Your browser does not support JavaScript!
 20 Aug 2019    16:00 WIB
Putih Telur Itu Baik Atau Tidak Untuk Bayi?
Tahun pertama kehidupan bayi penuh dengan pengalaman baru, rasanya setiap hari Anda melihat tingkah bayi Anda yang lucu. Para bayi akan mulai belajar merangkak, bermain dan meniru suara Anda, bayi Anda juga akan mengembangkan minat pada makanan baru. Meskipun Anda mungkin tergoda untuk memberi bayi Anda beberapa gigitan di sana-sini, berhati-hatilah. Makanan tertentu, seperti putih telur, dapat menyebabkan masalah serius pada bayi.   Pedoman Pemberian Makanan Bayi Untuk 6 bulan pertama kehidupan bayi, ASI dan susu formula yang diperkaya zat besi seharusnya menjadi satu-satunya makanan yang disediakan. Selama beberapa bulan pertama ini, sistem pencernaan bayi Anda masih terus berkembang dan belum bisa menangani makanan padat seperti telur. Diatas usia 6 bulan, mulailah mengenalkan buah yang dihaluskan, sereal cair selain ASI atau susu formula. Saat anak Anda merasa lebih nyaman dengan buah yang dihaluskan, kenalkan sayuran, daging dan kacang hijau sekitar usia 6-8 bulan. Usia 8-10 bulan tambahkan kuning telur ke dalam makanan bayi Anda.   Mengapa kuning telur? Simak ulasan dibawah ini: Alergi Bayi dan Telur Karena alergi telur bisa membuat gejala berbahaya pada anak-anak, banyak dokter spesialis anak tidak menyarankan untuk menyajikan putih telur sampai bayi berusia lebih dari satu tahun. Karena putih telur mengandung komponen alergenik, maka kuning telur cenderung lebih aman. Dokter spesialis anak Anda akan merekomendasikan waktu yang tepat untuk mengenalkan putih telur. Setelah mengenalkan putih telur, pantau anak Anda untuk mengetahui apakah timbul tanda-tanda reaksi alergi. Gejala alergi makanan termasuk ruam merah, gatal-gatal, bengkak, mudah diare, muntah dan mengi. Hubungi dokter spesialis anak Anda jika tanda-tanda alergi telur muncul atau segera cari perawatan medis darurat jika bayi Anda mengalami pembengkakan di dekat mulut. Karena biasanya kondisi ini akan diikuti dengan pembengkakan di bagian tenggorokan yang menyebabkan sulit bernafas dan muntah. Alergi vs Sensitivitas Tidak jarang anak-anak mengalami reaksi negatif terhadap telur saat pertama kali mencobanya. Dalam banyak kasus, reaksi negatif ini hanyalah sensitif terhadap makanan, dan bukan alergi. Gejala sensitivitas makanan bisa meliputi adanya gas, sembelit atau muntah. Jika Anda mencurigai adanya sensitivitas makanan, hindari konsumsi telur selama beberapa minggu sebelum perlahan-lahan mengenalkannya telur kembali. Kekhawatiran lainnya Pastikan putih telur atau kuning telur benar-benar dimasak sebelum diberikan pada bayi Anda. Telur mentah atau setengah matang mungkin mengandung salmonella, sejenis bakteri yang bisa menyebabkan keracunan makanan. Juga hindari memberi makan anak Anda makanan yang mengandung telur mentah, seperti es krim buatan sendiri, mousse atau adonan kue mentah atau adonan kue.   Baca juga: Biar Lebih Tahu! Ini Lho Keuntungan dan Kerugian Bila Makan Telur   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 12 Aug 2019    18:00 WIB
7 Cara Menghentikan Batuk Anak Tanpa Menggunakan Obat
Memang benar bahwa mendengar suara batuk anak Anda sangatlah menyiksa, akan tetapi minum obat batuk juga bukanlah pilihan yang tepat. Menurut the American Academy of Pediatrics (AAP), obat batuk yang banyak dijual bebas di pasaran tidak efektif bagi anak-anak yang masih berusia kurang dari 6 tahun. Obat-obatan tersebut bahkan dapat berbahaya. Menurut the National Institute of Health, dekstrometorfan (DMP), bahkan aktif di dalam berbagai jenis obat batuk dapat menyebabkan terajdinya berbagai efek samping serius atau bahkan kematian pada anak-anak kecil.   Baca juga: 8 Tips Mengatasi Batuk di Malam Hari   Untungnya, di bawah ini ada beberapa cara mudah untuk mengatasi batuk anak Anda secara alami.   Satu Sendok Makan Madu Menurut para peneliti di the University of North Carolina, mengkonsumsi sedikit madu sebelum tidur dapat membantu mengurangi insiden batuk di malam hari dan tidur lebih nyenyak. Akan tetapi, pastikan Anda tidak memberikan madu pada anak Anda bila ia masih berusia kurang dari 1 tahun karena resiko terjadinya botulisme.   Humidifier Udara kering dapat membuat saluran udara Anda menjadi kering, yang akan membuat gejala batuk dan flu semakin memburuk.   Oleskan Balsem ke Dada Bila anak Anda telah berusia lebih dari 2 tahun, maka mengoleskan balsem ke dadanya dapat membantu mengatasi hidung tersumbat dan rasa sesak di dada, akan tetapi jangan oleskan balsem tepat di bawah hidungnya.   Jus Buah dan Cairan Lainnya Menjaga agar kebutuhan cairan anak Anda tetap terpenuhi merupakan hal yang sangat penting saat melawan flu dan batuk. Mengkonsumsi cukup cairan dapat membantu mengatasi hidung tersumbat dan mengencerkan dahak. Pilihlah air putih dan jus buah tetapi hindari minuman berkafein.   Sup Panas Menurut sebuah penelitian, sup ayam merupakan makanan terbaik bila Anda sedang menderita flu. Hal ini dikarenakan kaldu ayam dapat membantu melawan radang yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan membantu meredakan gejala flu.   Obat Tetes Hidung Obat tetes hidung dapat membantu mengencerkan lendir dan melembabkan hidung. Bagi para bayi, Anda dapat meneteskan beberapa tetes obat pada kedua lubang hidung, kemudian hisap lendir dengan menggunakan suntikkan. Pada anak yang lebih tua, Anda dapat menggunakan obat semprot hidung.   Bantal Membuat posisi kepala anak Anda lebih tinggi daripada tubuhnya dapat membantu membuka saluran napas yang tersumbat akibat flu. Jadi, tambahkanlah sebuah bantal lagi pada tempat tidur anak Anda. Bila anak Anda masih bayi, letakkanlah bantal di bawah kasurnya (untuk mencegah bayi sesak napas karena bantal).   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: safebee
 31 Jul 2019    08:00 WIB
Apakah Stroberi Dan Bluberi Baik Untuk MPASI Bayi?
Bicara MPASI bayi adalah hal yang menyenangkan, rasanya semua ibu selalu mencari-cari informasi mengenai makanan apa saja sih yang baik untuk diberikan pada bayi. MPASI boleh diberikan pada usia 6 bulan. Kemudian makanan apa saja yang boleh diberikan, apakah buah beri seperti stroberi dan bluberi aman diberikan untuk bayi. Silahkan simak ulasan dibawah ini.   Nutrisi Yang Dikandung Sajian stroberi irisan ½ porsi mengandung 49 miligram vitamin C, atau 98 % asupan yang cukup/ adequate intake (AI) untuk bayi berusia antara 6-12 bulan; 20 mikrogram folat, atau 25 % AI; 11 miligram magnesium, atau 15 % AI; 0,04 miligram vitamin B-6, atau 13 % AI; 0,02 miligram riboflavin, atau 5 % AI; Dan 0,3 miligram zat besi, atau 3 % dari tunjangan diet yang direkomendasikan. Porsi bluberi berukuran sama menyediakan 7 miligram vitamin C, atau 14 % AI; 0,03 miligram tiamin, atau 9 % AI; Dan 0,03 miligram riboflavin, atau 7,5 % AI. Setiap sajian berry menyediakan 2 gram serat makanan.   Apakah Aman Untuk Bayi? Karena buah stroberi dan bluberi seringkali dikatakan bisa menyebabkan alergi sehingga bila Anda ingin memberikannya maka sebaiknya berikan selama 3 hari berturut-turut kemudian lihat apakaha ada reaksi alaergi atau tidak. Kemudian perlu dipertimbangkan juga karena rasanya yang asam maka bisa saja menyebabkan masalah ruam popok. Jadi Anda boleh saja memberikan pada bayi Anda namun sebaiknya saat berusia sekitar 8 bulan keatas dan pantau reaksi alerginya.   Konsumsi yang dianjurkan Anda boleh memberikan kepada bayi Anda dengan porsi sekitar ¼-1/2 cangkir buah setiap hari. Dengan mengonsumsi makanan yang sehat seperti banyak buah dan sayur maka akan membantu menjaga kesehatan hingga dewasa nanti.  Namun, jangan biarkan bayi Anda makan lebih banyak daripada jumlah buah yang direkomendasikan, karena dapat menggantikan makanan bergizi lainnya seperti sayuran, biji-bijian, makanan olahan susu dan makanan kaya protein.   Baca juga: Tips Agar Anak Tidak Takut ke Dokter Gigi   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 26 Jul 2019    11:00 WIB
Camilan Sehat Untuk Bayi Usia 1-2 Tahun
Dua atau tiga camilan bergizi setiap hari memberi anak Anda asupan vitamin dan mineral yang dibutuhkannya untuk tumbuh dengan baik. Bayi yang berusia 1 - 2 tahun  terkenal hanya makan beberapa gigitan saat makan, yang bisa membuat Anda bertanya-tanya apakah dia sudah cukup makan atau belum. Makanan ringan (camilan) membantu mengisi kekosongan yang tertinggal saat makan, meningkatkan nutrisi anak Anda dan menyuplai energi yang dibutuhkannya untuk dimainkan dan dipelajari.   Biji-bijian utuh Biji-bijian utuh memasok asupan serat, yang mengisi perutnya dan memberinya energi selama beberapa jam. Banyak biji-bijian diperkaya dengan nutrisi penting, seperti zat besi untuk produksi sel darah merah dan asam folat untuk produksi DNA. Berikan roti gandum utuh dengan selai kacang ditambah dengan taburan keju cheddar. Sereal sarapan kering adalah makanan ringan sederhana yang memasok serat dan nutrisi penting. Biskuit gandum dan makanan panggang buatan sendiri yang dibuat dengan tepung terigu juga memberi nutrisi pada anak Anda untuk tumbuh dan berkembang. Buah-buahan dan sayur-sayuran Sayuran adalah sumber serat yang baik dan juga memasok vitamin A untuk penglihatan dan sumber kalium anak Anda untuk kesehatan jantung. Sajikan potongan wortel yang dimasak dengan kentang rebus dan tomat bisa menjadi camilan yang memasok nutrisi penting. Kentang manis kukus, labu atau kacang hijau juga menjadi camilan sehat untuk bayi usia 1 – 2 tahun. Sajikan buah sebagai pengganti bergizi untuk makanan ringan seperti biskuit, brownies dan makanan manis lainnya. Terlalu banyak makanan ringan yang manis bisa menyedot energi anak Anda dan membuatnya merasa lesu dan lelah. Buah memberikan rasa manis alami sekaligus vitamin C untuk sistem kekebalan tubuh yang kuat. Berikan anak Anda irisan tipis apel atau jeruk. Buah pir segar, persik dan pisang cukup lembut untuk dikunyah si kecil dan memasok vitamin dan mineral. Protein dan Produk Susu Protein memberi anak Anda energi jangka panjang dan juga mendorong pertumbuhan dan perkembangan yang tepat. Daging ayam putih yang diparut dengan cracker atau kacang cincang dengan taburan keju adalah camilan yang kaya protein untuk anak Anda. Produk olahan susu juga merupakan sumber protein dan pasokan kalsium yang sehat untuk tulang dan gigi anak Anda juga. Berikan anak Anda sekotak yogurt plain dengan potongan buah segar atau potongan kecil keju. Keju cottage dan susu merupakan makanan ringan tambahan yang memasok protein dan kalsium. Camilan Yang Harus Dihindari Anak usia 1 – 2 tahun lebih rentan tersedak dibanding anak yang berusia lebih tua. Potong camilan anak Anda menjadi potongan kecil untuk mengurangi risikonya. Lewati sayuran mentah, anggur utuh, popcorn dan kacang utuh karena bisa menyebabkan anak tersedak. Jangan berikan segumpal selai kacang kepada anak Anda karena bisa menyebabkan tersedak juga. Usahakan untuk tidak memberi terlalu banyak makanan manis seperti kue atau minuman rasa buah, karenakaya akan gula tambahan namun tidak memiliki nutrisi penting.   Baca juga: Bagaimana Cara Menghindari Konsumsi Pemanis Buatan? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: sfgate
 02 Jul 2019    08:00 WIB
3 Nutrisi Penting Untuk Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
Tubuh manusia membutuhkan berbagai vitamin, mineral, karbohidrat, protein, dan lemak untuk menjalankan fungsinya dengan baik, termasuk proses pertumbuhan dan perkembangan. Hal ini terutama penting bagi bayi dan anak-anak, yang tubuhnya masih dalam masa perkembangan. Akan tetapi, orang dewasa pun memerlukan berbagai nutrisi ini untuk proses pertumbuhan sel, perkembangan jaringan, dan untuk menjaga kesehatannya secara keseluruhan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa nutrisi penting yang tidak hanya penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak Anda, tetapi juga untuk menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan.   Vitamin B12 Vitamin B12 berperan penting dalam proses pembentukan sel darah merah dan fungsi otak. Vitamin ini juga dapat membantu tubuh memetabolisme lemak dan protein, yang penting untuk proses pertumbuhan dan perkembangan, terutama pada anak-anak. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak. Anak-anak membutuhkan sekitar 0.9-2.4 mcg vitamin B12 setiap harinya. Sementara itu, orang dewasa membutuhkan sekitar 2.4 mcg vitamin B12 setiap harinya. Kekurangan vitamin B12 bisa membuat penderitanya menjadi mudah lelah, badan lemah, dan menurunnya massa otot. Beberapa makanan yang merupakan sumber vitamin B12 adalah seafood, daging merah, telur, susu dan produknya, serta sereal yang telah diperkaya oleh vitamin B12.   Protein Nutrisi lain yang juga penting bagi proses pertumbuhan dan perkembangan anak adalah protein. Selain untuk membentuk berbagai jaringan dan sel tubuh, protein ternyata juga turut berperan dalam menentukan tinggi badan anak (walaupun genetika memegang peranan yang jauh lebih besar, yaitu sekitar 80%). Anak usia 4-8 tahun membutuhkan sekitar 19 gram protein setiap harinya, sedangkan anak berusia 9-13 tahun membutuhkan sekitar 34 gram protein setiap harinya. Beberapa makanan yang merupakan sumber protein adalah susu dan produknya, daging, ikan, dan kacang-kacangan. Bagi orang dewasa, protein terutama berperan untuk pembentukan massa otot, terutama bagi mereka yang sedang berusaha untuk membentuk otot-otot tubuhnya. Bila Anda ingin meningkatkan massa otot di daerah lengan atau bagian tubuh lain, Anda perlu mengkonsumsi 1.4-1.8 gram protein/kg BB lebih banyak setiap harinya. Selain itu, protein juga sangat penting untuk pertumbuhan rambut.   Baca juga: Dampak Terlalu Lama Menonton Televisi Pada Anak   Vitamin D Vitamin D dapat membantu penyerapan kalsium, yang akan membuat tulang Anda tetap kuat dan sehat. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan terjadinya riketsia pada anak-anak. Riketsia merupakan suatu penyakit yang membuat jaringan tulang tidak dapat berkembang dengan baik, yang menyebabkan kelainan bentuk tulang dan tulang menjadi lembek. Anak-anak yang berusia antara 1-13 tahun membutuhkan sekitar 600 IU vitamin D setiap harinya. Beberapa jenis makanan yang merupakan sumber vitamin D adalah susu dan produknya yang sudah diperkaya oleh vitamin D, jus jeruk yang telah diperkaya oleh vitamin D, salmon, dan tuna.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: sfgate
 25 May 2019    11:00 WIB
Kapan Saatnya Bayi Sudah Mulai Makan Telur, Ikan, Daging Sapi dan Ayam?
Sebagai seorang ibu Anda tentu ingin memberikan makanan yang terbaik bagi anak. Makanan yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi adalah seperti ikan, telur dan daging sapi. Kemudian pertanyaan kapan bayi boleh makan itu semua? Bayi tidak terlahir dengan saluran pencernaan yang langsung sempurna, membutuhkan waktu untuk dapat berkembang secara sempurna. Oleh karena itu bayi memerlukan makanan yang tepat dan sesuai dengan perut kecilnya.   Berikut Waktu Yang Tepat Untuk Bayi Saat Makan Makanan Baru: Kapan Bayi Boleh Makan Telur? Banyak dokter merekomendasikan untuk memberi bayi telur sampai usia diatas 1 tahun. Hal ini dikarenakan telur dapat memicu alergi dan bayi yang kecil biasanya mudah mengalami reaksi alaergi. Apabila keluarga Anda memiliki riwayat alergi, maka sebaiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. Beberapa gejala alergi karena telur: -Bengkak -Mengi (seperti sakit asma) -Detak jantung meningkat   Kapan Bayi Boleh Makan Telur Orak-arik? Telur orak-arik sama dengan pertanyaan kita sebelumnya, tapi putih telur yang biasanya menyebabkan reaksi alergi. Beberapa orang tua akan mulai memberi makan anak-anak mereka telur orak-arik hanya kuning telurnya saja pada usia 9 bulan. Tapi jika Anda atau anggota keluarga memiliki alergi telur, sebaiknya tunggu sampai usia 2 tahun sebelum mencoba memberi telur anak Anda. Kapan Bayi Dapat Makan Ikan? Puree ikan sangat baik untuk bayi, Anda bisa mulai memberikan pada usia diatas 6 bulan. Ikan kaya akan vitamin dan mineral sehingga sangat baik untuk bayi. Pilihan yang baik untuk MPASI seperti ikan salmon, ikan dori. Kapan Bayi Bisa Makan Daging Sapi Daging sapi lebih sulit untuk dicerna oleh bayi, terlebih bila daging yang tebal. Bila Anda ingin memberikan kepada bayi Anda, maka Anda perlu menghaluskannya terlebih dahulu dan dimulai pada usia diatas 6-8 bulan. Daging sapi kaya zat besi dan protein. Kapan Bayi Dapat Makan Ayam? Anda harus memotong ayam kecil-kecil dan diparut agar bisa dimakan bayi Anda. Anda bisa mulai memberikan daging ayam pada bayi pada usia 7-8 bulan. Makanan pendamping ASI adalah hal yang penting untuk bayi, pelajari terus makanan apa yang baik untuk bayi Anda dan bila perlu Anda bisa konsultasikan dengan dokter spesialis anak Anda.   Baca juga: Apa Penyebab Dari Tidak Teraturnya Menstruasi Anda?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: checkpregnancy
 24 Mar 2019    08:00 WIB
Tips Mengajari Anak Agar Cepat Bicara
Setiap orangtua selalu menantikan kata-kata pertama yang keluar dari mulut bayinya.  Orangtua selalu menoba berbagai cara yang terbaik untuk dapat membuat Anaknya bicara.Saat banyak orang berpikir belajar berbicara merupakan proses alami dan semuanya akan berjalan baik seiring bertambahnya waktu, tetapi Anda perlu tahu bahwa ada cara-cara yang bisa Anda lakukan agar anak Anda dapat belajar berbicara dengan lebih mudah. Jika Anda ingin anak Anda berbicara secepat mungkin Anda harus menciptakan suasana yang cocok untuk itu. Beberapa anak yang terlambat bicara kata pertamanya dapat berimbas pada perkembangan selanjutnya. Juga Anda perlu mengetahui kalau seorang anak akan berbicara meniru orangtuanya, untuk itu Anda harus memperhatikan tata bahasa dan tingkah laku Anda. Berikut adalah tips-tips yang bisa Anda coba untuk merangsang anak Anda mau bicara: Mulailah berbicaraSupaya balita Anda bicara, Anda harus memulai bicara dengannya. Perluas bahasa Anda untuk mengajarkan anak Anda bicara. Jika anak Anda cenderung mengulang-ulang satu kata, cobalah gunakan kata-kata lain. Misalnya apel itu berwarna merah, manis dan enak. Anda harus menggunakan kata yang biasa digunakan anak Anda dan perluas kata-kata itu menjadi beberapa suku kata. Hal ini sangat penting dalam mengajarkan anak berbicara sejak dini. Jangan lakukan "baby talk"Mungkin tips ini yang paling sulit Anda ikuti. Kebanyakan ibu sering mengucapkan "baby talk" dengan menambahkan kata atau bahasa yang tidak perlu. Ini harus dihindari.walaupun Anda tidak perlu menggunakan kata-kata yang sulit dicerna anak tetapi Anda juga harus berbicara dengan nada yang normal dan penggunaan kata yang baik. Buatlah mereka bicara dengan cara mereka, kemudian perbaiki dengan kata yang tepat, misalnya saat mereka bicara mam-mam, Anda melengkapi dengan ucapkan makan? Dengarkan baik-baikAnda tidak boleh mengabaikan apa yang anak Anda sedang katakan. Penting untuk mendengar apa yang mereka katakan dan memberikan perhatian. Dengan begitu Anda mengajarkan anak Anda bahwa apa yang ia katakan adalah penting dan berharga untuk Anda, juga akan membuat mereka semakin berani mengeksplorasi kata. Batasi televisiSatu hal yang penting untuk mengajari anak berbicara adalah Anda harus membatasi waktu menonton televisi. Televisi tidak akan pernah mengajarkan anak Anda berbicara. Ya televisi dapat mengajarkan konsep, huruf, warna dan lainnya, tetapi tidak berbicara. Komunikasi secara alami adalah hal yang Anda perlukan. Berbicara animatikBersenang-senanglah dengan balita Anda dengan cara berbicara disertai mimik muka yang lucu. Gunakan tangan Anda, ubah volume suara Anda atau bernyanyilah. Cara ini akan lebih menarik untuk anak Anda. Anak Anda akan memperhatikan dengan lebih baik dan belajar mengikutinya. Baca juga: Hati-hati Aktivitas di Media Sosial Mampu Picu Perceraian Lho! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
 23 Mar 2019    11:00 WIB
8 Jenis Kanker yang Paling Sering Ditemukan Pada Anak
1.      Leukemia Leukemia merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi pada anak-anak. Gejala yang perlu diwaspadai dan paling sering ditemukan pada leukemia adalah kulit pucat, demam, terjadinya perdarahan tanpa penyebab yang jelas, nyeri tulang, dan pembesaran perut. Sebenarnya, dengan pengobatan yang tepat dan dini, leukemia merupakan jenis kanker yang memiliki harapan untuk sembuh. Pengobatan utama untuk leukemia adalah dengan transplantasi sum-sum tulang.   2.      Tumor Otak Tumor otak merupakan jenis kanker yang dapat mengganggu fungsi dan merusak struktur susunan saraf pusat. Beberapa gejala tumor otak yang cukup sering ditemukan adalah: Mual Muntah Nyeri kepala Penurunan fungsi penglihatan Penurunan kesadaran Perubahan perilaku Gangguan bicara Gangguan keseimbangan tubuh Melemahnya anggota gerak (tangan dan kaki) Kejang Ubun-ubun besar tampak menonjol (pada bayi)   3.      Retinoblastoma Retinoblastoma merupakan salah satu jenis kanker mata yang sering terjadi pada anak-anak. Beberapa gejala retinoblastoma yang perlu diwaspadai adalah: Adanya bercak putih di bagian tengah mata yang seolah-olah tampak bersinar bila terkena cahaya (tampak seperti mata kucing) Penurunan fungsi penglihatan Mata juling Bola mata tampak menonjol keluar (tahap lanjut)   4.      Limfoma Maligna Limfoma maligna merupakan salah satu jenis kanker kelenjar getah bening. Gejala yang paling sering ditemukan adalah pembesaran kelenjar getah bening dengan cepat tanpa disertai dengan rasa nyeri. Kelenjar getah bening yang sering terkena adalah kelenjar getah bening di daerah ketiak, leher, selangkangan, dan usus. Bila pembesaran kelenjar getah bening terjadi di daerah usus, maka anak mungkin dapat mengalami beberapa gejala gangguan saluran pencernaan seperti nyeri perut, muntah, tidak dapat buang air besar, dan demam. Bila pembesaran kelenjar getah bening terjadi di daerah dada, maka kelenjar getah bening yang membesar ini dapat menekan saluran pernapasan sehingga anak mengalami sesak napas dan wajah tampak membiru.   5.      Neuroblastoma Neuroblastoma merupakan salah satu jenis kanker saraf yang memiliki gejala yang berbeda-beda tergantung pada saraf mana yang terkena. Neuroblastoma paling sering mengenai saraf di daerah leher, dada, dan mata. Bila tumor timbul di daerah mata, beberapa gejala yang dapat ditemukan adalah bola mata tampak menonjol, kelopak mata turun, dan pupil melebar. Bila tumor timbul di daerah tulang belakang, maka tumor akan menekan saraf tulang belakang dan menyebabkan terjadinya kelumpuhan. Bila tumor timbul di daerah perut, maka perut penderita biasanya akan tampak membesar. Bila sel kanker telah menyebar ke dalam tulang, maka tulang menjadi sangat rapuh sehingga penderita dapat mengalami patah tulang tanpa penyebab yang jelas, bahkan tidak menimbulkan rasa nyeri. Patah tulang dapat terjadi secara mendadak, di mana penderita tampak berjalan dengan pincang secara tiba-tiba.   6.      Tumor Wilms Tumor Wilms merupakan kanker ginjal yang paling sering terjadi pada anak-anak. Beberapa gejala yang dapat ditemukan adalah: Buang air kecil berdarah Rasa tidak enak di daerah perut Tumor dapat teraba keras bila sudah cukup besar. Orang tua biasanya menyadari adanya benjolan ini saat sedang memandikan anak   7.      Rabdomiosarkoma Rabdomiosarkoma merupakan kanker otot yang dapat mengenai otot mana pun di seluruh tubuh. Akan tetapi, pada anak-anak, daerah otot yang sering terkena adalah otot di daerah kepala, leher, kandung kemih, prostat, dan vagina. Gejala rabdomiosarkoma dapat berbeda-beda tergantung pada daerah yang terkena. Bila mengenai otot di daerah mata, maka mata tampak menonjol keluar. Bila mengenai telinga, maka tumor dapat menyebabkan telinga terasa nyeri dan keluarnya darah dari lubang telinga. Bila tumor mengenai tenggorokan, maka dapat menyebabkan terjadinya sumbatan jalan napas, sinusitis (radang sinus), keluarnya darah dari hidung (mimisan), dan sulit menelan. Bila tumor mengenai kandung kemih, maka dapat menyebabkan gangguan buang air kecil atau air kemih disertai dengan darah (air kemih berwarna merah). Bila tumor mengenai saluran pencernaan, maka dapat menyebabkan terjadinya gangguan guang air besar. Bila tumor mengenai anggota gerak (tangan dan kaki), maka anggota gerak dapat tampak membengkak.   8.      Osteosarkoma Osteosarkoma merupakan salah satu jenis kanker ganas pada tulang. Osteosarkoma dapat mengenai setiap bagian tulang, akan tetapi paling sering ditemukan pada tulang kaki dan tulang pinggul. Osteosarkoma dapat dipicu oleh benturan keras pada daerah tulang, misalnya akibat jatuh. Gejala osteosarkoma yang perlu diwaspadai adalah pembengkakan pada daerah yang terkena, yang berkembang dengan cepat, dan yang disertai oleh rasa nyeri pada tulang.   Sumber: parenting
 10 Mar 2019    16:00 WIB
Begini Pertolongan Pertama Saat Bayi Tersedak (Choking)
Anak/bayi suka memasukan benda apapun yang di temukan ke dalam mulutnya. sehingga hal ini dapat mengakibatkan si anak/bayi mengalami tersedak (Choking). Benda asing yang menyebabkan sumbatan jalan nafas (Tersedak) pada anak adalah benda cair, diikuti benda asing yang bersifat padat seperti kancing baju, mainan atau makanan padat.   Tanda anak mengalami sumbatan jalan nafas adalah menangis sambil diikuti refleks batuk untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Batuk merupakan refleks yang aman untuk mengeluarkan benda asing pada jalan nafas. Tindakan baru diberikan bila sumbatan berat dengan cara : Tindakan Back Blows.   Cara melakukan bantuan anak/bayi yang mengalami sumbatan jalan nafas berat ( Cara Back Blows ) :   1. Posisikan bayi/anak dengan posisi kepala mengarah ke bawah, supaya gaya gravitasi dapat membantu mengeluarkan benda asing.   2. Penolong berlututcatau duduk, dapat menopang Anak/bayi di pangkuannya dengan lebih aman saat melakukan tindakan.   3. Untuk bayi, topang kepala dengan menggunakan ibu jari di satu sisi rahang dan rahang yang lain menggunakan satu atau dua jari dari tangan yang sama. Jangan sampai menekan jaringan lunak di bawah rahang, karena akan menyebabkan sumbatan jalan nafas kembali. Sedangakan untuk anak berusia diatas 1 tahun, kepala tidak perlu ditopang secara khusus.   4. Lakukan 5 hentakan Back Blows secara kuat dengan menggunakan telapak tangan ditengah punggung. Tujuan tindakan tersebut untuk mengupayakan sumbatan benda asing terlepas setelah satu hentakan, bukan karena akumulasi ke-5 hentakan. 5. Bila tindakan tersebut gagal, segera bawa ke Rumah Sakit terdekat untuk memperoleh pertolongan lebih lanjut
 05 Mar 2019    11:00 WIB
Kacang Merah Mengandung Nutrisi Penting Untuk Balita
Anak balita seringkali pilih-pilih makanan atau mungkin hanya makan satu atau dua gigitan, hal ini bisa jadi membuat Anda merasa stres. Oleh karena itu Anda bisa memberikan camilan sehat yang memiliki gizi yang baik. Salah satunya adalah kacang merah adalah makanan bergizi yang memasok vitamin dan mineral penting.   Kandungan Nutrisi Kacang Merah Mengapa kacang merah bisa menjadi pilihan camilan yang baik untuk balita. Jawabannya karena kandungan nutrisinya. 3 sendok makan kacang merah adalah ukuran porsi yang sesuai untuk camilan sehat balita. Sajian ini mengandung 39 kalori dan 0 gram lemak. Balita Anda juga mendapat 2,52 gram protein dari 13 gram yang dia butuhkan setiap hari. Protein sangat penting selama masa kanak-kanak karena mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel, jaringan balita Anda. Porsi yang sama mengandung 2,4 gram serat, anak Anda membutuhkan 19 gram serat sehari untuk meningkatkan pencernaan yang sehat. 3 sendok makan kacang merah juga menyediakan 0,6 miligram dari 7 miligram zat besi yang dibutuhkan anak Anda setiap hari. Zat besi mendukung produksi sel darah merah dan transportasi oksigen. Penyajian kacang merah juga mengandung sejumlah kecil kalsium, kalium dan asam folat.   Kacang merah Kombinasikan kacang merah kaleng yang diblender dengan minyak zaitun extra-virgin. Haluskan kacang merah sampai benar-benar halus. Sajikan pure kacang merah dengan roti gandum utuh. Anda juga bisa mengombinasikan sayuran dengan pure kacang. Potong sayuran segar menjadi potongan kecil dan aduk ke dalam pure kacang merah. Buat potongan cukup kecil sehingga tidak menimbulkan bahaya tersedak. Sajikan campuran dengan potongan roti gandum utuh. Oleskan butiran kacang merah pada sepotong roti gandum utuh untuk menyajikan camilan sehat bergizi.   Kombinasi Kacang merah Potong kacang merah menjadi dua atau setengah bagian, yang akan membantu mencegah tersedak. Aduk sedikit potongan pasta atau nasi yang dimasak ke dalam kacang untuk camilan sehat yang kaya serat dan protein. Gabungkan dengan buah tertentu dengan baik untuk menambahkan vitamin C dan  kalium ke dalam camilan sehat anak anda. Potong buah persik segar menjadi potongan kecil dan aduk ke dalam kacang merah cincang. Plum adalah buah tambahan yang melengkapi rasa kacang merah.   Kacang Merah Panggang Anda juga bisa membuat camilan renyah, yaitu kacang merah panggang. Bilas dan tiriskan kacang merah. Potong masing-masing kacang menjadi dua. Kocok bagian kacang merah dengan sedikit minyak zaitun extra-virgin dan panggang sampai sedikit renyah. Biarkan kacang dingin sebelum disajikan.   Baca juga: Berikan iPad Untuk Anak, Tanda Anda Tidak Sayang Kepadanya Karena...   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate