Your browser does not support JavaScript!
 07 May 2017    12:00 WIB
Bahaya Tekanan Darah Tinggi Pada Ginjal dan Mata
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada pembuluh darah di seluruh tubuh, terutama bila penderita juga menderita diabetes yang dapat semakin memperberat kerusakan pada dinding pembuluh darah.   KERUSAKAN PADA GINJAL Ginjal merupakan suatu organ penting yang berfungsi untuk memfiltrasi dan membuang cairan serta berbagai zat beracun dari dalam tubuh anda. Gangguan pada pembuluh darah yang memperdarahi ginjal maupun gangguan pada pembuluh darah di dalam ginjal itu sendiri dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal. 1.      Gagal Ginjal Tekanan darah tinggi merupakan penyebab tersering dari gagal ginjal. Hal ini disebabkan oleh tekanan darah tinggi dapat merusak dinding pembuluh darah besar yang menuju ke ginjal maupun pembuluh darah kecil di dalam ginjal (glomeruli). Kedua hal ini dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal, yang lama-kelamaan dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang lebih luas dan menyebabkan terjadinya kegagalan fungsi ginjal. Bila hal ini sampai terjadi, maka langkah pengobatan yang dapat dilakukan adalah hemodialisa (cuci darah) atau transplantasi ginjal. 2.      Glomerulosklerosis Merupakan suatu kelainan pada ginjal yang disebabkan oleh terbentuknya jaringan parut pada glomerulus ginjal. Glomerulus merupakan suatu kumpulan pembuluh darah kecil pada ginjal anda yang berfungsi untuk memfiltrasi cairan serta berbagai zat racun dari dalam tubuh anda. Glomerulosklerosis ini dapat menyebabkan gangguan fungsi filtrasi ginjal yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya kegagalan fungsi ginjal. 3.      Aneurisma Arteri Ginjal Aneurisma merupakan suatu penonjolan pada dinding pembuluh darah besar yang menuju ke ginjal. Salah satu penyebabnya adalah aterosklerosis yang melemahkan dan merusak dinding pembuluh darah. Tekanan darah tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan terbentuknya aneurisma pada dinding pembuluh darah yang lemah tersebut. Aneurisma dapat pecah kapan saja dan menyebabkan perdarahan hebat.   KERUSAKAN PADA MATA Mata memperoleh oksigen dan nutrisi melalui suatu pembuluh darah kecil. Gangguan pada pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi dapat menyebabkan gangguan fungsi kelihatan bahkan kebutaan. 1.      Retinopati Retinopati atau kerusakan dinding pembuluh darah mata disebabkan oleh kerusakan dinding pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam waktu lama. Gangguan ini dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan penglihatan, seperti perdarahan pada mata, penglihatan kabur, dan hilangnya penglihatan. Bila anda menderita tekanan darah tinggi dan diabetes, maka resiko anda mengalami retinopati menjadi lebih tinggi. 2.      Koroidopati Koroidopati merupakan suatu keadaan di mana terdapat cairan di belakang retina. Hal ini disebabkan oleh kebocoran pembuluh darah yang memperdarahi retina. Koroidopati dapat menyebabkan gangguan penglihatan. 3.      Neuropati Optikus Neuropati optikus merupakan kerusakan pada saraf optikus yang disebabkan oleh gangguan aliran darah yang menuju ke saraf tersebut. Hal ini dapat menyebabkan kematian sel-sel saraf yang mengakibatkan perdarahan pada mata atau hilangnya penglihatan.  Baca juga: Turunkan Risiko Mata Minus Dengan Bahan Alami! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: mayoclinic
 22 Feb 2017    12:00 WIB
Bahaya Tekanan Darah Tinggi Pada Jantung dan Pembuluh Darah
