Your browser does not support JavaScript!
 03 Apr 2020    18:00 WIB
8 Langkah Membuat Bayi Cepat Tidur Nyenyak
Selamat untuk Anda yang baru saja memiliki bayi. Memiliki bayi yang baru lahir merupakan kebahagiaan untuk pasangan. Selain merasakan kebahagiaan, Anda para orang tua baru tentu akan mulai mengalami beberapa pengalaman baru. Salah satunya adalah menjaga bayi saat malam hari. Menurut KidsHealth, bayi yang baru lahir membutuhkan tidur sekitar 16 jam sehari. Mengurus bayi bagi ayah dan ibu baru adalah hal yang menyenangkan mulai dari menyusui, mengganti pakaian dan bermain dengan bayi Anda. Namun menjaga bayi saat malam hari memiliki tantangan tersendiri, karena bayi yang baru lahir biasanya akan sulit tidur, dimana mereka membutuhkan makan atau susu setiap 3-4 jam sekali. Terlebih untuk bayi yang prematur dimana mereka membutuhkan susu yang lebih banyak. Hal ini tentu akan mengganggu tidur malam Anda, tapi jangan khawatir sebenarnya ada cara untuk membuat bayi kesayangan Anda bisa tidur nyenyak saat malam hari. Yang Anda butuhkan: Popok bersih Boks bayi Dot   Kemudian caranya adalah: Langkah pertama: Redupkan lampu kamar sebagai persiapan bayi Anda untuk tidur dimalam hari. Langkah kedua: Pastikan suhu di kamar Anda nyaman untuk bayi Anda. Terlalu panas atau terlalu dingin akan membuatnya sulit tertidur. Langkah ketiga: Pastikan popok bayi Anda bersih dan sudah menyusu sebelum waktunya tidur. Langkah keempat: Letakkan bayi Anda dengan perlahan saat menaruhnya di tempat tidur. Saat bayi Anda terbangun di malam hari untuk menyusu, susui dia dan jangan ajak dia bermain, berbicara dan melakukan sesuatu yang membuatnya terbangun. Cara ini akan membantunya mengerti bahwa malam hari adalah waktunya tidur. Langkah kelima: Sebaiknya bayi memiliki tempat tidur sendiri, jangan satu kasur dengan Anda. Karena menurut The American Academy of Pediatrics, cara ini akan membuat bayi Anda lebih aman dan menjaga dari risiko akan tertindih oleh Anda atau pasangan. Langkah keenam: Letakkan bayi Anda tidur telentang untuk mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak. Langkah ketujuh: Memberikan dot untuk bayi Anda Langkah kedelapan: Memainkan beberapa musik lembut untuk membantu bayi Anda tertidur. Tidak sulit bukan mengikuti cara diatas? Semoga cara tersebut dapat membantu Anda para orang tua baru yang sedang berbahagia.   Baca juga: Cara Untuk Meringankan Hidung Mampet Pada Bayi   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: livestrong
 03 Apr 2020    11:00 WIB
Apakah Anak Anda Telah Memperoleh Cukup Cairan?
Air merupakan salah satu hal penting bagi kehidupan manusia. Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, terutama anak-anak. Anak-anak membutuhkan sekitar 5-8 gelas air putih setiap harinya. Bila anda bertanya-tanya apakah anak anda telah memperoleh cukup cairan, maka perhatikanlah beberapa hal di bawah ini.Jumlah Air Kemih dan Pola Buang Air BesarPerhatikanlah jumlah air kemih dan tinja yang dikeluarkan oleh anak anda. Bila anak anda tidak mengkonsumsi cukup cairan, maka ia mungkin tidak buang air kecil sesering biasanya. Warna air kemihnya pun dapat menjadi kuning gelap atau pekat, yang merupakan penanda bahwa anak anda telah mengalami dehidrasi. Air kemih normal berwarna kuning pucat. Anak-anak biasanya buang air kecil sebanyak 5-6 kali setiap harinya. Bila anak anda tidak memperoleh cukup cairan, ia pun dapat mengalami sembelit. Tinja yang terbentuk pun keras dan kering karena kurangnya konsumsi cairan. Setiap anak memiliki pola buang air besar yang berbeda-beda, mulai dari setiap hari hingga beberapa hari sekali. Akan tetapi, tinja anak anda seharusnya lembut dan berbentuk bila ia mengkonsumsi cukup cairan.MoodSaat anak anda mengkonsumsi cukup cairan, maka ia akan tampak aktif dan bertenaga. Akan tetapi, bila anak anda kekurangan cairan, maka ia mungkin akan tampak lelah, lesu, dan enggan melakukan berbagai aktivitas fisik (kurang aktif). Anak anda mungkin tampak lebih mengantuk daripada biasanya dan menjadi lebih rewel daripada biasanya.Penampilan FisikMengkonsumsi cukup cairan membantu menjaga kesehatan kulit dan mata anak anda. Saat anak anda kekurangan cairan dan mulai mengalami dehidrasi, maka kulitnya pun akan menjadi kering dan tampak mengelupas. Mata anak anda pun akan terlihat cekung dan hanya menghasilkan sedikit atau bahkan tidak ada air mata saat menangis. Mulut dan bibirnya akan tampak kering dan lengket. Sumber: healthyeating.sfgate
 13 Mar 2020    16:00 WIB
Berbagai Jenis Kanker yang Sering Terjadi Pada Anak
Terjadinya kanker pada anak dan orang dewasa muda merupakan hal yang sangat jarang terjadi. Di Inggris, hanya 1 di antara 500 anak yang berusia di bawah 15 tahun menderita kanker. Jadi sekitar 1.600 orang anak yang berusia kurang dari 15 tahun di Inggris didiagnosa mengidap kanker. Kanker yang terjadi pada anak-anak agak berbeda dibandingkan dengan kanker yang mengenai orang dewasa. Kanker ini biasanya terjadi di bagian tubuh yang berbeda dengan kanker yang terjadi pada orang dewasa. Sel kanker pada anak juga tampak berbeda bila dilihat di bawah mikroskop dan memiliki respon yang berbeda terhadap pengobatan. Di Inggris, sekitar 2.200 remaja dan orang dewasa muda yang berusia antara 15-24 tahun didiagnosa menderita kanker, setiap tahunnya. Tingkat kesembuhan kanker pada anak juga biasanya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kesembuhan kanker pada orang dewasa. Para peneliti masih tidak mengetahui secara pasti apa sebenarnya yang menyebabkan seorang anak menderita kanker dan para peneliti ini juga masih melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Kanker bukanlah suatu penyakit menular dan tidak dapat ditularkan pada orang lain yang berkontak dengan penderita. Di bawah ini terdapat beberapa jenis kanker yang biasa ditemukan pada anak.   Leukemia Leukemia merupakan kanker sum-sum tulang belakang. Sum-sum tulang merupakan suatu materi lunak seperti spons yang terdapat di antara tulang belakang seorang manusia, di mana sel-sel darah dibuat. Saat seseorang menderita leukemia, maka tubuh mereka memproduksi terlalu banyak sel darah putih abnormal. Sel-sel abnormal ini biasanya tidak membentuk suatu benjolan, tetapi beredar ke seluruh tubuh Anda di dalam darah. Leukemia merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering ditemukan pada anak-anak. Dua jenis leukemia yang paling sering ditemukan pada anak-anak adalah leukemia limfoblastik akut dan leukemia mieloid akut.   Sarkoma Sarkoma terbentuk dari jaringan tubuh seperti tulang atau otot dan dapat terjadi di bagian tubuh manapun.   Tumor Embrional Kanker jenis ini terbentuk dari jaringan yang biasanya hanya terdapat di dalam embrio yang masih berkembang. Kanker ini juga dapat terjadi di berbagai bagian tubuh.   Limfoma Limfoma merupakan kanker kelenjar getah bening dan dapat terjadi di kelenjar getah bening mana pun di dalam tubuh. Terdapat 2 jenis limfoma yaitu Hodgkin limfoma dan non Hodgkin limfoma.   Kanker Pada Remaja dan Orang Dewasa Muda Remaja dan orang dewasa muda juga cenderung menderita jenis kanker yang berbeda dibandingkan dengan anak-anak dan orang dewasa. Jenis kanker yang paling sering mereka alami adalah limfoma, karsinoma, tumor ovarium dan tumor testis, tumor otak, dan tumor sistem saraf pusat.     Sumber: macmillan
 23 Feb 2020    08:00 WIB
Berbagai Bahaya Layar Sentuh Bagi Anak
Anda tentunya telah melihat bagaimana anak kecil zaman sekarang sudah demikian akrab dengan berbagai perangkat layar sentuh seperti telepon genggam, tablet, laptop, hingga televisi. Mereka telah mahir menggunakan berbagai perangkat layar sentuh tersebut, bahkan beberapa di antara mereka malah telah mengalami ketergantungan. Mengapa demikian? Teknologi layar sentuh memang memiliki berbagai manfaat, akan tetapi, bahaya ternyata juga menyertai penggunaannya, terutama pada para balita. Seorang ahli terapi dari Maryland, Amerika Serikat, memperingatkan bahwa penggunaan layar sentuh dalam waktu lama oleh seorang anak dapat melemahkan otot tangan anak tersebut. Hal inilah yang membuat banyak anak mengalami keterlambatan pertumbuhan otot atau kelemahan otot di beberapa bagian.   Baca Juga: Mengapa Kemajuan Teknologi Berbahaya Bagi Anak?   Walaupun para ahli masih memperdebatkan pengaruh layar sentuh bagi tubuh seseorang karena teknologi ini masih baru dan pengaruh jangka panjangnya masih belum diketahui dengan pasti, akan tetapi the American Academy of Pediatri, mengatakan bahwa seorang anak tidak boleh menggunakan layar sentuh lebih dari dua jam setiap harinya. Bahkan mereka juga mengatakan bahwa anak yang masih berusia kurang dari dua tahun sebenarnya sama sekali tidak boleh menggunakan berbagai perangkat layar sentuh tersebut. Selain itu, di Inggris pun para ahli telah memperingatkan bahwa penggunaan berbagai perangkat elektronik seperti komputer, alat video game, dan smartphone merupakan suatu bom waktu bagi kesehatan anak karena dapat menimbulkan rasa sakit pada Leher dan punggungnya. Bahkan, menurut sebuah penelitian; 3 dari 4 orang anak SD dan 2 dari 3 orang anak SMP/SMU dilaporkan menderita nyeri leher dan nyeri punggung akibat penggunaan berbagai alat elektronik dengan layar sentuh dalam waktu lama. Seorang fisioterapis mengatakan bahwa gaya hidup modern dan kemajuan teknologi membawa efek yang sangat buruk bagi kesehatan anak, yang jika tidak segera ditanggulangi akan memberikan efek yang sangat besar bagi generasi mendatang.   Sumber: tipssehat
 12 Feb 2020    16:00 WIB
Berapa Banyak Sayur dan Buah Yang Harus Dikonsumsi Dalam Sehari Oleh Si Kecil ?
Makan sayur dan buah adalah hal yang baik, kandungan nutrisi di dalamnya adalah faktor penting untuk menjaga kesehatan tubuh, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak.   Berapa banyak buah dan sayur yang dibutuhkan oleh anak? Kita semua perlu makan berbagai macam buah dan sayur berbeda warna setiap harinya. Jumlah harian yang direkomendasikan untuk anak-anak dan remaja tergantung pada tingkat usia, nafsu makan dan aktivitas mereka.   Berikut tabel rekomendasi makan buah dan sayur harian sesuai dengan usia: Usia Buah (perempuan) Buah (laki-laki) Sayur (perempuan) Sayur (laki-laki) 1-2 ½ ½ 2 - 3 2 - 3 2-3 1 1 2 ½ 2 ½ 4-8 1 ½ 1 ½ 4 ½ 4 ½ 9-11 2 2 5 5 12-18 2 2 5 5 ½ Catatan: Satu porsi buah diatas berarti 150 gram (setara dengan 1 buah apel ukuran sedang, 2 potongan kecil (misalnya alpukat), 1 cangkir buah cincang, ½ cangkir (125ml) 99% jus buah tanpa gula, atau 1 ½ sendok makan buah kering. Satu porsi sayuran berarti 75 gram (setara dengan ½ cangkir sayuran dimasak, ½  kentang ukuran sedang; 1 cangkir salad sayuran, atau ½ cangkir kacang-kacangan yang dimasak (kacang kering, kacang polong).   Buah segar adalah pilihan yang lebih baik daripada jus Seluruh buah mengandung beberapa gula alami yang membuatnya memiliki rasa manis, selain itu juga mengandung banyak vitamin, mineral dan serat, yang membuatnya lebih bergizi daripada segelas jus buah.   Bagaimana membantu anak-anak dan remaja makan lebih banyak buah dan sayur? Membuat anak makan lebih banyak buah dan sayur setiap hari bisa jadi adalah sebuah  perjuangan bagi seorang ibu. Untuk dapat menyukai sayur dan buah, anak perlu mencobanya sampai 10 kali terlebih dahulu. Jadi tetap sabar dan terus tawarkan kepada mereka. Hal ini juga dapat membantu Anda untuk mempersiapkan dan menghidangkan dengan cara yang berbeda dan kreatif.   Beberapa ide yang dapat Anda coba agar anak ingin makan sayur dan buah: Libatkan seluruh keluarga dalam memilih dan menyiapkan buah dan sayur yang akan dihidangkan Pilih buah dan sayur yang sedang musimnya, biasanya rasanya lebih enak dan lebih murah. Selalu simpan buah dan sayur di kulkas Anda, potong dadu buah dan taruh dalam mangkuk di lemari es. Sehingga bila anak membuka kulkas mereka akan lebih sering melihat buah dan sayur dan merasa lebih tergoda untuk memakannya. Jadilah kreatif dalam cara Anda mempersiapkan dan menghidangkan buah dan sayuran agar terlihat menarik dan disukai anak. Sertakan buah dan sayur di setiap makanan yang Anda hidangkan. Misalnya, menambahkan sayur cincang, parutan sayuran untuk saus pasta, daging burger, kentang goreng dan sup, dan menambahkan buah untuk sarapan sereal. Coba tambahkan buah atau sayur berbeda pada roti panggang Anda seperti pisang, jamur atau tomat. Tambahkan buah untuk yoghurt plain Anda Membuat smoothie buah dengan buah segar campurkan dengan susu rendah lemak dan yoghurt. Masukkan buah dan sayur ke dalam bekal anak Anda. Buat sate buah menjadi camilan yang menyegarkan. Anda bisa memilih buah-buah yang manis seperti stroberi, melon, anggur dan celupkan dalam coklat.   Baca juga: Satu Buah Sehari Mampu Turunkan Resiko Terjadinya Serangan Jantung   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: healthykids
 30 Jan 2020    16:00 WIB
6 Cara Membantu Menghilangkan Rasa Takut Anak Pada Dokter Gigi
Bacakan Buku Mengenai Dokter Gigi Salah satu cara menolong anak Anda untuk menghadapi rasa takutnya terhadap dokter gigi adalah dengan membacakan mereka buku-buku mengenai dokter gigi. Saat ini telah tersedia berbagai jenis buku anak-anak mengenai dokter gigi yang dapat Anda pilih bagi anak Anda.  Melalui buku-buku cerita ini, anak Anda dapat mengetahui apa yang kira-kira akan terjadi di klinik dokter gigi. Dianjurkan agar Anda membaca buku cerita tersebut sebelum membacakannya bagi anak Anda untuk mengetahui apakah buku tersebut sesuai bagi anak Anda atau tidak.   Bermain  Cara lainnya untuk mengurangi rasa takut anak Anda terhadap dokter gigi adalah dengan bermain. Bermainlah dengan anak Anda mengenai kunjungan ke dokter gigi. Saat melakukan permainan ini, Anda dapat melakukan berbagai hal; mulai dari menghitung jumlah giginya atau menyikat giginya. Anda pun dapat mencoba menjadi pasien dan anak Anda sebagai dokter giginya.   Jadilah Contoh yang Baik Apapun situasinya, berusahalah untuk menjadi contoh yang baik bagi anak-anak Anda. Beritahukanlah pada anak Anda mengenai betapa pentingnya menjaga kesehatan mulut dan giginya. Ajak anak Anda untuk melihat bagaimana cara Anda menyikat gigi dan beritahukan padanya kapan saja Anda pergi ke dokter gigi sewaktu masih kecil dan saat ini setelah Anda dewasa.   Mulailah Sejak Dini Lakukanlah pemeriksaan gigi anak Anda sedini mungkin, yaitu pada saat gigi pertama mereka tumbuh. Hal ini akan membuat anak Anda menganggap bahwa kunjungan ke dokter gigi merupakan bagian dari suatu rutinitas. Selain itu, carilah dokter gigi yang membuat anak Anda merasa nyaman.   Alihkan Perhatiannya Jika Anda ingin mengajak anak Anda ke dokter gigi, maka pastikan Anda tidak lupa membawa serta mainan kesukannya. Hal ini akan membantu mengalihkan perhatian anak dan mengurangi rasa takutnya.    Hati-hati Saat Berbicara Anak-anak memiliki daya ingat yang sangat baik, oleh karena itu berhati-hatilah saat Anda berbicara mengenai apa saja yang terjadi saat kunjungan Anda ke dokter gigi atau saat Anda berbicara hal yang negatif mengenai dokter gigi. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: allwomenstalk
 25 Jan 2020    16:00 WIB
Dampak Terlalu Lama Menonton Televisi Pada Anak
Sebuah penelitian di Skotlandia menemukan bahwa menonton televisi selama 3 jam atau lebih setiap harinya dapat meningkatkan resiko anak untuk memiliki perilaku antisosial, walaupun bermain video games tampaknya tidak menimbulkan efek yang sama. Walaupun demikian, sebuah penelitian lainnya yang dilakukan di Inggris menemukan bahwa resiko tersebut sangatlah kecil. Pada penelitian di Skotlandia ini, para peneliti mengamati sekitar 11.000 orang anak dan menganalisa apa sebenarnya dampak menonton televisi dan bermain video game pada anak yang berusia antara 5-7 tahun. Setelah memasukkan berbagai faktor lain yang juga dapat mempengaruhi perilaku anak seperti keadaan keluarga dan peran orang tua, para peneliti menemukan bahwa sekitar 15% anak yang menonton televise selama lebih dari 3 jam setiap harinya, memiliki resiko yang sedikit lebih tinggi untuk memiliki perilaku antisosial pada saat mereka berusia 7 tahun. Para peneliti menekankan bahwa hubungan antara banyaknya waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi dan resiko terjadinya gangguan perilaku pada anak mungkin hanya merupakan suatu hubungan tidak langsung. Peningkatan resiko terjadinya perilaku antisosial dapat dipengaruhi oleh berapa lama waktu yang dihabiskan oleh seorang anak untuk duduk diam tanpa melakukan aktivitas fisik apapun atau apakah anak mengalami kesulitan tidur setelah menonton televisi. Pada penelitian ini, para peneliti tidak mencatat jenis film atau acara televisi apa yang ditonton oleh anak. Para peneliti menyatakan bahwa menonton televisi tidak memiliki efek langsung pada keadaan emosional anak atau kemampuan anak untuk mempertahankan konsentrasinya. Selain itu, para peneliti juga tidak menemukan adanya hubungan antara bermain video game dengan perilaku antisosial atau gangguan kesehatan lainnya. Walaupun para peneliti tidak menemukan adanya hubungan langsung antara menonton televisi dan kemungkinan timbulnya perilaku antiososial, para peneliti tetap menganjurkan agar para orang tua membatasi waktu menonton televisi pada anak karena hal ini dapat menyebabkan gangguan pada prestasi akademik dan kesehatan fisik anak. Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan di New Zealand yang juga meneliti hubungan antara terlalu banyak menonton televisi dengan perilaku antisosial menemukan hal yang berbeda. Pada penelitian ini, para peneliti menganalisa data dari 1.037 penduduk New Zealand yang diamati sejak mereka lahir hingga mereka berusia 26 tahun. Para peneliti kemudian membandingkan antara berapa banyak waktu yang dihabiskan mereka untuk menonton televisi semasa kanak-kanak dengan aktivitas criminal, kepribadian agresif, atau gangguan mental, terutama gangguan kepribadian antisosial saat mereka telah dewasa. Para peneliti juga memperhitungkan berbagai faktor lainnya yang mungkin mempengaruhi perilaku dan kepribadian anak seperti perilaku orang tua, status sosial ekonomi, dan berbagai faktor lainnya. Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang menghabiskan lebih banyak waktu menonton televisi semasa kanak-kanak dan dewasa cenderung lebih banyak terlibat dengan tindakan kriminal, memiliki gangguan kepribadian antisosial, dan cenderung memiliki kepribadian agresif dibandingkan dengan anak yang lebih jarang menonton televisi. Berdasarkan hasil penelitian ini, para peneliti pun mengajurkan agar anak-anak tidak menghabiskan lebih dari 1-2 jam untuk menonton televisi setiap harinya. Sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa karena anak-anak balita akan meniru setiap perilaku agresif atau perilaku baik yang mereka lihat di televisi dan film, maka pengawasan orang tua sangatlah penting karena hal ini dapat mempengaruhi perilaku anak di masa mendatang. Sebuah penelitian lainnya di tahun 1999 juga menganjurkan para orang tua untuk membatasi lama waktu menonton televisi dan bermain video game pada anak sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya obesitas pada anak.   Sumber: healthline
 19 Dec 2019    11:00 WIB
Tanda Adanya Gangguan Tidur Pada Anak Selain Mengorok
Sekitar 8-12% anak-anak mengorok di malam hari, yang disebut dengan mengorok habitual, dan sekitar 3-5% anak-anak mengalami gangguan tidur apneu. Gangguan tidur apneu pada anak ini merupakan suatu kondisi berat yang dapat berdampak negatif pada pertumbuhan fisik, emosional, perkembangan kognitif, dan kesehatan jantung serta pembuluh darah anak.  Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat merupakan tAnda adanya gangguan tidur apneu pada anak selain dari mengorok.   Sering Berkeringat di Malam Hari Hal ini dapat terjadi akibat aktivitas berlebihan dari sistem saraf simpak selama tidur, yang dipicu oleh rendahnya kadar oksigen di dalam darah dan akibat tubuh berusaha untuk bernapas karena tertutupnya jalan napas.   Tulang Rusuk dan Dada Tampak Masuk ke Dalam Hal ini disebabkan oleh usaha keras tubuh untuk bernapas melalui jalan napas yang tertutup.   Posisi Tidur yang Aneh Anak yang mengalami gangguan tidur apneu cenderung tidur dengan posisi leher yang aneh (hiperekstensi). Hal ini merupakan salah satu usaha tubuh untuk membuka jalan napas yang tertutup.   Nyeri Kepala di Pagi Hari Nyeri kepala yang terjadi di pagi hari dapat terjadi akibat rendahnya kadar oksigen dan meningkatnya tekanan darah selama anak tertidur.   Terus Mengompol Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa anak yang terus mengompol seringkali juga menderita gangguan tidur apneu. Pengobatan gangguan tidur apneu dapat membantu mengatasi kebiasaan mengompol anak.   Perilaku Hiperaktif Anak yang menderita gangguan tidur apneu seringkali salah didiagnosa sebagai ADHD. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan mendetail tentang berbagai gejala yang dialami anak, termasuk apakah anak mengorok atau tidak saat tidur.   Berjalan Saat Tidur dan Sering Ketakutan di Malam Hari Gangguan tidur apneu dapat menyebabkan anak berjalan saat tidur atau mengalami teror malam (terbangun dalam keadaan ketakutan di malam hari). Sebuah penelitian menemukan bahwa dengan mengatasi gangguan tidur apneu, anak pun tidak lagi berjalan saat tidur.   Menderita Tekanan Darah Tinggi Semua anak yang menderita tekanan darah tinggi harus melalui pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui apakah anak menderita gangguan tidur apneu atau tidak.   Menderita Sindrom Down Sekitar 40-70% anak yang menderita sindrom Down mengalami gangguan tidur apneu. Gangguan tidur ini dapat menyebabkan gangguan berat pada kesehatan dan perkembangan mental anak.   Obesitas Berbagai penelitian baru-baru ini menemukan bahwa sekitar 30% anak yang mengalami obesitas juga mengalami gangguan tidur apneu. Bila tidak diobati, maka gangguan tidur ini dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, resistensi insulin, dan gangguan metabolik pada anak serta membuat anak sulit menurunkan berat badannya.   Karena gangguan tidur apneu pada anak dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan pada anak bila tidak diobati, maka deteksi dini dan pengobatan secepatnya dapat membantu mencegah terjadinya berbagai gangguan kesehatan tersebut.  Jika anak Anda mengorok selama tidur dalam waktu yang cukup lama (kronis) atau bila disertai dengan beberapa gejala lain di atas, maka segera hubungi dokter anak Anda.   Sumber: huffingtonpost
 07 Dec 2019    08:00 WIB
Balita Sangat Suka Minum Susu, Apakah Baik Atau Tidak?
Hampir kebanyakan anak suka minum susu, susu adalah cara yang baik untuk menjamin asupan kalsium anak. Tapi untuk anak Anda yang masih balita apakah kebiasan minum susu itu adalah hal yang baik atau tidak? Silahkan simak ulasan dibawah ini.   Jumlah Yang Disarankan Menurut Centers for Disease Control and Prevention, anak-anak berusia antara 1-5 tahun seharusnya mengonsumsi tidak lebih dari tiga gelas, 235 ml susu per hari. Minum sekitar satu setengah cangkir susu per hari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium anak-anak antara usia 1-3 tahun atau batita.   Anemia Defisiensi Besi Anemia kekurangan zat besi merupakan perhatian utama kebanyakan balita yang terlalu banyak minum susu. Susu rendah zat besi dan menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh, sehingga anak kecil yang banyak minum susu bisa mengalami kekurangan zat besi. Balita sangat rentan mengalami hal ini karena mereka mungkin tidak mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi, jadi mereka tidak dapat menebus kekurangan dengan cara lain. Selain itu, karena saluran pencernaan balita masih berkembang, mungkin mengalami reaksi ringan terhadap susu yang menyebabkan kehilangan darah di usus dalam jumlah kecil. Kehilangan darah mengurangi zat besi dalam tubuh, jadi ini bisa membuat kemungkinan mengalami anemia kekurangan zat besi lebih besar lagi.   Kalori dan Nutrisi Seorang balita yang minum terlalu banyak susu mungkin mendapatkan banyak kalsium, tapi mungkin dia menghindari makanan dan minuman lain yang memiliki nutrisi lain. Jika anak Anda minum lebih dari tiga cangkir susu setiap hari, dia mungkin mendapatkan setengah, atau lebih, asupan kalori hariannya hanya dari susu saja. Jika Anda memiliki riwayat keluarga obesitas, penyakit jantung atau diabetes, maka dokter spesialis anak Anda mungkin akan menyarankan untuk membatasi asupan susu atau beralih ke susu rendah lemak.   Intoleransi dan Alergi Laktosa Beberapa balita mengalami alergi susu. Anak-anak dengan alergi parah bisa mengalami mengi, muntah atau cegukan jika mereka minum susu. Terkadang alergi susu bisa mengancam nyawa. Berbeda dengan alergi susu, intoleransi laktosa tidak berbahaya, tapi bisa membuat tidak nyaman. Intoleransi laktosa terjadi saat tubuh perlahan berhenti memproduksi laktase, enzim yang mencerna gula dalam susu.   Intoleransi laktosa pada bayi jarang terjadi karena mereka membutuhkan laktase untuk mencerna ASI mereka, namun kemampuan untuk memproduksi laktase dapat mulai berkurang saat balita. Balita yang tidak toleran terhadap laktosa dapat mengalami sakit perut atau diare jika dia minum terlalu banyak susu. Jumlah susu yang bisa ditangani balita bergantung pada berapa banyak laktase yang masih dihasilkannya, sehingga setiap anak memiliki batas yang berbeda.   Baca juga: Tips Untuk Membuat Anak Mau Memakan Buah dan Sayuran Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: sfgate