Your browser does not support JavaScript!
 29 Oct 2019    16:00 WIB
Makanan yang Perlu Dihindari Oleh Para Penderita Asma
Sebagian besar penderita asma biasanya tidak perlu menghindari atau mengkonsumsi makanan tertentu untuk mengurangi gejala atau memicu terjadinya serangan asma, akan tetapi, pada beberapa kasus terdapat beberapa jenis makanan yang dapat membuat gejala asma memburuk. Beberapa jenis makanan tersebut adalah: Telur Susu sapi Kacang Ikan Berbagai produk yang terbuat dari royal jelly Berbagai produk yang terbuat dari jamur Beberapa jenis pewarna dan pengawet makanan Beberapa jenis pewarna dan pengawet makanan yang dapat memicu terjadinya serangan asma adalah: Tartrazine (E102) merupakan pewarna makanan yang dapat ditemukan pada berbagai jenis makanan dan beberapa jenis obat-obatan Asam benzoate (E210) merupakan pengawet makanan yang dapat ditemukan pada beberapa jenis produk olahan buah dan minuman bersoda Natrium metabisulfit (E220-227) merupakan pengawet makanan yang dapat ditemukan pada wine, bir buatan sendiri, minuman bersoda, beberapa jenis daging olahan, dan beberapa jenis salad siap saji Beberapa jenis makanan serta beberapa jenis pewarna dan pengawet makanan dapat memicu terjadinya serangan asma atau membuat gejala asma semakin memburuk. Selain itu, beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi seperti bentol-bentol, timbulnya bercak kemerahan pada kulit, mual, muntah, dan diare. Akan lebih baik bila Anda mencatat berbagai jenis makanan yang Anda konsumsi untuk menemukan makanan mana yang menyebabkan timbulnya reaksi alergi atau memicu terjadinya serangan asma. Selain dapat memicu terjadinya serangan asma atau membuat gejala asma memburuk, ternyata terdapat beberapa jenis makanan lain yang dapat membantu melindungi tubuh dari serangan asma dan meningkatkan fungsi paru. Para peneliti di Belanda menemukan bahwa mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayuran dapat membantu meningkatkan fungsi paru. Selain itu, vitamin C dan E juga dapat membantu mengurangi inflamasi (peradangan) di dalam paru. Mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang serta mengkonsumsi banyak buah dan sayuran dapat membantu tubuh melawan infeksi flu dan batuk, yang telah diketahui dapat membuat gejala asma memburuk.     Sumber: webmd
 29 Sep 2019    18:00 WIB
Hilangkan Polusi Udara Dengan Air Purifier
Apakah Anda memiliki air purifier di rumah Anda? Ancaman polusi udara sekarang makin mengkhawatirkan. Ada banyak gangguan kesehatan yang dapat disebabkan oleh karena polusi udara. Pada dasarnya air purifier (pembersih udara) adalah peralatan yang dapat membantu dalam menghilangkan polusi dari udara. Pembersih udara benar-benar membersihkan udara di sekitarnya dengan menghilangkan partikel debu yang berukuran lebih dari 0,3 mikron sampai 99,9 persen. Sehingga air purifier sangat membantu bagi orang yang menderita asma atau alergi. Air purifier memiliki HEPA (high efficiency particulate air) filter yang berguna untuk: Membantu dalam membersihkan udara yang beredar di sekitarnya. Membantu menyingkirkan udara dari kotoran dan bahan-bahan yang mengkontaminasi. Membersihkan udara dari debu, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, asap dan hampir semua bahan polusi yang ada di udara. Pembersih udara dapat membuat udara bebas dari berbagai macam partikel yang menyebabkan alergi dan kotoran lain sehingga Anda dapat menghirup udara murni Air purifier membantu dalam menyingkirkan asap rokok karena itu sangat berguna bila ada seorang yang merupakan seorang perokok di rumah. Menghilangkan bau obat, bau akibat masakan Selain itu berguna untuk melindungi perabotan rumah, karena membantu menghilangkan debu yang menempel sehingga mengurangi pemeliharaan dari barang-barang rumah tangga tersebut. Tentu hal ini akan membantu Anda dalam melakukan penghematan Ketika Anda akan membeli alat pembersih udara pastikan bahwa alat Anda memiliki sertifikat Pembersih Udara yang terdaftar. Sumber: urbalicious
 11 May 2019    18:00 WIB
Mengenal Tipe Penyakit Asma Dan Pemicunya
Halo teman-teman para pengikut dokter.ID yang setia! Kembali lagi dengan pembahasan menarik tentang Asma. Banyak orang bilang bahwa asma sebenarnya tidak berbahaya, namun ada juga beberapa orang bilang ini berbahaya, nah! untuk jelasnya mari kita bahas secara fakta medis. Asma adalah masalah pernapasan seumur hidup, atau kronis yang disebabkan oleh pembengkakan (radang) saluran udara di paru-paru. Asma tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa dicegah dan dikendalikan. Ketika kita menderita asma, saluran udara kita sangat sensitif, atau "gelisah." Mereka mungkin bereaksi terhadap banyak hal. Hal-hal ini disebut pemicu. Orang yang menderita asma dapat mendesah atau merasakan rasa "kencang/ tertekan" di bagian dada. Mereka mungkin juga banyak batuk ketika asma mereka tidak terkendali (kambuh). Disini ada beberapa jenis atau tipe-tipe penyakit asma dan pemicunya berdasarkan jenis atau faktor usia yang ada, yaitu: Pemicu gejala asma pada orang dewasa dan anak-anak, yang pada umumnya sama adalah polutan udara, jamur, debu dan asap rokok. Asma pada anak-anak sendiri lebih cenderung memiliki bentuk asma intermiten yang muncul dalam serangan berat. Beberapa anak mungkin mengalami gejala sehari-hari, tetapi karakteristik umum di antara anak-anak dengan asma adalah sensitivitas tinggi terhadap zat yang menyebabkan alergi. Asap tembakau bekas menyebabkan masalah parah bagi anak-anak dengan asma. Antara 400.000 dan 1 juta anak-anak mengalami gejala asma yang memburuk sebagai akibat dari perokok pasif, menurut American Lung Association. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan agar anak-anak mengalami lebih banyak kunjungan darurat dan rawat inap untuk asma daripada orang dewasa. Asma ringan mungkin sembuh tanpa perawatan selama masa kanak-kanak. Namun, masih ada risiko bahwa kondisi tersebut akan kembali lagi nanti, terutama jika gejalanya sedang atau berat. Asma pada orang dewasa. Asma pada orang dewasa seringkali persisten dan membutuhkan penanganan flare-up dan pencegahan gejala harian. Asma dapat dimulai pada usia berapa pun. Alergi menyebabkan setidaknya 30 persen penyebab asma pada orang dewasa. Obesitas adalah faktor risiko yang kuat untuk asma awitan orang dewasa, dan wanita lebih mungkin untuk mengembangkan kondisi ini setelah usia 20 tahun. Orang yang berusia di atas 65 tahun membuat banyak kematian akibat asma. Asma karena pekerjaan. Ini adalah jenis asma yang terjadi sebagai akibat langsung dari pekerjaan atau profesi. Gejala akan menjadi jelas setelah menghadiri tempat kerja tertentu. Industri dengan asosiasi reguler untuk asma pekerjaan termasuk memanggang, pekerjaan laboratorium, atau manufaktur. Dalam tipe ini, lingkungan kerja mengarah pada kembalinya asma masa kanak-kanak atau mulainya asma awitan orang dewasa. Gejala lain mungkin termasuk pilek dan mata merah. Asma yang sulit dikendalikan dan berat. Jenis-jenis ini melibatkan gejala asma yang konsisten dan melemahkan serta kesulitan bernapas. Sekitar 12 persen penderita asma sulit dikendalikan atau asma parah. Dengan pengobatan yang tepat dan penghindaran pemicu yang efektif, mereka yang berada dalam kategori ini dapat mengembalikan gejala asma. Sekitar 5 persen penderita asma tidak melihat perbaikan setelah menggunakan obat asma standar. Asma musiman. Jenis ini terjadi sebagai respons terhadap alergen yang hanya ada di lingkungan sekitarnya pada waktu-waktu tertentu dalam setahun, seperti udara dingin di musim dingin atau serbuk sari selama musim demam. Orang-orang masih menderita asma selama musiman berlangsung tetapi tidak mengalami gejala.   Obat-obatan yang dapat membantu asma kita: Inhaler pereda. Inhaler pereda biasanya berwarna biru. Kita menggunakannya ketika asma kita terasa buruk. Mereka membuat kita lebih mudah bernafas. Inhaler Pencegah. Kita menggunakannya setiap hari meskipun kita merasa sehat. Mereka membuat saluran udara kita bekerja lebih baik. Spacer. Terkadang kita menggunakan spacer bersamaan dengan inhaler kita. Spacer adalah tabung plastik untuk membantu kita memasukkan obat ke dalam paru-paru. Untuk mendiagnosa penyakit ini. Biasanya melalui pemeriksaan fisik dan tanda2 gejala. Dan jika asma parah biasa dokter menggunakan tes untuk mengukur fungsi paru-paru, kita juga mungkin diberikan tes fungsi paru-paru untuk menentukan berapa banyak udara yang masuk dan keluar saat kita bernapas. Tes-tes ini mungkin termasuk: Spirometri. Tes ini memperkirakan penyempitan tabung bronkial kita dengan memeriksa berapa banyak udara yang bisa kita hembuskan setelah menarik napas dalam-dalam dan seberapa cepat kita bisa bernapas. Alat pengukur aliran puncak adalah alat sederhana yang mengukur seberapa keras kita bisa bernapas. Pembacaan puncak arus yang lebih rendah dari biasanya adalah pertanda paru-paru kita mungkin tidak berfungsi dengan baik dan bahwa asma kita mungkin memburuk. Tes fungsi paru sering dilakukan sebelum dan sesudah minum obat yang disebut bronkodilator, seperti albuterol, untuk membuka saluran udara kita. Jika fungsi paru-paru kita membaik dengan menggunakan bronkodilator, kemungkinan kita menderita asma. Tes lain untuk mendiagnosis asma juga termasuk: Tantangan metakolin. Tes oksida nitrat. Tes pencitraan. X-ray dan CT Scan. Tes alergi (sampel darah atau kulit). Eosinofil dahak. Tes provokatif. Demikian penjelasan tentang penyakit asma, jika ada pertanyaan lebih lanjut bisa menghubungi dokter atau pakar kesehatan kita di Dokter.ID! sampai jumpa.   Sumber : www.nhlbi.nih.gov, getasthmahelp.org, www.medicalnewstoday.com, www.mayoclinic.org, www.asthma.org.uk, www.webmd.com.
 17 Mar 2019    16:00 WIB
Amankah Penggunaan Terapi Alami Untuk Gejala Asma?
Apakah Anda sedang mencari pengobatan alami untuk meredakan gejala asma yang Anda derita? Banyak orang yang berpaling ke pengobatan alami ketika mereka menderita penyakit kronis atau penyakit lama, dan berharap pengobatan tersebut dapat meredakan gejala penyakit yang mereka derita. Beberapa jenis pengobatan alami untuk asma mencakup herbal, suplemen diet, akupuntur, chiropractic dan terapi pijat, biofeedback, terapi homeopathy, dan nutrisi. Adakah pengobatan alami yang efektif untuk asma? Sebenarnya ada banyak terapi alami yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala asma. Tetapi keterbatasan penelitian mengenai terapi alternatif ini menyebabkan keefektifan an keamanannya kurang diketahui. Berikut adalah contoh dari pengobatan alami yang sudah banyak disarankan: Herbal dan suplemen diet alami Banyak jenis herbal dan tanaman yang telah digunakan untuk mengobati asma. Tetapi tidak ada satupun diantaranya yang menunjukkan hasil benar-benar mengobati keluhan asma, oleh karena itu terapi ini tidak direkomendasikan. Studi terdahulu telah meneliti manfaat dari asam lemak omega 3 dan suplemen antioksidan seperti vitamin C dan vitamin E untuk meredakan gejala asma. Sekali lagi belum cukup bukti yang diperoleh untuk dapat merekomendasikan terapi herbal ini untuk digunakan pada penderita asma. Yoga Seringkali stress menjadi faktor pemicu dari gejala asma. Latihan pernafasan yang dilakukan dalam yoga ternyata dapat membantu seseorang untuk mengontrol gejala asma melalui latihan pernafasan, sekaligus melepaskan stress. Diet asma Jika Anda memiliki alergi makanan, hindarilah makanan yang bisa memicu serangan alergi. Hal ini juga berarti mencegah munculnya serangan asma. Akupuntur Walaupun banyak orang mengatakan akupuntur mampu mengurangi gejala dari asma,tetapi para ahli belum berpendapat demikian. Apakah aman menggunakan terapi alami untuk asma? Banyak orang berfikir herbal berasal dari bahan-bahan alami, oleh karena itu herbal cukup aman untuk dikonsumsi untuk penderita asma. Tetapi ada banyak sekali jenis herbal yang belum melalui tes yang layak dan seperti yang disebutkan diatas, FDA tidak menyarankan herbal untuk digunakan sebagai pengobatan. Beberapa jenis herbal yang telah digunakan untuk mengobati asma ternyata memiliki interaksi dengan obat lain. Sebagai contoh, ginko biloba yang digunakan untuk mengurangi gejala inflamasi di paru-paru dapat menyebabkan masalah perdarahan pada penderita asma yang mengkonsumsi obat pengencer darah seperti Coumadin. Akar licorice yang dikira orang dapat menenangkan gejala asma di paru-paru ternyata dapat meningkatkan tekanan darah. Oleh karena itu sangat penting untuk Anda berkonsultasi dahulu dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi obat herbal, suplemen diet atau apapun terapi alami yang akan Anda lakukan. Beberapa jenis herbal dapat memperburuk gejala asma atau kondisi medis lainnya, atau obat herbal tersebut dapat mengganggu kerja obat asma yang Anda sedang konsumsi. Bagaimana saya tahu jika pengobatan alami yang saya lakukan aman? Karena terapi alami untuk pengobatan asma belum diatur dengan baik, sangat sulit untuk mengatakan apakah terapi alami yang Anda gunakan aman atau tidak. Berikut adalah beberapa tips dalam menggunakan terapi alami: Bicarakan dengan dokter Anda jika Anda ingin menggunakan terapi alami. Apakah obat herbal dan suplemen diet yang Anda konsumsi memiliki interaksi dengan obat resep dari dokter atau tidak. Jika Anda mengalami efek samping seperti mual, muntah, denyut jantung cepat, kecemasan, insomnia, diare atau ruam kulit, segera hentikan penggunaan obat herbal Berhati-hatilah terhadap iklan obat herbal dan suplemen Berhati-hati dalam memilih merk obat.   Sumber: webmd
 15 Feb 2019    18:00 WIB
Asma Tingkatkan Resiko Terjadinya Serangan Jantung, Benarkah?
Menurut dua buah penelitian terbaru, orang yang akhir-akhir ini baru saja menderita serangan asma atau bagi penderita asma yang membutuhkan obat-obatan untuk mengatasi berbagai gejala asmanya, memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung. Baik asma dan penyakit jantung berhubungan dengan peningkatan jumlah proses peradangan (inflamasi) di dalam tubuh. Salah satu penelitian di atas memfokuskan penelitiannya pada apakah penderita asma berat yang bergantung pada obat-obatan setiap harinya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah dibandingkan dengan penderita asma lainnya yang memiliki gejala yang lebih ringan dan lebih jarang menggunakan obat-obatan. Pada penelitian ini, para peneliti di Amerika mengamati sekitar 6.792 orang yang rata-rata berusia 62 tahun dan memiliki gejala awal dari gangguan jantung di awal penelitian. Setelah melakukan beberapa penyesuaian terhadap berbagai faktor resiko penyakit jantung lainnya dan melakukan pengamatan pada para peserta penelitian selama 10 tahun, para peneliti menemukan bahwa para penderita asma yang bergantung pada obat-obatan untuk mengatasinya gejalanya memiliki resiko yang lebih tinggi yaitu hingga 60% untuk menderita serangan jantung, stroke, atau berbagai gangguan jantung dan pembuluh darah lainnya dibandingkan dengan orang lain yang tidak menderita asma. Para peserta penelitian yang mengkonsumsi obat-obatan asma memiliki jumlah proses peradangan yang lebih tinggi di dalam tubuh, yang terlihat melalui lebih tingginya kadar marker inflamasi, termasuk C reaktif protein dan fibrinogen (untuk mengukur kekentalan darah yang diperburuk oleh proses inflamasi di dalam tubuh). Sementara itu, para peneliti menemukan bahwa orang yang jarang menggunakan obat-obatan asma memiliki marker inflamasi dalam jumlah sedang. Pada penelitian kedua, para peneliti Amerika dan Korea mengamati sekitar 543 orang yang pernah mengalami serangan jantung dan membandingkannya dengan 543 orang yang tidak pernah menderita serangan jantung, yang memiliki usia (rata-rata berusia 67 tahun) dan jenis kelamin yang sama. Setelah mengendalikan berbagai faktor resiko penyakit jantung lainnya seperti obesitas, tekanan darah tinggi, merokok, diabetes, dan kadar kolesterol darah yang tinggi; para peneliti menemukan bahwa penderita asma memiliki resiko yang lebih tinggi (sekitar 69%) untuk mengalami serangan jantung dibandingkan dengan orang yang tidak menderita asma. Para peneliti juga menemukan bahwa penderita asma aktif, yang menggunakan obat-obatan dan memeriksakan diri secara teratur untuk mengatasi berbagai gejala asma yang dialaminya selama 1 tahun terakhir memiliki resiko yang lebih tinggi (2 kali lipat) untuk mengalami serangan jantung dibandingkan dengan penderita asma lainnya yang tidak pernah mengalami serangan akhir-akhir ini.     Sumber: webmd
 15 Jan 2019    08:00 WIB
10 Tanda PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)
Pengenalan dini akan tanda-tanda kekambuhan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) akan membantu anda dan orang yang anda cintai mencegah penyakit ini bertambah buruk. Hal ini juga dapat menurunkan resiko yang mengancam nyawa saat kekambuhan terjadi. Kekambuhan PPOK paling sering diawali oleh infeksi paru yang disebabkan oleh virus atau bakteri, seperti flu atau penyakit paru lainnya. Pajanan terhadap polutan yang berbahaya juga dapat menyebabkan perburukan gejala PPOK yang tiba-tiba. Jika anda mempunyai satu atau lebih tanda-tanda kekambuhan PPOK yang disebutkan di bawah ini, segera pergi ke dokter. Jika anda mempunyai obat-obatan (antibiotik atau steroid oral) di rumah untuk mengatasi kekambuhan PPOK ini, dokter anda dapat memberitahu anda bagaimana cara mengobati gejala tersebut, apakah perlu pergi ke rumah sakit atau cukup dengan obat-obatan yang tersedia di rumah anda.   Sesak Napas Seseorang yang mengalami kekambuhan PPOK sering merasa sesak napas atau merasa tidak pernah mendapat udara yang cukup. Jika sesak napas ini memburuk atau jika sesak terjadi saat anda beristirahat atau saat anda sedang beraktivitas ringan, segera cari pertolongan medis. Napas Berbunyi Sejalan dengan kambuhnya PPOK, mengi (suara napas berbunyi ngik-ngik) dan ronki (suara napas kasar) terdengar saat bernapas. Mengi mengindikasikan penyumbatan sebagian jalan napas oleh lendir, nanah, atau bahan-bahan inflamasi lainnya. Ronki saat bernapas mengindikasikan adanya akumulasi cairan di dalam paru-paru atau lendir pada jalan napas. Gelisah Setiap orang membutuhkan oksigen untuk hidup, jika anda kekurangan oksigen, anda akan merasa cemas dan panik. Hal ini dapat memperburuk kemampuan anda untuk bernapas karena otot-otot anda menjadi tegang. Penapasan Dada Bernapas melalui dada daripada perut anda, dapat merupakan tanda peringatan kambuhnya PPOK. Saat kekambuhan terjadi, dada dapat bergerak ke atas dan bawah lebih cepat, atau jauh lebih lambat. Pernapasan menjadi tidak teratur. Batuk Batuk yang lebih sering atau memburuk daripada biasanya dapat mengindikasikan kambuhnya PPOK. Batuk dapat tanpa dahak atau dapat juga dengan dahak, di mana dahak dapat berwarna kuning, hijau, atau terdapat darah. Anda dapat merasa lebih nyaman bernapas saat duduk daripada saat berbaring. Perubahan Warna Kulit atau Kuku Saat kekambuhan terjadi, bibir dapat menjadi berwarna kebiruan. Selain itu, juga dapat terjadi perubahan warna kuku menjadi biru atau ungu, atau kulit pun dapat memudar atau menjadi keabuan. Sulit Tidur dan Hilangnya Nafsu Makan Semakin parah kekambuhan yang terjadi maka dapat menyebabkan gangguan tidur atau makan. Kesulitan Berbicara Seseorang yang mengalami sesak napas hebat kemungkinan tidak dapat berbicara dan memberitahu orang lain. Penggunaan gerakan tangan mungkin merupakan satu-satunya cara untuk memberitahu orang lain saat kekambuhan terjadi. Nyeri Kepala di Pagi Hari Pada penderita PPOK, kadar oksigen yang rendah dapat menyebabkan nyeri kepala di pagi hari. Nyeri kepala disebabkan oleh tingginya kadar karbondioksida di dalam darah. Jika nyeri kepala ini merupakan gejala yang baru pertama kali anda alami, hal ini dapat menjadi tanda kekambuhan PPOK. Pembengkakan Pada Pergelangan Kaki atau Nyeri Perut Pembengkakan dan nyeri perut adalah gejala umum PPOK. Hal ini berhubungan dengan komplikasi atau irregularitas pada jantung yang disebabkan oleh kerusakan pada paru-paru. Jika hal ini merupakan gejala yang baru pertama kali anda alami atau gejala yang sudah ada tiba-tiba memburuk dapat merupakan tanda kekambuhan pada PPOK.
 02 Jan 2019    11:00 WIB
Kenali 6 gejala medis yang berbahaya (part 2)
Tubuh Anda mengeluarkan sinyal-sinyal untuk memperingatkan anda jika tubuh anda bermasalah. Terkadang tanda-tanda yang dikeluarkan bukanlah suatu hal yang serius. Contohnya, sebagian besar gejala sakit kepala berasal dari stress, kurang tidur, dehidrasi, mata lelah, kekurangan kafein dan gejala-gejala sepele lainnya. Tetapi sakit kepala yang menyerang tiba-tiba dan menusuk kepala dapat berarti adanya perdarahan di otak. Mampu mengenal gejala-gejala serius dan menghubungi Unit Gawat Darurat secepatnya dapat menyelamatkan hidup anda. Pada artikel ini gejala akan kami pisahkan menjadi 2 bagian. Berikut ini adalah  gejala penting yang harus anda ketahui 4. Darah di urine tanpa ada keluhan nyeri Kapan saja anda melihat darah di urine anda, segera hubungi dokter, bahkan jika anda tidak punya keluhan nyeri. Batu ginjal, batu kandung kemih, atau infeksi prostat merupakan penyebab terbentuknya darah di urine. Tetapi gejala ini biasanya disertai nyeri dan rasa tidak nyaman, rasa nyeri inilah yang membuat orang dating ke dokter. Berlawanan dengan keadaan jika orang melihat adanya darah di urine tanpa disertai nyeri, maka orang-orang akan melakukan tindakan "wait and see", terlebih jika hanya mengalami 1 kali episode gejala ini. Tetapi anda harus meninggalkan kebiasaan ini. Tidak adanya gejala nyeri bukan berarti tidak ada penyakit serius. Kanker ginjal, kanker ureter, kanker kandung kemih atau kanker prostat dapat menyebabkan darah dalam urine. Ketika kanker ini kecil dan masih bisa diobati, kanker ini tidak menimbulkan rasa nyeri. Jadi jangan abaikan tanda dan gejala ini karena dapat merupakan tanda stadium awal dari kanker. 5. Gejala asma yang tidak membaik atau bahkan memburuk Serangan asma ditandai dengan bunyi nafas mengi dan kesulitan bernafas. Ketika serangan tidak membaik bahkan semakin memburuk, anda harus segera menghubungi gawat darurat. Jika serangan asma semakin memburuk, hal ini dapat menyebabkan kelelahan otot dada yang berat dan dapat menyebabkan kematian. Kebanyakan penderita asma yang mengalami episode serangan asma yang berat  menolak untuk pergi ke unit gawat darurat karena mereka merasa sudah sering mengalami serangan seperti itu, atau mereka tidak adapat menemukan orang lain untuk mengantar mereka ke rumah sakit, sehingga daripada pergi mencari pertolongan, mereka tetap bertahan, mereka akan menaikkan dosis obat inhalasi untuk mengurangi gejala. Karena asma menyebabkan kesulitan bernafas, otot-otot pernafasan menjadi lelah dan volume pertukaran udara menjadi mengecil. Hasilnya tingkat oksigen didarah akan menurun, tingkat carbondioksida darah meningkat. Kadar carbondioksida meningkat dapat menimbulkan efek sedasi di otak yang menyebabkan rasa pusing dan kantuk. Anda dapat kehilangan motivasi untuk berusaha bernafas. Pasien akan terlihat santai dari luar, tidak tampak berusaha keras untuk bernafas, sesungguhnya ini merupakan tanda bahaya karena sebenarnya pasien berhenti untuk berusaha bernafas. Pasien menjadi tidak sadar jika mereka sedang menuju kematian karena pengaruh sedasi carbondioksida. Jika anda mendapat gejala-gejala diatas segeralah hubungi gawat darurat  untuk menghilangkan gejala anda. 6. Depresi dan pikiran bunuh diri Depresi pada beberapa orang akan menyebabkan nyeri dada dan sesak nafas, tetapi pada beberapa orang depresi dapat menjadi ekstrim hingga membahayakan keselamatan jiwanya. Depresi dapat menjadi persoalan yang sangat serius karena dapat menyebabkan orang bunuh diri.  Banyak orang depresi tidak mencari pertolongan karena mereka takut dianggap lemah atau gila, mereka idak menyadari adaya ketidakseimbangan kimiawi terjadi di otak mereka. Depresi juga suatu penyakit, sama seperti penyakit yang lain. Tanda dari depresi dapat berupa kesedihan, rasa lelah, gugup, perubahan pola tidur dan penurunan nafsu makan. Depresi dapat diobati dengan obat-obatan dan psikoterapi. Sumber : webmd    
 26 Aug 2018    11:00 WIB
Waspada Beberapa Faktor Penyebab Terjadinya Asma
Asma merupakan suatu keadaan di mana saluran pernapasan anda mengalami reaksi berlebihan terhadap suatu bahan tertentu (alergen) yang menyebabkan penyempitan saluran pernapasan dan dapat menimbulkan berbagai gejala seperti batuk, sesak napas, dan mengi (suara napas berbunyi "ngik-ngik"). Terjadinya serangan asma dapat dipicu oleh beberapa hal, mulai dari jenis kelamin sampai pada kehamilan. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang merupakan faktor resiko terjadinya asma.   Jenis Kelamin Pada anak-anak, asma lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Penyebab hal ini tidak diketahui dengan jelas, akan tetapi beberapa ahli menemukan bahwa ukuran saluran pernapasan anak laki-laki lebih kecil daripada anak perempuan. Hal ini dapat merupakan salah satu penyebab timbulnya mengi setelah flu atau infeksi virus lainnya. Akan tetapi seiring dengan semakin bertambahnya usia anak, maka resiko terjadinya asma antara pria dan wanita menjadi sama. Pada usia 40 tahun, wanita memiliki resiko menderita asma yang lebih tinggi daripada pria   Riwayat Keluarga Asma merupakan salah satu penyakit yang diturunkan dalam keluarga (herediter). Jika salah satu orang tua anda menderita asma, maka anda memiliki resiko 3-6 kali lebih tinggi untuk menderita asma daripada anak yang kedua orang tuanya tidak menderita asma.   Hiperaktivitas Saluran Pernapasan Memiliki saluran pernapasan yang bereaksi berlebihan terhadap bahan-bahan tertentu (alergen) merupakan salah satu faktor resiko asma. Pada penderita asma, saluran pernapasan menjadi hiperaktif dan meradang saat terpapar oleh alergen atau udara dingin. Tidak semua orang dengan saluran pernapasan yang hiperaktif menderita asma, akan tetapi saluran pernapasan yang hiperaktif dapat meningkatkan resiko terjadinya asma.   Alergi Atopi merupakan suatu reaksi alergi pada berbagai bagian tubuh yang bahkan tidak bersentuhan dengan alergen atau zat yang menyebabkan timbulnya reaksi alergi. Beberapa penyakit yang dapat timbul akibat atopi adalah eksim (dermatitis atopik), rhinitis alergika, konjungtivitis alergika, dan asma. Beberapa alergen seperti bulu binatang, berbagai serangga, dan jamur dapat menyebabkan timbulnya suatu reaksi alergi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan resiko terjadinya asma.   Lingkungan Berbagai polusi udara, baik yang berasal dari asap rokok, jamur, atau berbagai zat berbahaya lainnya dapat menimbulkan suatu reaksi alergi dan asma. Polusi udara, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon, udara dingin, dan kelembaban udara yang tinggi merupakan pemicu terjadinya serangan asma. Ozon, sulfur dioksida, dan nitrogen oksida dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan timbulnya batuk, sesak napas, mengi, nyeri dada, dan serangan asma. Cuaca dingin dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan dan meningkatkan produksi lendir pada saluran pernapasan. Peningkatan kelembaban udarah juga dapat menyebabkan timbulnya gangguan pernapasan pada beberapa orang tertentu.   Asap Rokok Merokok saat usia remaja atau dewasa muda dapat meningkatkan resiko anda menderita asma. Selain itu, paparan terhadap asap rokok pada bayi atau anak-anak juga dapat meningkatkan resiko bayi atau anak tersebut untuk menderita asma di kemudian hari.   Obesitas Berdasarkan penelitian, asma lebih sering terjadi pada orang dewasa dan anak yang mengalami obesitas (kegemukan). Serangan asma pada penderita asma yang juga mengalami obesitas seringkali lebih sulit dikendalikan dan membutuhkan lebih banyak pengobatan.   Kehamilan Merokok selama hamil dapat menyebabkan penurunan fungsi paru pada bayi yang anda kandung. Selain itu, bayi yang lahir sebelum waktunya (prematur) juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita asma di kemudian hari.   Sumber: webmd
 27 Jul 2018    11:00 WIB
Ini Pertolongan Pertama Pada Penderita ASMA
Penyakit asma berasal dari kata "Asthma" yang diambil dari bahasa Yunani yang berarti "sukar bernapas." Penyakit asma dikenal karena adanya gejala sesak napas, batuk dan "mengi" yang disebabkan oleh penyempitan saluran napas. Jadi Asma adalah : 1. Penyakit paru-paru kronis yang menyebabkan penderita sulit bernapas. Hal ini disebabkan karena pengencangan dari otot sekitar saluran pernafasan, peradangan, rasa nyeri, pembengkakan, dan iritasi pada saluran nafas di paru-paru. 2. Penyakit yang disebabkan oleh peningkatan respon dari trachea dan bronkus terhadap bermacam – macam stimuli yang ditandai dengan penyempitan bronkus atau bronkhiolus dan sekresi yang berlebih – lebihan dari kelenjar – kelenjar di mukosa bronchus. 3. Penyakit paru-paru kronis yang menyebabkan penderita sulit bernapas. Hal ini disebabkan karena pengencangan dari otot sekitar saluran pernafasan, peradangan, rasa nyeri, pembengkakan, dan iritasi pada saluran nafas di paru-paru. Dengan kata lain Asma adalah suatu keadaan di mana terjadi penyempitan pada aliran nafas akibat dari rangsangan tertentu (pemicu) sehingga menyebabkan peradangan dan menyebabkan sulitnya bernafas dan berbunyi "ngik-ngik" setiap bernafas. Asma dapat disebabkan oleh alergi dan tekanan psikis. Tanda-tandanya dapat diawali dengan batuk cepat tanpa jeda, leher kaku dan menegang, terlihat sulit bernapas dengan periode menghembuskan napas yang panjang. Terkadang disertai bunyi "mengi" saat mengeluarkan napas, cemas, kulit wajah pucat dan membiru serta keringat dingin. Jika dibiarkan bisa menyebabkan pingsan. Asma membutuhkan penanganan segera sebab dapat berbahaya. Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain: 1. Tenangkan penderita, Bantu penderita untuk duduk dan istirahat. Jangan memaksa penderita untuk tidur terlentang karena penderita lebih nyaman dalam keadaan duduk. 2. Gunakan oksigen 4-6 liter permenit, jika tersedia. 3. Bantu penderita mengambilkan atau mencarikan obat. dan biarkan penderita menggunakan obat inhalernya sendiri. (Obat yang biasa dipakai untuk pengobatan asma adalah golongan agonis B2 (contohnya :Salbutamol 5 mg) inhalasi nebulasi pemberian dapat diulang setiap 20 menit. Aminophilin dan kortikosteroid). 4. Sebisa mungkin hindari penderita dari sumber alergi. 5. Jangan banyak bertanya pada penderita, karena biasanya ia sulit berbicara. 6. Jika merupakan serangan pertama atau terlihat berkepanjangan atau penderita tidak sadarkan diri, segera bawa layanan medis terdekat. Faktor-faktor yang perlu di perhatikan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya serangan Asma : 1. Kenali pemicu asma dan hindari sebisa mungkin. 2. Jika anda perokok, Mulailah untuk berhenti merokok. 3. Istirahat yang cukup. 4. Jangan minum obat batuk untuk asma, obat batuk tidak membantu asma dan bisa menyebabkan hal yang tidak diinginkan. 5. Aspirin dan ibuprofen pada beberapa penderita asma menyebabkan asma menjadi lebih parah. sebaiknya konsultasikan dengan dokter.