Your browser does not support JavaScript!
 14 Mar 2015    13:00 WIB
Sinusitis, Gejala dan Pengobatannya
Sinusitis merupakan peradangan yang terjadi pada rongga sinus. Rongga sinus ini berfungsi sebagai tempat untuk memproses udara yang masuk melalui hidung sebelum diproses lebih lanjut dan didistribusikan oleh paru-paru ke seluruh tubuh. Secara keseluruhan, ada empat pasang rongga sinus yang kita miliki dan seluruhnya terhubung dengan hidung. Sinusitis bukanlah penyakit yang dapat berdiri sendiri. Jadi, penyakit sinusitis akan muncul karena adanya pemicu dari penyakit lain. Salah satu penyakit yang paling sering memicu terjadinya sinusitis adalah flu. Pada saat Anda sedang terserang flu, virus penyebab flu juga bisa menyerang lapisan rongga sinus. Ketika hal ini terjadi, tubuh akan bereaksi dengan memproduksi lebih banyak lendir. Lendir yang terperangkap di dalam rongga sinus ini berisiko menjadi tempat berkembangbiaknya bakteri dan kuman. Akibatnya, terjadi infeksi dan peradangan pada rongga sinus. Gejala sinusitis yang mungkin terjadi Gejala sinusitis yang biasanya terjadi adalah : Pilek yang berlangsung lama. Biasanya penderita tidak menyadari dirinya terkena sinusitis, karena gejalanya sering didahului pilek yang berlangsung lama sehingga dianggap biasa. Bila sudah terjadi penumpukan cairan dalam rongga maka kepala menjadi sakit, terutama jika sedang menunduk Nyeri tekan di sekitar pipi, mata, dahi dan hidung, dapat juga disertai pembengkakan didaerah tersebut. Rasa nyeri di sekitar pipi, dahi, hidung, rahang atas dan telinga Kadang pendengaran berkurang dan badan meriang, sementara ingus terus mengalir. Kehilangan nafsu makan dan indera penciuman menjadi lemah. Penyebab sinusitis : Hidung tersumbat antara lain disebabkan oleh infeksi virus flu di saat tubuh kurang fit. Infeksi yang menyerang di sekitar hidung dan tenggorokan ini tak jarang menjalar ke sinus (rongga di sekitar hidung yang mengalirkan lendir). Infeksi jamur dan infeksi bakteri juga dapat menyebabkan terjadinya sinusitis. Radang pada rongga hidung ini bisa juga disebabkan oleh cara kita membuang ingus yang salah. Ingus yang seharusnya keluar malah tersedot masuk ke rongga sehingga susah dikeluarkan. Kuman yang biasa menyerang adalah Streptococcus pneumoniae dan Haemo philus influenzae yang ditemukan hampir pada 70 % kasus. Dapat juga disebabkan oleh radang ditempat lain yang berdekatan misalnya radang tenggorokan, radang Amandel, radang pada gigi geraham atas, kadang juga disebabkan karena berenang, menyelam ,trauma tekanan udara (biasanya pada awak pesawat) Allergi dapat memperberat penyakit ini, sehingga orang yang memang telah mengidap alergi akan lebih mudah terkena radang sinus ini. Mempunyai gejala-gejala polip hidung Komplikasi yang mungkin terjadi disebabkan oleh sinusitis : Menyebabkan otitis media kronis, yaiu suatu infeksi telinga di bagian tengah Dapat menyebabkan berbagai masalah penglihatan Memiliki resiko lebih tinggi terkena osteomyelitis Apa yang harus dilakukan jika terkena sinusitis ? Pemberian antibiotik, untuk mengobati infeksi yang terjadi. Antihistamin, decongestan hidung, semprotan hidung menggunakan larutan garam Ibuprofen untuk mengobati nyeri Imunoterapi. kortikosteroid Kompres hangat dengan memakai handuk untuk mengurangi nyeri di sekitar wajah. Tinggal di lingkungan udara yang bersih. Manfaatkan dengan air panas. Saat mandi, gunakan