Your browser does not support JavaScript!
 14 Mar 2020    16:00 WIB
Mencuci Piring Turunkan Resiko Terjadinya Asma dan Alergi, Benarkah?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa mencuci piring dengan tangan ternyata memiliki dampak positif terhadap kesehatan anak Anda dibandingkan dengan mencuci piring dengan menggunakan mesin. Mencuci piring dengan menggunakan tangan dapat menurunkan resiko terjadinya berbagai gangguan kesehatan akibat alergi seperti asma atau eksim pada anak. Hasil penelitian ini mendukung sebuah teori higienitas yang menyatakan bahwa semakin dini seorang anak terpapar oleh berbagai jenis kuman maka semakin baiklah fungsi sistem kekebalan tubuhnya. Jadi, bila seorang anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang berfungsi dengan baik, maka sistem kekebalan tubuh tersebut tidak akan salah "mengenali" suatu zat tidak berbahaya sebagai zat berbahaya, yang biasa terjadi pada reaksi alergi. Selain itu, para peneliti menduga karena mencuci piring dengan tangan tidaklah seefektif mencuci piring dengan mesin dalam hal menghilangkan kuman, maka lebih banyak kuman yang tertinggal yang membuat paparan terhadap kuman pun menjadi lebih banyak. Hal ini dapat menstimulasi sistem kekebalan tubuh untuk bekerja dengan lebih baik, yang juga menyebabkan lebih sedikit alergi. Akan tetapi, perlu diingat bahwa hasil penelitian ini hanya menunjukkan adanya hubungan antara cara mencuci piring dengan tangan dengan menurunnya resiko terjadinya berbagai reaksi alergi dan bukannya suatu hubungan sebab akibat. Pada penelitian ini, para peneliti bertanya pada orang tua dari sekitar 1.000 anak berusia 7 atau 8 tahun di Swedia mengenai riwayat kesehatan anak mereka, termasuk mengenai riwayat asma, eksim, dan alergi musiman. Para peneliti juga bertanya mengenai bagaimana cara keluarga tersebut membersihkan piringnya dan seberapa sering keluarga tersebut mengkonsumsi makanan fermentasi dan makanan yang diperoleh langsung dari sebuah pertanian. Selain berbagai faktor lain yang juga mempengaruhi reaksi alergi seorang anak seperti yang telah disebutkan di atas, para peneliti juga menyingkirkan berbagai faktor resiko lainnya yang telah dipercaya dapat menurunkan resiko terjadinya berbagai reaksi alergi seperti pemberian ASI dan ada tidaknya hewan peliharaan. Sekitar 12% keluarga yang ditanyai para peneliti ini mencuci piringnya dengan menggunakan tangan. Para peneliti kemudian menemukan bahwa anak-anak pada keluarga tersebut memiliki resiko alergi yang lebih rendah (sekitar 50%) dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga lain yang mencuci piring dengan menggunakan mesin pencuci piring. Para peneliti menemukan bahwa di antara anak-anak dari keluarga yang mencuci piringnya dengan tangan, sekitar 23% nya menderita eksim dan 1.7% nya menderita asma. Sementara itu, anak-anak dari keluarga yang mencuci piringnya dengan mesin cuci piring, sekitar 38% nya menderita eksim dan 7.3% nya menderita asma. Para peneliti juga menemukan bahwa anak-anak juga lebih jarang memiliki alergi bila mereka mengkonsumsi makanan atau sayuran yang telah difermentasi setidaknya 1 kali sebulan atau bila mereka sering mengkonsumsi makanan yang berasal dari pertanian setempat.   Sumber: newsmaxhealth
 14 Mar 2020    11:00 WIB
Dampak Berbahaya dari Pemakaian Korset
Pemakaian korset atau yang lebih dikenal sebagai waist training merupakan pemakaian suatu alat seperti korset selama berjam-jam setiap kalinya untuk menekan otot perut Anda, yang bertujuan untuk mengurangi ukuran lingkar pinggang secara permanen bila terus digunakan dalam waktu lama. Walaupun hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa pemakaian korset dalam waktu lama setiap harinya dapat membuat ukuran lingkar pinggang seseorang menjadi lebih kecil, akan tetapi banyak wanita yang telah melakukan hal tersebut dan meyakininya. Menurut seorang ahli, pemakaian korset justru mungkin dapat membahayakan kesehatan tubuh seseorang. Secara medis, para ahli masih belum menemukan adanya bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan korset dalam waktu lama dapat membuat ukuran pinggang Anda menjadi lebih kecil secara permanen. Hal ini dikarenakan saat Anda tidak lagi menggunakan korset tersebut, maka bentuk tubuh Anda pun akan kembali seperti semula. Selain itu, penggunaan korset juga dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman, membatasi pergerakan, dan bila digunakan terlalu ketat; maka hal ini juga dapat membuat seseorang mengalami kesulitan bernapas, yang secara teoritis dapat menyebabkan kerusakan pada tulang rusuk orang tersebut. Banyak orang mempercayai bahwa karena korset sangat ketat, maka hal ini dapat membuat Anda berkeringat lebih banyak. Akan tetapi, bukan berarti hal ini dapat membuat pinggang Anda menjadi lebih kecil. Jadi, apa sebenarnya yang benar-benar dapat membuat ukuran pinggang Anda menjadi lebih kecil dan menurunkan berat badan Anda? Olahraga secara teratur dan mengkonsumsi diet sehat merupakan kuncinya.   Sumber: womenshealthmag
 12 Jan 2020    08:00 WIB
Benarkah Tertawa Dapat Mempercepat Proses Penyembuhan?
