Your browser does not support JavaScript!
 20 Nov 2020    09:00 WIB
Batuk 100 Hari Yang Menular (Pertusis)
Apa itu pertusis? Batuk rejan, atau dikenal sebagai pertusis, adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Batuk rejan juga disebut batuk 100 hari di beberapa negara. Kondisi ini mendapatkan namanya dari batuk dengan suara keras yang khas, yang diikuti oleh napas bernada tinggi untuk udara yang terdengar seperti "teriakan." Sebelum vaksin, sekitar 157 orang per 100.000 menderita batuk rejan di Amerika Serikat. Ada puncak setiap 2-5 tahun. Dalam 93 persen kasus, mereka adalah anak-anak di bawah usia 10 tahun. Para ahli mengatakan kejadian sebenarnya pada waktu itu jauh lebih tinggi karena tidak semua kasus dilaporkan. Dokter menggambarkan wabah batuk rejan pertama di abad ke-16. Para peneliti tidak mengidentifikasi bakteri yang bertanggung jawab atas infeksi, Bordetella pertussis, sampai tahun 1906. Pada era pra-vaksinasi (selama tahun 1920-an dan tahun 30-an), ada lebih dari 250.000 kasus batuk rejan per tahun di AS, dengan hingga 9.000 kematian. Pada tahun 1940-an, para profesional perawatan kesehatan memperkenalkan vaksin pertusis, dikombinasikan dengan toksoid difteri dan tetanus (DTP). Pada tahun 1976, kejadian batuk rejan di AS telah menurun lebih dari 99%. Namun, selama tahun 1980-an, insiden batuk rejan mulai meningkat dan telah meningkat dengan stabil, dengan epidemi biasanya terjadi setiap tiga hingga lima tahun di AS. Dalam epidemi tahun 2005, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan 25.616 kasus batuk rejan. Pada tahun 2008, lebih dari 13.000 kasus batuk rejan dilaporkan di AS, mengakibatkan 18 kematian. Dalam wabah batuk rejan 2010, termasuk epidemi di California, ada 27.550 kasus pertusis yang dilaporkan secara nasional. Pada 2012, profesional perawatan kesehatan melaporkan lebih dari 48.000 kasus infeksi pertusis di A.S., jumlah tertinggi kasus yang dilaporkan dalam satu tahun sejak 1955. Bayi di bawah 1 tahun paling rentan terkena penyakit ini, karena hampir separuh yang terinfeksi harus dirawat di rumah sakit sebab Infeksi dapat menyebabkan masalah pernapasan yang parah pada bayi. Orang lain yang berisiko termasuk: Anak-anak dan remaja berusia 11 hingga 18 tahun yang belum mendapat suntikan vaksin booster,(Siapa pun yang belum divaksinasi atau yang belum mendapat suntikan booster). Pada awalnya, batuk rejan memiliki gejala yang sama dengan rata-rata pilek: Batuk ringan. Bersin. Hidung beringus. Demam rendah (di bawah 102 F). Kemungkinan juga mengalami diare. Setelah sekitar 7-10 hari, batuk berubah menjadi "whoop" yang berakhir dengan bunyi tinggi ketika kita mencoba menghirup udara. Karena batuknya kering dan tidak menghasilkan lendir, "whoop" ini bisa bertahan hingga 1 menit. Terkadang hal itu dapat menyebabkan wajah kita berubah menjadi merah atau ungu secara singkat. Bayi mungkin tidak mengeluarkan bunyi "whoop" atau bahkan batuk, tetapi mereka mungkin terengah-engah atau mencoba menarik napas selama sakit. Dan beberapa mungkin muntah. Terapi antibiotik adalah pengobatan pilihan untuk pertusis. Namun, agar efektif, pengobatan harus dimulai sejak awal perjalanan penyakit, lebih disukai dalam waktu dua minggu setelah onset. Perawatan antibiotik dapat membasmi bakteri dari hidung dan tenggorokan dan membatasi risiko penularannya ke orang lain. Komplikasi pertusis termasuk pneumonia, infeksi telinga tengah, kehilangan nafsu makan, dehidrasi, kejang, gangguan otak, hernia, patah tulang rusuk, prolaps rektum, episode penghentian pernapasan. Kasus yang parah dapat menyebabkan kematian. Kematian yang disebabkan oleh pertusis paling sering terjadi pada bayi muda, yang meninggal karena pneumonia atau karena kekurangan oksigen yang mencapai otak. Batuk rejan paling menular sebelum batuk dimulai, jadi cara paling efektif untuk mencegahnya adalah dengan mendapatkan vaksinasi. Vaksin batuk rejan untuk orang dewasa (dan remaja) disebut Tdap (tetanus-diphtheria-acellular pertussis). Anak yang lebih kecil mendapatkan formulasi yang berbeda, yang disebut DTaP. Keduanya membantu melindungi terhadap tetanus, difteri, dan batuk rejan. Demikianlah informasi penyakit Pertusis pada hari ini, dan sebagai catatan penting bagi kita semua, silahkan berkonsultasi dengan pakar kesehatan di Dokter.ID! dan jika kita atau anak kita mengalami gejala di atas harus segera pergi ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Dan bagi kita atau anak kita yang belum mendapatkan vaksinasi, harus segera dilakukan yah. Dan petugas kami siap membantu. Salam sehat! Sumber: medicalnewstoday.com
 30 Oct 2020    15:00 WIB
Anak Masih Tidur Bareng, Gimana Cara Hubungan Seksnya?
Merasa seks kurang afdol tanpa desahan, teriakan, dan suara berisik ranjang Anda? Akan tetapi, apa jadinya bila ruangan sebelah, yang hanya dibatasi dinding tipis, berisi mertua atau anak Anda? Anda dan pasangan hanya punya 2 pilihan, melakukan seks tanpa suara atau tidak berhubungan intim sama sekali. Seks tanpa suara bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh bersuara dan hanya boleh bercinta dengan posisi misionaris. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa cara berhubungan intim tanpa membangunkan"tetangga" Anda di sebelah. 1.      Buat Benteng Selimut Untuk meredam berbagai suara yang mungkin timbul, masuklah ke dalam selimut. Hal ini dikarenakan suara dengan frekuensi tinggi akan "tersangkut" di dalam serat-serat selimut. Sebagian besar benda lunak seperti sofa, ranjang, dan bahkan payudara wanita pun dapat menyerap sejumlah gelombang suara. Akan tetapi, bantal dan selimut merupakan penyerap suara terbaik. Akan tetapi, bukan berarti Anda boleh berteriak kencang, karena tidak semua gelombang suara dapat diserap oleh selimut Anda. 2.      Masuk ke Kamar Mandi Selain berisik, air juga akan "memotong" suara menjadi serpihan-serpihan kecil. Akan tetapi, perlu diingat bahwa air juga akan membuat suara Anda menjadi lebih rendah dan terdengar lebih keras ke seluruh ruangan. Jadi, jangan berteriak terlalu keras ya. 3.      Putar Lagu Untuk mencegah anak Anda terbangun karena mendengar "kesibukan" Anda dan pasangan di kamar sebelah, putarkanlah lagu tidur bagi anak Anda untuk menutupi suara berisik dari kamar Anda. 4.      Ganti Ranjang Anda Bila ranjang atau alas ranjang Anda sering berisik saat Anda dan pasangan berhubungan intim, maka menggantinya merupakan jalan keluar terbaik. Pilihlah alas yang berkaki dan matras yang memiliki memory foam, yang dapat membantu meredam semua suara yang akan Anda dan pasangan hasilkan. Sumber: menshealth
 12 Sep 2020    13:00 WIB
Gejala Gangguan Kesehatan Pada Anak yang Tidak Boleh Diabaikan
Saat anak-anak mengalami gejala yang tidak biasa, gejala ini seringkali tampak ringan sehingga Anda tidak merasa curiga. Akan tetapi, gejala yang tampaknya ringan ini dapat merupakan gejala dari suatu penyakit yang lebih berbahaya. Untuk membantu Anda, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gejala berbahaya yang dapat dialami oleh anak Anda. Segera periksakan anak Anda ke seorang dokter bila gejala tidak juga membaik atau terus berlangsung dalam waktu lama.   Respon Kurang Saat Ada Suara Keras Bayi baru lahir dan bayi tidak dapat memberitahu Anda bahwa pendengarannya kurang. Bayi juga tidak dapat memberikan respon yang baik seperti yang Anda harapkan. Jadi, bila Anda merasa bahwa anak Anda tidak terusik atau bahkan tidak berespon terhadap suara keras, segera periksakan anak Anda ke seorang dokter untuk mengetahui apakah anak Anda memiliki gangguan pendengaran.   Tidak Dapat Memfokuskan Pandangan Pada Suatu Benda Bayi juga tidak dapat memberitahu Anda bahwa penglihatannya kurang jelas atau mereka tidak dapat melihat dengan baik. Namun, bila Anda memperhatikan, Anda dapat mengetahuinya. Jika bayi Anda tampaknya tidak dapat memfokuskan penglihatannya pada suatu benda atau tampak kesulitan menemukan benda yang berada di dekatnya, misalnya wajah atau tangan Anda, segera beritahu dokter Anda. Bila anak Anda sudah bersekolah, perhatikanlah apakah anak Anda tampak memincingkan mata atau kesulitan membaca atau duduk terlalu dekat dengan televisi. Selain itu, bila nilai anak Anda di sekolah tampak menurun, cobalah bertanya padanya apakah ia dapat melihat papan tulis dengan baik. Sering menggosok mata juga dapat merupakan tanda adanya gangguan penglihatan pada anak.   Demam Tinggi dan Nyeri Kepala Hebat Anak-anak memang sering mengalami demam, misalnya akibat virus flu. Akan tetapi, bila anak Anda mengalami demam tinggi dan sakit kepala hebat hingga sulit membuka matanya, maka hal ini dapat merupakan gejala dari suatu penyakit yang lebih serius seperti meningitis. Segera periksakan anak Anda ke seorang dokter.   Nyeri Perut Nyeri perut juga merupakan gejala yang sering dialami oleh anak-anak, terutama bila mereka baru saja mengkonsumsi suatu makanan baru atau terlalu banyak mengkonsumsi junk food. Akan tetapi, nyeri perut dapat merupakan gejala suatu penyakit lain bila juga disertai oleh mual, muntah, diare, terjadi pada perut kanan bawah, atau perut terasa keras saat disentuh. Berbagai hal ini dapat merupakan gejala dari apendisitis atau radang usus buntu. Perbedaan utama di antara apendisitis dengan flu perut adalah pada apendisitis nyeri perut cenderung semakin memburuk seiring dengan berlalunya waktu.   Baca juga: Mainan Terbaik Untuk Anak Usia 6 Sampai 9 Bulan   Rasa Lelah yang Amat Sangat Jika anak Anda tampak lelah atau tidak memiliki energi sebanyak biasanya, maka mungkin ada masalah lain selain dari kurang tidur atau terlalu banyak main. Beberapa hal yang dapat membuat anak tampak amat sangat lelah adalah anemia, malabsorpsi, sakit kepala, dan depresi. Hal ini terutama perlu Anda waspadai bila anak Anda sudah memasuki usia remaja.   Gangguan Bernapas Anak-anak yang mengalami asma biasanya akan menunjukkan gejala kesulitan bernapas saat bermain atau berolahraga, mengi saat menghembuskan napas, sesak anpas, atau sulit sembuh saat flu atau pilek. Hingga saat ini berbagai pengobatan asma yang tersedia tidak dapat menyembuhkan penyakit asma, tetapi dapat meminimalisir gejala atau menghentikan serangan asma saat terjadi. Jadi, bila Anda menemukan adanya berbagai gejala di atas pada anak Anda, segera periksakan anak Anda ke seorang dokter.   Penurunan Berat Badan Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas tentu saja perlu dikhawatirkan, apalagi bila cukup signifikan. Hal ini dapat merupakan gejala dari suatu penyakit serius. Segera periksakan anak Anda ke seorang dokter.   Rasa Haus yang Amat Sangat Bila Anda menyadari bahwa anak Anda tampaknya selalu saja haus, maka hal ini dapat merupakan gejala dari diabetes. Diabetes tipe 1 merupakan jenis diabetes yang sering terjadi pada anak-anak dan rasa haus yang berlebihan merupakan salah satu gejalanya. Beberapa gejala diabetes lain yang dapat ditemukan adalah sering BAK, selalu merasa lapar, penurunan berat badan, dan merasa lelah. Segera periksakan anak Anda ke seorang dokter untuk memastikannya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healtline
 07 Sep 2020    09:00 WIB
Jaga Kesehatan Gigi Anak Anda Sejak Dini
Ajarilah anak anda cara menjaga kebersihan dan kesehatan mulutnya, termasuk gigi dan gusinya sejak dini untuk menjaga keutuhan giginya hingga lanjut usia. Anda dapat memulainnya dengan menjadi teladan yaitu dengan merawat gigi anda dengan baik sehingga anak anda pun mengetahui bahwa menjaga kesehatan mulut merupakan suatu hal yang penting.Anda juga dapat membuat berbagai perawatan gigi menjadi saat yang menyenangkan bagi anak anda. Anda dapat menyikat gigi bersama dengan anak anda atau membiarkan anak anda memilih sendiri pasta gigi yang disukainya (sambil tetap memperhatikan komposisi dan manfaat pasta gigi tersebut) yang secara tidak langsung mendorong anak anda untuk menjaga kesehatan mulut, gigi, dan gusinya. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk melindungi gigi dan gusi anak anda, serta mengurangi resiko terjadinya gigi berlubang, yaitu: •  Beritahukanlah pada anak anda untuk menyikat giginya setidaknya 2 kali sehari, yaitu di pagi hari saat bangun tidur dan malam hari sebelum tidur dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk mengangkat plak•  Ajarkanlah anak anda untuk membersihkan sela-sela giginya setidaknya 1 kali sehari (floss) untuk mengangkat plak dan mencegah pembentukan karang gigi•  Berikanlah diet sehat dan seimbang pada anak anda. Batasi konsumsi makanan manis yang dapat meningkatkan pembentukan plak pada gigi•  Ajak anak anda untuk memeriksakan giginya secara teratur pada dokter gigi Satu hal yang perlu diingat adalah karena anak-anak cenderung menelan pasta gigi yang digunakannya, maka jangan gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride hingga anak anda sudah cukup besar dan dapat membuang ludah. Selain itu, pilihlah pasta gigi yang kandungan fluoridenya sesuai dengan usia anak anda. Jangan gunakan pasta gigi yang biasa anda gunakan pada anak anda juga, karena pasta gigi orang dewasa biasanya mengandung lebih banyak fluoride dan memiliki rasa yang tidak begitu disukai oleh anak-anak yang dapat membuat anak anda enggan menyikat gigi. Gunakanlah pasta gigi khusus anak-anak yang memiliki rasa beragam dan menarik.Sumber: webmd
 22 Jul 2020    16:00 WIB
Tips Untuk Membuat Anak Mau Memakan Buah dan Sayuran
Jadilah Teladan Menjadi teladan bagi anak Anda merupakan cara terbaik untuk membuat anak Anda mau memakan buah dan sayuran. Jika mereka sering melihat Anda dan pasangan Anda memakannya setiap hari, maka hal ini pun akan menjadi bagian dari kebiasaan mereka.  Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa setiap orang memiliki buah dan sayuran yang tidak disukainya. Dan ada saatnya di mana Anda maupun anak Anda ingin memakan sayuran dan buah-buahan. Oleh karena itu, jangan paksakan anak Anda untuk memakan buah yang Anda sukai karena ia mungkin tidak menyukainya.   Mulailah Sejak Dini Memulai suatu kebiasaan baik sejak dini merupakan hal yang baik. Buatlah mereka mencoba berbagai jenis buah dan sayuran. Semakin banyak yang mereka coba maka akan semakin besar pula kemungkinannya bahwa mereka akan menyukainya.    Ajaklah Mereka Berbelanja Mengambil barang belanjaan dari lemari pajangan dan memasukkannya ke dalam gerobak belanjaan merupakan hal yang sangat disukai oleh anak-anak. Anak-anak biasanya akan lebih ingin memakan barang-barang yang mereka pilih sendiri daripada apa yang Anda pilihkan untuk mereka.   Berikan Buah Sebagai Cemilan Anak Anda tidak akan menghentikan permainan selama beberapa waktu hanya untuk mengambil buah dari dalam lemari pendingin atau dari dapur tempat Anda menyiapkannya. Oleh karena itu, akan lebih baik bila Anda membawa buah-buahan segar yang telah Anda potong-potong ke tempat mereka bermain sehingga kemungkinan mereka untuk memakannya akan lebih besar. Berikanlah berbagai jenis buah-buahan dengan warna-warna yang menarik.   Berbagai Cara Lainnya Selain beberapa cara di atas, terdapat beberapa hal lainnya yang mungkin dapat membantu Anda membuat anak Anda mau mengkonsumsi buah dan sayuran seperti: Cobalah untuk tidak memasak daging sama sekali sesekali untuk makan malam, sehingga mereka tidak punya pilihan lain selain untuk mengkonsumsi sayuran atau buah yang terhidang di meja makan Jika anak Anda sangat tidak menyukai sayuran, maka buatlah sayuran tersebut tidak terlihat. Anda dapat memasukkannya ke dalam nasi goreng atau bakmi goreng yang Anda masakkan untuknya Buatkanlah jus buah dari buah segar bila mereka tidak ingin memakan buah utuh Potonglah buah atau sayuran dengan bentuk yang menarik sehingga anak Anda merasa tertarik untuk mencobanya     Sumber: caloriesecrets
 20 Jul 2020    16:00 WIB
Bagaimana Tips Perawatan Anak Autis ?
Autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan gangguan interaksi sosial,  gangguan komunikasi verbal dan non verbal, serta adanya gerakan berulang-ulang. Autisme terjadi akibat adanya gangguan pada proses penghantaran saraf, penyebabnya tidak diketahui. Diagnosa ditegakkan berdasarkan pada gejala yang timbul sebelum anak berusia 3 tahun. Autisme lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Prevalensi autisme adalah 1-2 orang per 1.000 penduduk. Orang tua biasanya mulai menyadari gejala autisme pada 2 tahun pertama kehidupan anaknya, gejala ini dapat timbul secara perlahan, atau anak mengalami perkembangan yang normal kemudian tiba-tiba menurun. Walaupun belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan autisme, namun dengan diagnosa dini, perawatan yang tepat, dan terapi dini dapat membantu anak untuk dapat hidup mandiri. Terapi perilaku, kognitif, dan wicara dini pada anak autis dapat membantu anak untuk hidup lebih mandiri dan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi serta interaksi sosial anak. Di bawah ini terdapat beberapa tips yang dapat membantu anda.   Masuki Dunia Mereka Orang tua memainkan peran yang sangat penting dalam membantu perkembangan anak.   Seperti anak-anak yang lainnya, anak autis terutama belajar melalui permainan. Oleh karena itu, bergabunglah dengan anak ketika dia sedang bermain, tariklah anak dari perilaku dan ritualnya yang sering diulang-ulang, dan tuntunlah mereka menuju kegiatan yang lebih beragam. Misalnya, orang tua mengajak anak mengitari kamarnya, kemudian tuntun mereka ke ruang yang lain. Orang tua perlu memasuki dunia mereka untuk membantu mereka masuk ke dunia luar.   Berikan Pujian Kata-kata pujian karena telah menyelesaikan tugasnya dengan baik, kadang tidak berarti apa-apa bagi anak autis. Temukan cara lain untuk mendorong perilaku yang baik dan untuk mengangkat harga dirinya. Misalnya berikan waktu lebih untuk bermain dengan mainan kesukaannya jika anak telah menyelesaikan tugasnya dengan baik.   Gambar dan Komunikasi Anak autis belajar lebih baik jika informasi disampaikan secara visual (melalui gambar) dan verbal (melalui kata-kata). Masukkan komunikasi augmentatif ke dalam kegiatan rutin sehari-hari dengan menggabungkan kata-kata dan foto, lambang atau isyarat tangan untuk membantu anak mengutarakan kebutuhan, perasaan dan gagasannya.   Ajaklah Berbicara Tujuan dari pengobatan adalah membuat anak autis berbicara. Tetapi sebagian anak autis tidak dapat bermain dengan baik, padahal anak-anak mempelajari kata-kata baru melalui permainan. Sebaiknya orang tua tetap berbicara kepada anak autis, sambil menggunakan semua alat komunikasi dengan mereka, baik berupa isyarat tangan, gambar, foto, lambang, bahasa tubuh maupun teknologi.   Latih Komunikasi Jadwal kegiatan sehari-hari, makanan dan aktivitas favorit, serta teman dan anggota keluarga lainnya dapat menjadi bagian dari sistem gambar dan membantu anak untuk berkomunikasi dengan dunia di sekitarnya.   Program Intervensi Dini Hal terpenting yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah menemukan program intervensi dini yang baik bagi anak autis. Tujuan pertama adalah menembus tembok penghalang interaksi sosial anak dan mengutamakan komunikasi dengan orang lain melalui cara menunjuk jari, menggunakan gambar dan kadang bahasa isyarat serta kata-kata.   Program intervensi dini menawarkan pelayanan pendidikan dan pengobatan untuk anak-anak berusia di bawah 3 tahun yang telah didiagnosis mengalami ketidakmampuan fisik atau kognitif. Program intervensi dini terdiri dari: Terapi fisik dan terapi okupasional (pengobatan dengan memberikan pekerjaan atau kegiatan tertentu) Terapi wicara dan bahasa Pendidikan masa kanak-kanak dini Perangsangan sensorik Program intervensi dini akan membantu orang tua dan anak autis pindah dari intervensi dini ke dalam sistem sekolah umum. Program ini juga akan membantu memilihkan lingkungan yang paling tepat untuk pendidikan anak autis, apakah di sekolah biasa atau di kelas khusus anak autis yang menawarkan pendidikan dan pelayanan pengobatan yang lebih intensif dengan jumlah murid yang terbatas.   Program Pendidikan Program pendidikan untuk anak autis sangat terstruktur, menitikberatkan kepada kemampuan berkomunikasi dan sosialisasi serta teknik pengelolaan perilaku positif. Strategi yang digunakan di dalam kelas sebaiknya juga diterapkan di rumah sehingga anak memiliki lingkungan fisik dan sosial yang tidak terlalu berbeda. Dukungan pendidikan seperti terapi wicara, terapi okupasional dan terapi fisik merupakan bagian dari pendidikan di sekolah anak autis. Keterampilan lainnya, seperti memasak, berbelanja atau menyeberang jalan, akan dimasukkan ke dalam rencana pendidikan individual untuk meningkatkan kemandirian anak. Tujuan keseluruhan untuk anak adalah membangun kemampuan sosial dan berkomunikasi sampai ke tingkat tertinggi atau membangun potensinya yang tertinggi.   Obat-obatan Pada masa remaja, beberapa perilaku agresif dapat semakin sulit dihadapi dan sering menimbulkan depresi. Kadang obat-obatan dapat membantu meskipun tidak dapat menghilangkan penyebabnya. Obat-obatan biasanya digunakan untuk mengendalikan perilaku yang sangat agresif dan membahayakan diri sendiri.
 09 Jul 2020    16:00 WIB
Pelukan Hangat Untuk Anak Memberikan Efek Bahagia Dan Sehat
Setiap orang tua pasti ingin melihat anak mereka sehat dan selalu bahagia, sehingga mereka akan melakukan apa saja untuk membuat mereka bahagia. Salah satu cara untuk membuat anak Anda menjadi lebih sehat dan bahagia tidak harus dengan cara yang sulit. Anda bisa memulainya dengan cara yang sangat mudah. Cara apakah itu? Caranya adalah dengan memeluknya. Cara ini sangat mudah untuk dilakukan dan tentunya sangat menyenangkan. Ketika Anda memeluk seseorang rasanya akan memberikan kekuatan, meningkatkan kesehatan- dan merangsang hormon pertumbuhan, yang sangat bermanfaat bagi anak Anda. Sebuah pelukan adalah semua yang Anda butuhkan untuk merangsang pertumbuhan anak melalui reaksi biokimia dan fisiologis dalam tubuh untuk meningkatkan kesehatan, menenangkan sistem saraf dan merangsang emosi positif. Berikut adalah manfaat dari pelukan untuk anak: 1.      Membuat Mereka Bahagia Berpelukan erat dengan anak akan membantu melepaskan "hormon bahagia" atau oksitosin. Hormon ini meningkatkan ikatan yang kuat, kepercayaan, kenyamanan, keamanan dan pengabdian. Semakin lama memeluk, efek yang diberikan akan lebih baik. Bahkan ketika Anda yang sangat sibuk pastikan pelukan Anda berlangsung setidaknya 6 detik, namun pelukan yang lebih lama sekitar 20 detik akan memberikan hasil yang lebih baik. 2.      Membuat Tidur Anak Lebih Nyenyak Jika Anda memeluk anak Anda selama beberapa menit sebelum mereka tertidur, Anda dapat memastikan tidur yang lebi baik untuk dia dan diri Anda sendiri. Memeluk akan menenangkan dan memiliki efek terapi yang membantu tidur anak yang lebih nyenyak. 3.      Mengurangi Stres Hal ini berlaku untuk kedua orang tua dan anak-anak. Saat Anda merasa hidup Anda penuh dengan masalah, merasa lelah. Saat pulang kerja segeralah peluk anak Anda, maka semua rasa lelah dan beban pikiran yang menganggu akan hilang semua. Hal ini dikarenakan saat Anda memeluk anak maka kadar hormon kortisol atau hormon stres menurun sehingga Anda dan anak akan merasa lebih rileks dan  aman. 4.      Membuat Anak Menjadi Lebih Percaya Diri Sebuah pelukan dari keluarga akan meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri anak, cara ini akan membantu dia menjaga kesehatan emosional yang optimal. Sebuah pelukan akan melawan rasa kesepian, rasa tidak aman, membuat anak merasa dihargai dan dicintai. Hal ini juga mengaktifkan Solar Plexus Chakra, pusat energi yang memegang kunci untuk harga diri dan kepercayaan diri seseorang. 5.      Meningkatkan Kekebalan Tubuh Pelukan dan dekapan dari hati dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan meningkatkan produksi sel darah putih dengan merangsang kelenjar thymus. Hal ini akan membantu untuk menjaga anak Anda selalu sehat dan bebas dari penyakit! 6.      Mengangkat Mood Anak Sebuah pelukan akan merangsang dopamin, yang dikenal sebagai hormon kesenangan, ditambah dengan serotonin yang mengirimkan gelombang kenikmatan secara instan dalam tubuh dan meningkatkan mood. Seorang anak yang rewel dapat dengan mudah ditangani dengan pelukan erat selama beberapa menit! 7.      Mengekspresikan Cinta Anda Mungkin Anda mungkin tidak harus selalu mengatakan "I love you" kepada anak Anda, tetapi pelukan yang diberikan merupakan cara untuk mengekspresikan cinta Anda tanpa kata-kata dan membuat anak Anda merasa dekat dengan Anda. Penelitian mengatakan bahwa keluarga yang mengekspresikan kasih sayang terhadap satu sama lain dengan beberapa cara yang 47% lebih mungkin untuk lebih akrab. 8.      Membantu Untuk Menyembuhkan Penyakit Apakah Anda tahu bahwa pelukan membantu menyembuhkan penyakit? Hal ini dikaitkan dengan pelepasan hormon oksitosin. Untuk alasan ini, orang tua dari bayi prematur didorong untuk memiliki sentuhan kulit dengan kulit untuk membantu mereka tumbuh dan berkembang. Alasan ini dianjurkan oleh para ahli yang juga menemukan bahwa seorang ibu yang baru melahirkan akan sembuh lebih cepat setelah melahirkan jika dia dekat bayinya. Betapa banyak manfaat yang didapat dari memeluk anak Anda. Jadi tunggu apa lagi segera peluk anak Anda dan dapatkan manfaatnya. Anda harus memberikan 12 pelukan dalam sehari untuk mendapat manfaat diatas. Baca juga: Menjaga Kesehatan Gigi Anak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: beingtheparent
 06 Jul 2020    16:00 WIB
Anak Sering Kurang Tidur? Tingkatkan Resiko Obesitas Saat Dewasa!
Kurang tidur tidak hanya dapat mengganggu prestasi sekolah anak Anda, tetapi juga dapat meningkatkan resiko obesitas saat mereka dewasa nanti. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar lebih dari 10.000 orang Amerika, yang berusia antara 16-21 tahun, di mana sekitar seperlimanya hanya memiliki waktu tidur kurang dari 6 jam setiap malamnya saat mereka berusia 16 tahun.   Para peneliti kemudian menemukan bahwa para peserta penelitian ini memiliki resiko mengalami obesitas yang lebih tinggi (sekitar 20% lebih tinggi) saat mereka berusia 21 tahun dibandingkan dengan orang lain yang memiliki waktu tidur lebih dari 8 jam setiap malamnya saat mereka berusia 16 tahun.   Walaupun kurang olahraga dan menghabiskan terlalu banyak waktu menonton televisi juga merupakan salah satu faktor resiko terjadinya obesitas, akan tetapi para peneliti menemukan bahwa keduanya tampaknya tidak turut berperan dalam hubungan antara kurang tidur dan obesitas.   Saat Anda telah menjadi orang dewasa dan mengalami obesitas, maka akan lebih sulit bagi Anda untuk menurunkan berat badan dan menjaga berat badan Anda tetap ideal. Sedangkan, semakin lama Anda mengalami obesitas, maka semakin besar resiko Anda mengalami berbagai gangguan kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker.   Tidur yang cukup tidak hanya membuat anak Anda dapat berkonsentrasi dan belajar dengan lebih baik di sekolah, tetapi juga membantu mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat. Menurut CDC, seorang remaja sebaiknya memiliki waktu tidur sebanyak 9-10 jam setiap malamnya.   Rasa kantuk dan lelah di siang hari telah banyak diketahui berhubungan dengan apa dan bagaimana pola makan seseorang. Kurang tidur dapat membuat Anda ingin mengkonsumsi suatu makanan tertentu (kurang tidur menyebabkan seseorang lebih ingin mengkonsumsi makanan tinggi lemak) dan mengubah nafsu makan Anda (meningkat).     Sumber: newsmaxhealth