shower air hangat, usap dahi, hidung, dan dagu dengan waslap yang dibasahi air panas, agar lubang hidung terbuka lebar. Rongga hidung yang kering lebih mudah terinfeksi daripada yang basah. Apa saja yang harus kita lakukan supaya terhindar dari sinusitis ? Konsumsilah makanan bergizi serta vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh. Mulailah rajin berolahraga, karena tubuh yang sehat tidak akan mudah terinfeksi virus penyakit. Kemudian Hindari juga merokok dan asap rokok (perokok pasif) karena merokok bisa menyebabkan hidung iritasi dan mempermudah kuman masuk. Selain itu usahakan hidung selalu lembab meskipun udara sedang panas terik atau dingin karena hidung yang kering lebih rentan terkena infeksi. Hindari juga efek buruk dari polusi udara dengan mengenakan masker. Jika anda mempunyai alergi, kelola alergi anda sebaik-baiknya sehingga tidak berkepanjangan, hindari juga faktor penyebab alergi anda. Bersihkan juga ruang tempat tinggal dari debu serta partikel kecil lainnya yang dapat memicu berkembangnya virus penyakit dan tips pencegahan sinusitis yang terakhir Istirahat yang cukup.
 07 Jun 2014    13:00 WIB
Penggunaan Obat Alergi (Antihistamin) Untuk Mengobati Insomnia
Antihistamin dapat menyebabkan rasa kantuk, dan dapat menyebabkan Anda tertidur untuk beberapa hari, tetapi penggunaan antihistamin secara rutin tidaklah direkomendasikan. Antihistamin dapat memicu munculnya rasa ngantuk dengan bekerja melawan histamin, suatu bahan kimia yang diproduksi oleh sistem syaraf pusat. Faktanya,penggunaan antihistamin ini dapat menyebabkan terlalu banyak tidur. Produk ini dimaksudkan untuk digunakan selama dua atau tiga hari saja. Tetapi saat stress, dalam perjalanan atau kesulitan tidur dapat membuat Anda tetap terjaga. Toleransi terhadap efek sedasi pada obat antihistamin dapat berlangsung dengan cepat, sehingga semakin lama Anda mengkonsumsi obat antihistamin ini, semakin kurang efek tidur yang akan dihasilkannya. Efek samping yang mungkin muncul karena penggunaan antihistamin adalah rasa kantuk sepanjang hari, mulut kering, pusing dan masalah daya ingat. Juga yang harus diingat, diphenhidramin dan doxylamine yang merupakan jenis antihistamin sedasi yang paling banyak digunakan dalam pengobatan insomnia, tidak direkomendasikan untuk mereka yang menderita glaukoma sudut tertutup, asma, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit hati kronis atau retensi urin karena dapat memperlemah kemampuan berkemih atau kesulitan untuk memulai berkemih. Kebanyakan obat tidur tidak direkomendasikan untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Jika Anda memang mengalami masalah insomnia kronis, jangan bergantung dengan antihistamin atau obat yang membantu Anda untuk tidur. Mulailah dengan perubahan gaya hidup, misalnya: Memgikuti jadwal tidur dengan teratur Menghindari konsumsi kafein dan menghindari tidur siang Lakukan aktivitas siang dengan aktif Mengatasi stress Jika Anda tetap mengalami kesulitan tidur setelah menjalankan gaya hidup diatas, konsultasikan dengan dokter Anda. sebagai tambahan dari perubahan gaya hidup yang Anda lakukan, dokter Anda mungkin akan merekomendasikan cara untuk menciptakan lingkungan yang mendukung Anda cepat tidur atau mengajarkan terapi perilaku yang akan membantu Anda mempelajari cara baru untuk tidur. Pada kasus tertentu penggunaan resep obat mungkin dapat membantu.   Sumber: mayoclinic