Your browser does not support JavaScript!
 15 Apr 2017    11:00 WIB
Apakah Asma Dapat Merusak Kehidupan Seksual Anda?
Bercinta merupakan bumbu yang membuat hidup Anda terasa lebih menyengkan dan juga baik untuk kesehatan hubungan Anda dengan pasangan. Tetapi kadang kehidupan seksual Anda dapat terbentur salah satu kondisi kesehatan, misalnya asma. Jika Anda menderita Asma, gejala-gejala asma yang Anda alami seperti nafas berbunyi (whezzing), nafas pendek-pendek dan sesak dapat mempengaruhi aktifitas seksual Anda secara drastis. Penderita asma mungkin tidak dapat mengalami kepuasan seksual karena gejala-gejala yang dialaminya. Jika Anda merasa asma merusak kehidupan seksual Anda, maka artikel ini diperuntukkan untuk Anda. Apakah bercinta dapat memicu asma?Bercinta melibatkan aktivitas fisik yang membuat nafas semakin cepat, faktor inilah yang dapat memicu timbulnya asma. Emosi ekstrim juga secara temporer memperburuk gejala Asma Anda. selain itu, beberapa orang dapat mengalami gejala asma saat bercinta dan serangan asma yang disebabkan seks disebut "sexercise-induces asthma". Bagaimana mengontrolnya?Jika kehidupan percintaan Anda terancam karena Asma, maka sebaiknya Anda menghubungi dokter. Dokter Anda akan meresepkan obat bronkodilator, yaitu obat yang dapat membuat otot-otot pernafasan rileks dan melebarkan jalur nafas yang menyempit karena asma. Anda harus mengetahui jika kelebihan dosis bronkodilator juga sangat berbahaya, oleh karena itu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat ini. Selain itu Anda dapat mengganti sprei dan sarung bantal secara teratur untuk menghindari timbulnya gejala Asma yang dipicu debu di sprei dan sarung bantal. Bagaimana penderita asma bisa memiliki seks yang normal?•  Ubah posisiHindari penempatan diri yang menyebabkan tekanan pada dada. Ubahlah posisi secara konstan untuk menghindari serangan asma. Cobalah mencari posisi nyaman saat penetrasi sehingga tidak menyebabkan serangan asma.•  Pelajari tehnik bercinta yang baruJangan terpaku pada posisi bercinta yang kaku. Pelajari tehnik bercinta baru yang akan membuat proses bercinta lebih menyenangkan.•  Ubah waktu berhubunganCobalah berhubungan pada pagi hari atau sore hari. Pada waktu ini paru-paru Anda bekerja paling baik.•  Absen Hindari merokok atau minum alkohol sebelum tidur dengan pasangan Anda. merokok dan alkohol akan memberi pengaruh buruk untuk tubuh Anda, maka hindarilah.•  Obat-obatanSelalu berkonsultasi dengan dokter Anda dan konsumsi obat Anda sesuai waktunya.Sumber: healthmeup
 12 Nov 2016    11:00 WIB
Perbedaan Antara Pneumonia dan Asma
Gangguan pernapasan memilki banyak gejala yang sama, seperti batuk, demam, dan sebagainya. Pneumonia merupakan suatu infeksi pada jaringan paru yaitu kantong udara (alveolus) paru. Pada pneumonia, terjadi pengumpulan cairan dan sel-sel mati di dalam kantong udara yang menyebabkan kantong udara menjadi padat. Asma merupakan suatu reaksi alergi pada saluran napas akibat berbagai faktor lingkungan. Pada asma, terjadi reaksi berlebihan terhadap suatu hal yang sebenarnya tidak berbahaya, baik yang terdapat di dalam maupun di luar tubuh. Jadi asma merupakan suatu reaksi alergi yang menyebabkan penyumbatan hebat jalan napas, sehingga terjadi penurunan suplai oksigen ke dalam paru-paru dan seluruh tubuh.   Perbedaan Penyebab Penyebab pneumonia adalah berbagai jenis virus, bakteri, atau jamur. Penularan biasanya terjadi melalui proses aspirasi, yaitu secara tidak sengaja menelan cairan penderita pneumonia. Orang yang mengalami kelumpuhan seringkali mengalami pneumonia. Asma disebabkan oleh reaksi alergi terhadap berbagai hal seperti debu, bulu binatang, serbuk sari, udara dingin, cat, wewangian kuat, plastik, logam, kayu, dan sebagainya. Selain itu, beberapa jenis makanan juga dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti tiram, susu, kacang, kerang, dan sebagainya. Selain reaksi alergi, berolahraga juga dapat menyebabkan terjadinya serangan asma pada beberapa orang.   Perbedaan Gejala Beberapa gejala pneumonia yang sering ditemukan adalah demam tinggi yang disertai dengan menggigil, batuk berdahak, dahak berwarna kuning, kadangkala disertai dengan batuk berdarah, nyeri dada, sesak napas, nyeri otot berat, hilangnya nafsu makan, dan mual. Sebaliknya, serangan asma biasanya terjadi secara mendadak yang ditAndai dengan sesak napas berat, batuk, dan mengi (suara napas berbunyi "ngik-ngik") yang merupakan ciri khas serangan asma.  Serangan asma biasanya lebih sering terjadi pada dini hari atau setelah terpapar oleh alergen seperti serbuk sari atau debu. Para penderita asma biasanya memiliki periode bebas gejala dan periode serangan asma, di mana ia merasa sesak napas atau kesulitan bernapas.   Perbedaan Pengobatan Untuk mengatasi pneumonia, dokter biasanya akan memberikan antibiotika atau obat anti jamur dan obat penurun panas. Untuk mengatasi asma, penderita biasanya diberikan berbagai jenis obat-obatan yang bertujuan untuk membantu melebarkan jalan napas.   Sumber: differencebetween
 17 Sep 2016    15:00 WIB
5 Gejala Tersembunyi dari Serangan Jantung
Sebagian besar orang tentunya pernah mendengar mengenai gejala klasik dari serangan jantung seperti nyeri dada, nyeri yang menjalar ke lengan, sesak napas, mual, dan sebagainya. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa beberapa gejala lain yang tidak begitu jelas juga dapat merupakan penanda adanya gangguan jantung yang berat? Tanda awal adanya gangguan jantung adalah adanya perubahan pada energi atau fungsi tubuh tertentu. Tidak semua orang yang mengalami serangan jantung mengalami gejala klasik serangan jantung seperti di atas. Beberapa orang justru mengalami gejala yang tidak begitu jelas seperti beberapa hal di bawah ini. 1. Merasa Sangat Lelah Tanpa Sebab yang Jelas Jika Anda tiba-tiba tidak dapat melakukan aktivitas normal Anda tanpa merasa sangat lelah atau pusing, maka hal ini dapat merupakan penanda adanya kelainan pada jantung Anda. Jantung Anda merupakan organ tubuh yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh agar Anda dapat bergerak. Oleh karena itu, bila terjadi perubahan pada keadaan fisik Anda, maka mungkin terjadi gangguan pada jantung Anda seperti gangguan aliran listrik jantung atau kerja katup jantung. 2. Disfungsi Ereksi Sebuah penelitian di Australia menemukan bahwa semakin berat disfungsi ereksi yang dialami seorang pria, maka semakin besar resiko adanya penyakit jantung dan kematian dini. Penelitian ini melakukan pengamatan pada sekitar 90.000 orang pria. Penelitian lainnya di tahun 2010 menunjukkan bahwa pria dengan disfungsi ereksi memiliki resiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami penyakit jantung atau meninggal akibat serangan jantung dibandingkan dengan pria lainnya yang tidak mengalami disfungsi ereksi. 3. Pembengkakan Pada Kaki Kadangkala, pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki hanya berlangsung sementara dan dapat disebabkan oleh berbagai hal lainnya seperti gangguan hormonal pada wanita hamil, diet rendah garam, atau obat-obatan tertentu. Akan tetapi, pembengkakan pada kaki dapat merupakan penanda adanya gangguan pada kemampuan pompa jantung. Segera hubungi dokter Anda bila Anda mengalami pembengkakan pada kaki. 4. Perubahan Perilaku Merasa cemas, panik, atau mudah marah ternyata juga dapat merupakan salah satu gejala dari serangan jantung. Beberapa orang yang pernah menderita serangan jantung mengatakan bahwa tanda pertama yang mereka rasakan merupakan rasa cemas yang tidak diketahui penyebabnya atau adanya serangan panik. Selain itu, kemarahan juga dapat merupakan pemicu terjadinya serangan jantung. Sebuah penelitian di tahun 2000 menemukan bahwa seseorang yang sangat pemarah memiliki resiko mengalami penyakit jantung 2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan orang lainnya dan memiliki resiko mengalami serangan jantung 3 kali lebih tinggi dibandingkan dengan orang lainnya. 5. Rasa Berdebar-debar Pada beberapa kasus, rasa berdebar-debar ternyata juga dapat berakhir pada serangan jantung. Baca juga: Apakah Asma Dapat Merusak Kehidupan Seksual Anda? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: newsmaxhealth
 11 Aug 2016    11:00 WIB
9 Penyebab Anak Anda Sulit Tidur
1.  Masih Terlalu KecilSelama 2 bulan pertama kehidupannya, bayi anda tidak dapat tidur secara teratur apalagi sepanjang malam. Bayi anda biasanya akan tidur selama 12-18 jam sehari dengan tidak teratur. Bayi membutuhkan sekitar 6 minggu untuk mulai membentuk pola tidur yang lebih teratur.Dalam waktu 3-6 bulan, pola tidur bayi anda akan mulai teratur. Saat berusia 9 bulan, sekitar 70-80% bayi telah dapat tidur sepanjang malam, yaitu sekitar 5-6 jam setiap kali tidur.2.  Tidak Ada Anda di SampingnyaJika anda terbiasa menemani bayi anda tidur setiap malamnya, maka ia tidak dapat belajar untuk tidur sendiri. Hal ini membuatnya harus berada di sampingnya sehingga ia dapat tidur kembali. Oleh karena itu, letakkanlah bayi anda saat ia mulai mengantuk, tetapi belum tertidur sehingga ia dapat belajar untuk tidur sendiri.3.  Terlalu LelahAnak balita akan menjadi rewel saat kurang tidur. Balita biasanya membutuhkan waktu tidur sekitar 11-14 jam setiap harinya. Beberapa jam di antaranya adalah waktu tidur siang. Pada saat anak anda telah memasuki masa balita, ajarlah ia untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama.4.  Tidak Memiliki Rutinitas Sebelum TidurMelakukan hal yang sam setiap malam sebelum tidur membantu anak anda mengenali perubahan antara bangun dan tidur. Ciptakanlah suatu rutinitas tidur yang sesuai dengan usia anak anda, mulai dari memandikannya, membacakannya cerita, memberikan cemilan ringan, kemudian mematikan lampu. Rutinitas ini harus selalu sama setiap malamnya dan harus diakhiri di dalam kamar anak anda. Para ahli menyarankan agar anda memulai rutinitas ini sejak anak anda berusia 4 bulan.5.  Kurangnya Waktu Tidur SiangBila anak anda tidak memperoleh waktu tidur siang yang cukup, maka anak anda dapat sulit tidur di malam hari. Sebagian besar bayi membutuhkan 2-3 kali tidur siang selama sehari. Balita mungkin membutuhkan 1-2 kali tidur siang setiap harinya. Sebagian besar anak-anak biasanya masih tidur siang hingga mereka berusia 5 tahun. Bila anak anda tampak rewel dan mengantuk, maka biarkanlah ia untuk tidur siang, tetapi jangan tidur siang berdekatan dengan waktu tidur di malam hari dan jangan lewatkan waktu tidur siang anak anda.6.  Menderita Berbagai Gangguan TidurSindrom Tidur ApneuKadang-kadang, anak tidak dapat tidur karena mengalami sindrom tidur apneu, di mana terjadi sumbatan jalan napas, yang sering disebabkan oleh pembesaran amandel. Anak yang mengalami gangguan tidur apneu biasanya mengorok dengan sangat keras, kesulitan bernapas, dan tampak gelisah saat tidur.Sindrom tidur apneu dapat mengenai 1 dari 100 anak dan biasanya sering mengenai anak berusia 3-7 tahun. Pada usia inilah amandel biasanya berukuran paling besar. Pengobatannya dapat berupa tindakan pembedahan atau menggunakan CPAP saat tidur di malam hari. MengorokSekitar 10% anak-anak mengorok. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti sindrom tidur apneu, alergi musiman, hidung tersumbat akibat flu atau deviasi septum nasi (dinding yang memisahkan antara lubang hidung kanan dan kiri tidak berada tepat di tengah). Bila tidak menyebabkan gangguan tidur, maka mengorok biasanya tidak memerlukan tindakan pengobatan.Segera hubungi dokter anak anda bila mengorok membuat tidur anak anda terganggu atau mengorok menyebabkan gangguan pernapasan. Mimpi Buruk dan Teror MalamMimpi buruk biasanya tidak berbahaya dan biasanya berakhir saat anak memasuki usia remaja. Teror malam adalah suatu keadaan di mana anak terlihat ketakutan saat tidur dan tidak dapat mengingat apa yang membuatnya sangat ketakutan saat terbangun. Berbeda dengan mimpi buruk, di mana anak dapat mengingat mimpi buruk yang dialaminya. Hiburlah dan tenangkan anak anda saat ia mengalami mimpi buruk. Hubungi dokter anak anda bila mimpi buruk terus berlanjut. Berjalan Saat TidurAnak-anak yang mengalami teror malam seringkali juga berjalan saat tidur. Mereka dapat berjalan, berbicara, atau melakukan berbagai aktivitas lainnya, dengan mata terbuka, tetapi mereka mungkin tidak menyadari apa yang mereka lakukan. Sebagian besar anak tidak lagi mengalami hal ini saat mereka memasuki usia remaja. Jangan bangunkan anak yang sedang berjalan saat tidur karena anda dapat membuatnya takut. Ajaklah ia kembali ke kamarnya dan pastikan daerah di sekitarnya aman, kunci pintu rumah anda, dan pasang pengaman di dekat tangga rumah anda.7.  Menderita Asma atau AlergiBeberapa gangguan kesehatan dapat mengganggu tidur anak anda. Hidung tersumbat akibat alergi atau flu dapat membuat anak kesulitan bernapas. Pada bayi, nyeri perut, refluks asam lambung, nyeri telinga, atau nyeri gigi dapat membuatnya sulit tidur. 8.  Efek Samping Obat-obatanKadangkala beberapa jenis obat-obatan yang dikonsumsi anak anda untuk mengobati gangguan kesehatan tertentu dapat mempengaruhi kualitas tidurnya. Dekongestan dan anti histamin yang digunakan untuk mengatasi flu atau alergi dapat membuat anak anda tampak gelisah saat tidur. Obat yang digunakan untuk mengatasi ADHD juga memiliki efek samping berupa sulit tidur. Segera beritahu dokter anak anda bila obat yang digunakan oleh anak anda mengganggu tidurnya sehingga dokter dapat mengubah dosis obat tersebut atau menggantinya dengan obat lain. Jangan mengubah dosis atau jenis obat tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter anak anda.9.  Berusia RemajaSaat anak anda memasuki usia remaja dan dewasa muda, maka pola tidurnya pun ikut berubah, di mana mereka akan tampak lebih segar di sore dan malam hari, dan terlihat lebih mengantuk di pagi hari. Sumber: webmd
 08 Aug 2016    08:00 WIB
Rumah Yang Terlalu Bersih Memicu Munculnya Alergi Pada Anak
Kebersihan merupakan sesuatu yang baik, tetapi jika rumah terlalu bersih justru dapat membuat bayi baru lahir cenderung mudah terkena alergi dan asma di kehidupan akan datang. Hasil studi mengatakan bayi akan sangat kecil kemungkinan terkena alergi atau asma jika sejak dini mereka terpapar bakteri di peralatan rumah tangga dan alergen dari tikus, kecok dan kucing pada tahun pertama kehidupan mereka. Hasil penelitian ini tentu mengejutkan para peneliti yang telah mengikuti penelitian sebelum ini yang mengatakan bahwa resiko asma akan semakin meningkat pada penduduk yang tinggal didaerah kota yang banyak terpapar kecoak, kotoran tikus,  kotoran hewan peliharaan, dan zat alergen lainnya. Hasil kontradiktif ini mengejutkan para peneliti. Sekitar 41% anak-anak yang bebas dari alergi dan bebas asma ternyata tinggal didaerah yang banyak alergen dan bakteri. Dan hanya 8% dari anak-anak yang mengalami alergi dan asma sudah terekspose dengan zat alergen tersebut sejak tahun pertama kehidupan mereka. Penemuan ini mendukung pernyataan "hygene hipotesis’ yang mengatakan anak yang tinggal di lingkungan bersih akan lebih banyak menderita alergi dan asma karena tubuh mereka tidak diberikan mengembangkan respon terhadap zat alergen. Penelitian tersebut juga mendukung penelitian terdahulu yang mengatakan bahwa anak-anak yang tinggal di peternakan lebih sedikit terkena alergi dan asma. Peneliti mencatat, studi menunjukkan paparan lingkungan sangat signifikan terhadap penentuan apakah seorang anak akan mengembangkan alergi atau tidak, terutama saat bayi baru dilahirkan. Penelitian ini tidak dimaksudkan untuk Anda agar memelihara kecoak supaya anak Anda tidak terkena alergi. Tetapi penelitian ini mengingatkan kepada Anda pentingnya paparan alergen supaya tubuh anak Anda dapat membangun zat antibodi didalam tubuhnya.   Sumber: webmd
 11 Oct 2015    09:00 WIB
Berbagai Penyebab dan Pemicu Terjadinya Serangan Asma
Asma merupakan suatu inflamasi atau peradangan kronik pada saluran pernapasan. Penyebab asma dapat berbeda-beda bagi setiap orang. Akan tetapi, satu hal yang pasti adalah asma terjadi apabila saluran pernapasan yang memang sudah meradang dan sensitif pada penderita asma terpapar oleh suatu bahan pemicu, maka dapat menyebabkan saluran napas tersebut meradang, menyempit, dan dipenuhi oleh lendir sehingga terjadilah serangan asma. Pada saat serangan asma, maka terjadi beberapa hal di bawah ini, yaitu: Spasme otot di sekitar saluran napas Peradangan dan pembengkakan dinding saluran napas Produksi lendir berlebihan yang juga menyebabkan penyempitan saluran napas Berbagai hal di atas menyebabkan peningkatan resistensi dan bertambah sulitnya kerja pernapasan sehingga menyebabkan sesak napas, batuk, dan mengi (suara napas berbunyi ngik-ngik). Batuk pada asma terjadi akibat iritasi saluran napas dan usaha tubuh untuk mengeluarkan kelebihan lendir di dalam saluran napas. Salah satu cara pencegahan serangan asma yang terbaik adalah dengan menghindari paparan terhadap alergen (bila asma disebabkan oleh reaksi alergi) atau makanan atau keadaan tertentu yang memicu terjadinya serangan asma.   1.      Alergi Alergi merupakan penyebab tersering asma. Sekitar 80% penderita asma memiliki alergi terhadap bahan-bahan tertentu, seperti rumput, serbuk sari, lumut, bulu binatang, debu tungau, dan kecoa. Berdasarkan suatu penelitian, anak-anak yang lebih sering terpapar oleh kecoa di rumahnya memiliki resiko asma yang empat kali lebih tinggi daripada anak-anak yang jarang terpapar oleh kecoa. Terjadinya serangan asma setelah paparan debu biasanya disebabkan oleh alergi terhadap debu tungau.   2.      Makanan Alergi makanan dapat menyebabkan suatu reaksi alergi ringan hingga berat bahkan mengancam nyawa. Beberapa jenis makanan yang seringkali menyebabkan timbulnya reaksi alergi adalah: Telur Susu sapi Kacang Kedelai Gandum Ikan Udang dan kerang-kerangan lainnya Sayur dan buah-buahan Pengawet makanan juga dapat memicu terjadinya serangan asma.   3.      Olahraga Olahraga berat dapat menyebabkan penyempitan saluran napas pada sekitar 80% penderita asma. Pada beberapa orang, olahraga merupakan pemicu utama terjadinya serangan asma. Bila anda mempunyai asma akibat olahraga, maka anda akan merasa sesak napas, dada terasa berat, batuk, dan kesulitan bernapas dalam waktu 5-8 menit pertama sejak olahraga dimulai. Gejala ini biasanya akan mereda dalam waktu 20-30 menit setelah olahraga dimulai, akan tetapi sekitar 50% penderita akan kembali mengalami serangan asma 6-10 jam kemudian. Untuk mencegah serangan asma, mulailah berolahraga dengan melakukan pemanasan ringan kemudian tingkatkan secara perlahan.   4.      Asam Lambung Refluks gastroesofageal (GERD) merupakan suatu penyakit yang juga sering memicu terjadinya serangan asma. Keadaan ini sering terjadi di malam hari saat penderitanya berbaring. Pada keadaan normal, sebuah katup di antara lambung dan kerongkongan mencegah naiknya asam lambung ke dalam kerongkongan. Akan tetapi, pada GERD katup ini tidak dapat berfungsi dengan normal dan menyebabkan naiknya asam lambung ke dalam kerongkongan. Hal ini dapat memicu terjadinya iritasi dan peradangan pada saluran napas dan memicu terjadinya serangan asma. Anda diduga menderita asma akibat GERD bila anda menderita asma pada usia dewasa, tidak ada anggota keluarga lain yang memiliki riwayat asma, tidak ada riwayat alergi atau bronkitis, asma yang sulit dikendalikan, atau timbulnya batuk saat berbaring.   5.      Merokok Merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya asma. Bila anda menderita asma dan merokok, maka hal ini dapat memperburuk batuk dan mengi yang terjadi saat serangan asma. Wanita yang merokok saat hamil dapat meningkatkan resiko terjadinya mengi pada bayinya. Selain itu, ibu hamil yang merokok juga dapat mengganggu fungsi paru-paru bayinya. Berhenti merokok merupakan salah satu langkah pencegahan terbaik bila anda menderita asma.   6.      Sinusitis dan Infeksi Saluran Napas Atas Lainnya Sinusitis merupakan peradangan pada saluran lendir sinus. Hal ini menyebabkan produksi lendir yang berlebihan di dalam sinus. Saat sinus meradang, maka saluran napas juga ikut meradang dan menyebabkan timbulnya gejala asma. Pencegahan dan pengobatan yang tepat pada infeksi sinus dapat mencegah dan mengatasi serangan asma akibat infeksi ini. Selain itu, flu dan bronkitis juga dapat memicu terjadinya serangan asma. Penyebabnya dapat bakteri atau virus dan merupakan salah satu penyebab asma tersering pada anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun. Peningkatan sensitivitas saluran napas atas yang membuat saluran napas lebih mudah menyempit dapat berlangsung selama 2 bulan setelah infeksi saluran napas atas.   7.      Obat-obatan Sebagian besar penderita asma memiliki alergi terhadap aspirin dan juga obat-obatan lainnya. Obat-obatan lainnya adalah obat anti inflamasi seperti ibuprofen, naproxen, dan beta blocker. Bila anda memiliki alergi terhadap obat apapun, beritahu dokter anda setiap kali anda berobat.   8.      Penyebab Lainnya Iritan Berbagai iritan yang dapat memicu terjadinya serangan asma adalah asap rokok, asap perapian, asap pembakaran sampah atau kayu, bau-bauan kuat seperti parfum atau zat pembersih lantai. Selain itu, polusi udara lainnya dan debu atau uap pabrik juga dapat memicu terjadinya serangan asma. Cuaca Udara dingin, perubahan suhu, dan perubahan kelembaban udara juga dapat menyebabkan terjadinya serangan asma. Emosi Stress, cemas, sedih, berteriak, marah, atau tertawa terbahak-bahak juga dapat memicu terjadinya serangan asma.   Sumber: webmd
 01 Apr 2015    14:00 WIB
Mencuci Piring Turunkan Resiko Terjadinya Asma dan Alergi, Benarkah?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa mencuci piring dengan tangan ternyata memiliki dampak positif terhadap kesehatan anak Anda dibandingkan dengan mencuci piring dengan menggunakan mesin. Mencuci piring dengan menggunakan tangan dapat menurunkan resiko terjadinya berbagai gangguan kesehatan akibat alergi seperti asma atau eksim pada anak. Hasil penelitian ini mendukung sebuah teori higienitas yang menyatakan bahwa semakin dini seorang anak terpapar oleh berbagai jenis kuman maka semakin baiklah fungsi sistem kekebalan tubuhnya. Jadi, bila seorang anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang berfungsi dengan baik, maka sistem kekebalan tubuh tersebut tidak akan salah “mengenali” suatu zat tidak berbahaya sebagai zat berbahaya, yang biasa terjadi pada reaksi alergi. Selain itu, para peneliti menduga karena mencuci piring dengan tangan tidaklah seefektif mencuci piring dengan mesin dalam hal menghilangkan kuman, maka lebih banyak kuman yang tertinggal yang membuat paparan terhadap kuman pun menjadi lebih banyak. Hal ini dapat menstimulasi sistem kekebalan tubuh untuk bekerja dengan lebih baik, yang juga menyebabkan lebih sedikit alergi. Akan tetapi, perlu diingat bahwa hasil penelitian ini hanya menunjukkan adanya hubungan antara cara mencuci piring dengan tangan dengan menurunnya resiko terjadinya berbagai reaksi alergi dan bukannya suatu hubungan sebab akibat. Pada penelitian ini, para peneliti bertanya pada orang tua dari sekitar 1.000 anak berusia 7 atau 8 tahun di Swedia mengenai riwayat kesehatan anak mereka, termasuk mengenai riwayat asma, eksim, dan alergi musiman. Para peneliti juga bertanya mengenai bagaimana cara keluarga tersebut membersihkan piringnya dan seberapa sering keluarga tersebut mengkonsumsi makanan fermentasi dan makanan yang diperoleh langsung dari sebuah pertanian. Selain berbagai faktor lain yang juga mempengaruhi reaksi alergi seorang anak seperti yang telah disebutkan di atas, para peneliti juga menyingkirkan berbagai faktor resiko lainnya yang telah dipercaya dapat menurunkan resiko terjadinya berbagai reaksi alergi seperti pemberian ASI dan ada tidaknya hewan peliharaan. Sekitar 12% keluarga yang ditanyai para peneliti ini mencuci piringnya dengan menggunakan tangan. Para peneliti kemudian menemukan bahwa anak-anak pada keluarga tersebut memiliki resiko alergi yang lebih rendah (sekitar 50%) dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga lain yang mencuci piring dengan menggunakan mesin pencuci piring. Para peneliti menemukan bahwa di antara anak-anak dari keluarga yang mencuci piringnya dengan tangan, sekitar 23% nya menderita eksim dan 1.7% nya menderita asma. Sementara itu, anak-anak dari keluarga yang mencuci piringnya dengan mesin cuci piring, sekitar 38% nya menderita eksim dan 7.3% nya menderita asma. Para peneliti juga menemukan bahwa anak-anak juga lebih jarang memiliki alergi bila mereka mengkonsumsi makanan atau sayuran yang telah difermentasi setidaknya 1 kali sebulan atau bila mereka sering mengkonsumsi makanan yang berasal dari pertanian setempat.   Sumber: newsmaxhealth
 14 Mar 2015    11:00 WIB
Mengenal Bronkitis Asmatika
Bernapas merupakan suatu proses yang dimulai dari menghirup udara melalui hidung dan mulut yang kemudian akan mengalir melalui saluran napas yaitu bronkus yang kemudian akan membuka dan membuat udara dapat masuk ke dalam paru-paru anda, di mana terjadi pertukaran antara oksigen dan karbondioksida di dalam darah sebelum kembali diedarkan ke seluruh tubuh melalui jantung. Bila terjadi peradangan pada saluran napas ini, maka akan membuat udara sulit mencapai ke dalam paru-paru anda. Hal ini mengakibatkan berkurangnya volume udara yang masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan timbulnya sesak napas. Selain itu, anda juga akan mengalami batuk dan mengi (suara napas berbunyi ngik-ngik) yang diakibatkan oleh usaha tubuh untuk memperoleh lebih banyak oksigen melalui saluran udara yang menyempit. Bronkitis dan asma diakibatkan oleh peradangan pada saluran napas. Bronkitis merupakan peradangan pada saluran napas yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Bronkitis kronik dapat dipicu oleh paparan jangka panjang oleh iritan lingkungan seperti asap rokok, debu, atau berbagai bahan kimia. Asma merupakan peradangan pada saluran napas yang menyebabkan penyempitan saluran napas akibat kontraksi otot di sekitar saluran napas dan pembengkakan saluran napas yang menyebabkan penyempitan saluran napas. Jika bronkitis dan asma terjadi secara bersamaan, maka disebut dengan bronkitis asmatika.   Penyebab Terdapat banyak pemicu yang dapat menyebabkan pelepasan zat-zat inflamasi. Beberapa hal yang dapat memicu terjadinya bronkitis asmatika adalah: Asap rokok Polusi udara Alergen seperti serbuk sari, lumut, debu, bulu binatang, atau makanan termasuk pengawet makanan seperti MSG Bahan-bahan kimia Obat-obatan tertentu seperti aspirin dan beta blocker Olahraga Perubahan cuaca, seperti cuaca dingin Infeksi virus atau bakteri Emosi seperti tertawa atau menangis   Gejala Gejala bronkitis asmatika merupakan kombinasi gejala bronkitis dan asma berupa: Sesak napas Mengi Batuk Dada terasa berat Produksi lendir berlebihan Bronkitis disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dan dapat menular, akan tetapi bronkitis asmatika biasanya tidak menular.   Apakah Saya Menderita Bronkitis Asmatika ? Bila anda mengalami beberapa gejala di atas, segera hubungi dokter anda untuk memperoleh pemeriksaan lebih lanjut. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan riwayat penyakit anda dan keluarga anda, serta melakukan beberapa pemeriksaan di bawah ini, yaitu: Spirometri, yang merupakan suatu pemeriksaan fungsi paru di mana anda akan diminta untuk menghirup dan menghembuskan napas melalui suatu saluran yang tersambung pada spirometer Pemeriksaan untuk memeriksa volume udara maksimal yang dapat anda hembuskan dalam satu kali tarikan napas Pemeriksaan foto rontgern dada untuk mengetahui adanya gangguan pada paru-paru yang menyebabkan batuk dan gangguan pernapasan lainnya   Pengobatan Pengobatan bronkitis asmatika sebagian besar sama dengan pengobatan untuk asma dan bronkitis yang berupa: Bronkodilator kerja cepat seperti albuterol yang berfungsi untuk membuka saluran napas dan meredakan gejala dalam waktu singkat Kombinasi kortikosteroid inhalasi dan bronkodilator kerja panjang Leukotrien Kromolin atau teofilin Antibiotika bila disebabkan oleh infeksi bakteri Selain itu, pengobatan juga dapat dilakukan dengan menghindari pemicu serangan asma, seperti: Cucilah seprai dan selimut anda dengan air hangat Bersihkan lantai, karpet, dan langit-langit rumah anda dari debu secara teratur Jangan biarkan binatang peliharaan anda masuk ke dalam kamar anda Jangan merokok dan jauhilah orang yang merokok   Sumber: webmd    
 07 Mar 2015    08:00 WIB
Pertolongan Pertama Pada Serangan Asma
Asma disebabkan oleh peradangan saluran napas yang menyebabkan saluran napas menyempit dan memproduksi lebih banyak lendir. Beberapa gejala terjadinya serangan asma adalah kesulitan berjalan atau berbicara yang disebabkan oleh sesak napas atau bibir atau kuku jari berubah menjadi biru. Beberapa langkah pertolongan pertama pada serangan asma yang dapat anda lakukan adalah: Ketahuilah obat-obatan yang biasa digunakan oleh penderita jika memungkinkan Posisikan penderita pada posisi yang nyaman dan longgarkan pakaiannya Jika orang tersebut membawa obat asma, seperti inhaler, bantulah orang tersebut untuk menggunakannya Jika orang tersebut tidak membawa obat asma apapun, gunakanlah obat pada kotak pertolongan pertama atau gunakanlah obat penderita asma lainnya Bila penderita memiliki inhaler, mintalah penderita untuk menghembuskan napas kemudian masukkanlah inhaler tersebut ke dalam mulut penderita Tekan inhaler satu kali dan mintalah penderita untuk menghirup napas secara perlahan melalui mulut dan menahan napasnya selama 10 detik. Lakukanlah hal ini sebanyak 4 kali dengan interval sekitar 1 menit. Tunggulah selama 4 menit Bila penderita masih mengalami gangguan napas setelah penggunaan inhaler sebanyak 4 kali, ulangilah pemberian obat melalui inhaler tersebut Jika keadaan penderita tetap tidak membaik, terus berikan obat melalui inhaler sebanyak 4 tekanan setiap 4 menit hingga ambulans tiba atau telah sampai di rumah sakit Jika penderita mengalami serangan asma berat, berikan 6-8 kali tekanan inhaler setiap 5 menit Bila penderita mengalami penurunan kesadaran bukan berarti keadaan penderita membaik, hal ini dapat merupakan tanda keadaan penderita justru memburuk Jangan menduga bahwa serangan asma telah membaik bila tidak lagi terdengar mengi (suara napas berbunyi ngik-ngik) Bawalah penderita ke rumah sakit untuk memperoleh pemeriksaan mengenai keparahan serangan asma yang terjadi dan pengobatan apa yang dapat dilakukan, terutama bila serangan asma yang terjadi cukup berat   Sumber: webmd