Your browser does not support JavaScript!
 02 Oct 2014    12:00 WIB
Beberapa Cara Alami Untuk Membantu Mengatasi Asma
Meskipun tidak ada obat alami untuk mengatasi asma. Namun gejala asma dapat dikendalikan dengan beberapa cara seperti: Dapatkan diagnosis asma yang akurat Konsultasikan dengan dokter mengenai rencana untuk penanganan asma yang baik Memantau “laju aliran puncak” Anda setiap hari dan mengambil tindakan yang tepat apabila nilainya menurun Selalu catat dalam buku harian Anda mengenai keadaan asma Anda, sehingga Anda dapat melacak semua gejala yang pernah Anda rasakan, apa saja hal yang dapat memicu asma Anda dan pengunaan obat-obatan yang tepat untuk penanganan asma tersebut Hindari pemicu asma atau penyebab asma, seperti iritasi akibat udara luar, stress, kena bulu binatang, merokok Carilah saran medis dan cara pengobatan untuk beberapa penyakit yang dapat memicu dan memperburuk gejala asma seperti GERD ( suatu keadaan dimana asam lambung yang seharusnya tetap berada di perut, naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi terbakar di dada), rhinitis alergi, dan sinusitis.  Olahraga setiap hari untuk memaksimalkan kebugaran Anda yang sesuai dengan kemampuan Anda, seperti aeorobik Mempersiapkan obat-obatan asma sebelum melakukan olahraga Makanlah makanan yang bergizi untuk memaksimalkan pertahanan tubuh Anda terhadap infeksi virus dan bakteri.  Pertahankan berat tubuh yang normal.  Istirahat yang cukup  Hubungi dokter apabila ada tanda pertama dari gejala asma Selalu cek kesehatan Anda secara teratur seperti tes pernapasan untuk memastikan asma Anda dikelola dengan baik dan obat-obatan yang Anda konsumsi bekerja secara optimal.  Andalah yang memegang kunci bagaimana bisa tetap hidup sehat dengan penyakit asma. Percayakanlah kesehatan kepada tenaga medis profesional yang akan memberikan bimbingan dan bertanggung jawab pada kesehatan Anda dengan langkah-langkah perawatan yang terbukti.  Sumber: webmd
 19 Sep 2014    14:00 WIB
Tidur di Atas Bulu Binatang Turunkan Resiko Terjadinya Asma, Benarkah?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa para bayi yang tidur di atas seprai yang terbuat dari bulu binatang lebih jarang menderita asma di masa kanak-kanak.Pada penelitian ini, para peneliti mengamati lebih dari 2.400 orang bayi baru lahir di Jerman hingga mereka berusia 10 tahun. Dari seluruh bayi baru lahir tersebut, sekitar 55% nya tidur di atas seprai yang terbuat dari bulu binatang selama 3 bulan pertama kehidupannya.Para peneliti menemukan bahwa dibandingkan dengan bayi-bayi lainnya, bayi yang tidur di atas seprai yang terbuat dari bulu binatang lebih jarang menderita asma saat berusia 6 tahun (79% lebih rendah) dan lebih jarang menderita asma saat berusia 10 tahun (41% lebih rendah).Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa berbagai jenis mikroba (kuman) yang terdapat pada daerah pedesaan dapat melindungi bayi dari asma. Seperti halnya pedesaan, kulit binatang juga dapat mengandung berbagai jenis mikroba yang dapat menurunkan resiko terjadinya asma.Hasil penelitian ini membuat para ahli ingin kembali meneliti lebih lanjut mengenai berbagai jenis mikroba yang terdapat di dalam bulu binatang untuk memastikan hubungannya dengan penurunan resiko asma.Walaupun hasil penelitian ini berhasil menemukan adanya hubungan antara paparan kulit atau bulu binatang pada masa bayi dengan penurunan resiko terjadinya asma, akan tetapi hasil penelitian ini tidak menunjukkan adanya hubungan sebab akibat di antara keduanya.Sumber: newsmaxhealthTags: asma, bulu binatang
 24 May 2014    08:00 WIB
Antibiotika Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Asma, Benarkah?
Antibiotika banyak digunakan untuk mengatasi infeksi telinga dan saluran pernapasan pada anak-anak. Pada sebuah penelitian, para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang menggunakan antibiotika pada tahun pertama kehidupannya mungkin memiliki resiko menderita asma yang lebih tinggi (hingga 2 kali lipat) di masa yang akan datang. Akan tetapi, hal ini mungkin bukan diakibatkan oleh antibiotika tersebut.Para ahli menduga bahwa hal ini mungkin diakibatkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh dan variasi genetika seorang anak. Pada penelitian ini, para peneliti tidak menemukan adanya hubungan antara penggunaan antibiotika di usia dini dengan terjadinya reaksi alergi atau berbagai penyakit alergi lainnya.Hal ini pun dapat membantah sebuah teori yang menyatakan bahwa penggunaan antibiotika dapat meningkatkan resiko terjadinya asma akibat reaksi alergi, yang terjadi akibat adanya gangguan perkembangan sistem kekebalan tubuh anak.Walaupun para peneliti telah berhasil menemukan adanya hubungan antara penggunaan antibiotika dengan peningkatan resiko terjadinya asma pada anak-anak, para peneliti masih tidak dapat menemukan adanya hubungan sebab akibat di antara keduanya.Pada penelitian yang dilakukan di Inggris ini, para peneliti mengamati sekitar 1.000 anak-anak, mulai dari saat mereka lahir hingga saat mereka berusia 11 tahun.Para ahli menduga bahwa gangguan sistem kekebalan tubuh dan variasi genetika tertentulah yang menyebabkan terjadinya peningkatan penggunaan antibiotika pada usia dini dan peningkatan resiko asma .Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan bahwa telah terjadi gangguan sistem kekebalan tubuh pada awal kehidupan anak yang menyebabkan gangguan saluran pernapasan anak, yang membuat anak harus menggunakan antibiotika dan bukannya disebabkan oleh penggunaan antibiotika tersebut. Sumber: newsmaxhealth