Your browser does not support JavaScript!
 05 Nov 2018    18:00 WIB
Berapa Banyak Susu Yang Harus Diminum Oleh Anak-anak?
Susu dan produk susu lainnya adalah sumber protein dan kalsium yang baik, nutrisi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan normal pada anak-anak. Jumlah susu yang harus dikonsumsi setiap hari bergantung pada usianya. Ukuran persajian susu setara dengan 1 cangkir, atau 235 ml.   Usia 0 - 12 bulan Bayi usia 0 - 12 bulan sebaiknya tidak mengonsumsi susu sapi, dan sebaiknya minum ASI atau susu formula khusus bayi sebagai gantinya. Menurut MedlinePlus, bayi yang baru lahir harus mengkonsumsi 475 – 700 ml ASI atau susu formula setiap hari, bayi usia 4 - 6 bulan harus mengkonsumsi 825 – 1185 ml ASI atau susu formula setiap hari, bayi usia 6 - 8 bulan harus minum ASI atau susu formula 3 – 5 kali per hari dan bayi usia 8 - 12 bulan harus minum ASI atau susu formula bayi 3 – 4  kali setiap hari. Usia 1 – 2 Tahun Anda bisa memberikan anak Anda susu sapi utuh setelah usia 1 tahun, menurut American Academy of Pediatrics. Anak-anak berusia antara 1 - 2 tahun membutuhkan diet berlemak tinggi untuk pengembangan otak yang tepat, karena itulah disarankan susu utuh. Pada usia ini, American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk membatasi susu sapi 950 ml atau 4 cangkir, per hari. KidsHealth mendorong anak-anak berusia 1 - 2 untuk mengkonsumsi 475 – 700 ml, atau 2 - 3 cangkir susu setiap hari. Usia 2 – 8 Tahun U.S. Department of Agriculture merekomendasikan anak-anak usia 2 - 3 tahun mengonsumsi setidaknya 2 cangkir susu setiap hari, dan anak-anak berusia 4 - 8 tahun mengonsumsi setidaknya 2,5 cangkir susu setiap hari. Ini mungkin termasuk susu sapi, susu kedelai, yogurt, keju cottage atau keju biasa. Usia 9 Tahun dan Lebih Tua Anak-anak berusia 9 tahun keatas dan orang dewasa mengonsumsi setidaknya 3 cangkir dari susu setiap hari. Remaja aktif dengan kebutuhan kalori tinggi sekitar 3.000 kalori atau lebih mungkin memerlukan 4 cangkir susu setiap hari.   Pengganti Jika anak Anda tidak suka minum susu, produk susu kaya protein dan kalsium lainnya dapat menggantikan susu sapi dalam makanan sehat. Ini termasuk yogurt, keju, keju cottage dan susu kedelai. Menurut U.S. Department of Agriculture 1 cangkir susu setara dengan 1 cangkir susu sapi, 1 cangkir susu kedelai, 1 cangkir yogurt, 2 cangkir keju cottage, 60 gram keju olahan atau 45 gram keju padat seperti cheddar.   Baca juga: Manfaat Keju Bagi Kesehatan   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 27 Oct 2018    18:00 WIB
Waspada! Tindak Kekerasan Berpengaruh Pada Perkembangan Otak Anak
Setiap orang yang mempelajari psikologi tentunya mengetahui bahwa terekspos terhadap tindakan kekerasan alias menjadi korban tindakan kekerasan dapat berdampak pada perilaku orang tersebut, terutama bila orang tersebut memang telah mempunyai kecenderungan terhadap tindakan kekerasan. Para peneliti menduga bahwa trauma psikologis selama masa kanak-kanak dapat mengubah struktur otak anak, terutama pada bagian otak yang berhubungan dengan pengambilan keputusan. Akan tetapi, hal ini bukan berarti setiap anak yang pernah mengalami tindakan kekerasan pasti akan menjadi seorang pelaku tindak kekerasan. Banyak anak yang pernah menjadi korban tindak kekerasan tidak berubah menjadi seorang pelaku tindak kekerasan juga. Pada penelitian yang dilakukan di Swiss ini, para peneliti menemukan bahwa orang yang pernah mengalami tindakan kekerasan selama masa kanak-kanak ternyata tidak hanya mengalami trauma psikologis, tetapi juga mengalami perubahan pada area otak tertentu, yaitu pada bagian korteks orbitofrontal, otak depan bagian bawah, di belakang bola mata Anda. Para peneliti menduga bahwa bagian korteks orbitofrontal merupakan bagian otak yang berfungsi untuk mengatur bagian otak lainnya mengenai "hadiah" atau "hukuman" pada situasi tertentu. Dengan demikian, otak pun dapat beradaptasi mengenai bagaimana caranya memperoleh hadiah dan menghindari hukuman, seperti yang terjadi pada anak-anak saat belajar mengenai berbagai hal selama hidupnya. Bagian otak ini ternyata juga turut berperan dalam hal kecanduan, mempelajari cara bergaul, dan kemampuan untuk membuat keputusan terbaik berdasarkan potensi yang ada. Pada situasi sulit, korteks orbitofrontal pada orang sehat akan teraktivasi untuk mencegah terjadinya impuls agresif dan menjaga interaksi normal. Pada penelitian ini, para peneliti mempelajari apa sebenarnya efek kekerasan pada masa kanak-kanak terhadap perilaku agresif di masa dewasa pada hewan percobaan (tikus percobaan). Pada penelitian ini, para peneliti memaparkan sejumlah tikus pada tindak kekerasan sewaktu muda di mana para peneliti kemudian mengamati bagaimana perilaku mereka seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka. Para peneliti juga mempelajari otak para tikus dewasa untuk melihat apakah mereka memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan kekerasan. Para peneliti menemukan bahwa tikus jantan memiliki sedikit aktivitas di dalam korteks orbitofrontal, yang membuat tikus menjadi lebih sulit mengendalikan impuls negatif mereka. Hal ini ternyata juga mempengaruhi amigdala, suatu bagian otak yang berfungsi untuk mengatur respon emosional. Pada akhir penelitian, para peneliti menemukan bahwa para tikus yang terpapar oleh tindak kekerasan di masa mudanya tidak memiliki rantai reaksi yang wajar di dalam otaknya yang mencegah mereka untuk tidak bertindak secara berlebihan saat mengalami suatu ancaman atau situasi berbahaya. Pada beberapa penelitian sebelumnya, para peneliti juga menemukan respon yang sama saat meneliti otak orang yang sering melakukan tindak kekerasan seperti para pembunuh. Selain trauma psikologis, para peneliti menemukan bahwa faktor genetika ternyata juga turut berperan dalam terjadinya perilaku impulsif, antisosial, dan agresif. Gen yang diduga turut berperan tersebut adalah MAOA. Bagaimana suatu gen dapat mengubah perilaku seseorang? Para peneliti menduga hal ini dipicu oleh stress psikologis yang menyebabkan terjadinya perubahan perilaku gen. Berdasarkan penelitian pada hewan percobaan, para peneliti menemukan bahwa pemberian obat anti depresi dapat membantu menurunkan perilaku agresif dan mengembalikan fungsi gen seperti semula. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana pengaruh pengobatan terhadap perubahan perilaku.  Baca juga: Bahaya Layar Sentuh Bagi Anak Sumber: healthline
 19 Oct 2018    18:00 WIB
Mau Punya Anak Kembar ? Cari Tahu Dulu Fakta Menarik Tentang Anak Kembar Yuk
Sekarang ini, kehamilan kembar bukanlah suatu hal yang aneh dan jarang terjadi. Kehamilan kembar sudah cukup sering ditemukan, baik yang terjadi secara alami maupun dengan bantuan bayi tabung. Bagi Anda yang sudah diberkati dengan anak kembar, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa fakta unik dan mengejutkan mengenai anak kembar.   Semakin Tua Usia Ibu Semakin Tinggi Peluangnya Hamil Anak Kembar Bahkan tanpa bantuan bayi tabung (IVF), banyak wanita sudah dapat mengalami kehamilan kembar secara alami. Peluang ini akan semakin tinggi seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka.   Anak Kembar Biasanya Hidup Lebih Lama Daripada Anak Lainnya, Begitu Pula Dengan Ibunya Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh the University of Washington pada tahun 2016, anak kembar identik cenderung hidup lebih lama daripada kembar non identik. Selain itu, anak kembar biasanya juga hidup lebih lama daripada orang pada umumnya. Hal ini mungkin dikarenakan anak kembar dapat saling memberikan dukungan material atau emosional yang membuat mereka hidup lebih lama. Selain sang anak, ibu anak kembar juga cenderung hidup lebih lama daripada ibu lainnya. Hal ini diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Utah pada tahun 2011.   Kembar Tidak Hanya Kembar Identik dan Non Identik Saja Semua orang pasti tahu apa perbedaan antara kembar identik dengan kembar non identik, akan tetapi tahukah Anda bahwa ada jenis kembar lainnya daripada kedua hal ini? Ada anak kembar yang merupakan pantulan kaca bagi saudara kembarnya, yaitu dengan memiliki tanda lahir pada sisi yang berlawanan dengan kembarannya. Ada juga anak kembar yang terbentuk dan dilahirkan pada hari yang berbeda, bahkan hingga 24 hari. Hal ini terjadi karena ada lebih dari 1 sel telur yang berovulasi dan pada waktu yang berbeda. Keadaan ini terjadi pada seorang wanita Australia. Kehamilan kembar langka ini disebut dengan superfetation atau kehamilan interval.   Bayi Kembar Dapat Memiliki Warna Kulit yang Berbeda Bila Anda dan pasangan berasal dari rasa yang berbeda, maka anak kembar Anda juga dapat memiliki rasa yang berbeda, mengikuti masing-masing orang tua.   Baca juga: 6 Hal yang Paling Dibutuhkan Oleh Anak yang Sangat Sensitif   Faktor Genetika Hanya Berlaku Bagi Kembar Non Identik Banyak orang beranggapan bahwa kembar diturunkan dalam keluarga. Akan tetapi, berbagai penelitian menemukan bahwa hal ini hanya berlaku pada kembar non identik.   Anak Kembar Lebih Sering Bertangan Kidal Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1996 di Belgia, sekitar 1 di antara 5 orang anak kembar, baik kembar identik maupun non identik, bertangan kidal.   Wanita yang Tinggi Memiliki Peluang Lebih Besar Untuk Memiliki Anak Kembar Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 menemukan bahwa ibu bayi kembar biasanya lebih tinggi 3 cm daripada ibu yang melahirkan bayi tunggal. Para ahli menduga hal ini dikarenakan ibu yang lebih tinggi memiliki kadar insulin yang lebih tinggi, yang selain mempengaruhi tinggi badan ibu, juga mempengaruhi peluangnya untuk mengalami kehamilan kembar.   Persalinan Anak Kembar Harus Dilakukan Saat Usia Kehamilan Mencapai 37 Minggu Untuk mengurangi resiko terjadinya kematian bayi di dalam kandungan dan berbagai komplikasi lainnya, waktu terbaik untuk melahirkan bayi kembar adalah saat usia kehamilan sudah mencapai 37 minggu atau 36 minggu bila sang bayi kembar hanya memiliki satu buah plasenta (ari-ari). Persalinan yang lebih dini daripada biasanya ini memang banyak ditemukan pada kehamilan kembar karena rahim ibu menjadi lebih besar daripada biasanya, yang membuat persalinan lebih cepat terjadi.   Operasi Caesar Bukanlah Satu-satunya Pilihan Persalinan Memang benar bahwa saat Anda hamil kembar, sebagian besar dokter akan menganjurkan Anda untuk melahirkan melalui operasi Caesar, akan tetapi persalinan normal (per vaginum) pun sebenarnya cukup aman. Bila kedua kepala bayi sudah terletak di bawah dan posisi bayi sesuai dan kedua plasenta berada pada posisi yang tepat, maka persalinan normal dapat dilakukan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: instyle
 28 Sep 2018    11:00 WIB
Balita Sangat Suka Minum Susu, Apakah Baik Atau Tidak?
Hampir kebanyakan anak suka minum susu, susu adalah cara yang baik untuk menjamin asupan kalsium anak. Tapi untuk anak Anda yang masih balita apakah kebiasan minum susu itu adalah hal yang baik atau tidak? Silahkan simak ulasan dibawah ini.   Jumlah Yang Disarankan Menurut Centers for Disease Control and Prevention, anak-anak berusia antara 1-5 tahun seharusnya mengonsumsi tidak lebih dari tiga gelas, 235 ml susu per hari. Minum sekitar satu setengah cangkir susu per hari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium anak-anak antara usia 1-3 tahun atau batita.   Anemia Defisiensi Besi Anemia kekurangan zat besi merupakan perhatian utama kebanyakan balita yang terlalu banyak minum susu. Susu rendah zat besi dan menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh, sehingga anak kecil yang banyak minum susu bisa mengalami kekurangan zat besi. Balita sangat rentan mengalami hal ini karena mereka mungkin tidak mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi, jadi mereka tidak dapat menebus kekurangan dengan cara lain. Selain itu, karena saluran pencernaan balita masih berkembang, mungkin mengalami reaksi ringan terhadap susu yang menyebabkan kehilangan darah di usus dalam jumlah kecil. Kehilangan darah mengurangi zat besi dalam tubuh, jadi ini bisa membuat kemungkinan mengalami anemia kekurangan zat besi lebih besar lagi.   Kalori dan Nutrisi Seorang balita yang minum terlalu banyak susu mungkin mendapatkan banyak kalsium, tapi mungkin dia menghindari makanan dan minuman lain yang memiliki nutrisi lain. Jika anak Anda minum lebih dari tiga cangkir susu setiap hari, dia mungkin mendapatkan setengah, atau lebih, asupan kalori hariannya hanya dari susu saja. Jika Anda memiliki riwayat keluarga obesitas, penyakit jantung atau diabetes, maka dokter spesialis anak Anda mungkin akan menyarankan untuk membatasi asupan susu atau beralih ke susu rendah lemak.   Intoleransi dan Alergi Laktosa Beberapa balita mengalami alergi susu. Anak-anak dengan alergi parah bisa mengalami mengi, muntah atau cegukan jika mereka minum susu. Terkadang alergi susu bisa mengancam nyawa. Berbeda dengan alergi susu, intoleransi laktosa tidak berbahaya, tapi bisa membuat tidak nyaman. Intoleransi laktosa terjadi saat tubuh perlahan berhenti memproduksi laktase, enzim yang mencerna gula dalam susu.   Intoleransi laktosa pada bayi jarang terjadi karena mereka membutuhkan laktase untuk mencerna ASI mereka, namun kemampuan untuk memproduksi laktase dapat mulai berkurang saat balita. Balita yang tidak toleran terhadap laktosa dapat mengalami sakit perut atau diare jika dia minum terlalu banyak susu. Jumlah susu yang bisa ditangani balita bergantung pada berapa banyak laktase yang masih dihasilkannya, sehingga setiap anak memiliki batas yang berbeda.   Baca juga: Tips Untuk Membuat Anak Mau Memakan Buah dan Sayuran   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 20 Sep 2018    08:00 WIB
Mengapa Vaksinasi Pada Anak Itu Penting?
Mungkin Anda sering mendengar pentingnya melakukan vaksinasi pada anak, vaksin tidak hanya diberikan pada anak namun juga pada orang dewasa. Mengapa anak perlu divaksin? Bagaimana cara vaksin bekerja? Imunisasi atau vaksinasi bekerja dengan cara "menipu" tubuh Anda, dimana Anda vaksinasi membuat tubuh Anda percaya bahwa saat itu tubuh Anda sedang diserbu mikroorganisme yang menular, sehingga tubuh Anda akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk memperkuat pertahanan tubuhnya. Vaksinasi dilakukan dengan menyuntikkan suatu bentuk kuman berbahaya yang telah dilemahkan. Kemudian tubuh akan mengingat "invasi’ yang dilakukan kuman tersebut sehingga tubuh dengan mudah mengenali serangan dan mentralisir penyebab penyakit saat penyakit yang sesungguhnya menyerang.   Mengapa vaksinasi pada anak penting untuk dilakukan? Kekebalan dari ibu diberikan kepada bayi yang baru lahir, namun kekebalan ini menghilang dalam tahun pertama kehidupan mereka. Sehingga bayi tidak memiliki lagi kekebalan alami. Saat seorang anak tidak dilakukan vaksinasi dan terkena kuman yang menular, kemungkinan tubuhnya belum dapat melawan penyakit tersebut. Banyak anak yang meninggal akibat beberapa penyakit seperti campak, batuk rejan, dan polio. Mengimunisasi anak juga membantu melindungi orang lain termasuk bayi yang sangat kecil yang mungkin tidak dapat divaksinasi (seperti anak-anak yang mengidap leukemia) dan mereka yang tidak dapat merespon vaksinasi.   Sumber: newhealthguide
 12 Sep 2018    11:00 WIB
Kelainan Jiwa Pada Anak, Bagaimana Cara Mengenalinya ?
Bukan hanya orang dewasa yang dapat mengalami kelainan pada kepribadian maupun jiwanya, anak-anak pun dapat mengalaminya. Akan tetapi, kelainan jiwa pada anak seringkali terlambat dikenali sampai anak tumbuh dewasa. Akibatnya, pengobatan yang seharusnya dapat segera diberikan untuk memperbaiki kelainan ini tidak dapat diberikan. Tidak terdeteksinya kelainan jiwa pada masa kanak-kanak seringkali disebabkan oleh ketidaktahuan orang tua mengenai gejala kelainan jiwa yang dapat terjadi pada anak. Sulitnya membedakan perilaku anak-anak pada umumnya dengan perilaku anak dengan kelainan jiwa membuat diagnosa dini menjadi semakin sulit.   Berbagai Jenis Kelainan Jiwa Pada Anak 1.      Gangguan Cemas Yang termasuk gangguan cemas adalah gangguan obsesif kompulsif, sindrom stress paska trauma, fobia sosial, dan gangguan kecemasan menyeluruh. Pada kelainan ini, anak biasanya selalu merasa cemas setiap waktu, yang  bahkan dapat mengganggu aktivitasnya sehari-hari.   2.      ADHD Merupakan suatu kelainan di mana anak tidak dapat atau kesulitan memusatkan perhatiannya, memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif.   3.      Autisme Autisme merupakan salah satu gangguan perkembangan berat pada anak yang biasa terjadi pada usia dini, di bawah usia 3 tahun. Kelainan ini menyebabkan anak sulit berkomunikasi dengan orang lain dan sulit berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.   4.      Gangguan Makan Yang termasuk gangguan makan adalah anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan binge. Kelainan ini paling sering terjadi saat anak mengalami pubertas dan mulai memperhatikan bentuk tubuh, terutama berat badannya. Anak bahkan dapat mengabaikan semua hal lainnya dan hanya memperhatikan berat badannya saja.   5.      Gangguan Mood Yang termasuk kelainan ini adalah depresi dan gangguan bipolar (merasa sedih dan gembira secara bergantian). Anak biasanya selalu murung atau seringkali menunjukkan perubahan mood yang ekstrem.   6.      Skizofrenia Kelainan ini merupakan kelainan jiwa berat yang menyebabkan anak kehilangan kemampuan untuk membedakan antara imajinasi dan kenyataan.   Tanda Awal Kelainan Jiwa Pada Anak 1.      Mood Berubah-ubah Perhatikan bila anak terlihat sedih atau murung atau menarik diri dari lingkungan selama setidaknya dua minggu. Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah adanya perubahan mood yang berlebihan yang bahkan mengganggu kehidupan sosial anak di sekolah maupun di rumah.   2.      Rasa Takut yang Berlebihan Adanya rasa takut atau khawatir berlebihan tanpa alasan yang jelas, yang bahkan dapat disertai dengan peningkatan denyut jantung dan napas cepat dapat merupakan tanda awal adanya suatu masalah pada psikologis anak. Hal ini biasanya dapat mengganggu aktivitas anak sehari-hari.   3.      Perubahan Perilaku Adanya perubahan perilaku atau kepribadian yang ekstrim, termasuk perilaku yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain juga merupakan salah satu tanda kelainan jiwa pada anak.   4.      Sulit Konsentrasi Sulit berkonsentrasi atau memusatkan perhatiannya atau duduk diam selama berada di kelas atau rumah juga dapat merupakan tanda adanya suatu kelainan pada anak.   5.      Penurunan Berat Badan Tiba-tiba Penurunan nafsu makan secara tiba-tiba, sering muntah, dan penggunaan obat-obat pencahar dapat merupakan tanda awal anak menderita gangguan makan, baik anoreksia nervosa, bulimia nervosa, maupun binge.   6.      Perilaku Melukai Diri Sendiri Kelainan jiwa seringkali berujung pada pikiran atau keinginan atau perilaku melukai diri sendiri, bahkan bunuh diri.   7.      Penggunaan Zat-zat Terlarang Penggunaan obat-obat terlarang atau alkohol dapat merupakan salah satu cara anak untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.   Pengobatan yang Dapat Dilakukan Bila anda mendapati anak anda mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter anda. Dengan demikian, dokter dapat memberikan penanganan sedini mungkin. Pengobatan kelainan jiwa baik pada anak maupun dewasa biasanya dilakukan dengan mengkombinasikan psikoterapi dengan obat-obatan untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin.   1.      Psikoterapi Psikoterapi atau terapi perilaku atau konseling merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu anak mengatasi keadaannya. Pada psikoterapi, anak diharapkan dapat mengungkapkan perasaannya dan permasalahan yang ada. Dengan demikian, anak dapat mengetahui apa sebenarnya yang ia rasakan, apa permasalahan yang sebenarnya, dan bagaimana cara menghadapinya.   2.      Obat-obatan Anak anda mungkin diharuskan untuk mengkonsumsi beberapa jenis obat-obatan untuk membantu mengatasi perubahan mood ataupun rasa sedih yang berlebihan.
 06 Sep 2018    08:00 WIB
Bagaimana Tips Perawatan Anak Autis ?
Autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan gangguan interaksi sosial,  gangguan komunikasi verbal dan non verbal, serta adanya gerakan berulang-ulang. Autisme terjadi akibat adanya gangguan pada proses penghantaran saraf, penyebabnya tidak diketahui. Diagnosa ditegakkan berdasarkan pada gejala yang timbul sebelum anak berusia 3 tahun. Autisme lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Prevalensi autisme adalah 1-2 orang per 1.000 penduduk. Orang tua biasanya mulai menyadari gejala autisme pada 2 tahun pertama kehidupan anaknya, gejala ini dapat timbul secara perlahan, atau anak mengalami perkembangan yang normal kemudian tiba-tiba menurun. Walaupun belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan autisme, namun dengan diagnosa dini, perawatan yang tepat, dan terapi dini dapat membantu anak untuk dapat hidup mandiri. Terapi perilaku, kognitif, dan wicara dini pada anak autis dapat membantu anak untuk hidup lebih mandiri dan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi serta interaksi sosial anak. Di bawah ini terdapat beberapa tips yang dapat membantu anda.   Masuki Dunia Mereka Orang tua memainkan peran yang sangat penting dalam membantu perkembangan anak.   Seperti anak-anak yang lainnya, anak autis terutama belajar melalui permainan. Oleh karena itu, bergabunglah dengan anak ketika dia sedang bermain, tariklah anak dari perilaku dan ritualnya yang sering diulang-ulang, dan tuntunlah mereka menuju kegiatan yang lebih beragam. Misalnya, orang tua mengajak anak mengitari kamarnya, kemudian tuntun mereka ke ruang yang lain. Orang tua perlu memasuki dunia mereka untuk membantu mereka masuk ke dunia luar.   Berikan Pujian Kata-kata pujian karena telah menyelesaikan tugasnya dengan baik, kadang tidak berarti apa-apa bagi anak autis. Temukan cara lain untuk mendorong perilaku yang baik dan untuk mengangkat harga dirinya. Misalnya berikan waktu lebih untuk bermain dengan mainan kesukaannya jika anak telah menyelesaikan tugasnya dengan baik.   Gambar dan Komunikasi Anak autis belajar lebih baik jika informasi disampaikan secara visual (melalui gambar) dan verbal (melalui kata-kata). Masukkan komunikasi augmentatif ke dalam kegiatan rutin sehari-hari dengan menggabungkan kata-kata dan foto, lambang atau isyarat tangan untuk membantu anak mengutarakan kebutuhan, perasaan dan gagasannya.   Ajaklah Berbicara Tujuan dari pengobatan adalah membuat anak autis berbicara. Tetapi sebagian anak autis tidak dapat bermain dengan baik, padahal anak-anak mempelajari kata-kata baru melalui permainan. Sebaiknya orang tua tetap berbicara kepada anak autis, sambil menggunakan semua alat komunikasi dengan mereka, baik berupa isyarat tangan, gambar, foto, lambang, bahasa tubuh maupun teknologi.   Latih Komunikasi Jadwal kegiatan sehari-hari, makanan dan aktivitas favorit, serta teman dan anggota keluarga lainnya dapat menjadi bagian dari sistem gambar dan membantu anak untuk berkomunikasi dengan dunia di sekitarnya.   Program Intervensi Dini Hal terpenting yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah menemukan program intervensi dini yang baik bagi anak autis. Tujuan pertama adalah menembus tembok penghalang interaksi sosial anak dan mengutamakan komunikasi dengan orang lain melalui cara menunjuk jari, menggunakan gambar dan kadang bahasa isyarat serta kata-kata.   Program intervensi dini menawarkan pelayanan pendidikan dan pengobatan untuk anak-anak berusia di bawah 3 tahun yang telah didiagnosis mengalami ketidakmampuan fisik atau kognitif. Program intervensi dini terdiri dari: Terapi fisik dan terapi okupasional (pengobatan dengan memberikan pekerjaan atau kegiatan tertentu) Terapi wicara dan bahasa Pendidikan masa kanak-kanak dini Perangsangan sensorik Program intervensi dini akan membantu orang tua dan anak autis pindah dari intervensi dini ke dalam sistem sekolah umum. Program ini juga akan membantu memilihkan lingkungan yang paling tepat untuk pendidikan anak autis, apakah di sekolah biasa atau di kelas khusus anak autis yang menawarkan pendidikan dan pelayanan pengobatan yang lebih intensif dengan jumlah murid yang terbatas.   Program Pendidikan Program pendidikan untuk anak autis sangat terstruktur, menitikberatkan kepada kemampuan berkomunikasi dan sosialisasi serta teknik pengelolaan perilaku positif. Strategi yang digunakan di dalam kelas sebaiknya juga diterapkan di rumah sehingga anak memiliki lingkungan fisik dan sosial yang tidak terlalu berbeda. Dukungan pendidikan seperti terapi wicara, terapi okupasional dan terapi fisik merupakan bagian dari pendidikan di sekolah anak autis. Keterampilan lainnya, seperti memasak, berbelanja atau menyeberang jalan, akan dimasukkan ke dalam rencana pendidikan individual untuk meningkatkan kemandirian anak. Tujuan keseluruhan untuk anak adalah membangun kemampuan sosial dan berkomunikasi sampai ke tingkat tertinggi atau membangun potensinya yang tertinggi.   Obat-obatan Pada masa remaja, beberapa perilaku agresif dapat semakin sulit dihadapi dan sering menimbulkan depresi. Kadang obat-obatan dapat membantu meskipun tidak dapat menghilangkan penyebabnya. Obat-obatan biasanya digunakan untuk mengendalikan perilaku yang sangat agresif dan membahayakan diri sendiri.
 05 Sep 2018    11:00 WIB
Apakah Bayi Yang Sudah Bisa Makan Masih Butuh Minum Susu ?
Saat bayi kesayangan Anda sudah berusia 1 tahun maka biasanya kebiasaan minum susu akan berkurang karena sudah mulai makan beberapa jenis makanan. Padahal ternyata kebiasaan minum susu ini adalah hal yang penting. Bahkan WHO merekomendasikan untuk Anda para ibu agar menyusui sampai bayi usia 2 tahun. Hal ini dikarenakan susu memiliki kandungan nutrisi yang penting.   Berikut Kandungan Nutrisi Susu Yang Dibutuhkan Bayi Anda: Kalsium Susu dan produk susu lainnya menyediakan sumber kalsium yang penting untuk pertumbuhan tulang yang sehat. 1 cangkir susu memasok 300 miligram kalsium. Balita membutuhkan sekitar 500 miligram per hari. Yogurt dan keju serta makanan yang diperkaya kalsium seperti jus jeruk dapat memenuhi kebutuhan kalsium anak Anda.   Vitamin D Susu yang difortifikasi memasok vitamin D, yang dibutuhkan balita Anda untuk membantunya menyerap kalsium. Balita yang tidak mendapatkan cukup vitamin D dapat mengalami rakhitis, penipisan tulang yang bisa menyebabkan bungkuk dan nyeri. Bayi yang diberi ASI yang tidak mengonsumsi suplemen vitamin D setelah usia 6 bulan berisiko kekurangan vitamin D, terutama jika berkulit gelap, tidak terkena sinar matahari yang cukup atau memiliki ibu kekurangan vitamin D.   Menyediakan Lemak Balita membutuhkan lemak untuk pertumbuhan persarafan yang optimal, meski anak sudah konsumsi makanan yang mengandung lemak. Namun masih memerlukan susu, susu utuh mengandung 4 persen lemak. Setelah usia 2 tahun, Anda bisa memberi makan susu rendah lemak kepada balita Anda, namun jangan beri susu skim.   Penggantian Susu Balita tertentu tidak bisa minum susu apapun, tapi mereka bisa memenuhi kebutuhan nutrisi untuk kalsium dan lemak dengan cara lain. Dua faktor yang dapat mempengaruhi asupan susu balita adalah alergi susu dan intoleransi laktosa. Sekitar 2,5 persen balita di bawah usia 3 tahun memiliki alergi susu, menurut Stanford School of Medicine.   Intoleransi laktosa terjadi pada orang yang kekurangan enzim laktase, yang memecah gula susu laktosa. Intoleransi laktosa jarang terjadi sebelum usia 2 tahun, Dr. Richard Grand of Children's Hospital Boston menjelaskan. Balita dengan alergi susu atau intoleransi laktosa dapat minum susu kedelai yang diperkaya kalsium atau sumber susu alternatif lainnya. Jus yang diperkaya dengan kalsium dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium balita Anda.   Baca juga: Susu Formula Bagi Buah Hati Anda   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 19 Aug 2018    08:00 WIB
Makanan Penenang Bagi Anak Hiperaktif
Para ahli menganjurkan para orang tua untuk memperhatikan makanan apa saja yang dikonsumsi oleh anaknya untuk mengetahui makanan mana yang dapat membuat Anda menjadi terlalu aktif, rewel, atau mudah marah. Bagaimana cara makanan mempengaruhi perilaku seorang anak? Anak-anak yang mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak gula atau karbohidrat olahan seperti nasi putih dan berbagai produk tepung putih dapat mengalami penurunan kadar gula darah yang cukup drastis, yang akan mempengaruhi mood mereka. Berbagai makanan di atas dapat memicu pelepasan hormon stress seperti adrenalin dan kortisol. Kedua hormon ini merupakan hormon yang diperlukan tubuh untuk berespon terhadap suatu "bahaya" yang memungkinkan seseorang untuk "melawan atau kabur". Selain itu, kedua jenis hormon ini juga dapat membuat anak menjadi gelisah, mudah marah, dan cemas. Dari semua jenis organ di dalam tubuh, otak merupakan organ yang paling sensitif dan paling pemilih dalam hal nutrisi yang diperlukannya. Untuk membuat otak bekerja semaksimal mungkin, maka setiap orang harus memberikan suplai gula darah, asam amino, vitamin, mineral, dan asam lemak esensial yang konstan dan stabil. Pengawet dan pewarna makanan serta pemanis buatan dapat membuat sistem saraf menjadi overaktif. Sedangkan beberapa jenis makanan yang mengandung kalsium dan magnesium seperti berbagai jenis sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian justru bersifat menenangkan. Oleh karena itu, pastikan anak Anda mengkonsumsi makanan segar dan hindarilah konsumsi makanan olahan. Beberapa jenis makanan yang dapat membantu menenangkan anak Anda adalah: Berbagai jenis sayuran segar seperti wortel kecil, seledri, paprika, brokoli, kembang kol Yogurt rendah lemak atau keju cottage rendah lemak Berbagai jenis kacang-kacangan seperti kacang almond, kacang mede, kacang walnut, kacang tanah, dan sebagainya Berbagai jenis biji-bijian seperti biji bunga matahari dan biji labu kuning Buah segar, buah beku, atau buah kering Berbagai jenis biskuit gandum Berbagai jenis sereal. Pastikan Anda memilih sereal yang mengandung 3 gram serat di setiap porsinya Jika anak Anda ingin mengemil beberapa jam sebelum tidur, maka Anda pun dapat memberikan beberapa jenis cemilan yang bersifat menenangkan berikut ini, yaitu: Biskuit gandum yang telah dioles dengan selai kacang Oatmeal yang dicampurkan dengan pisang dan kacang walnut Pastikan anak Anda tidak mengkonsumsi minuman berkafein, permen, jus buah yang mengandung banyak gula, dan es krim sebelum tidur. Beberapa cemilan sehat di malam hari adalah susu rendah lemak, berbagai produk kedelai, selai kacang, dan keju. Jika anak Anda sedang ingin mengkonsumsi makanan manis, maka Anda dapat mengganti es krim dan permen dengan berbagai jenis buah-buahan di bawah ini: Buah Peach Buah peach mengandung zat penenang alami yang dapat membantu mengurangi stress dan rasa cemas sehingga anak pun menjadi lebih tenang dan rileks. Buah Beri Selain mengandung berbagai jenis antioksidan dan vitamin C; blueberi, raspberi, dan strawberi juga dapat membantu mencegah terjadinya peningkatan kadar hormon stress, kortisol. Buah Jeruk Mengupas jeruk dapat membuat Anda duduk tenang selama beberapa saat. Selain itu, vitamin C dan kalium juga dapat membuat otot menjadi lebih rileks. Buah apel dan pisang sebenarnya juga dapat membantu menenangkan anak yang hiperaktif. Dark Coklat Walaupun tidak semanis milk coklat, akan tetapi dark coklat memiliki lebih banyak manfaat positif bagi kesehatan Anda. Dark coklat dapat membantu menurunkan kadar hromon kortisol, epinefrin, dan norepinefrin yang dapat membuat anak dan orang dewasa menjadi cemas dan gelisah.   Sumber: sheknows
 15 Aug 2018    16:00 WIB
Anak Menelan Koin? Ini Yang Harus Segera Dilakukan!
Anak-anak belajar tentang dunia dengan menyentuh, merasakan dan menaruh benda apapun ke dalam mulut mereka. Menelan benda asing adalah cara mereka menjelajahi dunia. Salah satu insiden yang sering terjadi adalah menelan koin karena koin yang mudah didapat oleh bayi dan balita, selain itu logam yang bersinar dan berkilau menarik mata si kecil sehingga mereka tertarik untuk mengetahui benda apakah itu. Menelan benda asing seperti kelereng, koin, mulut penuh pasir dan mainan yang berukuran kecil adalah masalah umum untuk orang tua dari balita. Seorang anak akan dengan senang hati menelan benda asing dan bahkan tidak khawatir tentang hal itu. Sedangkan sebagai orang tua hidup dalam ketakutan "Apa yang harus dilakukan sekarang?" Gejala Balita menelan Koin Jika koin tertelan masuk ke perut, ada kemungkinan besar bahwa benda tersebut akan melewati usus dan bisa dikeluarkan bersama dengan tinja. Namun, jika koin terjebak dalam perut, maka hal ini berisiko dan harus dianggap serius. Jika koin tertelan dan terjebak di kerongkongan, dapat menyebabkan gejala khas seperti: Keluar air liur terus menerus dari mulut Kesulitan dalam menelan apa pun Muntah Mengatakan nyeri di leher atau dada bila anak sudah bisa bicara Jika koin terjebak dalam usus maka dapat menyebabkan berbagai gejala seperti adanya darah dalam tinja dimana tinja terlihat lebih gelap, bising usus yang tidak normal, mengatakan sakit perut dan muntah. Kadang-kadang koin bisa terjebak namun anak dapat terus menelan dan makan tanpa kesulitan apapun. Dalam situasi seperti ini, anak akan batuk terus menerus. Koin yang terjebak dapat menyebabkan peradangan dan iritasi pada jaringan esofagus, yang selanjutnya bisa menyebabkan ruptur esofagus, menyebabkan situasi yang berbahaya. Berapa Lama Waktu Dari Tertelan Sampai Bisa Keluar Bersama Kotoran? Sekarang Anda mungkin berada dalam keadaan panik, karena anak Anda telah menelan uang logam atau benda asing lainnya. 80 sampai 90% dari kasus, biasanya koin ini dapat keluar bersama kotoran karena berbentuk bulat dengan tepi yang lembut, dan akhirnya keluar bersama dengan tinja. Koin melewati sistem pencernaan dan dikeluarkan dalam waktu satu atau dua hari. Namun,Anda harus terus memperhatikan kondisi anak Anda. Hal ini dapat menjadi situasi darurat jika ada gejala yang disebutkan di bawah ini: Anak Anda tidak dapat berbicara atau menangis, dan mengalami kesulitan bernapas Dia meneteskan air liur dan tidak bisa menelan Anak Anda batuk atau bernapas dengan keras Dia kehilangan kesadaran Apabila kondisi anak Anda terlihat baik sebaiknya jangan mencoba mengobati sendiri seperti memberikan obat pencahar. Bila Anda merasa takut sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis anak. Apabila tertelan koin jangan biarkan dalam waktu 4-5 hari. Pertolongan Pertama Saat Balita Menelan Koin: Pastikan, Anda memeriksa kotoran nya untuk dua sampai tiga hari. Hal ini dapat dilakukan dengan menempatkan kotoran di lantai. Dengan melakukan ini, Anda akan yakin bahwa benda asing yang tertelan benar-benar keluar dan tidak perlu merasa khawatir lebih lanjut Dalam jangka waktu mulai menelan koin maka perlu bagi orang tua untuk mengamati anak mereka dengan teliti. Memberinya makan makanan yang lembut dan berserat. Pisang adalah pilihan yang baik ketika Anda ingin membuat benda asing bergerak lebih cepat dalam sistem pencernaan anak Anda Pastikan anak Anda minum banyak air agar tetap terhidrasi. Penanganan Dari Tertelan Koin Jika koin tidak keluar bahkan setelah mengikuti semua langkah yang disebutkan di atas dan tetap berada dalam tubuh selama lebih dari 48 jam, sekarang saatnya untuk pergi ke rumah sakit bahkan jika anak Anda tidak menunjukkan gejala gelisah. Kunjungi dokter Anda dan mencari bantuan medis. Dokter akan membantu menemukan posisi yang tepat dari koin dalam tubuh anak Anda dengan bantuan X-ray. Dokter bisa memberikan obat agar koin bisa cepat keluar dan dokter akan menyarankan operasi apabila ternyata benda asing yang tertelan bukan bentuk koin dan sesuatu yang tajam, yang dapat merusak atau melubangi saluran pencernaan anak Anda. Dokter mungkin akan menyarankan endoskopi. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: beingtheparent