Your browser does not support JavaScript!
 03 Nov 2020    19:00 WIB
Anoreksia, Apa Penyebab dan Gejalanya?
Anoreksia adalah kelainan makan yang ditandai dengan berat badan rendah yang tidak normal, rasa takut yang intens akan kehilangan berat badan, dan persepsi berat yang terdistorsi. Orang dengan anoreksia menjunjung tinggi pengendalian berat dan tubuh mereka, sehingga dapat menggunakan upaya ekstrim yang cenderung mengganggu kehidupan. Penderita anoreksia biasanya sangat membatasi jumlah makanan yang mereka makan. Mereka dapat mengontrol asupan kalori dengan muntah setelah makan atau dengan menyalahgunakan obat pencahar. Tidak peduli berapa banyak berat badan yang sudah hilang, penderita anoreksia tetap takut akan kenaikan berat badan. Gejala fisik anoreksia - Penurunan berat badan yang ekstrim atau tidak membuat kenaikan berat badan sesuai perkembangan yang diharapkan - Sering merasa kelelahan, susah tidur dan pusing - Sembelit, sakit perut, hingga tidak adanya menstruasi Tanda dan gejala mungkin agak sulit diketahui karena standarisasi berat badan rendah berbeda-beda setiap orangnya. Penyebab anoreksia Penyebab pasti dari anoresksia belum diketahui. Namun seperti banyak penyakit, anoreksia bisa karena faktor biologis, psikologis dan lingkungan. Beberapa penderita anoreksia memiliki ciri-ciri kepribadian obsesif-kompulsif sehingga membuatnya lebih mudah untuk tetap berpegang pada diet ketat dan melupakan makanan meski sedang lapar. Mereka memiliki dorongan ekstrim untuk menjadi sempurna menurut pikirannya dalam hal ini adalah persoalan berat badan. Perlukah berobat ke dokter? Sayangnya, banyak penderita anoreksia tidak menginginkan pengobatan, setidaknya pada awalnya. Keinginan mereka untuk tetap kurus mengalahkan kekhawatiran tentang kesehatan. Jika Anda memiliki orang tercinta yang Anda khawatirkan, dorong dia untuk berbicara pada dokter. Sumber: mayoclinic
 16 Jan 2020    16:00 WIB
Selalu Ingin Bertambah Kurus??? Hati-hati Anoreksia!!
Anoreksia nervosa merupakan gangguan makan yang membuat penderitanya sangat terobsesi untuk menjadi kurus. Gangguan makan ini memang lebih sering ditemukan pada wanita, tetapi juga dapat terjadi pada pria, walaupun agak jarang. Bagaimana cara mengetahui apakah Anda atau seseorang menderita anoreksia? Di bawah ini Anda dapat melihat kriteria anoreksia nervosa berdasarkan the Diagnostic and Statistical Manual of Disorders (DSM-IV), seperti: Berat badannya kurang bila dibandingkan dengan berat badan seseorang pada usia dan tinggi badannya Sangat takut akan peningkatan berat badan atau pun menjadi gemuk, walaupun berat badan mereka sebenarnya sudah kurang Terus memikirkan ukuran dan bentuk tubuhnya Sangat terpengaruh (secara tidak wajar) pada bentuk atau berat badannya saat menilai dirinya sendiri Tidak mendapat menstruasi selama 3 bulan berturut-turut (wanita) Pada anoreksia nervosa, penderita tidak hanya mengalami gangguan fisik, tetapi juga gangguan psikologis, sehingga penanganannya pun sedikit berbeda. Diperlukan kerja sama dari beberapa tenaga kesehatan untuk mengatasi gangguan fisik dan emosional yang dialami oleh penderita. Walaupun tampaknya tidak terlalu berbahaya, akan tetapi anoreksia nervosa juga dapat menyebabkan kematian, bahkan yang paling tinggi di antara berbagai gangguan psikologis lainnya, yaitu antara 5-15%.   Baca juga: Pria Juga Bisa Mengalami Anoreksia Lho!!!   Penyebab dan Pemicu Anoreksia Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya anoreksia nervosa seperti: Riwayat keluarga Kepribadian seseorang, misalnya perfeksionis dan tidak percaya diri Faktor lingkungan Selain itu, berbagai tayangan televisi yang terus menyatakan bahwa wanita langsing adalah wanita yang cantik membuat banyak wanita, termasuk anak-anak mempercayai bahwa bila mereka tidak langsing maka mereka tidak cantik. Berdasarkan pada sebuah penelitian yang dilakukan di Singapura, terdapat beberapa hal lain yang juga dapat memicu terjadinya anoreksia seperti sering diejek karena berat badannya atau karena stress dengan masalah di tempat kerja atau pun sekolah. Para peneliti juga menemukan bahwa rata-rata penderita anoreksia mulai menunjukkan gejala-gejala anoreksia saat mereka berusia 15.5 tahun, di mana sekitar 25.4% di antaranya juga menderita depresi. Pengobatan sedini mungkin telah terbukti cukup efektif untuk mengatasi anoreksia, di mana penderita dapat sembuh dan menjaga berat badannya tetap dalam batas normal. Bila tidak diobati, maka anoreksia dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan seperti osteoporosis, gangguan jantung, gangguan hati, dan gangguan ginjal. Selain itu, anoreksia juga dapat menyebabkan perubahan pada otak, yang dapat mempengaruhi prestasi belajar di sekolah atau pun di tempat kerja. Penderita dianjurkan untuk dirawat di rumah sakit bila mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu: Mengalami malnutrisi berat Denyut jantung lambat Tekanan darah rendah Jika seluruh pengobatan rawat jalan gagal   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 01 Jun 2019    11:00 WIB
Fakta Para Pengidap Anoreksia
Apa itu Anoreksia? Anoreksia adalah penyakit kronis ketiga paling umum yang terjadi pada remaja. Pada masa puber di saat inilah seorang remaja pada umumnya mulai menetapkan standar tubuh ideal mereka sendiri, biasanya langsing dan cenderung kurus. Anoreksia adalah gangguan makan dimana seseorang memiliki rasa takut yang berlebih akan kenaikan berat badan. Hal ini bukan sekedar masalah dengan makanan, karena cenderung membuat seseorang berpikir atau membatasi makanan yang akan dikonsumsi meskipun badan mereka sudah kurus. Anoreksia adalah suatu cara membiarkan diri yang dianggap untuk mengendalikan hidup dan untuk meredakan ketegangan, kemarahan dan kecemasan. Anoreksia dapat mempengaruhi semua orang tanpa memandang usia, jenis kelamin atau latar belakang etnis. Fakta tentang Anoreksia: Anoreksia adalah gangguan makan yang dihubungkan dengan penyakit mental karena seseorang yang mengidap anoreksia sering melakukan kebiasaan pola makan yang buruk  bahkan tidak biasa hanya untuk mengubah penampilan mereka. Hal ini dapat disebabkan oleh genetik atau masalah psikologis, masalah keluarga atau masalah sosial. Anoreksia telah dinilai 12 kali lipat lebih tinggi sebagai penyebab kematian dibanding penyebab lain pada perempuan berusia 15 hingga 24 tahun. Pola hidup yang tidak sehat dalam mengendalikan berat badan seperti merokok, tidak makan, puasa dan muntah atau mengambil obat pencahar telah ditemukan pada lebih dari 50 persen anak perempuan remaja dan sekitar 33 persen pada anak laki-laki remaja. Hampir 69 persen anak perempuan berusia 10 sampai 18 tahun mengkonfirmasi bahwa mereka terinspirasi oleh foto-foto model dan selebriti di majalah dan menginginkan untuk mencapai bentuk tubuh seperti itu. Beberapa tanda fisik anoreksia yaitu rambut yang menipis, kulit kering bersisik dan pecah-pecah atau kuku yang mudah patah. Anoreksia dapat menganggu kestabilan kerja sistem tubuh sehingga menyebabkan anemia, menurunkan tekanan darah, organ yang menyusut dan metabolisme yang lambat. Anoreksia juga dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis dan denyut jantung tidak teratur. Gangguan Makan juga telah dikaitkan dengan penyakit seperti tumor dan lesi di otak. Seseorang dengan anoreksia mungkin mengalami penurunan denyut jantung 60-100 denyut per menit lebih rendah dari 60 denyut per menit. Penanganan untuk penderita Anoreksia Apabila Anda mengetahui seorang penderita Anoreksia, pertama-tama berilah dorongan semangat kepada mereka untuk mengatur pola makan dengan benar dan beritahu akan bahaya Anoreksia. Namun apabila usaha Anda belum berhasil juga, Anda bisa membawa orang tersebut ke dokter. Untuk membantu penderita Anoreksia melawan penyakitnya. Sumber : medindia
 21 Feb 2019    11:00 WIB
Ciri-Ciri Orang Mengalami Gangguan Makan (Anoreksia Dan Bulimia)
Salah satu hal yang mempengaruhi berat badan seseorang adalah gangguan makan. Gangguan makan yang paling sering terjadi adalah Anoreksia nervosa dan Bulimia nervosa. Seseorang yang mengalami anoreksia nervosa takut bahwa mereka nantinya memiliki berat badan yang berlebihan dan memiliki pandangan yang menyimpang mengenai ukuran tubuh mereka Sehingga sulit bagi mereka untuk mempertahankan berat badan yang normal. Mereka yang menderita anoreksia membuat dirinya kelaparan, makan dalam jumlah kecil makanan, dan melakukan olahraga yang berlebihan. Makan lebih sedikit dan diet menjadi obsesi mereka. Keadaan ini merupakan gangguan psikologis yang memiliki efek buruk pada kesehatan umum seseorang. Beberapa orang yang mengalami anoreksia melakukan pesta makan dan kemudian mereka mencoba untuk memuntahkan makanan atau menggunakan obat pencahar untuk mengurangi kalori yang masuk dalam tubuh mereka. Bulimia mirip dengan anoreksia. Namun seseorang yang mengalami bulimia nervosa biasanya akan makan dalam jumlah berlebihan, kemudian merasa bersalah dan berusaha memuntahkan keluar makanan tersebut dan melakukan olahraga yang berlebihan untuk mencegah kenaikan berat badan. Bulimia memiliki dampak berbahaya baik secara fisik dan psikologis, karena bulimia menyebabkan gangguan perilaku kompulsif. Beberapa orang yang mengalami bulimia biasanya makan junk food secara berlebihan. Mereka sering makan makanan mentah bahkan sampai mengambil makanan dari tempat sampah karena mereka tidak bisa berhenti makan. Setelah makan berlebihan mereka memaksa diri untuk muntah atau melakukan olahraga berlebihan. Sumber: stylecraze