Your browser does not support JavaScript!
 24 Mar 2019    08:00 WIB
Tips Mengajari Anak Agar Cepat Bicara
Setiap orangtua selalu menantikan kata-kata pertama yang keluar dari mulut bayinya.  Orangtua selalu menoba berbagai cara yang terbaik untuk dapat membuat Anaknya bicara.Saat banyak orang berpikir belajar berbicara merupakan proses alami dan semuanya akan berjalan baik seiring bertambahnya waktu, tetapi Anda perlu tahu bahwa ada cara-cara yang bisa Anda lakukan agar anak Anda dapat belajar berbicara dengan lebih mudah. Jika Anda ingin anak Anda berbicara secepat mungkin Anda harus menciptakan suasana yang cocok untuk itu. Beberapa anak yang terlambat bicara kata pertamanya dapat berimbas pada perkembangan selanjutnya. Juga Anda perlu mengetahui kalau seorang anak akan berbicara meniru orangtuanya, untuk itu Anda harus memperhatikan tata bahasa dan tingkah laku Anda. Berikut adalah tips-tips yang bisa Anda coba untuk merangsang anak Anda mau bicara: Mulailah berbicaraSupaya balita Anda bicara, Anda harus memulai bicara dengannya. Perluas bahasa Anda untuk mengajarkan anak Anda bicara. Jika anak Anda cenderung mengulang-ulang satu kata, cobalah gunakan kata-kata lain. Misalnya apel itu berwarna merah, manis dan enak. Anda harus menggunakan kata yang biasa digunakan anak Anda dan perluas kata-kata itu menjadi beberapa suku kata. Hal ini sangat penting dalam mengajarkan anak berbicara sejak dini. Jangan lakukan "baby talk"Mungkin tips ini yang paling sulit Anda ikuti. Kebanyakan ibu sering mengucapkan "baby talk" dengan menambahkan kata atau bahasa yang tidak perlu. Ini harus dihindari.walaupun Anda tidak perlu menggunakan kata-kata yang sulit dicerna anak tetapi Anda juga harus berbicara dengan nada yang normal dan penggunaan kata yang baik. Buatlah mereka bicara dengan cara mereka, kemudian perbaiki dengan kata yang tepat, misalnya saat mereka bicara mam-mam, Anda melengkapi dengan ucapkan makan? Dengarkan baik-baikAnda tidak boleh mengabaikan apa yang anak Anda sedang katakan. Penting untuk mendengar apa yang mereka katakan dan memberikan perhatian. Dengan begitu Anda mengajarkan anak Anda bahwa apa yang ia katakan adalah penting dan berharga untuk Anda, juga akan membuat mereka semakin berani mengeksplorasi kata. Batasi televisiSatu hal yang penting untuk mengajari anak berbicara adalah Anda harus membatasi waktu menonton televisi. Televisi tidak akan pernah mengajarkan anak Anda berbicara. Ya televisi dapat mengajarkan konsep, huruf, warna dan lainnya, tetapi tidak berbicara. Komunikasi secara alami adalah hal yang Anda perlukan. Berbicara animatikBersenang-senanglah dengan balita Anda dengan cara berbicara disertai mimik muka yang lucu. Gunakan tangan Anda, ubah volume suara Anda atau bernyanyilah. Cara ini akan lebih menarik untuk anak Anda. Anak Anda akan memperhatikan dengan lebih baik dan belajar mengikutinya. Baca juga: Hati-hati Aktivitas di Media Sosial Mampu Picu Perceraian Lho! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
 23 Mar 2019    11:00 WIB
8 Jenis Kanker yang Paling Sering Ditemukan Pada Anak
1.      Leukemia Leukemia merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi pada anak-anak. Gejala yang perlu diwaspadai dan paling sering ditemukan pada leukemia adalah kulit pucat, demam, terjadinya perdarahan tanpa penyebab yang jelas, nyeri tulang, dan pembesaran perut. Sebenarnya, dengan pengobatan yang tepat dan dini, leukemia merupakan jenis kanker yang memiliki harapan untuk sembuh. Pengobatan utama untuk leukemia adalah dengan transplantasi sum-sum tulang.   2.      Tumor Otak Tumor otak merupakan jenis kanker yang dapat mengganggu fungsi dan merusak struktur susunan saraf pusat. Beberapa gejala tumor otak yang cukup sering ditemukan adalah: Mual Muntah Nyeri kepala Penurunan fungsi penglihatan Penurunan kesadaran Perubahan perilaku Gangguan bicara Gangguan keseimbangan tubuh Melemahnya anggota gerak (tangan dan kaki) Kejang Ubun-ubun besar tampak menonjol (pada bayi)   3.      Retinoblastoma Retinoblastoma merupakan salah satu jenis kanker mata yang sering terjadi pada anak-anak. Beberapa gejala retinoblastoma yang perlu diwaspadai adalah: Adanya bercak putih di bagian tengah mata yang seolah-olah tampak bersinar bila terkena cahaya (tampak seperti mata kucing) Penurunan fungsi penglihatan Mata juling Bola mata tampak menonjol keluar (tahap lanjut)   4.      Limfoma Maligna Limfoma maligna merupakan salah satu jenis kanker kelenjar getah bening. Gejala yang paling sering ditemukan adalah pembesaran kelenjar getah bening dengan cepat tanpa disertai dengan rasa nyeri. Kelenjar getah bening yang sering terkena adalah kelenjar getah bening di daerah ketiak, leher, selangkangan, dan usus. Bila pembesaran kelenjar getah bening terjadi di daerah usus, maka anak mungkin dapat mengalami beberapa gejala gangguan saluran pencernaan seperti nyeri perut, muntah, tidak dapat buang air besar, dan demam. Bila pembesaran kelenjar getah bening terjadi di daerah dada, maka kelenjar getah bening yang membesar ini dapat menekan saluran pernapasan sehingga anak mengalami sesak napas dan wajah tampak membiru.   5.      Neuroblastoma Neuroblastoma merupakan salah satu jenis kanker saraf yang memiliki gejala yang berbeda-beda tergantung pada saraf mana yang terkena. Neuroblastoma paling sering mengenai saraf di daerah leher, dada, dan mata. Bila tumor timbul di daerah mata, beberapa gejala yang dapat ditemukan adalah bola mata tampak menonjol, kelopak mata turun, dan pupil melebar. Bila tumor timbul di daerah tulang belakang, maka tumor akan menekan saraf tulang belakang dan menyebabkan terjadinya kelumpuhan. Bila tumor timbul di daerah perut, maka perut penderita biasanya akan tampak membesar. Bila sel kanker telah menyebar ke dalam tulang, maka tulang menjadi sangat rapuh sehingga penderita dapat mengalami patah tulang tanpa penyebab yang jelas, bahkan tidak menimbulkan rasa nyeri. Patah tulang dapat terjadi secara mendadak, di mana penderita tampak berjalan dengan pincang secara tiba-tiba.   6.      Tumor Wilms Tumor Wilms merupakan kanker ginjal yang paling sering terjadi pada anak-anak. Beberapa gejala yang dapat ditemukan adalah: Buang air kecil berdarah Rasa tidak enak di daerah perut Tumor dapat teraba keras bila sudah cukup besar. Orang tua biasanya menyadari adanya benjolan ini saat sedang memandikan anak   7.      Rabdomiosarkoma Rabdomiosarkoma merupakan kanker otot yang dapat mengenai otot mana pun di seluruh tubuh. Akan tetapi, pada anak-anak, daerah otot yang sering terkena adalah otot di daerah kepala, leher, kandung kemih, prostat, dan vagina. Gejala rabdomiosarkoma dapat berbeda-beda tergantung pada daerah yang terkena. Bila mengenai otot di daerah mata, maka mata tampak menonjol keluar. Bila mengenai telinga, maka tumor dapat menyebabkan telinga terasa nyeri dan keluarnya darah dari lubang telinga. Bila tumor mengenai tenggorokan, maka dapat menyebabkan terjadinya sumbatan jalan napas, sinusitis (radang sinus), keluarnya darah dari hidung (mimisan), dan sulit menelan. Bila tumor mengenai kandung kemih, maka dapat menyebabkan gangguan buang air kecil atau air kemih disertai dengan darah (air kemih berwarna merah). Bila tumor mengenai saluran pencernaan, maka dapat menyebabkan terjadinya gangguan guang air besar. Bila tumor mengenai anggota gerak (tangan dan kaki), maka anggota gerak dapat tampak membengkak.   8.      Osteosarkoma Osteosarkoma merupakan salah satu jenis kanker ganas pada tulang. Osteosarkoma dapat mengenai setiap bagian tulang, akan tetapi paling sering ditemukan pada tulang kaki dan tulang pinggul. Osteosarkoma dapat dipicu oleh benturan keras pada daerah tulang, misalnya akibat jatuh. Gejala osteosarkoma yang perlu diwaspadai adalah pembengkakan pada daerah yang terkena, yang berkembang dengan cepat, dan yang disertai oleh rasa nyeri pada tulang.   Sumber: parenting
 10 Mar 2019    16:00 WIB
Begini Pertolongan Pertama Saat Bayi Tersedak (Choking)
Anak/bayi suka memasukan benda apapun yang di temukan ke dalam mulutnya. sehingga hal ini dapat mengakibatkan si anak/bayi mengalami tersedak (Choking). Benda asing yang menyebabkan sumbatan jalan nafas (Tersedak) pada anak adalah benda cair, diikuti benda asing yang bersifat padat seperti kancing baju, mainan atau makanan padat.   Tanda anak mengalami sumbatan jalan nafas adalah menangis sambil diikuti refleks batuk untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Batuk merupakan refleks yang aman untuk mengeluarkan benda asing pada jalan nafas. Tindakan baru diberikan bila sumbatan berat dengan cara : Tindakan Back Blows.   Cara melakukan bantuan anak/bayi yang mengalami sumbatan jalan nafas berat ( Cara Back Blows ) :   1. Posisikan bayi/anak dengan posisi kepala mengarah ke bawah, supaya gaya gravitasi dapat membantu mengeluarkan benda asing.   2. Penolong berlututcatau duduk, dapat menopang Anak/bayi di pangkuannya dengan lebih aman saat melakukan tindakan.   3. Untuk bayi, topang kepala dengan menggunakan ibu jari di satu sisi rahang dan rahang yang lain menggunakan satu atau dua jari dari tangan yang sama. Jangan sampai menekan jaringan lunak di bawah rahang, karena akan menyebabkan sumbatan jalan nafas kembali. Sedangakan untuk anak berusia diatas 1 tahun, kepala tidak perlu ditopang secara khusus.   4. Lakukan 5 hentakan Back Blows secara kuat dengan menggunakan telapak tangan ditengah punggung. Tujuan tindakan tersebut untuk mengupayakan sumbatan benda asing terlepas setelah satu hentakan, bukan karena akumulasi ke-5 hentakan. 5. Bila tindakan tersebut gagal, segera bawa ke Rumah Sakit terdekat untuk memperoleh pertolongan lebih lanjut
 05 Mar 2019    11:00 WIB
Kacang Merah Mengandung Nutrisi Penting Untuk Balita
Anak balita seringkali pilih-pilih makanan atau mungkin hanya makan satu atau dua gigitan, hal ini bisa jadi membuat Anda merasa stres. Oleh karena itu Anda bisa memberikan camilan sehat yang memiliki gizi yang baik. Salah satunya adalah kacang merah adalah makanan bergizi yang memasok vitamin dan mineral penting.   Kandungan Nutrisi Kacang Merah Mengapa kacang merah bisa menjadi pilihan camilan yang baik untuk balita. Jawabannya karena kandungan nutrisinya. 3 sendok makan kacang merah adalah ukuran porsi yang sesuai untuk camilan sehat balita. Sajian ini mengandung 39 kalori dan 0 gram lemak. Balita Anda juga mendapat 2,52 gram protein dari 13 gram yang dia butuhkan setiap hari. Protein sangat penting selama masa kanak-kanak karena mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel, jaringan balita Anda. Porsi yang sama mengandung 2,4 gram serat, anak Anda membutuhkan 19 gram serat sehari untuk meningkatkan pencernaan yang sehat. 3 sendok makan kacang merah juga menyediakan 0,6 miligram dari 7 miligram zat besi yang dibutuhkan anak Anda setiap hari. Zat besi mendukung produksi sel darah merah dan transportasi oksigen. Penyajian kacang merah juga mengandung sejumlah kecil kalsium, kalium dan asam folat.   Kacang merah Kombinasikan kacang merah kaleng yang diblender dengan minyak zaitun extra-virgin. Haluskan kacang merah sampai benar-benar halus. Sajikan pure kacang merah dengan roti gandum utuh. Anda juga bisa mengombinasikan sayuran dengan pure kacang. Potong sayuran segar menjadi potongan kecil dan aduk ke dalam pure kacang merah. Buat potongan cukup kecil sehingga tidak menimbulkan bahaya tersedak. Sajikan campuran dengan potongan roti gandum utuh. Oleskan butiran kacang merah pada sepotong roti gandum utuh untuk menyajikan camilan sehat bergizi.   Kombinasi Kacang merah Potong kacang merah menjadi dua atau setengah bagian, yang akan membantu mencegah tersedak. Aduk sedikit potongan pasta atau nasi yang dimasak ke dalam kacang untuk camilan sehat yang kaya serat dan protein. Gabungkan dengan buah tertentu dengan baik untuk menambahkan vitamin C dan  kalium ke dalam camilan sehat anak anda. Potong buah persik segar menjadi potongan kecil dan aduk ke dalam kacang merah cincang. Plum adalah buah tambahan yang melengkapi rasa kacang merah.   Kacang Merah Panggang Anda juga bisa membuat camilan renyah, yaitu kacang merah panggang. Bilas dan tiriskan kacang merah. Potong masing-masing kacang menjadi dua. Kocok bagian kacang merah dengan sedikit minyak zaitun extra-virgin dan panggang sampai sedikit renyah. Biarkan kacang dingin sebelum disajikan.   Baca juga: Berikan iPad Untuk Anak, Tanda Anda Tidak Sayang Kepadanya Karena...   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 19 Feb 2019    11:00 WIB
Mengapa Anda Belum Bisa Punya Anak?
Kehadiran anak dalam sebuah keluarga tentunya merupakan suatu hal yang sangat membahagiakan dan ditunggu-tunggu bukan? Namun demikian, masih banyak pasangan suami istri yang belum juga dikaruniai momongan walaupun telah lama menikah. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai gangguan yang ada pada diri sang suami maupun sang istri. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang membuat seorang wanita sulit hamil.   Sakit Saat seorang wanita sakit atau menderita gangguan kesehatan tertentu, apapun itu, maka hal ini pun akan sangat mempengaruhi kemungkinannya untuk hamil. Hal ini dikarenakan kondisi kesehatan seorang wanita sangat mempengaruhi kemungkinannya untuk hamil.   Baca Juga: Gangguan Tidur Saat Hamil dan Setelah Melahirkan   Menstruasi Tidak Teratur Menstruasi yang tidak teratur juga dapat mempengaruhi kemungkinan seorang wanita untuk hamil. Bila selama ini menstruasi Anda selalu tidak teratur, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter kandungan untuk mengetahui apa penyebabnya dan penanganan apa yang Anda perlukan agar periode menstruasi Anda menjadi lebih teratur. Hal ini dikarenakan menstruasi yang tidak teratur menyebabkan sel telur tidak dilepaskan setiap bulannya, sehingga Anda pun lebih sulit hamil.   Usia Anda tentunya telah mengetahui bahwa seorang wanita memiliki usia subur yang sudah tertentu, yaitu sebelum ia memasuki masa menopause. Akan tetapi, saat seorang wanita berusia lebih dari 35 tahun, ia juga akan menjadi lebih sulit hamil.   Gangguan Pada Saluran Telur Gangguan pada saluran telur (tempat di mana sperma dan sel telur matang bertemu), dapat mencegah terjadinya pertemuan di antara sperma dan sel telur. Hal ini tentu saja akan membuat kehamilan lebih sulit terjadi. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan atau kerusakan pada saluran telur adalah infeksi panggul, endometriosis, dan jaringan parut yang terbentuk paska operasi.   Perubahan Kadar Hormonal Sejumlah wanita memang menderita gangguan ovulasi karena kadar hormonnya yang tidak seimbang. Hal ini akan membuat pelepasan sel telur dari indung telur dan penebalan dinding rahim sebagai persiapan kehamilan tidak terjadi. Gangguan keseimbangan hormonal ini biasanya dapat diketahui melalui pemeriksaan darah.   Gangguan Pada Leher Rahim Beberapa orang wanita mungkin mengalami suatu gangguan pada leher rahimnya (serviks), misalnya karena produksi lendir yang abnormal atau akibat tindakan pembedahan pada leher rahim, yang membuat sperma tidak dapat masuk ke dalam rahim. Keadaan ini biasanya dapat diatasi dengan melakukan inseminasi buatan.   Gangguan Pada Rahim Bentuk rahim yang abnormal juga dapat membuat kehamilan lebih sulit terjadi. Selain itu, adanya polip atau mioma rahim (tumor jinak rahim) juga dapat membuat kehamilan lebih sulit terjadi.   Kemandulan Tanpa Penyebab yang Jelas Yang dimaksud dengan kemandulan tanpa penyebab yang jelas di sini adalah para dokter tidak dapat menemukan adanya gangguan apapun pada organ reproduksi seorang wanita, tetapi entah mengapa kehamilan tetap tidak dapat terjadi. Keadaan ini telah mengenai sekitar 20% pasangan suami istri di dunia.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang.   Sumber: carabaruku, webmd
 14 Feb 2019    18:00 WIB
Gangguan Tidur Pada Anak Autis
Bukan hanya orang dewasa yang dapat mengalami gangguan tidur, anak-anak pun dapat mengalaminya. Gangguan tidur dapat berupa kesulitan memulai tidur atau sering terbangun dari tidur. Gangguan tidur pada anak lebih sering terjadi pada anak yang menderita autisme (40-80%). Gangguan tidur yang biasa terjadi adalah: Kesulitan memulai tidur Waktu tidur yang terus berubah-ubah Tidur tidak nyenyak Sering terbangun atau mudah terbangun   Penyebab Gangguan Tidur Pada Anak Autis Faktor Sosial Penyebab gangguan tidur pada anak autis tidak diketahui, namun terdapat beberapa teori yang mungkin menjadi penyebabnya. Salah satunya adalah faktor sosial. Anak-anak pada umumnya mengetahui kapan waktu tidurnya. Mereka mengetahuinya dari lingkungan dan dari perilaku anggota keluarganya. Akan tetapi, anak dengan autisme seringkali salah mengartikan berbagai perilaku tersebut, sehingga mereka tidak mengetahui kapan saatnya tidur dan kapan saatnya bangun. Faktor Hormonal Melatonin merupakan hormon yang berfungsi untuk mengatur siklus tidur anda. Untuk membentuk hormon ini, tubuh memerlukan suatu asam amino, triptofan. Pada autisme, kadar triptofan dapat lebih tinggi atau lebih rendah dari kadar normalnya yang menyebabkan gangguan pembentukan hormon melatonin yang pada akhirnya menyebabkan gangguan siklus tidur. Berdasarkan penelitian, kadar hormon melatonin meningkat pada malam hari dan turun pada siang hari. Akan tetapi, pada autisme kadar hormon ini tidak meningkat dan turun pada waktu yang sama dengan orang lainnya. Pada autisme hormon ini seringkali ditemukan meningkat pada siang hari dan menurun pada malam hari yang menyebabkan siklus tidur yang berbeda. Peningkatan Sensitivitas Terhadap Rangsangan dari Luar Penyebab lain yang dapat menyebabkan gangguan tidur pada anak dengan autisme adalah peningkatan sensitivitas terhadap rangsangan, seperti suara atau sentuhan. Hal ini membuat anak mudah sekali terbangun dan sering terbangun saat tidur. Cemas Anak autis lebih mudah merasa cemas daripada anak-anak lainnya. Rasa cemas ini dapat membuat anak sulit tidur.   Kurang Tidur dan Akibatnya Seringnya anak terbangun atau sulitnya anak untuk memulai tidur menyebabkan waktu tidur anak menjadi sangat sedikit. Kurangnya tidur pada anak autis sangat mempengaruhi berbagai gejala yang sering timbul pada anak autis, yaitu: Perilaku agresif Depresi Perilaku hiperaktif Mudah marah Rendahnya kemampuan belajar dan berpikir Bukan hanya anak anda saja yang mengalami gangguan tidur dan kurang tidur, anda pun demikian. Tidur yang tidak nyenyak dan sering terbangun dapat mempengaruhi kesehatan anda.   Apakah Anak Anda Mengalami Gangguan Tidur ? Setiap anak memerlukan lama tidur yang berbeda-beda. Anak usia 1-3 tahun biasanya memerlukan tidur selama setidaknya 12-14 jam setiap harinya. Anak usia 4-6 tahun biasanya memerlukan tidur selama 10-12 jam setiap harinya. Anak usia 7-12 tahun biasanya memerlukan tidur selama 10-11 jam setiap harinya. Bila anak anda seringkali terbangun saat tidur, mudah terbangun saat tidur, atau sulit memulai tidur; anak anda mungkin mengalami gangguan tidur. Konsultasikan masalah ini dengan dokter anda untuk memperoleh penanganan yang tepat.    Apa yang Dapat Dilakukan ? Penggunaan obat tidur pada anak jarang dianjurkan. Hal ini merupakan upaya terakhir bila semua cara lainnya tidak berhasil. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk membantu anak anda, yaitu: Jangan memberikan anak anda gula atau minuman yang mengandung kafein sebelum tidur Tentukan waktu tidur yang sama setiap harinya, dengan aktivitas sebelum tidur yang hampir sama Bantu anak anda merasa rileks (menyanyikan nina bobo atau membacakan cerita) Matikan TV, musik, atau hal-hal lainnya yang dapat menstimulasi anak 1 jam sebelum tidur Untuk mengurangi suara dan cahaya selama anak tidur, tutuplah jendela dan gordennya; usahakan agar anda tidak menimbulkan suara di kamar anak anda selama anak tertidur Bila hal-hal di atas tidak membantu anak anda, segeralah hubungi dokter anda untuk penanganan lebih lanjut.   Sumber: webmd
 01 Feb 2019    16:00 WIB
Berbagai Gangguan Pencernaan Berat Pada Anak
Anda mungkin sudah sering mendengar anak Anda berkata "perutku sakit". Akan tetapi, bila keluhan ini terus atau sering terjadi, anak Anda mungkin mengalami gangguan saluran pencernaan yang serius yang memerlukan pengobatan secepatnya. Walaupun penyebab gangguan pencernaan dapat berbeda-beda, akan tetapi pada umumnya berbagai gangguan tersebut memiliki gejala yang sama seperti: Mual Perut kembung Nyeri perut Diare Muntah Dehidrasi (akibat diare dan muntah) Segera hubungi dokter anak Anda bila anak Anda sering mengalami gejala di atas untuk mengetahui secara pasti apa penyebab dari timbulnya berbagai gangguan tersebut. Di bawah ini terdapat beberapa contoh gangguan pencernaan berat yang dapat terjadi pada anak-anak.   Gangguan Pencernaan Akibat Kelainan Sistem Imun Gangguan pencernaan akibat kelainan sistem imun atau biasa disingkat dengan EGID (eosinophilic gastrointestinal disorder) merupakan suatu keadaan yang terjadi akibat berlebihannya jumlah sel-sel darah putih di dalam saluran pencernaan anak. Hal ini menyebabkan saluran pencernaan meradang dan membengkak, yang membuat perut terasa nyeri dan tidak nyaman. Selain itu, anak Anda mungkin juga mengalami kesulitan menelan. Sayangnya, hingga saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan gangguan ini, akan tetapi beberapa jenis obat-obatan seperti steroid dapat membantu menurunkan jumlah sel darah putih di dalam usus dan meredakan gejala.  Selain itu, dokter anak Anda mungkin akan menyarankan anak Anda untuk menghindari makanan tertentu yang dapat menimbulkan reaksi alergi. Pada kasus yang berat, anak mungkin membutuhkan pemasangan NGT (nasogastric tube) agar makanan dapat masuk ke dalam lambung.   Penyakit Seliak Penyakit seliak merupakan suatu keadaan di mana seseorang tidak dapat mencerna gluten, yaitu suatu protein di dalam gandum, barley, dan gandum hitam. Gangguan ini dapat merusak usus halus yang membuat penyerapan nutrisi dari dalam makanan menjadi terganggu. Satu-satunya terapi bagi penyakit seliak adalah dengan tidak mengkonsumsi gluten sama sekali. Dengan demikian, kerusakan pada usus halus juga dapat dicegah dan meredakan gejala.   Inflammatory Bowel Disease (IBD) IBD biasanya terjadi pada anak-anak yang lebih tua atau remaja. IBD terdiri dari 2 jenis yaitu: Kolitis ulserativa, yang menyebabkan usus besar membengkak Penyakit Crohn, yang dapat menyebabkan gangguan pada setiap bagian dari saluran pencernaan  Gejala IBD yang sering ditemukan adalah tinja yang disertai dengan darah, diare (tinja cair), dan nyeri perut.  IBD dapat menyebabkan terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak atau bahkan memperlambat dimulainya masa pubertas. Kolitis ulserativa dapat menyebabkan terjadinya nyeri otot, peradangan mata, terbentuknya batu ginjal, gangguan hati, dan membuat tulang menjadi rapuh. Tujuan utama pengobatan IBD adalah untuk membuat gejala mereda selama mungkin. Anak mungkin membutuhkan diet khusus dan obat-obatan tertentu untuk membantu meredakan gejala. Pada kolitis ulserativa yang berat, anak mungkin membutuhkan perawatan di rumah sakit atau bahkan tindakan pembedahan.   Intususepsi Intususepsi merupakan suatu keadaan di mana bagian usus melekuk masuk ke dalam usus sehingga menyebabkan usus tersumbat. Gangguan ini paling sering terjadi pada anak-anak yang masih kecil.  Beberapa gejala intususepsi yang dapat ditemukan adalah nyeri, pembengkakan usus, merasa sangat lelah, atau bahkan robekan usus. Gangguan ini dapat terjadi pada bagian usus manapun. Penyebabnya masih tidak diketahui. Pengobatan lini pertama intususepsi adalah mengembalikan posisi usus dengan menggunakan cairan atau udara. Bila tindakan ini tidak berhasil mengembalikan letak usus, maka anak mungkin membutuhkan tindakan pembedahan.   Volvulus Volvulus merupakan suatu keadaan di mana usus anak saling terpuntir satu dengan yang lain, yang membuat usus tersumbat. Pada beberapa keadaan, puntiran usus ini membuat aliran darah ke dalam usus juga terhambat. Untuk mengatasinya, diperlukan tindakan pembedahan. Prognosis gangguan ini biasanya cukup baik, di mana anak dapat bertumbuh secara normal dan tetap sehat.   Short Bowel Syndrome Short bowel syndrome merupakan suatu keadaan di mana anak tidak mempunyai usus yang cukup panjang untuk menyerap nutrisi dan cairan dari dalam makanan dengan baik. Pada beberapa kasus, anak memang dilahirkan dengan panjang usus yang lebih pendek, di mana ada suatu bagian usus yang hilang.  Pada beberapa keadaan lainnya gangguan ini juga dapat terjadi akibat: Penyakit Crohn Intususepsi Tersumbatnya pembuluh darah, yang dapat memperlambat aliran darah menuju ke usus Cedera usus Kanker Gejala yang paling sering terjadi adalah diare. Short bowel syndrome dapat menyebabkan anak menderita malnutrisi, dehidrasi, batu ginjal, dan diaper rash berat. Perubahan diet dan penggunaan selang makanan (NGT) dapat membantu mengatasi gangguan ini. Pengobatan biasanya bertujuan untuk mengurangi gejala dan memperlambat perjalanan makanan di dalam saluran pencernaan sehingga nutrisi di dalam makanan dapat diserap oleh usus. Kadang diperlukan tindakan pembedahan.   Sumber: webmd
 20 Dec 2018    16:00 WIB
Berapa Banyak Keju Yang Harus Dimakan Anak-Anak ?
Keju, hampir semua orang menyukai makanan yang satu ini karena rasanya yang asin dan juga gurih membuat beberapa orang merasa ketagihan untuk terus memakannya. Kemudian apabila Anda rutin konsumsi maka pertanyaan berikut adalah apakah keju aman untuk dikonsumsi? Apabila aman berapa banyak kebutuhan keju yang dapat dikonsumsi setiap harinya. Terutama untuk Anda para ibu, banyak ibu yang memberi keju sebagai pengganti garam, karena garam berlebih tidak baik untuk anak.   Berikut Kebutuhan Keju Untuk Anak: Untuk usia 1-5 Tahun: Keju merupakan sumber energi, protein,  kalsium dan vitamin A yang baik. Satu porsi keju sama dengan 1/3 porsi susu dan produk susu yang dibutuhkan anak setiap harinya. Kebutuhan keju untuk anak usia 1-5 tahun adalah 15-20 gram keju parut itu sekitar 1-2 sendok makan keju parut. Untuk keju lembut sekita4 20-25 gram. Jangan lupa keju mengandung lemak jenuh, sehingga Anda harus memperhatikan ukuran yang sesuai untuk anak Dibawah 5 tahun, jangan berikan bayi Anda keju yang tidak dipasteurisasi karena mengandung bakteri yang dapat membuat bayi sakit. Dianjurkan untuk anak 1-3 tahun tidak boleh makan garam lebih dari 2 gram dalam sehari. Boleh meningkat sampai 3 gram untuk usia 4-6 tahun. Untuk Anak Usia Sekolah: Keju masih merupakan sumber energi, protein, kalsium dan vitamin A yang baik. Anak pada usia membutuhkan lebih sedikit energy dari lemak (hal ini sama dengan orang dewasa). Karena itu sangat penting untuk menjaga asupan harian makan anak. Gunakan produk susu rendah lemak dan memperhatikan kandungan garam dalam makanan yang Anda berikan kepada anak. Dianjurkan untuk anak usia 7-10 tahun jangan konsumsi garam lebih dari 5 gram dalam sehari dan ditingkatkan menjadi 6 gram untuk anak usia 11 tahun keatas. Baca juga: 6 Alasan Mengapa Keju Menyehatkan Tubuh   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: childrensfood
 12 Nov 2018    16:00 WIB
Pelukan Hangat Untuk Anak Memberikan Efek Bahagia Dan Sehat
Setiap orang tua pasti ingin melihat anak mereka sehat dan selalu bahagia, sehingga mereka akan melakukan apa saja untuk membuat mereka bahagia. Salah satu cara untuk membuat anak Anda menjadi lebih sehat dan bahagia tidak harus dengan cara yang sulit. Anda bisa memulainya dengan cara yang sangat mudah. Cara apakah itu? Caranya adalah dengan memeluknya. Cara ini sangat mudah untuk dilakukan dan tentunya sangat menyenangkan. Ketika Anda memeluk seseorang rasanya akan memberikan kekuatan, meningkatkan kesehatan- dan merangsang hormon pertumbuhan, yang sangat bermanfaat bagi anak Anda. Sebuah pelukan adalah semua yang Anda butuhkan untuk merangsang pertumbuhan anak melalui reaksi biokimia dan fisiologis dalam tubuh untuk meningkatkan kesehatan, menenangkan sistem saraf dan merangsang emosi positif. Berikut adalah manfaat dari pelukan untuk anak: 1.      Membuat Mereka Bahagia Berpelukan erat dengan anak akan membantu melepaskan "hormon bahagia" atau oksitosin. Hormon ini meningkatkan ikatan yang kuat, kepercayaan, kenyamanan, keamanan dan pengabdian. Semakin lama memeluk, efek yang diberikan akan lebih baik. Bahkan ketika Anda yang sangat sibuk pastikan pelukan Anda berlangsung setidaknya 6 detik, namun pelukan yang lebih lama sekitar 20 detik akan memberikan hasil yang lebih baik. 2.      Membuat Tidur Anak Lebih Nyenyak Jika Anda memeluk anak Anda selama beberapa menit sebelum mereka tertidur, Anda dapat memastikan tidur yang lebi baik untuk dia dan diri Anda sendiri. Memeluk akan menenangkan dan memiliki efek terapi yang membantu tidur anak yang lebih nyenyak. 3.      Mengurangi Stres Hal ini berlaku untuk kedua orang tua dan anak-anak. Saat Anda merasa hidup Anda penuh dengan masalah, merasa lelah. Saat pulang kerja segeralah peluk anak Anda, maka semua rasa lelah dan beban pikiran yang menganggu akan hilang semua. Hal ini dikarenakan saat Anda memeluk anak maka kadar hormon kortisol atau hormon stres menurun sehingga Anda dan anak akan merasa lebih rileks dan  aman. 4.      Membuat Anak Menjadi Lebih Percaya Diri Sebuah pelukan dari keluarga akan meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri anak, cara ini akan membantu dia menjaga kesehatan emosional yang optimal. Sebuah pelukan akan melawan rasa kesepian, rasa tidak aman, membuat anak merasa dihargai dan dicintai. Hal ini juga mengaktifkan Solar Plexus Chakra, pusat energi yang memegang kunci untuk harga diri dan kepercayaan diri seseorang. 5.      Meningkatkan Kekebalan Tubuh Pelukan dan dekapan dari hati dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan meningkatkan produksi sel darah putih dengan merangsang kelenjar thymus. Hal ini akan membantu untuk menjaga anak Anda selalu sehat dan bebas dari penyakit! 6.      Mengangkat Mood Anak Sebuah pelukan akan merangsang dopamin, yang dikenal sebagai hormon kesenangan, ditambah dengan serotonin yang mengirimkan gelombang kenikmatan secara instan dalam tubuh dan meningkatkan mood. Seorang anak yang rewel dapat dengan mudah ditangani dengan pelukan erat selama beberapa menit! 7.      Mengekspresikan Cinta Anda Mungkin Anda mungkin tidak harus selalu mengatakan "I love you" kepada anak Anda, tetapi pelukan yang diberikan merupakan cara untuk mengekspresikan cinta Anda tanpa kata-kata dan membuat anak Anda merasa dekat dengan Anda. Penelitian mengatakan bahwa keluarga yang mengekspresikan kasih sayang terhadap satu sama lain dengan beberapa cara yang 47% lebih mungkin untuk lebih akrab. 8.      Membantu Untuk Menyembuhkan Penyakit Apakah Anda tahu bahwa pelukan membantu menyembuhkan penyakit? Hal ini dikaitkan dengan pelepasan hormon oksitosin. Untuk alasan ini, orang tua dari bayi prematur didorong untuk memiliki sentuhan kulit dengan kulit untuk membantu mereka tumbuh dan berkembang. Alasan ini dianjurkan oleh para ahli yang juga menemukan bahwa seorang ibu yang baru melahirkan akan sembuh lebih cepat setelah melahirkan jika dia dekat bayinya. Betapa banyak manfaat yang didapat dari memeluk anak Anda. Jadi tunggu apa lagi segera peluk anak Anda dan dapatkan manfaatnya. Anda harus memberikan 12 pelukan dalam sehari untuk mendapat manfaat diatas. Baca juga: Menjaga Kesehatan Gigi Anak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: beingtheparent
 10 Nov 2018    08:00 WIB
Apakah Anak Anda Telah Memperoleh Cukup Cairan?
Air merupakan salah satu hal penting bagi kehidupan manusia. Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, terutama anak-anak. Anak-anak membutuhkan sekitar 5-8 gelas air putih setiap harinya. Bila anda bertanya-tanya apakah anak anda telah memperoleh cukup cairan, maka perhatikanlah beberapa hal di bawah ini.Jumlah Air Kemih dan Pola Buang Air BesarPerhatikanlah jumlah air kemih dan tinja yang dikeluarkan oleh anak anda. Bila anak anda tidak mengkonsumsi cukup cairan, maka ia mungkin tidak buang air kecil sesering biasanya. Warna air kemihnya pun dapat menjadi kuning gelap atau pekat, yang merupakan penanda bahwa anak anda telah mengalami dehidrasi. Air kemih normal berwarna kuning pucat. Anak-anak biasanya buang air kecil sebanyak 5-6 kali setiap harinya. Bila anak anda tidak memperoleh cukup cairan, ia pun dapat mengalami sembelit. Tinja yang terbentuk pun keras dan kering karena kurangnya konsumsi cairan. Setiap anak memiliki pola buang air besar yang berbeda-beda, mulai dari setiap hari hingga beberapa hari sekali. Akan tetapi, tinja anak anda seharusnya lembut dan berbentuk bila ia mengkonsumsi cukup cairan.MoodSaat anak anda mengkonsumsi cukup cairan, maka ia akan tampak aktif dan bertenaga. Akan tetapi, bila anak anda kekurangan cairan, maka ia mungkin akan tampak lelah, lesu, dan enggan melakukan berbagai aktivitas fisik (kurang aktif). Anak anda mungkin tampak lebih mengantuk daripada biasanya dan menjadi lebih rewel daripada biasanya.Penampilan FisikMengkonsumsi cukup cairan membantu menjaga kesehatan kulit dan mata anak anda. Saat anak anda kekurangan cairan dan mulai mengalami dehidrasi, maka kulitnya pun akan menjadi kering dan tampak mengelupas. Mata anak anda pun akan terlihat cekung dan hanya menghasilkan sedikit atau bahkan tidak ada air mata saat menangis. Mulut dan bibirnya akan tampak kering dan lengket. Sumber: healthyeating.sfgate