Your browser does not support JavaScript!
 17 Dec 2018    18:00 WIB
Penyakit Nanah di Otak (Abses Otak)
Apa itu abses otak?Abses Otak adalah penimbunan nanah yang terlokalisasi di dalam otak. Apa penyebab dari abses otak?Abses otak jarang terjadi dan bisa merupakan akibat dari: penyebaran infeksi di bagian lain dari kepala (misalnya gigi, hidung atau telinga), cedera kepala yang menembus ke otak, infeksi di bagian tubuh yang lain yang disebarkan melalui darah. Apa gejala dari abses otak?Abses otak bisa menyebabkan berbagai gejala, tergantung kepada lokasinya. Gejalanya bisa berupa sakit kepala, mual, muntah, rasa mengantuk, kejang, perubahan kepribadian dan gejala kelainan fungsi otak lainnya. Gejala-gejala tersebut bisa timbul dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Pada awalnya penderita merasa demam dan menggigil, tetapi gejala ini bisa menghilang ketika tubuh berhasil melawan infeksi tersebut. Bagaimana mendiagnosa abses otak?Pemeriksaan terbaik untuk menemukan abses otak adalah CT scan atau MRI. Biopsi dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan tumor atau stroke dan untuk menentukan organisme penyebab terjadinya abses. Apa saja pengobatan untuk abses otak?Pengobatan untuk abses otak adalah antibiotika; yang paling sering digunakan adalah penisilin (Ampicillin), Metronidazol, Nafcilin, Sefalosporin (misalnya Cefotaxime, Ceftriaxone, Ceftazidime, Cefepime), dan Beta Laktam (Imipenem, Meropenem). Antibiotik biasanya dilanjutkan sampai 4-6 minggu dan pemeriksaan CT scan dan MRI diulang setiap 2 minggu. Jika antibiotik tidak berhasil mengatasi keadaan ini, maka dilakukan pembedahan untuk membuang nanah. Kadang abses menyebabkan bertambahnya tekanan dan pembengkakan di dalam otak. Keadaan ini sangat serius dan bisa menyebabkan kerusakan otak yang menetap, sehingga diberikan kortikosteroid dan obat lainnya (misalnya Mannitol) untuk mengurangi pembengkakan otak dan mengurangi tekanan di dalam otak.  
 06 Jan 2016    18:00 WIB
Mudah Lupa? Makan Makanan Ini!!
Bagaimana bila ada suatu cara yang dapat menurunkan resiko Alzheimer Anda hingga 50%? Sejumlah ahli gizi mungkin telah menemukan cara menakjubkan tersebut dari diet Mediteranian, yang mengandung banyak nutrisi penting dan rendah gula serta lemak tidak sehat. Menurut sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh Rush University, diet MIND (Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay) telah terbukti cukup efektif dalam menurunkan resiko terjadinya Alzheimer, bahkan bila tidak dilakukan secara ketat. Untuk mencari tahu apakah benar diet MIND ini dapat membantu menurunkan resiko terjadinya Alzheimer, para peneliti menganalisa data dari 900 orang lanjut usia di Amerika. Pada penelitian ini, para peneliti hanya mengamati pola makan para peserta penelitian. Para peserta penelitian terbagi menjadi beberapa kelompok, yaitu: Kelompok yang melakukan diet MIND dengan ketat Kelompok yang melakukan diet Mediterania dengan ketat Kelompok yang melakukan diet DASH dengan ketat Kelompok yang melakukan diet MIND tetapi tidak ketat Kelompok yang melakukan diet Mediterania tetapi tidak ketat Kelompok yang melakukan diet DASH tetapi tidak ketat. Pada diet MIND ini, seseorang diminta untuk mengkonsumsi banyak ikan, lemak sehat, sayuran, dan gandum utuh. Selain dapat membantu menurunkan resiko terjadinya Alzheimer, diet MIND ini telah terbukti dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung dan kanker. Sedangkan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) yang menganjurkan seseorang untuk mengkonsumsi banyak buah, sayuran, dan produk susu rendah lemak telah terbukti dapat menurunkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke. Di bawah ini Anda dapat melihat contoh menu dari diet MIND di atas, seperti: 3 porsi gandum utuh Semangkok salad dan 1 porsi sayuran lain Segelas wine Kacang sebagai cemilan Buah blueberi atau strawberi Ayam atau ikan Kacang-kacangan 2 hari sekali Selain dianjurkan untuk mengkonsumsi beberapa jenis makanan di atas, pada diet MIND seseorang juga dianjurkan untuk menghindari beberapa makanan seperti mentega, keju, daging merah, pastry, permen, makanan yang digoreng, dan makanan olahan. Secara keseluruhan diet MIND menganjurkan agar seseorang mengkonsumsi lebih banyak sayuran serta protein nabati dan membatasi konsumsi berbagai jenis produk hewani dan makanan yang mengandung banyak lemak jenuh, tetapi tetap menekankan seseorang untuk mengkonsumsi berbagai jenis buah beri dan sayuran berdaun hijau.   Baca juga: 6 Hobi yang Bisa Membuat Anda Lebih Pintar   Setelah melakukan pengamatan selama 5 tahun, para peneliti menemukan bahwa peserta penelitian yang melakukan diet MIND memiliki resiko Alzheimer yang lebih rendah, yaitu hingga 53%. Sementara itu, peserta lainnya yang melakukan diet Mediterania memiliki resiko Alzheimer yang lebih rendah, yaitu hingga 54% lebih rendah. Sedangkan peserta yang melakukan diet DASH memiliki resiko Alzheimer yang juga lebih rendah, yaitu sekitar 39% lebih rendah. Peserta penelitian yang tidak melakukan diet MIND dengan ketat juga memiliki resiko Alzheimer yang lebih rendah, yaitu hingga 35% lebih rendah. Yang mengejutkan adalah bahwa hanya dengan melakukan diet MIND (walaupun tidak ketat), seseorang dapat menurunkan resiko Alzheimernya, sedangkan diet Mediterania dan diet DASH yang tidak dilakukan dengan ketat tampaknya tidak menunjukkan manfaat apapun. Walaupun masih banyak hal lainnya yang dapat mempengaruhi resiko seseorang untuk menderita Alzheimer seperti genetika, lingkungan, dan gaya hidup; akan tetapi diet ini tampaknya juga merupakan salah satu hal yang cukup mempengaruhi terjadinya Alzheimer.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: huffingtonpost