Apakah Anda sekarang ini terpaksa berbaring di tempat tidur karena menderita suatu gangguan kesehatan atau sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu atau mungkin sedang menjalani suatu pengobatan khusus dan merasa cukup depresi? Atau apakah Anda saat ini sedang merawat seseorang yang sedang sakit dan Anda merasa sangat lelah? Berbagai masalah dan kesulitan dalam hidup memang dapat membuat Anda merasa stress dan merasa kewalahan, akan tetapi pada saat Anda merasa seperti inilah justru merupakan saat yang tepat bagi Anda untuk tertawa. Walaupun tertawa mungkin hanya merupakan sebuah solusi singkat bagi berbagai kesulitan yang Anda alami saat ini, akan tetapi tertawa memang dapat membuat Anda melupakan berbagai masalah Anda dan membantu proses penyembuhan tubuh Anda. Anda mungkin telah mengetahui bahwa otak berfungsi untuk mengatur berbagai hal di dalam diri Anda mulai dari kemampuan untuk berjalan, berbicara, bernapas, hingga bergerak. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa otak Anda juga berfungsi untuk menghasilkan berbagai zat kimia yang akan mempengaruhi segala fungsi tubuh Anda seperti seberapa cepat denyut jantung Anda dan seberapa baik pertahanan Anda terhadap berbagai penyakit? Tertawa ternyata tidak hanya mempengaruhi keadaan mental Anda, tetapi juga keadaan fisik Anda. Tertawa dapat memicu sel-sel otak untuk menghasilkan berbagai jenis zat kimia yang menyebabkan terjadinya beberapa hal di bawah ini, yaitu: Menurunkan resiko terjadinya serangan jantung Meningkatkan sirkulasi darah Meningkatkan kerja dan fungsi jantung Meningkatkan daya tahan tubuh untuk membantu melawan berbagai jenis infeksi Membantu proses pernapasan yang dapat membuat otot-otot tubuh Anda menjadi lebih rileks, membuat Anda lebih bertenaga, dan menurunkan kadar stress Memperbaiki mood dan membantu Anda menahan rasa sakit dan stress Berbagai penelitian menyimpulkan bahwa semakin banyak seseorang tertawa, maka ia pun akan merasa semakin baik dan semakin sehat.   Sumber: webmd
 06 Aug 2019    08:00 WIB
Kebiasan Sehari-hari Ini Dapat Merusak Otak
Tahukah Anda ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang Anda lakukan dapat Merusak Otak Anda? Otak manusia adalah salah satu bagian yang paling penting dari tubuh manusia. Otak manusia seperti CPU yang membantu Kita berpikir dan melaksanakan tugas-tugas sehari-hari, otak juga mengurus semua organ dan memberikan "mereka" pekerjaan yang harus dilakukan. Jadi otak merupakan bagian yang penting dari tubuh yang harus dijaga dengan baik. Untuk tetap sehat dan bugar Anda harus berhati-hati terhadap hal-hal yang dapat merusak otak dengan cara apapun. Otak yang rusak dapat menyebabkan sejumlah komplikasi kesehatan di seluruh tubuh kita. Berikut adalah kebiasaan sehari-hari yang dapat merusak otak Anda: Tidak sarapan Jadwal yang sibuk, seringkali membuat orang-orang lupa untuk sarapan. Padahal sarapan adalah hal yang penting. Setelah tidur lebih dari 8 jam, tubuh Anda membutuhkan nutrisi yang cukup. Orang-orang yang tidak sarapan, biasanya memiliki kadar gula darah yang rendah hal ini tidak baik untuk kesehatan. Kadar gula darah yang rendah menyebabkan pasokan nutrisi ke otak berkurang, hal ini dapat menyebabkan degenerasi otak. Selain itu tubuh tidak mendapatkan asupan karbohidrat yang Anda butuhkan sebagai energi untuk menghadapi kegiatan harian Anda. Terlalu banyak makan Bila hidangan favorit Anda tersedia di depan Anda, mungkin Anda akan menyantapnya sampai habis dan sampai perut Anda penuh. Bila Anda sering melakukan hal ini maka berhati-hatilah karena makan secara berlebihan ternyata dapat menyebabkan pengerasan pembuluh darah otak. Merokok Kita semua tahu merokok itu berbahaya bagi kesehatan, terutama paru-paru. Tetapi hanya sedikit orang tahu bahwa kandungan nikotin dalam rokok dapat merusak pembuluh darah, termasuk pembuluh darah otak. Konsumsi gula tinggi Banyak orang yang menyukai rasa manis. Mengkonsumsi terlalu banyak gula mengganggu penyerapan protein dan nutrisi. Hal ini menyebabkan kekurangan gizi, yang mengganggu perkembangan otak. Pastikan anak-anak tidak terlalu banyak konsumsi cokelat, permen dan makanan manis lainnya. Bukan hanya itu apabila Anda konsumsi karbohidrat sederhana terlalu berlebihan, maka tubuh akan memecah karbohidrat tersebut menjadi gula. Contoh makanan yang mengandung karbohidrat sederhana antara lain gula pasir, gula merah, sirup jagung, madu, sirup maple, molasses, selai, jelly, soft drink, permen, produk gandum putih, cake, yogurt, susu, cokelat, buah, jus buah, biskuit. Kurang Tidur Tidur sangat penting untuk kesehatan tubuh dan mental. Tidur yang baik selama 8 jam berarti akan menjaga tubuh dan otak Anda. Tidur terlalu larut malam akan mempercepat kematian sel-sel otak. Jadi bila Anda tidak ingin sel-sel otak Anda mati, maka tidur yang cukup. Menutup kepala saat tidur Banyak orang suka tidur dengan kepala yang ditutupi. Tapi apakah Anda tahu kebiasaan ini dapat meningkatkan asupan karbondioksida dan penurunan asupan oksigen. Bila hal dilakukan secara terus menerus maka dapat menyebabkan kerusakan otak. Apabila Anda mempunyai kebiasaan menutup kelapa saat tidur, maka ubah kebiasaan ini dari sekarang. Kurang dalam Merangsang Pikiran Tidak menggunakan otak Anda dapat menyebabkan penyusutan otak. Berbicara kepada diri sendiri, berpikir dan berdebat adalah cara terbaik untuk melatih otak kita dan merangsang pikiran. Berpikir hal yang berguna baik untuk kesehatan dan berpikir hal yang omong kosong  tidak dianjurkan sama sekali. Jarang berbicara Orang yang jarang berbicara berada di risiko yang lebih tinggi mengalami penurunan efisiensi otak. Percakapan intelektual dan sehat akan membantu mempromosikan efisiensi otak. Jadi untuk terus menjaga kesehatan otak Anda, lakukan pola hidup yang sehat dan hindari kebiasaan harian yang dapat merusak otak Anda. Baca juga: Efek Ganja Pada Perkembangan Otak Remaja Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang Sumber: trendshealth
 14 Mar 2019    08:00 WIB
Benarkah Konsumsi Vitamin D Dapat Memperpanjang Usia Penderita Kanker Usus Besar?
Sebuah penelitian menemukan bahwa penderita kanker usus besar tahap lanjut yang memiliki kadar vitamin D yang lebih tinggi tampaknya berespon lebih baik terhadap kemoterapi dan obat anti kanker lainnya. Para peneliti menemukan bahwa para penderita yang memiliki kadar vitamin D tertinggi di dalam tubuhnya memiliki angka ketahanan hidup dan kesembuhan yang lebih baik dibandingkan dengan penderita lainnya yang memiliki kadar vitamin D terendah. Para penderita dengan kadar vitamin D yang tinggi dapat hidup sepertiga kali lebih lama dibandingkan dengan penderita lain yang memiliki kadar vitamin D yang rendah. Rata-rata lama  hidup seorang penderita kanker usus besar dengan kadar vitamin D yang tinggi adalah 32.6 bulan, sedangkan lama hidup seorang penderita kanker usus besar dengan kadar vitamin D yang rendah adalah 24.5 bulan. Hasil penelitian ini membuat para ahli semakin yakin bahwa vitamin D mungkin memang berguna sebagai salah satu suplemen pelawan kanker. Akan tetapi, perlu diingat bahwa hasil penelitian ini hanya menunjukkan adanya hubungan antara kadar vitamin D dengan angka ketahanan hidup seorang penderita kanker usus besar dan bukannya suatu hubungan sebab akibat. Oleh karena itu, para ahli tetap tidak menganjurkan para penderita kanker usus besar untuk meningkatkan konsumsi vitamin D nya hingga melebihi batas normal. Pada penelitian ini, para peneliti mengukur kadar vitamin D pada 1.043 orang penderita kanker usus besar yang mengikuti uji klinis obat (tahap 3) bagi kanker usus besar tahap lanjut. Pengobatan tersebut meliputi kemoterapi yang dikombinasikan dengan obat anti kanker lainnya seperti bevacizumab dan atau cetuximab (targeted anti-cancer). Vitamin D sendiri sebenarnya merupakan vitamin yang dapat dibentuk di dalam tubuh manusia dengan bantuan sinar matahari. Vitamin D berfungsi untuk meningkatkan penyerapan kalsium dan berbagai mineral penting lainnya di dalam usus; yang berfungsi untuk menjaga kekuatan dan kesehatan tulang. Selain itu, vitamin D juga mempengaruhi fungsi selular dalam berbagai aspek yang tampaknya bermanfaat untuk pengobatan kanker. Vitamin D dapat mengurangi atau memperlambat pertumbuhan sel, memicu terjadinya kematian sel kanker, dan menghambat pembentukan pembuluh darah baru yang berfungsi untuk memberi makan sel-sel kanker. Para peneliti menemukan bahwa penderita kanker tertentu cenderung memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah. Orang-orang yang biasanya memiliki kadar vitamin D yang rendah adalah orang yang tinggal di negara yang memiliki 4 musim (terutama di musim dingin dan musim gugur), orang yang tinggal di Amerika bagian utara dan timur laut, orang lanjut usia, keturunan Afrika, orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas, orang yang jarang berolahraga, dan orang yang memiliki keadaan kesehatan yang buruk. Para peneliti membagi peserta penelitian menjadi 5 kelompok berdasarkan pada kadar vitamin D di dalam darahnya, yaitu dari rendah hingga tinggi. Setelah menyesuaikan data dengan prognosis dan perilaku sehat setiap penderita, para peneliti menemukan bahwa para penderita yang memiliki kadar vitamin D paling tinggi ternyata dapat hidup sekitar 8 bulan lebih lama dibandingkan dengan penderita lainnya yang memiliki kadar vitamin D paling rendah. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa diperlukan waktu lebih lama bagi sel kanker untuk berkembang pada orang yang memiliki kadar vitamin D yang lebih tinggi yaitu sekitar 12.2 bulan dibandingkan dengan para penderita yang memiliki kadar vitamin D yang paling rendah, yaitu sekitar 10 bulan. Para peneliti tidak menemukan adanya perbedaan yang cukup signifikan di antara para penderita yang menerima pengobatan kanker yang berbeda-beda.   Sumber: newsmaxhealth  
 06 Nov 2017    12:00 WIB
Tahu Kah Kamu Siapa 7 Orang Paling Tua di Dunia?
Setiap orang di dunia ini tentunya ingin memiliki umur yang panjang dan tetap sehat walaupun sudah bertambah tua seperti 7 orang paling tua di dunia berikut ini.    1.      Kamato Hongo, 116 Tahun Kamato Hongo dilahirkan pada tanggal 16 September 1887 di Jepang. Wanita ini dianggap sebagai orang tertua di dunia mulai dari bulan Maret 2002 hingga saat kematiannya. Selama hidupnya ia tinggal di Kagoshima dan baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 116 tahun sebulan sebelum kematiannya yang disebabkan oleh pneumonia. Ia meninggal pada tanggal 31 Oktober 2003.    2.      Maria Esther Heredia Lecaro de Capovilla, 116 Tahun 347 Hari María Esther Heredia Lecaro de Capovilla atau yang lebih dikenal dengan nama Maria Capovilla dilahirkan pada tanggal 14 September 1889 di Ekuador. Ia meninggal saat usianya telah mencapai 116 tahun 347 hari pada tanggal 27 Agustus 2006. Maria merupakan putri dari seorang colonel dan hidup berkelimpahan di sepanjang hidupnya. Ia mengatakan bahwa ia tidak pernah merokok atau mengkonsumsi minuman beralkohol di sepanjang hidupnya.    3.      Elizabeth "Lizzie" Bolden, 116 Tahun 118 Hari Elizabeth "Lizzie" Bolden dilahirkan pada tanggal 15 Agustus 1890. Ia merupakan wanita keturunan Afrika Amerika yang diakui oleh Guinness World Records sebagai manusia tertua karena usianya yang mencapai 116 tahun 118 hari. Ia meninggal pada tanggal 11 Desember 2006.   Baca juga: Berdiri Membuat Usia Anda Menjadi Lebih Panjang, Benarkah?    4.      Jeanne Louise Calment, 122 Tahun 164 Hari Jeanne Louise Calment dilahirkan pada tanggal 21 Febuari 1875 di Arles, Perancis. Ia meninggal pada tanggal 4 Agustus 1997 di usianya yang ke 122 tahun 164 hari.    5.      Shigechiyo Izumi, 121 Tahun Shigechiyo Izumi dilahirkan pada tanggal 29 Juni 1865 di Jepang. Ia dinobatkan sebagai orang yang bekerja paling lama di sepanjang hidupnya, yaitu selama 98 tahun. Ia meninggal pada tanggal 21 Febuari 1986 saat berusia 121 tahun.    6.      Carrie C. White, 117 Tahun Carrie C. White dilahirkan pada tanggal 18 November 1874 dan diakui sebagai orang tertua di dunia oleh Guinness World Records saat ia berulang tahun ke 114 tahun pada tahun 1988.ia meninggal pada tanggal 14 Febuari 1991 setelah sempat didiagnosa menderita gangguan jiwa pada tahun 1909 yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit jiwa.    7.      Tane Ikai, 166 Tahun Tane Ikai merupakan salah satu wanita Jepang tertua di dunia. Ia dilahirkan pada tanggal 18 Januari 1879 dan meninggal pada tanggal 12 Juli 1995 di usianya yang ke 166 tahun, setelah sebelumnya mengalami 2 kali serangan stroke.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: dorogists
 31 Jul 2017    08:00 WIB
“Wabah” Rabuh Jauh, Apa Penyebabnya???
Apakah Anda merasa semakin sering melihat orang berkacamata akhir-akhir ini??? Anda bukanlah orang pertama yang merasa demikian. Bahkan sebuah rumah sakit mata di wilayah selatan Guangzhou, Cina harus memperbesar fasilitasnya karena semakin banyak pasien yang berdatangan. Enam puluh tahun lalu, hanya sekitar 10-20% penduduk Cina yang mengalami rabun jauh. Akan tetapi, sekarang ini sekitar 90% remaja dan orang dewasa muda di Cina menderita rabun jauh.  Selain di Cina, hal yang sama juga terjadi di Negara-negara Asia lainnya, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Eropa. Rabun jauh atau miopia sendiri sebenarnya terjadi karena bola mata penderita sedikit memanjang sehingga bayangan benda yang berada jauh jatuh di depan retina dan bukannya tepat di retina. Pada kasus berat, kelainan ini dapat membuat merusak struktur dalam mata dan meningkatkan resiko terjadinya robekan atau lepasnya retina, katarak, glaukoma, dan bahkan kebutaan. Karena mata masih berkembang di sepanjang masa kanak-kanak, maka miopia biasanya baru mulai terjadi saat anak memasuki usia sekolah dan remaja. Peningkatan kasus miopia ini telah mendorong para ahli untuk melakukan sebuah penelitian untuk mencari tahu apa sebenarnya yang menyebabkan terjadinya miopia. Salah satu hal yang ditemukan peneliti adalah bahwa terjadinya miopia mungkin berhubungan dengan faktor genetika. Hal ini dikarenakan kasus miopia lebih sering ditemukan pada anak kembar identik dibandingkan dengan anak kembar non identik. Akan tetapi, karena pesatnya peningkatan kasus miopia di dunia, maka hal ini menunjukkan bahwa genetika bukanlah satu-satunya penyebab (karena dibutuhkan waktu lama bila penyebabnya adalah perubahan genetika). Para ahli pun menduga bahwa faktor lingkungan juga turut berperan dalam terjadinya miopia. Salah satu penyebab yang jelas adalah membaca dalam jarak dekat. Pada zaman modern seperti sekarang ini, semakin banyak anak-anak yang menghabiskan waktunya untuk membaca buku, belajar, dan bermain komputer atau telepon genggamnya. Dari sisi biologis sendiri, membaca dalam jarak dekat dalam waktu yang lama dapat mempengaruhi perkembangan bola mata karena mata harus bekerja ekstra untuk memfokuskan cahaya agar jatuh tepat di retina. Hal menarik lainnya yang ditemukan para peneliti pada tahun 2007 adalah bahwa seberapa lama seorang anak menghabiskan waktunya di luar ruangan ternyata juga mempengaruhi seberapa besar resiko miopia yang ia miliki. Para peneliti menemukan bahwa semakin sedikit seorang anak menghabiskan waktunya di luar ruangan, maka semakin besar resikonya untuk menderita miopia. Akan tetapi, hasil ini tampaknya tidak berhubungan dengan banyak olahraga atau aktivitas yang anak lakukan atau tidak dan tidak berhubungan dengan sering tidaknya anak tersebut membaca buku. Oleh karena itu, para peneliti menduga hal ini berhubungan dengan seberapa banyak mata anak terpapar oleh cahaya terang. Hingga saat ini, para ahli masih belum dapat memastikan mekanisme apa yang membuat paparan cahaya terang dapat mencegah terjadinya miopia. Para ahli menduga bahwa paparan cahaya terang ini dapat menstimulasi pelepasan dopamin di dalam retina, yang akan mencegah pemanjangan bola mata selama proses perkembangannya. Berdasarkan analisa dari berbagai penelitian sebelumnya, seorang peneliti miopia di Australia menganjurkan agar seorang anak menghabiskan setidaknya 3 jam di luar ruangan (dengan kekuatan cahaya setidaknya 10.000 lux) setiap harinya untuk mencegah terjadinya miopia.   Baca juga: 7 Penyebab Mengapa Anda Tidak Dapat Melihat Dengan Jelas   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: nature
 15 Jul 2017    18:00 WIB
Kekurangan Vitamin D Tingkatkan Resiko Terjadinya Gangguan Jantung, Benarkah?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang dewasa yang mengalami kekurangan vitamin D di masa kanak-kanak dan remajanya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami pengerasan pembuluh darah. Pengerasan pembuluh darah ini telah diketahui berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati lebih dari 2.100 orang di Finlandia. Para peneliti mengukur kadar vitamin D para peserta penelitian mulai dari saat mereka berusia 3 tahun hingga mereka berusia 18 tahun. Para peneliti kemudian memeriksa keadaan pembuluh darah para peserta penelitian (apakah mengalami pengerasan atau tidak) saat mereka berusia 30 hingga 45 tahun. Para peneliti kemudian menemukan bahwa para peserta penelitian yang memiliki kadar vitamin D yang paling rendah saat masih muda memiliki resiko yang jauh lebih tinggi untuk mengalami pengerasan pembuluh darah saat dewasa. Para peneliti menyatakan bahwa hubungan antara kadar vitamin D dan pengerasan pembuluh darah ini tidak berhubungan dengan berbagai faktor resiko penyakit jantung lainnya seperti tekanan darah tinggi, merokok, pola makan tidak sehat, jarang berolahraga, dan obesitas. Akan tetapi, perlu diingat bahwa pada penelitian ini, para peneliti hanya menemukan adanya hubungan antara kadar vitamin D di masa kanak-kanak dan remaja dengan keadaan kesehatan jantung di usia dewasa dan tidak menemukan adanya hubungan sebab akibat di antara keduanya. Walaupun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apa sebenarnya peranan rendahnya kadar vitamin D terhadap pengerasan pembuluh darah, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sangatlah penting bagi setiap anak untuk memiliki kadar vitamin D yang mencukupi di masa mudanya.   Sumber: newsmaxhealth
 12 Apr 2017    18:00 WIB
Teliti Sebelum Mencoba! Perawatan Rambut Keratin Yang Lagi Ngetrend Ternyata Akan Membuat Anda Mengalami Masalah...
Rambut adalah mahkota bagi seorang wanita, tidak heran bila banyak wanita yang rela merogoh koceknya dalam-dalam hanya untuk perawatan rambut. Ada banyak perawatan rambut yang dapat dicoba, salah satunya adalah perawatan rambut keratin. Perawatan rambut keratin adalah cara yang baik untuk mendapatkan rambut lembut, lurus dan halus, sehingga membuat perawatan ini menjadi trend saat ini. Tapi saat Anda mau melakukan perawatan apapun harus selalu teliti sebelum mencoba karena perawatan ini ternyata memiliki kekurangan.   Apa saja kekurangan yang akan dialami dan membuat Anda mengalami beberapa masalah?   1. Tidak bisa keramas dalam waktu 72 jam Saat Anda melakukan perawatan rambut keratin maka Anda tidak bisa keramas dalam waktu 72 jam. Hal ini merupakan efek samping yang penting dari perawatan ini karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Untuk Anda yang memiliki kebiasaan keramas setiap hari, maka dalam 3 hari Anda tidak boleh keramas maka rasanya akan sangat terganggu. Selain itu bila Anda tidak memperhatikan kondisi rambut Anda, kemudian sampai keriting lagi, maka Anda perlu kembali ke salon untuk dirapikan kembali. 2. Rambut super lurus Pda hari-hari perawatan maka rambut Anda mungkin akan terlihat super-lurus segera setelah dilakukan perawatan. Hal ini akan membuat penampilan Anda secara keseluruhan terlihat aneh. Terutama untuk Anda yang memiliki wajah agak lebar dan pipi chubby. Cara terbaik untuk hal ini adalah menghindari bertemu atau menghadiri acara pertemuan dengan banyak orang selama beberapa hari setelah perawatan. 3. Iritasi mata dan kulit Efek samping dari perawatan rambut keratin lainnya adalah reaksi alergi yang mungkin terjadi. Pada beberapa orang mengalami ruam dan menderita gatal-gatal. Bahkan pada beberapa orang bisa mengalami iritasi pada matanya. Sehingga usahakan untuk melakukan perawatan ini salon profesional dimana petugasnya mampu memberikan pelayanan yang terbaik dan tidak melakukan kesalahan saat perawatan. 4. Risiko Kanker Salah satu efek samping jangka panjang dari perawatan rambut keratin yang mengerikan adalah dapat menyebabkan kanker. Hal ini disebabkan adanya formaldehida, bahan kimia yang diketahui menyebabkan kanker pada manusia. Jadi bila Anda ingin melakukan perawatan ini, beri jarak antara perawatan yang satu dengan perawatan berikutnya. Jangan sampai terlalu berdekatan. 5. Rambut rontok dan rusak Saat Anda keramas, maka Anda akan menyadari bahwa rambut Anda menjadi lebih tipis. Hal ini dikarenakan perawatan rambut keratin juga membuat rambut menjadi rontok. Jadi bersiap-siap sajalah dengan kondisi ini. Selain rontok rambut juga menjadi rusak. Dari awal rambut Anda akan terlihat lebih indah namun setelag 5 bulan maka rambut Anda akan mulai terlihat tidak terawat dan berantakan. 6. Perubahan gaya hidup Setelah Anda melakukan perawatan, maka Anda harus melakukan perawatan ulang setiap 3 bulan sekali. Jadi, mau tidak mau Anda harus menghabiskan uang dan mengatur jadwal untuk ke salon. Karena ini adalah efek samping jangka panjang dari perawatan rambut keratin. Ada banyak masalah yang bisa Anda alami setelah melakukan perawatan rambut keratin, seperti hal-hal diatas. Jadi sebelum Anda mengalami itu semua lebih baik pikirkan dahulu ya... Baca juga: https://www.dokter.id/berita/rambut-pendek- siapa-takut Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang