Your browser does not support JavaScript!
 25 Nov 2018    16:00 WIB
Waspada Bakteri Salmonella (Part 2)
Bagaimana cara pengobatan salmonella? Biasanya, keracunan salmonella hilang dengan sendirinya, tanpa pengobatan. Minum banyak cairan agar tetap terhidrasi jika kita mengalami diare. Namun, Alan Taege menyarankan kita segera menghubungi dokter untuk membicarakan gejala yang kita alami, jika kita mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi. Karena "bakteri kadang-kadang masuk ke aliran darah dan menyebabkan infeksi yang lebih serius," kata Alan Taege. Tanda-tanda bahwa kita harus mencari bantuan medis segera ketika: - Kita tetap sakit setelah lebih dari 7 hari. - Kita mengalami diare berat hingga pendarahan. - Kita mengalami demam hingga 38,6 derajat atau lebih tinggi selama lebih dari satu hari. - Kita juga harus berkonsultasi dengan dokter jika kita berusia di atas 65 tahun atau jika memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, ataupun dengan mereka yang sedang mengidap penyakit parah. Karena kita mungkin berisiko mengalami gejala yang lebih parah. Anak-anak di bawah usia 5 tahun juga berisiko terkena infeksi berat. Orang-orang yang mengalami hal ini lebih sering membutuhkan antibiotik dan harus menjalani rawat inap. Bisakah seseorang mati karena salmonella? Salmonella jarang berakibat fatal, tetapi jika bakteri memasuki aliran darah kita, itu dapat mengancam jiwa, terutama bagi orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti orang tua, mereka yang sangat muda, dan mereka dengan penyakit seperti kanker, HIV / AIDS. Bisakah kita mencegah salmonella? - Kita dapat melindungi diri dari keracunan salmonella dengan beberapa cara. - Masak unggas, daging sapi, dan telur hingga matang. Ini membunuh bakteri. - Hindari makanan yang mengandung telur mentah atau susu yang tidak dipasteurisasi. - Selalu cuci bersih dan jaga kebersihan alat-alat atau wadah serta ruangan yang digunakan untuk mengolah bahan-bahan mentah ini. - Jangan biarkan daging mentah atau unggas bersentuhan dengan makanan lain, terutama yang tidak memerlukan memasak (misalnya, selada, tomat, dan bahan salad mentah lainnya). - Karena bakteri salmonella tumbuh dan berkembang biak pada suhu kamar, makanan tidak boleh ditinggalkan keluar dari kulkas selama lebih dari 2 jam. Bisakah kita terkena salmonella dari air minum? Ya, kita bisa mendapatkan keracunan salmonella jika kita minum air yang terkontaminasi. Sebagai contoh, Salmonella bisa masuk ke dalam sumur pribadi yang terinfeksi kotoran binatang atau dari limbah atau sistem pembuangan yang salah. Air hujan yang tercemar, permukaan sawah atau ladang pertanian juga dapat mencemari air minum. Pada tahun 2008, misalnya, air yang terkontaminasi dengan salmonella membuat sakit sekitar 450 orang di Alamosa, Colorado. Satu orang meninggal. Bisakah kita tertular salmonella dari orang lain? Keracunan salmonella dapat ditularkan dari orang ke orang. Jika kita terinfeksi salmonella dan tidak mencuci tangan kita secara menyeluruh setelah buang air besar, tangan kita yang kotor dapat melewati salmonella dengan beberapa cara, termasuk: kontak langsung dengan orang lain, menyentuh permukaan yang disentuh orang lain pula, dan menyiapkan makanan yang disajikan mentah atau setengah matang. Wabah salmonella yang terburuk? Pernah terjadi wabah terburuk di Albany, Georgia, yang dimulai pada akhir 2008, selai kacang yang terkontaminasi salmonella membuat lebih dari 700 orang jatuh sakit dan memakan korban jiwa sebanyak 9 orang. Wabah ini, berlangsung selama beberapa bulan, bahkan menyebar di 46 negara bagian dan merupakan salah satu makanan terbesar yang ditarik kembali dalam sejarah AS. Kepala eksekutif perusahaan yang memproses kacang tanah sekarang menjalani hukuman penjara 28 tahun karena secara sadar mengirim makanan yang terkontaminasi.   Sumber : www.webmd.com
 24 Nov 2018    08:00 WIB
Waspada Bakteri Salmonella (Part 1)
