Your browser does not support JavaScript!
 03 Apr 2019    18:00 WIB
Hati-Hati Terkena Infeksi Necrotizing fasciitis
Hai sahabat! Tahukah kalian di dunia ini ada salah satu penyakit mengerikan, akibat perbuatan si bakteri jahat pemakan daging. Nama penyakit ini adalah necrotizing fasciitis, yang disebabkan oleh bakteri yang disebut strep grup A, atau Streptococcus pyogenes. Infeksi strep pemakan daging atau necrotizing fasciitis ini adalah infeksi langka yang jarang terjadi. Necrotizing fasciitis adalah penyakit yang bisa diobati. Hanya strain bakteri langka tertentu yang dapat menyebabkan fasiitis nekrotikans, tetapi infeksi ini berkembang dengan cepat (agresif), sehingga harus cepat pula mencari perawatan medis, agar peluang untuk bertahan hidup semakin baik. Penyakit ini pertama kali ditemukan pada tahun 1783, di Negara Perancis. Dan terjadi dari waktu ke waktu, sepanjang abad ke 19 dan ke 20. Penyakit ini  bekerja dengan durasi cepat dan menyebar dengan cepat, hingga menimbulkan peradangan dan nekrosis mulai dari fasia (jaringan ikat berbentuk lembaran berupa selaput, yang menyelimuti otot), otot dan lemak subkutan, dengan nekrosis berikutnya pada kulit di atasnya. Mayoritas individu yang terinfeksi necrotizing fasciitis dimulai dengan infeksi yang ada (selulitis, abses, atau luka), paling sering pada ekstremitas atau di luka atau di lokasi bedah. Infeksi awal dapat berasal dari hampir semua penyebab (misalnya, luka pada kulit, luka tusuk, sayatan bedah, atau yang jarang terjadi seperti gigitan serangga (laba-laba, atau lalat menggigit). Dan gejala lainnya seperti: Eritema (kemerahan) dan pembengkakan. Sensitif terhadap rasa sakit, dan nyeri kulit dapat terjadi bahkan melewati area eritema. Kehadiran rasa sakit yang hebat. Demam dan menggigil. Kelelahan. Perubahan kulit yang progresif seperti ulserasi kulit dan pembentukan bula (lepuh berisi cairan berdinding tipis). Perubahan warna kulit. Bekas luka nekrotik (keropeng hitam). Pembentukan gas di jaringan (yang dapat menghasilkan sensasi berderak di bawah kulit). Pengeluaran cairan dan atau nanah dapat terjadi dengan cepat ketika infeksi berlanjut. Beberapa pasien dapat menjadi septik (artinya infeksi telah menyebar ke aliran darah dan ke seluruh tubuh) sebelum perubahan kulit dikenali, terutama ketika penyakit pemakan daging dimulai pada bidang wajah yang dalam. Syok septik (bakteremia, tekanan darah rendah, pernapasan cepat, status mental berubah).   Dan apa pencegahan dan pengobatan untuk necrotizing fasciitis? Tidak ada cara pasti untuk mencegah infeksi Necrotising Fasciitis. Namun, kita dapat mengurangi risiko dengan praktik kebersihan dasar. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan rawat luka apa pun, bahkan luka ringan dengan antiseptik. Jika kita sudah memiliki luka, rawatlah dengan baik. Ganti perban kita secara teratur atau ketika menjadi basah atau kotor. Jangan menempatkan diri kita dalam situasi di mana luka kita bisa terkontaminasi. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mendaftar bak air panas, pusaran air, dan kolam renang, ataupun air di permukaan pantai, sebagai contoh tempat yang harus kita hindari ketika kita memiliki luka. Perawatan dengan antibiotik yang tepat sesegera mungkin sangat penting untuk infeksi dini. Antibiotik akan mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut ke jaringan sehat. Antibiotik terbatas karena kematian jaringan di tempat yang terinfeksi. Artinya adalah bahwa antibiotik tidak dapat dikirim ke lokasi yang terinfeksi karena jaringan yang mati menyebabkan kurangnya aliran darah, yang merupakan cara pemberian antibiotik. Dalam beberapa kasus, amputasi satu atau lebih anggota badan mungkin diperlukan untuk membantu menghentikan penyebaran infeksi. Proses pemulihan melibatkan terapi fisik yang diperpanjang, dan penyembuhan psikologis dan emosional jangka panjang. Luka terbuka yang besar biasanya membutuhkan pencangkokan kulit. Perawatan oksigen hiperbarik dapat menjadi terapi tambahan yang bermanfaat bagi orang-orang dengan luka besar dan terbuka. Jadi sahabat! Necrotising Fasciitis memang berpotensi fatal, tetapi dengan perhatian medis segera, pasien dapat diobati dengan sukses.   Sumber : emedicine.medscape.com, www.healthline.com, www.webmd.com, www.medicalnewstoday.com, www.researchgate.net
 03 Feb 2019    16:00 WIB
5 Bahan Alami Untuk Menyamarkan Bekas Luka
Apakah bekas luka yang disebabkan oleh jerawat, bekas luka yang disebabkan kecelakaan, atau bekas luka yang disebabkan oleh kelainan kulit, kebanyakan dari kita tentu mengakui sangat sulit untuk menghilangkannya. Tidak ada pengobatan alami yang dapat menghilangkan bekas luka secra instan, tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba beberapa pengobatan alami berikut untuk membantu menyamarkan bekas luka. Es batu Pengobatan dengan es batu akan sangat efektif untuk menghilangkan keropeng yang baru. Bungkus beberapa buah es batu kedalam kain kemudian usapkan ke keropeng beberapa menit setiap harinya. Kompres dingin ini akan membantu mengurangi pembengkakan dan menyempitkan pembuluh darah dibawahnya. Dengan cara demikian es batu dapat membantu mengurangi timbulnya bekas luka atau perubahan warna Perasan lemonPerasan lemon diketahui dapat menyamarkan bekas luka. Ambil lemon segar kemudian peras. Ambil air perasan lemon tersebut dan campurkan dengan sedikit air. Celupkan kapas ke campuran air lemon itu dan aplikasikan ke bekas luka setiap hari. Hal ini akan merangsang tumbuhnya sel kulit yang baru menggantikan bekas luka. Madu Madu mengandung zat antibiotik dan juga dapat berperan menjadi bahan pencerah kulit sehingga madu sanagt ideal digunakan untuk menyamarkan bekas luka. Oleskan madu ke bekas luka Anda dan diamkan selama 20 menit kemudian bersihkan dengan air hangat. Madu tidak hanya dapat menyamarkan bekas luka tetapi juga melembabkan kulit dan membuatnye lebih lembut. Lidah buayaLidah buaya dikenal sebagai salah satu tanaman yang mempunyai banyak khasiat. Anda juga dapat menggunakan lidah buaya sebagai bahan menyamarkan bekas luka. Ambil bagian dalam lidah buaya kemudian oleskan pada bekas luka Anda dan biarkan selama 30 menit kemudian bersihkan. Lakukan perawatan ini untuk membantu menyamarkan bekas luka Anda. Vitamin EVitamin E terbukti memberi banyak manfaat untuk perwatan kulit. Gunakan minyak vitamin E sesaat setelah luka mengering untuk mempercepat bekas luka hilang dengan cepat. Baca juga: 6 Cara Menyamarkan Bekas Luka Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: healthmeup
 14 Nov 2018    16:00 WIB
Ajaib! Bahan Alami Berikut Bisa Membantu Menghilangkan Bekas Luka Bakar
Mempunyai bekas luka yang susah untuk dihilangkan merupakan hal yang bisa mengurangi penampilan Anda. Misalnya adalah bekas luka yang menghitam pada bagian kaki karena terkena knalpot, kecelakaan atau karena alergi. Banyak wanita mengalami luka bakar disebabkan oleh memasak atau saat menggosok pakaian. Terkadang luka bakar di kulit semakin terlihat jelas. Walaupun Anda sudah mengoleskan beberapa jenis krim, tetapi luka bakar akan tetap jelas terlihat. Berikut adalah beberapa bahan alami yang dapat membantu Anda menghilangkan lukan bakar.Jus lemonLemon merupakan kelompok buah citrus yang kaya akan vitamin C yang dapat membantu mencerahkan warna kulit. Jus lemon dapat digunakan untuk membantu menghilangkan bekas luka bakar. Caranya cukup dengan