Your browser does not support JavaScript!
 12 Aug 2019    08:30 WIB
Hidup Sehat Untuk Si Alergi Telur
Telur di mana-mana. Setidaknya, itulah yang  Anda rasakan apabila Anda memiliki alergi terhadap telur dan Andapun  mencoba untuk menghindari mengkonsumsi telur!  Berikut adalah penjelasan mengenai makanan yang mengandung telur, agar Anda terhindar dari reaksi alergi yang ditimbulkan oleh telur Telur dan Protein  Kebanyakan orang yang alergi dengan telur, biasanya alergi terhadap putih telur, namun tidak dengan kuning telur. Tapi jauh lebih aman, Anda tidak memakan  putih dan kuning telur.  Walau Anda sudah memisahkannya kuning telur juga masih mengandung protein,  hindari juga: Bubuk telur Telur kering  Telur padat   Makanan apa saja yang mengandung telur? Banyak makanan yang mengandung telur, seperti: Salad Krim pie Crepes dan wafel  Puding, dan es krim Minuman  kopi seperti cappuccino (telur kadang-kadang digunakan untuk membuat busa)  Lolipop dan permen lainnya Marshmallow  Mayones Pasta   Nama lain dari telur Jika Anda melihat bahan-bahan tersebut pada label makanan, itu berarti makanan tersebut mengandung protein telur: Albumin Globulin Lesitin Lisozim Ovalbumin Ovovitellin   Bagaimana dengan vaksin? MMR adalah vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit. Vaksin ini aman untuk orang-oarng yang alergi terhadap telur. Vaksin flu juga kemungkinan mengandung protein telur di dalamnya. Sudah lama disarankan bahwa orang dengan alergi telur tidak harus mendapatkan vaksinasi flu. Namun The American College of Allergy, Asthma and Immunology mengatakan vaksin tersebut mengandung protein telur dalam jumlah yang sangat rendah sehingga tidak menimbulkan reaksi alergi pada orang-orang yang alergi terhadap telur. Jika Anda memiliki alergi telur parah/anafilaksis. Anda harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum dilakukan pemberian vaksin flu.  Namun ada juga vaksin flu yang tidak terbuat dari telur, Vaksin, yang disebut FluBlok, telah disetujui  dan digunakan untuk mereka yang berusia 18 sampai 49 tahun. Baca juga: Berbagai Hal Yang Membuat Anda Alergi  Baca Label  Satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti apakah makanan tersebut mengandung telur atau tidak di dalamnya adalah dengan membaca label makanan dan daftar komposisi dengan hati-hati, atau bertanya mengenai item menu di restoran. Apabila Anda masih belum yakin, sebaiknya jangan makan makanan tersebut Selain itu periksa juga label kosmetik, sampo, krim dan lotion. Kadang barang-barang tersebut juga mengandung telur di dalamnya. Sumber: webmd
 01 Jul 2019    11:00 WIB
4 Jenis Penyakit Mata yang Sering Terjadi dan Pencegahannya
Cuaca panas, dehidrasi, kulit yang beminyak, heat stroke dan kulit yang menggelap merupakan beberapa masalah yang sering terjadi saat musim panas berlangsung. Selain itu mata juga tidak lepas dari berbagai masalah saat musim panas, misalnya alergi mata, konjungtivitis, bisul di mata dan mata kering. Jadi pastikan Anda mengetahui tindakan pencehagahan dari berbagai masalah kesehatan mata yang sering terjadi saat musim panas. Bisul MataBisul mata tumbuh sebagai akibat dari akumulasi sel mati dan kuman yang kemudian menimbulkan bakteri penyebab bisul. Cegahlah terjadinya bisul di mata dengan menjaga kebersihan area kelopak mata Anda. secara hati-hati exfoliasi daerah kelopak mata untuk menghilangkan sel-sel kulit mati dari sekitar kulit mata. Hindari pemakaian kosmetik mata yang sudah kadaluarsa, penggunaan handuk yang kotor dan menggosok mata dengan tangan yang tidak bersih. Konjungtivitiskonjungtivitis ditandai dengan mata merah dan berair. Agar konjungtivitis tidak bertambah parah, jangan coba untuk menggosok mata Anda, menggunakan lensa kontak, kosmetik mata, dan hindari berenang untuk sementara waktu. Mata KeringDebu dan paparan sinar matahari