Apa itu Salmonella? Namanya memang terdengar asing di telinga kita tapi tidak dengan apa yang disebabkannya. Salmonella yaitu suatu genus bakteri enterobakteria gram-negatif berbentuk tongkat yang menyebabkan tifoid, paratifod, dan penyakit foodborne ( gangguan kesehatan/sakit  yang diakibatkan oleh konsumsi pangan yang telah terkontaminasi mikroba patogen/kuman atau bahan kimia berbahaya ). Dengan kata lain Salmonella adalah salah satu penyebab keracunan makanan yang paling umum, khususnya di Amerika Serikat. Setiap tahun, infeksi salmonella, yang disebut salmonellosis, membuat lebih dari 1 juta orang sakit. Hingga 450 meninggal karena keracunan salmonella setiap tahun. Bakteri umum "dapat hidup di banyak hewan, seperti ternak, hewan peliharaan, reptil, dan kadang-kadang manusia," kata Alan Taege, MD, seorang spesialis penyakit menular di Klinik Cleveland. Salmonella dapat ditemukan di usus hewan, terutama babi dan unggas, dan itu menyebar melalui kotoran mereka. Misalnya, jika kotoran yang terkontaminasi masuk ke air yang digunakan untuk mengairi tanaman, tanaman tersebut dapat membawa bakteri hingga ke pasar. Unggas mentah terkadang bisa terkontaminasi dengan bakteri. Ini dapat tersebar di seluruh dapur kita jika kita tidak mencuci tangan, talenan, dan pisau atau peralatan lain setelah kita menangani unggas mentah. Makanan apa yang paling mungkin terkontaminasi dengan salmonella? Setiap produk hewani mentah atau setengah matang dapat membawa salmonella. Itu termasuk daging, produk susu yang tidak dipasteurisasi seperti susu dan keju, telur, dan makanan laut. Buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan juga bisa terkontaminasi dengan salmonella. Dalam 2 tahun terakhir, CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) telah melaporkan wabah Salmonella yang berhubgan dengan produk kecambah alfalfa, pistachio, mentega kacang, dan mentimun. Bagaimana saya tahu apakah makanan telah terkontaminasi dengan salmonella, dan di mana saya dapat menemukan daftar produk yang ditarik kembali? Kita tidak dapat melihat salmonella dengan melihat atau mencium makanan. Namun, kita dapat tetap up to date pada wabah yang dilaporkan di berita ataupun media sosial lainnya, jika kita khawatir bahwa makanan kita mungkin terkontaminasi. CDC (Centers for Disease Control and prevention) dan FDA (Food and Drug Administration), begitu pula dengan BPOM di Indonesia memiliki informasi tentang wabah yang sedang berlangsung baru-baru ini termasuk merk produk yang harus dihindari konsumen. Merekalah yang menyelidiki wabah salmonella. Dinas kesehatan pemerintah setempat menyelidiki wabah di daerah mereka, mereka akan menyelusuri tempat-tempat makan umum atau restoran, di pasar tradisional dan pasar modern di daerah wabah itu menyebar. Hewan peliharaan apa yang bisa membawa salmonella? Kura-kura, katak, kadal, dan reptil serta amfibi lainnya sering membawa salmonella. Karena mereka menyebarkan bakteri melalui kotoran mereka, Kita dapat terinfeksi hanya dengan menyentuh mereka atau membersihkan mereka. Hal yang sama berlaku untuk ayam, ayam adalah pembawa salmonella yang paling umum. Hewan peliharaan seperti itu tidak akan menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka memiliki bakteri, jadi sebaiknya berhati-hati dan jaga kebersihan dengan menggunakan sarung tangan khusus. Selalu cuci tangan kita secara menyeluruh setelah bersentuhan dengan hal-hal ini dan jangan ada binatang peliharaan ke dapur kita atau ruang apa pun tempat makanan disimpan, disiapkan, atau disajikan. Salmonella dapat membuat hewan peliharaan kita seperti kucing dan anjing jatuh sakit, jadi hindari memberi mereka makanan mentah. Apa saja gejala keracunan salmonella? "Beberapa orang mungkin hanya membawa organisme dalam saluran pencernaan dan tidak sakit, tetapi biasanya itu akan menyebabkan mual, muntah, dan diare bahkan kadang-kadang dengan demam," kata Alan Taege. Gejala lain mungkin termasuk sakit kepala, kram perut, dan hilangnya nafsu makan. Gejala-gejala ini biasanya dimulai dalam 12 hingga 72 jam setelah infeksi. Mereka berlangsung selama 4 hingga 7 hari. Namun, perlu beberapa bulan agar kebiasaan buang air besar kembali normal. Dalam kasus yang jarang terjadi, salmonella juga dapat menyebabkan arthritis reaktif, sejenis nyeri sendi yang dapat berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun dan akhirnya dapat menyebabkan arthritis kronis.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber : www.webmd.com
 06 Nov 2018    16:00 WIB
Wow ternyata Air Liur Dapat Menyembuhkan Luka!
Air liur atau yang dalam bahasa kedokteran disebut dengan saliva merupakan cairan bening yang dihasilkan oleh kelenjar liur di dalam mulut. Banyak ahli menduga bahwa seperti halnya air liur hewan yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka, air liur manusia pun memiliki khasiat yang sama. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan air liur manusia mengandung histatin. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Belanda, histatin merupakan suatu zat yang memang berfungsi untuk membantu proses penyembuhan luka. Para peneliti mengatakan bahwa histatin jugalah yang menyebabkan luka di daerah mulut, misalnya luka akibat proses pencabutan gigi dapat sembuh lebih cepat dibandingkan luka pada kulit atau tulang. Baca Juga: Mendeteksi Depresi Lewat Air Liur Histatin sendiri sebenarnya merupakan suatu protein yang dihasilkan oleh air liur yang terbukti dapat membantu menyembuhkan berbagai luka di dalam mulut dengan cara membunuh berbagai bakteri di dalam mulut. Selain dapat membantu proses penyembuhan luka dengan cara membunuh bakteri di dalam mulut, histatin ternyata juga dapat membantu mencegah terjadinya infeksi jamur di dalam mulut. Beberapa jenis jamur yang telah terbukti dapat dihambat pertumbuhannya dengan adanya histatin di dalam air liur adalah Candida albicans, Cryptococcus neoformans, dan Aspergillus fumigatus. Hal ini jugalah yang membuat seseorang dengan daya tahan tubuh yang baik jarang sekali mengalami infeksi jamur di dalam tubuh. Walaupun demikian, dianjurkan untuk tetap menjaga kebersihan mulut Anda dengan cara rajin menggosok gigi setiap harinya untuk membantu menghambat pertumbuhan kuman di dalam mulut yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada gusi atau gigi berlubang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang .   Sumber: lintaskesehatan, sciencedaily,
 11 Oct 2018    08:00 WIB
Tips Memakai Lensa Kontak Agar Tidak Iritasi
Pemakaian kontak lensa sangat populer saat ini, baik untuk memperbaiki penglihatan maupun hanya ingin mengubah warna bola mata. Kebanyakan dari kita menggunakan kontak lensa hampir setiap hari tetapi apakah kita sudah cukup hati-hati dalam menggunakannya? Satu hal yang harus kita perhatikan memastikan kontak lensa yang kita gunakan aman untuk mata kita. Berikut adalah tips saat memakai kontak lensa. Cucilah tangan Anda sebelum memegang lensaSangatlah penting untuk mencuci tangan Anda sebelum Anda menyentuh kontak lensa. Hal ini akan menjaga lensa tetap bersih. Selain itu saat memasang lensa, Anda akan menyentuh mata Anda dengan jari sehingga tingkat kebersihan sangat diperlukan. Jangan pernah tidur menggunakan kontak lensaMemang ada beberapa jenis kontak lensa yang masih bisa Anda pakai saat tidur, tetapi kebanyakan kontak lensa harus Anda lepas saat Anda pergi tidur. Saat Anda tertidur dengan kontak lensa masih terpasang mata cenderung akan terjadi infeksi pada mata. Selain itu bakteri yang menempel pada lensa bisa terjebak di kornea Anda. Ganti cairan pembersih kontak lensa setiap hariIdealnya Anda harus mengganti cairan kontak lensa Anda setiap kali Anda melepaskan kontak lensa dan menyimpannya. Dengan melakukan hal ini setiap harinya akan memastikan kontak lensa Anda tetap bersih dan higienis. Bahkan jika Anda tidak sedang memakai kontak lensa dan menyimpannya di tempatnya, Anda harus mengganti cairannya setiap minggu. Jangan gunakan kontak lensa Anda ketika Anda mandi atau berenang.Kolam renang, pantai, sungai dan air keran dapat menjadi tempat pertumbuhan bakteri yang disebut acanthamoeba yang akan membuat infeksi di mata Anda. jika Anda tetap menggunakan kontak lensa saat berenang maka mata Anda akan dengan mudah terkena infeksi. Bersihkan kontak lensa AndaDengan tangan yang sudah dibersihkan, ambil kontak lensa Anda dan letakkan di telapak tangan Anda dan bilas dengan bersih menggunakan cairan pembersih kontak lensa. Lakukan hal ini seminggu sekali untuk mencegah kotoran tertimbun di kontak lensa. Baca juga: Mencari Kontak Lensa yang Tepat Untuk Anda Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: healthmeup