Tekanan darah tinggi sama halnya seperti diabetes, dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ tubuh sebelum menimbulkan gejala. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ, terutama pada jantung dan pembuluh darah. KERUSAKAN PADA PEMBULUH DARAHPembuluh darah arteri merupakan suatu pembuluh darah kuat, fleksibel, dan bersifat elastis. Arteri berfungsi untuk menyalurkan berbagai nutrisi dan oksigen ke berbagai organ tubuh. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam arteri yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah tersebut. 1.      Kerusakan dan Penyempitan ArteriTekanan darah tinggi dapat merusak sel penyusun dinding dalam pembuluh darah, yang pada akhirnya menyebabkan dinding pembuluh darah menebal dan keras (arteriosklerosis). Kerusakan pada dinding pembuluh darah ini menyebabkan kolesterol yang berada di dalam pembuluh darah anda menempel pada dinding pembuluh darah yang rusak tersebut (aterosklerosis) dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah.Penyempitan pembuluh darah ini menyebabkan berkurangnya aliran darah ke berbagai organ penting, seperti otak, ginjal, jantung, tangan, dan kaki. Hal ini menyebabkan timbulnya berbagai komplikasi seperti nyeri dada (angina), serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal, stroke, penyumbatan pembuluh darah tepi di tangan dan kaki, kerusakan mata dan aneurisma.2.      AneurismaAneurisma terjadi akibat peningkatan tekanan di dalam dinding pembuluh darah dalam waktu lama yang pada akhirnya menyebabkan pelebaran dinding pembuluh darah yang memang sudah melemah.Aneurisma dapat pecah sewaktu-waktu dan menyebabkan perdarahan hebat. Aneurisma dapat terjadi di setiap pembuluh darah di dalam tubuh anda, tetapi biasanya paling sering terjadi pada pembuluh darah aorta (pembuluh darah terbesar di dalam tubuh anda). KERUSAKAN PADA JANTUNGSelain pembuluh darah, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan pada jantung. Jantung merupakan organ penting yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah yang tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada jantung anda.1.      Penyakit Jantung KoronerArteri koroner merupakan pembuluh darah yang mensuplai darah ke otot jantung. Penyempitan dinding pembuluh darah dapat menyebabkan terganggunya aliran darah ke jantung. Hal ini dapat menyebabkan berbagai jantung seperti nyeri dada, serangan jantung, dan aritmia (gangguan irama jantung)2.      Pembesaran Jantung KiriTekanan darah tinggi menyebabkan jantung anda harus bekerja lebih keras untuk dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Bila berlangsung dalam waktu lama, maka hal ini dapat menyebabkan pembesaran ventrikel (serambi) kiri. Pembesaran ventrikel kiri ini membuat jantung semakin sulit memompa darah ke seluruh tubuh. Bila tekanan darah terus tidak terkontrol maka dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung, gagal jantung, dan bahkan henti jantung.3.      Gagal JantungTekanan darah tinggi membuat jantung harus bekerja lebih keras. Bila hal ini terus berlangsung untuk waktu yang lama, maka otot jantung akan melemah dan dapat terjadi penurunan fungsi jantung. Jadi, pada dasarnya jantung anda telah kelelahan bekerja dan mulai gagal berfungsi. Serangan jantung dapat memperberat keadaan ini.  Baca juga: 10 Hal Yang Anda Lakukan Ini Bisa Membuat Jantung Makin Sehat. Berani Coba??? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: mayoclinic
 22 Jan 2017    08:00 WIB
Benarkah Konsumsi Minuman Beralkohol Dapat Melindungi Jantung Penderita Tekanan Darah Tinggi?
Mengkonsumsi minuman beralkohol memang telah banyak dihubungkan dengan peningkatan resiko terjadinya tekanan darah tinggi. Akan tetapi, pada sebuah analisis baru pada berbagai penelitian terdahulu, para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi minuman beralkohol sebanyak 1 atau 2 gelas setiap harinya justru dapat membantu melindungi penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) dari penyakit jantung dan bahkan kematian. Akan tetapi, para peneliti juga menekankan bahwa bagi para penderita hipertensi yang tidak pernah mengkonsumsi minuman beralkohol sebelumnya tetap tidak dianjurkan untuk memulai konsumsi minuman beralkohol hanya karena hasil penelitian ini. Hal ini dikarenakan para peneliti tidak sepenuhnya yakin apakah benar konsumsi minuman beralkohol dapat membantu menjaga kesehatan jantung seseorang hanya berdasarkan sebuah penelitian observasi yang tidak meneliti semua aspek yang dapat mempengaruhi kesehatan jantung seseorang selain dari apa yang biasa mereka lakukan dan apa dampaknya pada mereka. Pada analisis ini, para peneliti menggabungkan data dari 9 penelitian sebelumnya, yang meneliti hampir 400.000 orang penderita hipertensi.  Pada berbagai penelitian tersebut, para peneliti juga mencatat bagaimana konsumsi minuman alkohol setiap peserta penelitian, termasuk jenis minuman beralkohol yang mereka konsumsi seperti wine, bir, dan berbagai jenis minuman beralkohol lainnya.  Selain itu, para peneliti juga mencatat riwayat penyakit jantung, stroke, gagal jantung, dan kematian akibat sebab apapun pada semua peserta penelitian. Para peneliti kemudian membagi peserta penelitian menjadi 4 kelompok, yaitu: Peserta yang jarang atau tidak pernah mengkonsumsi minuman beralkohol Peserta yang mengkonsumsi sekitar 10 gram etanol (sekitar sepertiga ons) setiap harinya Peserta yang mengkonsumsi sekitar 20 gram etanol setiap harinya Peserta yang mengkonsumsi sekitar 30 gram etanol setiap harinya Di Amerika, 148 ml wine, 355 ml bir, dan 44 ml minuman beralkohol lainnya mengadung sekitar 14 gram etanol (alkohol murni). Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, serangan jantung, dan stroke menurun seiring dengan semakin banyaknya konsumsi minuman beralkohol.  Akan tetapi, para peneliti juga menemukan bahwa tidak terjadi penurunan resiko terjadinya penyakit jantung bila seseorang mengkonsumsi terlalu banyak minuman beralkohol (berlebihan atau binge). Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa resiko terjadinya kematian akibat berbagai sebab juga paling rendah pada peserta yang mengkonsumsi 8-10 gram alkohol setiap harinya. Sedangkan resiko kematian tertinggi terdapat pada orang yang mengkonsumsi lebih banyak minuman beralkohol setiap harinya dan yang tidak pernah mengkonsumsi minuman beralkohol. Orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah sedikit atau sedang juga memiliki resiko kematian yang lebih rendah, yaitu 18% lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak pernah mengkonsumsi minuman beralkohol. Beberapa penelitian lainnya juga menemukan bahwa mengkonsumsi minuman beralkohol mungkin dapat membantu mencegah penumpukkan lemak di dalam pembuluh darah, walaupun para peneliti masih tidak mengetahui bagaimana hal ini terjadi. Sampai saat ini, para peneliti masih tidak dapat memastikan apakah alkohol benar-benar dapat menjaga kesehatan jantung seseorang bila dikonsumsi dalam jumlah yang tepat atau apakah kesehatan jantung yang baik merupakan akibat dari gaya hidup sehat yang juga dilakukan oleh orang yang jarang atau sesekali mengkonsumsi alkohol. Para peneliti tetap tidak menganjurkan seseorang untuk mulai mengkonsumsi minuman beralkohol untuk menjaga kesehatan jantungnya. Hal ini dikarenakan seseorang dapat mulai mengkonsumsi alkohol secara berlebihan atau mengalami kecanduan akibat mencoba mulai mengkonsumsi minuman beralkohol.       Sumber: newsmaxhealth
 17 Oct 2016    15:00 WIB
Tekanan Darah Tinggi dan Kehamilan
Tekanan darah normal orang dewasa adalah 120/80 mmHg, di mana tekanan sistolik dapat bervariasi dari 100-120 dan tekanan diastolik 60-80. Seseorang dikatakan menderita tekanan darah tinggi bila tekanan darahnya lebih tinggi daripada normal, baik sistolik ataupun diastolik, yang ditemukan pada lebih dari satu kali pengukuran pada waktu yang berbeda. Peningkatan tekanan darah juga dapat terjadi saat anda kurang tidur, kelelahan, dan setelah beraktivitas. Tekanan darah tinggi juga dapat terjadi pada saat kehamilan, yang disebut dengan hipertensi gestasional. Pada hipertensi gestasional, tekanan darah ibu mulai meningkat setelah kehamilan berusia sekitar 20 minggu, yang akan kembali normal setelah ibu melahirkan. Tekanan darah sebelum kehamilan dan selama awal kehamilan biasanya normal.   Efek Tekanan Darah Tinggi Pada Anda dan Bayi Anda Efek Pada Ibu Mengalami hipertensi gestasional bukan berarti anda tidak dapat memiliki bayi yang sehat serta kehamilan normal seperti wanita lainnya, anda hanya perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatan anda dan bayi anda. Tekanan darah tinggi meningkatkan resiko terjadinya kerusakan pada ginjal atau berbagai organ lainnya. Selain itu, hipertensi gestasional meningkatkan resiko anda menderita tekanan darah tinggi atau penyakit jantung atau stroke setelah anda melahirkan atau beberapa tahun kemudian. Efek Pada Bayi Tekanan darah tinggi menyebabkan penurunan aliran darah dari ibu ke plasenta, yang menyebabkan penurunan aliran oksigen dan nutrisi kepada bayi anda, yang mana kedua hal tersebut sangat dibutuhkan bagi perkembangan dan pertumbuhan bayi anda. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada bayi anda dan menyebabkan bayi anda memiliki berat badan lahir rendah. Walaupun demikian, bayi anda tetap dapat bertumbuh dengan normal.   Efek Hipertensi Gestasional Pada Persalinan Hipertensi gestasional dapat menyebabkan terjadinya preeklampsia, suatu komplikasi kehamilan yang membahayakan bagi ibu dan bayi. Bila anda mengalami hal ini, maka anda harus melakukan persalinan di rumah sakit untuk memperoleh penanganan dan pengawasan terbaik. Selain itu, bila dokter menilai keadaan kesehatan anda tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan normal melalui vagina atau bila terjadi eklampsia, maka dokter akan melakukan tindakan pembedahan Caesar.   Tanda Perburukan Hipertensi Gestasional Perburukan hipertensi gestasional terjadi bila anda mengalami berbagai gejala preeklampsia. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala preeklampsia di bawah ini, yaitu: Perut semakin membesar, dengan atau tanpa pembengkakan pada pergelangan kaki atau wajah atau pembengkakan pada tubuh bagian atas saat bangun tidur Nyeri kepala Penglihatan kabur Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya Mengalami serangan kejang Nyeri hebat di bagian bawah tulang rusuk   Komplikasi Hipertensi gestasional dapat menyebabkan preeklampsia. Preeklampsia merupakan suatu keadaan di mana selain tekanan darah tinggi, juga terjadi gangguan pada ginjal, hati, atau berbagai organ lainnya. Pembengkakan pada wajah dan pergelangan kaki serta adanya protein pada pemeriksaan air kemih merupakan dua gejala yang sering ditemukan pada preeklampsia. Wanita dengan preeklampsia memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk tindakan pembedahan Caesar serta kelahiran mati. Konsultasikan dengan dokter atau bidan anda mengenai berbagai gejala yang anda alami. Diperlukan pengawasan dan perhatian lebih pada hipertensi gestasional untuk mencegah terjadinya eklampsia atau berbagai komplikasi lainnya. Eklampsia merupakan suatu keadaan di mana wanita dengan preeklampsia mengalami serangan kejang sebelum atau setelah melahirkan. Eklampsia merupakan suatu komplikasi yang sangat membahayakan bagi keselamatan ibu dan bayi. Baca juga: Penyebab Perdarahan Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: webmd  
 12 Sep 2016    15:00 WIB
Benarkah Amarah Dapat Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi?
Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, ketidaksabaran dan kebencian dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi pada orang dewasa muda di masa yang akan datang. Para penelitian ini, para peneliti mengamati bagaimana perilaku (mudah marah, tidak sabar, rasa benci), gangguan depresi, dan gangguan cemas dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi di masa yang akan datang. Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu faktor resiko utama dari terjadinya penyakit jantung, gangguan ginjal, gagal jantung kongestif, dan stroke. Tekanan darah normal adalah kurang dari 120/80 mmHg. Disebut tekanan darah tinggi bila tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih atau bila tekanan darah diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih. Pengukuran darah di antaranya disebut dengan pre hipertensi dan merupakan salah satu faktor resiko terjadinya tekanan darah tinggi. Walapun tekanan darah tinggi jarang terjadi pada dewasa muda, akan tetapi dewasa muda dan awal paruh baya merupakan masa penting bagi perkembangan hipertensi dan berbagai faktor resiko penyakit jantung lainnya. Pada penelitian ini, para peneliti menggunakan sebuah data dari penelitian mengenai resiko terjadinya penyakit jantung koroner pada dewasa muda yang mengamati sekitar 3.308 pria dan wanita di Amerika. Para peserta berusia antara 18-30 tahun pada awal penelitian. Para peneliti mengukur keadaan kesehatan para peserta penelitian secara teratur, termasuk pengukuran tekanan darah. Para peserta juga diminta untuk menjawab berbagai pertanyaan psikososial, yang mencakup 5 hal, yaitu:•  Kesabaran peserta•  Keinginan untuk bersaing•  Rasa benci•  Gangguan depresi•  Gangguan cemas Para peneliti kemudian mengukur ketiga hal pertama di atas pada awal penelitian dan mengukur dua hal sisanya 5 tahun kemudian. Pengukuran dilakukan dengan sistem skor. Rasa tidak sabar atau mudah marah diukur dari angka 0-4. Setelah 15 tahun kemudian, para peserta yang memiliki angka tertinggi memiliki resiko hipertensi yang lebih tinggi yaitu sebesar 84%. Sementara itu, orang yang memiliki skor 2 juga mengalami peningkatan resiko hipertensi sebesar 47% bila dibandingkan dengan orang yang memiliki skor 0. Rasa benci juga diukur dalam bentuk skor, yaitu dari 0-50, yang dibagi menjadi 4 kelompok. Para peneliti menemukan bahwa 15 tahun kemudian orang yang termasuk dalam kelompok yang memiliki skor yang tinggi mengalami peningkatan resiko terjadinya hipertensi hingga 84% dan orang yang berada dalam kelompok kedua tertinggi mengalami peningkatan resiko hipertensi sebanyak 38% dibandingkan dengan orang yang memiliki skor rendah. Akan tetapi, para ahli tidak menemukan adanya hubungan antara tekanan darah tinggi dengan ketiga hal lainnya. Penelitian ini kemudian menemukan bahwa sekitar 15% dari seluruh peserta penelitian mengalami hipertensi saat berusia 33-45 tahun. Hasil penelitian ini sama baik bagi orang kulit putih maupun orang kulit hitam dan tidak dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, latar belakang pendidikan, atau tekanan darah saat penelitian dimulai. Selain itu, hasil ini juga berlaku bagi orang yang memiliki berbagai faktor resiko lain dari hipertensi seperti berat badan berlebih, obesitas, konsumsi alkohol, dan kurang aktif (jarang berolahraga). Walaupun penelitian ini telah berhasil menemukan adanya hubungan antara resiko terjadinya hipertensi dan faktor psikologis, akan tetapi masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikannya. Baca juga: Cara Ini Bisa Meredam Amarah Sang Suami Lho! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 09 Sep 2016    15:00 WIB
Bahaya Tekanan Darah Tinggi Pada Otak
Selain menyebabkan berbagai gangguan dan kerusakan pada jantung dan pembuluh darah, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan gangguan dan kerusakan pada otak dan ginjal akibat gangguan aliran darah yang menyebabkan sel otak dan ginjal kekurangan nutrisi dan oksigen yang penting bagi fungsi kedua organ tersebut.   1.      Serangan Iskemik Sesaat (Transient Ischemic Attack) Serangan iskemik sesaat atau serangan stroke ringan merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh gangguan aliran darah sementara ke otak. Serangan iskemik sesaat dapat disebabkan oleh aterosklerosis maupun bekuan darah pada pembuluh darah arteri yang menyebabkan penyumbatan sementara pada pembuluh darah otak. Kedua hal ini dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi. 2.      Stroke Stroke terjadi akibat adanya gangguan aliran darah dan nutrisi ke sel otak yang menyebabkan kematian sel-sel otak. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah otak yang dapat menyebabkan dinding pembuluh darah menyempit, robek, atau bocor. Selain itu, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah yang kemudian dapat menyumbat pembuluh darah otak anda dan menyebabkan terjadinya serangan stroke. 3.      Demensia Demensia merupakan suatu kelainan pada otak yang menyebabkan gangguan dalam berpikir, berbicara, membuat keputusan, mengingat, penglihatan, dan pergerakan. Demensia dapat disebabkan oleh berbagai hal. Salah satu penyebab demensia adalah gangguan pada pembuluh darah (demensia vaskular). Demensia jenis ini disebabkan oleh penyempitan dinding pembuluh darah yang menyebabkan terganggunya aliran darah ke otak. Penyebab demensia lainnya adalah suatu serangan stroke, yang juga disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak. Baik penyempitan dinding pembuluh darah maupun stroke, keduanya dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Penderita tekanan darah tinggi memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita demensia di kemudian hari daripada orang lain yang tidak menderita tekanan darah tinggi. 4.      Gangguan Kognitif Ringan Gangguan koginitif ringan merupakan suatu gangguan yang menyebabkan penurunan kemampuan seseorang dalam mengerti dan mengingat sesuatu, yang sering terjadi seiring dengan makin bertambahnya usia. Keadaan berat gangguan kognitif dapat ditemukan pada penderita Alzheimer. Gangguan ini juga disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak yang disebabkan oleh gangguan atau kerusakan pada dinding pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.  Baca juga: Anak Muda Pun Bisa Mengalami Tekanan Darah Tinggi, Mengapa Demikian? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang sumber : mayoclinic
 04 Sep 2016    15:00 WIB
Kekurangan Vitamin D Tingkatkan Resiko Terjadinya Tekanan Darah Tinggi?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa kekurangan vitamin D mungkin dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi. Berbagai penelitian sebelumnya telah menemukan adanya hubungan yang kuat antara kekurangan vitamin D dan terjadinya tekanan darah tinggi, akan tetapi para peneliti tidak menemukan adanya hubungan sebab akibat di antara keduanya.   Baca juga: Benarkah Vitamin D Dapat Membuat Proses Persalinan Tidak Terlalu Menyakitkan?   Selain dapat diproduksi di dalam tubuh dengan bantuan sinar matahari, vitamin D juga dapat diperoleh melalui berbagai jenis makanan seperti telur, susu, yogurt, tuna, salmon, sereal, dan jus jeruk. Pada penelitian ini, para peneliti menganalisa data genetik lebih dari 146.500 orang keturunan Eropa di Eropa dan Amerika Utara. Untuk setiap 10% kenaikan kadar vitamin D, maka resiko terjadinya tekanan darah tinggi pun akan menurun sebanyak 8%. Akan tetapi, walaupun penelitian ini menemukan adanya hubungan sebab akibat, akan tetapi para peneliti masih tidak dapat memastikan adanya hubungan pasti. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan bahwa kekurangan vitamin D memang dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi  dan bahwa mengkonsumsi suplemen vitamin D dapat menurunkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi. Baca juga: 4 Penyebab Ketidakstabilan Kadar Gula Darah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: newsmax
