Your browser does not support JavaScript!
 04 Feb 2020    16:00 WIB
Gejala Khas Dari Alzheimer
Alzheimer merupakan bentuk umum dari demensia, ditandai dengan penurunan fungsi otak yang mempengaruhi daya ingat, perilaku, mengambil keputusan, kepribadian dan bahasa. Gejala dini alzheimer bisa mempengaruhi orang yang berusia dibawah 60 tahun, sementara gejala lambat dari alzheimer dapat menyerang mereka yang berusia diatas 60 tahun. Menegakkan diagnosa dari alzheimer bisa menjadi tantangan tersendiri untuk dokter untuk mengenali gejala pasti dari alzheimer. Berikut adalah gejala khas dari alzheimer. Penurunan daya ingat Penurunan daya ingat adalah salah satu gejala yang paling khas dari alzheimer. Penderita alzheimer bisa dengan mudah lupa dengan informasi yang baru saja didapat, atau sering kesulitan mengingat nama seseorang. Masalah ini dapat dikenali dengan menanyakan pertanyaan yang sama secara berulang, misalnya saja kapan tanggal ulang tahunnya. Penurunan daya ingat memang berkaitan dengan penuaan, tetapi pada alzheimer gejala penurunan daya ingat menjadi semakin parah. Salah meletakkan barang Salah satu gejala khas lain dari alzheimer adalah mudah lupa dimana mereka meletakkan barang. Lupa disini bukan seperti Anda lupa meletakkan kunci, karena ini bisa saja terjadi pada setiap orang. lupa disini lebih kepada meletakkan barang di tempat-tempat yang aneh, misalnya saja meletakkan kunci di blender. Gejala ini paling mudah dikenali pada orang-orang yang rapi dan teratur Kesulitan berkonsentrasi dan merencanakan sesuatu Alzheimer juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam merencanakan sesuatu atau untuk mengikuti suatu rencana, misalnya memasak dengan mengikuti resep masakan atau mengikuti segala sesuatu yang melibatkan arahan atau perencanaan. Hal ini menyebabkan penderita alzheimer terlihat seperti lambat atau tidak patuh terhadap aturan. Kesalahan-kesalahan kecil memang pada umumnya sering terjadi pada orang yang muali menua, tetapi alzheimer akan membuat kondisi semakin memburuk. Tersesat Karena alzheimer mempengaruhi daya ingat seseorang, maka penderita alzheimer sering merasa disorientasi atau tersesat di tempat yang seharusnya mereka kenali. Semua orang bisa saja tersesat jika berada di suatu tempat yang baru, tetapi pada penderita alzheimer, mereka sering tersesat di tempat yang mereka sering datangi, misalnya saja tersesat dari perjalanan pulang menuju rumah dari pasar.  Kesulitan dengan waktu dan tempat Pada stadium awal alzheimer, penderita alzheimer sering lupa bagaimana cara mereka bisa sampai di suatu tempat dan bisa mencakup soal waktu juga. Seorang penderita alzheimer bisa lupa saat ini sedang musim apa dan mengenakan pakaian yang tidak sesuai dengan musim. Misalnya saja memakai jas hujan saat musim kemarau. Masalah bahasa Setiap orang bisa merasa kesulitan dalam menemukan kata yang tepat untuk sesuatu yang mereka pikirkan. Tetapi pada penderita alzheimer mereka mengalami lebih dari sekedar kesulitan untuk menemukan kata dan sering memulainya dengan ekspresi yang aneh. Penderita alzheimer juga sering merasa kesulitan saat terlibat dalam pembicaraan, misalnya sering terhenti di tengah-tengah kalimat dan tidak dapat memulai pembicaraan kembali. Gejala berat dari alzheimer Alzheimer jika dibiarkan akan semakin parah, begitu juga dengan gejala-gejala yang muncul. Gejala berat dari alzheimer mencakup: Kesulitan mengenali orang-orang terdekat Melupakan detail dalam kehidupannya Menjauhkan diri dari kehidupan sosial Kesulitan dalam menilai sesuatu Delusi atau halusinasi Berbicara dengan bahasa yang sulit dimengerti   Sumber: healthline
 11 Dec 2019    16:00 WIB
Tips Atasi Komplikasi Alzheimer
Penyakit Alzheimer biasanya diawali dengan hilangnya kemampuan untuk mengingat sesuatu, yang dimulai dari sering lupa hingga melupakan berbagai kejadian yang baru terjadi atau berbagai nama benda-benda di sekitar anda. Akan tetapi, seiring dengan semakin berkembangnya penyakit, anda pun dapat mengalami berbagai gangguan mental, emosional, dan fisik.   Gelisah dan Perilaku Agresif Penderita Alzheimer seringkali merasa cemas dan bingung. Saat perasaan ini muncul, maka penderita menjadi gelisah, tidak dapat duduk diam, berteriak, melempar barang, atau bahkan memukul orang di sekitarnya. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk membantu orang yang anda kasihi merasa lebih tenang, yaitu: Ciptakan suasana tenang, suara bising atau suara televisi dapat membuat penderita Alzheimer merasa terganggu dan bingung. Matikanlah televisi atau penyebab suara bising lainnya Perubahan pada lingkungan atau rutinitas, seperti berpergian ke suatu tempat atau datangnya orang tak dikenal di rumah  dapat membuat penderita merasa gelisah. Buatlah suatu rutinitas yang telah dikenal oleh penderita untuk menghindari komplikasi ini Rasa nyeri, lelah, atau bahkan keinginan untuk buang air kecil atau besar juga dapat membuat penderita mengamuk. Pastikan penderita merasa nyaman untuk menghindari terjadinya hal ini Hindarilah pertengkaran dengan penderita Alzheimer. Hal ini justru dapat membuat penderita semakin gelisah dan marah   Gangguan Pencernaan dan Saluran Kemih Penderita Alzheimer cenderung memiliki gangguan pengendalian buang air kecil dan besar. Hal ini terutama tampak saat penyakit telah berkembang menjadi semakin berat. Untuk mencegahnya, terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan, yaitu: Bawalah penderita ke toilet setiap beberapa jam Perhatikanlah adanya tanda-tanda ingin buang air kecil atau besar, seperti duduk dengan gelisah atau gerakan mencengkram baju Saat berpergian dengan penderita Alzheimer, pastikan agar anda mengetahui di mana letak toilet Hindari mengkonsumsi air terlalu banyak dekat dengan waktu tidur   Depresi Banyak penderita Alzheimer menjadi depresi, terutama setelah mereka mengetahui keadaan mereka. Pemberian obat anti depresi dapat membantu mengatasi depressi, akan tetapi terdapat beberapa hal yang dapat membantu mengurangi rasa depresi pada penderita, yaitu: Olahraga secara teratur Menghabiskan lebih banyak waktu bersama orang lain Tetap aktif dengan melakukan kegiatan yang mereka sukai   Jatuh Penderita Alzheimer seringkali kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Hal ini dapat berbahaya bagi penderita. Beberapa hal yang dapat mencegah cedera dan jatuhnya penderita adalah: Doronglah penderita untuk berolahraga secara teratur, terutama pada awal terdiagnosa. Olahraga dapat membantu penderita menjaga keseimbangannya dan menjaga kekuatan ototnya Pindahkanlah benda-benda yang menghalangi jalan penderita Pastikan penderita selalu berpegangan pada saat menaiki tangga Letakkanlah karet atau alas anti selip lainnya pada kamar mandi dan lantai yang licin Nyalakanlah lampu di malam hari Tempelkanlah suatu penanda, seperti sticker yang mudah dilihat oleh penderita pada jendela dan pintu untuk memudahkan penderita mengetahui adanya jendela atau pintu   Infeksi Banyak penderita Alzheimer meninggal akibat adanya gangguan atau penyakit lainnya, seperti infeksi kandung kemih, flu, dan pneumonia. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi di atas adalah: Tanyakan pada dokter anda mengenai pemberian vaksinasi flu dan pneumonia pada penderita Jus buah cranberri atau suplemen yang mengandung ekstrak cranberry dapat membantu mencegah terjadinya infeksi saluran kemih Perhatikan adanya perubahan gejala atau perilaku penderita atau adanya demam. Hal ini dapat merupakan penanda adanya suatu infeksi   Gangguan Tidur Penderita Alzheimer biasanya merasa mengantuk pada siang hari, tetapi mengalami kesulitan tidur di malam hari. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu anda mengatasi gangguan tidur tersebut, yaitu: Pastikan penderita untuk tidur, bangun, dan makan pada waktu yang sama setiap harinya Hindari tidur siang karena hal ini dapat membuat penderita mengalami kesulitan tidur di malam hari Ajaklah penderita untuk beraktivitas di luar ruangan. Hal ini dapat membuat tidur penderita lebih baik di malam hari Hindari mengkonsumsi kafein, alkohol, dan rokok Tanyakan pada dokter anda mengenai obat-obatan yang mungkin dapat menyebabkan gangguan tidur pada penderita   Berpergian Tanpa Tujuan Penderita Alzheimer seringkali merasakan keinginan untuk berpergian ke suatu tempat. Untuk mencegah hal ini, anda dapat mencoba beberapa hal di bawah ini, yaitu: Buatlah pintu lebih sulit dibuka Pasanglah suatu alarm pada pintu rumah anda, sehingga alarm ini akan berbunyi setiap kali pintu terbuka Sembunyikanlah kunci kendaraan anda dari jangkauan penderita Pasanglah gelang yang bertuliskan nomor telepon dan alamat rumah anda untuk memudahkan penderita menemukan jalan pulang bila berpergian   Sumber: webmd
 27 Sep 2019    08:00 WIB
Dapatkah Penyakit Alzheimer Dicegah?
Para ahli masih tidak mengetahui suatu cara pasti untuk mencegah terjadinya penyakit Alzheimer. Walaupun diturunkan dalam keluarga, akan tetapi bila ada anggota keluarga anda yang terkena, belum tentu anda juga akan terkena. Bila anda memiliki resiko Alzheimer, dianjurkan agar anda melakukan pola hidup sehat seperti diet sehat dan seimbang serta berolahraga secara teratur untuk menjaga kesehatan anda secara keseluruhan. Walaupun antioksidan seringkali dikatakan sebagai salah satu cara mencegah terjadinya penyakit Alzheimer, belum ada bukti kuat yang mendukung pernyataan ini. Berbagai antioksidan yang seringkali disebut sebagai salah satu cara mencegah terjadinya Alzheimer adalah:•  Vitamin E•  Beta karoten•  Flavonoid•  Vitamin C Mengkonsumsi diet rendah kolesterol, rendah lemak, tinggi asam lemak omega 3 dan ikan, banyak mengkonsumsi buah serta sayuran mungkin dapat membantu mencegah terjadinya demensia (pikun).Walaupun terdapat beberapa penelitian yang menemukan bahwa mengkonsumsi alkohol dalam jumlah sedang dapat membantu melindungi otak anda dari demensia, akan tetapi masih diperlukan penelitian lebih lanjut, apakah manfaat ini melebihi dampak negatif alkohol pada kesehatan seseorang. Untuk mencegah terjadinya demensia, dianjurkan agar anda banyak melakukan kegiatan yang menstimulasi mental dan otak anda seperti membaca, bermain puzzle atau teka-teki, atau pergi ke museum. Selain itu, mengendalikan tekanan darah dan kadar kolesterol darah anda juga dapat membantu menurunkan resiko terjadinya penyakit Alzheimer.Sumber: webmd
 22 Sep 2019    18:00 WIB
5 Cara Minuman Bersoda Membunuh Anda!
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa minuman bersoda yang manis dapat memperpendek umur seseorang karena dapat memperpendek telomer, kapsul yang berfungsi untuk melindungi DNA. Di bawah ini terdapat 5 gangguan kesehatan yang ternyata berhubungan dengan minuman bersoda.  1.      Osteoporosis Asam fosfat yang membuat minuman bersoda terasa asam dapat membuat kalsium terlepas dari dalam tulang. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi minuman bersoda (terutama cola) memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah di daerah panggul, yang membuat mereka lebih rentan terhadap patah tulang, terutama saat mereka sudah berusia lanjut. Selain itu, beberapa penelitian lainnya juga telah menemukan adanya hubungan antara patah tulang dan banyaknya minuman bersoda yang dikonsumsi oleh para anak remaja perempuan.  2.      Penyakit Alzheimer Para peneliti di Australia menemukan bahwa berbagai jenis minuman manis dapat menyebabkan perubahan pada otak yang mirip dengan yang terjadi pada berbagai jenis penyakit, termasuk penyakit Alzheimer. Pada sebuah penelitian, para peneliti memberi tikus percobaan air gula yang memiliki kadar gula yang sama dengan minuman bersoda. Setelah melakukan hal ini selama 26 hari, para peneliti menemukan adanya perubahan pada otak tikus percobaan, terutama di bagian otak yang berfungsi untuk membuat keputusan, yang tidak ditemukan pada tikus yang hanya mengkonsumsi air putih. Beberapa perbedaan yang ditemukan oleh para peneliti adalah perubahan pada 290 jenis protein yang berbeda dan perubahan perilaku seperti perilaku hiperaktif. Sebuah penelitian lainnya di Amerika menemukan bahwa diet tinggi fruktosa (sejenis gula) dapat mengganggu daya ingat para tikus percobaan.  3.      Diabetes Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi 355 ml minuman bersoda setiap harinya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita diabetes tipe 2 yaitu hingga 18% dibandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsi minuman bersoda. Sebuah penelitian lainnya di Amerika menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi 1 botol cola setiap harinya memiliki resiko yang lebih tinggi, yaitu hingga 2 kali lipat untuk menderita diabetes tipe 2 dibandingkan dengan wanita yang mengkonsumsi minuman bersoda kurang dari 1 botol per bulan. Para peneliti menduga bahwa tingginya kadar sirup jagung yang mengandung banyak fruktosa, yang dapat ditemukan pada sebagian besar minuman bersoda, dapat menyebabkan terjadinya berbagai perubahan di dalam tubuh yang berakibat pada terjadinya diabetes tipe 2.  4.      Kerusakan Gigi Selain banyaknya gula yang terdapat di dalam minuman bersoda, asam fosfat dan atau asam sitrat yang terdapat di dalam minuman bersoda ternyata juga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan gigi. Hal ini dikarenakan kedua asam tersebut dapat menyebabkan perubahan pH air liur dan membuat email gigi tererosi. Sebuah penelitian menemukan bahwa walaupun jus buah dapat membahayakan kesehatan gigi Anda, minuman bersoda ternyata lebih kuat 10 kali lipat dibandingkan jus buah.  5.      Penyakit Jantung Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa mengkonsumsi 355 ml minuman manis setiap harinya dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung hingga 29% serta dimulainya kerusakan jantung dan pembuluh darah di usia dini. Sebuah penelitian lainnya di Sidney menemukan bahwa anak-anak yang mengkonsumsi setidaknya 1 botol minuman bersoda setiap harinya mengalami penyempitan pembuluh darah di bagian belakang mata, yang merupakan pertanda adanya peningkatan resiko terjadinya tekanan darah tinggi dan gangguan jantung. Sebuah penelitian lainnya di Amerika menemukan bahwa mengkonsumsi banyak sirup jagung yang mengandung banyak fruktosa juga dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, yaitu hingga 87%. Sementara itu, penelitian lainnya menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi 1 botol atau lebih minuman bersoda setiap harinya cenderung memiliki kadar trigliserida darah yang lebih tinggi yaitu hingga 25% dan kadar kolesterol jahat yang lebih tinggi, yaitu hingga 32%.  Baca juga: Minuman Bersoda dan Kafein Tingkatkan Resiko Osteoporosis Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: newsmaxhealth
 07 Sep 2019    08:00 WIB
Faktor Resiko Terjadinya Alzheimer
Alzheimer merupakan penyakit yang sering terjadi pada orang lanjut usia, walapun sekarang ini juga banyak ditemukan pada usia yang lebih muda. Terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan faktor resiko Alzheimer. Faktor resiko ini terbagi menjadi dua, yaitu yang dapat dimodifikasi dan yang tidak dapat dimodifikasi.   Faktor Resiko yang Tidak Dapat Dimodifikasi 1.      Usia Alzheimer lebih banyak terjadi pada orang lanjut usia, resikonya semakin meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. 2.      Riwayat Keluarga Bila anda mempunyai keluarga yang menderita Alzheimer, maka anda mempunyai resiko yang lebih tinggi. 3.      Faktor Genetik Adanya gen APOE (apolipoprotein E) meningkatkan resiko terkena Alzheimer 3-8 kali lebih tinggi daripada orang yang tidak mempunyai gen ini. 4.      Jenis Kelamin Wanita mempunyai resiko yang lebih tinggi daripada pria.   Faktor Resiko yang Dapat Dimodifikasi 1.      Gangguan Pembuluh Darah Berbagai penyakit yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah seperti diabetes, tekanan darah tinggi, aterosklerosis dapat meningkatkan resiko Alzheimer. Gangguan pada pembuluh darah dapat menyebabkan terjadinya stroke yang merupakan salah satu hal yang dapat menyebabkan terjadinya demensia. 2.      Riwayat Cedera Kepala Cedera kepala dapat meningkatkan resiko terjadinya Alzheimer. 3.      Gangguan Tidur Berbagai penyakit dan hal yang menyebabkan gangguan tidur dapat meningkatkan resiko terjadinya Alzheimer, misalnya sindrom tidur apnea. 4.      Faktor Hormonal Terapi sulih hormon estrogen juga dapat meningkatkan resiko terjadinya Alzheimer.
 01 Jun 2019    08:00 WIB
Benarkan Kadar Kolesterol Rendah Bisa Menyehatkan Otak?
Banyak orang yang langsung berpikir mengenai penyakit jantung ketika mendengar kata "kolesterol tinggi", tetapi ternyata kolesterol Anda juga dapat mempengaruhi otak. Bukti-bukti yang ada memang masih terbatas, tetapi penelitian membuktikan bahwa kadar kolesterol yang tinggi ternyata terkait dengan alzheimer dan demensia. Peranan kolesterol Peneliti belum mengetahui dengan pasti apa yang menyebabkan alzheimer, tetapi substansi yang ditemukan pada otak penderita alzheimer disebut amyloid plaques diduga menjadi penyebabnya. Amyloid plaques terbentuk ketika protein yang dikenal sebagai beta amyloids terbentuk. Inilah yang menyebabkan kolesterol masuk ke dalam otak. Pada studi terbaru yang dilakukan oleh University of California, meneliti kadar amyloid di otak dari 74 orang dewasa. Para peneliti menemukan peningkatan kadar kolesterol LDL dan penurunan kolesterol HDL keduanya terkait dengan kadar amyloid di otak. Pola peningkatan kolesterol yang tidak sehat dapat secara langsung dapat menyebabkan peningkatan kadar amyloid yang terkait dengan kejadian alzheimer. Pola ini sama dengan bagaimana kolesterol dapat menyebabkan penyakit jantung. Memperbaiki angka kolesterol Anda Langkah selanjutnya untuk para peneliti pelajari adalah apakah penurunan kadar kolesterol seseorang pada usia muda dapat menurunkan kadar amyloid pada otak di kemudian hari. Hasil dari penelitian ini mungkin bisa memberikan perubahan dalam menurunkan angka kejadian alzheimer. Perubahan pada gaya hidup Anda dapat memperbaiki kadar kolesterol Anda. Diet rendah lemak jenuh dapat membantu menurunkan kolesterol jahat. Sedangkan dengan melakukan olahraga dengan teratur dapat meningkatkan kadar kolesterol baik didalam tubuh. Sumber: webmd
 21 May 2019    08:00 WIB
Pengaruh Polusi Udara Terhadap Otak
Polusi udara selama ini selalu dikaitkan dengan peningkatan terjadinya penyakit jantung dan paru-paru. Ternyata ada 1 lagi organ yang penting yang terkena dampak polusi udara, yaitu otak. Peneliti di the American Association for the Advancement of Sciences (AAAS) dalam pertemuan tahunan di Chicago mengungkapkan pengaruh polusi udara yang terus menerus terhadap perkembangan otak. Menurut para peneliti, yang menggunakan model tikus yang secara konstan menghirup udara yang berpolusi, dapat mengakibatkan pembesaran pada ventrikel otak yang merupakan tempat berkembangnya kelainan otak seperti schizophrenia dan autis. Para peneliti percaya bahwa peningkatan di dunia tingkat polusi udara mungkin  terkait dengan meningkatnya kasus penyakit sistem saraf pusat selama bertahun-tahun. Menurut Dr. Deborah Cory-Slechta, polusi udara terdiri dari berbagai campuran metal dan gas, yang seringnya terdiri dari berbagai macam ukuran partikel. Partikel yang lebih besar biasanya tidak menyebabkan resiko pada tubuh, karena partikel tersebut bisa dikeluarkan melalui mekanisme batuk. Tetapi partikel yang lebih kecil merupakan suatu ancaman kesehatan yang besar. "Komponen yang paling dikhawatirkan orang-orang adalah partikel yang berukuran sangat kecil, bahkan sangat halus, dan alasannya adalah karena partikel tersebut dapat masuk sampai ke bagian dasar paru-paru dan dapat diserap pembuluh darah" kata  Dr. Cory-Slechta, professor di University of Rochester School of Medicine Dr. Cory-Slechta mengatakan dia tidak sengaja mengambil penelitian tentang kaitan polusi udara dengan otak, setelah beberapa koleganya mengirimkan bagian dari otak tikus yang sudah terkena polusi udara terus menerus. "Para peneliti tersebut ingin mengetahui efek polusi udara terhadap paru-paru pada tikus. Dan mereka tidak menggunakan bagian otaknya, jadi mereka bertanya kepada kami apakah kami ingin melihat bagian otaknya. Kami pun bersedia dan mengambil otak dari tikus-tikus tersebut. Tikus tersebut sudah terekspos polusi udara terus menerus selama berbulan-bulan, dan kemudian kami memeriksa otaknya dan kami tidak bisa menemukan wilayah otak yang tidak memiliki peradangan, tidak satupun." Demikian dijabarkan oleh Dr. Cory-Slechta. Berharap untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kaitan polusi udara dengan cedera otak, Dr. Cory-Slechta dan tim memulai serial penelitian pada tikus yang diekspos oleh udara yang tercemar dari Rochester, N.Y. Pada bagian ke3 dari studi mereka, para peneliti memberikan paparan pada tikus-tikus yang baru lahir, usia 4-13 hari (yang merupakan masa kritikal pada perkembangan otak tikus). Kemudian mereka memeriksa otak-otak tikus tersebut saat masa paparan berakhir. Setelah otak tikus tersebut dibagi-bagi menurut areanya, para peneliti dapat melihat lebih jelas jika area-area otak tersebut memliki tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Tetapi dengan jelas terlihat, terdapat pelebaran ventrikel otak secara signifikan. Ventrikel otak terisi oleh cairan cerebrospinal (LCS) dan berfungsi untuk melindungi keseluruhan otak, membersihkannya dan memberikan energi. Tetapi saat ventrikel ini membesar, berarti mengidikasikan adanya perkembangan yang buruk dari sistem syaraf. Ketika ventrikel otak membesar, mereka akan mendorong jaringan otak yang lain" kata Dr. Cory-Slechta. "Kemudian ada juga bangunan diotak yang disebut ‘white matter’ yang menghubungkan kedua hemisfer otak. Pada anak-anak tikus tersebut,bagian ini menghilang atau bahkan tidak pernah terbentuk atau mati. Kami tidak mengetahui penyebab pastinya, tetapi tanda-tanda ini merupakan karakteristik dari autism dan schizophrenia." Ventriculomegaly atau pembesaran ventrikel juga diasosiasikan dengan berbagai macam gangguan otak seperti kelainan bipolar dan Alzheimer. Dr. Cory-Slechta mencatat jika kerusakan otak tersebut kebanyakan terjadi pada tikus jantan, yang membawa pada kesimpulan menarik jika autis dan schizophrenia terkait dengan gender.   Sumber: foxnews    
 09 Oct 2018    08:00 WIB
Rasakan 7 Manfaat Teh Hijau Untuk Kesehatan
1.      Mencegah Kerusakan Sel Teh hijau mengandung suatu zat antioksidan, katekin. Sebagai antioksidan, katekin dapat melawan dan mencegah terjadinya kerusakan sel. Karena teh hijau tidak melalui terlalu banyak pemrosesan saat pembuatannya, maka teh hijau memiliki kandungan katekin yang cukup tinggi.   2.      Memperbaiki Aliran Darah dan Menurunkan Kadar Kolesterol Teh hijau telah terbukti dapat memperbaiki aliran darah dan menurunkan kadar kolesterol anda. Beberapa penelitian menemukan bahwa teh hijau dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi, penyakit jantung kongestif, dan berbagai gangguan lain yang berhubungan dengan jantung.   3.      Memperbaiki Daya Ingat dan Mencegah Pembentukan Plak Alzheimer Suatu penelitian di Swiss menemukan bahwa orang yang meminum teh hijau memiliki aktivitas otak yang lebih tinggi, yaitu pada bagian memori-kerja di otak. Selain itu, teh hijau juga dapat membantu mencegah pembentukan plak yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer.   4.      Menstabilkan Kadar Gula Darah Teh hijau diduga dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil pada penderita diabetes. Karena katekin dapat menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah, maka katekin juga dapat melindungi tubuh dari kerusakan akibat diet tinggi lemak.   5.      Membantu Menurunkan Berat Badan Teh hijau dapat membantu meningkatkan dan bahkan mengubah metabolisme tubuh anda, sehingg anda dapat membakar lebih banyak kalori dan lemak. Beberapa penelitian juga menemukan bahwa teh hijau juga dapat menjaga berat badan anda agar tidak kembali naik setelah mengalami penurunan.   6.      Membunuh Sel Kanker Teh hijau telah terbukti membantu pertumbuhan sel sehat dalam setiap tahapnya. Oleh karena itu, beberapa peneliti menduga bahwa teh hijau mungkin dapat membantu membunuh sel kanker, walaupun masih diperlukan penelitian lebih lanjut.   7.      Mengurangi Stress Menyesap teh dapat membantu anda untuk merasa santai dan rileks. Selain itu, asam amino teanin yang terdapat di dalam teh hijau juga memberikan efek menenangkan.   Tips Membuat Secangkir Teh Hijau Beberapa hal yang harus anda perhatikan saat membuat secangkir teh hijau adalah: Jangan menyeduh teh hijau dengan air mendidih karena dapat menghancurkan katekin di dalamnya. Seduhlah teh hijau dengan air bersuhu 70-75°C Tambahkanlah lemon pada teh hijau anda. Vitamin C dapat mempermudah penyerapan katekin, sementara susu justru dapat mempersulit penyerapannya Konsumsilah setidaknya 4 gelas teh hijau setiap harinya   Sumber: webmd
 22 Sep 2018    16:00 WIB
Kenali Gejala dan Penyebab Sindrom Down Pada Anak
Sindrom down disebabkan oleh kelainan pembelahan sel pada saat perkembangan awal embrio. Pada keadaan normal, seorang anak memiliki 46 kromosom, 23 kromosom dari setiap orang tua. Setiap kromosom ini membawa DNA yaitu gen yang mempengaruhi bagaimana otak dan tubuh berkembang dan berfungsi. Janin dengan sindrom down memiliki satu kromosom ekstra. Hal ini menyebabkan perubahan pada perkembangan otak dan tubuh. Jenis sindrom down yang terjadi tergantung pada berapa banyak sel yang memiliki kromosom ekstra ini. Para ahli menduga bahwa perubahan sel ini sudah mulai terjadi pada sel telur sebelum atau saat pembuahan. Selain itu, gangguan pada sperma saat pembuahan juga dapat menyebabkan terjadinya sindrom down walaupun kasus ini jarang. Penyebab pembelahan sel yang abnormal ini masih tidak diketahui. Salah satu jenis sindrom down, yaitu jenis translokasi dapat diturunkan dalam keluarga. Berkonsultasilah dengan dokter anda bila anda ingin atau sedang hamil dan anda atau pasangan anda memiliki keluarga yang menderita sindrom down.   Gejala Anak dengan sindrom down biasanya langsung terdiagnosa saat lahir karena ciri khusus yang ditemukan pada keadaan ini. Seberapa banyak gejala yang ditemukan berbeda-beda pada tiap anak. Untuk memastikan diagnosa sindrom down diperlukan pemeriksaan genetika. Beberapa gejala yang sering ditemukan pada sindrom down adalah: Lemahnya tonus otot yang membuat bayi terlihat lemas Bentuk wajah yang datar dengan hidung kecil Mata sipit yang bagian ujung luar mata meruncing ke atas Adanya benjolan kecil pada bagian ujung dalam mata Bentuk telinga yang kecil dan abnormal Hanya memiliki satu garis tangan Hiperfleksibilitas, di mana bayi memiliki kelenturan sendi yang berlebihan Jari tangan ke 5 (kelingking) hanya memiliki dua buku jari Jarak yang lebih lebar daripada biasanya di antara jempol ibu jari kaki dengan telunjuk Lidah yang besar dan cenderung menjulur ke luar   Gangguan Kesehatan Lainnya Pada Anak Dengan Sindrom Down Kelainan Jantung Sebagian anak dengan sindrom down juga mengalami kelainan jantung, bahkan dapat sangat berat dan menyebabkan gagal jantung segera setelah lahir. Akan tetapi, tidak semua anak dengan sindrom down yang memiliki kelainan jantung langsung mengalami gejala seperti di atas, oleh karena itu diperlukan pemeriksaan ekokardiogram pada beberapa bulan pertama kehidupan anak untuk memeriksa ada tidaknya gangguan jantung pada anak. Gangguan Keseimbangan Hormonal Anak dengan sindrom down memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan keseimbangan hormonal. Sekitar 10% bayi dan 50% orang dewasa dengan sindrom down mengalami penyakit tiroid, seperti hipotiroidisme (rendahnya kadar hormon tiroid). Hipotiroidisme dapat diatasi dengan pemberian obat-obatan. Gangguan Penglihatan dan Pendengaran Lebih dari setengah anak dengan sindrom down mengalami gangguan penglihatan seperti mata juling, rabun dekat, rabun jauh, atau katarak. Berbagai gangguan mata ini dapat diatasi dengan penggunaan kacamata dan tindakan pembedahan. Gangguan pendengaran juga biasa terjadi pada anak dengan sindrom down. Oleh karena itu, anak dengan sindrom down harus melakukan pemeriksaan penglihatan dan pendengaran secara teratur untuk diagnosa dini dan penanganan secepatnya sebelum mengganggu kemampuan berbahasa pada anak. Leukemia Penderita sindrom down memiliki resiko 15-20 kali lebih tinggi untuk menderita leukemia, yang biasanya dimulai pada usia 3 tahun dan memiliki kemungkinan besar untuk disembuhkan. Leukemia sementara juga sering dialami oleh bayi baru lahir dan dapat menghilang dengan sendirinya dalam 2-3 bulan pertama kehidupan. Kelainan Sistem Pencernaan Sekitar 10-12% bayi dengan sindrom down juga mengalami kelainan sistem pencernaan yang membutuhkan tindakan pembedahan untuk mengatasinya. Alzheimer Sekitar 25% orang dewasa yang berusia lebih dari 35 tahun dengan sindrom down akan menunjukkan gejala penyakit Alzheimer. Pada populasi umum, Alzheimer biasa mengenai orang dewasa yang berusia lebih dari 50 tahun.   Apakah Anak Anda Menderita Sindrom Down ? Untuk memastikan diagnosa sindrom down diperlukan pemeriksaan genetik, walaupun bayi telah menunjukkan ciri khusus keadaan ini. Selain itu, terdapat pemeriksaan untuk mengetahui apakah bayi anda menderita sindrom down atau tidak saat kehamilan berlangsung, hubungi dokter anda untuk memperoleh informasi tentang pemeriksaan ini. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan saat kehamilan mencapai usia 15 dan 20 minggu. Perlu diingat bahwa pemeriksaan ini dapat memberikan hasil positif palsu (hasil pemeriksaan positif untuk sindrom down walaupun sebenarnya tidak) maupun negatif palsu (hasil pemeriksaan negative untuk sindrom down walaupun sebenarnya positif).   Pengobatan Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan sindrom down. Setiap anak yang menderita sindrom down mengalami retardasi mental yang bervariasi dari ringan hingga sedang. Seperti bayi pada umumnya, bayi dengan sindrom down akan belajar mengenai keterampilan dasar, seperti duduk, berjalan, dan mandi walaupun dalam waktu yang lebih lambat. Terapi intervensi dini seperti terapi fisik yang dimulai segera setelah lahir dapat membantu menguatkan otot tubuh bagi perkembangan keterampilan dasar ini. Anak dengan sindrom down dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mata dan pendengaran secara rutin, pemeriksaan fungsi tiroid, dan mendapatkan imunisasi dasar seperti anak lainnya.   Pencegahan Tidak ada hal yang dapat mencegah terjadinya sindrom down. Beberapa penelitian menduga bahwa wanita yang memiliki anak dengan sindrom down memiliki kelainan di mana asam folat dimetabolisme sehingga tidak terdapat cukup asam folat bagi perkembangan bayi. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen asam folat sebelum dan selama kehamilan setidaknya sebanyak 400 mcg setiap harinya.   Baca juga: Komplikasi Sindrom Down    Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.     Sumber: webmd