Your browser does not support JavaScript!
 18 Jul 2019    18:00 WIB
Apa yang Membuat Batuk Anda Memburuk di Malam Hari?
Terdapat banyak hal yang dapat membuat Anda mengalami batuk. Jika Anda mengalami flu, maka batuk dapat disebabkan oleh adanya postnasal drip (lendir saluran pernapasan dari hidung yang terkumpul di daerah tenggorokan). Untuk mengatasi batuk yang disebabkan oleh postnasal drip, pemberian dekongestan dapat membantu. Jika Anda mengalami batuk berdahak, maka Anda mungkin mengalami infeksi saluran pernapasan seperti bronkitis, batuk rejan, atau pneumonia. Jika Anda tidak membaik dalam waktu satu minggu atau Anda mengalami demam tinggi dan berbagai gejala lainnya, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter Anda. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang paling sering menyebabkan batuk memburuk di malam hari dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi batuk tersebut.   Refluks Asam Lambung Jika Anda menderita GERD (gastroesophagus reflux disease) atau dikenal juga dengan nama refluks asam lambung, maka berbaring terlentang dapat menyebabkan Anda batuk jika asam lambung naik ke atas, ke arah tenggorokan Anda. Hal ini dikarenakan asam lambung yang naik ke tenggorokan dapat menyebabkan iritasi tenggorokan dan menyebabkan batuk.   Alergi Jika Anda hanya mengalami batuk di malam hari, maka Anda mungkin alergi terhadap sesuatu di dalam rumah Anda, seperti debu atau kotoran lainnya. Untuk mencegah dan mengurangi gejala batuk Anda, cucilah seprai dan sarung bantal Anda 1 kali seminggu dengan air panas.   Asma Jika serangan asma Anda memburuk di malam hari, maka keadaan ini dapat membuat Anda batuk.   Mengkonsumsi Obat Anti Hipertensi Tertentu Obat anti hipertensi yang disebut dengan ACE inhibitor dapat menyebabkan beberapa orang yang mengkonsumsinya menjadi batuk. Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum mengganti obat anti hipertensi Anda.   Merokok Merokok juga dapat membuat Anda batuk, begitu pula bila Anda merupakan seorang perokok pasif. Berhenti merokok dan jauhi para perokok merupakan salah satu cara mencegah batuk.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 09 May 2019    11:00 WIB
Batuk 100 Hari Yang Menular (Pertusis)
Halo guys! Salam sehat dan sejahtera bagi kita semua, jumpa kembali dengan topik penyakit yang bernama Pertusis. Apa itu pertusis? Batuk rejan, atau dikenal sebagai pertusis, adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Batuk rejan juga disebut batuk 100 hari di beberapa negara. Kondisi ini mendapatkan namanya dari batuk dengan suara keras yang khas, yang diikuti oleh napas bernada tinggi untuk udara yang terdengar seperti "teriakan." Sebelum vaksin, sekitar 157 orang per 100.000 menderita batuk rejan di Amerika Serikat. Ada puncak setiap 2-5 tahun. Dalam 93 persen kasus, mereka adalah anak-anak di bawah usia 10 tahun. Para ahli mengatakan kejadian sebenarnya pada waktu itu jauh lebih tinggi karena tidak semua kasus dilaporkan. Dokter menggambarkan wabah batuk rejan pertama di abad ke-16. Para peneliti tidak mengidentifikasi bakteri yang bertanggung jawab atas infeksi, Bordetella pertussis, sampai tahun 1906. Pada era pra-vaksinasi (selama tahun 1920-an dan tahun 30-an), ada lebih dari 250.000 kasus batuk rejan per tahun di AS, dengan hingga 9.000 kematian. Pada tahun 1940-an, para profesional perawatan kesehatan memperkenalkan vaksin pertusis, dikombinasikan dengan toksoid difteri dan tetanus (DTP). Pada tahun 1976, kejadian batuk rejan di AS telah menurun lebih dari 99%. Namun, selama tahun 1980-an, insiden batuk rejan mulai meningkat dan telah meningkat dengan stabil, dengan epidemi biasanya terjadi setiap tiga hingga lima