Your browser does not support JavaScript!
 28 Nov 2016    15:00 WIB
Tips Mengatasi Migrain di Saat Memasuki Masa Menopause
Nyeri kepala dapat mengenai lebih dari 90% wanita yang memasuki masa menopause, di mana beberapa orang wanita di antaranya akan mulai mengalami serangan migrain untuk pertama kalinya. Penyebab utama terjadinya nyeri kepala dan migrain ini adalah kadar hormon estrogen yang berubah-ubah di dalam tubuh. Menurunnya kadar estrogen di dalam tubuh dapat memicu perubahan zat kimia di dalam otak, yang akan menyebabkan terjadinya migrain. Sementara itu, bagi para wanita yang memang sudah menderita migrain, maka keluhan mereka dapat bertambah buruk (walaupun sekitar 15% di antaranya justru mengalami perbaikan gejala) dan sejumlah wanita lainnya mengatakan bahwa serangan migrain mereka akan terus terjadi secara teratur bertahun-tahun setelah menopause. Hal ini mungkin dikarenakan walaupun menstruasi Anda sudah berhenti, tetapi ovarium atau indung telur Anda tetap bekerja dan menghasilkan hormon, yang mungkin akan bertahan selama 2-4 tahun setelah menstruasi terakhir Anda. Terapi paling efektif untuk mengatasi nyeri kepala pada wanita yang mulai memasuki masa menopause adalah dengan mengkonsumsi 900-1.000 mg aspirin. Jangan mengkonsumsi obat anti nyeri yang mengandung kodein, karena obat ini justru dapat memicu terjadinya migrain dan mual. Jika aspirin tidak dapat mengatasi nyeri kepala dan migrain Anda, maka pilihan lain adalah obat triptan. Obat ini bekerja dengan cara mengecilkan pembuluh darah otak yang melebar dan menstabilkan perubahan zat kimia di dalam otak. Cara lainnya yang dapat membantu mengatasi serangan nyeri kepala dan migrain adalah dengan menempelkan kompres hangat atau dingin pada bagian belakang leher atau pada bagian kepala yang terasa paling nyeri selama sejangka waktu dan tidur siang. Para ahli menemukan bahwa tidur siang, yang singkat sekalipun dapat membantu obat-obatan bekerja dengan lebih efektif. Walaupun perubahan kadar hormonal agak sulit dikendalikan, akan tetapi frekuensi terjadinya serangan dapat dikurangi dengan makan lebih sering dengan porsi kecil, hindari cemilan manis dan minuman beralkohol, serta tidur yang cukup seminggu atau 10 hari sebelum waktu menstruasi Anda. Jika Anda juga mengalami gejala menopause lainnya seperti hot flushes atau keringat berlebih, maka terapi sulih hormon dapat membantu mengatasi migrain, tetapi jangan mengkonsumsi bentuk tablet, karena hal ini justru dapat membuat kadar hormon di dalam tubuh Anda semakin berfluktuasi. Pilihlah gel estrogen yang dioleskan pada kulit atau koyo estrogen yang tidak akan menyebabkan perubahan kadar hormonal yang terlalu fluktuatif.  Baca juga: Apa Sebenarnya Dampak Menopause Pada Tubuh Anda??? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: dailymail
 22 Aug 2016    18:00 WIB
Migrain dan Stroke
Stroke dan migrain mempunyai gejala-gejala yang mirip dan terkadang tertukar satu dengan yang lain. Tetapi apakah migrain dapat menyebabkan stroke dan sebaliknya? Para peneliti belum bisa mengungkapkannya. Penelitian menunjukkan jika Anda sering mengalami migrain, Anda mungkin akan mengalami peningkatan resiko terkena stroke di kemudian hari. Hubungan antara stroke dengan migrainJika Anda tiba-tiba mengalami sakit kepala yang berat, penurunan penglihatan di salah satu mata dan kelemahan otot di satu sisi tubuh, segeralah pergi ke unit gawat darurat terdekat. Hal tersebut bisa saja tanda dari migrain, tetapi mungkin juga tanda stroke. Anda harus menemui dokter untuk memastikannya.Orang dengan migrain akan mengalami peningkatan resiko terkena stroke karena terbentuknya endapan darah. Wanita lebih sering menderita migrain dibanding pria karena faktor hormon.Beberapa orang dengan migrain biasanya akan mengetahui ia akan mengalami episode migrain berikutkan karena biasanya akan didahului peringatan seperti aura, seperti kilatan lampu. Mereka yang mengalami aura saat migrain akan mengalami peningkatan resiko stroke lebih besar dibandingkan mereka yang tidak mengalami aura. Kemungkinan akan semakin meningkat jika disertai faktor berikut:•  Merokok•  Mengkonsumsi pil kb•  Berusia dibawah 45 tahun Jika Anda mengalami migrain lebih sering, segera temui ahli syaraf. Dokter ahli syaraf akan dapat mengetahui dan mengatasi masalah di otak. Beberapa obat-obatan dapat membantu mencegah migrain dan membuat migrain tidak terlalu menyakitkan dan lebih jarang terjadi. Turunkan resiko strokePola hidup dapat membuat Anda menurunkan resiko mengalami kanker:•  Jika Anda mengkonsumsi pil kb, sebaiknya Anda mengkonsultasikan dengan dokter apakah metode kontrasepsi terbaik untuk Anda•  Jika Anda berhenti merokok•  Jika Anda mengontrol tekanan darah. Tekanan darah tinggi merupakan penyebab utama terjadinya stroke•  Menjaga kadar kolesterol•  Menjaga kadar gula darah•  Menjaga tubuh tetap sehat. Baca juga: Tes Resiko Stroke Anda Dengan Melakukan Hal Ini! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd  
 19 Aug 2016    11:00 WIB
Hubungan Migrain dan Kadar Hormon
Sekitar 70% penderita migrain adalah wanita dan sekitar 60-70% nya mengalami serangan migrain saat menstruasi.   Hubungan Hormon dan Nyeri Kepala Nyeri kepala, terutama serangan migrain seringkali berhubungan dengan perubahan kadar hormone estrogen saat menstruasi terjadi. Kadar hormon estrogen akan mendadak turun beberapa waktu sebelum menstruasi dimulai. Migrain premenstrual ini biasanya terjadi saat atau setelah kadar hormon estrogen dan progesteron berada pada titik terendahnya. Serangan migrain ini biasanya akan menghilang selama kehamilan. Akan tetapi, beberapa wanita justru mengalami serangan migrain selama trimester pertama kehamilan dan menghilang saat kehamilan mencapai usia 3 bulan.   Pemicu Migran Hormonal Penggunaan pil KB dan terapi sulih hormon pada saat menopause telah diketahui sebagai salah satu pemicu migrain pada wanita. Efek samping ini dapat dikurangi dengan menurunkan kadar hormon estrogen pada pil KB anda atau menggunakan pil KB yang hanya mengandung hormon progesteron.   Pilihan Terapi Migrain Hormonal (Migrain Saat Menstruasi) Pengobatan utama untuk menghentikan migrain hormonal adalah pemberian obat anti inflamasi atau NSAID (non steroid anti inflammatory drugs). Penggunaan NSAID harus dimulai 2 atau 3 hari sebelum menstruasi terjadi dan dilanjutkan hingga menstruasi selesai. Bagi wanita yang mengalami migrain hormonal berat atau yang ingin meneruskan penggunaan pil KB, maka dokter akan menyarankan untuk mengkonsumsi NSAID yang dimulai pada hari ke 19 siklus menstruasi anda hingga hari ke 2 siklus menstruasi anda berikutnya. Selain itu, adanya retensi cairan selama menstruasi berlangsung juga dapat menyebabkan timbulnya migrain selama menstruasi. Oleh karena itu, dokter juga dapat menyarankan penggunaan obat diuretika dan menganjurkan anda untuk membatasi konsumsi garam beberapa hari sebelum menstruasi terjadi. Lupron merupakan sebuah obat yang dapat mempengaruhi kadar hormon dan hanya diberikan bila semua pengobatan lain tidak berhasil mengatasi serangan migrain anda.   Pilihan Terapi Migrain Saat Menopause Salah satu cara mencegah terjadinya migrain pada wanita yang harus terus mengkonsumsi suplemen estrogen setelah memasuki masa menopause adalah dengan mengkonsumsi suplemen estrogen setiap harinya dengan dosis kecil untuk menstabilkan kadar hormon estrogen di dalam tubuh anda.   Pilihan Terapi Migarain Saat Kehamilan Selama kehamilan, tidak ada obat-obatan yang dapat anda gunakan untuk mengatasi migrain. Hal ini karena obat anti migraine dapat mempengaruhi rahim, plasenta, dan bayi anda. Bila anda mengalami migrain atau nyeri kepala saat hamil, maka anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter anda mengenai obat anti nyeri apa yang dapat anda konsumsi dan berapa dosisnya.  Baca juga: Mengatasi Migrain dan Nyeri Kepala Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 27 May 2016    11:00 WIB
Berbagai Jenis Makanan yang Harus Dihindari Para Penderita Migrain
Tahukah Anda bahwa ada beberapa jenis makanan yang diduga berperan dalam terjadinya sekitar 30% serangan migrain? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh para penderita migrain untuk mencegah terjadinya serangan migrain.   Acar Berbagai jenis makanan yang telah dijadikan acar, difermentasikan, atau dibumbui sedemikian rupa kadangkala mengandung monosodium glutamate (MSG). MSG merupakan penguat rasa yang telah terbukti dapat memicu terjadinya migrain.   Makanan Cina MSG juga sering ditemukan pada berbagai jenis makanan cina. Berbagai makanan lain yang juga mungking mengandung MSG adalah sup kalengan, makanan beku, makanan olahan, penyedap rasa, dan sayur kalengan.   Cokelat Cokelat mengandung kafein seperti halnya minuman bersoda, teh, kopi, dan berbagai jenis minuman energi. Pada dosis kecil, kafein di dalam berbagai minuman tersebut dapat membantu meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, kafein juga dapat membantu mempercepat penyerapan obat anti nyeri di dalam tubuh saat serangan migrain sedang berlangsung. Akan tetapi, mengkonsumsi kafein dalam dosis tinggi seperti yang dapat ditemukan pada beberapa jenis minuman energi dapat menyebabkan seseorang menjadi mudah marah, sulit tidur, merasa cemas, dan bahkan mengalami serangan migrain. Selain itu, mengkonsumsi kafein dalam waktu lama dapat membuat Anda mengalami toleransi terhadap kafein dan bila Anda menghentikan konsumsi kafein tersebut secara mendadak, maka Anda mungkin akan mengalami gejala kecanduan dan memicu terjadinya migrain.   Keju Tiramin, sejenis monoamin dapat ditemukan pada berbagai jenis makanan, telah terbukti dapat memicu terjadinya migrain. Keju yang telah berusia lama seperti keju biru, parmesan, dan cheddar mengandung tiramin, begitu pula dengan sosis kering dan ikan asap.   Baca juga: Pengaruh Migrain Pada Kehidupan Seksual Anda   Sosis Terdapat berbagai jenis merk sosi, bacon, salami, daging ham, dan peperoni yang mengandung tiramin. Selain itu, berbagai jenis makanan ini biasanya juga mengandung natrium nitrat (sejenis pengawet), yang dapat memicu terjadinya migrain.   Bawang Bombay Karena bawang Bombay juga mengandung tiramin, maka konsumsinya dapat memicu terjadinya migrain.   Soda Diet Terdapat berbagai jenis soda diet, cemilan, dan makanan rendah kalori yang mengandung pemanis buatan seperti aspartam. Pengganti gula ini telah terbukti berhubungan dengan terjadinya nyeri kepala dan migrain, terutama pada orang yang mengkonsumsi aspartam secara teratur untuk waktu yang lama.   Minuman Beralkohol Anggur merah (red wine) telah terbukti dapat meningkatkan resiko terjadinya migrain. Bir dan anggur putih (white wine) juga telah terbukti dapat menyebabkan terjadinya nyeri kepala hebat. Hal ini dikarenakan bir dan wine mengandung tiramin. Selain itu, karena minuman beralkohol dapat meningkatkan aliran darah yang menuju ke dalam otak, maka minuman beralkohol dapat memicu terjadinya serangan migrain atau memperburuk gejala migrain yang sedang berlangsung.   Terlambat Makan Puasa atau terlambat makan dapat memicu terjadinya penurunan kadar gula darah, yang pada akhirnya dapat memicu terjadinya migrain. Jadi, bila Anda rentan terhadap serangan migrain, makanlah secara teratur dan konsumsilah berbagai jenis makanan sehat seperti buah, sayuran, gandum, dan daging tanpa lemak sehingga tubuh Anda tidak akan merasa kelaparan sebelum jam makan berikutnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthline
 23 Mar 2016    08:00 WIB
Sakit Kepala Biasa Atau Migrain Ya???
Saat Anda mengalami sakit kepala mungkin agak sulit bagi Anda untuk membedakan apakah Anda sedang menderita sakit kepala biasa atau justru migrain. Walaupun demikian, mengetahui dengan pasti apa jenis sakit kepala yang sedang Anda alami sangatlah penting karena hal ini berarti bahwa Anda dapat memperoleh pengobatan yang lebih sesuai. Selain itu, mengetahui jenis sakit kepala yang Anda alami juga dapat membantu mencegah terjadinya berulangnya sakit kepala tersebut. Jadi bagaimanakah cara membedakan sakit kepala biasa dari migrain???   Apa Itu Sakit Kepala? Sakit kepala merupakan rasa nyeri yang tidak menyenangkan di dalam kepala Anda yang dapat menyebabkan kepala terasa tertekan dan sakit. Sakit kepala dapat bervariasi dari ringan hingga sedang dan biasanya terjadi pada kedua sisi kepala. Beberapa daerah kepala yang biasa "diserang" saat mengalami sakit kepala adalah daerah dahi, pelipis, dan leher belakang. Lama berlangsungnya sakit kepala dapat bervariasi dari 30 menit hingga 1 minggu. Menurut Mayo Clinic, jenis sakit kepala yang paling sering adalah sakit kepala tension. Pemicu jenis sakit kepala ini adalah stress, ketegangan otot, atau rasa cemas. Selain sakit kepala tension, ada beberapa jenis sakit kepala lain yang juga cukup sering ditemukan, yaitu: Sakit kepala cluster. Sakit kepala jenis ini biasanya hanya mengenai 1 sisi kepala tetapi biasanya tidak separah migrain. Gejala lain yang sering ditemukan adalah hidung meler, mata berair, atau hidung tersumbat Sakit kepala sinus. Sakit kepala ini seringkali salah didiagnosa sebagai migrain. Gejala lain yang sering ditemukan adalah demam, hidung tersumbat, batuk, dan wajah terasa seperti tertekan.   Baca juga: 10 Tips Untuk Mengatasi Nyeri Saat Berhubungan Seks   Apa Itu Migrain? Sakit kepala migrain biasanya cukup berat dan seringkali disertai dengan beberapa gejala lain selain sakit kepala. Beberapa gejala lain yang dapat ditemukan pada sakit kepala migrain adalah: Mual Nyeri di belakang salah satu mata atau telinga Nyeri di pelipis Melihat kilatan cahaya atau titik hitam Menjadi lebih sensitif terhadap cahaya dan atau suara Gangguan penglihatan sementara Muntah Bila dibandingkan dengan sakit kepala tension atau sakit kepala lainnya, sakit kepala migrain biasanya lebih berat. Sakit kepala migrain biasanya hanya mengenai satu sisi kepala. Akan tetapi, mungkin saja migrain mengenai kedua sisi kepala. Perbedaan lainnya adalah kualitas  nyeri. Sakit kepala migrain biasanya menimbulkan nyeri hebat yang sangat menyiksa dan akan membuat penderita tidak dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari. Sakit kepala migrain dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu migrain dengan aura dan migrain tanpa aura. Aura adalah suatu sensasi yang dirasakan oleh penderita sebelum ia mengalami serangan migrain. Sensasi ini biasanya terjadi antara 10-30 menit sebelum serangan terjadi. Beberapa aura yang sering dialami oleh penderita migrain adalah: Mengalami kesulitan berpikir atau sulit berkonsentrasi Melihat kilatan cahaya atau garis yang tidak biasanya Merasa kesemutan atau mati rasa di daerah wajah atau tangan Mencium atau merasakan atau mengecap sesuatu hal yang tidak biasanya Sementara itu, sejumlah penderita migrain dapat mengalami berbagai gejala lain selama 1 atau 2 hari sebelum serangan migrain terjadi. Berbagai gejala lain ini disebut dengan fase prodromal. Beberapa gejala yang dapat ditemukan adalah: Sembelit Depresi Sering menguap Mudah marah Leher terasa kaku Ngidam suatu makanan yang tidak biasanya   Pengobatan Sakit Kepala Untungnya, sakit kepala tension biasanya dapat diatasi dengan berbagai jenis obat sakit kepala yang dijual bebas di pasaran. Selain obat, teknik relaksasi tampaknya juga dapat membantu mengatasi sakit kepala tension karena dapat membantu mengurangi stress. Beberapa teknik relaksasi yang dapat dilakukan adalah: Kompres hangat atau mandi air hangat Pijat Meditasi Peregangan otot leher   Pengobatan Migrain Sayangnya, obat migrain tidak terlalu efektif untuk mengatasi migrain. Selain itu, mengkonsumsi obat migrain terlalu lama, lebih dari 10 hari setiap bulannya, maka hal ini justru dapat memicu terjadinya nyeri kepala, yang justru dapat memperburuk gejala.   Pencegahan Migrain Sementara itu, untuk mengobati migrain, pencegahan tampaknya merupakan terapi yang paling baik untuk dilakukan. Beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan adalah: Mengubah pola makan Anda, misalnya menghindari berbagai jenis makanan yang dapat memicu terjadinya nyeri kepala, seperti minuman beralkohol atau minuman berkafein Mengkonsumsi obat anti depresi, obat anti hipertensi (tekanan darah tinggi), atau obat anti kejang Mengatasi stress   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthline
 19 Sep 2015    12:00 WIB
Berbagai Fase Migrain
Migrain biasanya mulai timbul saat anda berusia remaja. Setelah itu, migrain biasanya lebih sering terjadi pada wanita. Para ahli masih tidak dapat menemukan apa penyebab pasti dari migrain. Akan tetapi, mereka menduga migrain disebabkan oleh adanya gelombang otak yang abnormal pada sel-sel saraf otak, yang disertai dengan perubahan aliran darah di dalam otak. Walaupun migrain dapat memicu terjadinya nyeri kepala berat, migrain bukanlah nyeri kepala biasa. Selain nyeri kepala, migrain biasanya juga disertai oleh berbagai gejala di bawah ini, yaitu: Mual Muntah Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya, suara, dan bau Serangan migrain merupakan suatu peristiwa yang rumit, dengan gejala yang dapat berubah-ubah selama beberapa jam atau hari. Terdapat beberapa fase migrain, yaitu: Fase prodromal, yaitu fase sebelum migrain terjadi Fase aura Fase serangan Fase postdromal, yang terjadi setelah serangan migrain berakhir Fase Prodromal Beberapa jam dan kadangkala beberapa hari sebelum serangan migrain terjadi, banyak penderita migrain mengalami beberapa hal yang tidak biasanya, seperti: Merasa lebih bersemangat dan senang atau depresi Mudah marah Merasa haus terus-menerus Mengidam makanan tertentu Mengantuk dan sering menguap Sering buang air kecil Pada beberapa kasus, gejala awal yang terjadi sebelum nyeri kepala ini dapat membantu dokter anda mendiagnosa keadaan anda sebagai migraine.   Fase Aura Sekitar 1 dari 5 orang mengalami aura sebelum serangan migrain terjadi atau aura ini terjadi bersamaan dengan serangan migrain. Akan tetapi, aura mungkin juga tidak terjadi sebelum atau saat serangan migrain. Gangguan Penglihatan Gangguan penglihatan merupakan gejala pertama pada fase aura. Saat serangan migrain berlangsung, anda mungkin mengalami beberapa gangguan penglihatan seperti: Melihat adanya kilatan cahaya berbentuk seperti busru yang biasanya terjadi pada sebelah kiri atau kanan pandangan anda. Setelah beberapa menit, ukuran busur ini dapat semakin membesar dan melebar Hilangnya penglihatan pada daerah tertentu, yang dapat membuat anda kesulitan untuk menyetir atau melihat objek kecil Melihat gambaran atau kilasan masa lalu atau mengalami halusinasi Gangguan penglihatan ini biasanya akan terus memburuk selama beberapa menit selanjutnya. Sensasi Aneh Pada Kulit Aura jenis ini akan menyebabkan timbulnya rasa geli atau tertusuk-tusuk atau mati rasa pada tubuh anda. Sensasi kulit ini sering terjadi pada wajah dan tangan, akan tetapi juga dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh. Sensasi ini dapat terus menjalar ke berbagai bagain tubuh selama beberapa menit kemudian. Gangguan Berbahasa Selama fase aura, anda mungkin akan mengalami kesulitan berkomunikasi dengan orang lain. Gejala yang dapat ditemukan berupa: Kesulitan mengekspresikan pikiran saat berbicara atau menulis Kesulitan mengerti pembicaraan atau tulisan orang lain Bingung Kesulitan berkonsentrasi Fase Serangan Fase serangan merupakan saat serangan migrain terjadi. Anda dapat mengalami serangan nyeri kepala selama beberapa jam atau hari. Selama fase serangan, penderita biasanya ingin segera beristirahat dan kesulitan melakukan aktivitasnya. Salah satu penentu kualitas migrain adalah rasa nyeri yang anda alami. Rasa nyeri kepala akibat migrain biasanya: Biasanya dimulai pada bagian atas mata Biasanya mengenai satu sisi kepala, tetapi juga dapat mengenai seluruh kepala atau berpindah dari satu sisi kepala ke sisi lainnya. Selain itu, nyeri juga mengenai wajah bagian bawah dan leher Nyeri kepala yang terjadi biasanya berupa nyeri kepala berdenyut yang hebat Nyeri kepala berdenyut ini dapat memburuk saat melakukan aktivitas fisik atau saat anda duduk condong ke depan Nyeri kepala dapat memburuk bila anda melakukan kegiatan fisik aktif Berbagai gejala lainnya yang dapat ditemukan selama fase serangan adalah: Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya, suara, dan bau yang tidak biasa Perasaan melayang dan pingsan Mual dan muntah   Fase Postdromal Setelah mengalami serangan migrain berat, anda mungkin akan merasa tidak enak badan selama beberapa hari ke depan. Gejala yang sering ditemukan pada fase postdromal adalah: Merasa sangat lelah Lesu Bingung Nyeri kepala yang kembali terjadi saat anda memajukan tubuh anda ke bagian depan, bergerak terlalu cepat, atau saat banyak aliran darah masuk ke dalam kepala anda Gejala migrain yang anda alami dapat berubah seiring dengan berlalunya waktu. Dapat terjadi perubahan frekuensi, keparahan, dan serangan migrain. Selain itu, anda juga mungkin dapat mengalami aura tanpa mengalami nyeri kepala kemudian.   Sumber: webmd  
 04 Feb 2015    12:00 WIB
Faktor Resiko Terjadinya Migrain
Terdapat beberapa hal yang telah dikenal dapat meningkatkan resiko terjadinya migrain pada orang-orang tertentu dan sayangnya tidak ada satu pun faktor resiko tersebut yang dapat dikendalikan.   Riwayat Keluarga Genetika merupakan salah satu hal yang juga berperan dalam terjadinya migrain, walaupun para peneliti masih tidak berhasil menemukan gen spesifik yang terlibat. Sekitar 70-80% penderita migrain memiliki anggota keluarga dekat yang juga menderita migraine. Bila salah satu orang tua menderita migrain, maka anaknya pun memiliki kemungkinan menderita migrain juga hingga sebanyak 50%. Jika kedua orang tua menderita migraine, maka anaknya pun memiliki resiko hingga 75% untuk menderita migrain juga.   Jenis Kelamin dan Perubahan Kadar Hormonal Wanita memiliki resiko 3 kali lebih tinggi untuk menderita migrain dibandingkan dengan pria. Akan tetapi, pada anak-anak, migrain justru lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Perubahan kecenderungan ini tampaknya terjadi setelah anak memasuki masa pubertas. Hal ini mungkin dikarenakan hormon estrogen juga memiliki peranan dalam terjadinya migrain. Selain itu, migrain juga sering terjadi pada wanita hamil, terutama pada trimester pertama kehamilan, setelah melahirkan, dan saat seorang wanita mengkonsumsi pil KB atau melakukan terapi sulih hormon. Serangan migrain biasanya akan berkurang saat kehamilan memasuki trimester ke 2 dan 3. Karena beberapa jenis obat migrain dan suplemen herbal tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil, maka akan lebih baik bila Anda berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda sebelum mengkonsumsi obat apapun.   Usia Sekitar setengah penderita migrain mengalami gejala migrain pertamanya saat masih berusia kurang dari 20 tahun. Akan tetapi, serangan migrain sebenarnya lebih sering diderita oleh orang yang berusia antara 25-55 tahun. Serangan migrain biasanya akan berkurang dengan cukup signifikan setelah wanita memasuki masa menopause. Segera hubungi dokter Anda bila Anda tidak pernah memiliki riwayat migrain sebelumnya dan justru baru mengalaminya saat telah berusia lebih dari 50 tahun.   Gangguan Kesehatan Lainnya Seorang penderita migrain biasanya juga menderita gangguan kesehatan lainnya seperti depresi, gangguan cemas, stroke, epilepsi, irritable bowel syndrome (IBS), dan tekanan darah tinggi dibandingkan dengan orang lain yang tidak menderita migrain.   Sumber: healthline
 30 Jan 2015    13:00 WIB
Berbagai Cara Untuk Mencegah Terjadinya Serangan Migrain
Sebenarnya tidak ada hal khusus yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya migrain, akan tetapi, bila Anda menderita migrain, maka mencari tahu apa pemicunya dan menghindari berbagai pemicu tersebut merupakan cara terbaik untuk mencegah terjadinya serangan migrain. Pencegahan migrain biasanya bertujuan untuk membuat serangan nyeri kepala tidak terlalu berat dan tidak terlalu lama serta mencegah terjadinya nyeri kepala rebound karena mengkonsumsi terlalu banyak obat nyeri kepala.   Perubahan Gaya Hidup Jika Anda telah didiagnosa menderita migrain, maka mengetahui pemicu dan menghindarinya merupakan salah satu cara terbaik untuk mencegah terjadinya serangan migrain. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya serangan migrain adalah: Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya, bahkan pada akhir pekan Makan secara teratur karena kadar gula darah yang rendah dapat memicu terjadinya serangan migrain Minum air putih yang banyak karena dehidrasi dapat memicu terjadinya serangan migrain Berolahraga secara teratur. Walaupun olahraga dapat memperburuk nyeri kepala bila serangan migrain sedang berlangsung, akan tetapi olahraga dengan intensitas ringan dan sedang dapat membantu mengurangi stress yang juga merupakan salah satu pemicu terjadinya serangan migraine Hindari berbagai situasi yang membuat Anda merasa stress   Hindari Konsumsi Makanan Tertentu Makanan yang dapat memicu terjadinya serangan migrain dapat bervariasi, akan tetapi beberapa jenis makanan yang paling sering memicu terjadinya serangan migrain adalah: Monosodium glutamate (MSG) Nitrat dan nitrit, yang banyak ditemukan pada makanan olahan Sulfit, yang banyak ditemukan pada buah kering Keju Minuman beralkohol, terutama anggur merah Coklat Kafein   Batasi Konsumsi Obat yang Mengandung Estrogen Berbagai jenis hormon yang terdapat di dalam pil KB dan terapi sulih hormon dapat menyebabkan terjadinya serangan migraine. Berkonsultasilah dengan dokter Anda bila Anda mengalami serangan migrain saat mengkonsumsi salah satu atau kedua obat di atas.   Obat-obatan Beberapa jenis obat-obatan yang sebenarnya digunakan untuk mengatasi gangguan kesehatan lain ternyata juga dapat mencegah dan mengurangi frekuensi terjadinya serangan migrain. Beberapa jenis obat-obatan tersebut adalah obat anti tekanan darah tinggi, obat anti depresan, dan obat anti kejang.     Sumber: healthline
 28 Jan 2015    10:00 WIB
Apa Perbedaan Migrain Biasa Dengan Migrain Kronik?
Walaupun memiliki nama yang sama, migrain dan migrain kronik merupakan 2 gangguan kesehatan yang berbeda. Banyak penderita migrain tidak akan mengalami migrain kronik ini, akan tetapi setiap penderita migrain tentunya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami migrain kronik.Migrain dapat terjadi berulang kali, di mana interval dari setiap serangan dapat berbeda-beda, mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan. Akan tetapi, seorang penderita migrain kronik akan mengalami serangan migrain selama 15 hari atau lebih setiap bulannya. Selain itu, seseorang didiagnosa menderita migrain kronik hanya bila serangan migrain ini berlangsung selama setidaknya 3 bulan.Serangan migrain biasa lebih sering terjadi dibandingkan dengan serangan migrain kronik. Baik migrain maupun migrain kronik lebih sering mengenai wanita, di mana serangan migrain kronik lebih sering terjadi pada seorang wanita yang berusia antara 40-49 tahun.GejalaKarena tidak ada pemeriksaan yang dapat membantu dokter memastikan diagnosa migrain, maka dokter biasanya akan menyingkirkan berbagai hal lain yang dapat menimbulkan gejala yang sama seperti migrain yaitu efek samping obat dan tumor otak. Bila keduanya telah berhasil disingkirkan, maka dokter Anda pun akan memeriksa riwayat nyeri kepala Anda dan gejala apa saja yang Anda alami selama nyeri kepala berlangsung.Seseorang didiagnosa menderita migrain bila ia mengalami setidaknya 5 kali serangan migrain di sepanjang hidupnya, nyeri kepala ini hanya terjadi dalam waktu kurang dari 15 hari di setiap bulannya, dan nyeri kepala biasanya tidak berlangsung lebih dari 24 jam.Lama Serangan Nyeri KepalaDengan pengobatan, seorang penderita migrain kronik dapat mengalami nyeri kepala hingga 24 jam, sedangkan seorang penderita migrain dapat mengalami nyeri kepala hingga 13 jam. Tanpa pengobatan, seorang penderita migrain kronik dapat mengalami nyeri kepala hingga 65 jam, sedangkan seorang penderita migrain dapat mengalami nyeri kepala hingga 39 jam.PengobatanSerangan migrain biasa dapat diatasi dengan obat nyeri kepala yang dijual bebas, tergantung dari keparahan dan frekuensi terjadinya migrain. Pengobatan untuk migrain kronik agak berbeda, di mana obat nyeri kepala yang dijual bebas tidak dapat mengatasi migrain kronik berat. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai jenis obat apa yang dapat Anda gunakan dan berapa dosisnya.Sumber: healthline
 23 Oct 2014    12:00 WIB
Kosmetik Bisa Menyebabkan Migrain?
Kita semua pernah mendengar pepatah lama yang mengatakan “the beauty is pain”. Namun bila kosmetik yang Anda gunakan membuat Anda mengalami migrain, hal ini sudah tidak benar. Emilie Davidson Hoyt seorang pendiri perawatan kulit natural Lather mengungkapkan bahwa kejadian migrain ini merupakan alasannya untuk memulai perusahaan tersebut. Penasaran? Berikut kita akan menggali sedikit hubungan antara migrain dengan kosmetik. Dr Frank Lipman, seorang dokter dan pendiri Eleven Eleven Wellness Center, memberikan pernyataan yang mengejutkan "wewangian yang terdapat dalam produk riasan kecantikan sering kali menimbulkan efek negatif seperti ruam kulit, asma, dan bahkan sakit kepala”.  "Wewangian dianggap salah satu dari lima alergen yang diketahui dapat menyebabkan alergi pada satu dari setiap 50 orang yang kemungkinan menderita kerusakan sistem kekebalan tubuh”, menurut Komite Ilmiah Uni Eropa Produk Kosmetik dan Produk bukan makanan.  Ternyata sakit kepala dan migrain merupakan reaksi alergi yang disebabkan oleh wewangian sintetis. "Memiliki kepekaan terhadap aroma merupakan salah satu reaksi alergi," kata Dr Lipman. "Reaksi alergi tergantung pada bahan kimia yang digunakan untuk membuat aroma tersebut”. Sehingga anda harus mencatat Anda mengalami reaksi alergi pada aroma apa.  Jika Anda merasa riasan wajah dan parfum yang Anda gunakan bisa membuat migrain, sebaiknya Anda selalu membaca daftar bahan yang terkandung di sebuah produk dan memilih produk dengan jelas. “Carilah produk yang menggunakan minyak esensial bukan mengandung wewangian (parfum) dan memilih produk tanpa aroma tambahan”. kata Dr Lipman. Sumber: byrdie