Your browser does not support JavaScript!
 18 Feb 2019    16:00 WIB
5 Cara Merawat Anak Dengan ADHD
1.      Beritahu Pada Anak Anda Hal penting yang perlu anda ketahui dan beritahu pada anak anda adalah bahwa ADHD bukanlah suatu penyakit dan bukanlah kesalahan anak anda. ADHD merupakan suatu gangguan otak yang menyebabkan seorang anak sulit bekonsentrasi dan sulit menyelesaikan suatu tugas. Dengan memberitahukan hal ini, maka anak anda mungkin lebih dapat menerima keadaannya dan tidak lagi mengeluh saat harus meminum obat setiap harinya.   2.      Jangan Biarkan Anak Menjadi Malas Walaupun anak dengan ADHD memang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengerjakan suatu tugas atau belajar, jangan jadikan hal ini sebagai alasan bagi anda maupun anak anda yang dapat membuatnya menjadi malas. Terus dorong anak anda untuk belajar bertanggung jawab mengenai hal-hal yang memang sudah menjadi kewajibannya.   3.      Buatlah Aturan dan Penghargaan Membuat suatu peraturan yang tegas dan memberikan pujian atau bahkan hadiah pada anak anda saat ia dapat menyelesaikan suatu tugas tertentu dapat membuatnya lebih bersemangat dan percaya diri. Jangan membuat peraturan yang terlalu ketat dan kaku yang dapat membuat anak anda menjadi tertekan dan stress. Hal ini justru dapat memperburuk keadaannya dan hal ini pun mungkin dapat mempengaruhi emosi anda.   4.      Tumbuhkan Rasa Percaya Diri Pada Anak Bantulah anak anda untuk lebih percaya diri. Caranya adalah dengan membantu mereka menyelesaikan tugasnya (bukan berarti anda yang mengerjakannya, anda hanya perlu mendampingi dan membantu di saat mereka kesulitan mengerjakan tugasnya) dan memberitahu mereka bahwa walaupun mereka sedikit berbeda dengan anak-anak lainnya bukan berarti mereka tidak dapat menjadi seseorang yang sukses.   5.      Jangan Terlalu Melindungi Anak Setiap orang tua pasti ingin selalu melindungi anaknya, baik saat anak anda masih kecil ataupun saat mereka telah dewasa. Akan tetapi, terlalu melindungi anak, terutama anak dengan ADHD dapat membuat mereka tidak dapat hidup mandiri dan terus bergantung pada anda. Bantulah anak anda untuk belajar lebih mandiri sehingga mereka dapat melakukan berbagai hal tanpa bantuan orang lain dan memecahkan masalah mereka sendiri. Anda hanya perlu memantau dan mendukung anak anda dari belakang layar. Baca juga: Hati-hati Aktivitas di Media Sosial Mampu Picu Perceraian Lho! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd    
 12 Dec 2018    08:00 WIB
ADHD (Pengobatan dan Mengatasi)
Perawatan untuk ADHD biasanya meliputi terapi perilaku, pengobatan, atau keduanya. Jenis terapi termasuk psikoterapi, atau terapi bicara. Dengan terapi bicara, kita atau anak kita akan membahas bagaimana ADHD mempengaruhi kehidupan kita dan cara-cara untuk membantu kita menanganinya. Jenis terapi lain adalah terapi perilaku. Terapi ini dapat membantu anak-anak atau orang dewasa penderita ADHD belajar bagaimana memantau dan mengelola perilaku mereka. Obat juga bisa sangat membantu untuk anak atau orang dewasa dengan ADHD. Obat untuk ADHD dirancang untuk mempengaruhi kinerja otak dengan cara yang memungkinkan kita mengontrol impuls dan tindakan kita dengan lebih baik. Dua jenis obat utama yang digunakan untuk mengobati ADHD adalah stimulan dan nonstimulan. Stimulasi sistem saraf pusat (CNS) adalah obat ADHD yang paling sering diresepkan. Obat-obatan ini bekerja dengan meningkatkan jumlah bahan kimia pada otak dopamin dan norepinefrin. Contoh obat ini termasuk methylphenidate (Ritalin) dan stimulan berbasis amphetamine (Adderall). Jika stimulan tidak bekerja dengan baik untuk kita atau anak kita, atau jika menyebabkan efek samping yang menyusahkan, dokter mungkin akan menyarankan obat non-stimulan. Obat-obatan nonstimulan tertentu bekerja dengan meningkatkan kadar norepinefrin di otak. Obat-obat ini termasuk atomoxetine (Strattera) dan antidepresan seperti nortriptyline (Pamelor). Dan sebagai catatan obat ADHD dapat memiliki banyak manfaat, serta efek samping. Obat alami untuk ADHD. Selain obat, beberapa solusi telah disarankan untuk membantu memperbaiki gejala ADHD. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan hal berikut: 1. Makan makanan yang sehat dan seimbang. 2. Usahakan setidaknya 60 menit aktivitas fisik per hari. 3. Usahakan waktu tidur yang cukup. 4. Batasi waktu layar harian dari ponsel, komputer, dan TV. Penelitian juga menunjukkan bahwa yoga, tai chi, dan menghabiskan waktu di luar dapat membantu menenangkan pikiran yang terlalu aktif dan dapat meredakan gejala ADHD. Meditasi mindfulness juga merupakan suatu pilihan. Penelitian pada orang dewasa dan remaja telah menunjukkan meditasi untuk memiliki efek positif pada proses perhatian dan pemikiran, serta pada kecemasan dan depresi. Menghindari alergi dan bahan tambahan makanan tertentu juga merupakan cara potensial untuk membantu mengurangi gejala ADHD.   Apakah ADHD termasuk cacat? Sekalipun ADHD adalah gangguan mental, itu tidak dianggap sebagai cacat mental, walaupun gejala ADHD dapat mempersulit kemampuan kita dalam belajar. Meskipun secara teknis tidak dianggap cacat mental. ADHD dapat memiliki efek seumur hidup.   Kiat untuk mengatasi ADHD. Untuk orang dewasa, menggunakan daftar, menyimpan kalender, dan mengatur pengingat adalah cara yang baik untuk membantu Anda tetap hidup teratur. Untuk anak-anak, akan sangat membantu untuk fokus pada menulis tugas rumah dan merapihkan barang sehari-hari, seperti mainan dan tas punggung, di tempat yang ditentukan. Mempelajari tentang ADHD lebih dalam dapat membantu dan menemukan solusi yang tepat bagi kita untuk mengatasinya. Mencari tempat organisasi/ perkumpulan pelayanan Anak-anak dan Orang Dewasa dengan ADHD juga sangat membantu.  Menemui Terapis kesehatan mental/ Dokter juga sangat membantu. Untuk anak-anak dan orang dewasa, ADHD yang tidak diobati dapat berdampak serius pada hidup kita. Itu bisa mempengaruhi sekolah, pekerjaan, dan hubungan kita dengan siapapun. Jadi perawatan ADHD sangat penting untuk mengurangi efek dari orang dengan kondisi ADHD. Tetapi tetap penting untuk diingat bahwa tidak semua orang dengan ADHD hidupnya tidak terorganisir, banyak orang dengan ADHD menikmati kehidupan yang memuaskan dan sukses. Beberapa bahkan bersyukur dan merasa bermanfaat dengan keadaan ADHD nya. Jadi bagi yang mengalami ADHD tetap semangat yah. Baca juga : ADHD (Gejala, Jenis, Penyebab dan Diagnosis) Sumber : www.healthline.com
 11 Dec 2018    08:00 WIB
ADHD (Gejala, Jenis, Penyebab dan Diagnosis)
Hai, sahabat ! Pernah dengar tidak apa itu ADHD? ADHD (Attention deficit hyperactivity disorder) adalah gangguan kesehatan mental yang dapat menyebabkan perilaku hiperaktif dan impulsif di atas keadaan normal manusia. Orang-orang dengan ADHD mungkin juga mengalami kesulitan memfokuskan perhatian mereka pada satu tugas atau duduk diam untuk jangka waktu yang lama. Baik orang dewasa maupun anak-anak dapat menderita ADHD. Ini adalah diagnosis yang diakui oleh American Psychiatric Association (APA). Istilah ADHD menjadi resmi pada bulan Mei 2013, ketika APA merilis Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5). Sekarang mari kita pelajari dengan matang tentang ADHD dan kenali tiap gejalanya pada anak-anak dan orang dewasa. Gejala ADHD itu bisa terlihat dari perilaku seseorang, gejalanya umumnya antara lain adalah: -         Sulit fokus dan berkonsentrasi dalam mengerjakan sesuatu. -         Cenderung pelupa, tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan. -         Mudah teralihkan. -         Mengalami kesulitan duduk diam. -         Menyela orang-orang saat mereka berbicara. Untuk membuat diagnosis ADHD lebih konsisten, APA (American Psychiatric Association) telah mengelompokkan kondisinya ke dalam tiga jenis kategori. Jenis-jenis ini terutama adalah lalai, hiperaktif-impulsif, dan kombinasi keduanya. LALAI, Seperti namanya, orang-orang dengan jenis ADHD ini memiliki kesulitan ekstrim fokus, menyelesaikan tugas, dan mengikuti instruksi. HIPERAKTIF-IMPULSIF, Orang dengan jenis ADHD ini menunjukkan perilaku hiperaktif dan impulsive (kecenderungan untuk bertindak atas dasar keinginan, tanpa ada pemikiran sebelumnya/ mempertimbangkan konsekuensinya). Ini dapat mencakup gelisah, mengganggu orang saat mereka berbicara, dan tidak dapat menunggu giliran mereka.   GABUNGAN JENIS HIPERAKTIF IMPULSIF & LALAI. Ini adalah jenis ADHD yang paling umum. Orang-orang dengan kombinasi jenis ADHD ini menunjukkan gejala lalai dan hiperaktif. Ini termasuk ketidakmampuan untuk memperhatikan, kecenderungan ke arah impulsif, dan tingkat aktivitas dan energi di atas normal. ADHD pada orang dewasa. Lebih dari 60 persen anak-anak dengan ADHD masih menunjukkan gejala sebagai orang dewasa. Tetapi banyak orang dewasa dengan gejala ADHD, ketika mereka semakin tua, gejalanya mengalami penurunan atau berkurang. Bisa dikatakan, pengobatan itu penting. ADHD yang tidak diobati pada orang dewasa dapat memiliki dampak negatif pada banyak aspek kehidupan. Gejala seperti kesulitan mengatur waktu, kelupaan, dan ketidaksabaran dapat menyebabkan masalah di tempat kerja, di rumah, dan di semua situasi kehidupan kita sehari-hari. ADHD pada anak-anak. Satu dari 10 anak-anak antara usia 5 hingga 17 tahun menerima diagnosis ADHD, menjadikannya salah satu gangguan mental masa kanak-kanak yang paling umum di Amerika Serikat. Untuk anak-anak, ADHD umumnya dikaitkan dengan masalah di sekolah. Anak-anak dengan ADHD sering mengalami kesulitan untuk berhasil dalam pengaturan ruang kelas yang terkontrol. Anak laki-laki lebih dari dua kali kemungkinan anak perempuan menerima diagnosis ADHD. Ini mungkin karena anak laki-laki cenderung menunjukkan gejala hiperaktivitas. Meskipun beberapa gadis dengan ADHD mungkin memiliki gejala hiperaktivitas klasik. Dalam banyak kasus, anak perempuan dengan ADHD dapat: sering melakukan lamunan, memiliki kecemasan, mengalami depresi, menjadi hiper-bicara daripada hiperaktif, terlalu emosional.   Apa yang menyebabkan ADHD? Meskipun ADHD umum terjadi, dokter dan peneliti masih belum yakin apa penyebabnya. Namun diyakini oleh para dokter & peneliti, ADHD bisa dari asal-usul neurologis ataupun Genetika. Penelitian menunjukkan bahwa pengurangan dopamin adalah faktor dalam ADHD. Dopamin adalah zat kimia di otak yang membantu memindahkan sinyal dari satu saraf ke saraf lainnya. Ini memainkan peran dalam memicu respons dan gerakan emosional. Penelitian lain menunjukkan adanya perbedaan struktural di otak. Temuan juga menunjukkan bahwa orang dengan ADHD memiliki volume materi abu-abu yang lebih sedikit. Materi abu-abu mencakup area otak yang dapat membantu kita untuk: -         Pidato -         kontrol diri -         mengambil keputusan -         kontrol otot   Tes dan diagnosis ADHD Tidak ada tes tunggal yang dapat memberi tahu apakah kita atau anak kita menderita ADHD. Sebuah studi baru-baru ini menyoroti manfaat dari tes untuk mendiagnosis ADHD pada orang dewasa, tetapi banyak dokter percaya diagnosis ADHD tidak dapat dilakukan berdasarkan satu tes. Untuk membuat diagnosis, dokter kita akan menilai semua gejala yang kita atau anak kita alami selama enam bulan sebelumnya. Dokter kita mungkin akan mengumpulkan informasi dari guru atau anggota keluarga kita dan menggunakan daftar periksa dan skala penilaian untuk meninjau gejala. Mereka juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa masalah kesehatan lainnya. Jika kita menduga bahwa kita atau anak kita menderita ADHD, bicarakan dengan dokter kita tentang mendapatkan evaluasi. Untuk anak kita. Kita juga dapat berbicara dengan seorang konselor di sekolah mereka. Kegiatan di sekolah dapat membantu kita menilai anak-anak kita yang mengalami ADHD, untuk membantu kita memperoleh informasi yang dibutuhkan karena hal itu berhubungan dengan kinerja pendidikan mereka. Untuk penilaian, konsultasikan pada dokter atau konselor kita lewat catatan terperinci dan pengamatan tentang kita atau perilaku anak kita. Jika mereka mencurigai adanya gejala ADHD, mereka mungkin merujuk kita atau anak kita ke spesialis ADHD. Tergantung pada diagnosis, mereka mungkin juga menyarankan untuk bertemu dengan seorang psikiater atau ahli saraf.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.healthline.com
 17 Nov 2016    15:00 WIB
Obat Anti Nyeri Sebabkan Anak Hiperaktif?
Menurut penelitian terbaru, anak yang lahir dari wanita yang sering menggunakan obat anti nyeri Acetaminofen selama masa kehamilan memiliki kemungkinan mengidap problem tingkah laku seperti attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD). Pada studi terbaru yang diterbitkan the journal JAMA Pediatrics, para peneliti menganalisa data yang dikumpukan dari 64.322 ibu dan anak yang tercatat di the Danish National Birth Cohort sejak tahun 1996 sampai 2002. Pada setiap akhir trimester kehamilannya, sang ibu akan ditanya apakah mereka pernah mengkonsumsi acetaminophen pada 3 bulan terakhir. Para peneliti khawatir jika penggunaan acetaminophen dapat mempengaruhi perkembangan otak janin. Kemudian peneliti melakukan survei lanjutan terhadap kelompok yang sama pada saat anak berusia 7 tahun, menanyakan tentang perilaku anak mereka, apakah pro atau anti sosial. Peneliti juga mengamati tingkat peresepan Ritalin (obat yang biasa dipakai untuk pengobatan ADHD) pada anak-anak yang disurvei. Secara keseluruhan, Penggunaan acetaminophen saat masa kehamilan dihubungkan dengan 20% peningkatan resiko gangguan tingkah laku, termasuk attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) dan hyperkinetic disorders (HKD) pada anak usia 7 tahun. Efek yang paling jelas terlihat saat wanita hamil menggunakan obat anti nyeri selama ketiga trimester kehamilan. Bahkan wanita yang dilaporkan hanya  satu kali meminum obat anti nyeri dengan dosis minimal juga  dapat meningkatkan resiko gangguan tingkah laku pada anak yang dilahirkan, terkait dengan peningkatan resiko diagnosa attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) dan hyperkinetic disorders (HKD). Lebih dari 50% wanita hamil dilaporkan mengkonsumsi acetaminophen karena merupakan obat yang dianggap cukup aman dan tidak merugikan. Semua obat anti nyeri golongan NSAID tidak direkomendasikan oleh dokter karena efek samping yang merugikan, jadi acetaminophen adalah obat yang paling aman tersedia. Penelitian sebelumnya menunjukkan jika acetaminophen dapat merusak sistem endokrin atau sistem hormon tubuh. Terpapar kerusakan endokrin dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan sistem syaraf janin dan menyebabkan gangguan tingkah laku, tetapi peneliti belum mengetahui bagaimana mekanisme perusakan terjadi. Peneliti juga mengatakan jika hasil penelitian mereka mengindikasikan agar wanita hamil menghindari penggunaan obat anti nyeri selama masa kehamilannya dan berkonsultasi dengan dokter bagaimana mengatasi nyeri yang dialami dibanding mengkonsumsi sembarang obat. Kita harus berhati-hati pada setiap zat yang masuk ke tubuh wanita hamil. Bahkan zat yang kita pikir tidak berbahaya atau aman ternyata tidak. Wanita hamil dianjurkan untuk tidak meminum obar apapun selama masa kehamilannya terlebih jika tidak ada indikasi kebutuhan medisnya. Ibu hamil juga harus berpikir dua kali sebelum mengkonsumsi obat nyeri hanya untuk mengobati nyeri kepala ringan. Ibu hamil disarankan untuk mencari alternatif lain untuk mengobati nyeri yang terjadi, misalnya dengan pemijatan atau mandi air hangat. Penelitian ini tidak dimaksudkan agar ibu hamil dilarang menggunakan acetaminophen, tetapi agar lebih berhati-hati dalam penggunaanya.   Sumber: foxnews  
 21 Apr 2016    11:00 WIB
ADHD Pada Anak Perempuan
ADHD memiliki 3 gejala utama, yaitu perilaku hiperaktif, impulsif, dan kurang dapat memusatkan perhatian (perhatian mudah teralih). Anak laki-laki biasanya memiliki dua gejala yang pertama, sedangkan anak perempuan biasanya lebih sering mengalami gejala yang ketiga. Oleh karena itu, ADHD pada perempuan biasanya baru diketahui pada saat anak mulai tidak mampu mengerjakan tugas-tugas sekolah yang lebih rumit pada masa sekolah menengah pertama (SMP) atau sekolah menengah atas (SMA); atau saat anak mulai mengalami depresi.Akan tetapi, banyak penyakit lainnya yang juga memiliki gejala yang sama dengan ADHD, seperti disleksia atau gangguan psikologis lainnya. Untuk itu, diperlukan pemeriksaan lanjutan oleh dokter untuk memastikan apakah anak anda benar menderita ADHD atau bukan. Diagnosa dini dan penanganan secepatnya dapat membantu anak kehidupan anak anda nantinya. TANDA ADHD YANG SERING DITEMUKAN Tidak Suka Pergi ke SekolahBila anak anda tampak takut atau tidak suka pergi ke sekolah, hal ini dapat merupakan salah satu petanda ADHD. Anda mungkin dapat menanyakan kepada anak anda apa penyebab mereka tidak mau pergi ke sekolah dan mengkonsultasikannya dengan dokter anda. Merasa Tidak Mampu atau Kurang Percaya DiriBila anak anda seringkali berkata bahwa ia tidak mampu atau tidak dapat melakukan sesuatu dengan benar, hal ini menunjukkan rasa percaya dirinya yang kurang. Ini dapat merupakan salah satu tanda ADHD yang lebih sering ditemukan pada anak perempuan. Gangguan Interaksi SosialHal ini terlihat pada saat anak anda kesulitan untuk mempunyai teman atau berteman. Anak biasanya bersikap dominan dan suka memerintah atau bahkan tidak bergaul sama sekali karena merasa dirinya tidak sesuai dengan lingkungan sekitarnya. Kesulitan Mengerjakan TugasBiasanya anak anda sangat membutuhkan bantuan dalam mengerjakan tugas atau memerlukan pengawasan untuk dapat memusatkan perhatiannya dalam melakukan sesuatu. Sering Ditegur Guru di SekolahBiasanya anda akan sering mendapatkan laporan dari para guru di sekolah anak anda bahwa anak anda seringkali kurang memperhatikan pelajaran di kelas, atau tidak mengerjakan tugas sekolah, atau perhatiannya mudah sekali teralihkan saat sedang mengerjakan suatu tugas. Baca juga: Tanda-tanda anak mengalami kekerasan
 26 Sep 2015    18:00 WIB
11 Hal Pengganggu Konsentrasi
1.      Media Sosial Berbagai media sosial seperti facebook atau twitter dan bahkan bbm dapat mengganggu konsentrasi anda. Hal ini disebabkan seringnya perubahan status yang membuat anda tergoda untuk melihat dan membacanya sehingga mengganggu konsentrasi anda, baik saat bekerja atau belajar. Cara mengatasinya adalah hindari masuk ke dalam situs media sosial tersebut selama bekerja. Jika anda tergoda untuk melihat berbagai perubahan status dan berita terbaru, lakukanlah hal ini di waktu istirahat makan siang sehingga konsentrasi anda tidak terganggu   2.      Telepon Genggam Suara bunyi telepon genggam anda, baik sms atau telepom masuk dapat mengganggu konsentrasi anda saat bekerja. Mematikan suara telepon genggam anda agar tidak mengganggu pekerjaan anda dapat membantu. Periksalah telepon genggam anda saat pekerjaan anda telah selesai. Akan tetapi, terdapat pengecualian bila pekerjaan anda mengharuskan anda untuk menjawab setiap panggilan telepon dan membalas setiap sms yang masuk.   3.      Melakukan Banyak Hal Sekaligus Walaupun anda mungkin merasa bahwa anda dapat menghemat waktu anda dengan melakukan banyak pekerjaan sekaligus, tetapi pada kenyataannya hal ini justru menghabiskan lebih banyak waktu anda. Sebuah penelitian menemukan bahwa melakukan 3 hal sekaligus menghabiskan lebih banyak waktu daripada melakukan satu hal hingga selesai dan kemudian melakukan hal berikutnya lagi. Sebaiknya jangan melakukan banyak hal sekaligus bila hal tersebut sangat penting atau mendesak. Anda dapat melakukan banyak hal yang tidak mendesak sekaligus.   4.      Merasa Bosan Rasa bosan dapat sangat mengganggu konsentrasi dan kinerja anda. Saat anda merasa bosan, perhatian anda akan sangat mudah teralihkan. Anda bahkan mungkin akan tergoda untuk berhenti melakukan pekerjaan anda dan melakukan hal lainnya yang lebih menarik. Untuk mengatasinya, cobalah sistem penghargaan. Sistem penghargaan adalah anda berjanji pada diri anda sendiri, di mana bila anda berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan yang anda anggap membosankan, anda dapat memperoleh waktu istirahat selama 10 menit untuk melakukan kegiatan lainnya yang anda sukai atau untuk menikmati kopi. Sistem penghargaan ini dapat membantu anda menyelesaikan berbagai pekerjaan membosankan. Selain itu, mendengarkan lagu saat melakukan pekerjaan tersebut juga dapat membantu anda.   5.      Banyak Pikiran Jika anda memiliki banyak pikiran atau khawatir mengenai berbagai hal yang harus anda selesaikan di rumah, maka hal ini dapat mengganggu konsentrasi anda saat bekerja. Bila anda terus memikirkan satu hal, maka catatlah hal tersebut sehingga anda tidak merasa takut lupa melakukan hal tersebut nanti. Bila banyak masalah mengganggu pikiran anda, anda dapat mencoba menuliskan berbagai hal menyebalkan dan mengganggu tersebut dalam sebuah buku untuk membantu anda menenangkan pikiran anda dan bekerja dengan lebih baik.   6.      Stress Saat anda merasa terlalu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, hal ini dapat membuat anda merasa lelah dan stress bahkan sebelum memulai pekerjaan anda tersebut. Selain itu, stress juga berpengaruh pada tubuh anda dan dapat menyebabkan nyeri otot, nyeri kepala, atau rasa tidak nyaman lainnya pada tubuh anda sehingga mengganggu konsentrasi anda. Meditasi dapat membantu mengurangi rasa stress anda. Selain itu, memijat juga dapat membantu menurunkan stress, terutama bila anda merasa pegal-pegal atau tidak nyaman.   7.      Rasa Lelah Rasa lelah dapat membuat anda sangat sulit berkonsentrasi, belum lagi ditambah dengan berbagai pengalih perhatian lainnya. Sebuah penelitian menemukan bahwa waktu tidur yang kurang dapat membuat anda merasa lelah dan mengurangi kemampuan anda dalam memusatkan perhatian serta daya ingat jangka pendek. Sebagian besar orang dewasa membutuhkan waktu selama 7-9 jam untuk tidur setiap malam. Tidur yang cukup dapat membantu anda lebih berkonsentrasi selama bekerja.   8.      Kelaparan Otak anda tidak dapat bekerja dengan baik tanpa bahan bakarnya, yaitu makanan. Oleh karena itu, melewatkan waktu makan anda, terutama waktu sarapan merupakan salah satu pembunuh konsentrasi anda. Seperti halnya rasa lelah, rasa lapar pun dapat mengganggu konsentrasi dan daya ingat jangka pendek anda. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah rasa lapar mengganggu konsentrasi anda adalah: Sarapan setiap hari Makanlah makanan tinggi protein Hindari mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat sederhana, seperti makanan manis dan pasta Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti gandum   9.      Depresi Sebagian besar orang mengatakan bahwa rasa sedih merupakan ciri khas depresi. Akan tetapi sebuah institut mental di Amerika mengatakan bahwa kesulitan berkonsentrasi merupakan gejala yang sering ditemukan pada penderita depresi. Jika anda sulit berkonsentrasi, merasa kesepian, putus asa, dan tidak tertarik untuk melakukan apapun; maka anda mungkin sedang mengalami depresi. Jika anda mengalami berbagai gejala di atas, dianjurkan agar segera menghubungi dokter anda.   10.  Obat-obatan Beberapa obat-obatan anti depresi dapat mengganggu konsentrasi anda. Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai pilihan obat lainnya atau perubahan dosis obat bila memungkinkan.   11.  ADHD ADHD atau perilaku hiperaktif merupakan salah satu pengganggu konsentrasi. Penderita ADHD, baik anak-anak maupun orang dewasa mengalami kesulitan mempertahankan fokus dan  perhatian pada satu hal atau tugas tertentu. Segera hubungi dokter anda bila anak anda atau anda mengalami gangguan ini.   Sumber: webmd  
 06 Feb 2015    13:00 WIB
Tips Untuk Mengatasi Perilaku Agresif Pada Anak Penderita ADHD
ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder merupakan salah satu gangguan mental yang paling sering terjadi pada anak di Amerika. Menurut CDC, sekitar 11% atau 6.4 juta anak yang berusia antara 4-7 tahun di Amerika menderita ADHD. Anak yang menderita ADHD biasanya mengalami kesulitan untuk memusatkan perhatiannya pada waktu yang cukup lama. Anak-anak ini biasanya tampak sangat aktif (berlebihan) dan mungkin bertindak secara impulsif. Mereka juga mungkin memiliki perilaku agresif, mudah marah, dan suka memberontak. Sebagian besar anak yang menderita ADHD juga mengalami kesulitan mengendalikan perilaku agresif dan emosinya, yang seringkali membuat anggota keluarga lainnya merasa kewalahan dan stress. Memang benar bahwa anak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengendalikan perilaku agresif dan emosinya. Satu hal penting yang perlu diperhatikan oleh para orang tua adalah kapan intervensi sebaiknya dimulai. Menurut seorang ahli, intervensi sedini mungkin, saat anak masih kecil, merupakan yang terbaik. Hal ini dikarenakan saat anak memasuki usia 12 tahun, maka tingkat kesuksesan terapi perilaku pun akan berkurang hingga kurang dari setengahnya. Menurut sebuah penelitian baru di Amerika, kombinasi antara obat antipsikotik tertentu seperti risperidone, obat ADHD standar, dan disiplin; tampaknya dapat mengurangi perilaku agresif dengan lebih baik dibandingkan dengan hanya memberikan obat ADHD standar dan latihan disiplin pada anak. Selain kombinasi di atas, aktivitas fisik seperti berolahraga tampaknya juga dapat membantu anak mengatasi perilaku agresifnya. Terapi individual tampaknya juga dapat membantu anak belajar bagaimana cara mengendalikan impuls dan emosinya dengan lebih baik. Selain itu, pemberian tutorial atau les juga dapat membantu anak meningkatkan prestasinya di sekolah yang dapat membantunya menjadi lebih percaya diri. Bantuan guru baik di sekolah maupun di tempat les tampaknya juga turut berperan dalam mengatasi perilaku agresif anak penderita ADHD. Para guru diharapkan untuk memberitahu secara jelas dan konsisten pada anak mengenai bagaimana perilaku anak seharusnya. Selain itu, para guru juga diharapkan untuk memberitahu anak apa akibatnya jika perilaku anak tidak sesuai dengan yang diharapkan dan memberikan hadiah atau pujian saat perilaku anak sesuai dengan yang diharapkan.   Sumber: healthline
 30 Jul 2014    14:00 WIB
ADHD Pada Orang Dewasa dan Hubungannya Dengan Olahraga
ADHD tidak hanya dapat mengenai anak-anak, tetapi juga orang dewasa. ADHD pada orang dewasa membuat mereka kesulitan memusatkan perhatian, mengerjakan tugasnya, dan mengendalikan emosi mereka. Pengobatan ADHD pada orang dewasa hampir sama dengan pengobatan ADHD pada anak-anak. Salah satu pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan olahraga. Olahraga dapat memperbaiki kemampuan berpikir dan mengurangi gejala ADHD.   Otak dan Olahraga Selain untuk menghilangkan lemak dan membentuk otot, olahraga juga dapat membuat otak berfungsi dengan lebih baik. Saat anda berolahraga, otak anda menghasilkan suatu neurotransmiter, dopamin, yang dapat membantu anda memusatkan perhatian dan berpikir lebih jernih. Penderita ADHD seringkali memiliki kadar dopamin otak yang lebih rendah daripada orang normal. Obat-obat stimulan yang diberikan bagi penderita ADHD dewasa bekerja dengan cara meningkatkan kadar dopamin pada otak. Efek ini kurang lebih sama dengan efek dari berolahraga. Olahraga bahkan dapat menurunkan dosis obat yang diperlukan.   Keuntungan Olahraga Bagi Penderita ADHD Keuntungan olahraga atau fitness bagi penderita ADHD adalah: Mengurangi stress dan kecemasan Membantu mengatur denyut jantung dan mengurangi perilaku impulsif Memperbaiki daya ingat Memperbaiki kemampuan untuk merencanakan, mengatur, dan mengingat hal-hal detail Meningkatkan kadar faktor neurotropik otak, yang berfungsi untuk belajar dan mengingat. Kadar protein ini biasanya rendah pada penderita ADHD   Keuntungan Lainnya dari Olahraga Selain membantu mengurangi gejala ADHD, olahraga juga mempunyai keuntungan lainnya, yaitu: Menjaga berat badan. Suatu survei menunjukkan bahwa banyak penderita ADHD yang mengalami obesitas Menurunkan resiko terkena penyakit jantung, diabetes, dan berbagai jenis kanker Menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol dalam batas normal Menguatkan tulang anda Meningkatkan rasa percaya diri dan memperbaiki mood anda   Berapa Lama Anda Sebaiknya Berolahraga ? Para ahli kesehatan berpendapat bahwa sebaiknya anda melakukan olahraga dengan intensitas sedang selama 150 menit setiap minggunya. Berarti sekitar 30 menit selama 5 hari setiap minggunya. Bila anda melakukan olahraga dengan intensitas yang lebih berat, seperti berlari atau aerobik, waktu yang diperlukan dapat hanya sekitar 75 menit setiap minggunya. Olahraga yang boleh anda lakukan tidak dibatasi. Anda dapat melakukan berbagai jenis olahraga yang anda sukai, seperti lari, bersepeda, aerobik, angkat beban, atau mengikuti berbagai kelas di tempat fitness anda. Anda juga dapat menggabungkan dan memvariasikan jenis olahraga yang anda lakukan agar anda tidak cepat merasa bosan. Berkeringat dan meningkatnya denyut jantung anda selam berolahraga merupakan tanda bahwa anda telah berolahraga dengan benar. Bila anda merasa bosan atau kurang termotivasi berolahraga sendirian, ajaklah teman atau keluarga anda untuk menemani anda, dengan demikian anda tetap dapat rutin berolahraga setiap minggunya.
 02 May 2014    13:00 WIB
Genetika Ternyata Turut Berperan Dalam Terjadinya ADHD
Berjuta-juta sel di dalam tubuh anda terus berkomunikasi antara yang satu dengan yang lainnya. Mereka menyampaikan berbagai informasi dengan cara melepaskan suatu komponen kimiawi yang kemudian akan diterima oleh berbagai reseptor di dalam membran sel lainnya. Sebuah penelitian pada tikus menemukan bahwa tikus yang kekurangan protein penghantar pesan ini (neurotransmiter) atau disebut dengan LMTK3 menjadi hiperaktif. Hiperaktif merupakan suatu gangguan perilaku yang ditandai dengan sikap gelisah, kurangnya koordinasi, dan perilaku agresif. Menemukan faktor genetika yang berperan dalam terjadinya gangguan perilaku ini dapat membantu menjelaskan proses terjadinya autisme dan ADHD pada manusia. LMTK3 terdapat dalam jumlah yang sangat banyak pada kedua bagian otak (korteks serebral), yang berfungsi untuk mengkoordinasikan persepsi, gerakan, gan pikiran. LMTK3 juga terdapat pada hippocampus, yaitu suatu bagian otak yang berfungsi untuk menyimpan dan mengatur daya ingat serta kemampuan belajar. Di dalam otak, sel-sel saraf berkomunikasi melalui sinapsis. Untuk mengirimkan suatu pesan (impuls saraf), sel saraf yang terletak pada pre sinapsis akan melepaskan suatu neurotransmiter yang akan diterima oleh reseptor post sinapsis. Penelitian di atas menemukan bahwa LMTK3 ini berfungsi untuk mengatur lalu lintas neurotransmiter ke dalam berbagai reseptor di sinapsis. Pada sel-sel saraf tikus yang mengalami kekurangan LMTK3, reseptor neurotransmiter di daerah post sinapsis menjadi sangat banyak, yang menandakan adanya gangguan komunikasi antar sinaps. Tikus yang mengalami kekurangan LMTK3 menunjukkan berbagai perilaku hiperaktif seperti sikap gelisah dan hipersensitivitas terhadap suara. Hal lain yang menarik adalah mereka pun mengalami peningkatan kadar dopamin. Dopamin merupakan suatu neurotransmiter yang berfungsi untuk mengatur pergerakan dan kadar hormon, motivasi, kemampuan belajar, dan mengekspresikan emosi. Pengeluaran dopamine yang berelbihan menyebabkan terjadinya skizofrenia, yang menyebabkan hilangnya aktivitas sel-sel saraf dan menyebabkan timbulnya berbagai pikiran serta perasaan yang abnormal. Akan tetapi, para peneliti masih belum menemukan bagaimana hubungan antara pengaturan reseptor neurotransmiter, kadar dopamin, dan proses biokimia yang memicu terjadinya perilaku hiperaktif.Sumber: news-medical