tahun di AS. Dalam epidemi tahun 2005, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan 25.616 kasus batuk rejan. Pada tahun 2008, lebih dari 13.000 kasus batuk rejan dilaporkan di AS, mengakibatkan 18 kematian. Dalam wabah batuk rejan 2010, termasuk epidemi di California, ada 27.550 kasus pertusis yang dilaporkan secara nasional. Pada 2012, profesional perawatan kesehatan melaporkan lebih dari 48.000 kasus infeksi pertusis di A.S., jumlah tertinggi kasus yang dilaporkan dalam satu tahun sejak 1955. Bayi di bawah 1 tahun paling rentan terkena penyakit ini, karena hampir separuh yang terinfeksi harus dirawat di rumah sakit sebab Infeksi dapat menyebabkan masalah pernapasan yang parah pada bayi. Orang lain yang berisiko termasuk: Anak-anak dan remaja berusia 11 hingga 18 tahun yang belum mendapat suntikan vaksin booster, (Siapa pun yang belum divaksinasi atau yang belum mendapat suntikan booster). Pada awalnya, batuk rejan memiliki gejala yang sama dengan rata-rata pilek: Batuk ringan. Bersin. Hidung beringus. Demam rendah (di bawah 102 F). Kemungkinan juga mengalami diare. Setelah sekitar 7-10 hari, batuk berubah menjadi "whoop" yang berakhir dengan bunyi tinggi ketika kita mencoba menghirup udara. Karena batuknya kering dan tidak menghasilkan lendir, "whoop" ini bisa bertahan hingga 1 menit. Terkadang hal itu dapat menyebabkan wajah kita berubah menjadi merah atau ungu secara singkat. Bayi mungkin tidak mengeluarkan bunyi "whoop" atau bahkan batuk, tetapi mereka mungkin terengah-engah atau mencoba menarik napas selama sakit. Dan beberapa mungkin muntah. Terapi antibiotik adalah pengobatan pilihan untuk pertusis. Namun, agar efektif, pengobatan harus dimulai sejak awal perjalanan penyakit, lebih disukai dalam waktu dua minggu setelah onset. Perawatan antibiotik dapat membasmi bakteri dari hidung dan tenggorokan dan membatasi risiko penularannya ke orang lain. Komplikasi pertusis termasuk pneumonia, infeksi telinga tengah, kehilangan nafsu makan, dehidrasi, kejang, gangguan otak, hernia, patah tulang rusuk, prolaps rektum, episode penghentian pernapasan. Kasus yang parah dapat menyebabkan kematian. Kematian yang disebabkan oleh pertusis paling sering terjadi pada bayi muda, yang meninggal karena pneumonia atau karena kekurangan oksigen yang mencapai otak. Batuk rejan paling menular sebelum batuk dimulai, jadi cara paling efektif untuk mencegahnya adalah dengan mendapatkan vaksinasi. Vaksin batuk rejan untuk orang dewasa (dan remaja) disebut Tdap (tetanus-diphtheria-acellular pertussis). Anak yang lebih kecil mendapatkan formulasi yang berbeda, yang disebut DTaP. Keduanya membantu melindungi terhadap tetanus, difteri, dan batuk rejan. Demikianlah informasi penyakit Pertusis pada hari ini, dan sebagai catatan penting bagi kita semua, silahkan berkonsultasi dengan pakar kesehatan di Dokter.ID! dan jika kita atau anak kita mengalami gejala di atas harus segera pergi ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Dan bagi kita atau anak kita yang belum mendapatkan vaksinasi, harus segera dilakukan yah. Dan petugas kami siap membantu. Salam sehat!   Sumber : www.cdc.gov, ecdc.europa.eu, www.webmd.com, www.mayoclinic.org, www.adultvaccination.org, www.thoracic.org, www.medicinenet.com, www.premierhealth.com, www.medicalnewstoday.com
 01 May 2019    18:00 WIB
5 Tips Untuk Menghentikan Batuk di Malam Hari
Apakah Anda menyadari bahwa frekuensi batuk Anda akan meningkat saat Anda berbaring untuk tidur? Mengapa hal ini terjadi? Bagaimana cara mengatasinya? Batuk yang mengganggu tidur Anda dapat terjadi saat Anda menderita flu atau pilek berat, akibatnya Anda pun sulit tidur nyenyak di malam hari. Batuk sendiri sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan tubuh, yang berfungsi untuk memastikan proses pernapasan berjalan dengan baik dan saluran napas tidak mengalami penyumbatan apapun.Sebenarnya ada banyak hal yang dapat memicu terjadinya batuk. Oleh karena itu, ada baiknya bila Anda memeriksakan diri ke seorang dokter untuk mengetahui penyebab pasti dari batuk yang Anda alami. Mengapa Frekuensi Batuk Meningkat di Malam Hari?Hal ini dikarenakan saat Anda berbaring untuk tidur di malam hari, maka lendir pun akan menumpuk di sepanjang saluran pernapasan Anda. Akibatnya, tubuh akan membuat Anda batuk untuk menyingkirkan lendir tersebut dari saluran pernapasan Anda.Selain itu, saat Anda berada pada posisi terlentang atau tengkurap, kapasitas paru pun akan berkurang, yang juga akan mengaktivasi refleks batuk untuk mengeluarkan lendir dari dalam saluran pernapasan Anda.Di bawah ini Anda dapat melihat 5 tips sederhana yang dapat membantu mengurangi frekuensi batuk Anda di malam hari sehingga Anda pun dapat tidur dengan lebih nyenyak. Baca juga: 7 Jenis Batuk dan Penyebabnya  1.      Minum Banyak Air PutihAir putih dapat membantu menghidrasi tenggorokan Anda dan mengencerkan lendir di dalam saluran pernapasan Anda. Dengan demikian, frekuensi batuk Anda pun akan berkurang. 2.      Konsumsi MaduKonsumsilah 1 atau 2 sendok teh madu sebelum tidur. Madu merupakan salah satu zat yang dapat membantu merelaksasi otot tenggorokan. 3.      Jaga Kelembaban UdaraSeringkali, batuk semakin memburuk karena udara di dalam ruangan kamar tidur Anda terlalu kering. Oleh karena itu, gunakanlah humidifier di dalam kamar tidur Anda sehingga kelembaban di dalam kamar tidur Anda pun tetap stabil, usahakan agar tidak kurang dari 50%. 4.      Tidur Dengan Posisi Miring ke KananSaat tidur, jangan berbaring dengan posisi terlentang atau tengkurap. Posisi terbaik adalah miring pada salah satu sisi. 5.      Gunakan Lebih dari 1 BantalMungkin akan terasa tidak nyaman, akan tetapi bila Anda ingin tidur nyenyak tanpa terbangun karena batuk di tengah malam, gunakanlah lebih dari 1 bantal kepala. Dengan memposisikan kepala lebih tinggi akan membuat saluran pernapasan lebih terbuka. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: manifatturafalomo
 01 Apr 2019    11:00 WIB
Wow Buah Nanas Ternyata Baik Untuk Pencernaan
Kandungan Nutrisi di Dalam NanasNanas merupakan buah kaya nutrisi, yang mengandung karbohidrat dan serat. Selain itu, nanas juga mengandung berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin A, vitamin C, vitamin B, seng, magnesium, fosfor, kalsium, zat besi, dan natrium. Setiap 100 gram nanas hanya mengandung 50 kalori. Manfaat Nanas Bagi Kesehatan: Membantu Pencernaan Kandungan vitamin C di dalam nanas membuat saluran pencernaan anda memproduksi lebih banyak enzim sehingga membantu proses pencernaan makanan. Bromelain merupakan salah satu enzim yang terdapat di dalam nanas yang dapat membantu proses pencernaan protein. Selain itu, bromelain merupakan suatu agen penetralisasi yang dapat mencegah peningkatan keasaman di dalam lambung anda.Orang yang menderita irritable bowel syndrome dan sering buang gas dianjurkan untuk mengkonsumsi nanas karena nanas dapat membantu menenangkan dinding lambung dan usus anda. Mencegah Flu dan Batuk Selain membantu proses pencernaan makanan, banyaknya vitamin C di dalam nanas juga dapat membantu mencegah flu karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh anda. Bromelain yang terdapat di dalam nanas juga dapat menekan refleks batuk dan membantu mengencerkan dahak. Nanas bahkan dapat mencegah terjadinya serangan asma dan bronkitis karena dapat mengencerkan lendir pada saluran pernapasan dan membantu membersihkan saluran pernapasan anda.Bila anda sedang mengalami nyeri tenggorokan, dianjurkan untuk mengkonsumsi nanas bersama dengan madu. Menguatkan Tulang Nanas mengandung magnesium sehingga dapat membantu menguatkan tulang anda. Mineral ini dapat membantu proses pembentukan tulang dan jaringan ikat. Selain itu, kandungan vitamin C di dalam nanas juga dapat membantu mencegah terjadinya berbagai gangguan tulang dan berfungsi sebagai agen anti inflamasi (peradangan).Kalsium, tiamin, dan biotin yang juga terdapat di dalam nanas juga dapat membantu membuat tulang anda semakin kuat. Membantu Mengencerkan Darah Bromelain merupakan suatu enzim di dalam nanas yang dapat membantu mengencerkan darah, yang dapat membantu mencegah terjadinya serangan jantung. Menurunkan Resiko Terjadinya Degenerasi MakulaBeta karoten di dalam nanas dapat membantu melindungi retina di dalam mata anda. Para peneliti menemukan bahwa konsumsi nanas dapat menurunkan resiko terjadinya degenerasi makula akibat proses penuaan yang cukup signifikan.   Manfaat Lainnya Berbagai manfaat lain dari nanas bagi kesehatan anda adalah:•  Mencegah terjadinya radang sendi, nyeri sendi, jerawat, rosacea, eksim, dan psoriasis (bromelain sebagai agen anti inflamasi)•  Meningkatkan kekebalan tubuh (vitamin C)•  Membantu mengendalikan tekanan darah dan denyut jantung (kalium)•  Menguatkan gusi•  Mencegah terjadinya kanker paru-paru dan kanker mulut (vitamin A sebagai antioksidan)     Sumber: foodtofitness
 11 Jan 2019    16:00 WIB
Waspada, Penyakit “Ringan” Ternyata Juga Bisa Berbahaya!
Saat Anda menderita flu atau batuk, Anda mungkin menganggapnya sebagai penyakit "ringan" yang akan sembuh dengan sendirinya bila Anda cukup beristirahat. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata penyakit yang oleh banyak orang dianggap sebagai penyakit "ringan" ini juga dapat berbahaya bagi kesehatan? Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai jenis penyakit yang dianggap "ringan" tetapi ternyata dapat menjadi berbahaya.   Flu dan Batuk Flu dan batuk merupakan penyakit "ringan" yang paling sering dialami oleh banyak orang. Flu disebabkan oleh infeksi virus yang biasanya berlangsung selama 2-3 minggu. Jika Anda mengalami batuk yang cukup berat, hidung meler, dan nyeri sendi; maka pengobatan biasanya tidak diperlukan, atau cukup mengkonsumsi obat batuk dan flu saja. Akan tetapi, bila Anda terus merasa lelah atau merasa akan pingsan saat flu, maka segera periksakan diri Anda ke seornag dokter. Bila Anda juga mengalami muntah, dada terasa seperti tertekan, bingung, nyeri dada, dan demam yang tidak kunjung sembuh; maka segera periksakan diri Anda ke seorang dokter karena gejala ini bukanlah gejala flu biasa. Selain itu, bila gejala flu semakin memburuk atau batuk berlangsng selama lebih dari 10 hari, segera periksakan diri Anda ke dokter.   Radang Tenggorokan Radang tenggorokan biasanya terjadi bersamaan dengan flu akibat banyaknya lendir di dalam saluran pernapasan atau akibat suatu alergi. Radang tenggorokan juga dapat disebabkan oleh kelembaban udara yang rendah, merokok, polusi udaran, berteriak, atau bernapas melalui mulut karena hidung tersumbat. Bila radang tenggorokan Anda juga disertai oleh pembesaran amandel, demam, atau membuat Anda sulit tidur di malam hari; segera periksakan diri ke seorang dokter. Pemberian antibiotik biasanya dapat mengatasi gejala.   Baca juga: 8 Penyakit Mematikan yang Berhasil Diatasi Dengan Vaksin!!!   Flu Perut Flu perut memang merupakan penyakit yang sering diderita oleh anak-anak, akan tetapi penyakit ini sebenarnya dapat mengenai siapa saja, pada usia berapa pun. Gejala biasanya hanya berlangsung selama 24-48 jam. Gejala yang sering ditemukan adalah mual, muntah, dan diare yang dapat membuat Anda mengalami dehidrasi berat. Seperti halnya flu biasa, flu perut juga tidak dapat diatasi dengan pemberian antibiotik. Segera periksakan diri ke seorang dokter bila Anda mengalami demam tinggi, ada darah di dalam tinja, dehidrasi hingga tidak ada air kemih yang diproduksi, atau perut nyeri dan membesar.   Infeksi Telinga Atau Nyeri Telinga Infeksi telinga merupakan infeksi yang sering terjadi karena perubaha ketinggian dan perubahan cuaca. Infeksi telinga juga seringkali merupakan akibat dari infeksi sinus atau flu, yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pemberian antibiotik. Akan tetapi, bila nyeri telinga berlangsung selama lebih dari 2 minggu atau disertai oleh keluarnya cairan abnormal dari dalam telinga atau gangguan pendengaran atau demam, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Bronkitis   Bronkitis memiliki gejala yang mirip seperti pilek tetapi lebih berat. Akan tetapi, berbeda dengan anggapan banyak orang, Anda tidak selalu membutuhkan antibiotik untuk mengatasi bronkitis karena bronkitis biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-3 minggu. Akan tetapi, bila gejala berlangsung selama 1 bulan atau lebih; maka antibiotik dan steroid biasanya diperlukan. Gejala bronkitis yang sering ditemukan adalah rasa tidak nyaman pada dada, batuk, merasa amat sangat lelah, dan demam ringan. Gejala berbahaya yang dapat ditemukan adalah mengi, sesak napas, perubahan warna lendir, dan kurang tidur akibat batuk atau mengi. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami gejala berbahaya ini.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 30 Nov 2018    08:00 WIB
5 Hal Yang Menyebabkan Batuk Kering
Batuk adalah salah satu jenis penyakit yang paling sering terjadi, jadi kenapa harus panik? Jika Anda berpikir demikian maka Anda salah. Batuk kering dapat merupakan tanda awal terjadinya penyakit serius. Jadi jika Anda mengalami batu kering yang terus menerus selama dua minggu atau lebih dan tidak bereaksi terhadap pengobatan apapun, segera konsultasikan ke dokter Anda. Berikut adalah lima kemungkinan penyakit yang menyebabkan timbulnya batuk kering.1.  Infeksi pernafasanInfeksi pernafasan dapat memicu timbulnya batuk kering, terutama jika infeksi berlangsung di saluran nafas bagian atas yaitu hidung, sinus, laring dan faring mengalami inflamasi karena bakteri atau virus, juga dapat menimbulkan influensa. Gejala-gejalanya berupa batuk kering, demam, infeksi telinga dan lain sebagainya. Gejala mencakup batuk terus menerus kurang lebih dua minggu. Jika lebih dari itu segera hubungi dokter Anda. 2.  Reaksi alergi Batuk kering dapat disebabkan oleh reaksi alergi. Gejala batuk kering dapat diikuti tenggorokan gatal, kemerahan dan iritasi di mata, maka hal tersebut merupakan tanda dari alergi. Cobalah cari penyebab dari alergi Anda dan hindarilah. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mencari tahu apakah batuk Anda disebabkan oleh alergi melalui tes alergi. 3.  Efek samping obat-obatan Batuk kering dapat disebabkan karena efek samping berbagai macam obat. Obat tekanan darah tinggi yang disebut angiotensing-converting enzym (ACE) inhibitor dapat memicu timbulnya batuk kering. Jika Anda pikir obat menjadi penyebab batuk kering Anda, maka segera hubungi dokter untuk mengganti obat Anda. 4.  Refluk asam lambung Refluk asam merupakan penyebab lain dari batuk kering. Secara umum, makan berat atau makan pedas di malam hari dapat menyebabkan masalah pada tingkat keasaman lambung dan asam lambung meningkat ke esofagus sehingga dapat mengiritasi tenggorokan dan menimbulkan batuk kering. Secara umum gejala ulu hati terbakar sering diikuti batuk. 5.  Penyakit serius lainnyaBatuk kering juga dapat menjadi tanda penyakit lain seperti kanker, emphysema, gagal jantung, pneumonia dan lainnya.Sumber: magforwomen
