Your browser does not support JavaScript!
 03 Nov 2020    19:00 WIB
Anoreksia, Apa Penyebab dan Gejalanya?
Anoreksia adalah kelainan makan yang ditandai dengan berat badan rendah yang tidak normal, rasa takut yang intens akan kehilangan berat badan, dan persepsi berat yang terdistorsi. Orang dengan anoreksia menjunjung tinggi pengendalian berat dan tubuh mereka, sehingga dapat menggunakan upaya ekstrim yang cenderung mengganggu kehidupan. Penderita anoreksia biasanya sangat membatasi jumlah makanan yang mereka makan. Mereka dapat mengontrol asupan kalori dengan muntah setelah makan atau dengan menyalahgunakan obat pencahar. Tidak peduli berapa banyak berat badan yang sudah hilang, penderita anoreksia tetap takut akan kenaikan berat badan. Gejala fisik anoreksia - Penurunan berat badan yang ekstrim atau tidak membuat kenaikan berat badan sesuai perkembangan yang diharapkan - Sering merasa kelelahan, susah tidur dan pusing - Sembelit, sakit perut, hingga tidak adanya menstruasi Tanda dan gejala mungkin agak sulit diketahui karena standarisasi berat badan rendah berbeda-beda setiap orangnya. Penyebab anoreksia Penyebab pasti dari anoresksia belum diketahui. Namun seperti banyak penyakit, anoreksia bisa karena faktor biologis, psikologis dan lingkungan. Beberapa penderita anoreksia memiliki ciri-ciri kepribadian obsesif-kompulsif sehingga membuatnya lebih mudah untuk tetap berpegang pada diet ketat dan melupakan makanan meski sedang lapar. Mereka memiliki dorongan ekstrim untuk menjadi sempurna menurut pikirannya dalam hal ini adalah persoalan berat badan. Perlukah berobat ke dokter? Sayangnya, banyak penderita anoreksia tidak menginginkan pengobatan, setidaknya pada awalnya. Keinginan mereka untuk tetap kurus mengalahkan kekhawatiran tentang kesehatan. Jika Anda memiliki orang tercinta yang Anda khawatirkan, dorong dia untuk berbicara pada dokter. Sumber: mayoclinic
 25 Sep 2020    13:00 WIB
Penderita Maag Hindari Makanan Ini Ya!
Penyakit maag adalah penyakit yang ditimbulkan karena adanya kelebihan asam yang diproduksi oleh lambung yang menyebabkan iritasi di selaput lendir lambung. Oleh karena itu, penderita penyakit maag perlu menjaga asupan sehari-hari, karena ada beberapa makanan dan minuman yang dapat memperburuk gejala seperti nyeri, sensasi terbakar, gangguan pencernaan, gas, mual dan muntah. Nah, berikut ini adalah asupan yang harus dihindari jika Anda menderita penyakit maag. Makanan pedas Makanan pedas tidak dapat menyebabkan radang perut. Namun, makanan pedas seperti cabai dan bumbu dapat mengiritasi lapisan lambung, sehingga memperparah sakit maag yang ada. Jadi, makanan pedas dan asam dapat memperburuk gejala sakit maag pada beberapa orang. Kafein Jika Anda ingin terhindar dari perihnya sakit maag, saatnya untuk mengurangi asupan kopi serta produk berkafein lainnya. Kopi mengandung kafein dan komponen lain yang dikenal dapat meningkatkan produksi asam lambung. Sebuah studi 2010 oleh American Chemical Society mengidentifikasi dua zat tersebut - katekol dan N-alkanoly-5-hydroxytryptamides yang merangsang produksi asam lambung dalam sel lambung manusia. Selain itu, kopi cenderung mempercepat proses pengosongan lambung, yang dapat menyebabkan produksi asam lambung meningkat dan akan memperburuk keluhan yang Anda rasakan. Daging Merah Kebanyakan daging merah tinggi lemak dan protein dan memakan waktu lebih lama untuk dicerna. Untuk membantu mencernanya, maka diproduksilah asam lambung yang lebih banyak.  Lebih banyak asam lambung di perut dapat mengiritasi lapisan lambung dan memperburuk gejala maag. Daging merah juga bisa melemahkan lapisan usus, yang dapat mempengaruhi proses pencernaan. Benar-benar hindari daging merah sampai maag Anda tidak bergejala. Ingat, daging merah bukan satu-satunya sumber protein. Anda bisa mendapatkan protein dari sumber lain, seperti ayam dan ikan. Namun, selalu ingat untuk membuang kulit lemak dari ayam sebelum memasaknya. Minuman berkarbonasi Setiap jenis minuman berkarbonasi dapat mengiritasi lapisan lambung dan usus kecil, dua area yang umum di mana borok berkembang. Kebanyakan minuman berkarbonasi mengandung asam sitrat sebagai pengawet dan penambah rasa, yang meningkatkan keasaman minuman ini. Jadi, ketika Anda minum minuman tersebut, volume asam lambung dapat meningkat jauh lebih tinggi. Hal ini merupakan kerja normal dari lambung agar dapat berfungsi dengan normal. Susu dan Produk Susu Lainnya Susu dan produk susu mengandung tinggi lemak yang dapat memperburuk gejala maag. Protein dalam susu dapat mendorong produksi asam lambung berlebih yang dapat membuat maag buruk. Selain itu minum susu pada saat perut penuh akan menimbulkan gejala yang lumayan mengganggu. Selain susu, keju yang rasanya kuat, krim dan buttermilk juga harus dihindari. Garam dan makanan asin Asupan garam yang tinggi terkait dengan risiko yang lebih tinggi dari sakit maag. Anda harus menghindari menambahkan garam ke makanan di piring Anda dan melihat label makanan sehingga Anda dapat memilih yang rendah sodium.  Asupan garam yang tinggi juga dapat membuat obat yang digunakan untuk mengobati sakit maag menjadi kurang efektif. Cobalah untuk menghindari makanan yang tinggi garam, seperti cornflake, keju, bacon dan daging asin lainnya, kacang asin, jagung dan keripik kentang, sup kaleng dan lain-lain. Semua makanan diatas harus Anda hindari bila Anda memiliki sakit maag, selain itu Anda bisa makan dalam jumlah banyak namun porsi kecil, hindari stres dan merokok. Sumber: top10homeremedies
 08 Sep 2020    09:00 WIB
Bau Mulut, Penyebab dan Cara Mengatasi Yang Tepat!
Guys…! Pernah merasakan tidak ketika kita sedang enak berbincang eh..tiba-tiba ada bau mulut tidak sedap dari lawan bicara kita, apalagi ketika kita sedang kencan dengan pasangan kita, duh…malu-maluin dan bikin gak betah. Mungkin kita sudah coba sikat gigi atau kumur dengan penyegar mulut, tapi tidak mempan. Lalu apa sebenarnya penyebab dari bau mulut yang membandel ini yah. Mari kita bahas bersama. Bau mulut, secara medis dikenal sebagai halitosis, adalah masalah umum. Bau mulut biasanya sederhana dan dapat dicegah. Faktor-faktor diet serta penggunaan tembakau dan alkohol semuanya dapat menjadi faktor penyebab bau mulut. Kebersihan mulut yang buruk, mulut kering, penyakit gusi, kerusakan gigi, atau infeksi mulut juga bisa menjadi penyebab halitosis. Infeksi pada paru-paru, sinus, atau saluran udara juga dapat menyebabkan bau mulut karena adanya sekresi hidung yang dapat mengalir ke mulut. Tetes postnasal kronis, misalnya seperti yang terjadi pada infeksi sinus, dapat menjadi penyebab bau mulut. Batuk berdahak dari infeksi paru-paru juga dapat menyebabkan bau mulut. Halitosis (bau mulut kronis) sebagian besar disebabkan oleh bakteri penghasil sulfur yang biasanya hidup di permukaan lidah dan di tenggorokan. Kadang-kadang, bakteri ini mulai memecah protein pada tingkat yang sangat tinggi dan senyawa sulfur volatil (VSC) yang dilepaskan dari bagian belakang lidah dan tenggorokan. Halitosis tidak menular. Sekitar 2,4% dari populasi orang dewasa menderita bau mulut. Kondisi kronis lainnya: Walaupun halitosis sering dikaitkan dengan sesuatu yang terjadi di mulut kita, halitosis juga dapat menjadi pertanda refluks lambung, diabetes, penyakit hati atau ginjal. Gejala atau tanda-tanda kita memiliki halitosis dapat meliputi: Lapisan putih di lidah terutama di bagian belakang lidah. Mulut kering. Berkembang di sekitar gigi. Tetes hidung, atau lender. Napas buruk di pagi hari dan sensasi lidah yang terbakar. Air liur kental dan kebutuhan konstan untuk membersihkan tenggorokan kita. Rasa asam konstan, pahit metalik. Mengalami halitosis dapat berdampak besar pada seseorang. Karena bau mulut, orang lain mungkin mundur atau memalingkan kepala. Ini bisa menyebabkan hilangnya kepercayaan diri dan harga diri. Jika kita mengalami Halitosis (bau mulut), disarankan segera pergi ke dokter gigi dan biasanya dokter akan mendiagnosa halitosis dengan alat detektor canggih yang dapat menilai bau dengan lebih tepat. Seperti: Halimeter: Ini mendeteksi tingkat sulfur yang rendah. Kromatografi gas: Tes ini mengukur tiga senyawa sulfur yang mudah menguap: Hidrogen sulfida, metil merkaptan, dan dimetil sulfida. Tes BANA: Ini mengukur kadar enzim spesifik yang diproduksi oleh bakteri penyebab halitosis. Tes beta-galactosidase: Kadar enzim beta-galactosidase telah ditemukan berkorelasi dengan bau mulut. Dengan hal ini dokter gigi kemudian akan dapat mengidentifikasi kemungkinan penyebab bau mulut. Kita bisa melakukan perawatan di rumah jika kita mengalami Halitosis, Seperti: Sikat gigi. Flosh. Bersihkan gigi palsu. Menyikat lidah. Banyak minum air putih. Hindari bawang, bawang putih, dan makanan pedas. Makanan manis juga terkait dengan bau mulut. Kurangi konsumsi kopi dan alkohol. Makan sarapan yang meliputi makanan kasar dapat membantu membersihkan bagian belakang lidah. Untuk mengurangi bau mulut, hindarilah gigi berlubang dan risiko penyakit gusi, secara konsisten lakukan kebersihan mulut yang baik dan rutin. Perawatan lebih lanjut untuk bau mulut dapat bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Jika bau mulut kita diduga disebabkan oleh kondisi kesehatan yang mendasarinya, dokter gigi kita kemungkinan akan merujuk kita ke penyedia layanan kesehatan utama kita. so apapun masalah mulut kita, terutama jika kita mengalami bau mulut yang sangat mengganggu, segera hubungi dokter gigi kita yah. Salam sehat!!! Sumber : www.medicalnewstoday.com, www.webmd.com, www.healthline.com, www.mayoclinic.org, www.mouthhealthy.org 
 07 Jun 2020    18:00 WIB
Obati Penyakit Asam Lambunng Dengan 8 Cara Alami
GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease atau lebih dikenal sebagai asam lambung yang berbalik atau heartburn merupakan suatu kondisi saat makan, asam yang berasal dari makanan atau minuman yang Anda konsumsi berbalik ke esofagus Anda dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Asam yang berbalik ke esofagus Anda menimbulkan rasa terbakar, pembengkakan mukosa, iritasi esofagus sampai menimbulkan luka yang dalam pada esofagus Anda. Anda akan mengalami gejala-gejala seperti suara serak, rasa makanan tersangkut di esofagus, sensasi terbakar, mual, muntah, batuk dan erosi pada lapisan enamel gigi. Jika gejala ini tidak diobati dalam jangka waktu yang lama maka dapat menyebabkan kanker di esofagus. Berita baiknya GERD dapat diobati dengan cara pengobatan alami dengan bahan yang tersedia di rumah. Berikut adalah pengobatan alami yang bisa dilakukan untuk megobati GERD1.  Menurunkan berat badanTahukan Anda resiko terkena GERD semakin meningkat saat berat badan Anda meningkat? Memang penurunan berat badan bukan termasuk pengobatan alami tetapi hal ini dapat Anda lakukan. Saat Anda mengalami kelebihan berat badan. Lemak-lemak di perut akan menghalangi  kerja otot-otot sphingter esofagus sehingga makanan dapat berbalik kembali keatas. Dengan mengurangi berat badan, lemak di perut Anda juga akan ikut berkurang dan Anda akan lihat proses pencernaan Anda akan berjalan lebih baik. 2.  Diet anti asam lambungHal ini mungkin agak sulit untuk dilakukan karena Anda harus rela tidak menikmati berbagai makanan dan minuman nikmat seperti coklat. Hal-hal lain yang harus dihindari adalah alkohol, nikotin, kafein, makanan berlemak, dan makanan pedas. 3.  Kacang almondKacang almond mentah merupakan jenis makanan alkali yang dapat menyeimbangkan pH tubuh Anda. Selain itu kacang almond juga merupakan sumber kalsium yang baik. Rendam kacang almond semalaman dalam air supaya mudah untuk dikunyah. 4.  Jus lidah buayaAnda punya tanaman lidah buaya di taman? Anda bisa menggunakannya untuk pengobatan GERD. Jus lidah buaya yang alami akan lebih bermanfaat daripada jus lidah buaya kemasan yang sudah mengalami berbagai proses produksi. 5.  Campuran air hangat, lemon dan maduDengan meminum campuran air hangat dengan lemon dan madu, misalnya setiap 20 menit sebelum Anda makan, akan menyeimbangkan konsentrasi asam lambung didalam tubuh. Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya asam lambung. 6.  Campuran baking soda dan airCampurkan sedikit baking soda ke dalam setengah cangkir air putih juga dapat mengurangi kemungkinan naiknya asam lambung ke esofagus. 7.  Cuka apelAnda bisa menambahkan cuka apel ke dalam teh hangat atau air hangat dan konsumsilah setiap hari.  Terkadang memang perlu mengkonsumsi sedikit makanan yang asam untuk menjaga keasaman lambung. 8.  ApelDengan mengkonsumsi sebuah apel merah setiap hari akan mencegah timbulnya asam lambung naik.Ingin mengetahui lebih lagi tentang GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease, silahkan liat disini Sumber: magforwomen
 08 May 2020    08:00 WIB
5 Jenis Makanan yang Dapat Meningkatkan Asam Lambung
Penyakit maag yang bisa membuat perut kita terasa sakit, kembung dan mual disebabkan oleh naiknya produksi asam lambung di sistem pencernaan kita. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan asam lambung meningkat jumlahnya. Salah satu faktor penyebab yang paling besar adalah makanan yang kita konsumsi. Metabolisme setiap orang memang berbeda, oleh karena itu penyebab naiknya asam lambung pada tiap orang juga akan berbeda, sehingga ada beberapa makanan yang memang harus Anda awasi karena dapat meningkatkan asam lambung dan ada yang aman. Agar asam lambung kita berada pada jumlah aman, sebaiknya kurangi mengkonsumsi jenis makanan berikut ini. 1.  KafeinSecangkir kopi atau teh untuk memulai pagi Anda akan sangat ideal bukan? Tetapi saat Anda meminum beberapa cangkir kopi atau teh setiap hari akan beresiko meningkatkan asam lambung Anda, jadi berhati-hatilah. 2.  Terlalu banyak sodaMinuman bersoda tak baik untuk lambung ketika terjadi kenaikan asam lambung. Gelembung sodanya yang berisi karbon bisa memberikan tekanan pada lambung dan membuat asam semakin naik. 3.  Makanan pedas dan berminyakSelain menyebabkan mulas dan tak baik untuk lambung, makanan pedas dan berminyak juga bisa menyebabkan asam lambung semakin meningkat. Makan makanan pedas dan berminyak ketika asam lambung naik bisa menambah rasa terbakar pada bagian perut, dada, dan tenggorokan. 4.  Alkohol Apakah Anda sering merasa sensasi terbakar di perut setelah selesai minum bir, anggur atau minuman alkohol lainnya? penelitian mengatakan bahwa beberapa orang cenderung mengalami peningkatan asam hidroklorida setelah minum alkohol. Asam hidroklorida inilah yang akan membuat perut Anda terasa terbakar. Jadi ada baiknya Anda melewati minum anggur saat makan malam jika memang Anda memiliki kecenderungan ini. 5.  Makanan yang menggunakan tomatTomat adalah salah satu makanan sehat, namun sayangnya tomat juga mengandung kadar asam yang tinggi dan bisa memperburuk rasa sakit ketika asam lambung meningkat. Lebih baik jangan dekati makanan yang mengandung tomat, seperti spageti atau saus tomat.Sumber: magforwomen
 04 May 2020    11:00 WIB
Sakit Maag Tidak Boleh Puasa? Ikuti Tips Ini Agar Puasa Lancar
Selama bulan suci Ramadan, jutaan umat Muslim di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa. Secara umum, umat Muslim yang mengalami gastritis atau peradangan pada lambung atau biasa disebut maag akan mempertanyakan bagaimana cara mereka bisa menunaikan ibadah dengan baik dan tidak memperburuk gejala penyakit yang sudah mereka alami. Pada akhirnya kebanyakan dari mereka mengutamakan puasa tanpa mempertimbangkan efek terhadap kesehatannya. Padahal bukan ini tujuan dari puasa. Anda harus bisa menyeimbangkan antara puasa dan masalah kesehatan yang Anda derita. Sebagai awalnya, Anda harus memahami bagaimana riwayat dari penyakit ini. Gastritis adalah infeksi atau inflamasi yang terjadi pada dinding lambung, sementara maag adalah ketidakseimbangan asam lambung yang bisa mengganggu mekanisme perlindungan dari saluran cerna. Kedua penyakit diatas mempunyai penyebab yang sama yaitu infeksi bakteri yang dikenal dengan nama Helicobacter pylori (H. pylori) yang mempengaruhi dinding saluran cerna, terutama lambung. Penggunaan obat anti nyeri seperti ibuprofen, naproxen dan aspirin, steroid dosis tinggi, konsumsi alkohol dan merokok juga dapat menyebabkan gastritis dan maag. Penderita gastritis tetap dapat menjalankan ibadah tanpa harus meningkatkan resiko komplikasi terhadap penyakit gastritis yang dideritanya asal mengikuti beberapa tips dibawah ini: Jangan tidur setelah habis sahur. Tidur sehabis makan akan menghasilkan asam lambung yang naik keatas (refluks asam) Menunda sahur tapi mempercepat waktu buka puasa Jangan makan berlebihan saat berbuka puasa karena akan memicu refluks asam dan gejala gastritis lainnya. Penderita asam lambung dan gastritis harus berbuka dengan secukupnya. Makan dengan porsi yang kecil tetapi sering. Sebagai contoh, Anda bisa memulai berbuka puasa dengan kurma dan diikuti dengan makanan yang ringan sebelum mengambil jeda untuk sholat Mahgrib. Setelah itu Anda bisa menikmati menu utama sebelum melaksanakan doa teraweh. Berhenti makan 3-4 jam sebelum Anda pergi tidur. Oleh karena itu hindari konsumsi makanan kecil atau kudapan manis setelah selesai taraweh. Kurangi konsumsi makanan yang pedas, panas dan makanan yang mengandung asam sehingga mengurangi resiko iritasi saluran cerna. Hindari konsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi, karena minuman ini bersifat diuretik yang akan menstimulasi tubuh mengeluarkan cairan melalui air kemih. Hal ini bisa menyebabkan dehidrasi. Hal yang sama juga terjadi pada minuman manis Saat sahur dan  berbuka, lengkapi makanan Anda dengan makanan yang kaya nutrisi, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serat dan lain sebagainya. Tetap cukupi kebutuhan cairan tubuh, yaitu 2,5 liter perhari. Siapkan obat-obat yang memang Anda butuhkan untuk mengatasi gejala gastritis yang Anda alami, misalnya saja antasida, proton pump inhibitor, H2 antagonis. Tetapi Anda  memerlukan pengawasan dokter dalam mengkonsumsi obat ini. Hindari makanan yang berlemak dan buah-buahan yang mengandung asam (misalnya buah citrus seperti lemon, jeruk nipis, anggur dan jeruk) dan juga tomat (karena tomat merupakan buah yang mengandung banyak asam). Makanan ekstra pedas, makanan kaleng terutama berbasis tomat juga harus Anda hindari. Jangan merokok. Rokok dapat menimbulkan gejala gastritis dan maag. Jenis makanan yang harus Anda makan: Konsumsi karbohidrat yang lambat cerna, sehingga makanan tersebut akan dicerna dalam waktu lebih lama, Anda akan lapar lebih lama sehingga Anda merasa lebih berenergi sepanjang hari. Kurma merupakan makanan yang sempurna karena mengandung gula, serat, karbohidrat, potasium dan magnesium. Almond merupakan jenis makanan yang kaya akan protein dan serat. Pisang merupakan buah yang mengandung karbohidrat, potasium dan magnesium. Pilihlah makanan yang di panggang dibanding makanan yang digoreng, terlebih jika makanan tersebut berlemak. Jangan lupa mengkonsumsi obat yang Anda butuhkan saat sahur atau berbuka. Baca juga: Puasa Aman Bagi Penderita Kencing ManisSumber: thestar
 10 Apr 2020    16:00 WIB
Cara Mengobati dan Mencegah Sakit Maag
Pengobatan sakit maag sebenarnya dapat berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Bila dokter tidak menemukan adanya penyebab yang jelas dari sakit maag yang Anda alami, maka keadaan Anda ini dikenal dengan nama dispepsia non ulkus atau dispepsia fungsional.   Pengobatan Dispepsia Non Ulkus Karena stress diduga merupakan penyebab utama terjadinya dispepsia non ulkus, maka banyak dokter yang memberikan obat anti depresi dan obat anti cemas untuk mengatasi gejala. Selain itu, dokter biasanya juga akan memberikan beberapa obat yang berfungsi untuk mengurangi jumlah asam lambung. Beberapa jenis obat yang sering digunakan untuk mengurangi jumlah asam lambung adalah: Penghambat H2, seperti cimetidine, rantidine, nizatidine, dan famotidine Proton pump inhibitors (PPIs)   Pengobatan Ulkus Peptikum Jika dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa nyeri ulu hati disebabkan oleh ulkus peptikum, maka dokter Anda biasanya juga akan memberikan obat-obatan untuk mengurangi jumlah asam lambung seperti di atas. Jika terjadinya ulkus berhubungan dengan infeksi bakteri H. pylori, maka dokter biasanya akan memberikan terapi kombinasi yang terdiri dari satu obat penurun asam lambung dan 2 jenis antibiotika. Pada sekitar 90% kasus, bakteri dapat diatasi dengan terapi kombinasi ini.   Baca juga: Nyeri Ulu Hati di Saat Cemas dan Stress   Tips Untuk Mencegah Terjadinya Sakit Maag Untuk mencegah terjadinya sakit maag, baik yang disebabkan oleh stress atau ulkus atau infeksi bakteri; ada beberapa perubahan gaya hidup yang dapat Anda lakukan seperti: Makan dengan porsi kecil tetapi sering. Jika Anda sering mengalami gangguan pencernaan, maka makanlah 5-6x setiap harinya dengan porsi yang lebih kecil daripada makan 3x sehari dengan porsi besar Makan dengan teratur dan jangan terlambat makan. Hal ini akan membuat lambung hanya mengeluarkan asam lambung pada waktu makan saja, bukan secara tidak beraturan Hindari konsumsi makanan yang dapat mengiritasi lamgung seperti makanan pedas, asam, digoreng, atau berlemak untuk mengurangi jumlah asam lambung dan memberikan lambung Anda cukup waktu untuk sembuh Kurangi konsumsi alkohol. Mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dapat melemahkan dinding lambung, yang akan membuat Anda lebih rentan menderita ulkus Berhenti merokok. Merokok dapat meningkatkan produksi asam lambung, memperlambat penyembuhan, dan meningkatkan resiko terjadinya kanker lambung Atasi stress. Merasa stress dapat meningkatkan produksi asam lambung. Berolahraga secara teratur dan melakukan berbagai aktivitas relaksasi seperti yoga dapat membantu mengurangi stress   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: healthxchange
 26 Jan 2020    16:00 WIB
Berbagai Penyebab dan Pemicu Terjadinya Serangan Asma
Asma merupakan suatu inflamasi atau peradangan kronik pada saluran pernapasan. Penyebab asma dapat berbeda-beda bagi setiap orang. Akan tetapi, satu hal yang pasti adalah asma terjadi apabila saluran pernapasan yang memang sudah meradang dan sensitif pada penderita asma terpapar oleh suatu bahan pemicu, maka dapat menyebabkan saluran napas tersebut meradang, menyempit, dan dipenuhi oleh lendir sehingga terjadilah serangan asma. Pada saat serangan asma, maka terjadi beberapa hal di bawah ini, yaitu: Spasme otot di sekitar saluran napas Peradangan dan pembengkakan dinding saluran napas Produksi lendir berlebihan yang juga menyebabkan penyempitan saluran napas Berbagai hal di atas menyebabkan peningkatan resistensi dan bertambah sulitnya kerja pernapasan sehingga menyebabkan sesak napas, batuk, dan mengi (suara napas berbunyi ngik-ngik). Batuk pada asma terjadi akibat iritasi saluran napas dan usaha tubuh untuk mengeluarkan kelebihan lendir di dalam saluran napas. Salah satu cara pencegahan serangan asma yang terbaik adalah dengan menghindari paparan terhadap alergen (bila asma disebabkan oleh reaksi alergi) atau makanan atau keadaan tertentu yang memicu terjadinya serangan asma.   1.      Alergi Alergi merupakan penyebab tersering asma. Sekitar 80% penderita asma memiliki alergi terhadap bahan-bahan tertentu, seperti rumput, serbuk sari, lumut, bulu binatang, debu tungau, dan kecoa. Berdasarkan suatu penelitian, anak-anak yang lebih sering terpapar oleh kecoa di rumahnya memiliki resiko asma yang empat kali lebih tinggi daripada anak-anak yang jarang terpapar oleh kecoa. Terjadinya serangan asma setelah paparan debu biasanya disebabkan oleh alergi terhadap debu tungau.   2.      Makanan Alergi makanan dapat menyebabkan suatu reaksi alergi ringan hingga berat bahkan mengancam nyawa. Beberapa jenis makanan yang seringkali menyebabkan timbulnya reaksi alergi adalah: Telur Susu sapi Kacang Kedelai Gandum Ikan Udang dan kerang-kerangan lainnya Sayur dan buah-buahan Pengawet makanan juga dapat memicu terjadinya serangan asma.   3.      Olahraga Olahraga berat dapat menyebabkan penyempitan saluran napas pada sekitar 80% penderita asma. Pada beberapa orang, olahraga merupakan pemicu utama terjadinya serangan asma. Bila anda mempunyai asma akibat olahraga, maka anda akan merasa sesak napas, dada terasa berat, batuk, dan kesulitan bernapas dalam waktu 5-8 menit pertama sejak olahraga dimulai. Gejala ini biasanya akan mereda dalam waktu 20-30 menit setelah olahraga dimulai, akan tetapi sekitar 50% penderita akan kembali mengalami serangan asma 6-10 jam kemudian. Untuk mencegah serangan asma, mulailah berolahraga dengan melakukan pemanasan ringan kemudian tingkatkan secara perlahan.   4.      Asam Lambung Refluks gastroesofageal (GERD) merupakan suatu penyakit yang juga sering memicu terjadinya serangan asma. Keadaan ini sering terjadi di malam hari saat penderitanya berbaring. Pada keadaan normal, sebuah katup di antara lambung dan kerongkongan mencegah naiknya asam lambung ke dalam kerongkongan. Akan tetapi, pada GERD katup ini tidak dapat berfungsi dengan normal dan menyebabkan naiknya asam lambung ke dalam kerongkongan. Hal ini dapat memicu terjadinya iritasi dan peradangan pada saluran napas dan memicu terjadinya serangan asma. Anda diduga menderita asma akibat GERD bila anda menderita asma pada usia dewasa, tidak ada anggota keluarga lain yang memiliki riwayat asma, tidak ada riwayat alergi atau bronkitis, asma yang sulit dikendalikan, atau timbulnya batuk saat berbaring.   5.      Merokok Merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya asma. Bila anda menderita asma dan merokok, maka hal ini dapat memperburuk batuk dan mengi yang terjadi saat serangan asma. Wanita yang merokok saat hamil dapat meningkatkan resiko terjadinya mengi pada bayinya. Selain itu, ibu hamil yang merokok juga dapat mengganggu fungsi paru-paru bayinya. Berhenti merokok merupakan salah satu langkah pencegahan terbaik bila anda menderita asma.   6.      Sinusitis dan Infeksi Saluran Napas Atas Lainnya Sinusitis merupakan peradangan pada saluran lendir sinus. Hal ini menyebabkan produksi lendir yang berlebihan di dalam sinus. Saat sinus meradang, maka saluran napas juga ikut meradang dan menyebabkan timbulnya gejala asma. Pencegahan dan pengobatan yang tepat pada infeksi sinus dapat mencegah dan mengatasi serangan asma akibat infeksi ini. Selain itu, flu dan bronkitis juga dapat memicu terjadinya serangan asma. Penyebabnya dapat bakteri atau virus dan merupakan salah satu penyebab asma tersering pada anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun. Peningkatan sensitivitas saluran napas atas yang membuat saluran napas lebih mudah menyempit dapat berlangsung selama 2 bulan setelah infeksi saluran napas atas.   7.      Obat-obatan Sebagian besar penderita asma memiliki alergi terhadap aspirin dan juga obat-obatan lainnya. Obat-obatan lainnya adalah obat anti inflamasi seperti ibuprofen, naproxen, dan beta blocker. Bila anda memiliki alergi terhadap obat apapun, beritahu dokter anda setiap kali anda berobat.   8.      Penyebab Lainnya Iritan Berbagai iritan yang dapat memicu terjadinya serangan asma adalah asap rokok, asap perapian, asap pembakaran sampah atau kayu, bau-bauan kuat seperti parfum atau zat pembersih lantai. Selain itu, polusi udara lainnya dan debu atau uap pabrik juga dapat memicu terjadinya serangan asma. Cuaca Udara dingin, perubahan suhu, dan perubahan kelembaban udara juga dapat menyebabkan terjadinya serangan asma. Emosi Stress, cemas, sedih, berteriak, marah, atau tertawa terbahak-bahak juga dapat memicu terjadinya serangan asma.   Sumber: webmd