 03 Sep 2016    18:00 WIB
Tekanan Darah Tinggi dan Gangguan Fungsi Seksual
Gangguan aktivitas seksual seringkali terjadi pada penderita tekanan darah tinggi, terutama pada tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol. Pengobatan tekanan darah tinggi dapat membantu memperbaiki kehidupan seksual anda.   Gangguan Seksual Pada Pria Walaupun gangguan ereksi sering terjadi pada pria berusia 50 tahun ke atas, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan resiko terjadinya disfungsi ereksi. Hal ini disebabkan oleh adanya gangguan aliran darah yang menuju ke pembuluh darah di dalam penis. Gangguan aliran darah ini seringkali disebabkan oleh aterosklerosis akibat kerusakan dinding pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam waktu lama. Gejala yang paling sering ditemukan adalah ketidakmampuan membentuk atau mempertahankan ereksi akibat penyumbatan pada pembuluh darah pada penis. Bila anda pernah mengalami disfungsi ereksi, anda dapat merasa cemas dan takut setiap kali berhubungan seksual. Hal ini bahkan dapat membuat anda menghindari hubungan seksual dan pada akhirnya dapat mengganggu hubungan anda dan pasangan. Tekanan darah tinggi dan beberapa obat anti hipertensi juga dapat mempengaruhi kemampuan kemampuan ejakulasi dan mengurangi gairah seksual anda.   Gangguan Seksual Pada Wanita Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan gangguan fungsi seksual pada wanita. Gangguan aliran darah yang menuju vagina dapat menyebabkan penurunan gairah seksual, vagina kering, dan kesulitan mencapai orgasme. Penggunaan pelumas vagina dapat membantu mengatasi kekeringan pada vagina.   Obat Anti Hipertensi yang Dapat Menyebabkan Gangguan Seksual Diuretik Diuretik dapat menurunkan aliran darah yang mengalir ke dalam penis, sehingga membuat ereksi sulit terbentuk. Obat ini juga dapat menurunkan seng, yang dibutuhkan bagi pembentukan hormon testosteron. Beta Blocker Obat ini dapat menghambat reaksi sistem saraf yang menyebabkan ereksi. Selain itu, beta blocker juga menghambat pembesaran pembuluh darah penis sehingga aliran darah ke penis kurang dan ereksi sulit terbentuk. Untuk mengurangi efek samping di atas, gunakan obat sesuai dosis yang telah ditentukan oleh dokter anda. Bila gangguan seksual terus berlangsung, segera hubungi dokter anda.   Obat Anti Hipertensi Lainnya Beberapa obat anti hipertensi lainnya yang tidak terlalu mengganggu fungsi seksual anda adalah: ACE inhibitor Penghambat kanal kalsium Angiotensin II reseptor blocker Alfa blocker Beritahukan pada dokter anda mengenai obat-obatan lainnya yang anda konsumsi selain obat anti hipertensi, baik obat herbal ataupun pengobatan lainnya, sehingga dokter dapat menentukan obat yang sesuai bagi anda.   Perubahan Gaya Hidup Selain pengobatan, mengubah gaya hidup anda, mulai dari diet, kebiasaan, olahraga, dan tidur yang cukup dapat membantu menurunkan tekanan darah anda. Perubahan gaya hidup yang dapat anda lakukan adalah: Jangan merokok Diet sehat dan seimbang Kurangi konsumsi garam Turunkan berat badan anda bila berat badan anda berlebih Olahraga teratur Sumber: webmd  Baca juga: Diet Untuk Mengontrol Kadar Gula Darah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang