Your browser does not support JavaScript!
 03 Sep 2016    08:00 WIB
5 Penyebab Rambut Rontok
Rambut rontok dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kekurangan nutrisi sampai stress. Kerontokan rambut dapat terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita. Mengatasi berbagai penyebabnya dapat membantu anda mengurangi kerontokan rambut tersebut.   Kekurangan Nutrisi Nutrisi yang sehat dan cukup merupakan salah satu hal yang berperan penting bagi kesehatan tubuh anda, termasuk rambut anda. Oleh karena itu, cukupilah kebutuhan nutrisi anda, khususnya berbagai vitamin A,B, C, dan E yang sangat diperlukan oleh rambut. Kekurangan vitamin A dapat membuat rambut anda kering dan mudah rontok. Vitamin B6 berfungsi untuk membantu pertumbuhan rambut, sedangkan vitamin C dapat memperkuat rambut anda. Vitamin E berfungsi untuk melancarkan sirkulasi darah yang menuju ke kepala. Kekurangan berbagai vitamin tersebut dapat mengganggu pertumbuhan rambut dan mengakibatkan rambut mudah rontok. Oleh karena itu, konsumsilah berbagai sayur dan buah-buahan yang kaya dengan berbagai vitamin dan mineral. Bila perlu konsumsilah suplemen multivitamin.   Kehamilan Tahukah anda bahwa rambut anda memiliki penampilan terbaiknya selama kehamilan? Rambut mempunyai 3 tahap kehidupan, yaitu tumbuh memanjang, berhenti bertumbuh, dan kemudian rontok. Pada saat kehamilan, berbagai perubahan hormonal membuat rambut anda terus bertumbuh memanjang dan tidak rontok. Disarankan untuk menghindari pemakaian berbagai bahan kimia selama kehamilan, terutama pada trimester pertama kehamilan. Berbagai bahan kimia yang terkandung pada pewarna rambut, pelurus rambut, ataupun obat keriting ditakutkan dapat membahayakan kesehatan dan pertumbuhan normal bayi anda. Anda tidak perlu mengganti shampo atau berbagai perawatan rambut harian anda, kecuali untuk beberapa shampo anti ketombe dan shampo yang mengandung kortikosteroid. Untuk pemakaian kedua shampo tersebut disarankan agar anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda. Tiga sampai enam bulan setelah melahirkan, rambut anda akan mulai rontok. Kerontokan ini dapat sangat banyak atau hanya sedikit. Hal ini merupakan suatu hal yang normal terjadi pada ibu paska melahirkan. Jangan takut bahwa anda akan menjadi botak. Setelah melahirkan, siklus kehidupan rambut anda akan kembali normal kembali.   Stress Stress seringkali menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Salah satunya adalah rambut rontok. Beberapa hal yang dapat terjadi pada rambut anda saat anda mengalami stress berat adalah: Alopesia Areata Stress mungkin menyebabkan terjadinya alopesia areata (kebotakan). Hal ini disebabkan oleh saat anda stress, sel darah putih dapat menyerang folikel rambut anda, yang dapat membuat rambut berhenti bertumbuh dan kemudian rontok. Telogen Effluvium Merupakan suatu keadaan yang di mana sebagian besar rambut berhenti bertumbuh atau beristirahat. Hal ini dapat disebabkan oleh stress baik emosional maupun fisik. Beberapa bulan setelah rambut memasuki fase istirahat ini, maka rambut akan mulai rontok. Trikotilomania Trikotilomania merupakan suatu keinginan yang tidak dapat ditahan untuk mencabuti rambut, baik di kepala, alis mata, dan berbagai daerah lainnya. Perilaku ini dapat merupakan suatu reaksi terhadap tekanan yang dialami, seperti saat stress, cemas, tertekan, kesepian, kelelahan, atau saat frustasi. Kerontokan rambut yang terjadi akibat stress dapat teratasi bila anda juga mengatasi stress.   Genetik Rambut rontok juga dapat disebabkan oleh faktor genetik. Bila salah satu atau kedua orang tua anda memiliki riwayat rambut rontok, maka anda pun akan mengalaminya.   Penyakit dan Obat-obatan Tertentu Demam tifoid merupakan salah satu penyakit yang seringkali menyebabkan rambut rontok. Selain itu, berbagai jenis obat-obatan kemoterapi juga memiliki efek samping berupa rambut rontok. Mengobati penyakit dan penghentian obat dapat membantu mengurangi kerontokan yang terjadi. Baca juga: Cara Alami Atasi Rambut Rontok Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  
 01 Jul 2014    12:00 WIB
Obat Radang Sendi Bisa Atasi Gejala Kebotakan Pada Pria
Studi terbaru mengungkapkan bahwa seorang pria yang mengalami kondisi langka dimana tubuhnya tidak memiliki rambut pada seluruh tubuhnya mengalami pertumbuhan rambut setelah mengkonsumsi obat radang sendi. Pria berusia 25 tahun mengalami pertumbuhan rambut pada alis mata dan bulu mata, dan juga pertumbuhan rambut di wajah, ketiak dan bagian tubuh lainnya setelah menjalani pengobatan dengan tofacitinib citrate. Pria tersebut mengalami gangguan pertumbuhan rambut karena disebabkan suatu penyakit langka yang disebut alopecia universalis. Para peneliti mengatakan kasus ini adalah kasus alopecia universalis pertama yang berhasil ditangani dengan menggunakan terapi ini, dimana penyakit ini diketahui belum punya penyembuhan untuk jangka panjang. Penelitian ini merupakan suatu langkah besar dalam proses pengobatan pasien dengan kondisi alopesia universalis. Walaupun baru berhasil pada satu kasus, tetapi para peneliti berharap kesuksesan pengobatan ini dapat memberikan pengertian baru mengenai penyakit ini dan bagaimana cara obat bekerja mengatasi penyakit tersebut. Para peneliti berencana akan melakukan percobaan ulang terhadap pasien dengan kasus yang sama dan berharap mencapai kesuksesan yang sama. Menurut the Journal of Investigative Dermatology pasien tersebut mengkonsumsi obat radang sendi sebanyak 10mg perhari. Setelah dua bulan mengkonsumi obat, pria tersebut mulai mengalami pertumbuhan rambut di kulit kepala dan wajah, yang merupakan rambut pertama yang tumbuh setelah tujuh tahun. Setelah tiga bulan mengkonsumsi obat radang sendi sebanyak 15mg perhari, pria tersebut sudah memiliki rambut yang lebat di kepala, alis mata yang jelas, bulu mata yang jelas, begitu juga pada bagian ketiak dan di bagian tubuh yang lain. Setelah delapan bulan percobaan, pria tersebut melaporkan tidak ada efek samping apapun yang dirasakan. Begitu juga saat dilakukan pemeriksaan laboratorium, tidak ada kelainan yang ditemukan. Diduga obat anti radang sendi tersebut memicu pertumbuhan rambut kembali dengan cara mematikan serangan sistem imunitas terhadap folikel rambut yang terjadi pada penderita alopecia universalis.   Sumber: webmd