Your browser does not support JavaScript!
 11 Sep 2020    13:00 WIB
Cara Mengatasi Sembelit Pada Bayi
Mungkin anak Anda sering mengalami sulit buang air besar. Berikut adalah cara untuk mengatasi sembelit pada anak Anda Sembelit/ konstipasi adalah salah satu masalah yang sering dihadapi oleh anak. Hal ini dapat terjadi pada anak-anak sekitar 30 persen. Apabila anak Anda buang air besar tidak normal atau berbeda dengan jadwal buang air besar yang biasanya. Bayi Anda mungkin buang air besar setiap habis makan, atau dia mungkin menunggu satu hari atau lebih untuk buang air besar.  Pola buang air besar setiap anak tergantung pada apa yang ia makan dan minum, seberapa aktif anak Anda, dan seberapa cepat anak Anda mampu mencerna makanan dan kemudian buang air besar. Namun dengan latihan, Anda akan dapat mengarahkan pada pola buang air besar yang baik.  Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda coba untuk mengatasi sembelit:  Pijat perut bayi Anda. Tekan dengan tiga jari di bawah pusarnya dan lakukan penekanan yang lembut dengan menggunakan ujung jari Anda. Tekan sampai Anda merasakan ada suatu benjolan. Lakukan penekanan yang lembut namun konstan sekitar tiga menit.  Apabila bayi Anda makan atau minum susu formula, tanyakan kepada dokter untuk mengganti dengan merek yang berbeda.  Biasanya bayi kurang mengalami sembelit apabila mengkonsumsi susu formula kedelai.  Apabila anak Anda sudah dapat mengkonsumsi makanan padat. Anda boleh mencoba sedikit jus apel atau beberapa sendok buah plum, alpukat atau pir untuk membantu melancarkan buang air besar. Tanyakan pada dokter Anda bagaimana pengobatan yang tepat untuk anak Anda. Biasanya dokter akan memberikan obat melalui anus. Obat tersebut akan merangsang saluran pencernaan agar berkontraksi dan membantu buang air besar atau membuat kotoran menjadi lebih lunak. Namun pengobatan ini sebaiknya jangan dilakukan secara terus menerus, Anda harus melatih agar anak Anda dapat buang besar secara teratur. Anda juga bisa membantu memasukkan sabun batangan yang Anda hancurkan melalui anus untuk membantu melicinkan daerah sekitar anus dan melancarkan kotoran mudah keluar.    Sumber: babycenter
 03 Sep 2020    13:00 WIB
Atasi "Kuning" Pada Bayi Dengan Fototerapi
Ikterus neonatorum adalah suatu keadaan di mana kulit dan selaput mata bayi baru lahir berwarna kuning yang biasanya terjadi pada minggu pertama kehidupan bayi. Ikterus sendiri berarti kulit, selaput mata, atau jaringan lainnya (membran mukosa) berwarna kuning akibat penumpukkan bilirubin.Ikterus dapat terjadi akibat peningkatan kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam darah yang menyebabkan penumpukkan bilirubin pada kulit dan selaput mata bayi.   Peningkatan kadar bilirubin di dalam darah bayi dapat terjadi karena hati bayi belum berfungsi sempurna (fisiologis) atau akibat gangguan kesehatan lain (patologis). Peningkatan kadar bilirubin di dalam darah bayi dapat mengganggu perkembangan sistem saraf pusat bayi dan menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan saraf yang tidak dapat diperbaiki kembali. Penanganan segera dibutuhkan untuk menurunkan kadar bilirubin di dalam darah bayi anda. Salah satunya adalah dengan melakukan fototerapi. Fototerapi dilakukan dengan cara meletakkan bayi yang hanya mengenakan popok (mencegah terjadinya kemandulan akibat fototerapi) dan penutup mata (mencegah terjadinya kerusakan retina akibat fototerapi) di bawah lampu yang memancarkan spektrum cahaya hijau-biru dengan panjang gelombang 450-460 nm. Selama fototerapi, bayi harus tetap disusui dan diubah posisi tidurnya (terlentang dan telungkup) setiap 2 jam agar penyinaran mengenai seluruh bagian kulit dengan merata. Melalui fototerapi, bilirubin diubah menjadi suatu senyawa yang dapat larut di dalam air sehingga dapat dikeluarkan melalui air kemih. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan apakah bayi anda telah mendapat cukup cairan, baik melalui ASI maupun air putih agar tidak mengalami dehidrasi. Efek samping lain yang mungkin timbul akibat tindakan fototerapi adalah diare. Diare dapat terjadi akibat peningkatan pengeluaran cairan empedu ke dalam usus pada proses pemecahan bilirubin, sehingga gerakan usus (peristaltik) pun meningkat. Fototerapi biasanya dilakukan selama 24 jam atau hingga kadar bilirubin dalam darah turun pada ambang batas normal. Sumber: clinicforchild.wordpress
 19 Jul 2020    08:00 WIB
Penyebab Biang Keringat Pada Bayi dan Cara Mengatasinya
Biang keringat (disebut juga keringat buntet) adalah ruam bintik merah atau pink yang muncul di atas kepala bayi, leher, bahu dan bagian tubuh yang tertutup pakaian, disertai gatal, kulit kemerahan dan gelembung air kecil-kecil. Bintik terlihat seperti jerawat kecil.  Karena penyebab terjadinya biang keringat adalah tersumbatnya kelenjar keringat. Dimana fungsi kelenjar keringat pada bayi belum sempurna seperti pada orang dewasa, makanya kita lebih sering menemukan biang keringat ini pada kulit bayi. Kulit memerah dan rasa gatal yang tak tertahan, membuat bayi rewel. Segera atasi biang keringat pada bayi dan cegah sebisa mungkin. Penyebab Biang Keringat: Ventilasi ruangan kurang baik sehingga udara di dalam ruangan panas atau lembab Pakaian bayi terlalu tebal dan ketat, pakaian yang tebal dan ketat menyebabkan suhu tubuh bayi meningkat. Bayi mengalami panas atau demam. Bayi terlalu banyak beraktivitas sehingga banyak mengeluarkan keringat Pencegahan: Bayi atau anak tetap dianjurkan mandi secara teratur paling sedikit 2 kali sehari menggunakan air dingin dan sabun. Bila berkeringat, sesering mungkin dibasuh dengan menggunakan handuk (lap) basah, kemudian dikeringkan dengan handuk atau kain yang lembut. Setelah itu dapat diberikan bedak tabur. Jangan sekali-kali memberikan bedak tanpa membasuh keringat terlebih dahulu, karena akan memperparah penyumbatan sehingga mempermudah terjadinya infeksi baik oleh jamur maupun bakteri. Hindari penggunaan pakaian tebal, bahan nilon, atau wol yang tidak menyerap keringat Tidak mengoleskan baby oil, baby lotion atau baby cream pada sekujur tubuhnya sepanjang waktu. Gunakanlah produk tersebut sesuai kebutuhan, misalnya jka kulit bayi tampak kering.  Kulit yang kering lebih akan menghambat keluarnya keringat dan memudahkan terjadinya infeksi bakteri Pengobatan: Sebenarnya pengobatan khusus tidak diperlukan, cukup pencegahan dan perawatan kulit yang benar. Bila biang keringat berupa gelembung kecil tidak disertai berupa gelembung kecil tidak disertai kemerahan, kering dan tanpa keluhan dapat diberi bedak setelah mandi. Bila kelainan kulit membasah tidak boleh ditaburkan bedak, karena akan terbentuk gumpalan yang memperparah sumbatan kelenjar sehingga menjadi tempat pertumbuhan kuman. Bila keluhan sangat gatal, luka dan lecet dapat diatasi dengan pemberian antibiotik. Sumber: webmd
 06 Jul 2020    11:00 WIB
Manfaat Menyusui Bagi Kesehatan Sang Ibu
Tahukah Anda bahwa menyusui tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan bayi Anda, tetapi juga bagi Anda? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa manfaat dari menyusui bagi sang ibu.   Baca juga: Tips Mencegah Terjadinya Nyeri Saat Menyusui   Menyusui Dapat Menyembuhkan Tubuh Anda Saat Anda menyusui, maka tubuh Anda akan memproduksi hormon oksitosin, yang akan membantu rahim Anda berkontraksi dan kembali ke ukurannya semula. Selain itu, adanya hormon ini juga dapat membantu mengurangi perdarahan rahim paska persalinan. Menyusui juga dapat mencegah payudara membengkak dan nyeri karena banyaknya ASI yang terdapat di dalamnya. Pembengkakan payudara ini dapat terjadi saat payudara sedang "mengubah" ASI yang dihasilkannya dari kolostrum menjadi ASI biasa atau saat Anda sudah beberapa hari tidak menyusui.   Menyusui Dapat Menurunkan Resiko Terjadinya Beberapa Penyakit Tertentu Menyusui dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara.   Menyusui Membantu Menurunkan Berat Badan Dengan Lebih Cepat Untuk memproduksi ASI, tubuh Anda membutuhkan sekitar 500 kalori setiap harinya. Dengan demikian, menyusui juga dapat membantu menurunkan berat badan Anda paska melahirkan, yaitu sekitar 1-2 kg setiap bulannya.   Menyusui Dapat Menghemat Pengeluaran Anda Selain mudah (tidak butuh botol dan tidak perlu menyiapkan susu), ASI juga bebas dari kuman penyakit dan membuat Anda dapat berhemat karena tidak perlu membeli susu formula bayi yang cukup mahal. Anda juga dapat memberikan susu pada bayi Anda kapan saja dan di mana saja. Menyusui juga membuat Anda dapat beristirahat dan membentuk ikatan dengan bayi Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 24 Jun 2020    11:00 WIB
Bayi Anda Sering Muntah, Normal Atau Tidak?
Apakah normal bagi seorang bayi untuk muntah? Muntah merupakan hal yang normal terjadi pada bayi, terutama pada bayi baru lahir karena mereka sedang beradaptasi dengan makan dan organ tubuhnya masih dalam tahap perkembangan. Selain makan, ada berbagai hal lain yang dapat memicu terjadinya muntah pada bayi. Beberapa hal lain tersebut adalah mabuk kendaraan, gangguan pencernaan, terlalu lama menangis, atau terlalu lama batuk. Jadi, Anda pasti akan melihat bayi Anda sering muntah. Serangan muntah ini biasanya akan reda dalam waktu 6-24 jam setelah dimulai. Bayi Anda biasanya tidak memerlukan pengobatan, kecuali banyak minum air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Jadi, selama bayi Anda tampak sehat dan terus mengalami peningkatan berat badan, maka Anda tidak perlu merasa khawatir bila bayi Anda cukup sering muntah. Percayailah insting Anda dan segera periksakan bayi Anda ke dokter bila Anda merasa khawatir.   Kapan Perlu Merasa Khawatir? Pada beberapa bulan pertama kehidupannya, bayi Anda biasanya muntah akibat masalah pencernaan ringan, misalnya karena terlalu kenyang. Setelah melewati usia beberapa bulan, muntah dapat merupakan gejala dari suatu infeksi, misalnya gastroenteritis. Infeksi jenis ini biasanya juga disertai oleh diare. Selain itu, bayi Anda mungkin juga akan muntah saat ia mengalami flu, infeksi saluran kemih, dan infeksi telinga. Kadangkala, alergi makanan juga dapat menyebabkan muntah. Jika muntah memang disebabkan oleh alergi makanan, maka keluhan muntah biasanya akan reda saat bayi Anda tidak lagi mengkonsumsi makanan tersebut. dianjurkan agar Anda berkonsultasi dengan dokter anak Anda sebelum menghentikan konsumsi suatu makanan bagi bayi Anda. Muntah juga dapat merupakan gejala dari suatu penyakit yang lebih serius. Segera periksakan bayi Anda ke seorang dokter bila muntah juga disertai oleh beberapa gejala di bawah ini, yaitu: Tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, air mata berkurang, ubun-ubun cekung, bayi tampak lesu, dan lebih jarang buang air kecil (kurang dari 6 popok basah setiap harinya) Demam Tidak mau minum susu Muntah lebih dari 12 jam atau muntah menyemprot Ada bercak kemerahan pada kulit yang tidak menghilang saat kulit ditekan Tampak mengantuk atau sangat rewel Ubun-ubun menonjol Sesak napas Perut membesar Adanya darah atau cairan empedu (cairan berwarna kehijauan) pada muntahan Muntah menyemprot pada bayi baru lahir yang terjadi dalam waktu 30 menit setelah makan Adanya darah atau cairan empedu di dalam muntahan bayi Anda tidak perlu Anda khawatirkan bila bayi Anda tampak sehat sebelum muntah. Hal ini mungkin terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil pada kerongkongan akibat muntah atau bila bayi Anda baru saja mengalami mimisan dalam waktu 6 jam terakhir. Akan tetapi, segera periksakan bayi Anda ke dokter bila terus ada darah pada muntahan bayi Anda atau bila jumlah darah dalam muntah meningkat. Adanya cairan empedu dalam muntahan dapat menunjukkan adanya sumbatan pada usus, yang membutuhkan pengobatan segera. Muntah terus-menerus atau muntah menyemprot pada bayi baru lahir dalam waktu 30 menit setelah makan dapat disebabkan oleh stenosis pylorus, suatu kondisi langka yang biasanya mulai menimbulkan gejala saat bayi berusia beberapa minggu, tetapi dapat pula saat bayi sudah berusia 4 bulan. Stenosis pylorus menyebabkan katup yang terdapat di antara lambung dan usus menebal sehingga katup tidak dapat terbuka sebagaimana mestinya agar makanan dapat lewat. Hal ini akan menyebabkan bayi muntah tidak lama setelah makan. Pengobatan yang biasa dilakukan adalah tindakan pembedahan, yang harus segera dilakukan.   Baca juga: Mengapa Bau Badan Bayi Selalu Harum?   Apa yang Harus Dilakukan Saat Bayi Anda Muntah? Biasanya muntah merupakan hal yang sering terjadi pada bayi dan tidak perlu dikhawatirkan karena akan segera membaik. Di bawah ini ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membuat bayi Anda lebih cepat sembuh. Cukupi Kebutuhan Cairannya Saat bayi Anda muntah, maka ia akan kehilangan sejumlah cairan tubuh. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengganti cairan tubuh yang hilang ini agar bayi Anda tidak mengalami dehidrasi. Untuk mencukupi kebutuhan cairannya, Anda dapat memberikan beberapa tetes cairan oralit, beberapa kali setiap jamnya; sambil tetap memberikan ASI atau susu formula dan air putih. Jangan berikan bayi Anda jus buah. Kembali ke Pola Makannya Bila bayi Anda tidak lagi muntah selama 12-24 jam, maka Anda dapat mengembalikan pola makannya ke pola makan yang biasanya. Tetapi, pastikan Anda tetap memberikan cukup cairan. Jika bayi Anda sudah dapat mengkonsumsi makanan padat, mulailah dengan makanan yang mudah dicerna, misalnya sereal atau yogurt. Istirahat yang Cukup Tidur dapat membantu pemulihan tubuh bayi Anda. Selain itu, lambung seringkali akan menjadi kosong saat tidur, yang dapat mengurangi keinginan bayi Anda untuk muntah. Jangan berikan bayi Anda obat anti mual, kecuali bila dianjurkan oleh dokter Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: babycentre
 14 May 2020    11:00 WIB
Cara Ampuh Meringankan Hidung Mampet Pada Bayi
Mungkin bayi Anda sering mengalami batuk dan pilek pada tahun pertamanya. Ada ratusan virus yang dapat menyebabkan pilek dan bayi Anda belum mampu melawannya karena  karena sistem kekebalan tubuhnya masih belum berkembang. Terlebih bayi Anda belum mampu untuk membersihkan tangan sehingga memberikan kesempatan virus masuk kedalam tubuh.  Tidak ada obat yang akan mengatasi virus lebih cepat, tetapi Anda dapat membantu bayi Anda merasa lebih baik dan mencegah infeksi dari semakin buruk dengan  memastikan bahwa bayi Anda mendapat banyak istirahat dan cairan. Untuk bayi berusia di bawah 4 bulan, itu berarti Anda harus memberikan ASI atau susu formula yang cukup. Pada bayi berusia 4 bulan Anda sudah dapat meminum sedikit air putih, pada usia 6 bulan bayi Anda sudah bisa mulai minum jus.  Karena sebagian besar anak tidak bisa mengendalikan hidungnya untuk membuang ingus sampai usia 4 tahun. Berikut adalah cara untuk membantu meringankan hidung mampet: Gunakan cairan larutan garam (nasal saline) dan hisap. Anda bisa menggunakan cairan saline yang dibeli di apotik kemudian teteskan dalam hidung untuk membantu mengencerkan lendir. Kemudian sedot keluar cairan dan lendir beberapa menit kemudian dengan semprotan karet atau aspirator hidung.  Apabila bayi Anda mengalami kesulitan menyusui dengan hidung tersumbat, coba gunakan cara diatas sekitar 15 menit sebelum menyusui. Sehingga bayi Anda  akan dapat bernapas dan mengisap pada waktu yang sama.  Oleskan petroleum jelly di luar lubang hidung bayi Anda untuk mengurangi iritasi.  Lembabkan udara. Gunakan humidifier atau vaporizer untuk melembabkan udara di kamar bayi Anda. Atau bawa bayi Anda ke kamar mandi dengan Anda, menyalakan air panas, menutup pintu, dan duduk di ruang beruap selama sekitar 15 menit. Mandi hangat dapat mencapai efek yang sama.    Sumber: babycenter
 06 May 2020    11:00 WIB
Tips Lancarkan ASI Selama Bulan Ramadhan Bagi Para Ibu yang Berpuasa
Walaupun ibu menyusui sebenarnya tidak dianjurkan untuk berpuasa, apalagi bila bayi Anda masih berusia kurang dari 6 bulan, akan tetapi bila Anda tetap mau berpuasa, maka dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. Hal ini dikarenakan ASI masih merupakan satu-satunya sumber makanan bagi bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. Selain itu, walaupun Anda harus berpuasa di siang hari, bukan berarti Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda. Selama puasa, Anda pun dapat tetap makan 3 kali sehari, hanya saja dengan waktu yang berbeda. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian Anda, dianjurkan agar Anda mengkonsumsi diet seimbang, yang terdiri dari karbohidrat (50%), protein (30%), dan lemak (10-20%). Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu membuat produksi ASI Anda tetap lancar. Bagi ibu yang sedang menyusui, dibutuhkan sekitar 700 kalori tambahan setiap harinya, di mana 500 kalori tersebut diambil dari makanan ibu dan 200 kalori sisanya diambil dari cadangan lemak tubuh. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu yang sedang menyusui dan ingin berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makannya (3 kali sehari) dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Pastikan Anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan bergizi saat sahur dan setelah sholat tarawih. Dengan demikian, Anda akan memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas harian Anda dan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh bayi Anda. Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh ibu yang sedang menyusui tetapi ingin berpuasa adalah: Konsumsilah banyak air putih, setidaknya 2 liter setiap harinya, mulai dari saat berbuka hingga sahur Minumlah segelas susu setiap sahur untuk menurunkan resiko terjadinya anemia Konsumsilah minuman hangat saat berbuka puasa untuk menstimulasi pengeluaran ASI Baca juga: Manfaat Kurma Saat Puasa Sumber: aritunsa
 02 May 2020    18:00 WIB
Mengapa Bayi Saya Memukul Kepala Mereka?
Anda akan melakukan apa saja untuk menjaga keamanan anak Anda. Anda telah mengacak-acak rumah, mengepung si kecil dengan mainan yang sesuai usia, dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko kecelakaan. Tetapi bayi Anda tampaknya telah mengembangkan kebiasaan membenturkan kepala mereka pada barang-barang yang tidak dapat Anda hindari - dinding, boks bayi, lantai, dan tangan mereka. Apa sekarang? Ini adalah salah satu aspek membesarkan anak yang tidak diharapkan oleh beberapa orang tua, tetapi beberapa anak akan berulang kali memukul atau membenturkan kepala mereka ke benda. Ini termasuk benda-benda lunak seperti bantal atau kasur. Tapi kadang-kadang, mereka mengambil langkah lebih jauh dan memukul permukaan yang keras. Perilaku ini memprihatinkan. Tetapi cobalah untuk tidak menjadi terlalu panik, karena itu juga dalam ranah normal. Berikut ini adalah penyebab umum dari head banging, serta cara terbaik untuk menanggapi perilaku ini. Seperti apa tamparan kepala bayi yang biasa? Seaneh kelihatannya, membenturkan kepala di antara bayi dan balita sebenarnya adalah perilaku normal. Beberapa anak melakukan ini sekitar waktu tidur siang atau tidur, hampir sebagai teknik yang menenangkan diri. Tetapi meskipun sudah menjadi kebiasaan umum, itu tidak mengecewakan atau menakutkan bagi Anda. Wajar untuk berpikir yang terburuk. Bisakah membenturkan kepala menyebabkan kerusakan otak? Apakah itu pertanda sesuatu yang serius? Bisakah itu menyebabkan cedera lain? Apakah anak saya marah? Membenturkan kepala dapat mengambil bentuk yang berbeda. Beberapa anak hanya membenturkan kepala ketika berbaring telungkup di tempat tidur, dan kemudian berulang kali membenturkan kepala ke bantal atau kasur. Namun, di waktu lain, bayi atau balita kepalanya terbentur saat dalam posisi tegak. Dalam hal ini, mereka mungkin membenturkan kepala ke dinding, pagar buaian, atau bagian belakang kursi. Beberapa anak mengguncang tubuh mereka sambil membenturkan kepala, dan yang lain mengerang atau membuat suara lain. Namun, hal yang penting untuk diketahui adalah head banging biasanya tidak perlu dikhawatirkan, terutama jika hanya terjadi pada waktu tidur siang atau waktu tidur. Kebiasaan ini dapat dimulai sekitar usia 6 hingga 9 bulan, dengan banyak anak mengatasi kebiasaan tersebut pada usia 3 hingga 5. Episode head banging relatif singkat, berlangsung hingga 15 menit, meskipun mereka mungkin terlihat lebih lama