Your browser does not support JavaScript!
 31 Jul 2014    09:00 WIB
6 Alasan Ekstrakurikuler Penting Untuk Anak
Mengapa hanya mempelajari satu hal bila anak Anda bisa belajar lebih banyak? Ini adalah aturan utama untuk anak yang ingin mengambil ekstrakurikluer. Berikut adalah alasan mengapa aktivitas ekstrakurikuler penting untuk anak: Mereka tahu lebih banyak dari yang diajarkan di sekolah Sebagus apapun sebuah sekolah tidak mengajarkan anak tentang semua hal. Rata-rata setiap sekolah mempunyai metode pengajaran yang sama dan tidak memberikan pelajaran yang berbeda. Dengan mengikuti aktivitas ekstrakurikuler anak akan belajar banyak hal yang berbeda. Anak-anak akan mempelajari hal baru yang akan membantu pelajaran di sekolah Membantu meredakan stress. Stress juga bisa di alami oleh anak dan akan menimbulkan konsekuensi yang cukup serius. Saat seorang anak mengalami stress di sekolah ataupun di rumah, kegiatan ekstrakurikuler akan membantu untuk meredakan stress. Kegiatan ini juga akan membuat anak melakukan hal sesuai yang diinginkan bukan dengan paksaan. Membantu anak menemukan hal baru. Mungkin tidak mudah untuk mengetahui apa yang membuat seorang Anda tertarik. Kegiatan ekstrakurikuler akan membantu membuka wawasan seorang anak. Hal ini akan membantu anak untuk menemukan pilihan terbaik yang berhubungan dengan masa depannya dan memberikan kepercayaan diri untuk mencoba hal baru dalam hidupnya.  Membuat anak lebih kreatif Kegiatan ekstrakurikuler akan menjadi kegiatan rutin untuk anak. Jangan menegur anak apabila menunjukkan minat yang lebih besar dibanding sekolah. Karena kegiatan ini akan meningkatkan kreativitas dan membuat anak menjadi bahagia.  Anak akan mempunyai teman yang baru dan akan beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Saat anak dikenalkan dengan sesuatu yang baru dan berbeda dalam hidupnya, mereka akan belajar beradaptasi dengan cepat. Mereka akan menerjemahkan aspek baru dalam hidupnya. Mereka juga akan mulai berkenalan dengan teman yang baru dan akan menjadi lebih terbuka dan lebih berbakat dalam hidupnya  Anda akan mempunyai waktu sendiri dan memperkuat hubungan antara anak dan Anda Secinta apapun Anda dengan anak, waktu sendiri tanpa anak tidak akan menyakitkan. Anda akan mempunyai waktu sendirian untuk melakukan apa yang Anda inginkan dan akan meningkatkan kembali mood Anda saat Anda harus mengurus kembali anak Anda. Jangan pernah memaksakan apapun pada anak Anda dan biarkan anak Anda bereksperimen dengan hal yang baru. Biarkan anak Anda memilih sesuatu yang membuat mereka tertarik dan bahagia. Sumber: magforwomen
 17 Jul 2014    13:00 WIB
Mainan Yang Tidak Boleh Diberikan Untuk Anak
Orang tua sering kali ingin membahagiakan anak dengan membelikan mainan. Namun ternyata ada mainan yang sebaiknya tidak Anda berikan untuk anak perempuan Anda Mainan yang terlalu menimbulkan pemikiran tidak baik Boneka adalah mainan yang sering dibelikan untuk anak perempuan. Namun ternyata hal ini harus diperhatikan. Bagaimana penampilan dari boneka tersebut dapat saja mempengaruhi pikiran anak yang masih polos. Seperti pakaian boneka yang terlalu minim, menggunakan riasan yang terlalu tebal. Mainan yang tidak sesuai dengan jenis kelamin Mainan yang diberikan untuk anak harus sesuai dengan jenis kelamin. Usahakan untuk memberi mainan yang sesuai. Misal untuk anak perempuan jangan dibelikan mainan untuk anak laki-laki. Mainan mengandung bahan yang berbahaya Saat membelikan mainan untuk anak, perhatikan bagian-bagian yang ada dimainan tersebut misal apakah ada magnet kecil yang bisa tertelan oleh anak. Cat yang digunakan apakah berbahaya untuk anak atau tidak. Mainan untuk orang dewasa Pastikan anak Anda memainkan mainan yang sesuai dengan usia. Terkadang ada mainan yang memang khusus untuk dewasa. Tentu tidak boleh diberikan untuk anak-anak. Mainan yang mencerminkan kekerasan Untuk Anda orang tua perlu memperhatikan mainan yang Anda berikan untuk Anak, jangan sampai Anda memberikan mainan yang menampilkan kekerasan. Karena pikiran anak-anak masih belum bisa membedakan mana yang baik atau tidak dan anak sering meniru apa yang dilihat. Untuk Anda para orang tua yang ingin membelikan mainan untuk anak agar memperhatikan mainan yang akan Anda belikan.  Sumber: allwomenstalk
 19 May 2014    13:00 WIB
Benarkah Lingkungan Turut Berperan Dalam Terjadinya Autisme?
Para ahli masih belum dapat menemukan penyebab pasti dari autisme, akan tetapi para ahli menduga bahwa keadaan ini (autisme) dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti genetika dan lingkungan.Sebuah penelitian baru menemukan bahwa berbagai racun yang terdapat pada lingkungan mungkin memiliki peranan yang cukup besar pada terjadinya gangguan perkembangan saraf. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa terdapat hubungan antara autisme dan penurunan intelektual dengan banyaknya kasus kelainan genital pada bayi laki-laki yang baru lahir. Para peneliti menduga bahwa hubungan ini merupakan penanda adanya paparan berbahaya berbagai faktor lingkungan selama perkembangan janin di dalam kandungan. Seorang ahli genetika mengatakan bahwa selama kehamilan terdapat suatu waktu tertentu di mana janin sangat rentan terhadap berbagai jenis paparan zat berbahaya, seperti obat-obatan, pestisida, dan sebagainya; walaupun dalam jumlah yang sangat sedikit. Zat-zat ini dapat menyebabkan perubhaan kecil yang dapat mempengaruhi perkembangan normal, terutama pada organ reproduksi laki-laki (kemaluan). Para ahli masih belum menemukan mengapa hal ini dapat terjadi. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati perbandingan antara kasus autisme dengan kelainan kongenital pada organ reproduksi bayi laki-laki dan perempuan. Setelah mempertimbangkan berbagai hal seperti jenis kelamin, ras, status sosial ekonomi, dan faktor geopolitical; para peneliti menemukan bahwa terjadi peningkatan rasio autisme sebesar 283% untuk setiap 1% peningkatan resiko kelainan kongenital. Sementara itu, rasio penurunan intelektual juga mengalami peningkatan sebanyak 94% untuk setiap 1% peningkatan resiko kelainan kongenital. Hubungan ini lebih jelas pada bayi laki-laki daripada bayi perempuan.Sumber: foxnews