mengoleskan air perasan lemon pada daerah bekas luka, kemudian pijat selama 2 menit. Lakukan rutin setiap malam pada bekas luka yang telah mengering. Almond dan minyak zaitunUntuk menghilangkan bekas luka secara alami Anda bisa mencoba menggunakan almond dan minyak zaitun. Pijat daerah bekas luka dua kali setiap hari dengan almond dan minyak zaitun selama beberapa menit. Melakukan cara tradisional ini yang efektif untuk menghilangkan bekas luka secara bertahap. Jus tomatJus tomat merupakan bahan lain yang dapat digunakan untuk menghilangkan luka bakar. Cara menghilangkan bekas luka menggunakan tomat adalah dengan mengambil sepotong tomat kemudian hancurkan tomat gunakan sebagai lulur di daerah bekas luka. Gunakan satu kali setiap hari secara teratur. Ekstrak lidah buayaEkstrak lidah buaya sangat ampuh digunakan untuk menghilangkan bekas luka membandel, ekstrak lidah buaya juga dapat melembutkan kulit. Cara cukup dengan mengoleskan getah lidah buaya pada bekas luka sambil dipijat sekitar 2 menit, diamkan beberapa saat. Lakukan cara ini secara teratur dapat membantu menghilangkan bekas luka. SusuSusu memiliki kandungan pemutih alami yang baik untuk membuat kulit tampak lebih putih dan juga efektif untuk menghapus bekas luka. Caranya cukup dengan membuat lulur dari susu untuk daerah bekas luka, gosok-gosok selama 10 menit. Tambahkan beberapa tetes air lemon untuk hasil terbaik. Gunakan setiap sebelum mandi untuk mendapatkan hasil maksimal. Teh chamomileCampuran teh chamomile dapat efektif untuk menghilangkan bekas luka bakar yang sulit dihilangkan. Rebuslah beberapa daun teh chamomile dan biarkan mendingin. Kemudian letakkan daun teh chamomile dan pijat beberapa menit kemudian bilas dengan menggunakan air dingin.Sumber: boldsky
 06 Nov 2018    16:00 WIB
Wow ternyata Air Liur Dapat Menyembuhkan Luka!
Air liur atau yang dalam bahasa kedokteran disebut dengan saliva merupakan cairan bening yang dihasilkan oleh kelenjar liur di dalam mulut. Banyak ahli menduga bahwa seperti halnya air liur hewan yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka, air liur manusia pun memiliki khasiat yang sama. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan air liur manusia mengandung histatin. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Belanda, histatin merupakan suatu zat yang memang berfungsi untuk membantu proses penyembuhan luka. Para peneliti mengatakan bahwa histatin jugalah yang menyebabkan luka di daerah mulut, misalnya luka akibat proses pencabutan gigi dapat sembuh lebih cepat dibandingkan luka pada kulit atau tulang. Baca Juga: Mendeteksi Depresi Lewat Air Liur Histatin sendiri sebenarnya merupakan suatu protein yang dihasilkan oleh air liur yang terbukti dapat membantu menyembuhkan berbagai luka di dalam mulut dengan cara membunuh berbagai bakteri di dalam mulut. Selain dapat membantu proses penyembuhan luka dengan cara membunuh bakteri di dalam mulut, histatin ternyata juga dapat membantu mencegah terjadinya infeksi jamur di dalam mulut. Beberapa jenis jamur yang telah terbukti dapat dihambat pertumbuhannya dengan adanya histatin di dalam air liur adalah Candida albicans, Cryptococcus neoformans, dan Aspergillus fumigatus. Hal ini jugalah yang membuat seseorang dengan daya tahan tubuh yang baik jarang sekali mengalami infeksi jamur di dalam tubuh. Walaupun demikian, dianjurkan untuk tetap menjaga kebersihan mulut Anda dengan cara rajin menggosok gigi setiap harinya untuk membantu menghambat pertumbuhan kuman di dalam mulut yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada gusi atau gigi berlubang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang .   Sumber: lintaskesehatan, sciencedaily,