jika Anda khawatir. Apa yang mungkin menjadi penyebab terbenturnya kepala pada bayi dan balita?Memahami mengapa seorang anak menundukkan kepalanya dapat membantu menenangkan saraf Anda. Berikut adalah beberapa kemungkinan penjelasan, dengan yang pertama jauh, jauh lebih umum. 1. Gangguan gerakan irama terkait tidurYang menarik, kebiasaan ini sering terjadi tepat sebelum anak tertidur. Ini mungkin terlihat menyakitkan, tetapi dalam kenyataannya, head banging adalah bagaimana beberapa anak menenangkan atau menenangkan diri mereka sendiri. Ini mirip dengan bagaimana beberapa anak mengguncang atau mengguncang kaki mereka saat tidur, atau bagaimana beberapa bayi senang diguncang tidur. Singkatnya, membenturkan kepala adalah bentuk kenyamanan diri, yang paling sering menyebabkan tidur. Dan untuk alasan ini, bukan hal yang aneh bagi beberapa anak kecil untuk tidur kembali setelah bangun di tengah malam. Tentu saja, suara gedoran tiba-tiba di malam hari mungkin mengejutkan Anda. Tetapi tahan keinginan untuk berlari dan menyelamatkan anak Anda. Selama tidak ada risiko cedera dan itulah pertimbangan paling penting di sini - biarkan gedoran itu keluar. Itu hanya akan berlangsung beberapa menit, sampai anak Anda kembali tidur. 2. Penyimpangan dan gangguan perkembanganNamun, kadang-kadang, membenturkan kepala adalah tanda kondisi perkembangan seperti autisme, atau itu mungkin mengindikasikan masalah psikologis dan neurologis. Untuk membedakan gangguan gerakan ritmis dari masalah perkembangan, perhatikan kapan head banging dan frekuensinya. Sebagai pedoman umum, jika anak Anda sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda kondisi perkembangan, psikologis, atau neurologis - dan membenturkan hanya terjadi sebelum tidur - itu kemungkinan merupakan kelainan gerakan ritmik yang sangat khas. Di sisi lain, jika gejala lain menyertai membenturkan kepala - seperti keterlambatan bicara, ledakan emosi, atau interaksi sosial yang buruk - mungkin ada masalah lain. Temui dokter anak Anda untuk mengesampingkan kondisi yang mendasarinya. Bagaimana merespons bayi atau balita yang membenturkan kepala Meskipun sebagian besar membenturkan kepala adalah hal yang normal dan tidak mengindikasikan adanya masalah perkembangan, menonton atau mendengar bunyi tabrakan itu bisa sangat menegangkan. Alih-alih frustrasi, berikut adalah beberapa cara untuk merespons. 1. Abaikan sajaMemang, ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Ketahuilah bahwa jika Anda merespons dengan panik dengan mengambil si kecil atau membiarkan mereka tidur di tempat tidur Anda (yang tidak pernah direkomendasikan untuk anak hingga 1 tahun), mereka mungkin menggunakan gedoran sebagai cara untuk mendapatkan perhatian dan cara mereka. Namun, jika Anda mengabaikannya, perilaku itu mungkin hanya berlangsung beberapa menit. 2. Posisikan kembali boksBahkan ketika seorang anak tidak berisiko cedera, memukul kepala bisa keras dan mengganggu seluruh rumah tangga. Salah satu pilihan adalah memindahkan tempat tidur mereka menjauh dari tembok. Dengan cara ini, kepala tempat tidur atau buaian tidak membentur dinding. 3. Mencegah cederaJika Anda khawatir tentang anak Anda yang terluka, letakkan bantal di sepanjang kepala ranjang. Anda juga dapat memasang susuran tangga di tempat tidur balita untuk mencegah anak Anda terjatuh saat kepala terbentur atau diayun. Tindakan ini hanya diperlukan jika ada risiko cedera. Perlu diingat bahwa Anda hanya harus meletakkan bantal tambahan di tempat tidur anak-anak yang lebih besar. American Academy of Pediatrics menyatakan sementara bayi atau balita Anda masih tidur di buaian, mereka harus melakukannya tanpa bantal, selimut, bumper, dan selimut lembut untuk mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).   Sumber : Healthline
 29 Apr 2020    18:00 WIB
Bagaimana Cara Tepat Menangani Ruam Popok ?
Ruam popok merupakan kondisi yang paling sering terjadi pada bayi. Sebenarnya ruam ini merupakan iritasi kulit yang terjadi di bagian bokong bayi. Ruam popok menyebabkan area di bokong menjadi kemerahan dan menimbulkan rasa gatal dan nyeri. Hal ini bisa menyebabkan bayi menjadi rewel dan gelisah. Berikut adalah beberapa tips untuk menangani dan mencegah terjadinya ruam popok. Ganti popok sesering mungkin Bokong yang tereskpose dengan popok yang lembab dan kotor dalam waktu yang cukup lama merupakan penyebab munculnya ruam popok. Semakin lama Anda membiarkan bayi Anda tetap dengan popok yang sama semakin besar kemungkinan ia terkena ruam popok disebabkan bakteri yang hidup di lingkungan yang lembab. Periksalah popok anak Anda dengan teratur dan gantilah saat popok lembab atau kotor. Hal ini akan mencegah munculnya ruam popok. Memilih produk yang tepat Berhati-hatilah dalam memilih popok bayi dan jangan gunakan popok yang menggunakan parfum atau bahan pengharum lainnya. Bahan pewangi ini mengandung zat kimia dan cairan alkohol yang akan mengiritasi permukaan kulit bayi Anda dan juga dapat merusak kandungan minyak alami yang terdapat di kulit bayi. Selain itu bersihkanlah tubuh bayi menggunakan waslap dan sabun yang ringan. Tetapi jika bayi Anda sudah terkena ruam popok, hindarilah penggunaan sabun supaya tidak memperburuk ruam yang ada. Jaga daerah bokong bayi tetap bersih dan kering Langkah terbaik untuk mencegah dan mengobati ruam popok adalah dengan menjaga area bokong bayi tetap dalam keadaan bersih dan kering. Setelah Anda membersihkan daerah bokong bayi, biarkan area tersebut terkena udara bebas sebelum Anda memakaikan kembali popok yang baru. Menggunakan krim yang tepat Dokter anak biasanya merekomendasikan krim ruam popok untuk melindungi daerah bokong bayi Anda. oleskan krim tersebut tipis-tipis sebelum Anda memasang popok untuk mencegah munculnya ruam.   Sumber: healthmeup
 16 Apr 2020    16:00 WIB
Tindakan Untuk Bayi Kelainan Genetik Apert Syndrom
Halo sahabat setia Dokter.ID, hari ini kita akan membahas Apert Syndrom. Apa itu Apert Syndrom. Jika diantara kita memiliki bayi atau pernah melihat seorang bayi dengan pertumbuhan bentuk kepala yang tidak normal itu biasanya disebut Apert syndrom. Untuk jelasnya kita bahas secara detail. Apert syndrome adalah kelainan genetik yang ditandai oleh fusi prematur tulang tengkorak tertentu (craniosynostosis). Penggabungan awal ini mencegah tengkorak tumbuh secara normal dan memengaruhi bentuk kepala dan wajah. Selain itu, berbagai jari dan jari kaki menyatu bersama (sindaktili). Banyak fitur wajah khas sindrom Apert hasil dari fusi tulang tengkorak prematur. Kepala tidak dapat tumbuh secara normal, yang menyebabkan penampilan cekung di tengah wajah, mata menonjol dan lebar, hidung paruh, dan rahang atas yang belum berkembang yang mengarah ke gigi yang penuh sesak dan masalah gigi lainnya. Soket mata dangkal dapat menyebabkan masalah penglihatan. Penggabungan awal tulang tengkorak juga mempengaruhi perkembangan otak, yang dapat mengganggu perkembangan intelektual. Kemampuan kognitif pada orang dengan sindrom Apert berkisar dari kecacatan intelektual normal hingga ringan atau sedang. Individu dengan sindrom Apert telah berselaput atau bersatu jari tangan dan kaki. Tingkat keparahan fusi bervariasi; minimal, tiga digit di setiap tangan dan kaki disatukan. Dalam kasus yang paling parah, semua jari tangan dan kaki menyatu. Lebih jarang, orang dengan kondisi ini mungkin memiliki jari tangan atau kaki ekstra (polydactyly). Tanda-tanda dan gejala tambahan dari sindrom Apert dapat mencakup gangguan pendengaran, keringat yang luar biasa berat (hiperhidrosis), kulit berminyak dengan jerawat parah, bercak rambut yang hilang di alis, fusi tulang tulang belakang di leher (vertebra serviks), dan infeksi telinga berulang yang dapat dikaitkan dengan lubang di atap mulut (langit-langit mulut sumbing). Apert syndrome mempengaruhi sekitar 1 dari 65.000 hingga 88.000 bayi baru lahir. Dan mutasi pada gen FGFR2 lah yang menyebabkan sindrom Apert. Gen ini menghasilkan protein yang disebut reseptor faktor pertumbuhan fibroblast 2. Di antara beberapa fungsinya, protein ini memberi sinyal sel-sel yang belum matang untuk menjadi sel-sel tulang selama perkembangan embrionik. Mutasi pada bagian spesifik dari gen FGFR2 mengubah protein dan menyebabkan pensinyalan yang berkepanjangan, yang dapat menyebabkan fusi tulang prematur pada tengkorak, tangan, dan kaki. Apert syndrome diturunkan dalam pola autosom dominan, yang berarti satu salinan gen yang diubah di setiap sel cukup untuk menyebabkan gangguan. Hampir semua kasus sindrom Apert hasil dari mutasi baru pada gen, dan terjadi pada orang yang tidak memiliki riwayat gangguan dalam keluarga mereka. Individu dengan sindrom Apert, bagaimanapun, dapat meneruskan kondisi ini ke generasi berikutnya. Namun jika anak kita atau keluarga dan kerabat kita ada anaknya mengalami hal ini, kita bisa mengambil tindakan medis. Dokter terkadang dapat mendiagnosis sindrom Apert saat bayi masih dalam kandungan dengan salah satu metode berikut: Fetoskopi. Dokter menempatkan ruang lingkup yang fleksibel ke dalam rahim ibu melalui perutnya. Lingkup ini dapat digunakan untuk melihat bayi dan untuk mengambil sampel darah dan jaringan. Ultrasonografi. Tes ini menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar bayi di dalam rahim. Dokter dapat mengkonfirmasi bahwa bayi tersebut memiliki sindrom Apert setelah lahir menggunakan tes gen atau tes lain seperti: Computerized tomography (CT). Tes ini mengambil serangkaian sinar-X dari berbagai sudut untuk membuat gambar detail tubuh bayi. Magnetic resonance imaging (MRI). Tes ini menggunakan magnet dan gelombang radio yang kuat untuk membuat gambar dari dalam tubuh bayi. Bayi dengan sindrom Apert mungkin perlu menemui banyak spesialis yang berbeda. Tim medis mereka dapat meliputi: Seorang dokter anak. Seorang ahli bedah. Seorang ahli ortopedi (dokter yang merawat masalah tulang, otot, dan persendian). THT (dokter yang menangani masalah dengan telinga, hidung, dan tenggorokan). Seorang ahli jantung (seorang dokter yang merawat masalah dengan jantung). Seorang spesialis pendengaran. Beberapa bayi mungkin perlu dioperasi dalam beberapa bulan pertama setelah kelahiran. Ini mungkin termasuk operasi untuk: Meringankan tekanan atau mengalirkan penumpukan cairan (hidrosefalus) di dalam tengkorak. Buka tulang tengkorak dan berikan ruang otak bayi untuk tumbuh. Membentuk kembali wajah bayi untuk membuat penampilan yang lebih bulat, rata. Gerakkan rahang dan tulang wajah untuk meningkatkan penampilan dan membantu pernapasan. Lepaskan jari berselaput dan terkadang jari kaki. Mencabut gigi jika terlalu banyak (bertumpuk). Anak-anak dengan keterlambatan perkembangan mungkin membutuhkan bantuan tambahan untuk tetap bersekolah. Mereka mungkin juga membutuhkan bantuan dengan kegiatan sehari-hari. Jadi apapun keadaan anak kita atau anak kerabat kita atau teman kita yang mengalami Apert Syndrom, mari kita sehati tetap mendukung anak-anak ini yah! Salam sehat dan ceria dari Dokter.ID, sampai jumpa!   Sumber : www.webmd.com, www.healthline.com