Your browser does not support JavaScript!
 25 May 2016    15:00 WIB
Menderita Mioma Uteri? Hindari Makanan Berikut Ini…
Mioma uteri (rahim) adalah tumor jinak yang terdapat pada organ reproduksi wanita (rahim). Mioma uteri paling sering terjadi pada pertengahan hingga akhir usia subur seorang wanita. Mioma seringkali tidak menimbulkan gejala apapun, tetapi kadangkala dapat menimbulkan nyeri perut hebat. Mioma juga dapat mengganggu kesuburan seorang wanita. Walaupun ada pengobatan medis yang dapat dilakukan untuk mengatasi mioma, misalnya melalui tindakan pembedahan; akan tetapi banyak wanita memilih untuk melakukan pengobatan alami, di antaranya adalah dengan menghindari beberapa jenis makanan tertentu. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis makanan yang harus Anda hindari bila Anda menderita mioma uteri.   Lemak Jenuh Berbagai jenis makanan yang mengandung banyak lemak jenuh sebaiknya dihindari oleh seorang wanita yang menderita mioma uteri. Hal ini dikarenakan berbagai jenis makanan tersebut dapat meningkatkan kadar hormon estrogen di dalam tubuh, yang akan membuat mioma semakin besar. Selain itu, makanan ini juga sulit dicerna oleh tubuh sehingga tubuh membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengeluarkan kelebihan hormon tersebut. Beberapa jenis makanan yang dimaksud adalah bacon, sosis, kuning telur, alpukat, dan berbagai jenis cemilan tinggi lemak seperti biskuit dan pastri.   Daging Merah Daging merah yang berasal dari hewan mamalia dan bebek sebaiknya dihindari oleh para penderita. Hal ini dikarenakan makanan ini mengandung banyak hormon tambahan, termasuk estrogen. Konsumsilah daging putih tanpa lemak yang mengandung banyak protein.   Baca juga: Kenapa Anda Belum Bisa Punya Anak? Ternyata Karena Ini...!   Produk Susu Tinggi Lemak Wanita yang menderita mioma uteri sangat dianjurkan untuk menghindari atau membatasi konsumsi berbagai jenis susu dan produknya yang mengandung banyak lemak seperti susu full cream, krim, dan mentega. Hal ini dikarenakan berbagai jenis produk ini mengandung banyak hormon tambahan yang akan membuat tumor jinak di dalam rahim Anda bertambah besar.   Minuman Berkafein Hindarilah berbagai jenis minuman berkafein karena minuman ini mengandung banyak metillantin, yang akan meningkatkan kadar suatu zat kimia penyebab tumor di dalam tubuh. Oleh karena itu, hindarilah minuman soda berkafein, teh, cokelat, dan kopi.   Makanan yang Mengandung Banyak Garam Batasilah konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung banyak garam karena akan membuat organ hati bekerja lebih keras. Hati merupakan organ yang berfungsi untuk membuang racun dan menyeimbangkan kadar hormon di dalam tubuh. Beberapa jenis makanan tinggi garam yang dimaksud adalah sup kalengan, kacang kalengan, pretzel, keripik kentang, acar, dan berbagai jenis makanan kering seperti dendeng.   Makanan Putih Kurangilah konsumsi makanan putih karena dapat mengubah proses metabolisme estrogen di dalam tubuh dan membuat tumor di dalam rahim Anda semakin membesar. Beberapa jenis makanan putih yang dimaksud adalah pasta, roti putih, nasi putih, kue, dan biskuit.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: livestrong
 20 May 2016    18:00 WIB
Apa Itu Mioma Uteri?
Mioma uteri merupakan suatu istilah kedokteran untuk tumor jinak yang terdapat pada dinding rahim, yang terdiri dari otot dan jaringan fibrosa. Mioma uteri terjadi pada 20% wanita berusia 35 tahun dan lebih. Mioma uteri lebih sering ditemukan pada wanita berkulit hitam. Ukurannya pun dapat bervariasi, mulai dari yang tak terlihat sampai sebesar buah semangka.   Penyebab Penyebabnya tidak diketahui, tapi tampaknya ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi, yaitu seperti: Perubahan genetik. Pada beberapa kasus, mioma uteri dapat diturunkan dalam suatu keluarga Hormon, terutama hormon estrogen dan progesteron Faktor pertumbuhan lainnya.   Gejala Meskipun ukurannya besar, mioma mungkin tidak menimbulkan gejala apapun. Gejala mioma uteri tergantung pada jumlah, ukuran dan lokasinya di rahim. Gejalanya dapat berupa: Perdarahan menstruasi yang banyak atau lama Perdarahan di antara 2 siklus menstruasi Nyeri, rasa tertekan, atau perasaan berat di daerah panggul selama atau di antara 2 siklus menstruasi Sering buang air kecil Rasa tidak puas saat buang air kecil Sembelit Nyeri pada punggung, kaki, perut, atau pinggul Perut membesar atau terasa penuh Nyeri saat berhubungan seksual Anemia karena kehilangan banyak darah saat menstruasi Kemandulan akibat penyumbatan tuba falopii (saluran tempat pembuahan terjadi, yang terletak di antara indung telur dan rahim) atau distorsi rongga rahim (rongga rahim menyempit karena dipenuhi oleh mioma) Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd