Your browser does not support JavaScript!
 07 May 2017    08:00 WIB
10 Tanda Kekambuhan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)
Pengenalan dini akan tanda-tanda kekambuhan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) akan membantu anda dan orang yang anda cintai mencegah penyakit ini bertambah buruk. Hal ini juga dapat menurunkan resiko yang mengancam nyawa saat kekambuhan terjadi. Kekambuhan PPOK paling sering diawali oleh infeksi paru yang disebabkan oleh virus atau bakteri, seperti flu atau penyakit paru lainnya. Pajanan terhadap polutan yang berbahaya juga dapat menyebabkan perburukan gejala PPOK yang tiba-tiba. Jika anda mempunyai satu atau lebih tanda-tanda kekambuhan PPOK yang disebutkan di bawah ini, segera pergi ke dokter. Jika anda mempunyai obat-obatan (antibiotik atau steroid oral) di rumah untuk mengatasi kekambuhan PPOK ini, dokter anda dapat memberitahu anda bagaimana cara mengobati gejala tersebut, apakah perlu pergi ke rumah sakit atau cukup dengan obat-obatan yang tersedia di rumah anda.   Sesak Napas Seseorang yang mengalami kekambuhan PPOK sering merasa sesak napas atau merasa tidak pernah mendapat udara yang cukup. Jika sesak napas ini memburuk atau jika sesak terjadi saat anda beristirahat atau saat anda sedang beraktivitas ringan, segera cari pertolongan medis. Napas Berbunyi Sejalan dengan kambuhnya PPOK, mengi (suara napas berbunyi ngik-ngik) dan ronki (suara napas kasar) terdengar saat bernapas. Mengi mengindikasikan penyumbatan sebagian jalan napas oleh lendir, nanah, atau bahan-bahan inflamasi lainnya. Ronki saat bernapas mengindikasikan adanya akumulasi cairan di dalam paru-paru atau lendir pada jalan napas. Gelisah Setiap orang membutuhkan oksigen untuk hidup, jika anda kekurangan oksigen, anda akan merasa cemas dan panik. Hal ini dapat memperburuk kemampuan anda untuk bernapas karena otot-otot anda menjadi tegang. Penapasan Dada Bernapas melalui dada daripada perut anda, dapat merupakan tanda peringatan kambuhnya PPOK. Saat kekambuhan terjadi, dada dapat bergerak ke atas dan bawah lebih cepat, atau jauh lebih lambat. Pernapasan menjadi tidak teratur. Batuk Batuk yang lebih sering atau memburuk daripada biasanya dapat mengindikasikan kambuhnya PPOK. Batuk dapat tanpa dahak atau dapat juga dengan dahak, di mana dahak dapat berwarna kuning, hijau, atau terdapat darah. Anda dapat merasa lebih nyaman bernapas saat duduk daripada saat berbaring. Perubahan Warna Kulit atau Kuku Saat kekambuhan terjadi, bibir dapat menjadi berwarna kebiruan. Selain itu, juga dapat terjadi perubahan warna kuku menjadi biru atau ungu, atau kulit pun dapat memudar atau menjadi keabuan. Sulit Tidur dan Hilangnya Nafsu Makan Semakin parah kekambuhan yang terjadi maka dapat menyebabkan gangguan tidur atau makan. Kesulitan Berbicara Seseorang yang mengalami sesak napas hebat kemungkinan tidak dapat berbicara dan memberitahu orang lain. Penggunaan gerakan tangan mungkin merupakan satu-satunya cara untuk memberitahu orang lain saat kekambuhan terjadi. Nyeri Kepala di Pagi Hari Pada penderita PPOK, kadar oksigen yang rendah dapat menyebabkan nyeri kepala di pagi hari. Nyeri kepala disebabkan oleh tingginya kadar karbondioksida di dalam darah. Jika nyeri kepala ini merupakan gejala yang baru pertama kali anda alami, hal ini dapat menjadi tanda kekambuhan PPOK. Pembengkakan Pada Pergelangan Kaki atau Nyeri Perut Pembengkakan dan nyeri perut adalah gejala umum PPOK. Hal ini berhubungan dengan komplikasi atau irregularitas pada jantung yang disebabkan oleh kerusakan pada paru-paru. Jika hal ini merupakan gejala yang baru pertama kali anda alami atau gejala yang sudah ada tiba-tiba memburuk dapat merupakan tanda kekambuhan pada PPOK.