 08 Nov 2018    11:00 WIB
Ternyata Penyakit Bisa Dikenali Dari Warna Dahak
Dahak di dalam tenggorokan Anda dapat sangat mengganggu seperti halnya debu di dalam mata Anda. Akan tetapi, dahak ternyata memiliki banyak manfaat lho! Dahak yang kental ini sebenarnya terbuat dari air (sebagian besar), garam, dan antibodi, yang memang didesain untuk menangkap dan membunuh bakteri serta berbagai mikroorganisme yang tidak diinginkan dari dalam hidung dan tenggorokan Anda. Bahkan di saat Anda tidak sedang sakit pun, tubuh Anda akan memproduksi dahak setiap harinya. Hal ini dikarenakan tanpa dahak, kuman dan iritan di dalam udara dapat dengan mudah masuk ke dalam paru-paru Anda melalui saluran pernapasan. Dan saat Anda sakit atau sedang menderita alergi, maka tubuh Anda pun akan meningkatkan produksi dahaknya untuk membuang kuman yang ada di dalam saluran pernapasan Anda. Walaupun rasanya mungkin tidak enak, akan tetapi Anda sebenarnya boleh-boleh saja menelan dahak. Bahkan, mungkin hal inilah yang diinginkan oleh tubuh Anda karena dahak secara alami selalu berada di dalam tenggorokan Anda. Bila Anda menelan dahak Anda, maka asam lambung dan sistem pencernaan dapat menghancurkannya bersama dengan semua hal berbahaya di dalamnya.   Baca juga: 8 Tips Mengatasi Batuk di Malam Hari   Bila Anda tidak mau menelannya, Anda juga dapat mengeluarkan dahak Anda. Perhatikanlah apa warna dahak yang Anda keluarkan bila Anda memilih untuk mengeluarkannya. Jika dahak Anda berwarna kuning atau hijau, maka Anda mungkin sedang mengalami infeksi virus. Warna ini disebabkan oleh enzim yang diproduksi oleh sel darah putih Anda untuk melawan infeksi. Jika dahak tetap Anda selama lebih dari 1 minggu, maka hal ini menunjukkan bahwa infeksi virus yang Anda alami telah berkembang menjadi infeksi bakteri. Segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mengetahui apa penyebabnya dan pengobatan apa yang paling tepat untuk mengatasinya. Jika dahak Anda berwarna jernih, maka Anda mungkin hanya mengalami suatu reaksi alergi. Alergi akan memicu membran mukosa di dalam tubuh Anda untuk memproduksi histamin, yang akan membuat sel-sel di dalam saluran pernapasan Anda memproduksi lebih banyak dahak. Mengkonsumsi obat anti histamin dapat membantu menghentikan produksi dahak yang berlebih. Jika dahak Anda berwarna merah (disertai dengan darah), maka hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh udara yang kering. Tingkatkan kelembaban saluran pernapasan Anda dengan menggunakan semprotan hidung atau gunakanlah humidifier di dalam kamar tidur Anda. Jika dahak Anda selalu berdarah, terutama bila Anda merupakan seorang perokok atau peminum berat, maka hal ini dapat merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius, termasuk kanker. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 10 Jun 2018    18:00 WIB
8 Tips Mengatasi Batuk di Malam Hari
Batuk di malam hari dapat mengganggu tidur Anda. Jadi bagaimana cara menenangkan batuk dan tenggorokan gatal yang mengganggu tidur Anda? berikut adalah berbagai cara menenangkan rasa gatal di tenggorokan Anda.    •    Minum teh herbal dengan maduMulailah kebiasaan mengkonsumsi secangkir teh non-kafein sebelum pergi tidur. Semua jenis minuman hangat dapat memecah dahak di saluran nafas Anda.    •    Tidur dengan posisi kepala lebih tinggiKetika batuk terjadi di malam hari, maka gravitasi adalah musuh Anda. Semua dahak dan post nasal drip masuk kembali ke dalam saluran nafas Anda dan membuat tenggorokan Anda terganggu saat Anda tertidur. Cobalah melawan gravitasi dengan menambahkan  bantal ketika Anda tidur.    •    Gunakan uapUdara yang kering dapat membuat batuk Anda semakin memburuk. Anda mungkin dapat melegakan sedikit pernafasan Anda saat mandi sebelum tidur atau hanya duduk di kamar mandi yang beruap. Peringatan untuk Anda yang menderita asma, uap air dapat memperburuk batuk Anda .    •    Perhatikan kelembaban lingkunganHumidifier dapat membantu melegakan batuk saat udara terasa kering. Tetapi jika ruangan Anda terlalu lembab juga dapat membuat batuk Anda semakin hebat. Debu dan tungau yang merupakan pemicu alergi dapat terperangkap di udara yang lembab. Anda harus menjaga kelembaban udara berkisar antara 40%-50%. Untuk mengukur tingkat kelembaban udara Anda bisa gunakan alat bernama hygrometer yang tidak terlalu mahal.    •    Persiapkan segala sesuatu di samping tempat tidur AndaUntuk berjaga-jaga jika batuk menyerang Anda di malam hari, maka Anda harus menyiapkan segala sesuatu yang bisa menolong meredakan batuk di samping tempat tidur, misalnya saja air putih, obat batuk dan segala sesuatu yang bisa membantu. Semakin cepat Anda bisa mengatasi batuk, semakin lama waktu yang bisa Anda pakai untuk beristirahat.    •    Menjaga tempat tidur tetap bersihJika Anda batuk dan memiliki kecenderungan alergi, fokuslah pada kebersihan tempat tidur Anda. debu dan tungau yang mungkin ada di kasur dapat memicu munculnya alergi, segera singkirkan hal tersebut supaya batuk Anda berhenti dengan cepat    •    Pertimbangkan obat-obatanObat anti batuk dapat membantu Anda menghilangkan batuk dengan dua cara. Obat batuk jenis ekspektoran dapat membantu menghilangkan dahak dan obat batuk jenis penekan refleks batuk. Tanyakan kepada dokter atau farmasi Anda jenis obat apa yang baik untuk Anda.    •    Temui dokter AndaJika Anda mengalami batuk di malam hari lebih dari 7 hari, maka ini waktunya untuk Anda berkonsultasi dengan dokter. Juga jangan lupa mengambil waktu untuk beristirahat. Dokter Anda akan membantu menemukan penyebab dari batuk Anda dan bagaimana penanganan yang paling tepat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Baca juga: Atasi dengan obat batuk ini. Sumber: webmd
 25 Nov 2017    19:00 WIB
Tips Untuk Meredakan Batuk di Malam Hari
Jika batuk membuat Anda terus terbangun di malam hari, maka hal ini dapat membuat tidur Anda kurang nyenyak dan terganggu. Di bawah ini terdapat 5 hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi batuk yang mengganggu tidur Anda di malam hari.    1. Ubah Posisi Tidur Anda Meninggikan sandaran kepala Anda dengan menggunakan 1 atau 2 buah bantal dapat membantu meredakan batuk Anda cukup lama sehingga Anda dapat kembali tertidur.    2. Minum Teh Mengkonsumsi teh panas atau hangat dapat membantu meredakan batuk. Anda dapat mengkombinasikan teh dengan sari buah lemon dan madu untuk membantu meredakan batuk Anda.    3. Hindari Paparan Angin Secara Langsung Jika angin dari pendingin ruangan atau kipas angin Anda langsung mengenai wajah Anda saat tidur, maka pastikan Anda segera mengubahnya karena hal ini dapat memperburuk batuk yang Anda alami.    4. Gunakan Humidifier (Pelembab Ruangan) Alat ini dapat membuat udara di kamar tidur Anda menjadi lebih lembab dan membantu meredakan batuk Anda. Akan tetapi, pastikan Anda selalu membersihkan alat humidifier ini agar tidak ada lumut yang tumbuh di dalamnya serta pastikan Anda selalu mengganti air yang terdapat di dalam alat ini secara teratur.    5. Konsumsi Lozenge Lozenge atau permen pereda gatal di tenggorokan yang banyak dijual bebas di pasaran juga dapat membantu meredakan batuk cukup lama sehingga Anda pun dapat kembali tertidur.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd