih kecil saat ereksi. Bukan hanya penis yang mengalami perubahan ukuran, ukuran buah zakar (testis) pun berubah. Pada awal usia 40 tahun, testis akan mulai mengecil. Lengkungan Penis Jika jaringan parut berkumpul secara tidak merata pada penis, maka hal ini dapat membuat penis membengkok, yang disebut dengan penyakit peyronie, yang biasa terjadi pada usia paruh baya. Penis yang melengkung dapat membuat ereksi terasa nyeri dan kesulitan melakukan penetrasi saat berhubungan seksual. Keadaan ini mungkin membutuhkan tindakan pembedahan untuk memperbaiki penis yang membengkok tersebut. Sensitivitas Penis Berbagai penelitian telah menemukan bahwa sensitivitas penis akan semakin berkurang seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Hal ini dapat membuat ereksi dan orgasme sulit tercapai.   Sumber: webmd