Your browser does not support JavaScript!
 19 Feb 2019    11:00 WIB
Mengapa Anda Belum Bisa Punya Anak?
Kehadiran anak dalam sebuah keluarga tentunya merupakan suatu hal yang sangat membahagiakan dan ditunggu-tunggu bukan? Namun demikian, masih banyak pasangan suami istri yang belum juga dikaruniai momongan walaupun telah lama menikah. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai gangguan yang ada pada diri sang suami maupun sang istri. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang membuat seorang wanita sulit hamil.   Sakit Saat seorang wanita sakit atau menderita gangguan kesehatan tertentu, apapun itu, maka hal ini pun akan sangat mempengaruhi kemungkinannya untuk hamil. Hal ini dikarenakan kondisi kesehatan seorang wanita sangat mempengaruhi kemungkinannya untuk hamil.   Baca Juga: Gangguan Tidur Saat Hamil dan Setelah Melahirkan   Menstruasi Tidak Teratur Menstruasi yang tidak teratur juga dapat mempengaruhi kemungkinan seorang wanita untuk hamil. Bila selama ini menstruasi Anda selalu tidak teratur, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter kandungan untuk mengetahui apa penyebabnya dan penanganan apa yang Anda perlukan agar periode menstruasi Anda menjadi lebih teratur. Hal ini dikarenakan menstruasi yang tidak teratur menyebabkan sel telur tidak dilepaskan setiap bulannya, sehingga Anda pun lebih sulit hamil.   Usia Anda tentunya telah mengetahui bahwa seorang wanita memiliki usia subur yang sudah tertentu, yaitu sebelum ia memasuki masa menopause. Akan tetapi, saat seorang wanita berusia lebih dari 35 tahun, ia juga akan menjadi lebih sulit hamil.   Gangguan Pada Saluran Telur Gangguan pada saluran telur (tempat di mana sperma dan sel telur matang bertemu), dapat mencegah terjadinya pertemuan di antara sperma dan sel telur. Hal ini tentu saja akan membuat kehamilan lebih sulit terjadi. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan atau kerusakan pada saluran telur adalah infeksi panggul, endometriosis, dan jaringan parut yang terbentuk paska operasi.   Perubahan Kadar Hormonal Sejumlah wanita memang menderita gangguan ovulasi karena kadar hormonnya yang tidak seimbang. Hal ini akan membuat pelepasan sel telur dari indung telur dan penebalan dinding rahim sebagai persiapan kehamilan tidak terjadi. Gangguan keseimbangan hormonal ini biasanya dapat diketahui melalui pemeriksaan darah.   Gangguan Pada Leher Rahim Beberapa orang wanita mungkin mengalami suatu gangguan pada leher rahimnya (serviks), misalnya karena produksi lendir yang abnormal atau akibat tindakan pembedahan pada leher rahim, yang membuat sperma tidak dapat masuk ke dalam rahim. Keadaan ini biasanya dapat diatasi dengan melakukan inseminasi buatan.   Gangguan Pada Rahim Bentuk rahim yang abnormal juga dapat membuat kehamilan lebih sulit terjadi. Selain itu, adanya polip atau mioma rahim (tumor jinak rahim) juga dapat membuat kehamilan lebih sulit terjadi.   Kemandulan Tanpa Penyebab yang Jelas Yang dimaksud dengan kemandulan tanpa penyebab yang jelas di sini adalah para dokter tidak dapat menemukan adanya gangguan apapun pada organ reproduksi seorang wanita, tetapi entah mengapa kehamilan tetap tidak dapat terjadi. Keadaan ini telah mengenai sekitar 20% pasangan suami istri di dunia.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang.   Sumber: carabaruku, webmd
 14 Feb 2019    18:00 WIB
Gangguan Tidur Pada Anak Autis
Bukan hanya orang dewasa yang dapat mengalami gangguan tidur, anak-anak pun dapat mengalaminya. Gangguan tidur dapat berupa kesulitan memulai tidur atau sering terbangun dari tidur. Gangguan tidur pada anak lebih sering terjadi pada anak yang menderita autisme (40-80%). Gangguan tidur yang biasa terjadi adalah: Kesulitan memulai tidur Waktu tidur yang terus berubah-ubah Tidur tidak nyenyak Sering terbangun atau mudah terbangun   Penyebab Gangguan Tidur Pada Anak Autis Faktor Sosial Penyebab gangguan tidur pada anak autis tidak diketahui, namun terdapat beberapa teori yang mungkin menjadi penyebabnya. Salah satunya adalah faktor sosial. Anak-anak pada umumnya mengetahui kapan waktu tidurnya. Mereka mengetahuinya dari lingkungan dan dari perilaku anggota keluarganya. Akan tetapi, anak dengan autisme seringkali salah mengartikan berbagai perilaku tersebut, sehingga mereka tidak mengetahui kapan saatnya tidur dan kapan saatnya bangun. Faktor Hormonal Melatonin merupakan hormon yang berfungsi untuk mengatur siklus tidur anda. Untuk membentuk hormon ini, tubuh memerlukan suatu asam amino, triptofan. Pada autisme, kadar triptofan dapat lebih tinggi atau lebih rendah dari kadar normalnya yang menyebabkan gangguan pembentukan hormon melatonin yang pada akhirnya menyebabkan gangguan siklus tidur. Berdasarkan penelitian, kadar hormon melatonin meningkat pada malam hari dan turun pada siang hari. Akan tetapi, pada autisme kadar hormon ini tidak meningkat dan turun pada waktu yang sama dengan orang lainnya. Pada autisme hormon ini seringkali ditemukan meningkat pada siang hari dan menurun pada malam hari yang menyebabkan siklus tidur yang berbeda. Peningkatan Sensitivitas Terhadap Rangsangan dari Luar Penyebab lain yang dapat menyebabkan gangguan tidur pada anak dengan autisme adalah peningkatan sensitivitas terhadap rangsangan, seperti suara atau sentuhan. Hal ini membuat anak mudah sekali terbangun dan sering terbangun saat tidur. Cemas Anak autis lebih mudah merasa cemas daripada anak-anak lainnya. Rasa cemas ini dapat membuat anak sulit tidur.   Kurang Tidur dan Akibatnya Seringnya anak terbangun atau sulitnya anak untuk memulai tidur menyebabkan waktu tidur anak menjadi sangat sedikit. Kurangnya tidur pada anak autis sangat mempengaruhi berbagai gejala yang sering timbul pada anak autis, yaitu: Perilaku agresif Depresi Perilaku hiperaktif Mudah marah Rendahnya kemampuan belajar dan berpikir Bukan hanya anak anda saja yang mengalami gangguan tidur dan kurang tidur, anda pun demikian. Tidur yang tidak nyenyak dan sering terbangun dapat mempengaruhi kesehatan anda.   Apakah Anak Anda Mengalami Gangguan Tidur ? Setiap anak memerlukan lama tidur yang berbeda-beda. Anak usia 1-3 tahun biasanya memerlukan tidur selama setidaknya 12-14 jam setiap harinya. Anak usia 4-6 tahun biasanya memerlukan tidur selama 10-12 jam setiap harinya. Anak usia 7-12 tahun biasanya memerlukan tidur selama 10-11 jam setiap harinya. Bila anak anda seringkali terbangun saat tidur, mudah terbangun saat tidur, atau sulit memulai tidur; anak anda mungkin mengalami gangguan tidur. Konsultasikan masalah ini dengan dokter anda untuk memperoleh penanganan yang tepat.    Apa yang Dapat Dilakukan ? Penggunaan obat tidur pada anak jarang dianjurkan. Hal ini merupakan upaya terakhir bila semua cara lainnya tidak berhasil. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk membantu anak anda, yaitu: Jangan memberikan anak anda gula atau minuman yang mengandung kafein sebelum tidur Tentukan waktu tidur yang sama setiap harinya, dengan aktivitas sebelum tidur yang hampir sama Bantu anak anda merasa rileks (menyanyikan nina bobo atau membacakan cerita) Matikan TV, musik, atau hal-hal lainnya yang dapat menstimulasi anak 1 jam sebelum tidur Untuk mengurangi suara dan cahaya selama anak tidur, tutuplah jendela dan gordennya; usahakan agar anda tidak menimbulkan suara di kamar anak anda selama anak tertidur Bila hal-hal di atas tidak membantu anak anda, segeralah hubungi dokter anda untuk penanganan lebih lanjut.   Sumber: webmd
 01 Feb 2019    16:00 WIB
Berbagai Gangguan Pencernaan Berat Pada Anak
Anda mungkin sudah sering mendengar anak Anda berkata "perutku sakit". Akan tetapi, bila keluhan ini terus atau sering terjadi, anak Anda mungkin mengalami gangguan saluran pencernaan yang serius yang memerlukan pengobatan secepatnya. Walaupun penyebab gangguan pencernaan dapat berbeda-beda, akan tetapi pada umumnya berbagai gangguan tersebut memiliki gejala yang sama seperti: Mual Perut kembung Nyeri perut Diare Muntah Dehidrasi (akibat diare dan muntah) Segera hubungi dokter anak Anda bila anak Anda sering mengalami gejala di atas untuk mengetahui secara pasti apa penyebab dari timbulnya berbagai gangguan tersebut. Di bawah ini terdapat beberapa contoh gangguan pencernaan berat yang dapat terjadi pada anak-anak.   Gangguan Pencernaan Akibat Kelainan Sistem Imun Gangguan pencernaan akibat kelainan sistem imun atau biasa disingkat dengan EGID (eosinophilic gastrointestinal disorder) merupakan suatu keadaan yang terjadi akibat berlebihannya jumlah sel-sel darah putih di dalam saluran pencernaan anak. Hal ini menyebabkan saluran pencernaan meradang dan membengkak, yang membuat perut terasa nyeri dan tidak nyaman. Selain itu, anak Anda mungkin juga mengalami kesulitan menelan. Sayangnya, hingga saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan gangguan ini, akan tetapi beberapa jenis obat-obatan seperti steroid dapat membantu menurunkan jumlah sel darah putih di dalam usus dan meredakan gejala.  Selain itu, dokter anak Anda mungkin akan menyarankan anak Anda untuk menghindari makanan tertentu yang dapat menimbulkan reaksi alergi. Pada kasus yang berat, anak mungkin membutuhkan pemasangan NGT (nasogastric tube) agar makanan dapat masuk ke dalam lambung.   Penyakit Seliak Penyakit seliak merupakan suatu keadaan di mana seseorang tidak dapat mencerna gluten, yaitu suatu protein di dalam gandum, barley, dan gandum hitam. Gangguan ini dapat merusak usus halus yang membuat penyerapan nutrisi dari dalam makanan menjadi terganggu. Satu-satunya terapi bagi penyakit seliak adalah dengan tidak mengkonsumsi gluten sama sekali. Dengan demikian, kerusakan pada usus halus juga dapat dicegah dan meredakan gejala.   Inflammatory Bowel Disease (IBD) IBD biasanya terjadi pada anak-anak yang lebih tua atau remaja. IBD terdiri dari 2 jenis yaitu: Kolitis ulserativa, yang menyebabkan usus besar membengkak Penyakit Crohn, yang dapat menyebabkan gangguan pada setiap bagian dari saluran pencernaan  Gejala IBD yang sering ditemukan adalah tinja yang disertai dengan darah, diare (tinja cair), dan nyeri perut.  IBD dapat menyebabkan terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak atau bahkan memperlambat dimulainya masa pubertas. Kolitis ulserativa dapat menyebabkan terjadinya nyeri otot, peradangan mata, terbentuknya batu ginjal, gangguan hati, dan membuat tulang menjadi rapuh. Tujuan utama pengobatan IBD adalah untuk membuat gejala mereda selama mungkin. Anak mungkin membutuhkan diet khusus dan obat-obatan tertentu untuk membantu meredakan gejala. Pada kolitis ulserativa yang berat, anak mungkin membutuhkan perawatan di rumah sakit atau bahkan tindakan pembedahan.   Intususepsi Intususepsi merupakan suatu keadaan di mana bagian usus melekuk masuk ke dalam usus sehingga menyebabkan usus tersumbat. Gangguan ini paling sering terjadi pada anak-anak yang masih kecil.  Beberapa gejala intususepsi yang dapat ditemukan adalah nyeri, pembengkakan usus, merasa sangat lelah, atau bahkan robekan usus. Gangguan ini dapat terjadi pada bagian usus manapun. Penyebabnya masih tidak diketahui. Pengobatan lini pertama intususepsi adalah mengembalikan posisi usus dengan menggunakan cairan atau udara. Bila tindakan ini tidak berhasil mengembalikan letak usus, maka anak mungkin membutuhkan tindakan pembedahan.   Volvulus Volvulus merupakan suatu keadaan di mana usus anak saling terpuntir satu dengan yang lain, yang membuat usus tersumbat. Pada beberapa keadaan, puntiran usus ini membuat aliran darah ke dalam usus juga terhambat. Untuk mengatasinya, diperlukan tindakan pembedahan. Prognosis gangguan ini biasanya cukup baik, di mana anak dapat bertumbuh secara normal dan tetap sehat.   Short Bowel Syndrome Short bowel syndrome merupakan suatu keadaan di mana anak tidak mempunyai usus yang cukup panjang untuk menyerap nutrisi dan cairan dari dalam makanan dengan baik. Pada beberapa kasus, anak memang dilahirkan dengan panjang usus yang lebih pendek, di mana ada suatu bagian usus yang hilang.  Pada beberapa keadaan lainnya gangguan ini juga dapat terjadi akibat: Penyakit Crohn Intususepsi Tersumbatnya pembuluh darah, yang dapat memperlambat aliran darah menuju ke usus Cedera usus Kanker Gejala yang paling sering terjadi adalah diare. Short bowel syndrome dapat menyebabkan anak menderita malnutrisi, dehidrasi, batu ginjal, dan diaper rash berat. Perubahan diet dan penggunaan selang makanan (NGT) dapat membantu mengatasi gangguan ini. Pengobatan biasanya bertujuan untuk mengurangi gejala dan memperlambat perjalanan makanan di dalam saluran pencernaan sehingga nutrisi di dalam makanan dapat diserap oleh usus. Kadang diperlukan tindakan pembedahan.   Sumber: webmd
 20 Dec 2018    16:00 WIB
Berapa Banyak Keju Yang Harus Dimakan Anak-Anak ?
Keju, hampir semua orang menyukai makanan yang satu ini karena rasanya yang asin dan juga gurih membuat beberapa orang merasa ketagihan untuk terus memakannya. Kemudian apabila Anda rutin konsumsi maka pertanyaan berikut adalah apakah keju aman untuk dikonsumsi? Apabila aman berapa banyak kebutuhan keju yang dapat dikonsumsi setiap harinya. Terutama untuk Anda para ibu, banyak ibu yang memberi keju sebagai pengganti garam, karena garam berlebih tidak baik untuk anak.   Berikut Kebutuhan Keju Untuk Anak: Untuk usia 1-5 Tahun: Keju merupakan sumber energi, protein,  kalsium dan vitamin A yang baik. Satu porsi keju sama dengan 1/3 porsi susu dan produk susu yang dibutuhkan anak setiap harinya. Kebutuhan keju untuk anak usia 1-5 tahun adalah 15-20 gram keju parut itu sekitar 1-2 sendok makan keju parut. Untuk keju lembut sekita4 20-25 gram. Jangan lupa keju mengandung lemak jenuh, sehingga Anda harus memperhatikan ukuran yang sesuai untuk anak Dibawah 5 tahun, jangan berikan bayi Anda keju yang tidak dipasteurisasi karena mengandung bakteri yang dapat membuat bayi sakit. Dianjurkan untuk anak 1-3 tahun tidak boleh makan garam lebih dari 2 gram dalam sehari. Boleh meningkat sampai 3 gram untuk usia 4-6 tahun. Untuk Anak Usia Sekolah: Keju masih merupakan sumber energi, protein, kalsium dan vitamin A yang baik. Anak pada usia membutuhkan lebih sedikit energy dari lemak (hal ini sama dengan orang dewasa). Karena itu sangat penting untuk menjaga asupan harian makan anak. Gunakan produk susu rendah lemak dan memperhatikan kandungan garam dalam makanan yang Anda berikan kepada anak. Dianjurkan untuk anak usia 7-10 tahun jangan konsumsi garam lebih dari 5 gram dalam sehari dan ditingkatkan menjadi 6 gram untuk anak usia 11 tahun keatas. Baca juga: 6 Alasan Mengapa Keju Menyehatkan Tubuh   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: childrensfood
 12 Nov 2018    16:00 WIB
Pelukan Hangat Untuk Anak Memberikan Efek Bahagia Dan Sehat
Setiap orang tua pasti ingin melihat anak mereka sehat dan selalu bahagia, sehingga mereka akan melakukan apa saja untuk membuat mereka bahagia. Salah satu cara untuk membuat anak Anda menjadi lebih sehat dan bahagia tidak harus dengan cara yang sulit. Anda bisa memulainya dengan cara yang sangat mudah. Cara apakah itu? Caranya adalah dengan memeluknya. Cara ini sangat mudah untuk dilakukan dan tentunya sangat menyenangkan. Ketika Anda memeluk seseorang rasanya akan memberikan kekuatan, meningkatkan kesehatan- dan merangsang hormon pertumbuhan, yang sangat bermanfaat bagi anak Anda. Sebuah pelukan adalah semua yang Anda butuhkan untuk merangsang pertumbuhan anak melalui reaksi biokimia dan fisiologis dalam tubuh untuk meningkatkan kesehatan, menenangkan sistem saraf dan merangsang emosi positif. Berikut adalah manfaat dari pelukan untuk anak: 1.      Membuat Mereka Bahagia Berpelukan erat dengan anak akan membantu melepaskan "hormon bahagia" atau oksitosin. Hormon ini meningkatkan ikatan yang kuat, kepercayaan, kenyamanan, keamanan dan pengabdian. Semakin lama memeluk, efek yang diberikan akan lebih baik. Bahkan ketika Anda yang sangat sibuk pastikan pelukan Anda berlangsung setidaknya 6 detik, namun pelukan yang lebih lama sekitar 20 detik akan memberikan hasil yang lebih baik. 2.      Membuat Tidur Anak Lebih Nyenyak Jika Anda memeluk anak Anda selama beberapa menit sebelum mereka tertidur, Anda dapat memastikan tidur yang lebi baik untuk dia dan diri Anda sendiri. Memeluk akan menenangkan dan memiliki efek terapi yang membantu tidur anak yang lebih nyenyak. 3.      Mengurangi Stres Hal ini berlaku untuk kedua orang tua dan anak-anak. Saat Anda merasa hidup Anda penuh dengan masalah, merasa lelah. Saat pulang kerja segeralah peluk anak Anda, maka semua rasa lelah dan beban pikiran yang menganggu akan hilang semua. Hal ini dikarenakan saat Anda memeluk anak maka kadar hormon kortisol atau hormon stres menurun sehingga Anda dan anak akan merasa lebih rileks dan  aman. 4.      Membuat Anak Menjadi Lebih Percaya Diri Sebuah pelukan dari keluarga akan meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri anak, cara ini akan membantu dia menjaga kesehatan emosional yang optimal. Sebuah pelukan akan melawan rasa kesepian, rasa tidak aman, membuat anak merasa dihargai dan dicintai. Hal ini juga mengaktifkan Solar Plexus Chakra, pusat energi yang memegang kunci untuk harga diri dan kepercayaan diri seseorang. 5.      Meningkatkan Kekebalan Tubuh Pelukan dan dekapan dari hati dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan meningkatkan produksi sel darah putih dengan merangsang kelenjar thymus. Hal ini akan membantu untuk menjaga anak Anda selalu sehat dan bebas dari penyakit! 6.      Mengangkat Mood Anak Sebuah pelukan akan merangsang dopamin, yang dikenal sebagai hormon kesenangan, ditambah dengan serotonin yang mengirimkan gelombang kenikmatan secara instan dalam tubuh dan meningkatkan mood. Seorang anak yang rewel dapat dengan mudah ditangani dengan pelukan erat selama beberapa menit! 7.      Mengekspresikan Cinta Anda Mungkin Anda mungkin tidak harus selalu mengatakan "I love you" kepada anak Anda, tetapi pelukan yang diberikan merupakan cara untuk mengekspresikan cinta Anda tanpa kata-kata dan membuat anak Anda merasa dekat dengan Anda. Penelitian mengatakan bahwa keluarga yang mengekspresikan kasih sayang terhadap satu sama lain dengan beberapa cara yang 47% lebih mungkin untuk lebih akrab. 8.      Membantu Untuk Menyembuhkan Penyakit Apakah Anda tahu bahwa pelukan membantu menyembuhkan penyakit? Hal ini dikaitkan dengan pelepasan hormon oksitosin. Untuk alasan ini, orang tua dari bayi prematur didorong untuk memiliki sentuhan kulit dengan kulit untuk membantu mereka tumbuh dan berkembang. Alasan ini dianjurkan oleh para ahli yang juga menemukan bahwa seorang ibu yang baru melahirkan akan sembuh lebih cepat setelah melahirkan jika dia dekat bayinya. Betapa banyak manfaat yang didapat dari memeluk anak Anda. Jadi tunggu apa lagi segera peluk anak Anda dan dapatkan manfaatnya. Anda harus memberikan 12 pelukan dalam sehari untuk mendapat manfaat diatas. Baca juga: Menjaga Kesehatan Gigi Anak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: beingtheparent
 10 Nov 2018    08:00 WIB
Apakah Anak Anda Telah Memperoleh Cukup Cairan?
Air merupakan salah satu hal penting bagi kehidupan manusia. Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, terutama anak-anak. Anak-anak membutuhkan sekitar 5-8 gelas air putih setiap harinya. Bila anda bertanya-tanya apakah anak anda telah memperoleh cukup cairan, maka perhatikanlah beberapa hal di bawah ini.Jumlah Air Kemih dan Pola Buang Air BesarPerhatikanlah jumlah air kemih dan tinja yang dikeluarkan oleh anak anda. Bila anak anda tidak mengkonsumsi cukup cairan, maka ia mungkin tidak buang air kecil sesering biasanya. Warna air kemihnya pun dapat menjadi kuning gelap atau pekat, yang merupakan penanda bahwa anak anda telah mengalami dehidrasi. Air kemih normal berwarna kuning pucat. Anak-anak biasanya buang air kecil sebanyak 5-6 kali setiap harinya. Bila anak anda tidak memperoleh cukup cairan, ia pun dapat mengalami sembelit. Tinja yang terbentuk pun keras dan kering karena kurangnya konsumsi cairan. Setiap anak memiliki pola buang air besar yang berbeda-beda, mulai dari setiap hari hingga beberapa hari sekali. Akan tetapi, tinja anak anda seharusnya lembut dan berbentuk bila ia mengkonsumsi cukup cairan.MoodSaat anak anda mengkonsumsi cukup cairan, maka ia akan tampak aktif dan bertenaga. Akan tetapi, bila anak anda kekurangan cairan, maka ia mungkin akan tampak lelah, lesu, dan enggan melakukan berbagai aktivitas fisik (kurang aktif). Anak anda mungkin tampak lebih mengantuk daripada biasanya dan menjadi lebih rewel daripada biasanya.Penampilan FisikMengkonsumsi cukup cairan membantu menjaga kesehatan kulit dan mata anak anda. Saat anak anda kekurangan cairan dan mulai mengalami dehidrasi, maka kulitnya pun akan menjadi kering dan tampak mengelupas. Mata anak anda pun akan terlihat cekung dan hanya menghasilkan sedikit atau bahkan tidak ada air mata saat menangis. Mulut dan bibirnya akan tampak kering dan lengket. Sumber: healthyeating.sfgate
 05 Nov 2018    18:00 WIB
Berapa Banyak Susu Yang Harus Diminum Oleh Anak-anak?
Susu dan produk susu lainnya adalah sumber protein dan kalsium yang baik, nutrisi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan normal pada anak-anak. Jumlah susu yang harus dikonsumsi setiap hari bergantung pada usianya. Ukuran persajian susu setara dengan 1 cangkir, atau 235 ml.   Usia 0 - 12 bulan Bayi usia 0 - 12 bulan sebaiknya tidak mengonsumsi susu sapi, dan sebaiknya minum ASI atau susu formula khusus bayi sebagai gantinya. Menurut MedlinePlus, bayi yang baru lahir harus mengkonsumsi 475 – 700 ml ASI atau susu formula setiap hari, bayi usia 4 - 6 bulan harus mengkonsumsi 825 – 1185 ml ASI atau susu formula setiap hari, bayi usia 6 - 8 bulan harus minum ASI atau susu formula 3 – 5 kali per hari dan bayi usia 8 - 12 bulan harus minum ASI atau susu formula bayi 3 – 4  kali setiap hari. Usia 1 – 2 Tahun Anda bisa memberikan anak Anda susu sapi utuh setelah usia 1 tahun, menurut American Academy of Pediatrics. Anak-anak berusia antara 1 - 2 tahun membutuhkan diet berlemak tinggi untuk pengembangan otak yang tepat, karena itulah disarankan susu utuh. Pada usia ini, American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk membatasi susu sapi 950 ml atau 4 cangkir, per hari. KidsHealth mendorong anak-anak berusia 1 - 2 untuk mengkonsumsi 475 – 700 ml, atau 2 - 3 cangkir susu setiap hari. Usia 2 – 8 Tahun U.S. Department of Agriculture merekomendasikan anak-anak usia 2 - 3 tahun mengonsumsi setidaknya 2 cangkir susu setiap hari, dan anak-anak berusia 4 - 8 tahun mengonsumsi setidaknya 2,5 cangkir susu setiap hari. Ini mungkin termasuk susu sapi, susu kedelai, yogurt, keju cottage atau keju biasa. Usia 9 Tahun dan Lebih Tua Anak-anak berusia 9 tahun keatas dan orang dewasa mengonsumsi setidaknya 3 cangkir dari susu setiap hari. Remaja aktif dengan kebutuhan kalori tinggi sekitar 3.000 kalori atau lebih mungkin memerlukan 4 cangkir susu setiap hari.   Pengganti Jika anak Anda tidak suka minum susu, produk susu kaya protein dan kalsium lainnya dapat menggantikan susu sapi dalam makanan sehat. Ini termasuk yogurt, keju, keju cottage dan susu kedelai. Menurut U.S. Department of Agriculture 1 cangkir susu setara dengan 1 cangkir susu sapi, 1 cangkir susu kedelai, 1 cangkir yogurt, 2 cangkir keju cottage, 60 gram keju olahan atau 45 gram keju padat seperti cheddar.   Baca juga: Manfaat Keju Bagi Kesehatan   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 27 Oct 2018    18:00 WIB
Waspada! Tindak Kekerasan Berpengaruh Pada Perkembangan Otak Anak
Setiap orang yang mempelajari psikologi tentunya mengetahui bahwa terekspos terhadap tindakan kekerasan alias menjadi korban tindakan kekerasan dapat berdampak pada perilaku orang tersebut, terutama bila orang tersebut memang telah mempunyai kecenderungan terhadap tindakan kekerasan. Para peneliti menduga bahwa trauma psikologis selama masa kanak-kanak dapat mengubah struktur otak anak, terutama pada bagian otak yang berhubungan dengan pengambilan keputusan. Akan tetapi, hal ini bukan berarti setiap anak yang pernah mengalami tindakan kekerasan pasti akan menjadi seorang pelaku tindak kekerasan. Banyak anak yang pernah menjadi korban tindak kekerasan tidak berubah menjadi seorang pelaku tindak kekerasan juga. Pada penelitian yang dilakukan di Swiss ini, para peneliti menemukan bahwa orang yang pernah mengalami tindakan kekerasan selama masa kanak-kanak ternyata tidak hanya mengalami trauma psikologis, tetapi juga mengalami perubahan pada area otak tertentu, yaitu pada bagian korteks orbitofrontal, otak depan bagian bawah, di belakang bola mata Anda. Para peneliti menduga bahwa bagian korteks orbitofrontal merupakan bagian otak yang berfungsi untuk mengatur bagian otak lainnya mengenai "hadiah" atau "hukuman" pada situasi tertentu. Dengan demikian, otak pun dapat beradaptasi mengenai bagaimana caranya memperoleh hadiah dan menghindari hukuman, seperti yang terjadi pada anak-anak saat belajar mengenai berbagai hal selama hidupnya. Bagian otak ini ternyata juga turut berperan dalam hal kecanduan, mempelajari cara bergaul, dan kemampuan untuk membuat keputusan terbaik berdasarkan potensi yang ada. Pada situasi sulit, korteks orbitofrontal pada orang sehat akan teraktivasi untuk mencegah terjadinya impuls agresif dan menjaga interaksi normal. Pada penelitian ini, para peneliti mempelajari apa sebenarnya efek kekerasan pada masa kanak-kanak terhadap perilaku agresif di masa dewasa pada hewan percobaan (tikus percobaan). Pada penelitian ini, para peneliti memaparkan sejumlah tikus pada tindak kekerasan sewaktu muda di mana para peneliti kemudian mengamati bagaimana perilaku mereka seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka. Para peneliti juga mempelajari otak para tikus dewasa untuk melihat apakah mereka memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan kekerasan. Para peneliti menemukan bahwa tikus jantan memiliki sedikit aktivitas di dalam korteks orbitofrontal, yang membuat tikus menjadi lebih sulit mengendalikan impuls negatif mereka. Hal ini ternyata juga mempengaruhi amigdala, suatu bagian otak yang berfungsi untuk mengatur respon emosional. Pada akhir penelitian, para peneliti menemukan bahwa para tikus yang terpapar oleh tindak kekerasan di masa mudanya tidak memiliki rantai reaksi yang wajar di dalam otaknya yang mencegah mereka untuk tidak bertindak secara berlebihan saat mengalami suatu ancaman atau situasi berbahaya. Pada beberapa penelitian sebelumnya, para peneliti juga menemukan respon yang sama saat meneliti otak orang yang sering melakukan tindak kekerasan seperti para pembunuh. Selain trauma psikologis, para peneliti menemukan bahwa faktor genetika ternyata juga turut berperan dalam terjadinya perilaku impulsif, antisosial, dan agresif. Gen yang diduga turut berperan tersebut adalah MAOA. Bagaimana suatu gen dapat mengubah perilaku seseorang? Para peneliti menduga hal ini dipicu oleh stress psikologis yang menyebabkan terjadinya perubahan perilaku gen. Berdasarkan penelitian pada hewan percobaan, para peneliti menemukan bahwa pemberian obat anti depresi dapat membantu menurunkan perilaku agresif dan mengembalikan fungsi gen seperti semula. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana pengaruh pengobatan terhadap perubahan perilaku.  Baca juga: Bahaya Layar Sentuh Bagi Anak Sumber: healthline
 19 Oct 2018    18:00 WIB
Mau Punya Anak Kembar ? Cari Tahu Dulu Fakta Menarik Tentang Anak Kembar Yuk
Sekarang ini, kehamilan kembar bukanlah suatu hal yang aneh dan jarang terjadi. Kehamilan kembar sudah cukup sering ditemukan, baik yang terjadi secara alami maupun dengan bantuan bayi tabung. Bagi Anda yang sudah diberkati dengan anak kembar, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa fakta unik dan mengejutkan mengenai anak kembar.   Semakin Tua Usia Ibu Semakin Tinggi Peluangnya Hamil Anak Kembar Bahkan tanpa bantuan bayi tabung (IVF), banyak wanita sudah dapat mengalami kehamilan kembar secara alami. Peluang ini akan semakin tinggi seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka.   Anak Kembar Biasanya Hidup Lebih Lama Daripada Anak Lainnya, Begitu Pula Dengan Ibunya Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh the University of Washington pada tahun 2016, anak kembar identik cenderung hidup lebih lama daripada kembar non identik. Selain itu, anak kembar biasanya juga hidup lebih lama daripada orang pada umumnya. Hal ini mungkin dikarenakan anak kembar dapat saling memberikan dukungan material atau emosional yang membuat mereka hidup lebih lama. Selain sang anak, ibu anak kembar juga cenderung hidup lebih lama daripada ibu lainnya. Hal ini diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Utah pada tahun 2011.   Kembar Tidak Hanya Kembar Identik dan Non Identik Saja Semua orang pasti tahu apa perbedaan antara kembar identik dengan kembar non identik, akan tetapi tahukah Anda bahwa ada jenis kembar lainnya daripada kedua hal ini? Ada anak kembar yang merupakan pantulan kaca bagi saudara kembarnya, yaitu dengan memiliki tanda lahir pada sisi yang berlawanan dengan kembarannya. Ada juga anak kembar yang terbentuk dan dilahirkan pada hari yang berbeda, bahkan hingga 24 hari. Hal ini terjadi karena ada lebih dari 1 sel telur yang berovulasi dan pada waktu yang berbeda. Keadaan ini terjadi pada seorang wanita Australia. Kehamilan kembar langka ini disebut dengan superfetation atau kehamilan interval.   Bayi Kembar Dapat Memiliki Warna Kulit yang Berbeda Bila Anda dan pasangan berasal dari rasa yang berbeda, maka anak kembar Anda juga dapat memiliki rasa yang berbeda, mengikuti masing-masing orang tua.   Baca juga: 6 Hal yang Paling Dibutuhkan Oleh Anak yang Sangat Sensitif   Faktor Genetika Hanya Berlaku Bagi Kembar Non Identik Banyak orang beranggapan bahwa kembar diturunkan dalam keluarga. Akan tetapi, berbagai penelitian menemukan bahwa hal ini hanya berlaku pada kembar non identik.   Anak Kembar Lebih Sering Bertangan Kidal Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1996 di Belgia, sekitar 1 di antara 5 orang anak kembar, baik kembar identik maupun non identik, bertangan kidal.   Wanita yang Tinggi Memiliki Peluang Lebih Besar Untuk Memiliki Anak Kembar Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 menemukan bahwa ibu bayi kembar biasanya lebih tinggi 3 cm daripada ibu yang melahirkan bayi tunggal. Para ahli menduga hal ini dikarenakan ibu yang lebih tinggi memiliki kadar insulin yang lebih tinggi, yang selain mempengaruhi tinggi badan ibu, juga mempengaruhi peluangnya untuk mengalami kehamilan kembar.   Persalinan Anak Kembar Harus Dilakukan Saat Usia Kehamilan Mencapai 37 Minggu Untuk mengurangi resiko terjadinya kematian bayi di dalam kandungan dan berbagai komplikasi lainnya, waktu terbaik untuk melahirkan bayi kembar adalah saat usia kehamilan sudah mencapai 37 minggu atau 36 minggu bila sang bayi kembar hanya memiliki satu buah plasenta (ari-ari). Persalinan yang lebih dini daripada biasanya ini memang banyak ditemukan pada kehamilan kembar karena rahim ibu menjadi lebih besar daripada biasanya, yang membuat persalinan lebih cepat terjadi.   Operasi Caesar Bukanlah Satu-satunya Pilihan Persalinan Memang benar bahwa saat Anda hamil kembar, sebagian besar dokter akan menganjurkan Anda untuk melahirkan melalui operasi Caesar, akan tetapi persalinan normal (per vaginum) pun sebenarnya cukup aman. Bila kedua kepala bayi sudah terletak di bawah dan posisi bayi sesuai dan kedua plasenta berada pada posisi yang tepat, maka persalinan normal dapat dilakukan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: instyle
 20 Sep 2018    08:00 WIB
Mengapa Vaksinasi Pada Anak Itu Penting?
Mungkin Anda sering mendengar pentingnya melakukan vaksinasi pada anak, vaksin tidak hanya diberikan pada anak namun juga pada orang dewasa. Mengapa anak perlu divaksin? Bagaimana cara vaksin bekerja? Imunisasi atau vaksinasi bekerja dengan cara "menipu" tubuh Anda, dimana Anda vaksinasi membuat tubuh Anda percaya bahwa saat itu tubuh Anda sedang diserbu mikroorganisme yang menular, sehingga tubuh Anda akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk memperkuat pertahanan tubuhnya. Vaksinasi dilakukan dengan menyuntikkan suatu bentuk kuman berbahaya yang telah dilemahkan. Kemudian tubuh akan mengingat "invasi’ yang dilakukan kuman tersebut sehingga tubuh dengan mudah mengenali serangan dan mentralisir penyebab penyakit saat penyakit yang sesungguhnya menyerang.   Mengapa vaksinasi pada anak penting untuk dilakukan? Kekebalan dari ibu diberikan kepada bayi yang baru lahir, namun kekebalan ini menghilang dalam tahun pertama kehidupan mereka. Sehingga bayi tidak memiliki lagi kekebalan alami. Saat seorang anak tidak dilakukan vaksinasi dan terkena kuman yang menular, kemungkinan tubuhnya belum dapat melawan penyakit tersebut. Banyak anak yang meninggal akibat beberapa penyakit seperti campak, batuk rejan, dan polio. Mengimunisasi anak juga membantu melindungi orang lain termasuk bayi yang sangat kecil yang mungkin tidak dapat divaksinasi (seperti anak-anak yang mengidap leukemia) dan mereka yang tidak dapat merespon vaksinasi.   Sumber: newhealthguide