yang berlebihan saat musim kemarau dapat membuat mata Anda menjadi kering. Agar Anda terhindar dari gangguan ini, gunakanlah kacamata hitam berkualitas baik ketika sedang beraktivitas di luar ruangan. Konsumsi pula makanan yang mengandung asam lemak omega 3 tinggi untuk membantu Anda agar terhindar dari gangguan mata kering. Konsumsi vitamin A yang banyak terkandung pada susu, almond, sayuran hijau dapat mencegah munculnya kekeringan pada mata. Alergi MataAlergi mata terjadi ketika mata Anda menjadi merah, gatal, bengkak, dan berasa panas seperti terbakar dan terkadang tidak ada hubungannya dengan terjadinya alergi nasal. Pemicunya dapat berupa karena debu di musim kemarau, penggunaan kosmetik mata, parfum serta serbuk bunga, dan debu.Sumber: healthmeup
 01 Apr 2019    08:00 WIB
Ini Khasiat Terong Yang Tidak Pernah Diketahui
Kandungan Nutrisi di Dalam TerongSetiap 100 gram terong mengandung sekitar 30 kalori. Terong juga mengandung karbohidrat, serat, vitamin B, vitamin C, vitamin K, seng, kalium, kalsium, zat besi, dan magnesium.1.  Mencegah KankerTerong mengandung banyak tripsin yang dapat membantu menghambat metabolisme sel-sel karsinogenik. Selain itu, karena terong mengandung banyak serat, maka terong juga dapat membantu mencegah terjadinya kanker usus besar. Kulit terong mengandung fitonutrien seperti nasunin dan fitokimia seperti solasodin glikosida. Keduanya merupakan antioksidan yang dapat membantu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker dengan cara menghambat kerusakan radikal bebas. Terong juga mengandung asam klorogenik yang dapat mencegah terjadinya mutasi DNA dan berfungsi sebagai agen anti kanker.2.  Membantu Menjaga Kesehatan JantungTerong sama sekali tidak mengandung kolesterol dan lemak jenuh. Nasunin merupakan antioksidan yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL. Terong juga mengandung lovastatin yang dapat membantu menghambat kerja enzim pembuat kolesterol. Karena berbagai fungsi baik di atas, maka pembuluh darah pun tetap fleksibel sehingga mencegah terjadinya tekanan darah tinggi. Selain itu, serat yang terdapat di dalam terong juga dapat membantu menyerap kolesterol dan menghambat proses pencernaan kolesterol di dalam tubuh.3.  Menjaga Kesehatan OtakTerong mengandung banyak fitonutrien dan antioksidan yang dapat membantu melindungi sel-sel otak dari efek radikal bebas, yang dapat menyebabkan kerusakan sel melalui proses oksidasi. Nasunin juga dapat membantu melindungi lapisan lemak di membran sel dari kerusakan.Terong juga diperkaya oleh vitamin B kompleks yang dapat membantu menjaga kesehatan sistem saraf. Vitamin B6 juga dapat membantu mengatasi kelelahan mental dan memperbaiki mood.4.  Membantu Mencegah Terjadinya DiabetesTerong dapat membantu mencegah terjadinya diabetes tipe 2. Terong hanya mengandung sedikit karbohidrat dan banyak serat. Terong juga mengandung fenol yang dapat membantu mengendalikan kadar gula darah dan mencegah terjadinya penurunan atau peningkatan kadar gula darah secara mendadak.5.  Menutrisi KulitTerong mengandung banyak nutrisi yang baik bagi kesehatan kulit anda. Terong mengandung banyak vitamin C, antosianin (antioksidan), and berbagai mineral. Berbagai antioksidan di dalam terong dapat membantu melindungi kulit dari efek radikal bebas, sehingga mencegah terbentuknya kerutan dan penuaan dini pada kulit, yang membuat kulit tampak kusam. Selain itu, vitamin C dan air yang terdapat di dalam terong membuat kulit terasa lebih lembut dan tampak lebih kenyal.6.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari terong bagi kesehatan anda adalah:•  Membantu proses pencernaan (serat)•  Mencegah sembelit dan membantu membersihkan saluran pencernaan (serat)•  Mencegah peningkatan tekanan darah dengan cara menghambat kerja angiotensin converting enzyme/ACE (fenol)•  Mencegah terbentuknya bekuan darah (vitamin K dan bioflavonoid) Beberapa orang dapat mengalami reaksi alergi terhadap terong, yang menyebabkan timbulnya nyeri kepala ringan dan nyeri perut. Hal ini dikarenakan reaksi hipersensitivitas terhadap beberapa komponen seperti histamin yang terdapat di dalam terong. Bila anda mengalami hal ini, maka batasi konsumsi terong anda.Sumber: foodtofitness
 25 Mar 2019    11:00 WIB
Pengertian Alergi Penisilin dan Cara Mengatasinya
Apa yang di maksud dengan alergi penisilin?  Alergi penisilin adalah  reaksi alergi yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda bereaksi berlebihan terhadap antibiotik penisilin.    Apa saja gejala alergi penisilin?  Reaksi alergi terhadap penisilin umum termasuk ruam, gatal-gatal, mata gatal, dan bengkak pada bibir, lidah, atau wajah.  Dalam kasus yang jarang terjadi, alergi terhadap penisilin dapat menyebabkan reaksi anafilaksis. Anafilaksis merupakan suatu  reaksi alergi berat yang terjadi tiba-tiba dan dapat menyebabkan kematian. Jenis reaksi biasanya terjadi dalam waktu satu jam setelah Anda mendapat penisilin. Gejala termasuk kesulitan bernapas, gatal-gatal, mengi, pusing, kehilangan kesadaran, nadi cepat atau lemah, kulit membiru, diare, mual, dan muntah.  Bagaimana Anda tahu bahwa Anda memiliki alergi terhadap penisilin? Reaksi alergi yang parah terhadap penisilin bisa berbahaya dan mengancam  jiwa. Anda mungkin lebih cenderung memiliki alergi jika Anda memiliki:  Tes kulit positif untuk alergi penisilin.  Timbul rasa gatal yang muncul secara cepat setelah Anda mendapatkan penisilin. Terjadi reaksi anafilaksis sebelumnya terhadap penisilin.  Jika hal tersebut terjadi pada Anda, Anda harus mengganti dengan antibiotik lain atau menjalani terapi desensitisasi. Terapi desensitisasi harus di bawah pengawasan dokter Anda, Anda mulai mendapatkan sejumlah kecil penisilin dan secara bertahap ditingkatkan. Hal ini memungkinkan membuat sistem kekebalan tubuh "terbiasa" akan obat tersebut, dan Anda mungkin tidak lagi mengalami reaksi alergi. Desensitisasi mungkin harus diulang jika Anda harus menggunakan antibiotik lagi di masa depan (desensitisasi tidak bertahan lama).  Apakah reaksi alergi terhadap penisilin adalah hal yang umum? Antibiotik Penisilin adalah penyebab paling umum dari alergi obat. Beberapa orang yang alergi terhadap penisilin juga alergi terhadap antibiotik yang terkait erat lainnya, termasuk golongan sefalosporin, seperti cephalexin, cefprozil, dan cefuroxime.  Anda bisa tanyakan hal ini kepada apoteker atau dokter tentang antibiotik tersebut. Banyak orang masih belum percaya  mereka memiliki reaksi alergi terhadap penisilin atau tidak. Untuk mengetahui hal ini lakukanlah Tes kulit.  Tes kulit adalah cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda memiliki alergi penisilin atau tidak.   Bagaimana cara mengatasi saat terjadi reaksi alergi penisilin? Jika Anda menggunakan penisilin dan kemudian mengalami gatal-gatal dan kesulitan bernapas  atau memiliki gejala lain dari anafilaksis. Segera hubungi pelayanan kegawatdaruratan untuk mendapatkan terapi. Untuk pengobatan keadaan darurat, orang-orang yang mengalami reaksi alergi penisilin akan diberikan epinefrin. Mungkin juga Anda akan diberikan antihistamin dan kortikosteroid yang dimasukkan langsung ke pembuluh darah (intravena). Jika Anda mengalami reaksi alergi ringan, Anda dapat diterapi gejala dengan antihistamin. Namun beberapi antihistamin mempunyai reaksi seperti mengantuk.  Namun bila seseorang sebelumnya pernah mengalami reaksi alergi yang serius  terhadap penisilin, Mungkin harus membawa dan mengetahui bagaimana cara menggunakan epinefrin.  Dan tanyakan hal ini kepada dokter Anda. Jika Anda tetap memerlukan antibiotik, dokter Anda akan memberikan antibiotik jenis lain untuk Anda.   Sumber: webmd
 11 Feb 2019    11:00 WIB
5 Kemungkinan Bahaya Dari Sedot Lemak
Sedot lemak atau liposuction merupakan salah satu jenis bedah kosmetik yang dapat dilakukan oleh setiap wanita di dunia untuk mengurangi lemak di dalam tubuhnya. Jika Anda salah satu yang berfikir untuk melakukan prosedur ini, berikut adalah 5 kemungkinan efek samping yang terjadi atau bisa dikatakan sebagai bahaya dari sedot lemak yang harus Anda waspadai. Kerusakan organ dalam Walaupun hal ini sangat jarang terjadi, kemungkinan komplikasi ini setelah melakukan operasi sedot lemak dapat berakibat fatal. Sedot lemak dapat dilakukan dengan memindahkan sel lemak dengan menggunakan tabung yang disebut the canulla. Jika tabung ini dimasukkan terlalu dalam, maka tabung ini dapat menyebabkan kerusakan organ dalam, terutama saat ingin mengeluarkan lemak di perut. Terbakar Prosedur sedot lemak dilakukan dengan menggunakan peralatan ultrasound, yang dapat menyebabkan kulit dan jaringan dalam  terbakar karena panas. Kerusakan keseimbangan cairan tubuh Seperti yang kita ketahui, lemak mengandung banyak cairan yang juga akan ikut keluar saat lemak dikeluarkan dari tubuh. Ketika melakukan sedot lemak, dokter bedah akan menginjeksikan cairan ke dalam tubuh. Tindakan-tindakan tersebut dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan yang bersifat sementara, tetapi ketidakseimbangan ini dapat mempengaruhi organ didalam tubuh, seperti jantung dan paru-paru. Jaringan parut Salah satu bahaya dari sedot lemak adalah dapat menyebabkan jaringan parut permanen atau menyebabkan kulit kasar dan bergelombang jika terjadi pemindahan lemak yang tidak teratur oleh dokter bedah. Komplikasi ini juga dapat meninggalkan kulit yang mengendur yang memerlukan terapi lebih lanjut. Alergi dan infeksi Seperti tindakan bedah lainnya, sedot lemak juga dapat menimbulkan komplikasi sendiri. Alergi dan infeksi merupakan komplikasi paling berbahaya dari sedot lemak ketika dokter bedah menusukkan dan memasukkan tabung ke dalam jaringan tubuh yang lebih dalam. Tindakan ini sebenarnya memerlukan beberapa tusukan dan pengobatan lain untuk menjaga tubuh tetap stabil dan bebas nyeri.   Baca juga : Membakar Lemak dengan Lemak Sumber: magforwomen
 14 Nov 2018    16:00 WIB
Jangan sampai salah! Ketahui Gejala Alergi Lebih Dalam
Apa itu Alergi ? Itulah yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh kita bereaksi terhadap sesuatu yang biasanya tidak berbahaya. Pemicu-pemicu itu, oleh para dokter disebut "alergen," bisa berupa serbuk sari, jamur, dan bulu binatang, makanan tertentu, atau hal-hal yang mengiritasi kulit kita. Alergi adalah hal yang sangat umum. Siapapun bisa mengalami alergi, Siapa pun bisa mendapatkannya, di usia berapa pun. Kita dapat mengalaminya ketika masih anak-anak, atau kita mungkin tidak memiliki gejala apa pun sampai kita dewasa. Mengapa beberapa orang sensitif terhadap pemicu tertentu, sementara kebanyakan tidak. Perbedaan utamanya ada pada gen kita. Alergi terjadi dalam keluarga. Jika orang tua kita memiliki riwayat alergi, kita mungkin juga akan mengalami alergi. Sekalipun tidak ada orang tua yang alergi, masih ada kemungkinan kecil kita akan mendapatkannya. Apa Yang Terjadi Selama Reaksi Alergi? Ini dimulai ketika kita bersentuhan dengan pemicu yang kita hirup, telan, atau kena kulit kita. Lingkungan di sekitar kita juga berperan. Kita memiliki kecenderungan dan terkena Alergen yaitu jenis antigen yang menghasilkan respons imun yang luar biasa kuat di mana sistem kekebalan tubuh melawan ancaman yang dirasakan yang tidak berbahaya bagi tubuh. Reaksi inilah yang disebut alergi. Jadi semakin sering mengalami pemicunya, Alergen ini akan bereaksi, maka semakin besar kemungkinan kita akan alergi. Hal-hal lain yang dapat menyebabkan alergi termasuk merokok, polusi, infeksi, obat dan hormon. Sekarang mari kita bahas gejala-gejala alergi. Gejala kita tergantung pada bagaimana kita terpapar - melalui udara, kulit, makanan, atau melalui sengatan serangga. Dan reaksi alergi tiap orang tidak selalu sama, tergantung pada daya tahan tubuh (kondisi) tubuh seseorang saat itu. Tetapi Gejala umum pada dasarnya meliputi: Mata gatal dan berair, bersin, hidung gatal dan berair, kulit gatal-gatal dan menimbulkan bercak  (ruam) bahkan merasa lelah atau sakit. Contohnya: Alergi lewat apa yang dihirup, misalnya debu ,tubuh bisa mendapatkan ruam atau gatal-gatal pada kulit juga mengalami bersin-bersin. Tetapi orang lain dapat memiliki reaksi buruk sehingga mereka kesulitan bernafas dan membutuhkan bantuan medis segera. Gejala umum alergi pada kulit, timbulnya ruam dengan bercak merah dan gatal-gatal. Gejala Alergi makanan juga bisa menyebabkan kram perut, muntah, dan diare. Kita dapat melakukan diet eliminasi, yaitu dengan memperhatikan makanan yang kita makan, jika itu menimbulkan reaksi alergi pada tubuh kita, maka jangan dikonsumsi Gejala alergi dari gigitan serangga, mengalami pembengkakan, kemerahan, dan rasa sakit saat menyengat kita. Gejalanya bisa berkisar dari ringan hingga berat. Kebanyakan hilang segera setelah eksposur berhenti. Ada juga gejala alergi yang paling parah yang disebut Anafilaksis. Anafilaksis adalah suatu reaksi alergi berat yang terjadi secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan kematian. Hal ini mempengaruhi seluruh tubuh kita. Gejalanya hampir sama dengan gejala umum pada alergi tetapi lebih ekstrim. Seperti gatal-gatal di tubuh dengan ruam dan bercak merah, dyspnea (sesak), bengkak di tenggorokan, kesemutan di tangan, kaki, bibir, atau kulit kepala, muntah, kepala terasa ringan, dan tekanan darah rendah. Penyebab yang umum dari reaksi ini adalah gigitan serangga, makanan, dan obat. Penyebab lainnya dapat berupa paparan lateks (getah). Gejala-gejala ini akan timbul dalam hitungan menit hingga jam. Jadi harus segera melakukan perawatan medis. Anafilaksis mengancam jiwa (berujung kematian). Ketika seseorang mengalami Anafilaksis, berikan suntikan epinefrin, gunakan dan ulangi setelah 5 hingga 15 menit jika gejala Anda belum membaik, bisa juga melalui pemasangan infus.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: www.webmd.com
 10 Jun 2018    18:00 WIB
8 Tips Mengatasi Batuk di Malam Hari
Batuk di malam hari dapat mengganggu tidur Anda. Jadi bagaimana cara menenangkan batuk dan tenggorokan gatal yang mengganggu tidur Anda? berikut adalah berbagai cara menenangkan rasa gatal di tenggorokan Anda.    •    Minum teh herbal dengan maduMulailah kebiasaan mengkonsumsi secangkir teh non-kafein sebelum pergi tidur. Semua jenis minuman hangat dapat memecah dahak di saluran nafas Anda.    •    Tidur dengan posisi kepala lebih tinggiKetika batuk terjadi di malam hari, maka gravitasi adalah musuh Anda. Semua dahak dan post nasal drip masuk kembali ke dalam saluran nafas Anda dan membuat tenggorokan Anda terganggu saat Anda tertidur. Cobalah melawan gravitasi dengan menambahkan  bantal ketika Anda tidur.    •    Gunakan uapUdara yang kering dapat membuat batuk Anda semakin memburuk. Anda mungkin dapat melegakan sedikit pernafasan Anda saat mandi sebelum tidur atau hanya duduk di kamar mandi yang beruap. Peringatan untuk Anda yang menderita asma, uap air dapat memperburuk batuk Anda .    •    Perhatikan kelembaban lingkunganHumidifier dapat membantu melegakan batuk saat udara terasa kering. Tetapi jika ruangan Anda terlalu lembab juga dapat membuat batuk Anda semakin hebat. Debu dan tungau yang merupakan pemicu alergi dapat terperangkap di udara yang lembab. Anda harus menjaga kelembaban udara berkisar antara 40%-50%. Untuk mengukur tingkat kelembaban udara Anda bisa gunakan alat bernama hygrometer yang tidak terlalu mahal.    •    Persiapkan segala sesuatu di samping tempat tidur AndaUntuk berjaga-jaga jika batuk menyerang Anda di malam hari, maka Anda harus menyiapkan segala sesuatu yang bisa menolong meredakan batuk di samping tempat tidur, misalnya saja air putih, obat batuk dan segala sesuatu yang bisa membantu. Semakin cepat Anda bisa mengatasi batuk, semakin lama waktu yang bisa Anda pakai untuk beristirahat.    •    Menjaga tempat tidur tetap bersihJika Anda batuk dan memiliki kecenderungan alergi, fokuslah pada kebersihan tempat tidur Anda. debu dan tungau yang mungkin ada di kasur dapat memicu munculnya alergi, segera singkirkan hal tersebut supaya batuk Anda berhenti dengan cepat    •    Pertimbangkan obat-obatanObat anti batuk dapat membantu Anda menghilangkan batuk dengan dua cara. Obat batuk jenis ekspektoran dapat membantu menghilangkan dahak dan obat batuk jenis penekan refleks batuk. Tanyakan kepada dokter atau farmasi Anda jenis obat apa yang baik untuk Anda.    •    Temui dokter AndaJika Anda mengalami batuk di malam hari lebih dari 7 hari, maka ini waktunya untuk Anda berkonsultasi dengan dokter. Juga jangan lupa mengambil waktu untuk beristirahat. Dokter Anda akan membantu menemukan penyebab dari batuk Anda dan bagaimana penanganan yang paling tepat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Baca juga: Atasi dengan obat batuk ini. Sumber: webmd
 05 Jun 2018    11:00 WIB
Stress Ternyata Memperburuk Gejala Alergi
Stress ternyata dapat memicu munculnya gejala alergi pada orang-orang. Hal ini merupakan hasil penelitian terbaru yang diterbitkan di Annals of Allergy, Asthma & Immunology. Penelitian diikuti oleh 179 orang dengan alergi serbuk selama 12 minggu dan menemukan sebanyak 39% dari mereka memiliki gejala yang lebih buruk dari yang lain. Pasien tersebut memiliki tingkat stress yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengalami gejala alergi selama periode waktu penelitian.64% dari partisipan dengan tingkat stress lebih tinggi mengalami gejala alergi selama 14 hari periode penelitian. Memang tidak ada hubungan signifikan antara stress dan beratnya gejala alergi di hari yang sama, tetapi jumlah orang yang mengalami alergi diikuti stress semakin banyak setiap harinya. Stress dapat menyebabkan beberapa pengaruh negatif terhadap tubuh, termasuk gejala alergi. Para peneliti juga menyebutkan jika beratnya gejala alergi yang terjadi dapat membawa mood yang negatif yang akan memperburuk gejala yang terjadi. Gejala seperti bersin, hidung berair dan mata berair dapat terjadi karena stress dan juga dapat menjadi akar penyebab stress. Sementara menurunkan kadar stress memang tidak mengobati alergi, tetapi dapat mempercepat proses pemulihan alergi. Cara mengurangi dan menurunkan stress termasuk meditasi dan mengambil nafas dalam-dalam, meluangkan waktu untuk bersenang-senang dan relaksasi. Makan dengan benar, tidur cukup dan menjaga kesehatan dengan baik akan membantu Anda mengurangi tingkat stress.Sumber: webmd
 09 Mar 2018    12:30 WIB
5 Tanda Bahwa Anda Mungkin Menderita Sklerosis Multipel
Sklerosis multipel merupakan penyakit peradangan kronik dari sistem saraf pusat (otak dan saraf tulang belakang). Gangguan kesehatan ini terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang lapisan lemak yang sebenarnya berfungsi untuk melindungi serat saraf di dalam otak dan saraf tulang belakang. Semua orang sebenarnya dapat menderita sklerosis multipel, akan tetapi wanita memiliki resiko 2 kali lebih tinggi dibandingkan pria. Penyakit ini biasanya juga terjadi pada orang yang berusia antara 15-60 tahun. Resiko Anda untuk menderita sklerosis multipel akan meningkat bila Anda memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama atau gangguan autoimun lainnya. Selain itu, pernah menderita mononukleosis dan merokok juga dapat meningkatkan resiko terjadinya sklerosis multipel. Pada tahap awal, gejala biasanya hilang timbul, di mana Anda dapat mengalami gejala pada suatu waktu, kemudian tidak mengalami gejala apapun selama beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun. Untuk memastikan Anda mendeteksi gangguan ini sedini mungkin, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gejala sklerosis multipel yang sering ditemukan.   Badan Terasa Lemah dan Sangat Lelah Sekitar 80% penderita yang berada pada stadium awal sklerosis multipel akan mengalami kelemahan otot tanpa penyebab yang jelas, yang biasanya bermula pada kaki. Penderita juga akan mengalami kesemutan atau mati rasa, dan rasa lelah kronik. Rasa lelah ini biasanya terjadi secara mendadak dan dapat berlangsung selama beberapa minggu sebelum akhirnya membaik.   Gangguan Penglihatan Jika penglihatan Anda tampaknya semakin memburuk, maka hal ini mungkin merupakan salah satu gejala sklerosis multipel. Hal ini dikarenakan sklerosis multipel dapat menyebabkan peradangan saraf optik di dalam mata. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila mengalami hal ini.   Nyeri dan Kram Otot Penderita sklerosis multipel seringkali mengalami nyeri kaki, kaku otot, atau kram otot yang berlangsung terus-menerus. Wanita yang menderita sklerosis multipel biasanya lebih sering mengalami gejala ini daripada penderita pria.   Gangguan Kandung Kemih Apakah Anda selalu merasa ingin buang air kecil atau bahkan tidak dapat menahan keinginan BAK hingga sampai di toilet? Bila ya, maka Anda mungkin mengalami salah satu gejala sklerosis multipel. Sering BAK, keinginan mendesak untuk BAK, atau tidak dapat menahan keinginan untuk BAK merupakan salah satu gejala sklerosis multipel. Kadangkala penderita juga dapat mengalami disfungsi seksual.   Baca juga: Makanan Ternyata Dapat Membantu Mengatasi Gejala Sklerosis Multipel   Gangguan Daya Ingat Karena sklerosis multipel mengenai sistem saraf, maka gangguan berpikir merupakan gejala yang juga cukup sering ditemukan. Penderita mungkin akan mengalami gangguan berbahasa atau gangguan daya ingat, sulit mengatur sesuatu, dan sulit berkonsentrasi dalam waktu lama. Sekitar 5-10% penderita sklerosis multipel akan mengalami gangguan kognitif yang cukup signifikan hingga mengganggu aktivitas sehari-harinya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.     Sumber: womenshealthmag
 03 Jan 2018    08:00 WIB
Hidup Terlalu Bersih Ternyata Buruk Loh Bagi Kesehatan, Berikut Ini Alasannya…
Apakah Anda adalah orang yang sangat mementingkan kesehatan dan sering mandi karenanya? Bila ya, maka Anda mungkin justru membahayakan kesehatan Anda sendiri. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Universiy of Utah, para ahli menemukan bahwa terlalu sering mandi justru dapat merusak keseimbangan mikroorganisme yang hidup di dalam dan pada tubuh manusia, yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi kesehatan sistem kekebalan tubuh, saluran pencernaan, dan bahkan jantung Anda.   Baca juga: Apakah Orang Dewasa Perlu Imunisasi?   Para ahli menemukan bahwa beberapa hari tidak mandi memang akan membuat tubuh Anda sangat berminyak dan sangat bau. Akan tetapi, setelah tubuh Anda beradaptasi dengan "lingkungan" barunya, tubuh Anda pun akan berhenti berbau tidak sedap. Tentu saja Anda tidak akan menjadi wangi seperti selesai mandi, akan tetapi Anda pun tidak akan mengalami bau badan. Namun, bukan berarti Anda boleh berhari-hari tidak mandi. Intinya adalah Anda tetap harus menjaga kebersihan diri, tetapi jangan terlalu berlebihan karena hal ini justru dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan tubuh Anda. Mandilah 2 kali sehari (3 kali bila memang sangat sangat diperlukan) untuk menjaga tubuh Anda tetap bersih tetapi tidak mengganggu keseimbangan mikroorganisme pada tubuh Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: indiatimes