Your browser does not support JavaScript!
 01 Aug 2019    08:00 WIB
Ini Cara Membersihkan Pusar Yang Tepat
Tahukah Anda bahwa kotoran pada pusar Anda ternyata merupakan campuran antara bakteri, kotoran, keringat, sabun, lotion, dan serat pakaian? Hal ini berarti pusar Anda merupakan bagian tubuh yang juga perlu dibersihkan setiap harinya. Pusar Anda tidak tampak terlalu kotor jadi tidak perlu dibersihkan bukan? Menurut sebuah penelitian dari North Carolina State University, walaupun pusar Anda tidak tampak terlalu kotor, akan tetapi sebagian besar pusar "dipenuhi" dengan 67 jenis bakteri yang berbeda. Pusar yang jarang dibersihkan dapat mengeluarkan bau tidak sedap dan bahkan dapat mengalami infeksi. Infeksi pada pusar biasanya akan membuat kulit di area pusar dan sekitarnya menjadi kemerahan, gatal, dan tampak bersisik. Proses pembersihan ini sangat penting, terutama bagi Anda yang memiliki anting tindik di daerah pusar. Selain itu, walaupun sangat jarang, terkadang dapat terjadi pertumbuhan suatu jaringan pada pusar yang berbentuk seperti batu. Jaringan ini disebut dengan omfalolit atau umbolit. Jaringan ini dapat tumbuh besar hingga menutupi seluruh pusar dan dapat mengalami infeksi, meradang, bahkan menjadi luka terbuka (ulkus).   Baca juga: Cara Tepat Membersihkan Kotoran Telinga!   Jadi bagaimana cara tepat membersihkan pusar Anda setiap harinya agar terhindar dari infeksi dan bau tidak sedap? Bila pusar Anda tampak menonjol keluar, maka yang Anda perlukan hanyalah mandi secara teratur setiap harinya atau membersihkan pusar Anda dengan handuk bersih yang telah dibasahi dengan campuran air dan sabun. Akan tetapi, bila pusar Anda tampak masuk ke dalam, maka Anda mungkin perlu membersihkannya setidaknya 1 kali seminggu dengan menggunakan cotton bud yang telah dibahasi dengan campuran air dan sabun atau Anda juga dapat menggunakan alkohol. Bila cara di atas tidak juga berhasil membersihkan kotoran atau mengurangi bau tidak sedap pada pusar Anda, maka Anda mungkin perlu segera mencari pertolongan medis dengan mengunjungi seorang dokter terdekat, karena pusar Anda mungkin telah mengalami infeksi dan perlu pengobatan yang tepat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang . Sumber: womenshealthmag
 17 Jul 2019    18:00 WIB
Makan Yogurt Saat Hamil, Boleh Enggak Sih???
Saat Anda hamil, Anda mungkin akan banyak sekali mendapatkan informasi mengenai makanan apa saja yang perlu Anda konsumsi dan makanan apa saja yang perlu Anda hindari. Lalu bagaimana dengan yogurt? Bolehkah seorang wanita hamil mengkonsumsi yogurt? Ternyata tidak hanya aman untuk dikonsumsi, yogurt juga memiliki berbagai manfaat baik bagi kesehatan Anda dan bayi Anda lho.   Apa Sebenarnya Yogurt Itu? Yogurt merupakan hasil fermentasi dari susu yang mengandung bakteri baik seperti Lactobacillus acidophilus. Bakteri ini akan mencerna gula di dalam susu, yaitu laktosa, untuk memperoleh energi dan menghasilkan asam laktat, yang akan bereaksi dengan protein di dalam susu dan menghasilkan suatu cairan kental dan asam.   Kandungan Nutrisi di Dalam Yogurt Karena yogurt terbuat dari susu, maka ia pun memiliki semua nutrisi penting yang terdapat di dalam susu dan bahkan sejumlah nutrisi penting lainnya. Seperti susu, yogurt mengandung banyak kalsium, yang dibutuhkan oleh para ibu hamil untuk membantu pertumbuhan tulang bayi di dalam kandungannya. Yogurt juga mengandung protein, yang juga dibutuhkan oleh bayi Anda untuk membuat sel-sel baru. Selain itu, yogurt juga mengandung banyak vitamin.   Baca juga: Manfaat Yogurt Bagi Kesehatan   Probiotik Selain mengandung banyak nutrisi penting yang diperlukan oleh Anda dan bayi di dalam kandungan Anda, yogurt juga mengandung bakteri baik yang tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Bahkan, bakteri baik ini justru dapat membantu kerja saluran pencernaan dan lebih dikenal dengan nama probiotik. Saat hamil, saluran pencernaan Anda pun akan melambat untuk meningkatkan penyerapan nutrisi bagi kebutuhan bayi Anda. Keadaan ini dapat membuat Anda mengalami sembelit, yang akan meningkatkan resiko terjadinya wasir. Mengkonsumsi yogurt dapat membantu Anda buang air besar secara teratur dan mencegah terjadinya sembelit.   Hal Penting yang Harus Diperhatikan Walaupun yogurt cukup aman untuk dikonsumsi, akan tetapi ada 2 jenis yogurt yang harus dihindari oleh para ibu hamil. Yang pertama adalah yogurt yang dibuat dari susu yang tidak melalui proses pasteurisasi karena daya tahan tubuh Anda pun akan menurun saat hamil. Hal ini dikarenakan yogurt ini mengandung bakteri berbahaya. Yang kedua adalah hindari yogurt yang mengandung banyak lemak dan susu penuh lemak. Hal ini dikarenakan keduanya mengandung terlalu banyak lemak jenuh, yang tidak baik bagi kesehatan jantung dan dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan berlebih saat hamil.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: livestrong
 03 Jul 2019    08:00 WIB
Pengaruh Bakteri Usus Terhadap Kesehatan
Tahukah Anda bahwa ada berjuta-juta bakteri yang hidup pada tubuh Anda, baik di luar (kulit) maupun di dalam tubuh Anda (usus)? Pada kenyataannya, di dalam usus manusia hidup sekitar 100 triliun bakteri atau 10 kali lipat lebih banyak daripada sel-sel tubuh manusia itu sendiri. Bakteri usus atau yang juga disebut dengan flora usus, dapat mempengaruhi kesehatan seseorang dalam banyak cara; mulai dari membantu menghasilkan energi untuk membantu membangun sistem kekebalan tubuh hingga melindungi tubuh dari infeksi berbahaya yang disebabkan oleh bakteri lainnya. Hingga saat ini para ahli baru mulai mengerti apa saja dampak dari perubahan komposisi bakteri usus seseorang terhadap kesehatannya secara keseluruhan. Di bawah ini Anda dapat melihat 5 pengaruh bakteri usus terhadap kesehatan Anda.   Obesitas Berbagai penelitian menunjukkan bahwa bakteri usus dapat mempengaruhi berat badan seseorang. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang yang menderita obesitas memiliki bakteri usus yang tidak terlalu beragam dibandingkan dengan orang yang kurus. Penelitian lainnya menemukan bahwa peningkatan jumlah bakteri usus yang disebut dengan Firmicutes dan penurunan jumlah bakteri usus yang disebut dengan Bacteroidetes juga berhubungan dengan terjadinya obesitas.   Penyakit Jantung Menurut sebuah penelitian baru, saat bakteri usus diberi makan makanan tertentu, seperti telur dan daging sapi, maka mereka akan memproduksi suatu komponen tertentu yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung. Para peserta penelitian yang memiliki kadar komponen yang lebih tinggi (komponen ini dikenal dengan nama trimetilamin N-oksida) di dalam darahnya memiliki resiko 2.5 kali lebih besar untuk mengalami serangan jantung, stroke, atau meninggal dalam waktu 3 tahun dibandingkan dengan orang yang memiliki kadar trimetilamin N-oksida yang lebih rendah di dalam darahnya. Oleh karena itu, kurangilah konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak dan kolesterol.   Baca juga: Ribuan Bakteri yang Hidup di Uang Kertas   Sistem Kekebalan Tubuh Usus Anda merupakan arena utama di dalam tubuh di mana sistem kekebalan tubuh Anda akan berinteraksi dengan berbagai hal yang berasal dari luar tubuh Anda. Oleh karena itu, interaksi di antara bakteri usus Anda dengan sel-sel tubuh Anda sendiri tampaknya memiliki peranan yang sangat penting di dalam perkembangan dan kekuatan sistem kekebalan tubuh Anda. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2003, para ahli menemukan bahwa jaringan getah bening yang terdapat di dalam usus manusia mengandung banyak sekali sel-sel yang berfungsi untuk melawan kuman penyebab penyakit. Sebuah penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa bayi yang diberi ASI eksklusif memiliki bakteri usus yang lebih beragam dibandingkan dengan bayi yang hanya diberi susu formula. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh mereka.   Otak Sebuah penelitian yang dilakukan pada hewan percobaan menemukan bahwa gangguan pada bakteri usus manusia ternyata juga dapat mempengaruhi otak dan perilakunya. Pada penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, para ahli menemukan bahwa tikus percobaan yang diberi antibiotika (membunuh bakteri ususnya) menjadi tidak terlalu gelisah dan saat bakteri ususnya kembali normal, para tikus percobaan pun kembali menjadi gelisah. Melalui percobaan tersebut, para ahli menemukan bahwa tikus percobaan yang diberikan antibiotika mengalami perubahan pada zat kimia di dalam otaknya, yang berhubungan dengan terjadinya depresi. Hal ini membuat para ahli menduga bahwa bakteri usus dapat menghasilkan berbagai zat kimia yang akan mempengaruhi otak. Jika bakteri usus turut berperan dalam perilaku manusia, maka terapi yang bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan bakteri usus seperti probiotik, mungkin juga dapat membantu memperbaiki perilaku dan mood seseorang.   Kolik Pada Bayi Gangguan keseimbangan bakteri usus pada bayi dapat menyebabkan terjadinya kolik atau bayi menjadi rewel. Bayi yang menderita kolik akan menangis lebih dari 3 jam sehari walaupun tidak menderita gangguan kesehatan apapun. Para ahli menemukan bahwa bayi yang menderita kolik memiliki jumlah proteobacteria yang lebih tinggi di dalam ususnya dibandingkan dengan bayi lain yang tidak menderita kolik. Proteobacteria merupakan bakteri yang telah diketahui dapat menghasilkan gas, yang dapat menyebabkan terjadinya nyeri perut pada bayi dan membuatnya menjadi lebih rewel. Gangguan ini biasanya menghilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan pertama kehidupan bayi, yang menunjukkan bahwa gangguan ini bersifat sementara.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: livescience
 23 Feb 2019    16:00 WIB
Jarang Bersihkan Pusar Ternyata Picu Berbagai Penyakit Berbahaya
Pusar adalah bagian tubuh yang jarang sekali mendapat perhatian. Tak banyak orang yang membersihkannya secara teratur. Bahkan hanya sedikit orang yang mengetahui cara membersihkan pusar dengan benar. Sebuah penelitian di North Carolina State University bahkan mengungkap bahwa terdapat 67 jenis bakteri pada rata-rata setiap pusar.  Faktanya, membersihkan pusar adalah hal yang harus dilakukan secara teratur dan dengan cara yang benar. Pusar dapat dibersihkan ketika mandi, yaitu dengan cara dibasuh menggunakan air. Namun jika lubang pusar cukup dalam, bersihkan sekali seminggu dengan cotton bud menggunakan sabun, air, atau alkohol. Berikut beberapa cara menjaga pusar selalu bersih: MEMBERSIHKAN KETIKA MANDI -          Setelah mandi, gunakan kain yang dibasahi air dan sabun untuk menyeka lembut pusar. -          Jika sudah bersih, lap area pusar dengan kain kering atau tisu. -          Lalu rendam kapas dalam minyak vitamin E -          Gosok lembut kulit pusar dari dalam ke luar -          Perlu diingat untuk tidak menggosok pusar dengan kasar, karena kulit pusar sangat sensitif. -          Setelah pusar tampak bersih, bersihkan minyak dengan kain BABY OIL -          Berbaring dan Oleskan sedikit baby oil atau langsung masukkan beberapa tetes ke pusar -          Biarkan baby oil di pusar 5 sampai 15 menit untuk mengendurkan serat kotoran -          Gosok pusar yang telah diberi baby oil menggunakan kapas dengan lembut Nah, demikian tips, ayo jangan malas lagi menjaga kebersihan pusarmu ya ;)  Baca juga: Cara Tepat Untuk Membersihkan Pusar Anda Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: Dechacare
 15 Dec 2018    08:00 WIB
Gejala dan Pencegahan Bakteri E Coli (Part 2)
Apa saja gejala-gejala yang disebabkan oleh Bakteri E.Coli. Kita mungkin akan mulai merasa sakit 2 hingga 5 hari setelah kita terjangkit bakteri E. coli. Gejala yang paling umum adalah: Kram perut. Diare, dan mungkin mengalami pendarahan. Mual. Kelelahan konstan. Kita mungkin tidak terserang demam. Jika kita mengalami demam biasanya tidak parah. Orang yang dalam keadaan sehat dan terinfeksi bakteri E. coli, biasanya akan merasa lebih baik dalam seminggu. Tetapi beberapa orang juga bisa mengalami komplikasi yang cukup serius, yang disebut sindrom Uremik Hemolitik (SHU), yaitu suatu penyakit yang dicirikan oleh anemia hemolitik, gagal ginjal akut (uremia) dan menurunnya jumlah keping darah (trombositopenia). Kebanyakan kasus penyakit ini didahului oleh gejala diare yang disebabkan oleh Bakteri E. coli O157:H7. Gejala ini lebih mungkin terjadi pada manula dan anak-anak. Tindakan atau langkah apa yang harus dilakukan ketika kita menderita Bakteri E.Coli? Ketika kita mengalami gejala-gejala di atas, satu-satunya cara agar dokter kita dapat mengetahui dengan pasti, apakah kita memiliki infeksi Bakteri E. coli atau tidak adalah dengan melakukan tindakan, pengambilan sampel tinja kita ke laboratorium untuk dianalisis. Untungnya, infeksi bakteri E.Coli biasanya hilang dengan sendirinya. Untuk beberapa jenis E.coli yang terkait dengan diare, seperti mencret, antibiotik dapat meringankan gejala yang kita alami dan mungkin digunakan dalam kasus yang cukup parah. Tetapi jika kita mengalami demam, diare berdarah atau jika dokter sudah menyatakan bahwa kita positif terinfeksi bakteri E. coli penghasil racun Shiga, antibiotik tidak boleh dikonsumsi. Karena antibiotik malah dapat meningkatkan produksi toksin Shiga dan memperburuk gejala kita. Sangat penting untuk beristirahat total dan mendapatkan banyak cairan pengganti, karena ketika kita mengalami muntah atau diare. Kita banyak kehilangan cairan tubuh. Jangan mengkonsumsi obat bebas yang melawan diare. Karena kita tidak ingin memperlambat sistem pencernaan kita, karena itu akan menunda pemulihan tubuh kita dari infeksi. Ketika kita mulai merasa lebih baik, tetap mengkonsumsi makanan yang rendah serat, seperti: Biskuit. Roti panggang. Telur. Nasi. Perlu kita ingat, bahwa berbagai jenis produk yang mengandung susu dan makanan yang tinggi lemak atau serat dapat memperburuk gejala kita. Pencegahan apa yang dapat kita lakukan: Salah satu hal terpenting yang dapat kita lakukan untuk melindungi diri kita dan keluarga kita dari serangan bakteri E. coli adalah sering mencuci tangan kita dengan bersih, jadikanlah kebiasaan baik ini bagian dari kehidupan kita, terutama saat kita berada dalam situasi-situasi di bawah ini: Sebelum kita menyiapkan makanan. Sebelum menyiapkan minuman dalam botol atau wadah makanan untuk bayi atau balita. Sebelum menyentuh apa pun, seperti empeng, yang masuk ke mulut anak kecil. Setelah kita menggunakan kamar mandi atau mengganti popok. Setelah kita bersentuhan dengan hewan, bahkan hewan peliharaan kita sendiri. Setelah menangani atau mengolah daging mentah. Kita juga dapat mencegah infeksi bakteri E. coli, dengan berhati-hati dalam memilih atau mengolah makanan, yang membawa peluang terbesar untuk kontaminasi bakteri ini: Masak hamburger atau daging giling (olahan) sampai matang. Minumlah hanya susu, jus, dan sari yang dipasteurisasi. Cuci bersih semua bahan-bahan mentah seperti, sayur dan buah, sebelum kita memakannya. Cuci bersih semua pisau, alat timbang, talenan dan alat apapun yang bersentuhan dengan bahan-bahan mentah dari pasar, terutama daging mentah, dengan air sabun hangat. Saat kita berenang, cobalah untuk tidak tertelan airnya, entah itu air kolam, danau, atau lautan. Karena kemungkinan besar air-air disana tercemar bakteri.   Sumber : www.webmd.com
 25 Nov 2018    16:00 WIB
Waspada Bakteri Salmonella (Part 2)
Bagaimana cara pengobatan salmonella? Biasanya, keracunan salmonella hilang dengan sendirinya, tanpa pengobatan. Minum banyak cairan agar tetap terhidrasi jika kita mengalami diare. Namun, Alan Taege menyarankan kita segera menghubungi dokter untuk membicarakan gejala yang kita alami, jika kita mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi. Karena "bakteri kadang-kadang masuk ke aliran darah dan menyebabkan infeksi yang lebih serius," kata Alan Taege. Tanda-tanda bahwa kita harus mencari bantuan medis segera ketika: - Kita tetap sakit setelah lebih dari 7 hari. - Kita mengalami diare berat hingga pendarahan. - Kita mengalami demam hingga 38,6 derajat atau lebih tinggi selama lebih dari satu hari. - Kita juga harus berkonsultasi dengan dokter jika kita berusia di atas 65 tahun atau jika memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, ataupun dengan mereka yang sedang mengidap penyakit parah. Karena kita mungkin berisiko mengalami gejala yang lebih parah. Anak-anak di bawah usia 5 tahun juga berisiko terkena infeksi berat. Orang-orang yang mengalami hal ini lebih sering membutuhkan antibiotik dan harus menjalani rawat inap. Bisakah seseorang mati karena salmonella? Salmonella jarang berakibat fatal, tetapi jika bakteri memasuki aliran darah kita, itu dapat mengancam jiwa, terutama bagi orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti orang tua, mereka yang sangat muda, dan mereka dengan penyakit seperti kanker, HIV / AIDS. Bisakah kita mencegah salmonella? - Kita dapat melindungi diri dari keracunan salmonella dengan beberapa cara. - Masak unggas, daging sapi, dan telur hingga matang. Ini membunuh bakteri. - Hindari makanan yang mengandung telur mentah atau susu yang tidak dipasteurisasi. - Selalu cuci bersih dan jaga kebersihan alat-alat atau wadah serta ruangan yang digunakan untuk mengolah bahan-bahan mentah ini. - Jangan biarkan daging mentah atau unggas bersentuhan dengan makanan lain, terutama yang tidak memerlukan memasak (misalnya, selada, tomat, dan bahan salad mentah lainnya). - Karena bakteri salmonella tumbuh dan berkembang biak pada suhu kamar, makanan tidak boleh ditinggalkan keluar dari kulkas selama lebih dari 2 jam. Bisakah kita terkena salmonella dari air minum? Ya, kita bisa mendapatkan keracunan salmonella jika kita minum air yang terkontaminasi. Sebagai contoh, Salmonella bisa masuk ke dalam sumur pribadi yang terinfeksi kotoran binatang atau dari limbah atau sistem pembuangan yang salah. Air hujan yang tercemar, permukaan sawah atau ladang pertanian juga dapat mencemari air minum. Pada tahun 2008, misalnya, air yang terkontaminasi dengan salmonella membuat sakit sekitar 450 orang di Alamosa, Colorado. Satu orang meninggal. Bisakah kita tertular salmonella dari orang lain? Keracunan salmonella dapat ditularkan dari orang ke orang. Jika kita terinfeksi salmonella dan tidak mencuci tangan kita secara menyeluruh setelah buang air besar, tangan kita yang kotor dapat melewati salmonella dengan beberapa cara, termasuk: kontak langsung dengan orang lain, menyentuh permukaan yang disentuh orang lain pula, dan menyiapkan makanan yang disajikan mentah atau setengah matang. Wabah salmonella yang terburuk? Pernah terjadi wabah terburuk di Albany, Georgia, yang dimulai pada akhir 2008, selai kacang yang terkontaminasi salmonella membuat lebih dari 700 orang jatuh sakit dan memakan korban jiwa sebanyak 9 orang. Wabah ini, berlangsung selama beberapa bulan, bahkan menyebar di 46 negara bagian dan merupakan salah satu makanan terbesar yang ditarik kembali dalam sejarah AS. Kepala eksekutif perusahaan yang memproses kacang tanah sekarang menjalani hukuman penjara 28 tahun karena secara sadar mengirim makanan yang terkontaminasi.   Sumber : www.webmd.com
 24 Nov 2018    08:00 WIB
Waspada Bakteri Salmonella (Part 1)
Apa itu Salmonella? Namanya memang terdengar asing di telinga kita tapi tidak dengan apa yang disebabkannya. Salmonella yaitu suatu genus bakteri enterobakteria gram-negatif berbentuk tongkat yang menyebabkan tifoid, paratifod, dan penyakit foodborne ( gangguan kesehatan/sakit  yang diakibatkan oleh konsumsi pangan yang telah terkontaminasi mikroba patogen/kuman atau bahan kimia berbahaya ). Dengan kata lain Salmonella adalah salah satu penyebab keracunan makanan yang paling umum, khususnya di Amerika Serikat. Setiap tahun, infeksi salmonella, yang disebut salmonellosis, membuat lebih dari 1 juta orang sakit. Hingga 450 meninggal karena keracunan salmonella setiap tahun. Bakteri umum "dapat hidup di banyak hewan, seperti ternak, hewan peliharaan, reptil, dan kadang-kadang manusia," kata Alan Taege, MD, seorang spesialis penyakit menular di Klinik Cleveland. Salmonella dapat ditemukan di usus hewan, terutama babi dan unggas, dan itu menyebar melalui kotoran mereka. Misalnya, jika kotoran yang terkontaminasi masuk ke air yang digunakan untuk mengairi tanaman, tanaman tersebut dapat membawa bakteri hingga ke pasar. Unggas mentah terkadang bisa terkontaminasi dengan bakteri. Ini dapat tersebar di seluruh dapur kita jika kita tidak mencuci tangan, talenan, dan pisau atau peralatan lain setelah kita menangani unggas mentah. Makanan apa yang paling mungkin terkontaminasi dengan salmonella? Setiap produk hewani mentah atau setengah matang dapat membawa salmonella. Itu termasuk daging, produk susu yang tidak dipasteurisasi seperti susu dan keju, telur, dan makanan laut. Buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan juga bisa terkontaminasi dengan salmonella. Dalam 2 tahun terakhir, CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) telah melaporkan wabah Salmonella yang berhubgan dengan produk kecambah alfalfa, pistachio, mentega kacang, dan mentimun. Bagaimana saya tahu apakah makanan telah terkontaminasi dengan salmonella, dan di mana saya dapat menemukan daftar produk yang ditarik kembali? Kita tidak dapat melihat salmonella dengan melihat atau mencium makanan. Namun, kita dapat tetap up to date pada wabah yang dilaporkan di berita ataupun media sosial lainnya, jika kita khawatir bahwa makanan kita mungkin terkontaminasi. CDC (Centers for Disease Control and prevention) dan FDA (Food and Drug Administration), begitu pula dengan BPOM di Indonesia memiliki informasi tentang wabah yang sedang berlangsung baru-baru ini termasuk merk produk yang harus dihindari konsumen. Merekalah yang menyelidiki wabah salmonella. Dinas kesehatan pemerintah setempat menyelidiki wabah di daerah mereka, mereka akan menyelusuri tempat-tempat makan umum atau restoran, di pasar tradisional dan pasar modern di daerah wabah itu menyebar. Hewan peliharaan apa yang bisa membawa salmonella? Kura-kura, katak, kadal, dan reptil serta amfibi lainnya sering membawa salmonella. Karena mereka menyebarkan bakteri melalui kotoran mereka, Kita dapat terinfeksi hanya dengan menyentuh mereka atau membersihkan mereka. Hal yang sama berlaku untuk ayam, ayam adalah pembawa salmonella yang paling umum. Hewan peliharaan seperti itu tidak akan menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka memiliki bakteri, jadi sebaiknya berhati-hati dan jaga kebersihan dengan menggunakan sarung tangan khusus. Selalu cuci tangan kita secara menyeluruh setelah bersentuhan dengan hal-hal ini dan jangan ada binatang peliharaan ke dapur kita atau ruang apa pun tempat makanan disimpan, disiapkan, atau disajikan. Salmonella dapat membuat hewan peliharaan kita seperti kucing dan anjing jatuh sakit, jadi hindari memberi mereka makanan mentah. Apa saja gejala keracunan salmonella? "Beberapa orang mungkin hanya membawa organisme dalam saluran pencernaan dan tidak sakit, tetapi biasanya itu akan menyebabkan mual, muntah, dan diare bahkan kadang-kadang dengan demam," kata Alan Taege. Gejala lain mungkin termasuk sakit kepala, kram perut, dan hilangnya nafsu makan. Gejala-gejala ini biasanya dimulai dalam 12 hingga 72 jam setelah infeksi. Mereka berlangsung selama 4 hingga 7 hari. Namun, perlu beberapa bulan agar kebiasaan buang air besar kembali normal. Dalam kasus yang jarang terjadi, salmonella juga dapat menyebabkan arthritis reaktif, sejenis nyeri sendi yang dapat berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun dan akhirnya dapat menyebabkan arthritis kronis.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber : www.webmd.com
 06 Nov 2018    16:00 WIB
Wow ternyata Air Liur Dapat Menyembuhkan Luka!
Air liur atau yang dalam bahasa kedokteran disebut dengan saliva merupakan cairan bening yang dihasilkan oleh kelenjar liur di dalam mulut. Banyak ahli menduga bahwa seperti halnya air liur hewan yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka, air liur manusia pun memiliki khasiat yang sama. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan air liur manusia mengandung histatin. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Belanda, histatin merupakan suatu zat yang memang berfungsi untuk membantu proses penyembuhan luka. Para peneliti mengatakan bahwa histatin jugalah yang menyebabkan luka di daerah mulut, misalnya luka akibat proses pencabutan gigi dapat sembuh lebih cepat dibandingkan luka pada kulit atau tulang. Baca Juga: Mendeteksi Depresi Lewat Air Liur Histatin sendiri sebenarnya merupakan suatu protein yang dihasilkan oleh air liur yang terbukti dapat membantu menyembuhkan berbagai luka di dalam mulut dengan cara membunuh berbagai bakteri di dalam mulut. Selain dapat membantu proses penyembuhan luka dengan cara membunuh bakteri di dalam mulut, histatin ternyata juga dapat membantu mencegah terjadinya infeksi jamur di dalam mulut. Beberapa jenis jamur yang telah terbukti dapat dihambat pertumbuhannya dengan adanya histatin di dalam air liur adalah Candida albicans, Cryptococcus neoformans, dan Aspergillus fumigatus. Hal ini jugalah yang membuat seseorang dengan daya tahan tubuh yang baik jarang sekali mengalami infeksi jamur di dalam tubuh. Walaupun demikian, dianjurkan untuk tetap menjaga kebersihan mulut Anda dengan cara rajin menggosok gigi setiap harinya untuk membantu menghambat pertumbuhan kuman di dalam mulut yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada gusi atau gigi berlubang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang .   Sumber: lintaskesehatan, sciencedaily,