Your browser does not support JavaScript!
 03 Nov 2018    11:00 WIB
7 Fakta Unik Mengenai Bersin yang Tidak Di Sadari
Setiap orang pasti pernah mengalami kejadian "memuaskan" yang satu ini, bersin. Bersin sebenarnya merupakan suatu reaksi refleks dari hidung saat ia ingin mengeluarkan berbagai jenis iritan yang tidak diinginkan seperit debu, bulu, atau serbuk sari. Bersin juga merupakan suatu cara tubuh Anda untuk mengeluarkan berbagai hal yang tidak boleh terhisap masuk ke dalam paru-paru Anda. Selain memiliki manfaat yang menakjubkan, bersin ternyata juga memiliki beberapa fakta unik yang mungkin tidak pernah Anda sadari sebelumnya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa fakta unik tersebut.   1.      Matahari Dapat Menjadi Pemicunya  Tahukah Anda bahwa terjadinya bersin ternyata dapat dipicu oleh sinar matahari? ACHOO (autosomal dominant compulsive helio-opthalmic) merupakan kelainan langka yang membuat penderitanya bersin setiap kali ia menatap matahari. Selain sinar matahari, penderita ACHOO juga akan bersin setiap kali ia melihat cahaya terang. Karena tidak dianggap berbahaya, tidak banyak penelitian yang dilakukan terhadap ACHOO ini sehingga hingga saat ini para ahli tidak mengetahui apa sebenarnya penyebab pasti dari ACHOO ini. Beberapa ahli menduga ACHOO terjadi akibat adanya suatu kelainan pada sistem saraf parasimpatik.   2.      Seks Juga Merupakan Pemicu Tahukah Anda bahwa bersin juga seringkali terjadi setelah seseorang berhubungan intim? Para ahli masih tidak mengetahui apa penyebabnya, akan tetapi mereka menduga hal ini berhubungan dengan sistem saraf parasimpatik, yang berfungsi untuk mengatur denyut jantung, pencernaan, dan jaringan serta cairan yang berhubungan dengan terjadinya orgasme.   3.      Bersin Membuat Cairan Terpental Sangat Cepat Lho! Pada tahun 1950, seorang ahli biologi dari Harvard, William Firth Wells, pernah memperkirakan bahwa cairan yang keluar dari dalam hidung saat seseorang bersin dapat bergerak hingga 100 meter per detik atau sekitar 224 mph. Akan tetapi, berbagai penelitian baru yang melakukan penelitian mengenai hal yang sama menemukan hasil yang jauh berbeda, di mana kecepatan bersin hanya sekitar 10-35 mph, tergantung pada ukuran tubuh seseorang. Semakin besar tubuhnya, maka semakin cepat pula kecepatan bersinnya. Menarik bukan???   Baca juga: Flu Babi dan Kehamilan   4.      Bersin Tidak Dapat Terjadi Saat Tidur Pernah bertanya-tanya mengapa Anda tidak pernah terbangun karena bersin? Para ahli pun memiliki pertanyaan yang sama. Saat Anda berbaring, membran mukosa di dalam hidung Anda sebenarnya akan membengkak, yang seharusnya membuat Anda menjadi lebih sensitif terhadap debu yang masuk ke dalam hidung Anda. Akan tetapi, ternyata saat Anda berada pada fase REM, tidur nyenyak di mana Anda bermimpi, semua otot tubuh kecuali otot mata akan mengalami kelumpuhan, termasuk otot yang diperlukan untuk bersin. Selain itu, bahkan saat Anda tidak berada dalam fase REM, semua sel saraf yang berfungsi untuk memicu terjadinya bersin juga ditekan sehingga bersin pun tidak dapat terjadi.   5.      Anda Mungkin Tidak Dapat Membuat Mata Anda Tetap Terbuka Saat Bersin Hati-hati matamu akan copot bila bersin terlalu kuat! Ungkapan ini mungkin pernah Anda dengar sewaktu duduk di bangku sekolah dasar. Akan tetapi, pada kenyataannya hal ini tidak mungkin terjadi, tidak peduli seberapa kuat kekuatan bersin Anda. Yang terjadi justru mata Anda akan menutup saat Anda bersin. Hal ini merupakan refleks karena saraf di dalam hidung Anda ternyata berhubungan dengan saraf yang terdapat pada mata Anda, yang membuat Anda pasti akan berkedip saat Anda bersin.   6.      Bersin Bisa Perlambat Denyut Jantung Lho Bersin ternyata dapat memperlambat denyut jantung Anda lho. Hal ini dikarenakan Anda menarik napas dalam sebelum Anda bersin. Tarikan napas dalam yang Anda lakukan ini menyebabkan otot-otot dada Anda mengencang dan meningkatkan tekanan di dalam paru-paru Anda, yang akan membuat lebih banyak darah masuk ke dalam jantung Anda, dan menurunkan tekanan darah serta meningkatkan denyut jantung untuk sementara waktu. Kemudian saat seluruh udara tersebut dikeluarkan dalam satu kali bersin, maka tekanan darah Anda akan kembali naik dan denyut jantung Anda pun akan melambat, bukan berhenti seperti yang dikira oleh banyak orang.   7.      Anda Sebaiknya Menutup Mulut Saat Bersin Tidak hanya untuk alasan kesopanan, menutup mulut saat bersin juga bertujuan untuk mencegah penyebaran kuman penyakit ke udara sekitar Anda lho. Para ahli di MIT menemukan bahwa kuman penyakit yang ikut dikeluarkan saat Anda bersin ternyata dapat bertahan cukup lama di udara, lebih lama daripada yang diperkirakan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 07 Dec 2017    18:00 WIB
4 Mitos Penyakit Menular Seksual Ini Terlanjur Dipercaya Namun Ternyata Salah...
Begitu banyak informasi yang salah tentang penyakit menular seksual (PMS), yang seringkali dipercaya oleh hamper kebanyakan orang. Padahal bila Anda tidak mengetahui kebenarannya maka ini bisa berbahaya bagi kesehatan Anda.   Berikut Adalah 4 Mitos Yang Salah Tentang PMS: Mitos: Jika pasangan Anda mengalami PMS, Maka Anda Bisa Melihat Gejalanya Fakta: Seringkali tidak ada tanda bahwa seseorang menderita PMS. Gejala PMS tidak selalu terlihat terlebih masih dalam tahap awal, untuk mengetahuinya maka diperlukan pemeriksaan seperti pemeriksaan darah. Orang yang mengalami PMS pun seringkali tidak menyadarinya, meski begitu orang yang memiliki PMS tetap bisa membawa dan menyebarkan infeksi. PMS yang tidak diobati dapat menambah gangguan kesehatan yang serius, seperti gangguan kesuburan atau penyakit radang panggul (PID).   Mitos: Anda dapat menghindari PMS dengan melakukan seks oral atau anal. Fakta: Saat Anda melakukan hubungan intim dengan cara oral, anal, vagina, atau bahkan sekedar kontak seksual, bisa menyebabkan penularan PMS. Virus atau bakteri penyebab PMS dapat masuk ke tubuh melalui tetesan cairan dan luka kecil yang ada di mulut dan anus, serta alat kelamin. Beberapa PMS, seperti herpes atau kutil kelamin, dapat menyebar hanya melalui kontak kulit-ke-kulit dengan daerah yang terinfeksi atau sakit.   Mitos: Begitu Anda mengalami PMS, tidak ada kemungkinan mendapatkannya lagi. Fakta: Anda bisa mengalami beberapa kali PMS Beberapa PMS adalah milik Anda seumur hidup, seperti herpes dan HIV. Yang lainnya, seperti klamidia dan gonore, bisa diobati, tapi Anda mungkin terinfeksi lagi jika Anda berhubungan seksual dengan seseorang yang memilikinya.   Mitos: Jika Anda diperiksa dan Anda bebas PMS, pasangan Anda juga tidak perlu diperiksa. Fakta: Pasangan Anda bisa mengalami PMS dan tidak mengetahuinya. Untuk mengetahui dengan pasti maka Anda dan pasangan harus melakukan pemeriksaan secara bersama.   PMS lebih dari sekedar rasa malu tapi ini adalah masalah kesehatan yang serius. Apabila tidak diobati, beberapa PMS dapat menyebabkan kerusakan permanen, seperti ketidaksuburan dan bahkan menyebabkan kematian. Cara terbaik untuk menghindari PMS adalah dengan setia pada pasangan Anda yang sah dan menggunakan kondom, selain itu rutin melakukan pemeriksaan diri.   Baca juga: Gatal Pada Mr. P, Apakah Selalu Berarti Penyakit Menular Seksual?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: kidshealth