 02 Sep 2018    11:00 WIB
Penyebab, Gejala dan Pengobatan Meningitis Karena Infeksi Bakteri
Apa itu meningitis bakterialis?Meningitis Bakterialis adalah peradangan pada meningen (selaput otak) yang disebabkan oleh bakteri.Meningitis paling sering menyerang anak-anak yang berusia 1 bulan - 2 tahun. Meningitis lebih jarang terjadi pada orang dewasa, kecuali mereka yang memiliki faktor risiko khusus. Wabah meningitis meningokokus bisa terjadi dalam suatu lingkungan, misalnya perkemahan militer, asrama mahasiswa atau sekumpulan orang yang berhubungan dekat. Apa penyebab dari meningitis bakterialis?Bakteri yang menjadi penyebab dari lebih 80% kasus meningitis adalah:•  Neisseria meningitidis •  Hemophilus influenzae •  Streptococcus pneumoniae. Ketiga jenis bakteri tersebut, dalam keadaan normal terdapat di lingkungan sekitar dan bahkan bisa hidup di dalam hidung dan sistem pernafasan manusia tanpa menyebabkan keluhan. Kadang ketiga organisme tersebut bisa menginfeksi otak tanpa alasan tertentu. Pada kasus lainnya, infeksi terjadi setelah cedera kepala atau akibat kelainan sistem kekebalan tubuh. Apa gejala dari meningitis bakterialis?Gejala-gejala awal meningitis yang bisa terjadi adalah demam, sakit kepala, kaku kuduk, sakit tenggorokan dan muntah (seringkali terjadi setelah adanya gangguan saluran nafas). Kaku kuduk bukan hanya terasa sakit, tetapi penderita tidak dapat atau merasa nyeri ketika dagunya ditekuk/disentuhkan ke dadanya. Penderita dewasa menjadi sakit berat dalam waktu 24 jam, sedangkan anak-anak lebih cepat. Anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa bisa menjadi mudah marah, linglung dan sangat mengantuk. Bisa berkembang menjadi stupor, koma dan akhirnya meninggal. Infeksi menyebabkan pembengkakan jaringan otak dan menghambat aliran darah, sehingga timbul gejala-gejala stroke (termasuk kelumpuhan). Beberapa penderita mengalami kejang.Pada kasus yang jarang, bayi dengan meningitis mengalami terbentuknya kantong nanah (abses) pada otak. Dengan semakin bertambah besarnya abses, maka tekanan ke otak meningkat, sehingga kepala bayi bisa membesar, ubun-ubun menonjol, dan bayi menjadi muntah. Pada anak-anak yang berusia hingga 2 tahun, meningitis biasanya menyebabkan demam, gangguan makan, muntah, rewel, kejang dan menangis dengan nada tinggi (high pitch cry). Kulit diatas ubun-ubun menjadi tegang dan bisa menonjol. Aliran cairan di sekeliling otak bisa mengalami penyumbatan, menyebabkan pelebaran tengkorak (keadaan yang disebut hidrosefalus). Bayi yang berusia dibawah 1 tahun tidak mengalami kaku kuduk. Apa pengobatan untuk meningitis bakterialis?Segera diberikan antibiotik intravena dan kortikosteroid intravena untuk menekan peradangan. Antibiotik yang bisa diberikan antara lain :•  Golongan Penisilin : Ampicillin, Penicillin-G, Oxacillin, Ticarcillin•  Golongan Sefalosporin : Cefotaxime, Ceftazidime, Ceftriaxone•  Golongan Aminoglikosida : Amikacin, Gentamicin, Tobramycin•  Golongan Beta-laktam : Meropenem•  Golongan lain : Vancomycin, Chloramphenicol, Trimethoprim Sulfamethoxazole, Doxycycline, Ciprofloxacin, ClindamycinCairan diberikan untuk menggantikan cairan yang hilang karena demam, berkeringat, muntah dan nafsu makan yang buruk. Apa tindakan pencegahan untuk meningitis bakterialis?Ada vaksin yang bisa membantu mencegah terjadinya meningitis yang disebabkan oleh Neisseria meningitidis. Vaksin ini terutama digunakan jika terjadi wabah, pada populasi yang terancam wabah, dan pada orang-orang yang mengalami paparan bakteri berulang.Ingin mengetahui lebih dalam mengenai meningitis? Silahkan baca di siniSumber: cek gejala penyakit
 11 Jun 2018    18:00 WIB
Keuntungan Memakai Kaos Kaki Saat Tidur
Jika Anda adalah salah satu orang yang memakai kaos kaki saat tidur, berarti Anda telah melakukan perawatan yang dibutuhkan tubuh saat tidur. Terkejut? Berikut adalah beberapa manfaat memakai kaos kaki saat tidur. 1.  Memakai kaos kaki saat tidur dapat mencegah kaki keringKeuntungan pertama memakai kaos kaki saat tidur adalah mencegah kulit kaki pecah-pecah dan menjaganya tetap hangat dan terlindungi. Bukankah kita semua pernah terbangun dengan rasa nyeri pada kaki? Kami tidak tahu dengan Anda, tetapi yang jelas itu adalah hal yang tidak menyenangkan. 2.  Kaos kaki menjaga kaki tetap hangatBanyak orang mengeluhkan kaki yang dingin merupakan hal yang paling tidak nyaman saat tidur. Jika Anda salah satu yang terganggu dengan kaki yang dingin saat tidur, mulailah memasang kaos kaki. Tidak ada cara yang lebih baik untuk mengindari udara dingin saat musim hujan selain memakai kaos kaki. 3.  Mengurangi keringat berlebih pada kakiKondisi keringat berlebih pada kaki atau yang dikenal dengan hiperhidrosis dapat diatasi dengan kebiasaan ini. Kaus kaki akan menyerap keringat berlebih pada kaki sehingga kaki kaki pun dapat terhindar dari bau kaki. 4.  Membuat kaki menjadi halusSelain mencegah kaki dari kekeringan, kaus kaki juga dapat membuat kaki tetap lembut. Caranya adalah gunakan pelembap pada kaki kemudian bungkuslah kaki Anda dengan kaus kaki. 5.  Mencegah jamur dan infeksi lainnyaManfaat lain dari memakai kaus kaki saat tidur adalah dapat melindungi kaki dari debu dan bakteri penyebab pertumbuhan jamur dan infeksi lainnya pada kaki.   Baca juga: 6 Cara Menjaga Kulit Kaki Tetap Lembut Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: magforwomen
 13 Oct 2017    11:00 WIB
WOW, Mata Ternyata Dapat Membunuh Bakteri Lho!
Tahukah Anda bahwa suatu jenis protein yang terdapat di dalam mata ternyata dapat membunuh berbagai jenis kuman penyebab penyakit? Para peneliti menemukan bahwa ada suatu bagian kecil dari protein keratin dalam mata yang memiliki peranan untuk membunuh berbagai jenis bakteri. Setelah membuat versi sintetis dari protein keratin ini, para peneliti menemukan bahwa molekul sintetis ini ternyata dapat membunuh beberapa jenis bakteri seperti: Bakteri penyebab radang tenggorokan, Streptococcus pyogenes Bakteri penyebab diare, E.coli Bakteri penyebab terjadinya infeksi kulit, Staphylococcus aureus Bakteri penyebab fibrosis kistik pada paru, Pseudomonas aeruginosa Penelitian ini sendiri dimulai saat para peneliti merasa penasaran mengapa mata manusia memiliki daya tahan infeksi yang sangat tinggi. Para peneliti pun menemukan bahwa tidak ada bakteri yang dapat hidup di permukaan mata manusia, berbeda dengan permukaan tubuh manusia lainnya. Melalui hasil kultur, para peneliti menemukan bahwa ada suatu jaringan kornea yang dapat membasmi berbagai bakteri patogen tersebut. Penelitian yang ada di dalam Journal of Clinical Investigation ini berhasil menemukan sumber "senjata" baru yang dapat membantu mengatasi infeksi yang disebabkan oleh beberapa jenis bakteri. Karena "senjata" baru ini relatif mudah dibuat, maka harganya pun tidak akan terlalu mahal. Hal lain yang juga menarik adalah karena sumbernya berasal dari dalam tubuh manusia, maka molekul ini pun pasti tidak beracun dan bersifat biocompatible (dapat diterima oleh tubuh manusia).   Baca Juga: Mengapa Air Mata Keluar Saat Memotong Bawang?   Jadi, apa sebenarnya protein keratin ajaib tersebut? Menurut para peneliti, partikel protein ini merupakan turunan dari cytokeratin 6A, salah satu protein pembentuk sitoplasma sel epitel. Selain dapat ditemukan pada sel epitel kornea mata manusia; protein ini juga dapat ditemukan pada kulit, rambut, dan kuku. Para peneliti menduga penyebab mengapa protein tersebut dapat ditemukan pada beberapa bagian tubuh tersebut adalah karena beberapa bagian tubuh tersebut merupakan bagian tubuh yang paling sering terpapar oleh berbagai jenis kuman sehingga memerlukan sistem pertahanan yang lebih.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur href="https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: berkeley
 10 Nov 2016    11:00 WIB
10 Makanan yang Bantu Tingkatkan Kesehatan Miss V
