Your browser does not support JavaScript!
 31 May 2018    18:00 WIB
Anak Sering Kurang Tidur? Tingkatkan Resiko Obesitas Saat Dewasa!
Kurang tidur tidak hanya dapat mengganggu prestasi sekolah anak Anda, tetapi juga dapat meningkatkan resiko obesitas saat mereka dewasa nanti. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar lebih dari 10.000 orang Amerika, yang berusia antara 16-21 tahun, di mana sekitar seperlimanya hanya memiliki waktu tidur kurang dari 6 jam setiap malamnya saat mereka berusia 16 tahun.   Para peneliti kemudian menemukan bahwa para peserta penelitian ini memiliki resiko mengalami obesitas yang lebih tinggi (sekitar 20% lebih tinggi) saat mereka berusia 21 tahun dibandingkan dengan orang lain yang memiliki waktu tidur lebih dari 8 jam setiap malamnya saat mereka berusia 16 tahun.   Walaupun kurang olahraga dan menghabiskan terlalu banyak waktu menonton televisi juga merupakan salah satu faktor resiko terjadinya obesitas, akan tetapi para peneliti menemukan bahwa keduanya tampaknya tidak turut berperan dalam hubungan antara kurang tidur dan obesitas.   Saat Anda telah menjadi orang dewasa dan mengalami obesitas, maka akan lebih sulit bagi Anda untuk menurunkan berat badan dan menjaga berat badan Anda tetap ideal. Sedangkan, semakin lama Anda mengalami obesitas, maka semakin besar resiko Anda mengalami berbagai gangguan kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker.   Tidur yang cukup tidak hanya membuat anak Anda dapat berkonsentrasi dan belajar dengan lebih baik di sekolah, tetapi juga membantu mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat. Menurut CDC, seorang remaja sebaiknya memiliki waktu tidur sebanyak 9-10 jam setiap malamnya.   Rasa kantuk dan lelah di siang hari telah banyak diketahui berhubungan dengan apa dan bagaimana pola makan seseorang. Kurang tidur dapat membuat Anda ingin mengkonsumsi suatu makanan tertentu (kurang tidur menyebabkan seseorang lebih ingin mengkonsumsi makanan tinggi lemak) dan mengubah nafsu makan Anda (meningkat).     Sumber: newsmaxhealth
 03 May 2018    13:00 WIB
Cara Mengatasi Demam Pada Anak
Penyakit yang  paling sering dialami anak-anak adalah demam. Demam bisa terjadi dengan sangat tiba-tiba, namun juga bisa dengan cepat menghilang.   Apa sebenarnya demam dan apa yang sedang terjadi dalam tubuh ketika demam?  Anak dikatakan demam di atas 37,2º C. Demam bukanlah  reaksi  infeksi.   Gejala pada demam anak Anak-anak  demam  menghasilkan lebih banyak dan mencoba mempertahankan suhu tingginya agar metabolisme berlangsung Suhu tubuh yang tinggi itu juga menghambat perkembangan kuman dan bakteri. Ketika demam, tubuh akan mendinginkan diri dengan melebarkan pembuluh darah sehingga panas dapat keluar melalui kulit (keringat). Hal ini membuat anak menggigil.   Gejala lain yang biasanya menyertai demam antara lain:  Menggigil dan gigi gemeretuk (jika demam tinggi)  Nyeri otot dan sendi  Berkeringat (ketika suhu menurun)  Denyut jantung meningkat  Mengantuk dan lemah  Nafsu makan berkurang   Pengobatan untuk demam pada anak Bila anak Anda kelihatan  mungkin tidak memerlukan pengobatan. Jika anak Anda tidak sehat, Lakukan hal-hal berikut untuk pertolongan pertama: 1. Periksa suhu anak. Lakukan lewat dubur  jam dan periksa suhunya lagi. 4. Jika belum mulai turun, berikan ibuprofen juga. 5. Asetaminofen dapat diberikan setiap 4 jam, ibuprofen diberikan setiap 6 - 8 jam. 6. Pastikan anak  terhidrasi dengan  sebelum   Beberapa saran  perawatan: Usahakan anak  untuk    Biarkan anak banyak  memulihkan diri. Kenakan baju tipis  panasnya 7. Bawa ke dokter bila:   Anak Anda berusia kurang dari tiga bulan Suhu anak meningkat sampai 40º C Demam  lebih dari tiga hari Anak menunjukkan gejala seperti: ruam  kulit, sesak nafas, kejang-kejang, kram, diare, muntah, dll  
