Your browser does not support JavaScript!
 15 Mar 2019    11:00 WIB
30 Persen Bayi Cacat Lahir Akibat Rendahnya Kadar Asam Folat Pada Ayah
Kita sudah mengetahui bahwa gizi seorang ibu hamil dapat mempengaruhi keadaan anak-anaknya. Kesehatan seorang ibu akan sangat berpengaruh pada keadaan bayinya. Ternyata dalam sebuah penelitian di Kanada yang dipimpin oleh Dr Sarah Kimmins dari Universitas McGill mengungkapkan sebuah temuan yang signifikan yaitu hubungan antara status gizi sang ayah pada anaknya yang belum lahir. Penelitian ini dilakukan pada tikus, menunjukkan bahwa kadar asam folat ayah (vitamin B9) mungkin sama pentingnya dengan kadar asam folat pada ibu terhadap kesehatan dan perkembangan anak mereka. Sperma membawa "memori" dari lingkungan hidup ayah, bahkan mungkin pola diet dan gaya hidup ayah. Para peneliti terkejut menemukan adanya peningkatan hampir 30 persen terjadinya cacat lahir pada anak yang memiliki ayah yang mempunyai kadar asam folat yang rendah. Hal ini akan mempengaruhi keadaan bayi termasuk kelainan tulang dan kelainan bentuk tulang belakang. Asam folat sangat penting untuk otak dan kesehatan saraf secara keseluruhan, pengembangan memori, belajar, dan proses kognitif lainnya. Apabila Anda berencana untuk menjadi seorang calon ayah dan menginginkan bayi yang sehat. Sebaiknya Anda mengikuti saran dari Dr. Kimmins: "Penelitian kami menunjukkan bahwa seorang calon ayah harus berpikir tentang apa yang mereka dimasukkan ke dalam mulut mereka, merokok, dan apa yang mereka makan dan minum akan mempengaruhi keturunan mereka".   Baca juga: 7 Langkah Agar Hati Tetap Sehat   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: articlesmercola
 17 Sep 2017    18:00 WIB
Baru Memiliki Momongan? Ini Dia Cara Menjalin Hubungan Dengan Si Kecil!
Anda telah menjadi ayah? Rasa bahagia bercampur rasa cemas mungkin merupakan 2 hal yang berkecambuk di dalam hati Anda. Banyak orang mengira bahwa hubungan yang terpenting adalah hubungan antara ibu dan bayinya, akan tetapi ternyata tidak demikian. Menjalin hubungan dengan bayinya yang baru lahir juga merupakan hal penting bagi seorang ayah, bukan hanya tugas mengganti popok dan memberi makan, menggendong, memeluk, dan menenangkan bayinya yang sedang menangis juga tidak kalah penting. Di bawah ini terdapat beberapa cara yang dapat membantu Anda menjalin hubungan dengan bayi Anda.  1.      Mulailah Sejak Dini Bernyanyi atau membacakan sebuah cerita pada perut pasangan Anda saat hamil mungkin merupakan suatu hal yang aneh, akan tetapi hal ini dapat membantu menguatkan jalinan hubungan di antara Anda dan anak Anda, bahkan sebelum si kecil dilahirkan. Anak Anda mungkin akan mengenali suara Anda nantinya. Selain itu, Anda pun dapat menguatkan hubungan Anda dengan anak Anda dengan selalu menemani pasangan Anda, baik saat ia sedang memeriksakan kehamilan ke dokter spesialis kandungan maupun saat ia mengikuti senam hamil atau kelas ibu menyusui. Selain mampu memberikan dukungan pada pasangan Anda, hal ini juga dapat membuat pasangan Anda lebih banyak melibatkan Anda dalam mengurus anak Anda nantinya, yang tentu saja berarti Anda dapat menjadi lebih dekat dengan si kecil. Saat si kecil telah lahir, Anda juga dapat meminta bantuan pada perawat di rumah sakit untuk mengajari Anda berbagai hal, mulai dari mengganti popok, cara menggendong bayi, cara memberikan susu, dan sebagainya.  2.      Jangan Terlalu Khawatir Jangan berpikiran bahwa sang ibu tentu saja akan memiliki hubungan yang lebih dekat dengan si kecil dibandingkan dengan Anda. Jangan terlalu mengkhawatirkan hal ini, terutama bila Anda dapat menghabiskan banyak waktu bersama anak Anda. Jalinan hubungan ini mungkin tidak terlalu terlihat selama beberapa bulan pertama saat hubungan ibu dan anak lebih terlihat, akan tetapi pasti ada. Menjalin hubungan dengan bayi Anda bukanlah suatu kompetisi di antara Anda dan pasangan Anda. Saling mendukung dan bekerja sebagai suatu tim akan membuat hubungan Anda dengan pasangan dan bayi Anda menjadi lebih kuat.  3.      Jangan Takut Untuk Mencoba Banyak pria yang baru saja menjadi ayah merasa takut untuk menggendong bayinya karena sang bayi tampak sangat rapuh dan khawatir mereka akan melakukan kesalahan yang dapat melukai si bayi mungil tersebut. Akan tetapi, hal ini bukan merupakan suatu hal yang pasti. Jangan mencoba untuk menjadi seseorang yang sempurna. Hal terburuk yang dapat terjadi saat Anda salah memasang popok bayi Anda adalah Anda akan terkena pipis atau tinja bayi Anda. Hal ini tentu saja tidak berbahaya bagi Anda dan bayi Anda.  4.      Jalin Komunikasi Dengan Bayi Anda Selama beberapa hari dan beberapa minggu pertama dari kehidupan bayi Anda, sentuhan Anda dapat membuat Anda dan si kecil menjadi lebih dekat. Oleh karena itu, pastikan Anda menyentuh dan memeluk bayi Anda sesering mungkin. Jika Anda sering berkontak dengan bayi Anda, maka ikatan pun akan terbentuk.  5.      Lakukan Berbagai Hal Lain yang Dapat Anda Lakukan Satu-satunya hal yang tidak dapat Anda lakukan dan pasangan Anda dapat melakukannya adalah menyusui bayi Anda. Masih banyak hal lainnya yang dapat Anda lakukan bagi bayi Anda, mulai dari memandikan, memakaikan baju, dan mengganti popoknya. Jangan mengeluh bahwa Anda tidak menenangkan bayi Anda karena Anda bukanlah sang ibu yang berbau susu. Ayah memiliki cara tersendiri untuk menenangkan bayinya. Bayi seringkali mampu ditenangkan dengan mendengarkan suara Anda. Oleh karena itu, bernyanyi atau bersenandung, atau berbicara dengan lemah lembut terhadap bayi Anda juga dapat membantu membuatnya berhenti menangis. Temukan suatu kegiatan bersama dengan bayi Anda yang Anda sukai. Hal ini dapat membantu menguatkan jalinan hubungan Anda dengannya. Baca juga: Tips Manjur Cepat Hamil  Sumber: webmd