Your browser does not support JavaScript!
 10 Oct 2018    11:00 WIB
Apakah Anda Mengalami Gangguan Cemas?
Merasa cemas atau gugup adalah sesuatu yang normal. Beberapa kejadian dapat menimbulkan rasa gugup atau takut. Kegugupan atau ketakutan yang paling sering terjadi biasanya disebabkan karena kekhawatiran akan masa depan, apakah Anda mendapat promosi di pekerjaan? Apakah Anda membesarkan anak dengan benar? Apakah bisnis Anda berjalan dengan baik? Hal-hal demikian sering membuat Anda takut dan gugup, dan hal tersebut sangat normal terjadi. Tetapi rasa cemas, takut, gugup yang tampaknya normal itu sering menjadi penyebab stress sehari-hari. Bahkan di Amerika sebanyak 18% populasi penduduknya mengalami gangguan cemas. Beberapa orang mempunyai kemampuan untuk menenangkan diri saat menghadapi berbagai masalah, sementara yang lain menghadapi rasa stress melalui episode kecemasan. Kecemasan dapat menjadi sulit untuk dideskripsikan. Kecemasan dapat digambarkan seperti berdiri diatas gedung yang akan runtuh tanpa ada apapun yang melindungi diri Anda kecuali sebuah payung. Atau bisa juga digambarkan seperti Anda sedang memegang benda yang berputar dengan sangat cepat tanpa bisa melakukan apapun untuk memperlambatnya. Kunci untuk membedakan apakah rasa cemas itu normal atau berlebihan adalah dari frekuensi, durasi dan intensitas dari rasa cemas dibandingkan dengan peristiwa yang menyebabkan rasa cemas tersebut. Berbagai tipe kecemasan dihubungkan dengan jenis penyebabnya adalah:•  Gangguan panik, tipe kecemasan ini digambarkan seperti serangan panik atau serangan ketakutan yang intens atau teror yang berkembang dengan cepat dan tak terduga.•  Fobia sosial atau ketakutan dipermalukan di hadapan publik•  Kelainan obsesif kompulsif, adalah tipe gangguan cemas dimana orang tersebut melakukan sesuatu secara berulang-ulang diluar keinginan mereka. •  Gangguan cemas karena perpisahan, hal ini timbul saat berada jauh dari rumah atau jauh dari orang yang disayangi•  Anoreksia nervosa adalah ketakutan akan peningkatan berat badan•  Gangguan somatisasi adalah banyaknya keluhan yang timbul mengenai masalah fisik padahal tidak ada bukti yang membenarkan adanya suatu penyakit.•  Hipokondrosiasis yaitu ketakutan akan mengalami penyakit yang serius•  Gangguan stress paska trauma adalah rasa cemas karena kejadian trauma seperti kematian seseorang yang dicintai, peperangan atau menjadi korban kejahatanSumber: healthline
 12 Sep 2018    11:00 WIB
Kelainan Jiwa Pada Anak, Bagaimana Cara Mengenalinya ?
Bukan hanya orang dewasa yang dapat mengalami kelainan pada kepribadian maupun jiwanya, anak-anak pun dapat mengalaminya. Akan tetapi, kelainan jiwa pada anak seringkali terlambat dikenali sampai anak tumbuh dewasa. Akibatnya, pengobatan yang seharusnya dapat segera diberikan untuk memperbaiki kelainan ini tidak dapat diberikan. Tidak terdeteksinya kelainan jiwa pada masa kanak-kanak seringkali disebabkan oleh ketidaktahuan orang tua mengenai gejala kelainan jiwa yang dapat terjadi pada anak. Sulitnya membedakan perilaku anak-anak pada umumnya dengan perilaku anak dengan kelainan jiwa membuat diagnosa dini menjadi semakin sulit.   Berbagai Jenis Kelainan Jiwa Pada Anak 1.      Gangguan Cemas Yang termasuk gangguan cemas adalah gangguan obsesif kompulsif, sindrom stress paska trauma, fobia sosial, dan gangguan kecemasan menyeluruh. Pada kelainan ini, anak biasanya selalu merasa cemas setiap waktu, yang  bahkan dapat mengganggu aktivitasnya sehari-hari.   2.      ADHD Merupakan suatu kelainan di mana anak tidak dapat atau kesulitan memusatkan perhatiannya, memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif.   3.      Autisme Autisme merupakan salah satu gangguan perkembangan berat pada anak yang biasa terjadi pada usia dini, di bawah usia 3 tahun. Kelainan ini menyebabkan anak sulit berkomunikasi dengan orang lain dan sulit berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.   4.      Gangguan Makan Yang termasuk gangguan makan adalah anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan binge. Kelainan ini paling sering terjadi saat anak mengalami pubertas dan mulai memperhatikan bentuk tubuh, terutama berat badannya. Anak bahkan dapat mengabaikan semua hal lainnya dan hanya memperhatikan berat badannya saja.   5.      Gangguan Mood Yang termasuk kelainan ini adalah depresi dan gangguan bipolar (merasa sedih dan gembira secara bergantian). Anak biasanya selalu murung atau seringkali menunjukkan perubahan mood yang ekstrem.   6.      Skizofrenia Kelainan ini merupakan kelainan jiwa berat yang menyebabkan anak kehilangan kemampuan untuk membedakan antara imajinasi dan kenyataan.   Tanda Awal Kelainan Jiwa Pada Anak 1.      Mood Berubah-ubah Perhatikan bila anak terlihat sedih atau murung atau menarik diri dari lingkungan selama setidaknya dua minggu. Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah adanya perubahan mood yang berlebihan yang bahkan mengganggu kehidupan sosial anak di sekolah maupun di rumah.   2.      Rasa Takut yang Berlebihan Adanya rasa takut atau khawatir berlebihan tanpa alasan yang jelas, yang bahkan dapat disertai dengan peningkatan denyut jantung dan napas cepat dapat merupakan tanda awal adanya suatu masalah pada psikologis anak. Hal ini biasanya dapat mengganggu aktivitas anak sehari-hari.   3.      Perubahan Perilaku Adanya perubahan perilaku atau kepribadian yang ekstrim, termasuk perilaku yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain juga merupakan salah satu tanda kelainan jiwa pada anak.   4.      Sulit Konsentrasi Sulit berkonsentrasi atau memusatkan perhatiannya atau duduk diam selama berada di kelas atau rumah juga dapat merupakan tanda adanya suatu kelainan pada anak.   5.      Penurunan Berat Badan Tiba-tiba Penurunan nafsu makan secara tiba-tiba, sering muntah, dan penggunaan obat-obat pencahar dapat merupakan tanda awal anak menderita gangguan makan, baik anoreksia nervosa, bulimia nervosa, maupun binge.   6.      Perilaku Melukai Diri Sendiri Kelainan jiwa seringkali berujung pada pikiran atau keinginan atau perilaku melukai diri sendiri, bahkan bunuh diri.   7.      Penggunaan Zat-zat Terlarang Penggunaan obat-obat terlarang atau alkohol dapat merupakan salah satu cara anak untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.   Pengobatan yang Dapat Dilakukan Bila anda mendapati anak anda mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter anda. Dengan demikian, dokter dapat memberikan penanganan sedini mungkin. Pengobatan kelainan jiwa baik pada anak maupun dewasa biasanya dilakukan dengan mengkombinasikan psikoterapi dengan obat-obatan untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin.   1.      Psikoterapi Psikoterapi atau terapi perilaku atau konseling merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu anak mengatasi keadaannya. Pada psikoterapi, anak diharapkan dapat mengungkapkan perasaannya dan permasalahan yang ada. Dengan demikian, anak dapat mengetahui apa sebenarnya yang ia rasakan, apa permasalahan yang sebenarnya, dan bagaimana cara menghadapinya.   2.      Obat-obatan Anak anda mungkin diharuskan untuk mengkonsumsi beberapa jenis obat-obatan untuk membantu mengatasi perubahan mood ataupun rasa sedih yang berlebihan.
 16 Oct 2017    08:00 WIB
Gangguan Makan yang Sering Terjadi pada Remaja
Sudah sejak lama para ahli nutrisi menekankan pentingnya keseimbangan makanan sehari-hari. Sayangnya generasi muda saat ini tidak menyadari pentingnya keseimbangan makanan dan sering menyebabkan gangguan makanan. Terdapat banyak faktor yang memberikan kontribusi dalam hal ini dan selama periode tersebut, efek-efek dari gangguan makan mulai timbul. Banyak alasan yang menyebabkan gangguan makan, yang paling banyak disebabkan oleh lingkungan sekitar kita. Dengan berkembangnya sistem komunikasi dan media sosial, terbentuklah opini mengenai bentuk tubuh ideal dikalangan remaja. Mempunyai bentuk tubuh ideal menjadi harapan setiap remaja dan mereka rela melakukan apapun untuk mencapainya. Tidak memperhatikan apa yang dimakan atau bahkan terlalu memperhatikan makanan yang dimakan dapat memberikan efek yang sama-sama berbahaya, misalnya saja anorexia. Sebagai seorang orangtua, penangggung jawab, guru, atau apapun yang memiliki tanggung jawab memperhatikan remaja tersebut, akan sangat penting mengetahui fakta-fakta yang berhubungan denga gangguan makan pada remaja dan bagaimana cara menolong remaja yang memiliki gangguan makan. Jika keadaan sudah memburuk, mungkin diperlukan bantuan obat-obatan untuk mencegah komplikasi yang akan memperburuk kondisi remaja tersebut. Apakah gangguan makan itu?Segala sesuatu yang tidak berlebihan adalah tidak sehat dan hal tersebut juga berlaku untuk makanan. Kita semua tentu setuju jika makanan harus dalam jumlah pantas setiap harinya. Setiap makanan harus memiliki keseimbangan karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Saat kondisi ini tidak dipenuhi maka timbullah gangguan makanan. Gangguan makan dapat menyebabkan ketidakseimbangan tubuh sehingga tubuh gagal beradaptasi dan dapat meningkatkan berbagai penyakit, bahkan lebih buruk dapat mengancam jiwa. Saat ini penemuan tanda-tanda anorexia merupakan tipe gangguan makan yang paling sering terjadi. Apa penyebab gangguan makan?Saat ini penyebab terbesar gangguan makan pada remaja bahkan pada orang dewasa adalah:•    Tingkat kepercayaan diri yang rendah•    Terlalu memikirkan penampilan•    Keinginan untuk meniru tokoh idola•    Takut terhadap peningkatan berat badan•    Kekecewaan yang berlebihan•    Depresi Seperti yang kita lihat diatas, penyebab terbanyak dari gangguan makanan disebabkan oleh lingkungan. Penampilan yang baik sering dihubungkan dengan tubuh yang proporsional dan tanpa lemak. Untuk memperoleh bentuk tubuh yang ideal dan tanpa lemak tersebut inilah yang menyebabkan para remaja melewatkan makanannya dan terlalu memperhatikan apa yang mereka makan setiap saat.Apakah efek yang ditimbulkan dari gangguan makan? Setiap gangguan makan tentu akan menimbulkan permasalah pada tubuh. Setiap tahap perkembangan tubuh seseorang memerlukan keseimbangan nutrisi yang dihasilkan dari keseimbangan makanan. Bahkan pada tahap awal gangguan makan sudah dapat muncul efek terhadap tubuh, dan jika dibiarkan akan menimbulkan gangguan yang lebih serius. Tanda-tanda awaldari gangguan makan dapat berupa kelelahan, pusing, gangguan tingkah lalu, konstipasi, gangguan tidur, penurunan konsentrasi dan pada remaja putri dapat terjadi gangguan siklus menstruasi. Jika tanda-tanda tersebut tidak diatasi, dapat menyebabkan orang tersebut depresi, anemia, gigi tanggal, kerontokan rambut, penipisan otot, pengeroposan tulang dan tingkat pertumbuhan melambat. Hal ini dapat berbahaya dan mungkin menimbulkan akibat yang fatal.Sumber: boldsky
 12 Feb 2017    18:00 WIB
Makan Larut Malam, Indikasi Gangguan Jiwa?
Waspadai kebiasaan makan larut malam, karena orang yang suka  bangun larut malam untuk makan biasanya memiliki masalah kejiwaan, Hal tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan Perelman School of Medicine di The University of Pennsylvania Opini ini diperkuat lagi oleh penelitian yang dilakukan oleh Dr. Rebecka Peebles setelah melakukan survey dan tes terhadap 1.600 siswa. Tes ini didesain khusus untuk mengetahui kemungkinan adanya gangguan makan dan hubungannya dengan gangguan jiwa yang mungki n terjadi pada para sukarelawan."Kami pikir makan saat malam larut adalah sesuatu yang harus diperhatikan, meskipun hanya terjadi hanya di bawah 3 persen dari siswa yang mengalami gangguan makan berlebih,"kata Rebecka Peebles, dokter anak sekaligus peneliti dari Perelman School of Medicine di The University of Pennsylvania. Hal ini bertolak belakang dengan anoreksia yang membuat penderitanya tidak mau makan dan  sering membuat pelakunya mengalami kekurangan nutrisi. Justru pada sindrom makan malam, orang menjadikan memakan ibarat hobi. Mereka sulit melepaskan camilan saat malam mulai makin larut. Pada studi lain yang dilakukan tahun 2008, siswa yang diketahui memiliki sindrom ini  dapat menimbulkan perilaku depresi yang merugikan dirinya sendiri. Sementara studi terbaru ini makin menguatkan pendapat bahwa sindrom tersebut merupakan bentuk dari tidak kewajaran pasikologis seseorang.  Penderita sindrom makan malam sebaiknya segera mendapatkan bantuan terapi dari ahli kejiwaan.Sumber: geniusbeauty
 12 Jun 2016    15:00 WIB
Gangguan Makan: Anorexia Nervosa
Wikipedia mendeskripsikan anorexia sebagai sebuah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang. Kebanyakan orang yang mengidap anorexia nervosa menganggap diri mereka sendiri kelebihan berat badan walaupun sebenarnya mereka tidak kelebihan berat badan. Pada akhirnya mereka akan melaparkan diri dan terosesi untuk mewujudkan bentuk tubuh yang ideal menurut mereka. Satu halyang harus diingat adalah anorexia nervosa bukan hanya masalah gangguan makan tetapi berhubungan dengan gangguan psikiatri atau gangguan kejiwaan yang mempengaruhi mereka bertindak demikian. Anorexia nervosa juga dapat menyebabkan beragam komplikasi yang dapat menyebabkan kematian karena henti jantung atau ketidakseimbangan elektrolit dan cairan, bahkan menyebabkan keinginan bunuh diri. Melihat komplikasi serius yang mungkin terjadi, penting untuk kita mengenali gejala awal timbulnya anorexia nervosa agar dapat melakukan pencegahan atau mendapatkan pengobatan yang tepat. Berikut merupakan gejala anorexia nervosa yang harus diperhatikan:Tanda dan gejala anorexia nervosa:•    Menolak untuk makan•    Melewatkan jam makan terus menerus•    Hanya memakan makanan yang "aman", kebanyakan merupakan makanan yang rendah kalori•    Ritual makan yang kaku, hanya memotong makanan kecil-kecil atau meludahkan makanan setelah dikunyah•    Menimbang berat badan terus menerus•    Menyebut diri sendiri gemuk walaupun pada kenyataannya tidak•    Terlalu memikirkan bentuk tubuh•    Berkaca terus menerus bahkan sampai terobsesi. Hidup dengan anorexia nervosa sangat menyulitkan, tetapi dengan menerima kenyataan dan berusaha untuk mengobati akan membantu meringankan masalah anorexia nervosa dan menjauhkan stress dan tekanan yang mereka letakkan pada diri sendiri.Sumber: healthmeup  
 06 Jan 2016    21:00 WIB
Selalu Ingin Bertambah Kurus??? Hati-hati Anoreksia!!
Anoreksia nervosa merupakan gangguan makan yang membuat penderitanya sangat terobsesi untuk menjadi kurus. Gangguan makan ini memang lebih sering ditemukan pada wanita, tetapi juga dapat terjadi pada pria, walaupun agak jarang. Bagaimana cara mengetahui apakah Anda atau seseorang menderita anoreksia? Di bawah ini Anda dapat melihat kriteria anoreksia nervosa berdasarkan the Diagnostic and Statistical Manual of Disorders (DSM-IV), seperti: Berat badannya kurang bila dibandingkan dengan berat badan seseorang pada usia dan tinggi badannya Sangat takut akan peningkatan berat badan atau pun menjadi gemuk, walaupun berat badan mereka sebenarnya sudah kurang Terus memikirkan ukuran dan bentuk tubuhnya Sangat terpengaruh (secara tidak wajar) pada bentuk atau berat badannya saat menilai dirinya sendiri Tidak mendapat menstruasi selama 3 bulan berturut-turut (wanita) Pada anoreksia nervosa, penderita tidak hanya mengalami gangguan fisik, tetapi juga gangguan psikologis, sehingga penanganannya pun sedikit berbeda. Diperlukan kerja sama dari beberapa tenaga kesehatan untuk mengatasi gangguan fisik dan emosional yang dialami oleh penderita. Walaupun tampaknya tidak terlalu berbahaya, akan tetapi anoreksia nervosa juga dapat menyebabkan kematian, bahkan yang paling tinggi di antara berbagai gangguan psikologis lainnya, yaitu antara 5-15%.   Baca juga: Pria Juga Bisa Mengalami Anoreksia Lho!!!   Penyebab dan Pemicu Anoreksia Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya anoreksia nervosa seperti: Riwayat keluarga Kepribadian seseorang, misalnya perfeksionis dan tidak percaya diri Faktor lingkungan Selain itu, berbagai tayangan televisi yang terus menyatakan bahwa wanita langsing adalah wanita yang cantik membuat banyak wanita, termasuk anak-anak mempercayai bahwa bila mereka tidak langsing maka mereka tidak cantik. Berdasarkan pada sebuah penelitian yang dilakukan di Singapura, terdapat beberapa hal lain yang juga dapat memicu terjadinya anoreksia seperti sering diejek karena berat badannya atau karena stress dengan masalah di tempat kerja atau pun sekolah. Para peneliti juga menemukan bahwa rata-rata penderita anoreksia mulai menunjukkan gejala-gejala anoreksia saat mereka berusia 15.5 tahun, di mana sekitar 25.4% di antaranya juga menderita depresi. Pengobatan sedini mungkin telah terbukti cukup efektif untuk mengatasi anoreksia, di mana penderita dapat sembuh dan menjaga berat badannya tetap dalam batas normal. Bila tidak diobati, maka anoreksia dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan seperti osteoporosis, gangguan jantung, gangguan hati, dan gangguan ginjal. Selain itu, anoreksia juga dapat menyebabkan perubahan pada otak, yang dapat mempengaruhi prestasi belajar di sekolah atau pun di tempat kerja. Penderita dianjurkan untuk dirawat di rumah sakit bila mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu: Mengalami malnutrisi berat Denyut jantung lambat Tekanan darah rendah Jika seluruh pengobatan rawat jalan gagal   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange