Your browser does not support JavaScript!
 01 Jan 2015    13:00 WIB
Kenalilah Berbagai Jenis Asma
Asma merupakan suatu keadaan di mana saluran pernapasan mengalami penyempitan akibat reaksi yang berlebihan terhadap rangsangan tertentu. Berbagai gejala asma yang sering ditemukan adalah sesak napas, mengi (suara napas berbunyi “ngik-ngik”), dan batuk. Mengetahui jenis asma yang anda alami dapat membantu anda dan dokter anda dalam memberikan pengobatan yang paling tepat bagi anda.   Asma Akibat Alergi Alergi dan asma seringkali berhubungan. Salah satu penyakit alergi kronik yang sering terjadi adalah rhinitis alergika. Serangan asma seringkali dipicu oleh rhinitis alergika ini. Rhinitis alergika merupakan peradangan pada lapisan dalam hidung akibat suatu alergen (bahan yang menimbulkan alergi). Gejala rhinitis alergika yang biasanya ditemukan adalah hidung meler, hidung tersumbat, sering bersin, pembengkakan mukosa hidung, lendir berlebihan, mata berair, dan nyeri tenggorokan. Batuk juga sering terjadi akibat turunnya lendir dari hidung ke tenggorokan.   Asma Akibat Olahraga Asma jenis ini biasanya dipicu oleh olahraga atau aktivitas fisik. Pada asma akibat olahraga, penyempitan saluran pernapasan biasanya mencapai puncaknya 5-20 menit setelah olahraga dimulai, yang membuat anda mengalami kesulitan bernapas. Selain itu, anda mungkin juga mengalami mengi dan batuk saat serangan asma terjadi.   Asma Dominan Batuk (Cough Variant Asthma) Gejala yang paling menonjol pada asma jenis ini adalah batuk hebat, yang seringkali salah terdiagnosa sebagai batuk. Asma jenis ini seringkali dipicu oleh infeksi saluran pernapasan dan olahraga. Beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan batuk hebat dan lama selain asma adalah post nasal drip (adanya lendir yang turun dari hidung ke tenggorokan), rhinitis kronik, sinusitis (radang sinus), atau refluks gastroesofageal (GERD).   Asma Okupasional Asma okupasional merupakan asma yang terjadi akibat pekerjaan. Serangan asma baisanya terjadi saat anda bekerja dan menyebabkan anda kesulitan bernapas. Banyak penderita asma jenis ini mengalami hidung meler, hidung tersumbat, iritasi mata, atau batuk. Beberapa pekerjaan yang dapat memicu serangan asma adalah peternak hewan, petani, penata rambut, perawat, pelukis, dan tukang kayu.   Asma Nokturnal Jika anda menderita asma, maka serangan asma biasanya lebih sering terjadi saat malam hari atau saat waktu tidur, karena asma sangat dipengaruhi oleh siklus tidur dan bangun seseorang. Pada asma jenis ini, penderitanya biasanya mengalami batuk, mengi, dan kesulitan bernapas di malam hari. Lebih seringnya serangan asma pada malam hari diduga diakibatkan oleh peningkatan paparan oleh alergen, dinginnya suhu udara, posisi terlentang, atau bahkan hormon. Memburuknya asma pada malam hari dapat mengganggu waktu tidur anda dan bahkan kematian akibat asma lebih sering terjadi pada malam hari.   Penyakit Lainnya Dengan Gejala Mirip Asma Terdapat beberapa penyakit lain yang memiliki gejala mirip asma, misalnya asma kardiak, yang merupakan salah satu jenis gagal jantung yang beberapa gejalanya mirip dengan serangan asma. Gangguan atau disfungsi pada pita suara juga seringkali menyebabkan timbulnya mengi yang tidak membaik dengan pemberian obat anti asma.   Sumber: webmd
 24 Dec 2014    13:00 WIB
Makanan yang Perlu Dihindari Oleh Para Penderita Asma
Sebagian besar penderita asma biasanya tidak perlu menghindari atau mengkonsumsi makanan tertentu untuk mengurangi gejala atau memicu terjadinya serangan asma, akan tetapi, pada beberapa kasus terdapat beberapa jenis makanan yang dapat membuat gejala asma memburuk. Beberapa jenis makanan tersebut adalah: Telur Susu sapi Kacang Ikan Berbagai produk yang terbuat dari royal jelly Berbagai produk yang terbuat dari jamur Beberapa jenis pewarna dan pengawet makanan Beberapa jenis pewarna dan pengawet makanan yang dapat memicu terjadinya serangan asma adalah: Tartrazine (E102) merupakan pewarna makanan yang dapat ditemukan pada berbagai jenis makanan dan beberapa jenis obat-obatan Asam benzoate (E210) merupakan pengawet makanan yang dapat ditemukan pada beberapa jenis produk olahan buah dan minuman bersoda Natrium metabisulfit (E220-227) merupakan pengawet makanan yang dapat ditemukan pada wine, bir buatan sendiri, minuman bersoda, beberapa jenis daging olahan, dan beberapa jenis salad siap saji Beberapa jenis makanan serta beberapa jenis pewarna dan pengawet makanan dapat memicu terjadinya serangan asma atau membuat gejala asma semakin memburuk. Selain itu, beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi seperti bentol-bentol, timbulnya bercak kemerahan pada kulit, mual, muntah, dan diare. Akan lebih baik bila Anda mencatat berbagai jenis makanan yang Anda konsumsi untuk menemukan makanan mana yang menyebabkan timbulnya reaksi alergi atau memicu terjadinya serangan asma. Selain dapat memicu terjadinya serangan asma atau membuat gejala asma memburuk, ternyata terdapat beberapa jenis makanan lain yang dapat membantu melindungi tubuh dari serangan asma dan meningkatkan fungsi paru. Para peneliti di Belanda menemukan bahwa mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayuran dapat membantu meningkatkan fungsi paru. Selain itu, vitamin C dan E juga dapat membantu mengurangi inflamasi (peradangan) di dalam paru. Mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang serta mengkonsumsi banyak buah dan sayuran dapat membantu tubuh melawan infeksi flu dan batuk, yang telah diketahui dapat membuat gejala asma memburuk.     Sumber: webmd
 22 Dec 2014    11:00 WIB
Benarkah Asma Dapat Membuat Anda Lebih Sulit Memiliki Momongan?
Sebuah penelitian menemukan bahwa seorang wanita yang menderit asma mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil. Sebuah penelitian di Denmark menemukan bahwa wanita yang berusia lebih dari 30 tahun dan seorang wanita yang menderita asma berat cenderung lebih sulit hamil. Hal ini mungkin dikarenakan proses inflamasi (radang) yang berhubungan dengan asma dapat mengganggu kesuburan seorang wanita. Para peneliti di Denmark menganalisa jawaban dari kuesioner yang diisi oleh 15.250 orang saudara kembar perempuan di Denmark yang berusia antara 12-41 tahun, yang sebelumnya telah ditanyai mengenai kesuburan dan apakah mereka menderita asma. Para peneliti menganalisa anak kembar pada penelitian ini sehingga variasi faktor genetika dan gaya hidup yang dapat mempengaruhi kehamilan dapat dihindarkan. Pada penelitian ini, para peneliti mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh seorang wanita penderita asma untuk hamil dan membandingkannya dengan waktu yang dibutuhkan oleh para wanita lain yang tidak menderita asma. Para peneliti menemukan bahwa sekitar 27% wanita yang menderita asma membutuhkan waktu yang lebih lama untuk hamil dibandingkan dengan 21.6% wanita lainnya yang tidak menderita asma. Yang dimaksud dengan membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil adalah telah mencoba hamil selama 1 tahun dan tidak berhasil. Para peneliti juga menemukan bahwa usia turut berperan dalam lamanya waktu yang dibutuhkan seorang wanita penderita asma untuk hamil. Mereka menemukan bahwa sekitar 32.2% wanita penderita asma yang berusia lebih dari 30 tahun lebih sulit hamil dibandingkan dengan 24.9% wanita penderita asma yang berusia kurang dari 30 tahun. Selain itu, menerima pengobatan asma juga dapat membantu mengurangi keterlambatan kehamilan, yaitu dari 30.5% menjadi 23.8%. Para peneliti menduga penundaan kehamilan ini mungkin disebabkan oleh proses inflamasi yang terjadi di dalam tubuh para wanita ini.     Sumber: webmd
 24 Nov 2014    10:00 WIB
Apa Hubungan Antara Pekerjaan dan Asma?
Sebuah penelitian baru di Jerman menemukan bahwa orang yang mengira bahwa mereka sedang terancam akan kehilangan pekerjaannya mungkin lebih beresiko untuk mengalami serangan asma saat telah dewasa dibandingkan dengan orang lain yang tidak terancam akan kehilangan pekerjaannya. Para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan kekhawatiran akan kemungkinan kehilangan pekerjaan dapat membuat seseorang mengalami stress kronik, yang membuat tubuh Anda lebih tidak sensitif terhadap kortisol, suatu hormon yang dihasilkan oleh tubuh, yang juga dapat menyebabkan terjadinya peradangan di dalam tubuh. Hal ini dapat memicu terjadinya peradangan pada saluran napas yang membuat saluran napas membengkak dan menyebabkan terjadinya asma. Selain memicu terjadinya proses peradangan di dalam tubuh, stress kronik juga dapat membuat sistem kekebalan tubuh seseorang menjadi lebih lemah dan membuatnya lebih rentan terhadap berbagai jenis infeksi. Infeksi sinus (sinusitis) atau flu dan batuk juga dapat memicu terjadinya asma. Jadi apakah benar stress kronik dapat menyebabkan terjadinya asma atau memicu terjadinya asma pada orang yang memang rentan terhadap serangan asma karena faktor genetika? Para peneliti mengatakan masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti apa jawaban yang tepat dari pertanyaan di atas. Akan tetapi, tidak ada salahnya bila Anda menghindari berbagai hal yang dapat memicu terjadinya asma saat mengalami stress seperti menghindari berbagai hal penyebab alergi, menjaga berat badan ideal, dan berhenti merokok. Akan tetapi, perlu diingat bahwa penelitian ini tidak menunjukkan adanya hubungan sebab akibat antara kekhawatiran akan kehilangan pekerjaan dengan peningkatan resiko terjadinya asma di usia dewasa.   Sumber: menshealth
 14 Nov 2014    11:00 WIB
Manfaat Dari Air Purifier
Apakah Anda memiliki air purifier di rumah Anda? Ancaman polusi udara sekarang makin mengkhawatirkan. Ada banyak gangguan kesehatan yang dapat disebabkan oleh karena polusi udara. Pada dasarnya air purifier (pembersih udara) adalah peralatan yang dapat membantu dalam menghilangkan polusi dari udara. Pembersih udara benar-benar membersihkan udara di sekitarnya dengan menghilangkan partikel debu yang berukuran lebih dari 0,3 mikron sampai 99,9 persen. Sehingga air purifier sangat membantu bagi orang yang menderita asma atau alergi. Air purifier memiliki HEPA (high efficiency particulate air) filter yang berguna untuk: Membantu dalam membersihkan udara yang beredar di sekitarnya. Membantu menyingkirkan udara dari kotoran dan bahan-bahan yang mengkontaminasi. Membersihkan udara dari debu, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, asap dan hampir semua bahan polusi yang ada di udara. Pembersih udara dapat membuat udara bebas dari berbagai macam partikel yang menyebabkan alergi dan kotoran lain sehingga Anda dapat menghirup udara murni Air purifier membantu dalam menyingkirkan asap rokok karena itu sangat berguna bila ada seorang yang merupakan seorang perokok di rumah. Menghilangkan bau obat, bau akibat masakan Selain itu berguna untuk melindungi perabotan rumah, karena membantu menghilangkan debu yang menempel sehingga mengurangi pemeliharaan dari barang-barang rumah tangga tersebut. Tentu hal ini akan membantu Anda dalam melakukan penghematan Ketika Anda akan membeli alat pembersih udara pastikan bahwa alat Anda memiliki sertifikat Pembersih Udara yang terdaftar. Sumber: urbalicious
 13 Nov 2014    11:00 WIB
Bahaya Polusi Udara Untuk Kesehatan
Polusi merupakan istilah yang umum didengar. Polusi udara adalah salah satu bentuk yang sedemikian rupa mengacu pada kontaminasi udara, terlepas dari di dalam ruangan atau di luar ruangan. Semua perubahan fisik, biologis atau kimia pada udara di atmosfer dapat disebut sebagai polusi. Hal ini terjadi bila ada gas berbahaya, debu, asap yang masuk ke atmosfer dan membuat tanaman, hewan dan manusia sulit untuk bertahan hidup karena udara menjadi kotor. Polusi udara dapat menimbulkan banyak gangguan kesehatan seperti: Peningkatan gejala gangguan pernapasan, seperti iritasi saluran napas, batuk atau kesulitan bernafas Fungsi paru-paru menurun Memperburuk asma Meningkatkan terjadinya penyakit pernapasan yang kronis pada anak-anak Terjadi radang paru dan penyakit paru obstruktif kronis Denyut jantung tidak teratur Serangan jantung Kematian dini pada orang dengan penyakit jantung atau penyakit paru-paru, termasuk kematian akibat kanker paru-paru Gangguan polusi udara lebih jauh akan memacu pelepasan sitokin yang menyebabkan terjadi proses peradangan dalam tubuh yang merupakan faktor utama dari penyebab penyakit kencing manis dan kanker Memicu perubahan dalam bagian dari sistem saraf yang mengatur tekanan darah dan menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah. Bahkan bila Anda sehatpun Anda dapat mengalami: Iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan Batuk Dada terasa sesak Sesak napas Jangan sampai polusi udara dapat merusak kesehatan Anda, maka Anda harus mengatasi polusi udara tersebut dengan berbagai cara, seperti: Tidak membakar sampah di pekarangan rumah Membatasi penggunaan AC dalam kehidupan sehari-hari Tidak merokok dalam ruangan Menanam tanaman hias di pekarang atau di pot-pot Menggunakan Air Purifier (pembersih udara) Sumber: sparetheair
 04 Nov 2014    09:00 WIB
Ayah Perokok Berisiko Memiliki Anak Asma
Saat Anda sedang merencanakan kehamilan, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan oleh ibu sebelum kehamilan seperti seperti meningkatkan asupan asam folat dan berhenti merokok atau minum alkohol. Namun bagaimana dengan calon ayah? Sering orang berpendapat bahwa calon ayah tidak perlu melakukan perubahan pola hidup, namun ternyata menurut sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa seorang calon ayah yang merokok memiliki risiko bayi yang menderita asma.  Berdasarkan sebuah penelitian yang dipaparkan oleh European Respiratory Society (ERS) Kongres Internasional di Munich, Jerman, dan merupakan penelitian pertama yang meneliti hubungan antara kebiasaan ayah yang merokok dengan kesehatan pernapasan anak-anaknya.  Penelitian tersebut memberikan bukti bahwa sejarah orang tua yang buruk memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan masa depan anak, diterbitkan dalam jurnal Science. Penelitian yang dipimpin oleh Prof Sarah Robertson dari University of Adelaide di Australia mengatakan sebagai contoh bahwa orang tua yang obesitas/ kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko anaknya untuk terkena penyakit gangguan metabolik “Dalam 10 tahun terakhir ini komunitas ilmu pengetahuam telah serius membahas masalah ini” kata Prof Robertson, "dan hanya dalam 5 tahun terakhir bahwa kami telah mulai memahami mekanisme bagaimana hal ini terjadi."  Dia menjelaskan bahwa seseorang yang memiliki pola hidup, seperti pola makan yang buruk atau kebiasaan merokok, hal ini akan tersimpan dalam sel telur dan sperma dan akan berpengaruh pada pertumbuhan janin.  Dalam penelitian terbaru yang dipimpin oleh Dr Cecile Svanes dari University of Bergen di Norwegia, para peneliti menggunakan kuesioner untuk menilai kebiasaan merokok lebih dari 13.000 pria dan wanita.  Penelitian ini difokuskan pada beberapa pasangan yang mempunyai kebiasaan merokok sebelum terjadi kehamilan dengan kejadian asma pada anak-anak mereka dan pada pasangan yang telah menghentikan kebiasaan merokok.  Dalam penelitian tersebut di temukan bahwa seorang calon ayah yang mempunyai kebiasaan merokok sebelum terjadi kehamilan ternyata memiliki risiko lebih besar mempunyai anak yang mengalami asma non alergi. Selain itu risiko anak mengalami asma meningkat apabila calon ayah mulai merokok pada usia sebelum 15 tahun dan risiko ini semakin meningkat berdasarkan berapa lama calon ayah merokok.  Sumber: medicalnewstoday 
 02 Oct 2014    13:00 WIB
Bolehkah Menggunakan Obat Alami Untuk Penyakit Asma?
Mungkin Anda pernah mendengar beberapa obat alami untuk membantu mengatasi asma bahkan dapat menghilangkan gejala asma.  Seperti yang kita ketahui Asma merupakan peradangan kronis yang terjadi pada saluran pernapasan yang ditandai dengan gejala yang bervariasi dan berulang. Terjadi penyumbatan saluran pernapasan dan penyempitan saluran pernapasan yang bersifat hilang timbul. Gejala umum asma seperti: Mengi  Batuk Dada terasa berat Sesak napas Biasanya gejala asma sering dirasakan malam hari disaat udara dingin Asma pada awalnya diperkirakan disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan.  Apabila Anda ingin menggunakan obat alami untuk penyakit asma, yang harus Anda perhatikan: Jangan gunakan suplemen makanan alami tanpa memeriksa terlebih dahulu kesehatan Anda dan keadaan asma Anda dengan dokter. Beberapa produk obat alami, seperti bee pollen, dapat memicu serangan asma apabila Anda alergi terhadap tanaman tersebut.  Apabila Anda mau minum produk suplemen obat alami, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Karena dokter akan menilai produk tersebut mengenai kandungan obat dan apakah boleh dikonsumsi untuk penyakit asma.  Usahakan tidak mencampur obat alami dan obat dari dokter tanpa sepengetahuan dokter Jangan hentikan penggunaan obat dokter secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter. Bila Anda tidak mengkonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Kemudian bahan yang terkandung dalam obat alami tersebut tidak sesuai untuk keadaan Anda, hal ini dapat memperburuk keadaan asma Anda bahkan dapat mengancam kematian.  Ada beberapa cara alami yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi asma. Misalnya menghilangkan efek negatif dari stress emosional yang dapat menyebabkan serangan asma. Selain itu ada beberapa latihan seperti: Latihan bernapas perut dalam-dalam Latihan relaksasi otot Makan makanan seperti asam lemak omega-3 yang ditemukan secara alami pada ikan tinggi lemak seperti salmon, makarel, atau cod yang memungkinkan tubuh untuk membangun sistem kekebalan tubuh yang cenderung mengurangi peradangan.Namun hal ini belum dibuktikan secara pasti.   Sumber: webmd