Your browser does not support JavaScript!
 10 Jan 2018    11:00 WIB
Psikosis Paska Melahirkan, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Psikosis paska melahirkan merupakan gangguan mental yang biasanya mengenai ibu segera setelah melahirkan. Gejala yang biasa ditemukan adalah adanya halusinasi atau perubahan mood ekstrim yang terjadi secara mendadak. Gangguan ini lebih jarang terjadi daripada gangguan mental paska melahirkan lainnya, yaitu baby blues dan depresi paska melahirkan, tetapi biasanya lebih berat.   Penyebab Gangguan ini biasanya bersifat diturunkan dari ibu, saudara perempuan, atau anggota keluarga wanita lainnya. Gangguan ini paling sering terjadi pada ibu yang baru pertama kali melahirkan. Wanita yang pernah mengalami gangguan ini pada persalinan pertamanya, memiliki resiko yang tinggi untuk mengalami gangguan yang sama pada persalinan berikutnya. Hal lain yang mungkin menyebabkan terjadinya psikosis paska melahirkan adalah perubahan kadar hormonal atau perubahan pola tidur.   Baca juga: Apa Saja Gejala dan Resiko Terjadinya Depresi Paska Melahirkan?   Gejala Sebenarnya mengalami perubahan mood paska melahirkan adalah hal yang normal. Gejala ini biasanya berlangsung selama sekitar 10 hari paska melahirkan. Akan tetapi, perubahan mood ekstrim bahkan setelah melewati masa ini (10 hari paska melahirkan) dapat merupakan gejala dari psikosis paska melahirkan. Gejala psikosis paska melahirkan dapat berbeda-beda pada setiap wanita. Beberapa gejala yang mungkin ditemukan adalah: Beberapa wanita dapat mengalami gejala yang sama seperti pada gangguan bipolar, yaitu sulit tidur, meningkatnya perilaku sosial dan aktivitas fisik berlebihan, euphoria, mudah menangis, mudah marah, perilaku kekerasan, dan delusi. Pada kasus yang berat, dapat menyebabkan penderita berbicara tidak jelas Gejala depresi berat yang disertai oleh delusi dan halusinasi Tampak kebingungan, sangat ketakutan, paranoid, dan merasa curiga   Pengobatan Wanita yang mengalami psikosis paska melahirkan harus segera mencari pertolongan medis. Bila gejalanya berat, maka mungkin perlu diberikan obat anti psikosis dan penstabil mood. Penderita biasanya harus dirawat di rumah sakit. Anggota keluarga dan suami wanita yang mengalami psikosis paska melahirkan memiliki peran yang sangat penting dalam pengobatannya. Dengan pengobatan yang tepat, gejala biasanya tidak akan berlangsung lama.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction