Your browser does not support JavaScript!
 27 Oct 2019    11:00 WIB
Apa Penyebab Terjadinya Gangguan Autisme Pada Anak?
Penyebab utama terjadinya gangguan autisme masih tidak diketahui. Akan tetapi, para ahli yakin bahwa mereka telah menemukan beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan autisme pada seorang anak.   Bentuk Otak Gangguan pada beberapa bagian otak manusia dapat menjadi petunjuk adanya gangguan autisme pada seorang anak. Beberapa peneliti menemukan bahwa adanya gangguan pada bagian otak yang bertugas untuk mengatur gerakan tubuh dan emosi dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan autisme. Penelitian lainnya menemukan bahwa otak seorang penderita autisme memiliki ukuran dan struktur yang berbeda dengan orang lainnya yang tidak menderita autisme. Saat ini para peneliti sedang meneliti mengenai ada tidaknya hubungan antara neurotransmiter di dalam otak dengan peningkatan resiko terjadinya gangguan autisme pada seorang anak.   Genetika Berbagai penelitian menemukan bahwa gangguan autisme lebih sering terjadi pada orang yang memiliki anggota keluarga yang juga menderita gangguan autisme. Hal ini menunjukkan bahwa faktor genetika juga turut berperan dalam terjadinya autisme. Selain itu, beberapa gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kelainan genetika juga telah ditemukan berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya gangguan autisme. Beberapa gangguan kesehatan tersebut adalah sindrom kromosom X yang rapuh (fragile X syndrome) dan sklerosis tuberous. Hubungan antara sklerosis tuberous dengan gangguan autisme memang belum jelas, akan tetapi berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa gangguan autisme lebih banyak terjadi pada anak-anak yang juga menderita sklerosis tuberous. Beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai hubungan antara genetika dan gangguan autisme adalah: Jika salah satu anak kembar identik menderita gangguan autisme, maka kemungkinan saudara kembarnya untuk juga menderita gangguan autisme adalah sebesar 60-96% Bila salah satu anak kembar tidak identik menderita gangguan autisme, maka kemungkinan saudara kembarnya untuk juga menderita gangguan autisme adalah sebesar 24% Jika sebuah keluarga telah memiliki seorang anak yang menderita gangguan autisme, maka kemungkinan bahwa anak-anaknya yang lain juga akan menderita gangguan autisme adalah antara 2-8% Sekitar 10% anak penderita gangguan autisme juga memiliki gangguan genetika, neurologis, atau metabolisme lainnya   Paparan Terhadap Obat-obatan dan Zat Kimia Tertentu Obat-obatan Beberapa jenis obat-obatan yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan autisme pada janin bila dikonsumsi oleh wanita hamil adalah thalidomide dan asam valproat. Thalidomide merupakan obat yang digunakan untuk mengobati seseorang yang baru saja didiagnosa menderita mieloma multipel. Sedangkan asam valproat banyak digunakan untuk mengatasi beberapa gangguan kesehatan seperti beberapa jenis kejang dan gejala gangguan manik pada seorang penderita gangguan bipolar. Selain itu, asam valproat juga dapat digunakan untuk mencegah terjadinya migrain. Zat Kimia Berbagai jenis racun yang terdapat pada lingkungan dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan autisme pada anak. Sebuah penelitian di Amerika menduga adanya hubungan antara gangguan autisme dan polutan udara seperti merkuri, cadmium, nikel, dan vinil klorida.     Sumber: healthline
 25 Oct 2019    16:00 WIB
Diare Dapat Menyebabkan Kematian Pada Anak-Anak
Diare merupakan suatu keadaan di mana seseorang buang air besar (cair) lebih dari 3 kali sehari, yang dapat terjadi kapan saja dan gejalanya pun dapat bervariasi dari yang ringan hingga berat. Penyebabnya sendiri juga ada bermacam-macam; mulai dari bakteri, parasit, virus, hingga akibat reaksi alergi terhadap suatu jenis makanan atau zat di dalam makanan. Hal lainnya yang juga dapat menyebabkan terjadinya diare adalah gangguan penyerapan lemak dan gluten (intoleransi gluten). Pada anak, gejala diare dapat sedikit berbeda dibandingkan dengan orang dewasa. Beberapa gejala diare yang dapat ditemukan pada anak-anak adalah: Rewel Tampak gelisah Demam Tinja cair atau berlendir atau bahkan disertai darah (tinja menjadi berwarna hitam lunak atau kemerahan) Tinja berwarna kehijauan (bercampur dengan cairan empedu) Anus tampak lecet Kadang disertai dengan muntah Dehidrasi   Diare pada anak dianggap cukup berbahaya karena dapat menyebabkan terjadinya kematian pada anak akibat dehidrasi berat. Dehidrasi merupakan suatu keadaan di mana seseorang kekurangan cairan tubuh. Dehidrasi dapat terjadi akibat muntah, diare, tidak mengkonsumsi cukup cairan, atau kombinasi dari ketiganya. Walaupun agak jarang, keringat berlebih atau buang air kecil secara berlebihan juga dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Berbeda dengan orang dewasa, bayi dan anak-anak kecil lebih mudah mengalami dehidrasi. Hal ini dikarenakan tubuh mereka lebih mudah kehilangan cairan dibandingkan dengan orang dewasa dan anak-anak yang lebih besar. Beberapa gejala dehidrasi yang perlu diwaspadai pada anak adalah: Rewel Mata tampak cekung Tidak ada air mata saat menangis Mulut kering Ubun-ubun cekung Elastisitas kulit menurun Jumlah air kemih berkurang atau jarang buang air kecil   Seorang bayi yang mengalami dehidrasi dan tidak segera ditangani dapat meninggal dalam waktu 2-3 hari kemudian. Oleh karena itu, segera periksakan anak Anda ke seorang dokter terdekat bila diare yang ia alami tidak juga membaik.   Baca Juga: Tips Mencegah Terjadinya Dehidrasi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter. Sumber: emedicinehealth
 11 Oct 2019    08:00 WIB
Manjakan Si kecil dengan Teknik Pijat 'I Love You'
Pijat menjadi salah satu obat mujarab untuk menghilangkan pegal-pegal di tubuh. Tak hanya orang dewasa, bayi pun sebenarnya sesekali perlu dipijat untuk menghilangkan rasa pegal di badan. Saat ini pijat bayi sangat digemari karena terbukti membuat bayi lebih sehat, tidak rewel, dan tidur lebih nyenyak. Tak perlu repot mendatangkan terapis, Anda pun bisa memijat si kecil di rumah. Untuk memijat bayi di rumah, Anda bisa mempraktikkan teknik pijat 'I Love You' berikut ini: • Kaki Pijat telapak kaki dari arah tumit ke jari kaki. remas jari satu per satu. Pijat punggung kaki, mulai dari mata kaki sampai jari kaki • Paha dan betis Pegang kedua paha bayi dengan kedua tangan. Putar dari dalam ke luar sambil bergerak turun menuju betis. Kembali ke atas dengan gerakan yang sama. • Dada Telapak tangan terbuka ke tengah dada bayi, lalu geser menyilang ke kanan atas. Kemudian, kembali ke tengah, ke kiri atas, kembali ke tengah, kiri atas, kembali ke tengah, kanan bawah, dan kembali ke tengah. • Perut Gunakan dua atau tiga jari dan gerakkan dengan membentuk huruf I-L-U dari arah bayi (bila dari posisi kita membentuk hurug I-L-U terbalik). urut bagian kiri bayi dari bawah iga ke bawah (huruf I) urut melintang dari kanan bayi ke kiri bayi, kemudian turun ke bawah (huruf L) urut dari kanan bawah bayi, naik ke kanan atas bayi, melengkung membentuk huruf U dan turun lagi ke kiri bayi. Semua geerakan berakhir di perut kiri bayi. • Tangan pijat dari pangkal lengan, lalu turun ke tangan, kemudian kembali memijat dari tangan ke pangkal lengan. • Wajah Angkat bagian belakang kepalanya dengan kedua tangan Anda dan usap-usap kulit kepalanya dengan ujung jari Anda. Gosok-gosok daun telingannya dan usap-usap alis matanya, kedua kelopak matanya yang tertutup, dan mulai dari puncak tulang hidungnnya menyeberang ke kedua pipinya. Pijat dagunya dengan membuat lingkaran-lingkaran kecil. Menurut penelitian bayi prematur yang dipijat beratnya akan naik secara signifikan dibanding dengan bayi yang tidak dipijat. Lebih lanjut, berikut ini manfaat pijat untuk bayi: Meningkatkan berat badan. Pijat bayi bisa melancarakan pencernaan, jadi bayi mudah lapar dan otomatis meningkatkan berat badan. Selain itu, untuk ibu menyusui,secara tidak langsung juga bisa melancarkan ASI.  Jika sang ibu yang memijat, secara tidak langsung akan membangun kedekatan antara ibu dan anak. Membantu mengurangi gejala kembung dan kolik (menangis berlebihan) sehingga bayi akan tidur lebih nyenyak Meningkatkan konsentrasi bayi sebab ketika ia nyenyak tertidur usai dipijat, saat terbangun ia dalam keadaan konsentrasi penuh. Meningkatkan hormon oksitosin. Hormon oksitosin dikenal juga sebagai hormone cinta. Hormone ini menimbulkan rasa nyaman dan kasih saying, sehingga menimbulkan ikatan psikologis yang kuat antara ibu dan bayi Menurunkan hormone kortisol. Hormone kortisol menyebabkan stress. Dengan turunnya hormon kortisol bayi menjadi lebih ceria dan tidak suka menangis. Memijat secara teratur memberikan manfaat mempengaruhi rangsangan syaraf dan kulit dan memproduksi hormone yang berpengaruh dalam menaikkan berat badan. Bila Anda ingin mencoba melakukan pijat bayi pada si kecil, ada beberapa persiapan yang bisa anda lakukan, yaitu : - Pijat bayi pada pagi dan sore hari - Lakukan sebelum waktu tidur - Tunggu paling tidak 30 menit setelah menyusui si kecil sebelum memijat bayi - Gunakan baby oil yang lembut dan sesuai dengan kulit bayi - Saat memijat, putarkan musik yang menenangkan dan redupkan lampu ruangan - Untuk mempererat ikatan dengan si kecil, jaga kontak mata dengan bayi dan bicaralah dengan suara yang menenangkan - Pijat bayi dengan lembut sambil perhatikan ekspresi si kecil untuk melihat cara memijat yang dia sukai 
 06 Oct 2019    18:00 WIB
Bagaimana Berbicara Tentang Seks Dengan Putri Anda ?
Ketika putri anda tumbuh remaja, mereka mulai bertanya apakah itu menstruasi ? dari mana bayi datang? Apakah itu kondom? Sebelum dia mendapatkan informasi yang salah dari teman-temannya, dia perlu diberikan informasi yang akurat tentang seks dari orangtuanya, terutama ibunya. Jika "pembicaraan" ini membuat anda gugup, berikut tips yang anda dapat ikuti : Merasa malu itu tidak salah Bagian terberat untuk berbicara mengenai seks dengan anak anda adalah saat memulai pembicaraan. Adalah alami untuk merasa malu untuk memulai pembicaraan, tetapi anda harus dapat melalui ketakutan itu. Jika diperlukan mulailah dengan humor. Selagi anda merasa gugup, anda dapat tertawa dan berkata "ibuku dan aku tidak pernah membicarakan ini. Biarkan putri anda mengetahui jika anda malu untuk membicarakan masalah tersebut sehingga dia juga akan merasa lebih santai. Mulailah dengan mekanisme dan anatomi Seiring dengan pertumbuhan seksual sekunder putri anda mungkin bertanya "apakah aku perlu bra? Atau "kapan aku mendapat menstruasi?"  Ide yang bagus untuk mencari buku yang berisi informasi dan gambar mengenai organ reproduksi agar putri anda memahami apa yang terjadi pada tubuhnya. Jelaskan pada putri anda apa yang terjadi saat dia mengalami menstruasi, sehingga dia tidak merasa ketakutan saat terjadi. Jelaskan juga apa yang terjadi, apa yang harus disipakan dan apa yang harus dilalui. Gunakan gambar untuk menjelaskan lebih mudah. Diskusikan seks dalam konteks mencintaim hubungan yang dewasa Setelah anda berdikusi tentang mekanisme tubuh dengan putri anda, mudah-mudahan anda akan merasa lebih mudah untuk berbicara mengenai seks. Hal yang penting dalam membicarakan tentang seks adalah anda harus menekankan bahwa seks adalah suatu yang sehat dan normal. Tetapi anda harus menjelaskan bahwa seksual adalah hal yang harus dilakukan dalam kerangka hubungan yang dewasa dan dilakukan setelah dewasa, dimana ada cinta dan komitment didalamnya. Hal utama yang anda ingin hasilkan adalah, setelah berdiskusi dengan anda, putri anda akan berkata " sekarang saya mempunyai informasi yang akurat mengenai apa yang terjadi pada diri saya dan ibu saya berkata saya perlu menghormati dan melidungi tubuh saya" Berdikusi topik yang sesuai dengan dengan usianya Seberapa banyak informasi yang dapat dimengerti putri anda? Jika anda tidak yakin, gunakan pertanyaan-pertanyaanya sebagai barometer tentang apa yang harus dibicakan. Adalah sesuatu yang aneh untuk berbicara mengenai orgasme kepada anak umur 9 tahun. Anda tidak ingin berbicara mengenai hal-hal yang dia tidak dapat mengerti. Mulailah menanyakan tentang beberapa hal, kemudian diskusikan lagi minggu depan. Tetap ingat untuk menjaga komunikasi terbuka Ubah konteks pembicaraan anda Jika anda sedang duduk bersama putri anda di sofa, kemudian anda melihat ke matanya langsung dan berkata "kita harus berbicara tentang sex" putri anda mungkin akan terjatuh karena kaget. Coba ubah topik pembicaraan anda sehingga tidak membuatnya terlalu terkejut. Coba bicara saat situasi sedang santai, seperti saat anda menyetir mobil dan mereka dapat melihat keluar melalui jendela sehingga suasana tidak menjadi kaku.   Sumber : drphil    
 23 Sep 2019    11:00 WIB
Tips Agar Anak Tidak Takut ke Dokter Gigi
Saat Anda kecil mungkin Anda takut ke dokter gigi. Tetapi dengan selalu menjaga kebersihan mulut, kunjungan rutin ke dokter gigi dan tehnologi baru  yang tersedia saat ini, anak-anak Anda seharusnya tidak takut untuk mengunjungi dokter gigi. Tetapi, beberapa anak tetap merasa gugup saat harus mengunjungi dokter gigi. Kebanyakan alasannya karena tidak mengetahui apa yang akan dialami, padahal penyebab utama biasanya disebabkan oleh  Anda sendiri. Faktanya, sebuah studi yang diterbitkan oleh the International Journal of Paediatric Dentistry mengungkapkan jika salah satu anggota keluarga merasa takut untuk mendatangi dokter gigi, maka ketakutan itu akan menular ke anggota keluarga yang lain. "terkadang orang tua memproyeksikan perasaan mereka sendiri tentang pergi ke dokter gigi kepada anak-anak mereka," kata Dr Steven G. Goldberg, penemu DentalVibe Injection Comfort System. Berita baiknya adalah, jika anak Anda takut untuk pergi ke dokter gigi, cobalah beberapa tips berikut ini: Mulai melatih bersikat gigi sejak dini Bahkan saat bayi Anda belum memiliki gigi, Anda harus secara rutin membersihkan gusinya menggunakan sikat gigi khusus bayi, atau menggunakan jari yang dibungkus kain basah setiap selesai makan. Memperkenalkan kesehatan mulut sejak dini akan mempersiapkan si Anak untuk lebih berani saat harus memeriksakan diri nantinya. Hal ini dikatakan oleh Dr. Bill Dorfman, seorang dokter gigi kosmetik di Beverly Hills, Calif. Berkunjung ke dokter gigi sebelum usia 1 tahun The American Academy of Pediatric Dentistry merekomendasikan agar anak-anak saat gigi pertamanya tumbuh atau pada usia 1 tahun. Kunjungan dokter gigi pada usia dini ini akan membuat anak Anda terbiasa terhadap dokter gigi, mencegah terjadinya kerusakan gigi dan mencegah timbulnya ketakutan mengenai prosedur pemeriksaan gigi di masa depan. Bicarakan Bacalah buku tentang pergi ke dokter gigi dan jelaskan apa yang akan terjadi ke anak Anda tentang pengalaman Anda yang bersifat positif. Berlatih di rumah Anda bisa mendudukkan anak Anda di kursi atau sofa yang bisa disandarkan dan berpura-pura memeriksa dan membersihkan giginya, sehingga mereka memperoleh gambaran apa yang akan mereka alami nanti pada kunjungan ke dokter gigi. Buatlah menyenangkan Bawalah buku atau mainan kesukaan anak Anda atau apapun yang akan membuatnya lebih familiar dan tenang. Jika Anda bisa membuatnya senang dan menjadi pengalaman yang menyenangkan maka akan membawa pengaruh positif pada kunjungan berikutnya. Positif Apapun pengalaman Anda dahulu dengan dokter gigi dan bagaimana perasaan Anda terhadap dokter gigi saat ini, buatlah menjadi positif untuk anak Anda. Hindari pembicaraan mengenai rasa sakit atau ketidaknyamanan, tetapi tekankan pada bagaimana gigi mereka akan menjadis sehat nantinya. Antarkan Dr. Golberg merekomendasikan agar Anda mengantarkan anak Anda ke tempat dokter gigi tersebut berpraktek sebelum waktu perjanjian, agar mereka dapat bertemu dengan staff dan dokter gigi tersebut dan mereka dapat yakin bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan. Datanglah ke dokter gigi spesialis anak Dokter gigi spesialis anak lebih terlatih menghadapi anak-anak, menggunakan alat-alat yang lebih kecil dan biasanya memiliki tempat praktek yang ramah anak-anak, dicat dengan warna yang terang, memiliki video dan buku anak-anak. Carilah bantuan Jika Anda sendiri terlalu gugup untuk membawa anak Anda ke dokter gigi, mintalah pasangan Anda atau anggota keluarga lainnya untuk membawa mereka.   Sumber: foxnews
 23 Aug 2019    16:00 WIB
Pentingnya Vaksin DPT Untuk Mencegah Difteri, Tetanus dan Pertusis
Saat anak Anda lahir, maka saat itu adalah saat terbaik dalam hidup Anda. Anda sudah membayangkan bahwa bayi Anda akan tumbuh sehat dan menjadi kebanggaan untuk diri Anda dan keluarga besar. Untuk menjaga kesehatan bayi  yang baru lahir selain memberikan ASI dan susu formula bila ternyata ASI ibu tidak keluar, Anda juga harus melakukan vaksinasi. Dengan vaksinasi maka Anda akan menjaga anak agar tidak mudah terjangkit penyakit yang berbahaya. Ada beberapa macam vaksin wajib untuk bayi. Salah satunya adalah vaksin DPT. Agar Anda para orang tua menjadi lebih tahu, ini manafaat dari vaksin DPT. Vaksin DPT diberikan untuk mencegah penyakit difteri, pertusis dan tetanus. Difteri adalah infeksi bakteri pada selaput lendir hidung dan tenggorokan yang memiliki efek yang serius. Bakteri menyebabkan penyakit ini dapat menghasilkan racun yang merusak jaringan, terutama pada hidung dan tenggorokan. Difteri akan membentuk lapisan tebal di tenggorakan, menyebabkan gangguan pernapasan, gangguan pada jantung dan kerusakan saraf. Tetanus menyebabkan pengetatan otot, terutama kepala dan leher, itulah sebabnya disebut "lockjaw" atau rahang terkunci. Pengencangan otot ini membuat sulit untuk membuka mulut, menelan, dan bernafas. Bahkan di zaman kesehatan yang lebih modern, satu dari 10 orang yang terinfeksi tetanus meninggal, namun risikonya sangat berkurang jika anak Anda mendapatkan vaksinasi sesuai anjuran. Rekomendasi booster direkomendasikan mulai usia 11 dan setiap 10 tahun setelahnya Pertusis lebih dikenal sebagai "batuk rejan." Penyakit ini sangat menular yang menyebabkan penyakit batuk yang berlangsung dua minggu atau lebih dan bisa disertai dengan muntah. Pertusis paling berbahaya di kalangan bayi dan bisa menyebabkan pneumonia, kerusakan otak, kejang, dan kematian. Pertusis adalah penyakit yang paling tidak terkontrol yang dapat dicegah dengan menggunakan vaksin. Vaksinasi DPT memiliki keefektifan antara 80-89 %. Dengan kata lain, bahkan jika anak divaksinasi, mungkin masih terjangkit pertusi, namun efeknya tentu tidak akan seberat bila dilakukan vaksin.   Vaksin DPT diberikan pada usia 2,4,6 bulan kemudian dilakukan booster kembali pada usia 15-18 bulan, usia 4-6 tahun. Diberikan melalui suntikan.   Baca juga: 7 Jenis Kekerasan Orang Tua Terhadap Anak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: verywell
 20 Aug 2019    16:00 WIB
Putih Telur Itu Baik Atau Tidak Untuk Bayi?
Tahun pertama kehidupan bayi penuh dengan pengalaman baru, rasanya setiap hari Anda melihat tingkah bayi Anda yang lucu. Para bayi akan mulai belajar merangkak, bermain dan meniru suara Anda, bayi Anda juga akan mengembangkan minat pada makanan baru. Meskipun Anda mungkin tergoda untuk memberi bayi Anda beberapa gigitan di sana-sini, berhati-hatilah. Makanan tertentu, seperti putih telur, dapat menyebabkan masalah serius pada bayi.   Pedoman Pemberian Makanan Bayi Untuk 6 bulan pertama kehidupan bayi, ASI dan susu formula yang diperkaya zat besi seharusnya menjadi satu-satunya makanan yang disediakan. Selama beberapa bulan pertama ini, sistem pencernaan bayi Anda masih terus berkembang dan belum bisa menangani makanan padat seperti telur. Diatas usia 6 bulan, mulailah mengenalkan buah yang dihaluskan, sereal cair selain ASI atau susu formula. Saat anak Anda merasa lebih nyaman dengan buah yang dihaluskan, kenalkan sayuran, daging dan kacang hijau sekitar usia 6-8 bulan. Usia 8-10 bulan tambahkan kuning telur ke dalam makanan bayi Anda.   Mengapa kuning telur? Simak ulasan dibawah ini: Alergi Bayi dan Telur Karena alergi telur bisa membuat gejala berbahaya pada anak-anak, banyak dokter spesialis anak tidak menyarankan untuk menyajikan putih telur sampai bayi berusia lebih dari satu tahun. Karena putih telur mengandung komponen alergenik, maka kuning telur cenderung lebih aman. Dokter spesialis anak Anda akan merekomendasikan waktu yang tepat untuk mengenalkan putih telur. Setelah mengenalkan putih telur, pantau anak Anda untuk mengetahui apakah timbul tanda-tanda reaksi alergi. Gejala alergi makanan termasuk ruam merah, gatal-gatal, bengkak, mudah diare, muntah dan mengi. Hubungi dokter spesialis anak Anda jika tanda-tanda alergi telur muncul atau segera cari perawatan medis darurat jika bayi Anda mengalami pembengkakan di dekat mulut. Karena biasanya kondisi ini akan diikuti dengan pembengkakan di bagian tenggorokan yang menyebabkan sulit bernafas dan muntah. Alergi vs Sensitivitas Tidak jarang anak-anak mengalami reaksi negatif terhadap telur saat pertama kali mencobanya. Dalam banyak kasus, reaksi negatif ini hanyalah sensitif terhadap makanan, dan bukan alergi. Gejala sensitivitas makanan bisa meliputi adanya gas, sembelit atau muntah. Jika Anda mencurigai adanya sensitivitas makanan, hindari konsumsi telur selama beberapa minggu sebelum perlahan-lahan mengenalkannya telur kembali. Kekhawatiran lainnya Pastikan putih telur atau kuning telur benar-benar dimasak sebelum diberikan pada bayi Anda. Telur mentah atau setengah matang mungkin mengandung salmonella, sejenis bakteri yang bisa menyebabkan keracunan makanan. Juga hindari memberi makan anak Anda makanan yang mengandung telur mentah, seperti es krim buatan sendiri, mousse atau adonan kue mentah atau adonan kue.   Baca juga: Biar Lebih Tahu! Ini Lho Keuntungan dan Kerugian Bila Makan Telur   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 12 Aug 2019    18:00 WIB
7 Cara Menghentikan Batuk Anak Tanpa Menggunakan Obat
Memang benar bahwa mendengar suara batuk anak Anda sangatlah menyiksa, akan tetapi minum obat batuk juga bukanlah pilihan yang tepat. Menurut the American Academy of Pediatrics (AAP), obat batuk yang banyak dijual bebas di pasaran tidak efektif bagi anak-anak yang masih berusia kurang dari 6 tahun. Obat-obatan tersebut bahkan dapat berbahaya. Menurut the National Institute of Health, dekstrometorfan (DMP), bahkan aktif di dalam berbagai jenis obat batuk dapat menyebabkan terajdinya berbagai efek samping serius atau bahkan kematian pada anak-anak kecil.   Baca juga: 8 Tips Mengatasi Batuk di Malam Hari   Untungnya, di bawah ini ada beberapa cara mudah untuk mengatasi batuk anak Anda secara alami.   Satu Sendok Makan Madu Menurut para peneliti di the University of North Carolina, mengkonsumsi sedikit madu sebelum tidur dapat membantu mengurangi insiden batuk di malam hari dan tidur lebih nyenyak. Akan tetapi, pastikan Anda tidak memberikan madu pada anak Anda bila ia masih berusia kurang dari 1 tahun karena resiko terjadinya botulisme.   Humidifier Udara kering dapat membuat saluran udara Anda menjadi kering, yang akan membuat gejala batuk dan flu semakin memburuk.   Oleskan Balsem ke Dada Bila anak Anda telah berusia lebih dari 2 tahun, maka mengoleskan balsem ke dadanya dapat membantu mengatasi hidung tersumbat dan rasa sesak di dada, akan tetapi jangan oleskan balsem tepat di bawah hidungnya.   Jus Buah dan Cairan Lainnya Menjaga agar kebutuhan cairan anak Anda tetap terpenuhi merupakan hal yang sangat penting saat melawan flu dan batuk. Mengkonsumsi cukup cairan dapat membantu mengatasi hidung tersumbat dan mengencerkan dahak. Pilihlah air putih dan jus buah tetapi hindari minuman berkafein.   Sup Panas Menurut sebuah penelitian, sup ayam merupakan makanan terbaik bila Anda sedang menderita flu. Hal ini dikarenakan kaldu ayam dapat membantu melawan radang yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan membantu meredakan gejala flu.   Obat Tetes Hidung Obat tetes hidung dapat membantu mengencerkan lendir dan melembabkan hidung. Bagi para bayi, Anda dapat meneteskan beberapa tetes obat pada kedua lubang hidung, kemudian hisap lendir dengan menggunakan suntikkan. Pada anak yang lebih tua, Anda dapat menggunakan obat semprot hidung.   Bantal Membuat posisi kepala anak Anda lebih tinggi daripada tubuhnya dapat membantu membuka saluran napas yang tersumbat akibat flu. Jadi, tambahkanlah sebuah bantal lagi pada tempat tidur anak Anda. Bila anak Anda masih bayi, letakkanlah bantal di bawah kasurnya (untuk mencegah bayi sesak napas karena bantal).   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: safebee
 31 Jul 2019    08:00 WIB
Apakah Stroberi Dan Bluberi Baik Untuk MPASI Bayi?
Bicara MPASI bayi adalah hal yang menyenangkan, rasanya semua ibu selalu mencari-cari informasi mengenai makanan apa saja sih yang baik untuk diberikan pada bayi. MPASI boleh diberikan pada usia 6 bulan. Kemudian makanan apa saja yang boleh diberikan, apakah buah beri seperti stroberi dan bluberi aman diberikan untuk bayi. Silahkan simak ulasan dibawah ini.   Nutrisi Yang Dikandung Sajian stroberi irisan ½ porsi mengandung 49 miligram vitamin C, atau 98 % asupan yang cukup/ adequate intake (AI) untuk bayi berusia antara 6-12 bulan; 20 mikrogram folat, atau 25 % AI; 11 miligram magnesium, atau 15 % AI; 0,04 miligram vitamin B-6, atau 13 % AI; 0,02 miligram riboflavin, atau 5 % AI; Dan 0,3 miligram zat besi, atau 3 % dari tunjangan diet yang direkomendasikan. Porsi bluberi berukuran sama menyediakan 7 miligram vitamin C, atau 14 % AI; 0,03 miligram tiamin, atau 9 % AI; Dan 0,03 miligram riboflavin, atau 7,5 % AI. Setiap sajian berry menyediakan 2 gram serat makanan.   Apakah Aman Untuk Bayi? Karena buah stroberi dan bluberi seringkali dikatakan bisa menyebabkan alergi sehingga bila Anda ingin memberikannya maka sebaiknya berikan selama 3 hari berturut-turut kemudian lihat apakaha ada reaksi alaergi atau tidak. Kemudian perlu dipertimbangkan juga karena rasanya yang asam maka bisa saja menyebabkan masalah ruam popok. Jadi Anda boleh saja memberikan pada bayi Anda namun sebaiknya saat berusia sekitar 8 bulan keatas dan pantau reaksi alerginya.   Konsumsi yang dianjurkan Anda boleh memberikan kepada bayi Anda dengan porsi sekitar ¼-1/2 cangkir buah setiap hari. Dengan mengonsumsi makanan yang sehat seperti banyak buah dan sayur maka akan membantu menjaga kesehatan hingga dewasa nanti.  Namun, jangan biarkan bayi Anda makan lebih banyak daripada jumlah buah yang direkomendasikan, karena dapat menggantikan makanan bergizi lainnya seperti sayuran, biji-bijian, makanan olahan susu dan makanan kaya protein.   Baca juga: Tips Agar Anak Tidak Takut ke Dokter Gigi   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 26 Jul 2019    11:00 WIB
Camilan Sehat Untuk Bayi Usia 1-2 Tahun
Dua atau tiga camilan bergizi setiap hari memberi anak Anda asupan vitamin dan mineral yang dibutuhkannya untuk tumbuh dengan baik. Bayi yang berusia 1 - 2 tahun  terkenal hanya makan beberapa gigitan saat makan, yang bisa membuat Anda bertanya-tanya apakah dia sudah cukup makan atau belum. Makanan ringan (camilan) membantu mengisi kekosongan yang tertinggal saat makan, meningkatkan nutrisi anak Anda dan menyuplai energi yang dibutuhkannya untuk dimainkan dan dipelajari.   Biji-bijian utuh Biji-bijian utuh memasok asupan serat, yang mengisi perutnya dan memberinya energi selama beberapa jam. Banyak biji-bijian diperkaya dengan nutrisi penting, seperti zat besi untuk produksi sel darah merah dan asam folat untuk produksi DNA. Berikan roti gandum utuh dengan selai kacang ditambah dengan taburan keju cheddar. Sereal sarapan kering adalah makanan ringan sederhana yang memasok serat dan nutrisi penting. Biskuit gandum dan makanan panggang buatan sendiri yang dibuat dengan tepung terigu juga memberi nutrisi pada anak Anda untuk tumbuh dan berkembang. Buah-buahan dan sayur-sayuran Sayuran adalah sumber serat yang baik dan juga memasok vitamin A untuk penglihatan dan sumber kalium anak Anda untuk kesehatan jantung. Sajikan potongan wortel yang dimasak dengan kentang rebus dan tomat bisa menjadi camilan yang memasok nutrisi penting. Kentang manis kukus, labu atau kacang hijau juga menjadi camilan sehat untuk bayi usia 1 – 2 tahun. Sajikan buah sebagai pengganti bergizi untuk makanan ringan seperti biskuit, brownies dan makanan manis lainnya. Terlalu banyak makanan ringan yang manis bisa menyedot energi anak Anda dan membuatnya merasa lesu dan lelah. Buah memberikan rasa manis alami sekaligus vitamin C untuk sistem kekebalan tubuh yang kuat. Berikan anak Anda irisan tipis apel atau jeruk. Buah pir segar, persik dan pisang cukup lembut untuk dikunyah si kecil dan memasok vitamin dan mineral. Protein dan Produk Susu Protein memberi anak Anda energi jangka panjang dan juga mendorong pertumbuhan dan perkembangan yang tepat. Daging ayam putih yang diparut dengan cracker atau kacang cincang dengan taburan keju adalah camilan yang kaya protein untuk anak Anda. Produk olahan susu juga merupakan sumber protein dan pasokan kalsium yang sehat untuk tulang dan gigi anak Anda juga. Berikan anak Anda sekotak yogurt plain dengan potongan buah segar atau potongan kecil keju. Keju cottage dan susu merupakan makanan ringan tambahan yang memasok protein dan kalsium. Camilan Yang Harus Dihindari Anak usia 1 – 2 tahun lebih rentan tersedak dibanding anak yang berusia lebih tua. Potong camilan anak Anda menjadi potongan kecil untuk mengurangi risikonya. Lewati sayuran mentah, anggur utuh, popcorn dan kacang utuh karena bisa menyebabkan anak tersedak. Jangan berikan segumpal selai kacang kepada anak Anda karena bisa menyebabkan tersedak juga. Usahakan untuk tidak memberi terlalu banyak makanan manis seperti kue atau minuman rasa buah, karenakaya akan gula tambahan namun tidak memiliki nutrisi penting.   Baca juga: Bagaimana Cara Menghindari Konsumsi Pemanis Buatan? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: sfgate