Your browser does not support JavaScript!
 26 Aug 2018    11:00 WIB
Waspada Beberapa Faktor Penyebab Terjadinya Asma
Asma merupakan suatu keadaan di mana saluran pernapasan anda mengalami reaksi berlebihan terhadap suatu bahan tertentu (alergen) yang menyebabkan penyempitan saluran pernapasan dan dapat menimbulkan berbagai gejala seperti batuk, sesak napas, dan mengi (suara napas berbunyi "ngik-ngik"). Terjadinya serangan asma dapat dipicu oleh beberapa hal, mulai dari jenis kelamin sampai pada kehamilan. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang merupakan faktor resiko terjadinya asma.   Jenis Kelamin Pada anak-anak, asma lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Penyebab hal ini tidak diketahui dengan jelas, akan tetapi beberapa ahli menemukan bahwa ukuran saluran pernapasan anak laki-laki lebih kecil daripada anak perempuan. Hal ini dapat merupakan salah satu penyebab timbulnya mengi setelah flu atau infeksi virus lainnya. Akan tetapi seiring dengan semakin bertambahnya usia anak, maka resiko terjadinya asma antara pria dan wanita menjadi sama. Pada usia 40 tahun, wanita memiliki resiko menderita asma yang lebih tinggi daripada pria   Riwayat Keluarga Asma merupakan salah satu penyakit yang diturunkan dalam keluarga (herediter). Jika salah satu orang tua anda menderita asma, maka anda memiliki resiko 3-6 kali lebih tinggi untuk menderita asma daripada anak yang kedua orang tuanya tidak menderita asma.   Hiperaktivitas Saluran Pernapasan Memiliki saluran pernapasan yang bereaksi berlebihan terhadap bahan-bahan tertentu (alergen) merupakan salah satu faktor resiko asma. Pada penderita asma, saluran pernapasan menjadi hiperaktif dan meradang saat terpapar oleh alergen atau udara dingin. Tidak semua orang dengan saluran pernapasan yang hiperaktif menderita asma, akan tetapi saluran pernapasan yang hiperaktif dapat meningkatkan resiko terjadinya asma.   Alergi Atopi merupakan suatu reaksi alergi pada berbagai bagian tubuh yang bahkan tidak bersentuhan dengan alergen atau zat yang menyebabkan timbulnya reaksi alergi. Beberapa penyakit yang dapat timbul akibat atopi adalah eksim (dermatitis atopik), rhinitis alergika, konjungtivitis alergika, dan asma. Beberapa alergen seperti bulu binatang, berbagai serangga, dan jamur dapat menyebabkan timbulnya suatu reaksi alergi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan resiko terjadinya asma.   Lingkungan Berbagai polusi udara, baik yang berasal dari asap rokok, jamur, atau berbagai zat berbahaya lainnya dapat menimbulkan suatu reaksi alergi dan asma. Polusi udara, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon, udara dingin, dan kelembaban udara yang tinggi merupakan pemicu terjadinya serangan asma. Ozon, sulfur dioksida, dan nitrogen oksida dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan timbulnya batuk, sesak napas, mengi, nyeri dada, dan serangan asma. Cuaca dingin dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan dan meningkatkan produksi lendir pada saluran pernapasan. Peningkatan kelembaban udarah juga dapat menyebabkan timbulnya gangguan pernapasan pada beberapa orang tertentu.   Asap Rokok Merokok saat usia remaja atau dewasa muda dapat meningkatkan resiko anda menderita asma. Selain itu, paparan terhadap asap rokok pada bayi atau anak-anak juga dapat meningkatkan resiko bayi atau anak tersebut untuk menderita asma di kemudian hari.   Obesitas Berdasarkan penelitian, asma lebih sering terjadi pada orang dewasa dan anak yang mengalami obesitas (kegemukan). Serangan asma pada penderita asma yang juga mengalami obesitas seringkali lebih sulit dikendalikan dan membutuhkan lebih banyak pengobatan.   Kehamilan Merokok selama hamil dapat menyebabkan penurunan fungsi paru pada bayi yang anda kandung. Selain itu, bayi yang lahir sebelum waktunya (prematur) juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita asma di kemudian hari.   Sumber: webmd
 24 May 2018    11:00 WIB
9 Pekerjaan yang Mengganggu Kesehatan Paru-Paru
Paru-paru anda bekerja sangat keras, sebagian besar orang dewasa bernapas lebih dari 20.000 kali per hari. Bahan-bahan kimia, kuman, asap rokok, kotoran, serat, debu, dan bahkan hal-hal yang anda pikir tidak berbahaya ternyata dapat menyebabkan kerusakan pada saluran pernapasan dan membahayakan paru-paru anda. Pajanan yang berasal dari pekerjaan dan lingkungan anda dapat menyebabkan jaringan parut atau fibrosis, asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), infeksi, dan bahkan kanker.  Perbaikan ventilasi, penggunaan alat perlindungan diri (masker), perubahan cara kerja, dan mempelajari hal-hal yang berbahaya tersebut dapat membantu anda mengurangi resiko terkena penyakit paru karena pekerjaan anda.   Bartender dan Pelayan Telah diketahui bahwa perokok pasif merupakan salah satu resiko kanker paru. Bartender dan pelayan adalah contoh pekerjaan yang banyak sekali terpapar oleh asap rokok dan menyebabkan anda menjadi perokok pasif setiap harinya.   Pembantu Rumah Tangga dan Cleaning Service Pernahkah anda merasa sesak napas atau terbatuk-batuk saat anda sedang membersihkan kamar mandi dengan cairan pembersih di rumah anda? Hal ini disebabkan oleh bahan kimia yang terdapat di dalam cairan pembersih mengandung bahan yang tidak hanya bereaksi dengan kotoran, tetapi juga bereaksi dengan sel-sel paru anda. Reaksi berbahaya ini bahkan dapat menyebabkan gangguan pernapasan kronik (asma) dan alergi. Oleh karena itu, bukalah pintu kamar mandi saat anda sedang membersihkannya, sehingga sirkulasi udara menjadi lebih baik.   Pelayan Kesehatan Para pelayan kesehatan seperti dokter, perawat, dan orang-orang yang bekerja di rumah sakit, klinik, atau rumah merupakan orang-orang dengan resiko tinggi terkena penyakit paru-paru. Sebagian besar penyakit paru ditularkan melalui udara, oleh karena itu, makin sering anda berkontak dengan penderita penyakit paru, maka makin tinggi resiko anda juga terkena penyakit paru tersebut. Tindakan pencegahan seperti pemberian vaksinasi flu, pengunaan masker dan sarung tangan dapat membantu anda mencegah penularan penyakit paru ini.   Pegawai Salon Tahukah anda bahwa obat pelurus rambut anda mengandung zat karsinogenik? Formaldehida yang terdapat di dalam obat pelurus rambut merupakan zat karsinogenik, suatu zat yang dapat memicu terjadinya kanker. Selain itu, formaldehida juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru anda.   Buruh Pabrik Para buruh seringkali terpapar oleh berbagai jenis bahan berbahaya selama bekerja, seperti logam, silika, atau pasir halus. Berbagai bahan berbahaya ini bila terhirup dan masuk ke dalam paru-paru anda, dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada paru-paru anda, serta meningkatkan resiko terkena kanker paru. Pemakaian masker dan perbaikan ventilasi di tempat anda bekerja dapat membantu mencegah terhirupnya bahan-bahan tersebut.   Pekerja Konstruksi Orang-orang yang bekerja menghancurkan bangunan atau merenovasi bangunan dapat terpapar dengan asbes yang digunakan untuk melapisi pipa-pipa atau pada lantai. Bahkan pajanan yang sedikit saja dapat menyebabkan berbagai penyakit paru, salah satunya adalah mesothelioma yang merupakan salah satu bentuk dari kanker paru. Pajanan terhadap asbes juga dapat meningkatkan resiko kanker paru dan juga dapat menyebabkan asbestosis atau menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada paru.   Petani dan Peternak Pneumonitis hipersensitivitas adalah penyakit paru yang jarang terjadi, yang dapat disebabkan oleh paparan berkepanjangan dari gandum atau jerami yang terinfeksi jamur. Penyakit ini dapat menyebabkan peradangan kantong udara (alveolus) di paru dan terbentuknya jaringan parut. Gandum yang disimpan di tempat penyimpanan yang terbuat dari logam dapat ditumbuhi dengan jamur. Jika debu dari gandum ini terhirup maka dapat menyebabkan demam, menggigil, dan gejala-gejala lainnya yang menyerupai flu yang disebut dengan organic dust toxic syndrome. Para petani juga seringkali mengeluh batuk dan dada terasa berat. Selain itu, orang-orang yang bekerja di peternakan ayam dan babi kadang-kadang dapat menderita sesak seperti asma. Debu dan kadar ammonia yang tinggi adalah salah satu faktor resikonya. Oleh karena itu, jagalah agar gandum tidak lembab, ventilasi adekuat, dan gunakan alat perlindungan diri seperti masker.   Pemadam Kebakaran Saat memadamkan api, para pemadam kebakaran tidak hanya terpajan oleh api, tetapi juga oleh berbagai material lainnya, termasuk plastik yang terbakar dan bahan-bahan kimia lainnya. Pemadam kebakaran dapat mengurangi resiko terkena penyakit paru dengan menggunakan "self contained breathing apparatus" (SCBAs). Alat ini juga sebaiknya digunakan saat pembersihan tempat yang terbakar tersebut.   Pekerja Tambang Para penambang beresiko terhadap banyak penyakit paru, mulai dari bronkitis sampai pneumoconiosis atau biasa disebut "black lung". Hal ini merupakan suatu kondisi kronis yang disebabkan oleh menghirup debu batu bara dalam waktu lama. Debu batu bara ini kemudian mengendap di dalam paru-paru dan menyebabkan pengerasan paru-paru sehingga menjadi sulit bernapas. Pajanan ini menyebabkan fibrosis progresif menyeluruh dan dapat menyebabkan kematian. Penggunaan alat perlindungan diri berupa masker merupakan salah satu cara pencegahan terbaik.    
 12 Nov 2016    11:00 WIB
Perbedaan Antara Pneumonia dan Asma
Gangguan pernapasan memilki banyak gejala yang sama, seperti batuk, demam, dan sebagainya. Pneumonia merupakan suatu infeksi pada jaringan paru yaitu kantong udara (alveolus) paru. Pada pneumonia, terjadi pengumpulan cairan dan sel-sel mati di dalam kantong udara yang menyebabkan kantong udara menjadi padat. Asma merupakan suatu reaksi alergi pada saluran napas akibat berbagai faktor lingkungan. Pada asma, terjadi reaksi berlebihan terhadap suatu hal yang sebenarnya tidak berbahaya, baik yang terdapat di dalam maupun di luar tubuh. Jadi asma merupakan suatu reaksi alergi yang menyebabkan penyumbatan hebat jalan napas, sehingga terjadi penurunan suplai oksigen ke dalam paru-paru dan seluruh tubuh.   Perbedaan Penyebab Penyebab pneumonia adalah berbagai jenis virus, bakteri, atau jamur. Penularan biasanya terjadi melalui proses aspirasi, yaitu secara tidak sengaja menelan cairan penderita pneumonia. Orang yang mengalami kelumpuhan seringkali mengalami pneumonia. Asma disebabkan oleh reaksi alergi terhadap berbagai hal seperti debu, bulu binatang, serbuk sari, udara dingin, cat, wewangian kuat, plastik, logam, kayu, dan sebagainya. Selain itu, beberapa jenis makanan juga dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti tiram, susu, kacang, kerang, dan sebagainya. Selain reaksi alergi, berolahraga juga dapat menyebabkan terjadinya serangan asma pada beberapa orang.   Perbedaan Gejala Beberapa gejala pneumonia yang sering ditemukan adalah demam tinggi yang disertai dengan menggigil, batuk berdahak, dahak berwarna kuning, kadangkala disertai dengan batuk berdarah, nyeri dada, sesak napas, nyeri otot berat, hilangnya nafsu makan, dan mual. Sebaliknya, serangan asma biasanya terjadi secara mendadak yang ditAndai dengan sesak napas berat, batuk, dan mengi (suara napas berbunyi "ngik-ngik") yang merupakan ciri khas serangan asma.  Serangan asma biasanya lebih sering terjadi pada dini hari atau setelah terpapar oleh alergen seperti serbuk sari atau debu. Para penderita asma biasanya memiliki periode bebas gejala dan periode serangan asma, di mana ia merasa sesak napas atau kesulitan bernapas.   Perbedaan Pengobatan Untuk mengatasi pneumonia, dokter biasanya akan memberikan antibiotika atau obat anti jamur dan obat penurun panas. Untuk mengatasi asma, penderita biasanya diberikan berbagai jenis obat-obatan yang bertujuan untuk membantu melebarkan jalan napas.   Sumber: differencebetween
 17 Sep 2016    15:00 WIB
5 Gejala Tersembunyi dari Serangan Jantung
Sebagian besar orang tentunya pernah mendengar mengenai gejala klasik dari serangan jantung seperti nyeri dada, nyeri yang menjalar ke lengan, sesak napas, mual, dan sebagainya. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa beberapa gejala lain yang tidak begitu jelas juga dapat merupakan penanda adanya gangguan jantung yang berat? Tanda awal adanya gangguan jantung adalah adanya perubahan pada energi atau fungsi tubuh tertentu. Tidak semua orang yang mengalami serangan jantung mengalami gejala klasik serangan jantung seperti di atas. Beberapa orang justru mengalami gejala yang tidak begitu jelas seperti beberapa hal di bawah ini. 1. Merasa Sangat Lelah Tanpa Sebab yang Jelas Jika Anda tiba-tiba tidak dapat melakukan aktivitas normal Anda tanpa merasa sangat lelah atau pusing, maka hal ini dapat merupakan penanda adanya kelainan pada jantung Anda. Jantung Anda merupakan organ tubuh yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh agar Anda dapat bergerak. Oleh karena itu, bila terjadi perubahan pada keadaan fisik Anda, maka mungkin terjadi gangguan pada jantung Anda seperti gangguan aliran listrik jantung atau kerja katup jantung. 2. Disfungsi Ereksi Sebuah penelitian di Australia menemukan bahwa semakin berat disfungsi ereksi yang dialami seorang pria, maka semakin besar resiko adanya penyakit jantung dan kematian dini. Penelitian ini melakukan pengamatan pada sekitar 90.000 orang pria. Penelitian lainnya di tahun 2010 menunjukkan bahwa pria dengan disfungsi ereksi memiliki resiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami penyakit jantung atau meninggal akibat serangan jantung dibandingkan dengan pria lainnya yang tidak mengalami disfungsi ereksi. 3. Pembengkakan Pada Kaki Kadangkala, pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki hanya berlangsung sementara dan dapat disebabkan oleh berbagai hal lainnya seperti gangguan hormonal pada wanita hamil, diet rendah garam, atau obat-obatan tertentu. Akan tetapi, pembengkakan pada kaki dapat merupakan penanda adanya gangguan pada kemampuan pompa jantung. Segera hubungi dokter Anda bila Anda mengalami pembengkakan pada kaki. 4. Perubahan Perilaku Merasa cemas, panik, atau mudah marah ternyata juga dapat merupakan salah satu gejala dari serangan jantung. Beberapa orang yang pernah menderita serangan jantung mengatakan bahwa tanda pertama yang mereka rasakan merupakan rasa cemas yang tidak diketahui penyebabnya atau adanya serangan panik. Selain itu, kemarahan juga dapat merupakan pemicu terjadinya serangan jantung. Sebuah penelitian di tahun 2000 menemukan bahwa seseorang yang sangat pemarah memiliki resiko mengalami penyakit jantung 2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan orang lainnya dan memiliki resiko mengalami serangan jantung 3 kali lebih tinggi dibandingkan dengan orang lainnya. 5. Rasa Berdebar-debar Pada beberapa kasus, rasa berdebar-debar ternyata juga dapat berakhir pada serangan jantung. Baca juga: Apakah Asma Dapat Merusak Kehidupan Seksual Anda? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: newsmaxhealth
 11 Aug 2016    11:00 WIB
9 Penyebab Anak Anda Sulit Tidur
1.  Masih Terlalu KecilSelama 2 bulan pertama kehidupannya, bayi anda tidak dapat tidur secara teratur apalagi sepanjang malam. Bayi anda biasanya akan tidur selama 12-18 jam sehari dengan tidak teratur. Bayi membutuhkan sekitar 6 minggu untuk mulai membentuk pola tidur yang lebih teratur.Dalam waktu 3-6 bulan, pola tidur bayi anda akan mulai teratur. Saat berusia 9 bulan, sekitar 70-80% bayi telah dapat tidur sepanjang malam, yaitu sekitar 5-6 jam setiap kali tidur.2.  Tidak Ada Anda di SampingnyaJika anda terbiasa menemani bayi anda tidur setiap malamnya, maka ia tidak dapat belajar untuk tidur sendiri. Hal ini membuatnya harus berada di sampingnya sehingga ia dapat tidur kembali. Oleh karena itu, letakkanlah bayi anda saat ia mulai mengantuk, tetapi belum tertidur sehingga ia dapat belajar untuk tidur sendiri.3.  Terlalu LelahAnak balita akan menjadi rewel saat kurang tidur. Balita biasanya membutuhkan waktu tidur sekitar 11-14 jam setiap harinya. Beberapa jam di antaranya adalah waktu tidur siang. Pada saat anak anda telah memasuki masa balita, ajarlah ia untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama.4.  Tidak Memiliki Rutinitas Sebelum TidurMelakukan hal yang sam setiap malam sebelum tidur membantu anak anda mengenali perubahan antara bangun dan tidur. Ciptakanlah suatu rutinitas tidur yang sesuai dengan usia anak anda, mulai dari memandikannya, membacakannya cerita, memberikan cemilan ringan, kemudian mematikan lampu. Rutinitas ini harus selalu sama setiap malamnya dan harus diakhiri di dalam kamar anak anda. Para ahli menyarankan agar anda memulai rutinitas ini sejak anak anda berusia 4 bulan.5.  Kurangnya Waktu Tidur SiangBila anak anda tidak memperoleh waktu tidur siang yang cukup, maka anak anda dapat sulit tidur di malam hari. Sebagian besar bayi membutuhkan 2-3 kali tidur siang selama sehari. Balita mungkin membutuhkan 1-2 kali tidur siang setiap harinya. Sebagian besar anak-anak biasanya masih tidur siang hingga mereka berusia 5 tahun. Bila anak anda tampak rewel dan mengantuk, maka biarkanlah ia untuk tidur siang, tetapi jangan tidur siang berdekatan dengan waktu tidur di malam hari dan jangan lewatkan waktu tidur siang anak anda.6.  Menderita Berbagai Gangguan TidurSindrom Tidur ApneuKadang-kadang, anak tidak dapat tidur karena mengalami sindrom tidur apneu, di mana terjadi sumbatan jalan napas, yang sering disebabkan oleh pembesaran amandel. Anak yang mengalami gangguan tidur apneu biasanya mengorok dengan sangat keras, kesulitan bernapas, dan tampak gelisah saat tidur.Sindrom tidur apneu dapat mengenai 1 dari 100 anak dan biasanya sering mengenai anak berusia 3-7 tahun. Pada usia inilah amandel biasanya berukuran paling besar. Pengobatannya dapat berupa tindakan pembedahan atau menggunakan CPAP saat tidur di malam hari. MengorokSekitar 10% anak-anak mengorok. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti sindrom tidur apneu, alergi musiman, hidung tersumbat akibat flu atau deviasi septum nasi (dinding yang memisahkan antara lubang hidung kanan dan kiri tidak berada tepat di tengah). Bila tidak menyebabkan gangguan tidur, maka mengorok biasanya tidak memerlukan tindakan pengobatan.Segera hubungi dokter anak anda bila mengorok membuat tidur anak anda terganggu atau mengorok menyebabkan gangguan pernapasan. Mimpi Buruk dan Teror MalamMimpi buruk biasanya tidak berbahaya dan biasanya berakhir saat anak memasuki usia remaja. Teror malam adalah suatu keadaan di mana anak terlihat ketakutan saat tidur dan tidak dapat mengingat apa yang membuatnya sangat ketakutan saat terbangun. Berbeda dengan mimpi buruk, di mana anak dapat mengingat mimpi buruk yang dialaminya. Hiburlah dan tenangkan anak anda saat ia mengalami mimpi buruk. Hubungi dokter anak anda bila mimpi buruk terus berlanjut. Berjalan Saat TidurAnak-anak yang mengalami teror malam seringkali juga berjalan saat tidur. Mereka dapat berjalan, berbicara, atau melakukan berbagai aktivitas lainnya, dengan mata terbuka, tetapi mereka mungkin tidak menyadari apa yang mereka lakukan. Sebagian besar anak tidak lagi mengalami hal ini saat mereka memasuki usia remaja. Jangan bangunkan anak yang sedang berjalan saat tidur karena anda dapat membuatnya takut. Ajaklah ia kembali ke kamarnya dan pastikan daerah di sekitarnya aman, kunci pintu rumah anda, dan pasang pengaman di dekat tangga rumah anda.7.  Menderita Asma atau AlergiBeberapa gangguan kesehatan dapat mengganggu tidur anak anda. Hidung tersumbat akibat alergi atau flu dapat membuat anak kesulitan bernapas. Pada bayi, nyeri perut, refluks asam lambung, nyeri telinga, atau nyeri gigi dapat membuatnya sulit tidur. 8.  Efek Samping Obat-obatanKadangkala beberapa jenis obat-obatan yang dikonsumsi anak anda untuk mengobati gangguan kesehatan tertentu dapat mempengaruhi kualitas tidurnya. Dekongestan dan anti histamin yang digunakan untuk mengatasi flu atau alergi dapat membuat anak anda tampak gelisah saat tidur. Obat yang digunakan untuk mengatasi ADHD juga memiliki efek samping berupa sulit tidur. Segera beritahu dokter anak anda bila obat yang digunakan oleh anak anda mengganggu tidurnya sehingga dokter dapat mengubah dosis obat tersebut atau menggantinya dengan obat lain. Jangan mengubah dosis atau jenis obat tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter anak anda.9.  Berusia RemajaSaat anak anda memasuki usia remaja dan dewasa muda, maka pola tidurnya pun ikut berubah, di mana mereka akan tampak lebih segar di sore dan malam hari, dan terlihat lebih mengantuk di pagi hari. Sumber: webmd
 08 Aug 2016    08:00 WIB
Rumah Yang Terlalu Bersih Memicu Munculnya Alergi Pada Anak
Kebersihan merupakan sesuatu yang baik, tetapi jika rumah terlalu bersih justru dapat membuat bayi baru lahir cenderung mudah terkena alergi dan asma di kehidupan akan datang. Hasil studi mengatakan bayi akan sangat kecil kemungkinan terkena alergi atau asma jika sejak dini mereka terpapar bakteri di peralatan rumah tangga dan alergen dari tikus, kecok dan kucing pada tahun pertama kehidupan mereka. Hasil penelitian ini tentu mengejutkan para peneliti yang telah mengikuti penelitian sebelum ini yang mengatakan bahwa resiko asma akan semakin meningkat pada penduduk yang tinggal didaerah kota yang banyak terpapar kecoak, kotoran tikus,  kotoran hewan peliharaan, dan zat alergen lainnya. Hasil kontradiktif ini mengejutkan para peneliti. Sekitar 41% anak-anak yang bebas dari alergi dan bebas asma ternyata tinggal didaerah yang banyak alergen dan bakteri. Dan hanya 8% dari anak-anak yang mengalami alergi dan asma sudah terekspose dengan zat alergen tersebut sejak tahun pertama kehidupan mereka. Penemuan ini mendukung pernyataan "hygene hipotesis’ yang mengatakan anak yang tinggal di lingkungan bersih akan lebih banyak menderita alergi dan asma karena tubuh mereka tidak diberikan mengembangkan respon terhadap zat alergen. Penelitian tersebut juga mendukung penelitian terdahulu yang mengatakan bahwa anak-anak yang tinggal di peternakan lebih sedikit terkena alergi dan asma. Peneliti mencatat, studi menunjukkan paparan lingkungan sangat signifikan terhadap penentuan apakah seorang anak akan mengembangkan alergi atau tidak, terutama saat bayi baru dilahirkan. Penelitian ini tidak dimaksudkan untuk Anda agar memelihara kecoak supaya anak Anda tidak terkena alergi. Tetapi penelitian ini mengingatkan kepada Anda pentingnya paparan alergen supaya tubuh anak Anda dapat membangun zat antibodi didalam tubuhnya.   Sumber: webmd
 22 Dec 2014    11:00 WIB
Benarkah Asma Dapat Membuat Anda Lebih Sulit Memiliki Momongan?
Sebuah penelitian menemukan bahwa seorang wanita yang menderit asma mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil. Sebuah penelitian di Denmark menemukan bahwa wanita yang berusia lebih dari 30 tahun dan seorang wanita yang menderita asma berat cenderung lebih sulit hamil. Hal ini mungkin dikarenakan proses inflamasi (radang) yang berhubungan dengan asma dapat mengganggu kesuburan seorang wanita. Para peneliti di Denmark menganalisa jawaban dari kuesioner yang diisi oleh 15.250 orang saudara kembar perempuan di Denmark yang berusia antara 12-41 tahun, yang sebelumnya telah ditanyai mengenai kesuburan dan apakah mereka menderita asma. Para peneliti menganalisa anak kembar pada penelitian ini sehingga variasi faktor genetika dan gaya hidup yang dapat mempengaruhi kehamilan dapat dihindarkan. Pada penelitian ini, para peneliti mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh seorang wanita penderita asma untuk hamil dan membandingkannya dengan waktu yang dibutuhkan oleh para wanita lain yang tidak menderita asma. Para peneliti menemukan bahwa sekitar 27% wanita yang menderita asma membutuhkan waktu yang lebih lama untuk hamil dibandingkan dengan 21.6% wanita lainnya yang tidak menderita asma. Yang dimaksud dengan membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil adalah telah mencoba hamil selama 1 tahun dan tidak berhasil. Para peneliti juga menemukan bahwa usia turut berperan dalam lamanya waktu yang dibutuhkan seorang wanita penderita asma untuk hamil. Mereka menemukan bahwa sekitar 32.2% wanita penderita asma yang berusia lebih dari 30 tahun lebih sulit hamil dibandingkan dengan 24.9% wanita penderita asma yang berusia kurang dari 30 tahun. Selain itu, menerima pengobatan asma juga dapat membantu mengurangi keterlambatan kehamilan, yaitu dari 30.5% menjadi 23.8%. Para peneliti menduga penundaan kehamilan ini mungkin disebabkan oleh proses inflamasi yang terjadi di dalam tubuh para wanita ini.     Sumber: webmd