 23 Apr 2018    12:30 WIB
Berikut Ini Hal Yang Anda Tidak Tahu Mengenai Bayi Anda
Hai para ibu, sekarang ini pasti Anda sedang merasa sangat bahagia karena mengurus bayi yang begitu lucu. Hal pertama yang terpikirkan saat melihat bayi adalah lucu, kemudian mungil dan hal-hal lain yang membuat semua orang jatuh cinta dan ingin terus memeluk bayi. Selain hal-hal tersebut ternyata ada beberapa hal mengenai bayi yang mungkin Anda tidak ketahui.   Berikut Hal Yang Unik Mengenai Bayi: 1.      Kotoran pertama mereka tidak berbau busuk Kotoran bayi yaitu mekonium berwarna hitam seperti tar terdiri dari lendir, cairan dari rahim, dan hal lain yang dicerna saat berada di dalam rahim ibu. Ternyata dalam kotoran tersebut belum ada bakteri usus yang membuat bau busuk. Begitu Anda mulai menyusui bayi, bakteri akan mulai "menjajah" usus mereka. Setelah satu atau dua hari, gerakan usus membuat kotoran menjadi hijau, kuning, atau coklat - dengan bau yang tidak asing itu. 2.      Terkadang bayi berhenti bernapas Kemungkinan saat mereka tidur, mereka mungkin berhenti sejenak tanpa nafas selama 5 sampai 10 detik - cukup waktu untuk membuat kepanikan ibu atau ayah baru. Pernapasan yang tidak teratur adalah normal. (Tetapi jika bayi Anda berhenti bernapas untuk waktu yang lebih lama atau berubah menjadi biru, ini adalah keadaan darurat medis.) Saat bayi senang atau setelah menangis, mereka mungkin membutuhkan lebih dari 60 napas dalam satu menit. 3.      Amandel mereka memiliki rasa Meskipun bayi memiliki jumlah sensor rasa yang sama dengan anak-anak dan orang dewasa muda, pada saat masih bayi mencakup lebih banyak area, termasuk amandel dan bagian belakang tenggorokan. Bayi yang baru lahir bisa merasa manis, pahit, dan asam, tapi tidak asin (sampai sekitar usia 5 bulan). Ini masalah bertahan hidup: ASI itu manis, karena pahit dan asam bisa berbahaya. Ketika mereka mulai makanan padat, mereka cenderung menyukai hal yang sama seperti yang ibu makan saat hamil dan menyusui. 4.      Mereka menangis tanpa air mata, pada awalnya. Bayi mulai menangis sekitar usia 2-3 minggu, tapi air mata tidak muncul sampai berumur sekitar satu bulan. "Puncak menangis" sekitar 46 minggu setelah kehamilan, atau usia 6-8 minggu dan anak memerlukan perhatian Anda penuh. Setelah 3 bulan, "badai" biasanya akan berlalu. 5.      Bayi yang baru lahir memiliki payudara Saat mereka pertama kali lahir, anak laki-laki dan perempuan bisa terlihat seperti memiliki payudara kecil dan bahkan bisa keluar susu. Jangan memencet benjolan kecil tersebut, kondisi ini terjadi karena bayi menyerap estrogen dari ibu, dan biasanya akan hilang dalam beberapa minggu. Pada beberapa anak perempuan juga bisa memiliki menstruasi yang berlangsung beberapa hari 6.      Mereka memiliki lebih banyak sel otak tertentu Meski otak bayi akan bertambah besar, lebih dari dua kali lipat ukurannya pada tahun pertama - otaknya sudah memiliki sebagian besar sel otak yang membawa pesan listrik. Banyak sel otak ini tidak akan diganti saat "sel otak" mati, jadi saat mereka dewasa memiliki lebih sedikit sel otak tersebut. Hubungan antara sel bisa "dipangkas" saat bayi bertambah tua, yang membantu mereka fokus tapi juga mengurangi kreativitas. 7.      Bayi laki-laki mengalami ereksi. Sering terjadi sebelum mereka kencing. Penisnya mungkin terlihat besar saat lahir, dan itu adalah hal yang normal. Hormon dan peran ibunya berperan. 8.      Memiliki refleks moro Refleks moro biasanya muncul ketika bayi terkejut. Saat bayi Anda terkejut misalnya karena suara yang berisik atau gerakan yang terjadi secara tiba-tiba, bayi akan mengeluarkan refleks moro. Bayi akan melakukan gerakan dengan memanjangkan lengan dan menekuk kakinya. Refleks ini muncul sejak lahir dan bertahan hingga usia 4-6 bulan. 9.      Beberapa tanda lahir akan hilang Pada saat lahir terkadang bayi akan memiliki beberapa tanda lahir, namun bisa jadi akan memudah setelah beberapa minggu sampai beberapa tahun.   Baca juga: Ikan Tuna Mengandung Nutrisi Penting, Tapi Apakah Aman Bila Dijadikan MPASI Untuk Bayi   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: webmd
 23 Apr 2018    08:00 WIB
Belajar Dan Bermain Untuk Bayi 4-7 Bulan
Pada usia 4 bulan, bayi Anda telah belajar mengenal Anda ,yang merawat mereka, fokus dan memperhatikan hal-hal, dan secara aktif menarik perhatian Anda. Bayi Anda akan belajar untuk duduk selama masa ini, dan dalam beberapa bulan ke depan akan mulai mengeksplorasi dengan menjangkau benda-benda, menggenggam dan memeriksanya. Terus menumbuhkan proses belajar dengan melibatkan, merespons, dan memberi semangat saat anak Anda berkembang. Berikan kesempatan untuk berlatih dan membangun apa yang dipelajari anak kecil Anda dengan mainan yang sesuai dengan usia dan lingkungan yang aman untuk dijelajahi. Anak Anda akan tertarik pada warna, pola, bentuk benda dan mainan yang berbeda. Dengan menjangkau sesuatu, bayi belajar tentang sentuhan, bentuk, dan tekstur. Bayi Anda belajar banyak tentang bahasa dan akan mulai membedakan antara suara yang berbeda, meskipun dia tidak mengerti apa arti kata-kata itu. Pada akhir periode ini, bayi mengenali dan menanggapi nama mereka sendiri. Bayi Anda juga akan belajar bagaimana menggunakan suaranya, suara menggumam mungkin dicampur dengan beberapa kata sederhana (seperti "ba" dan "da") dan berkembang menjadi "bababababa," "dadadadada," atau "mamamama. " Bicaralah dengan bayi Anda dan tanggapi suara yang dia buat, hal ini akan membantu mengajarkan aspek sosial bahasa dan percakapan.   Mendorong Bayi Belajar Buat tempat yang aman untuk bereksplorasi (dengan pengawasan), karena pada akhir bulan ke 7, bayi Anda akan berguling, duduk, dan meraih semuanya. Buat bayi Anda bersenang-senang dengan memberikan mainan yang sesuai dengan usianya dalam berbagai bentuk, ukuran, warna, dan tekstur. Benda sehari-hari, seperti sendok kayu, wadah plastik, dan gelas juga merangsang kreativitas dan keingintahuan. Ini bukan mainan yang penting, tapi bisa membantu bayi Anda belajar. Saat bayi Anda mengoceh dan mengeksplorasi bagaimana menggunakan suaranya, tetaplah merespons. Perkuat suara dengan mengulanginya, perkenalkan suara baru dan kata-kata sederhana, lalu perhatikan saat bayi Anda mencoba meniru Anda.   Memperkenalkan Buku Jika belum memilikinya, perkenalkan buku sekarang juga. Saat Anda membaca untuk bayi Anda, ucapkan nama benda, manusia, dan hewan yang Anda tunjuk pada mereka, dan buat suara binatang dan benda-benda di buku ini. Pilihlah buku bayi dengan gambar, wajah sederhana dan gambar dengan tekstur yang banyak, Carilah buku yang tidak akan robek dan bisa menahan sedikit air liur dan kunyah bayi.   Cara lain untuk Mendorong Proses Pembelajaran: Letakkan mainan favorit atau bola lembut di depan bayi untuk mencapainya. Sembunyikan mainan - tapi jangan sembunyikan dengan baik - dan dorong bayi Anda untuk menemukannya. Mainkan "ciluk ba" Berikan mainan yang bergerak atau membuat suara saat bayi Anda bermain dengan mereka, seperti alat musik bayi. Nyanyikan lagu anak-anak Ingat jangan pernah membandingkan proses perkembangan anak Anda dengan anaka yang lain, namun bila Anda merasa khawatir dengan perkembangannya maka segera konsultasikan ke dokter spesialis anak Anda.   Baca juga: Penyebab Biang Keringat Pada Bayi dan Cara Mengatasinya   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: kidshealth
 09 Apr 2018    11:00 WIB
Sadar Gizi Sejak Dini! Ini Cara Ajari Anak Makanan Yang Mengandung Nutrisi Baik Dan Buruk
Mendidik anak tentang gizi penting karena anak yang sehat akan tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat. Nutrisi yang baik untuk anak berfokus pada diet sehat ditambah dengan aktivitas fisik. Agar anak Anak lebih memiliki keinginan untuk makan makanan yang sehat maka ada baiknya Anda mengajari sejak dii makanan apa saja yang baik untuk mereka.   Berikut Anjuran Yang Dapat Anda Ikuti:  Mendorong Untuk Makan Makanan Yang Sehat Mengonsumsi berbagai makanan padat nutrisi sangat penting untuk kesehatan anak. Anak-anak dengan gizi buruk lebih cenderung memiliki masalah pertumbuhan dan perkembangan, sulit berkonsentrasi dan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Ajari anak-anak bahwa piring berisi makanan warna-warni itu sehat. Pigmen berwarna pada buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian mengandung fitokimia dan antioksidan berharga yang mendukung kesehatan dan mencegah penyakit. Anak-anak yang makan makanan sehat maka kemungkinan untuk makan makanan ringan dan minuman yang tidak sehat lebih sedikit. Makanan yang direkomendasikan seperti ikan, telur, kacang-kacangan, susu, berbagai sayur dan buah. Menghindari Makan Makanan Yang Tidak Sehat Lemak jenuh, natrium dan gula tambahan tidak dilarang, namun makanan yang mengandung bahan-bahan ini harus ditunjuk sebagai makanan istimewa. Lemak, terutama lemak jenuh, bisa menyumbang penyakit jantung di kemudian hari. Selain itu juga tinggi kalori, dan konsumsi berlebih dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas. Makanan dengan sodium tinggi dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, dan makanan bergula kurang nutrisi dan menyebabkan kerusakan gigi. Anak-anak dapat membatasi konsumsi lemak, sodium dan gula tambahan dengan menghindari makan makanan yang digoreng, makanan cepat saji, permen, kue kering, makanan penutup. Bumbu seperti mentega, mayones. Makanan olahan seperti hot dog, makanan kalengan, nugget, sosis. Keripik kentang, kerupuk dan mie instan, minuman soda, minuman buah dan minuman energi. Berikan anak Anda buah dan sayuran segar sebagai pengganti camilan asin, air putih bukan soda, yoghurt beku bukan es krim dan ayam panggang sebagai ganti ayam goreng. Pakai sandwich buatan sendiri untuk makan siang, bukan produk kemasan dan hentikan konsumsi snack kemasan. Cara ini akan melatih anak-anak untuk menikmati makanan sehat dan mencegahnya memperoleh lemak, garam dan gula di usia muda. Memasak Memasak dengan anak merupakan kesempatan untuk mengajarkan makanan sehat. Anak mendapatkan pengalaman langsung dan dapat belajar untuk mengidentifikasi dan mencoba makanan baru, menghargai tekstur dan rasa yang berbeda, mengukur bahan dan membaca resep. Jaga agar anak-anak tetap aman saat memasak dengan menekankan pentingnya tangan, cara memasak, peralatan memasak yang bersih. Berikan pengawasan yang ketat saat memasak, setelahnya ajarkan anak untuk membersihkan peralatan memasak yang sudah digunakan. Aktivitas fisik Aktivitas fisik menyeimbangkan diet sehat dan memiliki manfaat fisik, mental, sosial dan emosional. Aktifitas fisik akan membantu meningkatkan kemampuan berpikir, anak menjadi lebih kritis dan dapat meningkatkan nilai ujian. Anda bisa mendorong mereka untuk melakukan aktivitas fisik dengan memberi contoh yang baik dan membatasi waktu di depan TV, komputer atau main video game.   Ajari anak-anak tentang makanan yang sehat dengan memberi contoh yang baik dan menentukan batasan. Misalnya, hanya mengisi kulkas dan lemari makanan dengan makanan padat nutrisi. Biarkan anak Anda memilih makanan ringan dari pilihan sehat yang telah Anda pilih sebelumnya. Anak-anak dapat membantu merencanakan makan, tapi tentukan terlebih dahulu bahwa makanan itu harus mencakup sayuran, buah dan gandum utuh.   Baca juga: Anak Anda Harus Konsumsi Protein, Karena Ini Manfaat Protein Untuk Anak   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: sfgate
 09 Apr 2018    08:00 WIB
Saat Dewasa Maka Harus Kurangi Konsumsi Lemak, Tapi Sangat Penting Untuk Bayi Berusia Dibawah 2 Tahun
2 tahun pertama kehidupan adalah satu-satunya saat manusia tidak perlu khawatir berapa banyak lemak yang mereka konsumsi. Batita yang berusia di bawah 2 tahun membutuhkan banyak lemak untuk mendukung pertumbuhan normal dan hal ini ada alasannya.   Berikut Manfaat Dari Konsumsi Lemak Untuk Bayi di Bawah Usia 2 Tahun: Fungsi Dari Lemak Lemak adalah komponen penting dari makanan batita. Lemak makanan memasok banyak energi. Sebuah artikel tahun 2006 yang diterbitkan dalam "American Family Physician," sebuah jurnal dari American Academy of Family Physicians, melaporkan bahwa karena batita memiliki perut kecil dan tidak dapat mengonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus, sehingga lemak sangat penting untuk menjaga energi dan mendukung ertumbuhan yang tepat.  Lemak mendorong perkembangan otak dan sistem saraf anak Anda, membantu penyembuhan luka dan memungkinkannya menyerap nutrisi. Tidak ada batas berapa banyak lemak yang perlu dikonsumsi oleh anak di bawah usia 2 tahun, dan Anda tidak boleh membatasi berapa banyak lemak yang didapat anak Anda sebelum ulang tahunnya yang kedua. Apabila Kurang Konsumsi Lemak Sekitar 2/3 otak anak Anda terdiri dari lemak. Tanpa asupan lemak yang tepat, otaknya tidak akan berfungsi normal. Yang lebih penting lagi, membatasi konsumsi lemak anak Anda sebelum ulang tahunnya yang kedua dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan otaknya. Otak yang tidak berkembang dapat menyebabkan anak Anda tertunda dalam tonggak fisik dan mental. Banyak lemak melindungi sel-sel di otak anak Anda juga, yang dapat mencegah kerusakan dan ketidakmampuan otak berkomunikasi dengan bagian tubuhnya yang lain. Asupan lemak jangka panjang yang memadai selama dua tahun pertama kehidupan dapat membantu mencegah kerusakan dan gangguan otak seiring usia anak Anda. Sumber Lemak Sekitar setengah dari kalori anak Anda seharusnya berasal dari lemak pada usia ini, menurut situs Healthy Children. Sajikan alpukat bayi Anda, ikan berlemak seperti salmon, daging dan makanan olahan susu berlemak untuk memastikan bahwa dia mendapatkan jumlah lemak yang dibutuhkan otak dan tubuhnya. Daging ayam dan kalkun merupakan sumber lemak tambahan yang juga memasok vitamin dan mineral utama. Lemak dalam susu utuh adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan otaknya berkembang dengan normal. Tips dan Pertimbangan Anda memang harus memberi makanan yang mengandung lemak, namun usahakan yang juga mengandung nutrisi lain. Kue, biscuit, makanan beku dan makanan kemasan memang mengandung lemak, namun tidak menyediakan vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan oleh anak Anda untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Sebagai gantinya, fokuskan pada makanan yang memasok nutrisi yang penting.   Jika Anda memiliki riwayat keluarga obesitas atau penyakit jantung, bicarakan dengan dokter spesialis anak Anda sebelum membatasi asupan lemaknya. Dalam kebanyakan kasus, anak Anda tidak boleh konsumsi makanan rendah lemak sebelum ulang tahunnya yang kedua, namun bila keluarga memiliki masalah dengan berat badan berlebih maka dokter spesialis anak Anda dokter dapat membantu Anda membuat rencana diet yang mendukung pertumbuhannya, sekaligus juga mengurangi risiko masalah kesehatannya.   Baca juga: Susu Formula Bagi Buah Hati Anda   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: sfgate
 05 Apr 2018    12:30 WIB
Anak Wajib Makan Buah Dan Sayur Supaya Sehat? Tetapi Berapa Banyak Yang Harus Dimakan Dalam Sehari
Makan sayur dan buah adalah hal yang baik, kandungan nutrisi di dalamnya adalah faktor penting untuk menjaga kesehatan tubuh, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak.   Berapa banyak buah dan sayur yang dibutuhkan oleh anak? Kita semua perlu makan berbagai macam buah dan sayur berbeda warna setiap harinya. Jumlah harian yang direkomendasikan untuk anak-anak dan remaja tergantung pada tingkat usia, nafsu makan dan aktivitas mereka.   Berikut tabel rekomendasi makan buah dan sayur harian sesuai dengan usia: Usia Buah (perempuan) Buah (laki-laki) Sayur (perempuan) Sayur (laki-laki) 1-2 ½ ½ 2 - 3 2 - 3 2-3 1 1 2 ½ 2 ½ 4-8 1 ½ 1 ½ 4 ½ 4 ½ 9-11 2 2 5 5 12-18 2 2 5 5 ½ Catatan: Satu porsi buah diatas berarti 150 gram (setara dengan 1 buah apel ukuran sedang, 2 potongan kecil (misalnya alpukat), 1 cangkir buah cincang, ½ cangkir (125ml) 99% jus buah tanpa gula, atau 1 ½ sendok makan buah kering. Satu porsi sayuran berarti 75 gram (setara dengan ½ cangkir sayuran dimasak, ½  kentang ukuran sedang; 1 cangkir salad sayuran, atau ½ cangkir kacang-kacangan yang dimasak (kacang kering, kacang polong).   Buah segar adalah pilihan yang lebih baik daripada jus Seluruh buah mengandung beberapa gula alami yang membuatnya memiliki rasa manis, selain itu juga mengandung banyak vitamin, mineral dan serat, yang membuatnya lebih bergizi daripada segelas jus buah.   Bagaimana membantu anak-anak dan remaja makan lebih banyak buah dan sayur? Membuat anak makan lebih banyak buah dan sayur setiap hari bisa jadi adalah sebuah  perjuangan bagi seorang ibu. Untuk dapat menyukai sayur dan buah, anak perlu mencobanya sampai 10 kali terlebih dahulu. Jadi tetap sabar dan terus tawarkan kepada mereka. Hal ini juga dapat membantu Anda untuk mempersiapkan dan menghidangkan dengan cara yang berbeda dan kreatif.   Beberapa ide yang dapat Anda coba agar anak ingin makan sayur dan buah: Libatkan seluruh keluarga dalam memilih dan menyiapkan buah dan sayur yang akan dihidangkan Pilih buah dan sayur yang sedang musimnya, biasanya rasanya lebih enak dan lebih murah. Selalu simpan buah dan sayur di kulkas Anda, potong dadu buah dan taruh dalam mangkuk di lemari es. Sehingga bila anak membuka kulkas mereka akan lebih sering melihat buah dan sayur dan merasa lebih tergoda untuk memakannya. Jadilah kreatif dalam cara Anda mempersiapkan dan menghidangkan buah dan sayuran agar terlihat menarik dan disukai anak. Sertakan buah dan sayur di setiap makanan yang Anda hidangkan. Misalnya, menambahkan sayur cincang, parutan sayuran untuk saus pasta, daging burger, kentang goreng dan sup, dan menambahkan buah untuk sarapan sereal. Coba tambahkan buah atau sayur berbeda pada roti panggang Anda seperti pisang, jamur atau tomat. Tambahkan buah untuk yoghurt plain Anda Membuat smoothie buah dengan buah segar campurkan dengan susu rendah lemak dan yoghurt. Masukkan buah dan sayur ke dalam bekal anak Anda. Buat sate buah menjadi camilan yang menyegarkan. Anda bisa memilih buah-buah yang manis seperti stroberi, melon, anggur dan celupkan dalam coklat.   Baca juga: Satu Buah Sehari Mampu Turunkan Resiko Terjadinya Serangan Jantung   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: healthykids
 05 Apr 2018    08:00 WIB
Berapa Banyak Protein Yang Dibutuhkan Oleh Anak, Agar Tetap Sehat Dan Mendapatkan Manfaatnya
Protein adalah nutrisi penting, namun sering diabaikan. Protein mengandung asam amino yang dibutuhkan tubuh Anda untuk menghasilkan enzim dan hormon, membangun jaringan otot, kulit dan tulang serta mengangkut nutrisi. Anak-anak membutuhkan lebih banyak protein per berat badannya daripada orang dewasa untuk mendukung tingkat pertumbuhan mereka yang lebih cepat. Untuk membantu anak Anda membangun pondasi yang kuat untuk kesehatan fisik dan kognitifnya, pastikan mereka mendapatkan jumlah protein yang tepat per hari, yang bervariasi tergantung pada usia.   Usia 1 sampai 3 Institute of Medicine merekomendasikan anak-anak berusia antara 1-3 tahun untuk makan cukup protein sekitar 5-20 % dari total asupan kalori mereka setiap hari. Untuk anak yang cukup aktif dengan berat rata-rata dan kebutuhan kalori 1.200 kalori per hari, antara 60-240 kalori tersebut berasal dari sumber protein. Lebih khusus lagi, anak-anak usia 1-3 tahun harus mengonsumsi 1,1 gram protein untuk setiap kilogram berat badan setiap hari. Tunjangan diet yang disarankan, jumlah yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan 97-98 % anak sehat di kelompok usia ini, adalah 13 gram per hari.   Usia 4 sampai 8 Anak-anak berusia antara 4-8 tahun harus mendapatkan antara 10-30 % dari total kalori harian mereka dari protein. Anak-anak yang aktif sedang di usia ini yang rata-rata mengonsumsi 1.500 kalori per hari harus memastikan 150-450 kalori berasal dari protein. Anak-anak di kisaran usia ini membutuhkan 0,95 gram protein untuk setiap kilogram berat badan setiap hari. Tunjangan diet yang direkomendasikan meningkat menjadi 19 gram per hari untuk kelompok usia ini untuk memperhitungkan kenaikan berat badan.   Usia 9 sampai 13 tahun Persentase protein yang disarankan tetap sama 10-30 % kalori harian untuk usia 9-13 tahun. Anak perempuan yang aktif sedang harus makan rata-rata 1.800 kalori per hari dan 180-540 kalori harus berasal dari sumber protein.  Anak laki-laki dengan usia yang sama membutuhkan rata-rata 2.000 kalori setiap hari, jadi 200-600 berasal dari protein. Anak laki-laki dan perempuan 9-13 tahun memerlukan protein yang sama 95 gram untuk setiap kilogram berat badan, makat tunjangan diet yang direkomendasikan untuk anak-anakpada usia ini sekitar 34 gram setiap hari.   Usia 14 sampai 18 tahun Saat anak memasuki usia remaja, persentase protein yang mereka butuhkan per hari tetap sama, 10-30 %. Bagi anak perempuan yang cukup aktif yang mengonsumsi rata-rata 2.000 kalori, protein harus mencapai 200-600 kalori. Bagi anak laki-laki, asupan kalori rata-rata adalah 2.600, yang berarti 260-780 kalori harus berasal dari protein. Namun, anak-anak usia ini membutuhkan 0,85 gram protein untuk setiap kilogram berat badan. Pada kelompok usia ini, tunjangan makanan yang direkomendasikan adalah 46 gram untuk anak perempuan dan 52 gram per hari untuk anak laki-laki.   Baca juga: Makan Tinggi Protein Bisa Bikin Gemuk Enggak Ya???   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur  Tanya dokter sekarang   Sumber: healthyeating.sfgate
 25 Mar 2018    10:00 WIB
Tips Untuk Membuat Anak Mau Memakan Buah dan Sayuran
Jadilah Teladan Menjadi teladan bagi anak Anda merupakan cara terbaik untuk membuat anak Anda mau memakan buah dan sayuran. Jika mereka sering melihat Anda dan pasangan Anda memakannya setiap hari, maka hal ini pun akan menjadi bagian dari kebiasaan mereka.  Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa setiap orang memiliki buah dan sayuran yang tidak disukainya. Dan ada saatnya di mana Anda maupun anak Anda ingin memakan sayuran dan buah-buahan. Oleh karena itu, jangan paksakan anak Anda untuk memakan buah yang Anda sukai karena ia mungkin tidak menyukainya.   Mulailah Sejak Dini Memulai suatu kebiasaan baik sejak dini merupakan hal yang baik. Buatlah mereka mencoba berbagai jenis buah dan sayuran. Semakin banyak yang mereka coba maka akan semakin besar pula kemungkinannya bahwa mereka akan menyukainya.    Ajaklah Mereka Berbelanja Mengambil barang belanjaan dari lemari pajangan dan memasukkannya ke dalam gerobak belanjaan merupakan hal yang sangat disukai oleh anak-anak. Anak-anak biasanya akan lebih ingin memakan barang-barang yang mereka pilih sendiri daripada apa yang Anda pilihkan untuk mereka.   Berikan Buah Sebagai Cemilan Anak Anda tidak akan menghentikan permainan selama beberapa waktu hanya untuk mengambil buah dari dalam lemari pendingin atau dari dapur tempat Anda menyiapkannya. Oleh karena itu, akan lebih baik bila Anda membawa buah-buahan segar yang telah Anda potong-potong ke tempat mereka bermain sehingga kemungkinan mereka untuk memakannya akan lebih besar. Berikanlah berbagai jenis buah-buahan dengan warna-warna yang menarik.   Berbagai Cara Lainnya Selain beberapa cara di atas, terdapat beberapa hal lainnya yang mungkin dapat membantu Anda membuat anak Anda mau mengkonsumsi buah dan sayuran seperti: Cobalah untuk tidak memasak daging sama sekali sesekali untuk makan malam, sehingga mereka tidak punya pilihan lain selain untuk mengkonsumsi sayuran atau buah yang terhidang di meja makan Jika anak Anda sangat tidak menyukai sayuran, maka buatlah sayuran tersebut tidak terlihat. Anda dapat memasukkannya ke dalam nasi goreng atau bakmi goreng yang Anda masakkan untuknya Buatkanlah jus buah dari buah segar bila mereka tidak ingin memakan buah utuh Potonglah buah atau sayuran dengan bentuk yang menarik sehingga anak Anda merasa tertarik untuk mencobanya     Sumber: caloriesecrets