Your browser does not support JavaScript!
 12 Nov 2018    16:00 WIB
Pelukan Hangat Untuk Anak Memberikan Efek Bahagia Dan Sehat
Setiap orang tua pasti ingin melihat anak mereka sehat dan selalu bahagia, sehingga mereka akan melakukan apa saja untuk membuat mereka bahagia. Salah satu cara untuk membuat anak Anda menjadi lebih sehat dan bahagia tidak harus dengan cara yang sulit. Anda bisa memulainya dengan cara yang sangat mudah. Cara apakah itu? Caranya adalah dengan memeluknya. Cara ini sangat mudah untuk dilakukan dan tentunya sangat menyenangkan. Ketika Anda memeluk seseorang rasanya akan memberikan kekuatan, meningkatkan kesehatan- dan merangsang hormon pertumbuhan, yang sangat bermanfaat bagi anak Anda. Sebuah pelukan adalah semua yang Anda butuhkan untuk merangsang pertumbuhan anak melalui reaksi biokimia dan fisiologis dalam tubuh untuk meningkatkan kesehatan, menenangkan sistem saraf dan merangsang emosi positif. Berikut adalah manfaat dari pelukan untuk anak: 1.      Membuat Mereka Bahagia Berpelukan erat dengan anak akan membantu melepaskan "hormon bahagia" atau oksitosin. Hormon ini meningkatkan ikatan yang kuat, kepercayaan, kenyamanan, keamanan dan pengabdian. Semakin lama memeluk, efek yang diberikan akan lebih baik. Bahkan ketika Anda yang sangat sibuk pastikan pelukan Anda berlangsung setidaknya 6 detik, namun pelukan yang lebih lama sekitar 20 detik akan memberikan hasil yang lebih baik. 2.      Membuat Tidur Anak Lebih Nyenyak Jika Anda memeluk anak Anda selama beberapa menit sebelum mereka tertidur, Anda dapat memastikan tidur yang lebi baik untuk dia dan diri Anda sendiri. Memeluk akan menenangkan dan memiliki efek terapi yang membantu tidur anak yang lebih nyenyak. 3.      Mengurangi Stres Hal ini berlaku untuk kedua orang tua dan anak-anak. Saat Anda merasa hidup Anda penuh dengan masalah, merasa lelah. Saat pulang kerja segeralah peluk anak Anda, maka semua rasa lelah dan beban pikiran yang menganggu akan hilang semua. Hal ini dikarenakan saat Anda memeluk anak maka kadar hormon kortisol atau hormon stres menurun sehingga Anda dan anak akan merasa lebih rileks dan  aman. 4.      Membuat Anak Menjadi Lebih Percaya Diri Sebuah pelukan dari keluarga akan meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri anak, cara ini akan membantu dia menjaga kesehatan emosional yang optimal. Sebuah pelukan akan melawan rasa kesepian, rasa tidak aman, membuat anak merasa dihargai dan dicintai. Hal ini juga mengaktifkan Solar Plexus Chakra, pusat energi yang memegang kunci untuk harga diri dan kepercayaan diri seseorang. 5.      Meningkatkan Kekebalan Tubuh Pelukan dan dekapan dari hati dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan meningkatkan produksi sel darah putih dengan merangsang kelenjar thymus. Hal ini akan membantu untuk menjaga anak Anda selalu sehat dan bebas dari penyakit! 6.      Mengangkat Mood Anak Sebuah pelukan akan merangsang dopamin, yang dikenal sebagai hormon kesenangan, ditambah dengan serotonin yang mengirimkan gelombang kenikmatan secara instan dalam tubuh dan meningkatkan mood. Seorang anak yang rewel dapat dengan mudah ditangani dengan pelukan erat selama beberapa menit! 7.      Mengekspresikan Cinta Anda Mungkin Anda mungkin tidak harus selalu mengatakan "I love you" kepada anak Anda, tetapi pelukan yang diberikan merupakan cara untuk mengekspresikan cinta Anda tanpa kata-kata dan membuat anak Anda merasa dekat dengan Anda. Penelitian mengatakan bahwa keluarga yang mengekspresikan kasih sayang terhadap satu sama lain dengan beberapa cara yang 47% lebih mungkin untuk lebih akrab. 8.      Membantu Untuk Menyembuhkan Penyakit Apakah Anda tahu bahwa pelukan membantu menyembuhkan penyakit? Hal ini dikaitkan dengan pelepasan hormon oksitosin. Untuk alasan ini, orang tua dari bayi prematur didorong untuk memiliki sentuhan kulit dengan kulit untuk membantu mereka tumbuh dan berkembang. Alasan ini dianjurkan oleh para ahli yang juga menemukan bahwa seorang ibu yang baru melahirkan akan sembuh lebih cepat setelah melahirkan jika dia dekat bayinya. Betapa banyak manfaat yang didapat dari memeluk anak Anda. Jadi tunggu apa lagi segera peluk anak Anda dan dapatkan manfaatnya. Anda harus memberikan 12 pelukan dalam sehari untuk mendapat manfaat diatas. Baca juga: Menjaga Kesehatan Gigi Anak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: beingtheparent
 10 Nov 2018    08:00 WIB
Apakah Anak Anda Telah Memperoleh Cukup Cairan?
Air merupakan salah satu hal penting bagi kehidupan manusia. Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, terutama anak-anak. Anak-anak membutuhkan sekitar 5-8 gelas air putih setiap harinya. Bila anda bertanya-tanya apakah anak anda telah memperoleh cukup cairan, maka perhatikanlah beberapa hal di bawah ini.Jumlah Air Kemih dan Pola Buang Air BesarPerhatikanlah jumlah air kemih dan tinja yang dikeluarkan oleh anak anda. Bila anak anda tidak mengkonsumsi cukup cairan, maka ia mungkin tidak buang air kecil sesering biasanya. Warna air kemihnya pun dapat menjadi kuning gelap atau pekat, yang merupakan penanda bahwa anak anda telah mengalami dehidrasi. Air kemih normal berwarna kuning pucat. Anak-anak biasanya buang air kecil sebanyak 5-6 kali setiap harinya. Bila anak anda tidak memperoleh cukup cairan, ia pun dapat mengalami sembelit. Tinja yang terbentuk pun keras dan kering karena kurangnya konsumsi cairan. Setiap anak memiliki pola buang air besar yang berbeda-beda, mulai dari setiap hari hingga beberapa hari sekali. Akan tetapi, tinja anak anda seharusnya lembut dan berbentuk bila ia mengkonsumsi cukup cairan.MoodSaat anak anda mengkonsumsi cukup cairan, maka ia akan tampak aktif dan bertenaga. Akan tetapi, bila anak anda kekurangan cairan, maka ia mungkin akan tampak lelah, lesu, dan enggan melakukan berbagai aktivitas fisik (kurang aktif). Anak anda mungkin tampak lebih mengantuk daripada biasanya dan menjadi lebih rewel daripada biasanya.Penampilan FisikMengkonsumsi cukup cairan membantu menjaga kesehatan kulit dan mata anak anda. Saat anak anda kekurangan cairan dan mulai mengalami dehidrasi, maka kulitnya pun akan menjadi kering dan tampak mengelupas. Mata anak anda pun akan terlihat cekung dan hanya menghasilkan sedikit atau bahkan tidak ada air mata saat menangis. Mulut dan bibirnya akan tampak kering dan lengket. Sumber: healthyeating.sfgate
 05 Nov 2018    18:00 WIB
Berapa Banyak Susu Yang Harus Diminum Oleh Anak-anak?
Susu dan produk susu lainnya adalah sumber protein dan kalsium yang baik, nutrisi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan normal pada anak-anak. Jumlah susu yang harus dikonsumsi setiap hari bergantung pada usianya. Ukuran persajian susu setara dengan 1 cangkir, atau 235 ml.   Usia 0 - 12 bulan Bayi usia 0 - 12 bulan sebaiknya tidak mengonsumsi susu sapi, dan sebaiknya minum ASI atau susu formula khusus bayi sebagai gantinya. Menurut MedlinePlus, bayi yang baru lahir harus mengkonsumsi 475 – 700 ml ASI atau susu formula setiap hari, bayi usia 4 - 6 bulan harus mengkonsumsi 825 – 1185 ml ASI atau susu formula setiap hari, bayi usia 6 - 8 bulan harus minum ASI atau susu formula 3 – 5 kali per hari dan bayi usia 8 - 12 bulan harus minum ASI atau susu formula bayi 3 – 4  kali setiap hari. Usia 1 – 2 Tahun Anda bisa memberikan anak Anda susu sapi utuh setelah usia 1 tahun, menurut American Academy of Pediatrics. Anak-anak berusia antara 1 - 2 tahun membutuhkan diet berlemak tinggi untuk pengembangan otak yang tepat, karena itulah disarankan susu utuh. Pada usia ini, American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk membatasi susu sapi 950 ml atau 4 cangkir, per hari. KidsHealth mendorong anak-anak berusia 1 - 2 untuk mengkonsumsi 475 – 700 ml, atau 2 - 3 cangkir susu setiap hari. Usia 2 – 8 Tahun U.S. Department of Agriculture merekomendasikan anak-anak usia 2 - 3 tahun mengonsumsi setidaknya 2 cangkir susu setiap hari, dan anak-anak berusia 4 - 8 tahun mengonsumsi setidaknya 2,5 cangkir susu setiap hari. Ini mungkin termasuk susu sapi, susu kedelai, yogurt, keju cottage atau keju biasa. Usia 9 Tahun dan Lebih Tua Anak-anak berusia 9 tahun keatas dan orang dewasa mengonsumsi setidaknya 3 cangkir dari susu setiap hari. Remaja aktif dengan kebutuhan kalori tinggi sekitar 3.000 kalori atau lebih mungkin memerlukan 4 cangkir susu setiap hari.   Pengganti Jika anak Anda tidak suka minum susu, produk susu kaya protein dan kalsium lainnya dapat menggantikan susu sapi dalam makanan sehat. Ini termasuk yogurt, keju, keju cottage dan susu kedelai. Menurut U.S. Department of Agriculture 1 cangkir susu setara dengan 1 cangkir susu sapi, 1 cangkir susu kedelai, 1 cangkir yogurt, 2 cangkir keju cottage, 60 gram keju olahan atau 45 gram keju padat seperti cheddar.   Baca juga: Manfaat Keju Bagi Kesehatan   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 04 Nov 2018    11:00 WIB
Apakah Stroberi Dan Bluberi Baik Untuk MPASI Bayi?
Bicara MPASI bayi adalah hal yang menyenangkan, rasanya semua ibu selalu mencari-cari informasi mengenai makanan apa saja sih yang baik untuk diberikan pada bayi. MPASI boleh diberikan pada usia 6 bulan. Kemudian makanan apa saja yang boleh diberikan, apakah buah beri seperti stroberi dan bluberi aman diberikan untuk bayi. Silahkan simak ulasan dibawah ini.   Nutrisi Yang Dikandung Sajian stroberi irisan ½ porsi mengandung 49 miligram vitamin C, atau 98 % asupan yang cukup/ adequate intake (AI) untuk bayi berusia antara 6-12 bulan; 20 mikrogram folat, atau 25 % AI; 11 miligram magnesium, atau 15 % AI; 0,04 miligram vitamin B-6, atau 13 % AI; 0,02 miligram riboflavin, atau 5 % AI; Dan 0,3 miligram zat besi, atau 3 % dari tunjangan diet yang direkomendasikan. Porsi bluberi berukuran sama menyediakan 7 miligram vitamin C, atau 14 % AI; 0,03 miligram tiamin, atau 9 % AI; Dan 0,03 miligram riboflavin, atau 7,5 % AI. Setiap sajian berry menyediakan 2 gram serat makanan.   Apakah Aman Untuk Bayi? Karena buah stroberi dan bluberi seringkali dikatakan bisa menyebabkan alergi sehingga bila Anda ingin memberikannya maka sebaiknya berikan selama 3 hari berturut-turut kemudian lihat apakaha ada reaksi alaergi atau tidak. Kemudian perlu dipertimbangkan juga karena rasanya yang asam maka bisa saja menyebabkan masalah ruam popok. Jadi Anda boleh saja memberikan pada bayi Anda namun sebaiknya saat berusia sekitar 8 bulan keatas dan pantau reaksi alerginya.   Konsumsi yang dianjurkan Anda boleh memberikan kepada bayi Anda dengan porsi sekitar ¼-1/2 cangkir buah setiap hari. Dengan mengonsumsi makanan yang sehat seperti banyak buah dan sayur maka akan membantu menjaga kesehatan hingga dewasa nanti.  Namun, jangan biarkan bayi Anda makan lebih banyak daripada jumlah buah yang direkomendasikan, karena dapat menggantikan makanan bergizi lainnya seperti sayuran, biji-bijian, makanan olahan susu dan makanan kaya protein.   Baca juga: Tips Agar Anak Tidak Takut ke Dokter Gigi   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 27 Oct 2018    18:00 WIB
Waspada! Tindak Kekerasan Berpengaruh Pada Perkembangan Otak Anak
Setiap orang yang mempelajari psikologi tentunya mengetahui bahwa terekspos terhadap tindakan kekerasan alias menjadi korban tindakan kekerasan dapat berdampak pada perilaku orang tersebut, terutama bila orang tersebut memang telah mempunyai kecenderungan terhadap tindakan kekerasan. Para peneliti menduga bahwa trauma psikologis selama masa kanak-kanak dapat mengubah struktur otak anak, terutama pada bagian otak yang berhubungan dengan pengambilan keputusan. Akan tetapi, hal ini bukan berarti setiap anak yang pernah mengalami tindakan kekerasan pasti akan menjadi seorang pelaku tindak kekerasan. Banyak anak yang pernah menjadi korban tindak kekerasan tidak berubah menjadi seorang pelaku tindak kekerasan juga. Pada penelitian yang dilakukan di Swiss ini, para peneliti menemukan bahwa orang yang pernah mengalami tindakan kekerasan selama masa kanak-kanak ternyata tidak hanya mengalami trauma psikologis, tetapi juga mengalami perubahan pada area otak tertentu, yaitu pada bagian korteks orbitofrontal, otak depan bagian bawah, di belakang bola mata Anda. Para peneliti menduga bahwa bagian korteks orbitofrontal merupakan bagian otak yang berfungsi untuk mengatur bagian otak lainnya mengenai "hadiah" atau "hukuman" pada situasi tertentu. Dengan demikian, otak pun dapat beradaptasi mengenai bagaimana caranya memperoleh hadiah dan menghindari hukuman, seperti yang terjadi pada anak-anak saat belajar mengenai berbagai hal selama hidupnya. Bagian otak ini ternyata juga turut berperan dalam hal kecanduan, mempelajari cara bergaul, dan kemampuan untuk membuat keputusan terbaik berdasarkan potensi yang ada. Pada situasi sulit, korteks orbitofrontal pada orang sehat akan teraktivasi untuk mencegah terjadinya impuls agresif dan menjaga interaksi normal. Pada penelitian ini, para peneliti mempelajari apa sebenarnya efek kekerasan pada masa kanak-kanak terhadap perilaku agresif di masa dewasa pada hewan percobaan (tikus percobaan). Pada penelitian ini, para peneliti memaparkan sejumlah tikus pada tindak kekerasan sewaktu muda di mana para peneliti kemudian mengamati bagaimana perilaku mereka seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka. Para peneliti juga mempelajari otak para tikus dewasa untuk melihat apakah mereka memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan kekerasan. Para peneliti menemukan bahwa tikus jantan memiliki sedikit aktivitas di dalam korteks orbitofrontal, yang membuat tikus menjadi lebih sulit mengendalikan impuls negatif mereka. Hal ini ternyata juga mempengaruhi amigdala, suatu bagian otak yang berfungsi untuk mengatur respon emosional. Pada akhir penelitian, para peneliti menemukan bahwa para tikus yang terpapar oleh tindak kekerasan di masa mudanya tidak memiliki rantai reaksi yang wajar di dalam otaknya yang mencegah mereka untuk tidak bertindak secara berlebihan saat mengalami suatu ancaman atau situasi berbahaya. Pada beberapa penelitian sebelumnya, para peneliti juga menemukan respon yang sama saat meneliti otak orang yang sering melakukan tindak kekerasan seperti para pembunuh. Selain trauma psikologis, para peneliti menemukan bahwa faktor genetika ternyata juga turut berperan dalam terjadinya perilaku impulsif, antisosial, dan agresif. Gen yang diduga turut berperan tersebut adalah MAOA. Bagaimana suatu gen dapat mengubah perilaku seseorang? Para peneliti menduga hal ini dipicu oleh stress psikologis yang menyebabkan terjadinya perubahan perilaku gen. Berdasarkan penelitian pada hewan percobaan, para peneliti menemukan bahwa pemberian obat anti depresi dapat membantu menurunkan perilaku agresif dan mengembalikan fungsi gen seperti semula. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana pengaruh pengobatan terhadap perubahan perilaku.  Baca juga: Bahaya Layar Sentuh Bagi Anak Sumber: healthline
 19 Oct 2018    18:00 WIB
Mau Punya Anak Kembar ? Cari Tahu Dulu Fakta Menarik Tentang Anak Kembar Yuk
Sekarang ini, kehamilan kembar bukanlah suatu hal yang aneh dan jarang terjadi. Kehamilan kembar sudah cukup sering ditemukan, baik yang terjadi secara alami maupun dengan bantuan bayi tabung. Bagi Anda yang sudah diberkati dengan anak kembar, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa fakta unik dan mengejutkan mengenai anak kembar.   Semakin Tua Usia Ibu Semakin Tinggi Peluangnya Hamil Anak Kembar Bahkan tanpa bantuan bayi tabung (IVF), banyak wanita sudah dapat mengalami kehamilan kembar secara alami. Peluang ini akan semakin tinggi seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka.   Anak Kembar Biasanya Hidup Lebih Lama Daripada Anak Lainnya, Begitu Pula Dengan Ibunya Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh the University of Washington pada tahun 2016, anak kembar identik cenderung hidup lebih lama daripada kembar non identik. Selain itu, anak kembar biasanya juga hidup lebih lama daripada orang pada umumnya. Hal ini mungkin dikarenakan anak kembar dapat saling memberikan dukungan material atau emosional yang membuat mereka hidup lebih lama. Selain sang anak, ibu anak kembar juga cenderung hidup lebih lama daripada ibu lainnya. Hal ini diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Utah pada tahun 2011.   Kembar Tidak Hanya Kembar Identik dan Non Identik Saja Semua orang pasti tahu apa perbedaan antara kembar identik dengan kembar non identik, akan tetapi tahukah Anda bahwa ada jenis kembar lainnya daripada kedua hal ini? Ada anak kembar yang merupakan pantulan kaca bagi saudara kembarnya, yaitu dengan memiliki tanda lahir pada sisi yang berlawanan dengan kembarannya. Ada juga anak kembar yang terbentuk dan dilahirkan pada hari yang berbeda, bahkan hingga 24 hari. Hal ini terjadi karena ada lebih dari 1 sel telur yang berovulasi dan pada waktu yang berbeda. Keadaan ini terjadi pada seorang wanita Australia. Kehamilan kembar langka ini disebut dengan superfetation atau kehamilan interval.   Bayi Kembar Dapat Memiliki Warna Kulit yang Berbeda Bila Anda dan pasangan berasal dari rasa yang berbeda, maka anak kembar Anda juga dapat memiliki rasa yang berbeda, mengikuti masing-masing orang tua.   Baca juga: 6 Hal yang Paling Dibutuhkan Oleh Anak yang Sangat Sensitif   Faktor Genetika Hanya Berlaku Bagi Kembar Non Identik Banyak orang beranggapan bahwa kembar diturunkan dalam keluarga. Akan tetapi, berbagai penelitian menemukan bahwa hal ini hanya berlaku pada kembar non identik.   Anak Kembar Lebih Sering Bertangan Kidal Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1996 di Belgia, sekitar 1 di antara 5 orang anak kembar, baik kembar identik maupun non identik, bertangan kidal.   Wanita yang Tinggi Memiliki Peluang Lebih Besar Untuk Memiliki Anak Kembar Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 menemukan bahwa ibu bayi kembar biasanya lebih tinggi 3 cm daripada ibu yang melahirkan bayi tunggal. Para ahli menduga hal ini dikarenakan ibu yang lebih tinggi memiliki kadar insulin yang lebih tinggi, yang selain mempengaruhi tinggi badan ibu, juga mempengaruhi peluangnya untuk mengalami kehamilan kembar.   Persalinan Anak Kembar Harus Dilakukan Saat Usia Kehamilan Mencapai 37 Minggu Untuk mengurangi resiko terjadinya kematian bayi di dalam kandungan dan berbagai komplikasi lainnya, waktu terbaik untuk melahirkan bayi kembar adalah saat usia kehamilan sudah mencapai 37 minggu atau 36 minggu bila sang bayi kembar hanya memiliki satu buah plasenta (ari-ari). Persalinan yang lebih dini daripada biasanya ini memang banyak ditemukan pada kehamilan kembar karena rahim ibu menjadi lebih besar daripada biasanya, yang membuat persalinan lebih cepat terjadi.   Operasi Caesar Bukanlah Satu-satunya Pilihan Persalinan Memang benar bahwa saat Anda hamil kembar, sebagian besar dokter akan menganjurkan Anda untuk melahirkan melalui operasi Caesar, akan tetapi persalinan normal (per vaginum) pun sebenarnya cukup aman. Bila kedua kepala bayi sudah terletak di bawah dan posisi bayi sesuai dan kedua plasenta berada pada posisi yang tepat, maka persalinan normal dapat dilakukan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: instyle
 28 Sep 2018    11:00 WIB
Balita Sangat Suka Minum Susu, Apakah Baik Atau Tidak?
Hampir kebanyakan anak suka minum susu, susu adalah cara yang baik untuk menjamin asupan kalsium anak. Tapi untuk anak Anda yang masih balita apakah kebiasan minum susu itu adalah hal yang baik atau tidak? Silahkan simak ulasan dibawah ini.   Jumlah Yang Disarankan Menurut Centers for Disease Control and Prevention, anak-anak berusia antara 1-5 tahun seharusnya mengonsumsi tidak lebih dari tiga gelas, 235 ml susu per hari. Minum sekitar satu setengah cangkir susu per hari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium anak-anak antara usia 1-3 tahun atau batita.   Anemia Defisiensi Besi Anemia kekurangan zat besi merupakan perhatian utama kebanyakan balita yang terlalu banyak minum susu. Susu rendah zat besi dan menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh, sehingga anak kecil yang banyak minum susu bisa mengalami kekurangan zat besi. Balita sangat rentan mengalami hal ini karena mereka mungkin tidak mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi, jadi mereka tidak dapat menebus kekurangan dengan cara lain. Selain itu, karena saluran pencernaan balita masih berkembang, mungkin mengalami reaksi ringan terhadap susu yang menyebabkan kehilangan darah di usus dalam jumlah kecil. Kehilangan darah mengurangi zat besi dalam tubuh, jadi ini bisa membuat kemungkinan mengalami anemia kekurangan zat besi lebih besar lagi.   Kalori dan Nutrisi Seorang balita yang minum terlalu banyak susu mungkin mendapatkan banyak kalsium, tapi mungkin dia menghindari makanan dan minuman lain yang memiliki nutrisi lain. Jika anak Anda minum lebih dari tiga cangkir susu setiap hari, dia mungkin mendapatkan setengah, atau lebih, asupan kalori hariannya hanya dari susu saja. Jika Anda memiliki riwayat keluarga obesitas, penyakit jantung atau diabetes, maka dokter spesialis anak Anda mungkin akan menyarankan untuk membatasi asupan susu atau beralih ke susu rendah lemak.   Intoleransi dan Alergi Laktosa Beberapa balita mengalami alergi susu. Anak-anak dengan alergi parah bisa mengalami mengi, muntah atau cegukan jika mereka minum susu. Terkadang alergi susu bisa mengancam nyawa. Berbeda dengan alergi susu, intoleransi laktosa tidak berbahaya, tapi bisa membuat tidak nyaman. Intoleransi laktosa terjadi saat tubuh perlahan berhenti memproduksi laktase, enzim yang mencerna gula dalam susu.   Intoleransi laktosa pada bayi jarang terjadi karena mereka membutuhkan laktase untuk mencerna ASI mereka, namun kemampuan untuk memproduksi laktase dapat mulai berkurang saat balita. Balita yang tidak toleran terhadap laktosa dapat mengalami sakit perut atau diare jika dia minum terlalu banyak susu. Jumlah susu yang bisa ditangani balita bergantung pada berapa banyak laktase yang masih dihasilkannya, sehingga setiap anak memiliki batas yang berbeda.   Baca juga: Tips Untuk Membuat Anak Mau Memakan Buah dan Sayuran   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 20 Sep 2018    08:00 WIB
Mengapa Vaksinasi Pada Anak Itu Penting?
Mungkin Anda sering mendengar pentingnya melakukan vaksinasi pada anak, vaksin tidak hanya diberikan pada anak namun juga pada orang dewasa. Mengapa anak perlu divaksin? Bagaimana cara vaksin bekerja? Imunisasi atau vaksinasi bekerja dengan cara "menipu" tubuh Anda, dimana Anda vaksinasi membuat tubuh Anda percaya bahwa saat itu tubuh Anda sedang diserbu mikroorganisme yang menular, sehingga tubuh Anda akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk memperkuat pertahanan tubuhnya. Vaksinasi dilakukan dengan menyuntikkan suatu bentuk kuman berbahaya yang telah dilemahkan. Kemudian tubuh akan mengingat "invasi’ yang dilakukan kuman tersebut sehingga tubuh dengan mudah mengenali serangan dan mentralisir penyebab penyakit saat penyakit yang sesungguhnya menyerang.   Mengapa vaksinasi pada anak penting untuk dilakukan? Kekebalan dari ibu diberikan kepada bayi yang baru lahir, namun kekebalan ini menghilang dalam tahun pertama kehidupan mereka. Sehingga bayi tidak memiliki lagi kekebalan alami. Saat seorang anak tidak dilakukan vaksinasi dan terkena kuman yang menular, kemungkinan tubuhnya belum dapat melawan penyakit tersebut. Banyak anak yang meninggal akibat beberapa penyakit seperti campak, batuk rejan, dan polio. Mengimunisasi anak juga membantu melindungi orang lain termasuk bayi yang sangat kecil yang mungkin tidak dapat divaksinasi (seperti anak-anak yang mengidap leukemia) dan mereka yang tidak dapat merespon vaksinasi.   Sumber: newhealthguide
 12 Sep 2018    11:00 WIB
Kelainan Jiwa Pada Anak, Bagaimana Cara Mengenalinya ?
Bukan hanya orang dewasa yang dapat mengalami kelainan pada kepribadian maupun jiwanya, anak-anak pun dapat mengalaminya. Akan tetapi, kelainan jiwa pada anak seringkali terlambat dikenali sampai anak tumbuh dewasa. Akibatnya, pengobatan yang seharusnya dapat segera diberikan untuk memperbaiki kelainan ini tidak dapat diberikan. Tidak terdeteksinya kelainan jiwa pada masa kanak-kanak seringkali disebabkan oleh ketidaktahuan orang tua mengenai gejala kelainan jiwa yang dapat terjadi pada anak. Sulitnya membedakan perilaku anak-anak pada umumnya dengan perilaku anak dengan kelainan jiwa membuat diagnosa dini menjadi semakin sulit.   Berbagai Jenis Kelainan Jiwa Pada Anak 1.      Gangguan Cemas Yang termasuk gangguan cemas adalah gangguan obsesif kompulsif, sindrom stress paska trauma, fobia sosial, dan gangguan kecemasan menyeluruh. Pada kelainan ini, anak biasanya selalu merasa cemas setiap waktu, yang  bahkan dapat mengganggu aktivitasnya sehari-hari.   2.      ADHD Merupakan suatu kelainan di mana anak tidak dapat atau kesulitan memusatkan perhatiannya, memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif.   3.      Autisme Autisme merupakan salah satu gangguan perkembangan berat pada anak yang biasa terjadi pada usia dini, di bawah usia 3 tahun. Kelainan ini menyebabkan anak sulit berkomunikasi dengan orang lain dan sulit berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.   4.      Gangguan Makan Yang termasuk gangguan makan adalah anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan binge. Kelainan ini paling sering terjadi saat anak mengalami pubertas dan mulai memperhatikan bentuk tubuh, terutama berat badannya. Anak bahkan dapat mengabaikan semua hal lainnya dan hanya memperhatikan berat badannya saja.   5.      Gangguan Mood Yang termasuk kelainan ini adalah depresi dan gangguan bipolar (merasa sedih dan gembira secara bergantian). Anak biasanya selalu murung atau seringkali menunjukkan perubahan mood yang ekstrem.   6.      Skizofrenia Kelainan ini merupakan kelainan jiwa berat yang menyebabkan anak kehilangan kemampuan untuk membedakan antara imajinasi dan kenyataan.   Tanda Awal Kelainan Jiwa Pada Anak 1.      Mood Berubah-ubah Perhatikan bila anak terlihat sedih atau murung atau menarik diri dari lingkungan selama setidaknya dua minggu. Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah adanya perubahan mood yang berlebihan yang bahkan mengganggu kehidupan sosial anak di sekolah maupun di rumah.   2.      Rasa Takut yang Berlebihan Adanya rasa takut atau khawatir berlebihan tanpa alasan yang jelas, yang bahkan dapat disertai dengan peningkatan denyut jantung dan napas cepat dapat merupakan tanda awal adanya suatu masalah pada psikologis anak. Hal ini biasanya dapat mengganggu aktivitas anak sehari-hari.   3.      Perubahan Perilaku Adanya perubahan perilaku atau kepribadian yang ekstrim, termasuk perilaku yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain juga merupakan salah satu tanda kelainan jiwa pada anak.   4.      Sulit Konsentrasi Sulit berkonsentrasi atau memusatkan perhatiannya atau duduk diam selama berada di kelas atau rumah juga dapat merupakan tanda adanya suatu kelainan pada anak.   5.      Penurunan Berat Badan Tiba-tiba Penurunan nafsu makan secara tiba-tiba, sering muntah, dan penggunaan obat-obat pencahar dapat merupakan tanda awal anak menderita gangguan makan, baik anoreksia nervosa, bulimia nervosa, maupun binge.   6.      Perilaku Melukai Diri Sendiri Kelainan jiwa seringkali berujung pada pikiran atau keinginan atau perilaku melukai diri sendiri, bahkan bunuh diri.   7.      Penggunaan Zat-zat Terlarang Penggunaan obat-obat terlarang atau alkohol dapat merupakan salah satu cara anak untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.   Pengobatan yang Dapat Dilakukan Bila anda mendapati anak anda mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter anda. Dengan demikian, dokter dapat memberikan penanganan sedini mungkin. Pengobatan kelainan jiwa baik pada anak maupun dewasa biasanya dilakukan dengan mengkombinasikan psikoterapi dengan obat-obatan untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin.   1.      Psikoterapi Psikoterapi atau terapi perilaku atau konseling merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu anak mengatasi keadaannya. Pada psikoterapi, anak diharapkan dapat mengungkapkan perasaannya dan permasalahan yang ada. Dengan demikian, anak dapat mengetahui apa sebenarnya yang ia rasakan, apa permasalahan yang sebenarnya, dan bagaimana cara menghadapinya.   2.      Obat-obatan Anak anda mungkin diharuskan untuk mengkonsumsi beberapa jenis obat-obatan untuk membantu mengatasi perubahan mood ataupun rasa sedih yang berlebihan.
 06 Sep 2018    08:00 WIB
Bagaimana Tips Perawatan Anak Autis ?
Autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan gangguan interaksi sosial,  gangguan komunikasi verbal dan non verbal, serta adanya gerakan berulang-ulang. Autisme terjadi akibat adanya gangguan pada proses penghantaran saraf, penyebabnya tidak diketahui. Diagnosa ditegakkan berdasarkan pada gejala yang timbul sebelum anak berusia 3 tahun. Autisme lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Prevalensi autisme adalah 1-2 orang per 1.000 penduduk. Orang tua biasanya mulai menyadari gejala autisme pada 2 tahun pertama kehidupan anaknya, gejala ini dapat timbul secara perlahan, atau anak mengalami perkembangan yang normal kemudian tiba-tiba menurun. Walaupun belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan autisme, namun dengan diagnosa dini, perawatan yang tepat, dan terapi dini dapat membantu anak untuk dapat hidup mandiri. Terapi perilaku, kognitif, dan wicara dini pada anak autis dapat membantu anak untuk hidup lebih mandiri dan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi serta interaksi sosial anak. Di bawah ini terdapat beberapa tips yang dapat membantu anda.   Masuki Dunia Mereka Orang tua memainkan peran yang sangat penting dalam membantu perkembangan anak.   Seperti anak-anak yang lainnya, anak autis terutama belajar melalui permainan. Oleh karena itu, bergabunglah dengan anak ketika dia sedang bermain, tariklah anak dari perilaku dan ritualnya yang sering diulang-ulang, dan tuntunlah mereka menuju kegiatan yang lebih beragam. Misalnya, orang tua mengajak anak mengitari kamarnya, kemudian tuntun mereka ke ruang yang lain. Orang tua perlu memasuki dunia mereka untuk membantu mereka masuk ke dunia luar.   Berikan Pujian Kata-kata pujian karena telah menyelesaikan tugasnya dengan baik, kadang tidak berarti apa-apa bagi anak autis. Temukan cara lain untuk mendorong perilaku yang baik dan untuk mengangkat harga dirinya. Misalnya berikan waktu lebih untuk bermain dengan mainan kesukaannya jika anak telah menyelesaikan tugasnya dengan baik.   Gambar dan Komunikasi Anak autis belajar lebih baik jika informasi disampaikan secara visual (melalui gambar) dan verbal (melalui kata-kata). Masukkan komunikasi augmentatif ke dalam kegiatan rutin sehari-hari dengan menggabungkan kata-kata dan foto, lambang atau isyarat tangan untuk membantu anak mengutarakan kebutuhan, perasaan dan gagasannya.   Ajaklah Berbicara Tujuan dari pengobatan adalah membuat anak autis berbicara. Tetapi sebagian anak autis tidak dapat bermain dengan baik, padahal anak-anak mempelajari kata-kata baru melalui permainan. Sebaiknya orang tua tetap berbicara kepada anak autis, sambil menggunakan semua alat komunikasi dengan mereka, baik berupa isyarat tangan, gambar, foto, lambang, bahasa tubuh maupun teknologi.   Latih Komunikasi Jadwal kegiatan sehari-hari, makanan dan aktivitas favorit, serta teman dan anggota keluarga lainnya dapat menjadi bagian dari sistem gambar dan membantu anak untuk berkomunikasi dengan dunia di sekitarnya.   Program Intervensi Dini Hal terpenting yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah menemukan program intervensi dini yang baik bagi anak autis. Tujuan pertama adalah menembus tembok penghalang interaksi sosial anak dan mengutamakan komunikasi dengan orang lain melalui cara menunjuk jari, menggunakan gambar dan kadang bahasa isyarat serta kata-kata.   Program intervensi dini menawarkan pelayanan pendidikan dan pengobatan untuk anak-anak berusia di bawah 3 tahun yang telah didiagnosis mengalami ketidakmampuan fisik atau kognitif. Program intervensi dini terdiri dari: Terapi fisik dan terapi okupasional (pengobatan dengan memberikan pekerjaan atau kegiatan tertentu) Terapi wicara dan bahasa Pendidikan masa kanak-kanak dini Perangsangan sensorik Program intervensi dini akan membantu orang tua dan anak autis pindah dari intervensi dini ke dalam sistem sekolah umum. Program ini juga akan membantu memilihkan lingkungan yang paling tepat untuk pendidikan anak autis, apakah di sekolah biasa atau di kelas khusus anak autis yang menawarkan pendidikan dan pelayanan pengobatan yang lebih intensif dengan jumlah murid yang terbatas.   Program Pendidikan Program pendidikan untuk anak autis sangat terstruktur, menitikberatkan kepada kemampuan berkomunikasi dan sosialisasi serta teknik pengelolaan perilaku positif. Strategi yang digunakan di dalam kelas sebaiknya juga diterapkan di rumah sehingga anak memiliki lingkungan fisik dan sosial yang tidak terlalu berbeda. Dukungan pendidikan seperti terapi wicara, terapi okupasional dan terapi fisik merupakan bagian dari pendidikan di sekolah anak autis. Keterampilan lainnya, seperti memasak, berbelanja atau menyeberang jalan, akan dimasukkan ke dalam rencana pendidikan individual untuk meningkatkan kemandirian anak. Tujuan keseluruhan untuk anak adalah membangun kemampuan sosial dan berkomunikasi sampai ke tingkat tertinggi atau membangun potensinya yang tertinggi.   Obat-obatan Pada masa remaja, beberapa perilaku agresif dapat semakin sulit dihadapi dan sering menimbulkan depresi. Kadang obat-obatan dapat membantu meskipun tidak dapat menghilangkan penyebabnya. Obat-obatan biasanya digunakan untuk mengendalikan perilaku yang sangat agresif dan membahayakan diri sendiri.