Your browser does not support JavaScript!
 31 Oct 2019    16:00 WIB
7 Hal yang Perlu Anda Ketahui Seputar IUD (Spiral)
IUD (intra uterine device) atau lebih banyak dikenal dengan nama Spiral merupakan salah satu jenis alat kontrasepsi yang sangat efektif dalam mencegah kehamilan. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai IUD.   Aman Walaupun memang benar IUD pertama yang dibuat dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi seperti gangguan kesuburan dan infeksi panggul, akan tetapi sekarang ini, IUD jenis tersebut tidak dijual lagi.    Terdapat Beberapa Jenis IUD Terdapat beberapa jenis IUD, tergantung dari apa kandungannya dan seberapa besar ukurannya. IUD yang banyak digunakan di Indonesia merupakan IUD berbahan tembaga yang tidak mengandung hormon, yang dapat mencegah terjadinya kehamilan hingga 10 tahun. Sementara itu, juga terdapat beberapa jenis IUD yang mengandung hormon yang dapat mencegah kehamilan selama 3-5 tahun, tergantung berapa dosis hormon progesteron yang terdapat di dalamnya.    Pemasangan Mungkin Terasa Sedikit Nyeri Walaupun pemasangan IUD dapat dilakukan dengan cukup cepat, akan tetapi tetap saja merupakan suatu tindakan pemasangan yang dapat menimbulkan sedikit rasa nyeri. Beberapa wanita mungkin dapat mengalami kram perut saat mereka mengalami menstruasi.    Seperti Halnya Pil KB, Penggunaan IUD Pun Dapat Dihentikan Kapan Saja IUD hanya akan efektif mencegah terjadinya kehamilan selama berada di dalam rahim Anda. Saat Anda tidak lagi menggunakan IUD, maka siklus menstruasi Anda pun akan kembali normal dan Anda dapat kembali hamil lagi dalam waktu 1 bulan bila menggunakan IUD yang tidak mengandung hormon, dan sekitar 3 bulan bila Anda menggunakan IUD yang mengandung hormon.   Pasangan Anda Tidak Akan Terganggu Saat Berhubungan Seksual Bagian bawah IUD dipasangi oleh suatu benang yang memiliki konsistensi seperti benang pancing. Benang ini akan memanjang hingga ke serviks (leher rahim) dan vagina, yang akan memudahkan proses pencabutan IUD nantinya. Saat benang ini terkena suhu panas, yaitu suhu tubuh, maka benang ini akan menjadi sangat lembut dan menempel di dekat serviks sehingga pasangan Anda pun tidak akan merasakan adanya suatu benda yang mengganggu saat penetrasi. Akan tetapi, jika pasangan Anda merasa terganggu akan adanya benang IUD ini, maka Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai pilihan alat kontrasepsi lainnya.   IUD Dapat Mempengaruhi Siklus Menstruasi Anda Bagi para wanita yang mengalami nyeri perut hebat saat menstruasi, maka penggunaan IUD yang mengandung hormon dapat sangat membantu. Adanya hormon walaupun dengan dosis yang rendah dapat membuat menstruasi berlangsung lebih singkat dan tidak terlalu nyeri. Pada beberapa orang wanita, siklus menstruasi bahkan dapat terhenti sepenuhnya.  IUD non hormonal biasanya berpotensi untuk menyebabkan terjadinya perdarahan hebat dan nyeri perut yang lebih berat saat menstruasi. IUD jenis ini dapat menjadi pilihan bila Anda ingin menghindari penggunaan alat kontrasepsi yang mengandung hormon.   IUD Sangat Efektif Mencegah Kehamilan IUD memiliki angka efektivitas hingga sebesar 99%. Selain itu, IUD juga lebih praktis dibandingkan dengan pil KB yang harus dikonsumsi setiap harinya untuk mencegah terjadinya kehamilan.       Sumber: womenshealthmag
 03 Jul 2018    11:00 WIB
Berbagai Metode Mencegah Kehamilan
Jaman dulu orang berpendapat "banyak anak, banyak rejeki." Namun, di jaman ini seringkali orang berpikir untuk membatasi jumlah anak mereka karena mungkin sisi ekonomi atau alasan lainnya. Pemerintah sendiri ada suatu program yang disebut dengan Keluarga Berencana dengan slogan "Dua anak cukup." Apapun itu yang menjadi pertimbangan untuk mencegah kehamilan, berikut adalah beberapa metode yang ada 1.         Cara alami Ini adalah cara tradisional yang tidak membutuhkan obat atau alat tertentu untuk mencegah kehamilan. Pertama adalah pantang melakukan atau menghindari hubungan seksual. Kedua adalah dengan senggama putus atau disebut juga coitus interruptus yaitu suatu metode dengan cara menarik penis dari vagina sebelum mengalami ejakulasi. Teori atau tujuannya adalah agar sperma tidak masuk atau tersimpan ke dalam vagina yang bisa mengakibatkan kehamilan. Cara senggama putus ini memerlukan pengendalian diri sehingga ketika menarik penis dari vagina pada waktu yang tepat. Namun juga perlu dipahami bahwa cara ini tidak sepenuhnya efektif karena tergantung pengendalian dan waktu yang tepat tadi. Menurut the United States Health and Human Services (HHS) Office for Population Affairs, dari 100 wanita yang menggunakan metode ini, 20 diantaranya hamil. Sedangkan penelitian lainnya dari 100 perempuan, 28 diantaranya hamil. Jadi tingkat keberhasilannya sekitar 80%. Namun, ada pasangan yang berpendapat bahwa metode ini mengganggu kesenangan seksual karena harus ejakulasi di luar yang menuntut untuk mengendalikan diri. 2.         Menggunakan alat bantu Kondom Alat bantu yang umum dipakai adalah kondom yang terbuat dari latek. Kondom bukan saja mencegah sperma masuk ke dalam vagina, namun juga mencegah penularan penyakit yang disebabkan dari hubungan seksual. Saat ini ada kondom untuk pria dan juga kondom untuk wanita. Untuk kondom pria tingkat efektifitas mencegah kehamilan 82% sedangkan kondom wanita 79%. Diafragma Alat lainnya disebut dengan diafragma yaitu karet yang berbentuk kubah yang dimasukan ke dalam vagina dan bersifat elastis. Tingkat keefektifan dalam mencegah kehamilan sekitar 88% jika digunakan dengan spermisida dan sekitar 77% - 83% jika digunakan tanpa spermisida. Cervical Cap Cervical cap atau tutup serviks ini memiliki bentuk seperti tudung saji yang terbuat dari karet latek. Alat ini diletakan di atas serviks atau dinding Rahim dengan tujuan untuk menghalabi sperma masuk. Tingkat keefetifannya 77%-83% dan jika digunakan dengan spermisida sekitar 88%.   3.         Suntikan Suntikan ini perlu dilakukan setiap 3 bulan sekali. Tujuan dari suntikan ini adalah menghentikan wanita untuk melepaskan sel telurnya agar tidak terjadi kehamilan. Tingkat keefektifannya sekitar 94%   4.         Pil kontrasepsi Pil ini harus dikonsumsi setiap hari. Pil ini merupakan kombinasi dari dua hormone yaitu estrogen dan progestin yang berfungsi untuk menghentikan ovulasi dan juga membuat dinding rahim lebih tipis. Tingkat keefektifannya antara 91%-95%.   Ini adalah sebagian dari metode mencegah kehamilan. Masih ada cara-cara lainnya seperti implant maupun vasektomi. Selain itu juga masih ada alat bantu lainnya baik yang sifatnya hormonal maupun non-hormonal. Sebab itu jika sobat sehat ingin mengenal lebih jauh dan mana yang lebih sesuai, ada baiknya sobat sehat bisa konsultasi ke dokter yang bersangkutan.
 29 Jun 2016    11:00 WIB
Sudah Tersediakah Alat Kontrasepsi Bagi Pria?
Dalam beberapa tahun belakangan, telah banyak pemberitaan mengenai kemungkinan adanya alat kontrasepsi bagi pria. Pada bulan April 2013, sebuah penelitian menemukan beberapa pilihan alat kontrasepsi bagi pria, termasuk pil KB yang akan melepaskan sejumlah hormon sintetik untuk menghentikan produksi sperma dan vaksin non hormonal yang akan membuat tubuh seorang pria menghasilkan suatu antibodi yang dapat menghentikan produksi sperma.  Pada sebuah penelitian lainnya di bulan Desember 2013, para peneliti menemukan bahwa menghambat transportasi sperma dan bukannya menghentikan produksi sperma secara menyeluruh telah dapat mencegah terjadinya kehamilan, yang mungkin akan menjadi dasar dari pembuatan alat kontrasepsi bagi pria. Sebuah perusahaan non profit di Amerika yang bergerak di bidang kesehatan, Persemus Foundation, menyatakan bahwa mereka mungkin akan segera memasarkan Vasalgel, sebuah alat kontrasepsi bagi pria yang bekerja dengan menghambat transportasi sperma, di tahun 2017. Vasalgel bukanlah suatu pil hormonal atau pil KB seperti yang biasa dikonsumsi oleh para wanita. Vasalgel memiliki cara kerja yang hampir sama dengan vasektomi, yaitu dengan cara menyuntikkan sebuah polimer hidrogel ke dalam vas deferens (suatu saluran yang harus dilewati oleh sperma sebelum dapat keluar saat ejakulasi) seorang pria, untuk menghambat transportasi sperma secara menyeluruh.  Perbedaan vasalgel dengan vasektomi adalah prosedur ini tidak membuat seorang pria tidak lagi dapat memiliki anak seumur hidupnya seperti halnya vasektomi. Vasalgel telah terbukti bersifat reversible saat dilakukan pada hewan percobaan. Akan tetapi, para peneliti masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, yaitu percobaan pada manusia untuk memastikan keefektivan produk ini pada manusia. Para peneliti berencana akan melakukan percobaan pada manusia di tahun 2015 atau 2016.       Sumber: womenshealthmag
 28 Nov 2015    12:00 WIB
Siapa yang Harus Melakukan Kontrasepsi Permanen?
Hampir setiap orang yang telah menikah menginginkan sebuah keluarga dengan kehadiran anak-anak, walaupun terdapat beberapa orang yang juga memutuskan untuk tidak memiliki anak dalam pernikahannya. Satu pertanyaan yang seringkali diajukan adalah berapa anak yang anda inginkan? Apakah satu sudah cukup atau anda ingin lebih? Bila anda tidak ingin mempunyai anak lagi, apa yang harus dilakukan dan apa yang dapat dilakukan? Sekarang ini, dengan kemajuan ilmu kedokteran, telah terdapat beberapa pilihan kontrasepsi yang dapat dilakukan baik oleh pria maupun wanita. Akan tetapi, siapakah yang harus melakukannya? Pertanyaan ini seringkali menjadi perdebatan di antara pasangan yang telah menikah.   Pria atau Wanita? Bagi wanita, anda dapat memilih antara pil KB, KB suntik, KB implan, spiral, atau ligasi tuba. Ligasi tuba merupakan suatu kontrasepsi mantap, di mana anda tidak dapat hamil kembali setelah melakukannya. Pada ligasi tuba, dokter akan menutup saluran telur sehingga sel telur dan sperma tidak dapat bertemu. Berkonsultasilah dengan pasangan dan dokter anda mengenai kontrasepsi mana yang akan anda pilih. Bagi pria, anda dapat memilih antara penggunaan kondom atau vasektomi. Vasektomi merupakan suatu kontrasepsi mantap. Pada vasektomi, dokter akan menutup saluran yang menghubungkan tempat penghasil sperma (buah zakar) dengan lubang penis sehingga sperma tidak ikut keluar bersamaan dengan cairan mani saat berhubungan seksual sehingga pasangan anda tidak dapat hamil. Pria biasanya lebih sulit mengambil keputusan untuk melakukan tindakan vasektomi dibandingkan dengan keputusan wanita untuk melakukan ligasi tuba. Sebelum anda melakukan tindakan kontrasepsi apapun, terutama kontrasepsi mantap atau permanen, sebaiknya anda berdiskusi terlebih dahulu dengan pasangan anda mengenai beberapa hal di bawah ini agar tidak menyebabkan masalah dan perdebatan di kemudian hari. Berkonsultasilah juga dengan dokter anda mengenai pilihan kontrasepsi dan berbagai resiko serta manfaatnya masing-masing.   1.      Apakah Kami Ingin Punya Anak Lagi? Jika anda merasakan keraguan apakah anda ingin memiliki anak lagi di kemudian hari, maka jangan lakukan kontrasepsi permanen. Anda dapat memilih menggunakan pil KB atau kondom di mana anda dapat kembali hamil begitu anda menghentikan penggunaannya.   2.      Apa Resiko Tindakan Ligasi Tuba Maupun Vasektomi? Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita memiliki resiko mengalami komplikasi yang lebih tinggi saat melakukan tindakan ligasi tuba daripada saat pria melakukan tindakan vasektomi. Selain itu, lama penyembuhan tindakan vasektomi pun lebih cepat daripada tindakan ligasi tuba. Efek samping yang sering timbul setelah tindakan vasektomi adalah memar, infeksi, dan peradangan pada epididimis (suatu tempat penyimpanan sperma di dekat buah zakar).   3.      Kapan Efek Kontrasepsi Terlihat? Jika anda ingin memperoleh efek secepatnya, maka pilihlah ligasi tuba. Setelah melakukan tindakan vasektomi, seorang pria masih dapat menghamili seorang wanita selama beberapa bulan hingga seluruh sperma yang terdapat di dalam saluran telah dikeluarkan. Oleh karena itu, jangan berhubungan seksual dengan pasangan anda hingga anda telah melakukan pemeriksaan cairan mani dan dinyatakan bahwa cairan mani anda tidak lagi mengandung sperma.   4.      Bagaimana Hubungan Anda dan Pasangan? Seorang ahli menyarankan agar anda tidak melakukan tindakan kontrasepsi permanen seperti ligasi tuba atau vasektomi bila hubungan anda dan pasangan tidak stabil. Hal ini dapat membuat anda dan pasangan merasa tertekan, dan bahkan akhirnya berpisah.   5.      Apa Harapan dan Ketakutan Anda? Beritahukanlah pada pasangan anda apa harapan dan ketakutan anda setelah melakukan tindakan kontrasepsi permanen ini. Hal ini dapat membuat anda dan pasangan saling mengetahui apa yang diharapkan dan ditakutkan oleh diri anda masing-masing.   6.      Apakah Saya Ingin Melakukannya? Satu hal penting yang perlu anda tanyakan pada diri anda adalah apakah anda melakukan tindakan kontrasepsi permanen ini karena anda benar-benar menginginkannya dan bukan karena pasangan anda mendesak anda untuk melakukannya.   Sumber: webmd    
 05 May 2015    16:00 WIB
Berbagai Jenis Alat Kontrasepsi Aneh di Zaman Dahulu
Pada zaman modern sekarang ini, mencegah terjadinya kehamilan merupakan sesuatu hal yang mudah dengan tersedianya berbagai jenis alat kontrasepsi yang mudah dan nyaman digunakan, seperti kondom atau pil KB. Akan tetapi, tahukah Anda bagaimana orang-orang di zaman dahulu mencegah terjadinya kehamilan? Mereka ternyata juga memiliki berbagai jenis alat kontasepsi, tetapi dengan cara yang jauh lebih sulit dan lebih ekstrim daripada yang ada sekarang ini seperti yang akan dibahas di bawah ini. Mohon JANGAN DITIRU karena sangat berbahaya.   Baca juga: Berbagai Jenis Alat Kontrasepsi Modern   ZAMAN MESIR KUNO Orang Mesir kuno menggunakan dua metode untuk mencegah kehamilan. Cara pertama adalah menggunakan kotoran buaya yang dikeringkan. Cara kedua adalah dengan menggunakan campuran getah karet akasia, kurma, serat, dan madu. Mereka memasukkan hal-hal tersebut ke dalam vagina. Sementara itu, para pria pun harus rela bergelut dengan kotoran sapi atau kuda untuk mencegah kehamilan. Mereka menggunakan kotoran tersebut sebagai cara untuk mematikan sperma. Namun, jika ternyata menggunakan kotoran hewan gagal mencegah terjadinya kehamilan, maka masyarakat Mesir kuno akan menggunakan racun untuk menggugurkan kandungan.   ZAMAN YUNANI KUNO Pada zaman Yunani kuno, melakukan seks anal (memasukkan penis ke dalam dubur atau anus wanita) dianggap sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya kehamilan. Selain itu orang Yunani kuno juga memasukkan testis (buah zakar) kucing ke dalam vagina mereka untuk mencegah terjadinya kehamilan.   EROPA MEDIEVAL Orang Eropa kuno memiliki cara sendiri untuk mencegah terjadinya kehamilan. Caranya adalah dengan memasukkan spons yang sudah dicelupkan pada lemon ke dalam vagina mereka. Selain itu, wanita pada masa Medieval juga meminum air kencing domba dan darah kelinci untuk mencegah terjadinya kehamilan. Tetapi, beberapa ratus tahun kemudian dipakailah semacam kondom yang dibuat dari usus babi.   PERSIA Wanita Persia di abad ke-11 memasukkan tar atau kotoran gajah ke dalam vagina mereka setelah berhubungan seksual. Ini dipercaya mampu mencegah terjadinya kehamilan.   JEPANG Dari abad ke-12 hingga ke-14, pria Jepang menggunakan kondom yang terbuat dari tempurung kura-kura atau tanduk.   ROMAWI Pria bangsa Romawi membuat kondom mereka dari kandung kemih kambing. Mereka menggunakan kondom tersebut sebelum berhubungan seksual.   AMERIKA SERIKAT Pada tahun 1950 - 1960, banyak orang percaya meminum Coca-Cola akan membuat seorang wanita susah hamil. Jadi, itulah yang dilakukan para wanita di Amerika Serikat. Mereka meminum Coca-Cola untuk menghindari kehamilan. Mereka bahkan menggunakan soda untuk membilas vagina mereka setelah hubungan seks untuk menyingkirkan sperma.   Sumber: palinganeh
 15 Nov 2014    09:00 WIB
Memilih alat kontrasepsi
Anda masih mencari metode kontrasepsi yang sesuai ? Saat ini banyak sekali metode kontrasepsi, mulai dari kondom, pil, suntik, dan lain-lain. Dengan menemukan satu metode yang cocok dengan anda, akan membuat anda lebih berkomitmen dalam menggunakannya dan anda juga merasa lebih aman saat berhubungan. Kontrasepsi hormonal Untuk mendapatkan kontrasepsi hormonal, anda memerlukan resep dokter. Alat-alat ini bekerja mirip dengan cara hormon bekerja di dalam tubuh Anda untuk mencegah pelepasan sel telur sehingga tidak bisa dibuahi oleh sel sperma. Pilihan kontrasepsi hormonal ini meliputi pil KB, suntik KB, implant. Dengan penggunaan yang disiplin dan sesuai aturan, alat kontrasepsi hormonal terbukti efektif dan dapat mencegah kehamilan lebih dari 99%. Alat kontrasepsi hormonal tidak melindungi anda dari Penyakit Menulas Seksual (PMS). Sebelum menggunakan alat kontrasepsi ini Anda harus berkonsultasi dahulu dengan dokter untuk memilih alat kontasepsi yang paling sesuai dan bagaimana cara pemakaiannya. Kontrasepsi barrier Sesuai dengan namanya, lat kontrasepsi ini membuat suatu “penghalang” untuk mencegah sel sperma bertemu dengan sel telur. Anda dapat dengan mudah memperoleh alat kontrasepsi ini di apotik, tanpa menggunakan resep. Kondom untuk pria adalah salah satu cara yang efektif dan murah untuk mencegah kehamilan. Saat ini kondom lateks merupakan pilihan yang baik. Kondom dari lateks lebih efektif dalam mencegah penularan penyakit seksual (PMS) dibandingkan kondom yang terbuat dari karet alam. Dengan penggunaan yang benar, kondom dapat mencegah kehamilan 80%. Kondom wanita berbentuk tabug plastic yang sebagian akan dimasukkan ke dalam vagina anda, sehinnga menciptakan suatu penghalang cairan masuk ke dalam. Kondom wanita juga dapat membantu pencegahan penyakit menular seksual. Kondom wanita efektif sekitar 80% untuk mencegah kehamilan. Alat kontrasepsi lain yang bekerja dengan baik sebagai alat pencegah kehamilan, tetapi tidak melindungi Anda dari penyebaran penyakit menular seksual, misalnya spons yang diberikan zat spermisida. Zat spermatisida adalah suatu zat yang dapat membunuh sel sperma. Spons ini diletakkan didalam vagina. Anda juga dapat menggunakan zat spermatisida ini sendiri, tanpa menggunakan spon. Zat ini dapat berupa gel, krim dan busa. Spermatisida ini efektif sekitar 70%. Pilihan lain seperti diafragma (penutup serviks dan perisai serviks) hanya tersediadengan resepdokter. Diafragma merupakan karet atau silikon yang anda letakkan didalam vagina. Alat ini efektis sekitar 90% dalam mencegah kehamilan. IUD (IntraUterine Device) IUD adalah suatu perangkat kecil yang dokter atau perawat masukkan ke dalam Rahim Anda. Prosedur memasukkan IUD ini termasuk sederhana dan cepat, walaupun dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman. IUD dapat bekerja sebagai alat kontrasepsi dalam waktu yang cukup lama. IUD yang menggunakan hormon dapt bekerja dengan baik dalam waktu 5 tahun. IUD-T adalah IUD uang menggunakan tembaga sebagai spermatisida alami. IUD-T bekerja dengan baik selama 10 tahun. IUD tidak melindungi anda dari penularan penyakit seksual. IUD efektif 99% dalam mencegah kehamilan. Kontrasepsi darurat Tips untuk kontrasepsi yang efektif Agar alat kontrasepsi dapat bekerja dengan baik, anda harus menggunakannya secara benar.  Berikut adalah tips menggunakan alat kontrasepsi : - Selalu siap Jika anda aktif secara seksual, pastikan anda selalu mempunyai alat kontrasepsi. Pastikan juga ketersediaannya. - Periksa tanggal kadaluarsa Kondom alat kontrasepsi lainnya yang terbuat dari lateks atau plastik dapat rusak jika melewati masa kadaluarsa. Pil juga tidak akan dapat bekerja efektif jika sudah lewat masa kadaluarsa. - Simpan alat kontrasepsi anda secara benar Cahaya dan panas dapat merusak kondom dan menyebabakan perubahan bentuk dari alat kontrasepsi yang lain. - Ikuti petunjuknya Sumber : www.webmd.com