Menjaga kesehatan miss v atau vagina merupakan hal yang sangat penting bagi setiap wanita. Hal ini dikarenakan banyak wanita yang mengalami berbagai gangguan kesehatan pada vaginanya. Infeksi bakteri, infeksi jamur, infeksi saluran kemih, vaginitis, keputihan, atau vagina kering dapat membuat seorang wanita sangat menderita. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi kesehatan vagina seorang wanita seperti seks tanpa pengaman, suatu penyakit seperti penyakit radang panggul, endometriosis, gangguan psikologis, dan perubahan kadar hormonal di dalam tubuh. Selain itu, efek samping pil KB dan penggunaan berbagai produk kebersihan wanita juga dapat mempengaruhi kesehatan vagina seorang wanita. Vagina yang sehat memiliki pH yang asam dan mengandung banyak sekali bakteri baik yang dapat membantu mencegah terjadinya infeksi. Kebersihan yang baik dan beberapa jenis makanan dapat membantu menjaga kesehatan vagina Anda dan menjaga keseimbangan pH vagina. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis makanan yang dapat membantu menjaga kesehatan vagina Anda.   1.      Greek Yogurt Mengkonsumsi greek yogurt setiap hari sangat baik bagi kesehatan vagina Anda. Greek yogurt mengandung bakteri Lactobacillus hidup yang dapat mencegah menempelnya berbagai jenis kuman penyebab infeksi pada vagina dan juga akan menghasilkan suatu zat kimia yaitu asam laktat yang dapat menginaktifkan atau membunuh kuma penyebab penyakit. Selain itu, greek yogurt juga dapat membantu menjaga keseimbangan pH vagina. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2014, bakteri lactobacilli dapat membantu menjaga kesehatan saluran kemih dan kemaluan wanita serta berperan penting dalam mencegah terjadinya vaginosis bakterial, vaginitis karena infeksi jamur, infeksi saluran kemih, dan penyakit menular seksual. Konsumsilah 1-2 cup yogurt setiap harinya. Makanan lainnya yang juga merupakan makanan probiotik adalah miso, kimchi, sauerkraut, dan kefir.   2.      Lemon Lemon juga dapat membantu menjaga kesehatan vagina karena asamnya yang dapat membantu menjaga keseimbangan pH vagina. Selain itu, lemon juga mengandung berbagai jenis antioksidan yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Lemon juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan mencegah dan melawan berbagai jenis infeksi. Minumlah air lemon 1 atau 2 kali sehari untuk menjaga keseimbangan pH tubuh.   3.      Jus Cranberi Jus cranberi dapat membantu menjaga keseimbangan pH vagina dan asamnya dapat membantu melawan bakteri penyebab infeksi saluran kemih, infeksi vagina, dan gangguan kesehatan lain. Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, konsumsilah segelas jus cranberi tanpa gula setiap harinya.   4.      Bawang Putih Bawang putih mengandung zat anti mikroba dan anti jamur yang dapat membantu mencegah terjadinya berbagai gangguan vagina seperti gatal, rasa seperti terbakar, bau tidak sedap, keluar cairan abnormal (keputihan), dan bahkan infeksi saluran kemih. Bawang putih juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tubuh mampu melawan berbagai jenis infeksi. Konsumsilah 2-3 siung bawang putih mentah setiap harinya.   5.      Kale Kale merupakan sayuran yang dapat membantu mencegah vagina menjadi kering, gatal, dan terasa seperti terbakar. Kale mengandung vitamin A dan C, serta dapat meningkatkan aliran darah serta meningkatkan daya tahan tubuh untuk membantu melawan infeksi. Sayuran berdaun hijau lainnya yang juga baik bagi kesehatan vagina adalah kol dan seledri.   6.      Edamame Fitoestrogen yang terdapat di dalam edamame dapat membantu melubrikasi vagina, yang sangat penting untuk mencegah vagina menjadi kering, gatal, dan sebagainya. Edamame juga mengandung asam lemak omega 3, protein, dan beberapa jenis vitamin serta mineral yang dapat membantu tubuh menghadapi sindrom premenstrual dan berbagai gejala menstruasi. Konsumsilah setidaknya ½ cup edamame setiap harinya. Beberapa produk kedelai lainnya yang baik bagi kesehatan vagina adalah kacang kedelai, susu kedelai, tahu, dan sebagainya.   Baca juga: 4 Hal yang TIDAK BOLEH Anda Lakukan Pada Miss V…   7.      Flaxseed Karena mengandung banyak fitoestrogen dan asam lemak omega 3, flaxsees dapat membantu melawan berbagai jenis gangguan pada vagina. Fitoestrogen akan meningkatkan kadar estrogen, yang dapat mencegah vagina menjadi kering dan timbulnya berbagai gejala menopause. Selain itu, seng yang terdapat di dalam flaxseed juga dapat membantu mencegah vagina menjadi kering, gatal, dan terasa seperti terbakar. Taburkanlah 1 sendok makan flaxseed ke dalam sereal, smoothie, yogurt, salad, dan jus Anda. Pastikan Anda mengkonsumsi banyak air putih bila mengkonsumsi flaxseed.   8.      Alpukat Alpukat mengandung lemak sehat yang dapat membantu menjaga kesehatan dinding vagina dan membuat vagina tidak kering, gatal, dan terasa seperti terbakar. Selain itu, alpukat juga mengandung vitamin B6 dan kalium yang sangat baik bagi kesehatan vagina. Akan tetapi, pastikan Anda tidak mengkonsumsi alpukat secara berlebihan. Mengkonsumsi ¼ alpukat setiap hari sudah cukup untuk mendapatkan manfaat baik di dalamnya.   9.      Biji Bunga Matahari (Kuaci) Setiap wanita harus mengkonsumsi kuaci karena mengandung banyak seng, yang dapat membantu mengatur siklus menstruasi dan bahkan mencegah vagina menjadi kering, gatal, dan terasa seperti terbakar. Selain itu, kuaci juga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan kandung kemih.   10.  Ubi Ubi mengandung beta karoten yang akan diubah menjadi vitamin A di dalam tubuh. Vitamin A dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari efek radikal bebas dan membantu saluran reproduksi bekerja dengan baik dengan menjaga dinding vagina tetap sehat dan lembab. Konsumsilah 1 cup ubi setiap harinya.   Untuk menjaga kesehatan vagina Anda, ada beberapa tips lainnya yang perlu Anda perhatikan seperti: Untuk menjaga dinding vagina Anda tetap lembab dan bekerja sebagaimana mestinya, minumlah cukup air putih setiap harinya Hindari konsumsi makanan olahan dan tinggi gula Konsumsi banyak buah dan sayuran segar Bila sedang menderita infeksi, hindari makanan yang mengandung ragi seperti bir dan roti Berhenti merokok dan minum minuman beralkohol karena dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi Pilihlah pakaian dalam berbahan katun Berolahragalah untuk meningkatkan kekuatan otot-otot dasar panggul Jangan melakukan douching karena dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi Jangan lakukan seks tanpa pengaman Jangan gunakan sabun, tisu basah, dan produk pembersih kewanitaan lainnya yang mengandung pewangi karena dapat membuat vagina menjadi kering   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
 06 Aug 2016    15:00 WIB
Fakta Mengenai Sikat Gigi
Tahukah anda bahwa sikat gigi anda penuh dengan berbagai jenis kuman?? Para peneliti Inggris menemukan bahwa sikat gigi yang tidak ditutup dapat mengandung lebih dari 100 juta bakteri, termasuk bakteri E. coli yang dapat menyebabkan diare dan bakteri Staphylococci yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit anda. Akan tetapi, anda pun tidak perlu terlalu khawatir akan hal ini karena mulut anda pun bukanlah tempat yang steril. Plak yang biasanya terdapat pada gigi anda pun sebenarnya adalah bakteri. Jadi, setiap kali anda menyikat gigi anda, maka bakteri ini pun akan berpindah ke sikat gigi anda. Terdapat beratus-ratus bakteri di dalam mulut anda setiap harinya. Keadaan ini tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan apapun pada anda kecuali bila terjadi ketidakseimbangan jumlah bakteri di dalam mulut anda. Selain itu, pertahanan tubuh anda pun menyebabkan anda tidak mudah terinfeksi oleh berbagai bakteri ini. Perlu diingat, jangan meletakkan sikat gigi anda dekat dengan kloset anda karena setiap kali anda menyiram kloset anda, maka anda pun membantu menyebarkan bakteri ke udara dan bakteri ini pun dapat hinggap pada sikat gigi anda. Oleh karena itu, letakkanlah sikat gigi anda sejauh mungkin dari kloset anda.   Tips Menyimpan Sikat Gigi Bila anda telah menempatkan sikat gigi anda sejauh mungkin dari kloset, maka di bawah ini terdapat beberapa hal lain yang dapat membantu melindungi sikat gigi anda dari paparan kuman tambahan, yaitu: Bersihkan sikat gigi anda dengan air bersih yang mengalir setiap kali menggunakannya Jagalah agar sikat gigi anda tetap kering di antara waktu menyikat gigi karena bakteri sangat menyukai lingkungan lembab. Jangan menggunakan tutup sikat gigi karena justru dapat membuat sikat gigi lebih lembab dan memudahkan pertumbuhan bakteri Letakkan sikat gigi anda pada posisi tegak lurus (vertikal), jangan meletakkannya pada posisi horizontal Jangan menggunakan sikat gigi yang sama dengan orang lain, baik keluarga maupun pasangan atau anak anda. Usahakanlah untuk tidak meletakkan sikat gigi pada satu tempat yang sama dengan sikat gigi lainnya   Kapan Saatnya Mengganti Sikat Gigi? Cara terbaik untuk membatasi jumlah bakteri pada sikat gigi anda adalah dengan menggantinya secara teratur. American Dental Association menganjurkan agar anda mengganti sikat gigi anda setiap 3-4 bulan. Selain itu, gantilah sikat gigi anda lebih sering bila bulu sikat telah rusak, anda jatuh sakit, atau bila anda memiliki kekebalan tubuh yang lemah. Bila anda menggunakan sikat gigi listrik, maka gantilah kepala sikat setiap 3-4 bulan.   Sumber: webmd
 19 Mar 2016    12:00 WIB
Berbagai Kuman Penyebab Infeksi di Kamar Mandi
Sebagian besar kuman, baik yang terdapat pada tubuh anda atau di dalam kamar mandi anda tidaklah berbahaya. Akan tetapi, terdapat beberapa jenis kuman yang biasa ditemukan di dalam kamar mandi yang dapat membuat anda sakit, seperti bakteri, virus, dan jamur.Virus Sistem Pencernaan (Norovirus)Virus ini dapat ditularkan melalui tinja dan muntahan orang yang terinfeksi. Anda dapat tertular ketika menyentuh tangan dan berbagai benda yang telah disentuh oleh penderita, termasuk dudukan kloset anda.Virus ini sangat mudah menular dan mudah berkembang pada lingkungan yang lembab, artinya semakin lembab kamar mandi anda, maka virus ini pun semakin mudah berkembang dan bertambah banyak.Bakteri Sistem PencernaanBakteri ini dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi oleh bakteri atau melalui tinja dan muntahan orang yang terinfeksi. E. coli dan salmonella merupakan contoh bakteri yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan berupa diare dan demam tifus.Patogen KulitJika patogen atau kuman pada kulit anda berkontak dengan kulit yang mengalami luka atau eksim pada kulit, maka kuman ini dapat menyebabkan infeksi lokal pada kulit atau bahkan masuk ke dalam aliran darah anda dan menyebabkan infeksi berat di seluruh tubuh anda.Salah satu bakteri paling berbahaya adalah MRSA (methicillin-resistant staphylococcus aureus). Bakteri ini lebih sulit diobati dari berbagai bakteri lainnya (staphylococcus lainnya) karena resisten atau kebal terhadap beberapa jenis antibiotika yang umumnya digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Bakteri ini dapat menular antar manusia dan dapat menyebabkan gangguan berat bila mengenai orang lanjut usia atau orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.Jamur KulitInfeksi jamur pada kulit merupakan salah satu jenis infeksi yang sering dialami oleh manusia, misalnya infeksi jamur pada kaki yang dapat ditularkan dari satu orang ke orang lainnya saat orang yang terinfeksi jamur berjalan tanpa alas kaki di dalam kamar mandi. Kamar mandi merupakan tempat di mana penularan jamur paling sering terjadi.Virus PernapasanVirus penyebab flu dan batuk ini banyak terdapat di udara akibat banyaknya virus yang terkandung dalam batuk, bersin, dan cairan hidung ("ingus") penderita. Virus ini juga sangat mudah menular. Anda dapat tertular bila anda menyentuh tangan atau berbagai benda yang telah disentuh oleh penderita.  Jamur LainnyaJamur ini paling sering ditemukan pada lantai dan kain penutup bak mandi. Jamur ini dapat tumbuh dan berkembang biak pada suhu ruangan. Jagalah kebersihan lantai kamar mandi dan perbaikilah lantai yang rusak. Jamur ini dapat menyebabkan memburuknya gejala alergi dan asma yang anda miliki.Menjaga kebersihan kamar mandi dan kebersihan diri anda merupakan cara terbaik untuk mencegah penularan berbagai jenis kuman di atas. Sumber: webmd